Original Research HIJP : HEALTH INFORMATION JURNAL PENELITIAN Pengaruh Kelas Psikoedukasi Mental Health Maternal terhadap Efikasi diri Ibu Hamil dan Dukungan Keluarga The Effect of Maternal Mental Health Psychoeducation Class on SelfEfficacy of Pregnant Women and Family Support Muliati Dolofu1. Khalidatul Yustiari3, dan Farming4 Khair Anwar2, 1,2,3,4 Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia. *Korespondensi e-mail: megarezky@gmail. Kata kunci: Kelas psikoedukasi. Mental health maternal. Efikasi diri. Dukungan keluarga Keywords: Psychoeducational classes. Mental health maternal. Self-efficacy. Family support. Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia ISSN : 2085-0840 ISSN-e : 2622-5905 Periodicity: Bianual vol. 16 no. jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi. Received : 31 Agustus 2024 Accepted : 03 November 2024 Funding source: Poltekkes Kemenkes Kendari DOI : https://doi. org/10. 36990/hijp. URL : https://myjurnal. id/index. php/hijp/article/view/1582 Contract number: HK. 03/F. xVI/1651/2024 Ringkasan: Latar Belakang: Masalah kesehatan mental maternal merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi 10-20% wanita mengalami gangguan mental selama kehamilan dan postpartum. Psikoedukasi diperlukan untuk mencegah depresi perinatal melalui peningkatan efikasi diri dan dukungan keluarga. Tujuan: Membuktikan pengaruh kelas psikoedukasi mental health maternal terhadap efikasi diri ibu hamil dan dukungan Metode: Penelitian quasi experiment pre-post test design with control group pada 60 responden . kelompok intervensi, 30 kelompok kontro. di Puskesmas Sawa Konawe Utara. Kelompok intervensi mengikuti kelas psikoedukasi terintegrasi selama 2 bulan. Data dianalisis menggunakan McNemar dan Chi-Square. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan efikasi diri pre-post pada kelompok intervensi . =0,. Analisis antar kelompok menunjukkan perbedaan bermakna efikasi diri . =0,. dan dukungan keluarga . =0,. Simpulan: Kelas psikoedukasi mental health maternal efektif meningkatkan efikasi diri ibu hamil dan dukungan keluarga. Saran: Integrasi psikoedukasi dalam kelas ibu hamil rutin untuk pencegahan depresi perinatal komprehensif. Abstract: Background: Maternal mental health problems are public health problems with a prevalence of 10-20% of women experiencing mental disorders during pregnancy and postpartum. Psychoeducation is needed to prevent perinatal depression through increased self-efficacy and family support. Objective: To prove the influence of maternal mental health psychoeducation classes on pregnant women's self-efficacy and family support. Methods: Quasi experiment pre-post test design with control group research on 60 respondents . intervention groups, 30 control group. at the North Sawa Konawe Health Center. The intervention group followed an integrated psychoeducation class for 2 months. The data were analyzed using McNemar and Chi-Square. Results: There was a significant difference in pre-post self-efficacy in the intervention group . =0. Analysis between groups showed significant differences in self-efficacy . =0. and family support . =0. Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 412 Conclusion: Maternal mental health psychoeducation classes Suggestion: Integration of psychoeducation in routine pregnant are effective in increasing the self-efficacy of pregnant women and family support. women's classes for the prevention of comprehensive perinatal PENDAHULUAN Masalah kesehatan mental pada ibu merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang perlu ditangani dengan serius. Depresi merupakan salah satu masalah Kesehatan mental pada periode perinatal yang sering terjadi memengaruhi perkiraan 1 dari 10 wanita di negara berpenghasilan tinggi dan 1 dari 5 di negara berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2. Di antara wanita dengan kondisi kesehatan mental perinatal, 20% akan mengalami pikiran untuk bunuh diri atau melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. Hal tersebut menunjukkan pentingnya kesehatan mental harus dijaga. Dukungan terhadap masalah kesehatan mental masyarakat mulai digalakkan oleh pemerintah