Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani Jurnal Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH DISIPLIN. MOTIVASI. DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN Afni Asmaningsih1. Syahril Hasan2. Tutik Yuliani3 Universitas Balikpapan1. Universitas Balikpapan2. Universitas Balikpapan3 Pos-el : afniaasmnsh@gmail. syahrilhasan2022@gmail. yuliani@uniba-bpn. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Disiplin. Motivasi, dan Komunikasi Terhadap Kepuasan Kerja Guru pada SMK Negeri 1 Balikpapan. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan alat bantu software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin tidak berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja. Motivasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja, dan Komunikasi memiliki pengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja guru di SMK Negeri 1 Balikpapan. Kata kunci: Disiplin. Motivasi. Komunikasi. Kepuasan Kerja ABSTRACT This study aims to determine the effect of Discipline. Motivation, and Communication on Teacher Job Satisfaction at SMK Negeri 1 Balikpapan. This study uses a quantitative type with a sampling technique using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using SmartPLS software. The results showed that Discipline did not have a partial effect on job satisfaction. Motivation did not have a partial effect on job satisfaction, and Communication had a partial effect on teacher job satisfaction at SMK Negeri 1 Balikpapan. Keywords: Discipline. Motivation. Communication. Job Satisfaction PENDAHULUAN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Balikpapan Salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan Selatan. SMK Negeri 1 Balikpapan merupakan satuan lembaga pendidikan sekolah jenjang menengah kejuruan negeri yang mempunyai akreditasi A. SMK Negeri 1 Balikpapan memiliki jurusan antara lain. Bisnis Konstruksi dan Properti. Desain Permodelan dan Informasi Bangunan. Teknik Geomatika. Teknik Instalasi Listrik. Teknik Otomasi Industri. Teknik Pemesinan. Teknik Pengelasan (Fabrikasi Loga. Tenik Kendaraan Ringan. Geologi Pertambangan. Teknik Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Audio Video. Teknik Elektronika Industri. Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer dan Jaringan. Pendidikan merupakan hal yang penting untuk suatu bangsa dalam membangun karakter yang baik demi mencapai suatu tujuan individu maupun organisasi. (Widyalistyorini et al. , 2. pendidikan membentuk karakter dan membuka peluang bagi peserta didik untuk secara optimal. Dalam hal ini walikota Balikpapan menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia pada kalangan guru yang bertujuan untuk Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani mengahadapi tantangan global dalam menciptakan generasi emas pada 2045 mendatang (Kaltimkita, 2. Untuk menciptakan generasi perkembangan pada era sekarang, salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu, namun siswa harus menempuh pendidikan tingkat sekolah menengah pertama atau sederajat (Kampuspedia, 2. Dalam proses pendidikan guru mempunyai peranan penting dalam kegiatan (Arsini et al. , 2. Guru merupakan figur manusia menempati posisi dan mempunyai peranan penting dalam pendidikan. Peran guru sangat diperlukan untuk mendidik, membimbing, dan sebagai Oleh karena itu guru merupakan sumber daya manusia yang penting dalam dunia pendidikan. Sumber merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan ataupun organisasi untuk mencapai suatu tujuan. (Suryani et al. sumber daya manusia juga merupakan salah satu faktor yang perusahaan ataupun organisasi dalam kualitas sumber daya manusia pada kalangan guru yang bertujuan untuk mengahadapi tantangan global dalam menciptakan generasi emas pada 2045 mendatang (Kaltimkita, 2. