Vol 3 No. 2 Mei 2026 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 30 Ae 36 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/zf7v1675 PENGARUH PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN. DAN DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DALAM BURSA EFEK INDONESIA Khoirul Abidin a. Daniel Ryan Satya Pratama b* Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi. khoirulabidin@uwks. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jawa Timur Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi. dr@gmail. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jawa Timur Penulis Korespondensi: Daniel Ryan Satya Pratama ABSTRACT This study aims to examine the effect of profitability, firm size, and the independent board of commissioners on sustainability report disclosure in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Profitability is proxied by return on assets (ROA), firm size is measured using the natural logarithm of total assets, the independent board of commissioners is measured by the proportion of independent commissioners to the total number of commissioners, and sustainability report disclosure is measured using 117 disclosure items based on the Global Reporting Initiative (GRI) 2021 indicators. The population of this study consists of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022Ae 2024 period. Purposive sampling was employed, resulting in a sample of 39 companies with a total of 117 firm-years. The research method used is structural equation modeling (SEM) based on the inner model, utilizing Smart Partial Least Squares (PLS) version 4. The results indicate that profitability and firm size have a significant effect on sustainability report disclosure, while the independent board of commissioners has no effect on sustainability report disclosure. Keywords: Profitability. Firm Size. Independent Board of Commissioners. Sustainability Report Disclosure. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan dan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Profitabilitas diproksikan dengan return on assets (ROA), ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural dari total aset, dewan komisaris independen dihitung dengan proporsi jumlah dewan komisaris independen terhadap total seluruh dewan komisaris, dan pengungkapan sustainability report yang dihitung dengan indikator Global Reporting Initiative (GRI) 2021 sebanyak 117 Populasi yang dianalisis dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada rentang waktu 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan diperoleh sampel sejumlah 39 perusahaan dengan total 117 firm years. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis structural equation modelling (SEM) berbasis inner model dengan aplikasi Smart Partial Least Square (PLS) versi 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Sedangkan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Kata Kunci: Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Dewan Komisaris Independen. Pengungkapan Sustainability Report. Naskah Masuk 3 Januari 2026. Revisi 5 Januari 2026. Diterima 9 Januari 2026. Tersedia 10 Januari 2026 Khoirul Abidin dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 30 Ae 36 PENDAHULUAN Tuntutan global terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab terus meningkat, khususnya pada sektor mineral dan energi yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan sosial. Desakan untuk memperkuat penerapan standar Environmental. Social, and Governance (ESG) semakin menguat setelah mencuatnya kasus pelanggaran lingkungan pada tambang nikel di Raja Ampat. Papua Barat Daya, yang mendorong pemerintah mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) karena pelanggaran ketentuan lingkungan hidup (Waluyo, 2025. Herdadi, 2. Fenomena ini menunjukkan bahwa lemahnya penerapan ESG tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan daya saing perusahaan Indonesia di pasar global. Isu lingkungan di Indonesia semakin mengkhawatirkan, terutama terkait deforestasi yang terus meningkat. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa deforestasi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 175. 400 hektar, dengan sekitar 69,3% terjadi di dalam kawasan hutan (Ichwan & Agustio, 2. Kondisi ini menegaskan bahwa sektor energi dan pertambangan memiliki kontribusi signifikan terhadap degradasi lingkungan, sehingga transparansi dan akuntabilitas perusahaan melalui pelaporan keberlanjutan menjadi kebutuhan mendesak bagi para pemangku kepentingan. Menanggapi tekanan global tersebut. Pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan No. 51/POJK. 03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan yang mewajibkan emiten dan perusahaan publik, termasuk sektor energi, untuk menyusun dan menyampaikan laporan keberlanjutan secara tahunan (Ilahhi dkk. , 2025. Puspitasari dkk. , 2. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa sebanyak 97% perusahaan tercatat telah menyampaikan sustainability report (Heriyanto, 2. Regulasi ini menandai pergeseran paradigma, di mana tanggung jawab lingkungan dan sosial tidak lagi dipandang sebagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) semata, melainkan sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan (Purnomo dkk. , 2024. Hanna dkk. , 2. Meskipun kewajiban pelaporan keberlanjutan telah diterapkan, sektor energi masih menghadapi berbagai tantangan terkait transparansi dan akuntabilitas. Beberapa perusahaan energi dan pertambangan di Indonesia masih mendapat kritik akibat praktik lingkungan dan sosial yang merugikan masyarakat, seperti kasus PLTU batubara Teluk Sepang di Bengkulu serta kontribusi perusahaan asing terhadap deforestasi akibat aktivitas pertambangan nikel (Zalianty & AzAomi, 2025. Sinaga, 2025. Purnama, 2. Selain itu, sektor energi tercatat sebagai penyumbang limbah bahan berbahaya dan beracun (B. terbesar di Indonesia, sehingga semakin memperkuat urgensi pengungkapan sustainability report yang berkualitas (Tarmizi, 2025. Alifiya dkk. , 2. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam terkait faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan sustainability report, seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, dan peran dewan komisaris Sejumlah penelitian menemukan pengaruh positif variabel-variabel tersebut terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang tidak signifikan (Wiharno dkk. , 2024. Nurhakiki dkk. , 2025. Prihandono & Herliansyah, 2025. Nofita & Sebrina, 2. Perbedaan temuan ini membuka celah penelitian, terutama setelah sustainability report menjadi kewajiban bagi perusahaan sektor energi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022Ae2024. TINJAUAN PUSTAKA Pengungkapan Sustainability Report Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang sering juga disebut sebagai social disclosure, corporate social reporting, social accounting Mathews . atau corporate social responsibility Hackston & Milne . merupakan proses pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Melalui pengungkapan sustainability report nantinya akan membantu stakeholders untuk menyimpulkan dan mengambil keputusan mengenai kontribusi perusahaan pada lingkungan. Pengungkapan sustainability report didasarkan pada standar yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiative (GRI). Pengaruh Profitabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Dewan Komisaris Independen Terhadap Pengungkapan Sustainability Report Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (Khoirul Abidi. Khoirul Abidin dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 30 Ae 36 Profitabilitas Profitabilitas mengestimasikan tingkat perolehan perusahaan yang dibandingkan dengan aset ataupun tingkat penjualan, mengukur sejauh mana kapasitas perusahaan untuk mendapatkan laba yang berdasarkan pada modal sendiri, aset, maupun penjualan (Wiratna, 2. Hal ini penting tentunya karena stakeholder tertarik dalam memahami tingkat keuntungan yang mereka peroleh dalam bentuk dividen atau potensi pertumbuhan modal mereka. Dengan tingkat profitabilitas yang tinggi membuat manajemen menjadi bebas dan fleksibel untuk mengungkapkan pertanggungjawaban sosial kepada pemegang saham. Hal ini diperkuat oleh penelitian Nurhakiki dkk. yang menyatakan bahwa Profitabilitas memiliki pengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report. Selain itu penelitian Thomas dkk. dan Wiharno dkk. juga mengonfirmasi jika Profitabilitas berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report. H1: Profitabilitas berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report Ukuran Perusahaan Semakin besar perusahaan, maka inisiatif dalam melakukan dan mengungkapkan pertanggungjawaban sosial semakin tinggi (Purwanto, 2. Hal ini diperkuat oleh penelitian Kusumawardani . yang menyatakan bahwa Ukuran perusahaan mempengaruhi luas pengungkapan informasi dalam laporan Hal ini disebabkan luas pengungkapan informasi tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga semakin luas tingkat pengungkapan informasi dalam laporan keuangan maka semakin besar juga ukuran perusahaan. Selain itu, penelitian Juliasari dkk. Prihandono & Herliansyah . , dan Alifiya dkk. juga mengonfirmasi jika Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report. H2: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report Dewan Komisaris Independen