dan berbagai organisasi. Beberapa kebijakan termasuk sosialisasi pedoman kesehatan jiwa dan psikososial bagi masyarakat telah dilakukan (Utami et al. , 2. Hal ini dikarenakan faktor kesehatan mental merupakan salah satu penentu kesehatan fisik. Gangguan kesehatan psikologis selama kehamilan meningkatkan risiko pada janin berupa perkembangan janin yang buruk, kelahiran prematur, ataupun BBLR. Faktor yang mendasarinya yaitu akses pelayanan kesehatan terbatas, kurangnya dukungan sosial dari berbagai pihak, dan kekhawatiran akan kesehatan dirinya dan janin apabila tertular Dukungan sosial membantu wanita hamil menghadapi stresor kehidupan mereka (Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, 2. Olehnya itu, melalui kesejahteraan mental dapat ditingkatkan melalui pemberian psikoedukasi kepada masyarakat terutama ibu dan keluarga ibu sehingga dapat memberikan dukungan dan support system pada ibu yang akan berdampak untuk pencegahan kejadian depresi Perinatal. Program dan pelatihan pendidikan berbasis kesehatan mental umumnya dikenal dalam mengurangi rasa takut, stres dan meningkatkan fungsi mental (Syafar et al. , 2. Penelitian Mindfulness-Based Childbirth Education (MBCE) telah menunjukkan bahwa program kesadaran mental dapat meningkatkan hubungan interpersonal dan efektivitas mengatasi stres, kecemasan, dan ketakutan pada ibu hamil (Sarbandi, 2. Pemberian psikoedukasi masa hamil dengan menitikberatkan pada kesehatan mental juga dapat membantu ibu hamil untuk menghindari faktor perilaku yang berdampak terhadap pencegahan gengguan kejiwaan (Khoshayand et al. , 2. Ibu hamil harus memiliki efikasi diri yang baik dalam menjalani kehamilan, disamping dukungan suami dan keluarga serta dukungan sosial. Mengintegrasikan berbagai aspek dalam pelayanan menjadi penting dalam mencapai keseimbangan emosional ibu hamil. Studi awal pada Puskesmas Sawa bahwa terdapat 2 ibu hamil yang mengalami depresi postpartum pada periode tahun 2022 dan hasil wawancara bidan menunjukkan bahwa kurangdukungan keluarga pada ibu tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka masalah yang diteliti adalah apakah ada pengaruh pembentukan kelas psikoedukasi mental health maternal terhadap efikasi diri dan dukungan keluarga dalam pencegahan depresi perinatal?. Peneliti membentuk kelas psikoedukasi yang bertujuan untuk membuktikan perlunya pemberian psikoedukasi mental health maternal kepada ibu dan keluarga terutama suami yang berbasis kesehatan mental ibu dalam kehamilan sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya depresi perinatal. Tujuan khusus peneliti adalah menganalisi pengaruh kelas psikoedukasi terhadap pengetahuan ibu dan keluarga, efikasi diri, dan dukungan keluarga/suami. Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 413 Pelayanan edukasi maternal selama ini termasuk pada kelas ibu hamil belum memperhatikan aspek persiapan mental pada ibu hamil. Pelayanan kelas ibu hamil belum sepenuhnya melibatkan suami atau keluarga dalam pelaksanaannya. Olehnya itu, para suami masih menganggap hamil adalah menjadi tugas istri sepenuhnya. Hasil penelitian Hasanah & Fitriyah . menunjukkan bahwa perilaku suami termasuk pendampingan edukasi selama istri hamil masih kebanyakan dalam kategori cukup 65% dan kurang 15% (Hasanah & Fitriyah, 2. Keikutsertaan suami pada kelas ibu hamil merupakan faktor penting juga untuk meningkatkan pengetahuannya dan berperan dalam pengambilan keputusan yang baik karena telah teredukasi (Anwar et al. , 2. Pembentukan kelas psikoedukasi yang trintegrasi dengan pelaksaan kelas ibu hamil menjadi sangat penting untuk dilakukan. METODE Jenis penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperiment pre-posttest design with control group. Cara pengukuran dengan melakukan satu kali pengukuran didepan (Pre-tes. sebelum adanya perlakuan (Eksperimental Treatmen. dan setelah dilakukan pengukuran lagi (Post-tes. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sawa Kabupaten Konawe Utara. Tahapan penelitian telah dilaksanakan sejak bulan Juni-Agustus 2024. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua primigravida dengan usia kehamilan Ou 28 minggu di Wilayah Kerja Puskesmas Sawa Kab. Konawe Utara. Adapun jumlah sampel penelitian eksperimen dari populasi yang tidak diketahui berdasarkan teori Roscoe . adalah sekitar 10-20 orang. Peneliti menentukan jumlah sampel masing-masing 30 orang untuk setiap kelompok yang terdiri atas 15 ibu hamil dan 15 keluarga/suami yang mendampingi. Sehingga jumlah sampel keseluruhan adalah 60 responden. Pengambilan sampel penelitian dengan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria Inklusi yaitu: ibu Primigravida dengan Usia kehamilan Ou28 Minggu dan didampingi oleh 1 orang keluarganya/suami, bisa baca tulis, kehamilan tanpa komplikasi. Kriteria Eksklusi, ibu hamil tidak mengalami depresi, hanya mengikuti kegiatan O 1 kali. Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan membagikan tes efikasi diri ibu hamil dan kuesioner dukungan suami yang telah divalidasi dengan nilai Cronbach dan reliabilitas masing-masing sebesar 0,851 dan 0,761. Pengolahan dan Analisis Data Analisis data yang digunakan untuk menilai perbedaan efikasi diri ibu hamil sebelum dan sesudah mengikuti kelas psikoedukasi adalah menggunakan uji Mc-Nemar. Analisis yang digunakan untuk menguji perbedaan efikasi diri dan dukungan keluarga antara kedua kelompok yaitu uji chi square. Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 414 HASIL Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua yaitu karakteristik ibu hamil meliputi usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan ibu dan karakteristik keluarga meliputi usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, hubungan keluarga. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Usia Usia Ibu Hamil < 20 tahun 20-35 tahun Total Usia Keluarga 20-35 tahun > 35 tahun Total Pendidikan Ibu Hamil Perguruan Tinggi SMA SMP Total Pendidikan Keluarga Perguruan Tinggi SMA SMP Total Pekerjaan Ibu Hamil IRT Wiraswasta ASN Total Pekerjaan Keluarga IRT Wiraswasta Nelayan ASN Total Jenis Kelamin Keluarga Laki-laki Perempuan Total Hubungan Keluarga Suami Saudara Total *Sumber: Data Primer, 2024 Intervensi Frekuensi Kontrol Frekuensi Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 415 Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang menjadi responden berada pada usia 20-35 tahun yaitu masing-masing 14 orang . ,3%) pada kedua kelompok. Kategori usia tersebut adalah usia masa resproduksi. Pada tabel tersebut juga memperlihatkan kategori usia keluarga pada kedua kelompok yang mendampingi ibu pada saat kelas yaitu paling banyak juga pada usia 20-35 tahun sebanyak 13 orang . ,7%) pada kelompok inbtervensi dan 14 orang . ,3%) pada kelompok kontrol. Karakteristik pendidikan ibu yang menjadi responden terdiri atas SMP. SMA, dan perguruan Responden ibu hamil terbanyak baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kotrol berada pada kategori pendidikan SMA dengan masing-masing berjumlah 10 orang . ,7%) dan 11 orang . ,4%). Kategori pendidikan responden yang paling sedikit pada kelompok intervensi adalah pada tingkat perguruan tinggi yang berjumlah 1 orang . ,6%). Pada kelompok kontrol jumlah responden dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi dan SMP berjumlah sama yaitu 2 orang . ,3%). Mayoritas pekerjaan ibu adalah IRT yaitu 11 orang . ,3%) pada kelompok intervensi dan 8 orang . ,3%) pada kelompok kontrol. Jenis pekerjaan keluarga ibu hamil juga mayoritas adalah IRT pada kedua kelompok dengan jumlah sama yaitu 8 orang . ,3%). Keluarga yang ikut serta mendampingi ibu hamil selama kelas ibu hamil, mayoritas adalah perempuan yaitu sebesar 11 orang . ,3%) pada kelompok intervensi dan 12 orang . %) pada kelompok kontrol. Rata-rata hubungan keluarga dengan ibu hamil adalah saudara yaitu sebesar 11 orang . ,3%) pada kelompok intervensi dan 12 orang . %) pada kelompok kontrol. Suami yang mendapingi ibu hamil hanya sebesar 4 orang . ,7%) pada kelompok intervensi dan 3 orang . %) pada kelompok kontrol. Analisis Univariat Analisis ini terdiri dari hasil distribusi variabel efikasi diri dan dukungan keluarga dan lokia baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Efikasi Diri Tabel 2. Distribusi Frekuensi Efikasi Diri pada Kelompok Intervensi Efikasi Diri Tinggi Rendah Total Pre Test