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menghasilkan sumber daya Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Jurnal Edueco Universitas Balikpapan menghasilkan kepuasan kerja karyawan. Untuk menciptakan produktivitas dan kinerja karyawan yang berkualitas, maka perusahaan tentu harus memerhatikan kepuasan kerja karyawannya. (Novianti et al. , 2. Untuk menciptakan generasi emas mendatang diperlukannya perkembangan pada era sekarang, salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu, namun siswa harus menempuh pendidikan tingkat sekolah menengah pertama atau sederajat (Kampuspedia, 2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Balikpapan berjumlah 34. Salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan Selatan. SMK Negeri 1 Balikpapan merupakan satuan lembaga pendidikan sekolah jenjang menengah kejuruan negeri yang mempunyai akreditasi A. SMK Negeri 1 Balikpapan memiliki jurusan antara lain. Bisnis Konstruksi dan Properti. Desain Permodelan dan Informasi Bangunan. Teknik Geomatika. Teknik Instalasi Listrik. Teknik Otomasi Industri. Teknik Pemesinan. Teknik Pengelasan (Fabrikasi Loga. Tenik Kendaraan Ringan. Geologi Pertambangan. Teknik Audio Video. Teknik Elektronika Industri. Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer dan Jaringan. Dalam proses pendidikan guru mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. (Arsini et al. Guru merupakan figur manusia mempunyai peranan penting dalam Peran Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani membimbing, dan sebagai pendorong. Oleh karena itu guru merupakan sumber daya manusia yang penting dalam dunia Sumber merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan ataupun organisasi untuk mencapai suatu tujuan. (Suryani et al. sumber daya manusia juga merupakan salah satu faktor yang perusahaan ataupun organisasi dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, mengelola sumber daya manusia yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas serta menghasilkan kepuasan kerja karyawan. Untuk menciptakan generasi perkembangan pada era sekarang, salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu, namun siswa harus menempuh pendidikan tingkat sekolah menengah pertama atau sederajat (Kampuspedia, 2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Balikpapan berjumlah 34. Salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan Selatan. SMK Negeri 1 Balikpapan merupakan satuan lembaga pendidikan sekolah jenjang menengah kejuruan negeri yang mempunyai akreditasi A. SMK Negeri 1 Balikpapan memiliki jurusan antara lain. Bisnis Konstruksi dan Properti. Desain Permodelan dan Informasi Bangunan. Teknik Geomatika. Teknik Instalasi Listrik. Teknik Otomasi Industri. Teknik Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Jurnal Edueco Universitas Balikpapan Pemesinan. Teknik Pengelasan (Fabrikasi Loga. Tenik Kendaraan Ringan. Geologi Pertambangan. Teknik Audio Video. Teknik Elektronika Industri. Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer dan Jaringan. Dalam proses pendidikan guru mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. (Arsini et al. Guru merupakan figur manusia mempunyai peranan penting dalam Peran membimbing, dan sebagai pendorong. Oleh karena itu guru merupakan sumber daya manusia yang penting dalam dunia Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan ataupun organisasi untuk mencapai suatu tujuan. (Suryani et al. sumber daya manusia juga merupakan salah satu faktor yang perusahaan ataupun organisasi dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, mengelola sumber daya manusia yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas serta menghasilkan kepuasan kerja karyawan. merupakan dasar perilaku seseorang yang sangat berpengaruh besar terhadap segala hal, baik urusan pribadi maupun Untuk mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu, dibutuhkan latihan dengan kesadaran dari dalam diri akan pentingnya sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru SMP Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil. Namun hal ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rahayu et al. , 2. tentang pengaruh Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani kepuasan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, dimana kepuasan kerja merupakan bentuk pekerjaanya, situasi kerja dan hubungan dengan rekan kerja. Dengan demikian kepuasan kerja merupakan aspek yang karyawan, mereka dapat berinteraksi dengan lingkungan kerjanya sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai tujuan perusahaan. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain disiplin, motivasi, dan komunikasi. Disiplin merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. (Embong, 2. mengatakan bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, karena motivasi kerja yang dimiliki masuk dalam kategori yang cukup tinggi dalam bekerja. Namun kondisi itu tidak mempengaruhi kepuasan kerjanya, keadaan ini dipengaruhi oleh adanya faktor lain seperti pola kerja yang rutin hingga menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Dalam memenuhi faktor kepuasan kerja karyawan juga diperlukan komunikasi yang baik dalam perusahaan. (Naingolan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian purposive sampling yang bertujuan menentukan sampel dengan pertimbangan dan kriteria tertentu. Ruang berfokus di SMK Negeri 1 Balikpapan, salah satu sekolah menengah kejuruan di Balikpapan yang berakreditasi A. Objek penelitian mencakup variabel Disiplin (X. Motivasi (X. Komunikasi (X. , dan Kepuasan Kerja sebagai variabel dependen (Y). Definisi operasional variabel merupakan suatu atribut atau nilai atau orang atau objek atau kegiatan Jurnal Edueco Universitas Balikpapan & Kartini, 2. komunikasi merupakan pertukaran pikiran dan gagasan dalam benak seseorang dan dapat terjadi antara dua orang atau lebih pada suatu waktu. Komunikasi hanya dapat terjadi apabila para penutur . peaker dan narasumbe. sepakat mengenai maknanya. (Salim et , 2. komunikasi merupakan cara menyampaikan sesuatu kepada orang lain baik berupa ide, fakta, pikiran, serta nilai-nilai. Hal ini didukung oleh penelitian (Permatasari & Yanuar, 2. bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kemudian penelitian (Simanjuntak et al. menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru MTs Negeri Lohsari. Tetapi berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh (Imbang et al. , 2. bahwa komunikasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Teling Manado. Berdasarkan perbedaan hasil diatas, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh disiplin, motivasi, dan komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan dalam perusahaan. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni yang bervariasi yang menarik untuk diteliti dan dipelajari kembali (Ariani et , 2023:. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru berstatus PNS di SMK Negeri 1 Balikpapan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 64 orang guru PNS yang ada di SMK Negeri 1 Balikpapan. Pengumpulan data dan informasi yang dilakukan peneliti yaitu melakukan wawancara sebagai pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani Jurnal Edueco Universitas Balikpapan diteliti dan menyebarkan kuesioner sebagai teknik dalam pengumpulan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Keseluruhan total responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 64 responden, dimana jumlah responden perempuan sebanyak 37 responden dan responden pria sebanyak 27 responden. Berdasarkan usia 20-30 tahun sebanyak 7 responden, usia 31-40 tahun sebanyak 11 responden, usia 41-50 sebanyak 14 responden, dan usia >51 tahun sebanyak 22 orang. Pengukuran Outer Model Konstruk Indikator Reflektif Uji validitas dan uji realiabilitas merupakan pengujian yang akan dilakukan pada tahap ini. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel telah memenuhi syarat untuk dapat melakukan penelitian. Validitas konvorgen . onvergent validit. dan validitas diskriminan . iscriminant validit. adalah dua metode yang digunakan untuk uji validitas. Nilai loading factor diperoleh dari pengujian validitas konvorgen. Nilai crossloading dan Average Variance Extraced (AVE) diperoleh dari pengujian validitas diskriminan. Uji menunjukkan kebenaran dalam alat ukur dalam mengukur indikator penelitian. CronbachAos Alpha dan Composite Reliability merupakan dua metode dalam uji reliabilitas. Uji Validitas Validitas Konvorgen Validit. (Convorgent Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Tabel 1. Nilai Outer Disipli n (X. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Motiva si (X. Komu (X. Kepuasan Kerja (Y) 0,750 0,869 0,860 0,737 0,802 0,663 0,717 0,777 0,621 0,826 0,759 0,806 0,802 0,691 0,878 0,824 0,837 0,794 0,773 0,813 Loading Sumber: Data SmartPLS . Validitas evaluasi yang dilakukan pada masingmasing indikator terhadap konstruknya. Indikator dikatakan valid apabila memiliki nilai loading factor lebih dari 0,70. Sedangkan untuk pengembangan skala, nilai loading sebesar 0,50 sampai 0,60 sudah cukup untuk bisa dikatakan Berdasarkan hasil dari tabel 4. Menunjukkan bahwa jika indikator loading bernilai >0,5 maka nilai loading tersebut sudah memenuhi syarat dan dapat dikatakan semua indikator bersifat Selain loading factor, uji validitas konvorgen dapat dilihat dari nilai Average Variance Extracted (AVE). Kriteria nilai AVE harus 0,50. Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani Jurnal Edueco Universitas Balikpapan Sumber: Data Diolah SmartPLS . Tabel 2. Nilai Average Variance Extracted (AVE) Disiplin (X. Motivasi (X. Komunikasi (X. Kepuasan Kerja (Y) Average Variance Extracted (AVE) 0,654 0,649 0,623 0,525 Sumber: Data Diolah SmartPLS . Dari hasil tabel 2 , nilai AVE pada masing-masing variabel konstruk diatas sudah mencapai > 0,5 sehingga kosntruk tersebut memiliki validitas yang baik dan dapat dikatakan valid. Validitas Diskriminan (Discriminant Validit. Tahap pengujian selanjutnya adalah uji validitas diskriminan. Pengujian ini dapat dilihat pada cross loading antara indikator dengan Uji validitas diskriminan ini akan menentukan suatu indikator reflektif merupakan pengukuran yang baik bagi konstruknya berdasarkan prinsip bahwa indikator berkorelasi tinggi terhadap konstruknya. Nilai cross loading pada uji validitas harus > 0,70 agar bisa dikatakan valid. Tabel 3. Nilai Cross Loading X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Disiplin (X. 0,750 0,869 0,860 0,737 0,802 0,348 0,377 0,748 0,491 0,498 0,618 0,641 0,604 0,578 0,727 0,608 0,768 0,571 0,443 0,649 Motivasi (X. 0,607 0,599 0,593 0,432 0,576 0,663 0,717 0,777 0,621 0,826 0,508 0,487 0,480 0,602 0,608 0,671 0,649 0,555 0,703 0,638 Komunikasi (X. 0,560 0,750 0,667 0,553 0,683 0,213 0,516 0,642 0,440 0,553 0,759 0,806 0,802 0,691 0,878 0,625 0,676 0,554 0,486 0,666 Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Kepuasan Kerja (Y) 0,564 0,623 0,674 0,424 0,706 0,448 0,476 0,724 0,468 0,683 0,612 0,615 0,585 0,479 0,646 0,824 0,837 0,794 0,773 0,813 Hasil dari tabel 3 dapat dilihat bahwa indikator konstruk mempunyai korelasi lebih tinggi dibandingkan dengan indikator lainnya, sehingga bisa dikatakan semua indikator pada pengujian diskriminan sudah valid. Uji Reliabilitas Uji realiabilitas pada penelitian ini menggunakan composit reliability dan cronbachAos alpha untuk memperoleh hasil pengukuran yang dimiliki nilai reliabilitas dari suatu variabel. Konstruk dinyatakan reliabel apabila nilai composite reliability > 0,60 dan nilai cronbachAos alpha dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini. Tabel 4. Nilai Construct Reliability dan Validity Disiplin (X. Motivasi (X. Komunikasi (X. Kepuasan Kerja (Y) CronbachAos Alpha Composite Reliability 0,864 0,879 0,902 Average Variance Extracted (AVE) 0,649 0,772 0,802 0,845 0,525 0,847 0,855 0,892 0,623 0,868 0,871 0,904 0,654 Sumber: Data Diolah SmartPLS . Hasil dari tabel 4 menunjukkan bahwa nilai composite reliability sudah > 0,60 maka dapat dikatakan bahwa semua variabel memiliki reliabilitas yang baik. Serta nilai cronbachAos alpha sudah diatas 0,60 maka dapat dikatakan bahwa semua indikator sudah reliabel. Deskripsi Variabel Kepuasan Kerja Variabel kepuasan kerja (Y) dalam penelitian ini merupakan variabel dependen yang menggambarkan tingkat kepuasan karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaan mereka. Pengukuran variabel ini dilakukan melalui lima indikator yaitu, kepuasan terhadap gaji, kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri. Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani kesempatan promosi, dan kepuasan terhadap rekan kerja. Berdasarkan data dari tanggapan 64 responden yang dianalisis, secara umum menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kerja responden termasuk berada dalam kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil data pada masing-masing variabel kepuasan kerja (Y) skor interval rata-rata 4,21 - 5,00 dengan tanggapan sangat setuju sebanyak 21 orang . ,8%), skor interval rata-rata 3,41 - 4,20 dengan tanggapan setuju sebanyak 41 orang . %), skor interval rata-rata 2,61 Ae 3,40 dengan tanggapan ragu-ragu sebanyak 1 orang . ,6%), dan skor interval rata-rata 1,00 Ae 1,80 dengan tanggapan sangat tidak setuju sebanyak 1 orang . ,6%). Deskripsi Variabel Disiplin Variabel Disiplin (X. dalam penelitian ini merupakan variabel variabel dependen. Pengukuran variabel ini dilakukan melalui lima indikator yaitu, tingkat kehadiran, tata cara kerja, ketaatan pada atasan, kesadaran dalam bekerja, dan tanggung jawab. Berdasarkan data dari tanggapan 64 responden yang dianalisis secara umum menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan responden termasuk berada dalam kategori tinggi. Deskripsi Variabel Motivasi Variabel Motivasi (X. secara umum menunjukkan bahwa motivasi yang dimiliki oleh pegawai termasuk dalam kategori yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil data pada kuesioner untuk masing-masing indikator. Berdasarkan hasil tanggapan responden Motivasi (X. pada tabel 4. diatas, skor interval rata-rata 4,21 Ae 5,00 dengan tanggapan sangat setuju Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Jurnal Edueco Universitas Balikpapan sebanyak 15 orang . ,4%), skor interval rata-rata 3,41- 4,20 dengan tanggapan setuju sebanyak 43 orang . ,1%), skor interval rata-rata 2,61 Ae 3,40 dengan tanggapan ragu-ragu sebanyak 5 orang . ,9%), dan skor interval rata-rata 1,81 Ae 2,60 dengan tanggapan tidak setuju sebanyak 1 orang . ,6%). Deskripsi Variabel Komunikasi Variabel Komunikasi (X. dalam penelitian ini merupakan variabel variabel dependen. Pengukuran variabel ini dilakukan melalui lima indikator pengaruh terhadap sikap, hubungan yang baik, dan tindakan. Berdasarkan data pada tabel 17, dari tanggapan 64 responden yang dianalisis secara umum menunjukkan bahwa variabel komunikasi termasuk dalam kategori yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil data pada kuesioner untuk masing-masing indikator Berdasarkan hasil tanggapan responden komunikasi (X. pada tabel 18 diatas, skor interval rata-rata 4,21 Ae 5,00 dengan tanggapan sangat setuju sebanyak 33 orang . ,6%), skor interval rata-rata 3,41-4,20 dengan tanggapan setuju sebanyak 30 orang . ,8%), dan skor interval rata-rata 2,61-3,40 dengan tanggapan tidak setuju sebanyak 1 orang . ,6%). Analisis Data Model Pengukuran Struktural (Inner Mode. Tahap selanjutnya dilakukan pengujian inner model dengan menggunakan metode R-Square (R. Effect Size (F. , dan Model FIT. R-square (R. Nilai R-Square dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani laten dependen. Nilai R-Square dapat dilihat pada variabel dependen dengan kriteria 0,67 mengindikasi bahwa model tersebut baik, kriteria 0,33 mengindikasi moderat, dan kriteria 0,19 mengindikasi Tabel 5. Nilai R-Square Kepuasan Kerja (Y) RSquare 0,732 R-Square Adjusted 0,718 Sumber: Data Diolah SmartPLS Hasil tabel 5 diatas menunjukkan bahwa nilai R-Square sebesar 0,732 atau 73,2%. Dan nilai R-Square Adjusted sebesar 0,718 atau 71,8%, maka nilai RSquare Adjusted menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel disiplin, motivasi, dan komunikasi adalah sebesar 71,8%. Sehingga bisa dikatakan bahwa nilai R-Square variabel kepuasan kerja adalah moderat. Effect Size (F. Nilai Effect Size (F. digunakan untuk menginterpestasikan besarnya pengaruh variabel laten independen terhadap variabel laten dependen. Nilai Effect Size sebesar 0,02 artinya mengindikasikan bahwa variabel laten memiliki pengaruh yang lemah, sedangkan nilai F2 sebesar 0,15 mengindikasikan bahwa variabel laten memiliki pengaruh yang medium, dan nilai F2 sebesar 0,35 mengindikasikan bahwa variabel laten memiliki pengaruh yang besar. Hasil Effect Size (F. dapat dijelaskan pada tabel 6 dibawah ini. Tabel 6 Nilai Effect Size (F. Disiplin (X. Motivasi (X. Komunikasi (X. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Kepuasan Kerja (Y) 0,062 0,380 0,074 Jurnal Edueco Universitas Balikpapan Sumber: Data Primer Diolah SmartPLS Hasil dari tabel 6 diatas menunjukkan bahwa variabel Disiplin (X. mempunyai pengaruh yang lemah terhadap kepuasan kerja (Y) dengan nilai F-Square sebesar 0,062. Sedangkan variabel Motivasi (X. dan Komunikasi (X. memiliki pengaruh lebih tinggi terhadap kepuasan kerja (Y) dengan nilai F-Square masing-masing 0,380 dan 0,074. Model FIT Model FIT digunakan untuk mengukur kelayakan atau kecocokan Model FIT dalam menunjukkan seberapa baik model struktural dan model pengukuran. Dengan metode Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) dan nilai Nomal Fit Index (NFI). Tabel 7. Nilai Model FIT SRMR d_ULS ChiSquare NFI Saturated Model 0,099 2,052 1,279 365,023 Estimated Model 0,099 2,052 1,279 365,023 0,634 0,634 Sumber: Data Diolah SmartPLS (Ghozali, 2. Nilai SRMR yang baik harus dibawah 0,08 dan nilai NFI yang baik harus diatas 0,090. Apabila nilai SRMR yang baik harus >0,08, begitu juga nilai NFI yang baik harus >0,90. Nilai NFI yang semakin mendekati 1 maka semakin baik atau semakin sesuai dengan model yang Hasil uji model FIT dapat dijelaskan pada tabel 7 Hasil dari tabel 7 diatas menunjukkan nilai SRMR sebesar 0,099 yang artinya bahwa nilai SRMR berada diatas 0,08 dan belum memenuhi kriteria yang baik. Sedangkan nilai NFI menunjukkan 0,634 yang artinya nilai Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani tersebut berada dibawah kriteria nilai NFI yaitu >0,90 sehinggan dapat dikatakan belum memenuhi kriteria yang Jurnal Edueco Universitas Balikpapan Persamaan tersebut memiliki makna Koefisien Disip2. lin (X. sebesar 0,233, artinya bahwa disiplin (X. menjelaskan Kepuasan Kerja (Y) sebesar 0,233 atau 23,3%. Koefisien Motivasi (X. sebesar 0,465, artinya bahwa Motivasi (X. menjelaskan Kepuasan Kerja (Y) sebesar 0,465 atau 46,5%. Koefisien Komunikasi (X. sebesar 0,246, artinya bahwa Komunikasi (X. memiliki kemampuan untuk menjelaskan Kepuasan Kerja (Y) sebesar 0,246 atau 24,6%. membangun rasa percaya diri, dapat meningkatkan kualitas kerja, dan membantu meningkatkan kesempatan Oleh karena itu, menerapkan sikap disiplin merupakan langkah yang baik dalam meningkatkan kepuasan kerja dalam mencapai kesuksesan. Berdasarkan tanggapan frekuensi responden terhadap Disiplin (X. sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap indikator-indikator yang Indikator yang memperoleh persentase setuju tertinggi adalah ketaatan pada atasan serta kesadaran dalam bekerja dengan persentase mencapai 68,8% dan terendah mencapai 46,9% yaitu pada indikator tingkat Hal ini dapat disimpulkan bahwa pegawai mematuhi prosedur yang benar dan menjalankan tugas mereka dengan baik. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian (Adipura & Puspitasari, 2. yang menyatakan bahwa disiplin kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan tetapi, bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fenianti & Nawawi, 2. dan (Ayuningsih et al. yang menyatakan bahwa disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Pengaruh Disiplin Terhadap Kepuasan Kerja Dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel Disiplin (X. tidak berpengaruh secara parsial terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada guru SMK Negeri 1 Balikpapan. Maka dapat disimpulkan bahwa Disiplin (X. tidak memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Kerja (Y). Disiplin merupakan sikap yang menjadi dasar untuk mencapai kepuasan kerja yang optimal. Dengan menerapkan Pengaruh Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel Motivasi (X. tidak berpengaruh secara parsial terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada guru SMK Negeri 1 Balikpapan. Maka dapat disimpulkan bahwa Motivasi (X. tidak memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Kerja (Y). Motivasi merupakan hal penting yang menjadi dasar kemajuan dalam kepuasan kerja, dengan adanya motivasi atau dorongan pada individu dapat mencapai produktivitas dan membangun Model Persamaan Dasar Model dijelaskan bahwa besarnya koefisien parameter disiplin sebesar 0,233, koefisien motivasi sebesar 0,465, dan koefisien komunikasi sebesar 