Dewan komisaris independen merupakan anggota dewan komisaris yang berasal dari luar perusahaan atau tidak memiliki keterkaitan dengan pihak tertentu dari perusahaan (Madona & Khafid, 2. Penelitian oleh Nurhakiki dkk. menyatakan bahwa AuBerdasarkan perspektif teori stakeholder, dewan komisaris independen, sebagai pihak yang tak mempunyai hubungan langsung bersama direksi ataupun pemegang saham, berperan dalam mengawasi pengelolaan perusahaan oleh dewan direksi. Penelitian Kholmi & Susadi . Puspitasari dkk. Nugrahani dkk. dan Wiharno dkk. mengonfirmasi jika Dewan Komisaris Independen berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report. H3: Dewan Komisaris Independen berpengaruh terhadap Pengungkapan Sustainability Report METODOLOGI PENELITIAN Populasi pada penelitian ini adalah 89 perusahaan sektor energi periode 2022-2024. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Seleksi sampel didasarkan pada parameter khusus seperti: . Perusahaan sektor energi yang konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan 2022 - 2024. Perusahaan sektor energi yang konsisten mengungkapkan laporan keuangan tahunan selama periode 2022 - 2024. Perusahaan sektor energi yang konsisten mengungkapkan sustainability report selama periode 2022 - 2024. Perusahaan sektor energi yang mengalami profit . selama periode pengamatan 2022 - 2024. Sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 39 perusahaan dengan 3 tahun amatan dengan total data amatan sejumlah 117 data amatan. Jenis data pada studi ini adalah data kuantitatif atas basis data sekunder. Data sekunder yang digunakan berasal dari annual report serta sustainability report perusahaan sektor energi periode tahun 2022-2024 yang diambil dari website w. id serta website tiap perusahaan. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan Partial Least Square (PLS) menggunakan software SmartPLS versi 4. Analisis model jalur atau Partial Least Square (PLS) berbasis varian yang secara simultan salah satunya analisis inner model (Hair , 2. Analisis Inner model digunakan untuk memprediksi kausalitas antar variabel laten . engujian hipotesis dengan model prediks. (Evi & Rachbini, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Berdasarkan tabel statistik deskriptif, variabel yang memiliki informasi deskriptif paling tinggi terhadap pengungkapan sustainability report adalah Profitabilitas dengan nilai maksimum 62%. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 30 - 36 Khoirul Abidin dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 30 Ae 36 Tabel 1 : Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Profitabilitas Ukuran Perusahaan Komisaris Independen Pengungkapan Sustainability Report Sumber : Data Sekunder Diolah 2024 2 Pengujian Hipotesis Sumber : Diolah Oleh Peneliti Dengan Aplikasi SmartPLS Berdasarkan gambar 1 diatas. Skema penelitian Struktural SEM-PLS menjelaskan bahwa nilai path coefficient variabel profitabilitas terhadap pengungkapan sustainability report sebesar 0. 242, ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report sebesar -0. 911, dan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report sebesar 0. Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan bahwa model variabel profitabilitas dan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report menunjukkan arah positif sedangkan ukuran perusahaan terhadap ukuran perusahaan menunjukkan arah negatif. 2 Hasil Pengujian Hipotesis Tabel 2 : Hasil Pengujian Hipotesis Variabel Profitabilitas -> SRD Ukuran Perusahaan -> SRD Dewan Komisaris Independen-> SRD Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T-Statistics (|O/STDEV|) P-Value Profitabilitas berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada tabel 2 diatas, variabel profitabilitas terhadap pengungkapan sustainability report memiliki nilai koefisien jalur 0. 242 dengan nilai T-statistic 2. 954 (>1. dan P-value 003 (<0. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan sustainability report perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun Koefisien positif sebesar 0. 