Post Test *Sumber: Data Primer, 2024 Tabel 2. menunjukkan efikasi diri ibu hamil pada kelompok intervensi. Mayoritas efikasi diri pre berada pada kategori rendah yaitu 10 orang . ,7%) sedangkan yang efikasi dirinya tinggi ada 5 orang . ,3%). Efikasi diri ibu setelah mengikuti kelas, mayoritas adalah tinggi sebesar 13 orang . ,7%) sedangkan yang masih rendah adalah 2 orang . ,3%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Efikasi Diri pada Kelompok Kontrol Efikasi Diri Tinggi Rendah Total Pre Test Post Test *Sumber: Data Primer, 2024 Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 416 Tabel 3. menunjukkan efikasi diri ibu hamil pada kelompok kontrol. Mayoritas efikasi diri pre berada pada kategori rendah yaitu 11 orang . ,3%) sedangkan yang efikasi dirinya tinggi ada 4 orang . ,7%). Efikasi diri ibu setelah mengikuti kelas tetap sama. Dukungan Keluarga Tabel 4. Distribusi Frekuensi Dukungan Keluarga pada Kedua Kelompok Dukungan Keluarga Baik Kurang Total Intervensi Kontrol *Sumber: Data Primer, 2024 Tabel 4. menunjukkan dukungan keluarga pada kedua kelompok. Mayoritas dukungan keluarga pada kelompok intervensi adalah baik berjumlah 13 orang . ,7%). Dukungan keluarga pada kelompok kontrol , sebagian besar pada kategori kurang yaitu 8 orang . ,3%). Analisis Bivariat Uji perbedaan Efikasi diri Tabel 5. Hasil Analisis Perbedaan Pre-Post Efikasi Diri Efikasi Diri (Pre-Pos. Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol p-value* 0,008 *McNemar Test Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efikasi diri ibu pada kelompok intervesi antara pre dengan post dimana nilai p-value . < nilai . Pada kelompok kontrol terlihat tidak ada perbedaan efikasi diri ibu antara pre dengan post dimana nilai p-value . > nilai . Tabel 6. Hasil Analisis Perbedaan Post Efikasi Diri pada Kedua Kelompok Efikasi Diri (Pos. Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol p-value* 0,001 *Uji Chi Square Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai post efikasi diri ibu hamil antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa nilai p-value . < nilai . Uji Perbedaan Dukungan Tabel 7. Hasil Analisis Perbedaan Dukungan Kedua Kelompok Dukungan Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol p-value* 0,02 *Uji Chi-Square Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dukungan keluarga ibu hamil antara Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 417 kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai p-value . < nilai . PEMBAHASAN Pengaruh Kelas Psikoedukasi Mental Health Maternal terhadap Efikasi diri Ibu. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square yang membandingkan antara efikasi diri ibu antar kedua kelompok menunjukkan nilai p-value . < nilai . Hasil tersebut berarti Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara ibu yang mendapat kelas psikoedukasi mental health maternal dengan yang hanya mengikuti kelas ibu hamil pada umumnya terkait efikasi diri ibu hamil dalam menghadapi perubahan psikologis maternal dan kesehatan mental maternal ibu. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian bahwa ibu yang mengikuti program psikoedukasi selama 8 minggu menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor efikasi diri dibandingkan dengan kelompok kontrol. Program ini mencakup topik-topik seperti manajemen stres, keterampilan pengasuhan, dan strategi koping. Penelitian lain menjelaskan bahwa kelas psikoedukasi yang berfokus pada kesehatan mental maternal tidak hanya meningkatkan efikasi diri ibu, tetapi juga menurunkan tingkat kecemasan dan depresi postpartum (Jumrah, 2. Intervensi psikoedukasi yang dilakukan selama kehamilan dan periode postpartum awal secara konsisten menunjukkan efek positif pada efikasi diri ibu, dengan ukuran efek sedang hingga besar (Anchan & Janardhana, 2. Kelas psikoedukasi yang melibatkan pasangan juga efektif dalam meningkatkan efikasi diri ibu, menekankan pentingnya dukungan sosial dalam konteks ini (Park et al. Kelas psikoedukasi mental health maternal adalah intervensi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mengelola kesehatan mental selama periode perinatal. Efikasi diri ibu mengacu pada keyakinan seorang ibu akan kemampuannya untuk berhasil menjalankan peran keibuannya dan dapat menghadapi perubahan psikologis selama kehamilan samapai masa nifas. Penelitian yang telah dilakukan terbukti menunjukkan bahwa ada pengaruh kelas psikoedukasi mental health maternal dalam meningkatkan efikasi diri ibu hamil. Pengaruh Kelas Psikoedukasi Mental Health Maternal terhadap Dukungan Keluarga Hasil analisis menggunakan Uji Chi-Square yang membandingkan antara Dukungan keluarga terhadap ibu hamil antar kedua kelompok menunjukkan nilai p-value . < nilai . Hasil tersebut berarti Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara ibu yang mendapat kelas psikoedukasi mental health maternal dengan yang hanya mengikuti kelas ibu hamil pada umumnya terhadap dukungan keluarga kepada ibu hamil. Kelas psikoedukasi mental health maternal tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga memiliki pengaruh signifikan terhadap dinamika dukungan keluarga (Hanim, 2. Beberapa penelitian terbaru telah menunjukkan bagaimana intervensi ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dukungan yang diterima ibu dari keluarganya. Kelas psikoedukasi yang melibatkan pasangan secara aktif menghasilkan peningkatan signifikan dalam dukungan emosional dan praktis yang diberikan oleh pasangan kepada ibu selama periode perinatal (Chojenta et al. , 2012. Heryani et al. , 2. Penelitian ini menunjukkan peningkatan sebesar 40% dalam skor dukungan pasangan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Keluarga yang berpartisipasi dalam kelas psikoedukasi menunjukkan peningkatan komunikasi intrafamilial tentang Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 418 kesehatan mental dan peningkatan kesediaan anggota keluarga untuk memberikan dukungan praktis. Efek ini bertahan hingga 12 bulan setelah intervensi (Usman & Sudirman, 2. Kelas psikoedukasi yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya lokal sangat efektif dalam mengubah persepsi keluarga besar tentang kesehatan mental maternal, mengurangi stigma, dan meningkatkan dukungan dari anggota keluarga yang lebih luas (Sudirman & Ohorella, 2. Kelas psikoedukasi mental health maternal memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan dukungan keluarga. Intervensi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman anggota keluarga tentang kesehatan mental maternal, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis untuk memberikan dukungan yang efektif. Hal ini pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ibu, hubungan keluarga yang lebih kuat, dan lingkungan yang lebih mendukung untuk perkembangan anak. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh pemberian kelas psikoedukasi mental health maternal pada ibu dan keluarga selama dua bulan terhadap efikadi diri ibu dan dukungan keluarga dalam menjaga kesehatan mental ibu. Berdasarkan penelitian maka penting kelas psikoedukasi mental health maternal menjadi bagian dalam kelas ibu hamil sehingga ibu tidak hanya fokus dalam menjaga kesehatan fisik tetapi juga tetap menjaga keadaan psikologi atau mental ibu. REKOMENDASI Penelitian selanjutnya perlu mengadopsi desain longitudinal prospektif dengan follow-up hingga 6-12 bulan postpartum untuk mengevaluasi keberlanjutan efek psikoedukasi pada periode transisi dari kehamilan ke masa nifas. Implementasi multiple time-point assessment akan memungkinkan identifikasi pola perubahan efikasi diri dan dukungan keluarga sepanjang kontinuum perinatal, serta deteksi faktorfaktor yang mempengaruhi stabilitas intervensi dalam jangka panjang. PERNYATAAN Ucapan Terimakasih Terima kasih kami ucapkan kepada Poltekkes Kemenkes Kendari. Kepala Puskesmas Sawa beserta para bidan, dan responden beserta keluarga yang ikut serta dalam proses penelitian. Pendanaan Poltekkes Kemenkes Kendari dengan nomor kontrak: HK. 03/F. xVI/1651/2024. Kontribusi Setiap Penulis Nama yang tercantum sebagai penulis dalam artikel ini berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Pernyataan Konflik Kepentingan Tidak ada konflik kepentingan. Health Information: Jurnal Penelitian, 2024, vol. 16, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 419 DAFTAR PUSTAKA