0,246. Maka model persamaannya dapat dijabarkan sebagai berikut: Y = 0,233 X1 0,465 X2 0,246 X3 Auy Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani kinerja yang berkualitas. Oleh karena itu motivasi merupakan bagian penting yang dapat meningkatkan kepuasan terhadap pekerjaan serta membangun lingkungan yang positif yang akan berdampak pada pegawai. Berdasarkan tanggapan frekuensi responden terhadap Motivasi (X. sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap indikator-indikator yang Indikator yang memperoleh persentase setuju tertinggi adalah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan pengakuan dengan persentase mencapai 64,1% dan terendah mencapai 59,4% aktualisasi diri. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi dalam kepuasan kerja pegawai menjadi faktor yang dominan sehingga dapat mengembangkan produktivitas pegawai dalam karir. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Rahayu et al. , 2. yang menyatakan bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Tetapi, berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rulianti & Nurpribadi, 2. dan (Handayani et al. , 2. yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Pengaruh Komunikasi Kepuasan Kerja Terhadap KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menegenai pengaruh disiplin, motivasi, dan komunikasi terhadap kepuasan kerja guru SMK Negeri 1 Balikpapan. Maka penulis dapat memberi kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil pengujian, variabel disiplin tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja Jurnal Edueco Universitas Balikpapan Dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh Komunikasi (X. memiliki pengaruh secara parsial terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada guru SMK Negeri 1 Balikpapan. Maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang dimiliki oleh tiap individu berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja dalam melakukan komunikasi antara pegawai. Berdasarkan tanggapan frekuensi responden terhadap Komunikasi (X. sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap indikator-indikator yang Indikator yang memperoleh persentase setuju tertinggi adalah pemahaman dan tindakan dengan persentase mencapai 60,9% dan terendah mencapai 45,3% yaitu pada indikator hubungan yang semakin baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat komunikasi yang diterapkan termasuk dalam kategori yang baik, meskipun ada beberapa indikator yang perlu perhatian Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan (Imbang et al. yang menyatakan bahwa komunikasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Namun bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Permatasari & Yanuar, 2. dan (Simanjuntak et al. , 2. yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni guru SMK Negeri 1 Balikpapan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama ditolak, variabel motivasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru SMK Negeri 1 Balikpapan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua ditolak, variabel kepuasan kerja guru SMK Negeri 1 Afni Asmaningsih. Syahril Hasan. Tutik Yuliani Balikpapan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga dapat diterima. Adapun saran bagi pegawai SMK Negeri 1 Balikpapan. yang dapat peneliti sampaikan yaitu: indikator tingkat kehadiran dalam penilaian Disiplin (X. pada SMK Negeri 1 Balikpapan memiliki hasil yang paling rendah. Oleh karena itu, diharapkan agar dapat mengambil langkah-langkah perbaikan seperti meningkatkan koordinasi antara individu, memberikan motivasi serta penghargaan bagi pegawai yang memiliki tingkat kehadiran yang baik, serta melakukan evaluasi secara berkala terkait faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kehadiran. Dengan demikian, diharapkan tingkat kehadiran dapat meningkat dan kedisiplinan pegawai semakin baik. indikator kebutuhan fisiologis dalam penilaian Motivasi (X. pada SMK Negeri 1 Balikpapan memiliki hasil yang paling rendah. Oleh karena memperhatikan kesejahteraan para pegawai dalam menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan fisiologis DAFTAR PUSTAKA