242 mengindikasikan hubungan positif, dimana peningkatan profitabilitas akan meningkatkan luas pengungkapan sustainability report. Hasil penelitian ini sejalan Pengaruh Profitabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Dewan Komisaris Independen Terhadap Pengungkapan Sustainability Report Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (Khoirul Abidi. Khoirul Abidin dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 30 Ae 36 dengan penelitian Nurhakiki dkk. dan Thomas dkk. yang mengungkapkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Tidak sejalan dengan penelitian Prihandono & Herliansyah . dan Nugrahani dkk. yang menyatakan tidak ada hubungan antara profitabilitas dengan pengungkapan sustainability report. Hal ini juga mendukung teori stakeholders yang dikemukakan oleh Freeman . yang menyatakan bahwa perusahaan tidak boleh beroperasi semata-mata untuk keuntungan mereka sendiri, tetapi harus memberikan nilai kepada berbagai pemangku kepentingan . eperti pemegang saham, kreditor, konsumen, pemerintah, dan masyaraka. Hal yang sama mengenai teori stakeholders didukung oleh Arumsari & Asrori . sebagaimana dikutip dalam Nofita & Sebrina . menjelaskan bahwa stakeholders memiliki harapan agar perusahaan mampu untuk memberikan informasi yang dibutuhkan, informasi yang diharapkan tidak hanya informasi keuangan namun juga informasi sosial dan lingkungan. Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report Variabel ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report memiliki nilai koefisien jalur 0. 911 dengan nilai T-statistic 22. 247 (>1. dan P-value 0. 000 (<0. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan sustainability report perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2024. Koefisien negatif sebesar -0. mengindikasikan hubungan negatif, dimana semakin besar ukuran perusahaan akan menurunkan luas pengungkapan sustainability report. Hasil ini sejalan dengan penelitian Alifiya dkk. dan Prihandono & Herliansyah . Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih besar cenderung memiliki kemampuan dan sumber daya yang lebih memadai untuk mengumpulkan dan menyajikan informasi keberlanjutan secara lebih komprehensif. Namun, terdapat perbedaan pada arah hubungan di mana penelitian terdahulu menemukan pengaruh positif, sedangkan penelitian ini menemukan pengaruh negatif. Hasil uji pada penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Thomas dkk. dan (Tjandrapurnama & Oktaviani, 2. yang menyatakan tidak ada hubungan antara ukuran perusahaan dengan pengungkapan sustainability report. Hal ini juga mendukung teori legitimasi yang dikemukakan oleh Dowling & Pfeffer . yang menyatakan bahwa organisasi menganggap legitimasi sebagai hal penting, pedoman dan batasan yang muncul dari norma dan nilai sosial, serta reaksi terhadap pedoman maupun batasan tersebut mendorong adanya analisis perilaku organisasi atau perusahaan dalam memperhatikan lingkungan. Oleh karena itu, semakin besar perusahaan maka semakin cenderung membatasi pengungkapan sustainability report untuk menutupi kekurangan dan celah legitimasi perusahaan. Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report Variabel dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report memiliki nilai koefisien jalur 0. 129 dengan nilai T-statistic 1. 697 (<1. dan P-value 0. 090 (>0. Hal ini menunjukkan bahwa dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2024. Jumlah dewan komisaris independen dalam perusahaan tidak secara langsung menentukan luas atau sempitnya pelaporan keberlanjutan yang dilakukan perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah komisaris independen, baik tinggi maupun rendah, bukanlah faktor penentu utama bagi perusahaan dalam mengungkapkan sustainability report. Meskipun proporsi yang ditetapkan mungkin terpenuhi, efektivitas peran komisioner lebih ditentukan oleh kualitas pengawasan mereka dan komitmen mereka terhadap isu-isu keberlanjutan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, sedangkan dewan komisaris independen tidak berperngaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Saran Penelitian Berdasarkan hasil dari penelitian ini bahwa pembahasan dan kesimpulan yang menunjukkan pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan sektor energi, maka diperlukan saran sebagai berikut: Bagi penelitian selanjutnya Diharapkan agar peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel independen yang dapat memengaruhi pengungkapan sustainability report, menambah periode sampel penelitian, dan memperluas cakupan dari perusahaan sektor energi sehingga dapat bermanfaat bagi penelitian selanjutnya. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 30 - 36 Khoirul Abidin dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 30 Ae 36 Bagi Instansi / pemerintah Diharapkan penelitian ini dapat membantu instansi dalam mengenal dan memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengungkapan sustainability report melalui mekanisme profitabilitas, ukuran perusahaan, dan dewan komisaris independen sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih terarah dan terstruktur dalam mendorong perusahaan yang berkelanjutan, akibatnya perusahaan tersebut mampu berkontribusi dalam melestarikan lingkungan dan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA