P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 Jurnal Language education and literature PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI TEKS DONGENG FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 LUBUKLINGGAU Robinsyah1. Dian Ramadan Lazuardi2. Juwati3 Universitas PGRI Silampari sahrobin994@gmail. com , dianramadan78@gmail. com2, watiaja56@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tuntas atau tidaknya hasil belajar melalui model pembelajaran Student teams achievement devision (STAD) terhadap kemampuan mengidentifikasi teks dongeng fantasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimental dengan desain eksperimen yang akan digunakan berbentuk desain One Group pre-test dan post-test. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Tahun pelajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Pada teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis uji Aet dan uji homogenitas. Hasil penelitan ini setelah diterapkan model pembelajaran Student teams achievement devision (STAD) dapat menuntaskan hasil belajar siswa dalam materi mengidentifikasi teks dongeng fantasi pada siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau hal ini berdasarkan nilai rata-rata pretest sebesar 51,65% dan nilai postest sebesar 70,56%. Data tes yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Aet diperoleh thitung . > ttabel 44,98% untuk taraf signifikan 95% hal ini berarti ho ditolak dan ha diterima, dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Student teams achievement devision (STAD) secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan siswa mengidentifikasi teks dongeng fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Kata Kunci: Model Pembelajaran Student teams achievement devision . Teks Dongeng fantasi. ABSTRACT This research aims to determine whether or not learning outcomes have been completed through the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model regarding the ability to identify fantasy fairy tale texts. The research method used in this research is an experimental research method. This type of research is Pre-Experimental research with an experimental design that will be used in the form of a One Group pre-test and post-test design. The population of this study was class VII students of SMP Negeri 7 Lubuklinggau. 2023/2024 academic year. The sample for this research was students in class VII. 1 of SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Data collection techniques were carried out using test techniques. The data analysis technique was carried out using the normality test and hypothesis test - t-test and homogeneity test. The results of this research after applying the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model can complete student learning outcomes in the material of identifying fantasy fairy tale texts in class VII. 1 students at SMP Negeri 7 Lubuklinggau. This is based on an average pretest score of 65% and a posttest was 70. The collected test data was then analyzed using the t-test, obtained tcount . > ttable 44. 98% for a significance level of 95%. This means that ho is rejected and ha is accepted, in other words the hypothesis proposed in this research can be accepted as true, so it can be It was concluded that the application of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model could significantly improve students' ability to P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 Jurnal Language education and literature identify fantasy fairy tale texts in class VII students at SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Keywords: Learning Model Student teams achievement division. Fantasy fairy tale text. PENDAHULUAN Pembelajaran sastra merupakan suatu gambaran kreasi imajinatif dengan paparan bahasa tertentu yang menggambarkan dunia rekaan, menghadirkan pemahaman dan pengalaman tertentu, dan mengandung nilai estetika yang bisa dibuat oleh orang dewasa maupun anak-anak (Krissandi 2. Sukini (Anggraini dan kusniarti 2. berpendapat keberadaannya di sekolah. Dikatakan sangat penting juga tidak dapat dilepaskan dari tiga aspek yang mengukuhkan pembelajaran sastra di sekolah yaitu model kultural, model bahasa, dan model pertumbuhan personal peserta didik. Kegiatan pembelajaran sastra di lembaga pendidikan formal masih belum maksimal karena kurangnya pemahaman siswa dalam mengidentifikasi teks dongeng fantasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan guru Bahasa Indonesia kelas VII ibu Ice Rahmadiyanti. Pd. pada tanggal 02 Januari 2024 di SMP Negeri 7 Lubuklinggau ditemukan bahwa pada saat belajar Bahasa Indonesia guru sulit menerapkan metode inovatif karena disibukan dengan urusan seperti rapat dan kegiatan lain. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran serta didapatkan juga guru kurang mengunakan model pembelajaran yang bervariasi. Begitu selama proses pembelajaran yang berlangsung guru hanya menggunakan bahan ajar yang tersedia di sekolah dengan beberapa buku guru, tanpa adanya alat bantu/ media lain yang menunjang proses pembelajaran sehingga siswa kurang mendapatkan perhatian khusus, terkhususnya pada pembelajaran teks dongeng fantasi. Pada kegiatan pembelajaran siswa banyak mengantuk, tidak semangat belajar, siswa banyak yang ribut dan keluar masuk kelas. Hal tersebut mengakibatkan siswa kurang aktif dan antusias selama proses pembelajaran. Hasil ini berdampak pada kemampuan mengidentifikasi teks dongeng fantasi siswa yang masih banyak nilai siswa di bawah rata-rata Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan adalah 69, dengan siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM sebanyak 16 siswa dari 32 siswa dengan persentase 50%, sedangkan siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM sebanyak 16 siswa dari 32 siswa dengan persentase 50%. Dengan demikian proses pembelajaran yang dilakukan dikelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau perlu P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 Jurnal Language education and literature mendapatkan perhatian khusus, terkhususnya pada materi mengidentifikasi teks dongeng Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan variasi model pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran yaitu model Student Teams Achievement Division (STAD). Slavin (Aqib 2. mengemukakan pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran tipe kooperatif, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang yang terdiri dari laki laki maupun perempuan, yang memiliki kemampuan yang berbeda Dengan mengunakan model Student Teams Achievement Division (STAD) mengidentifikasi teks dongeng fantasi yang dibaca karena model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) memiliki kelebihan siswa langsung berperan aktif sebagai tutor sebaya dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama. Berdasarkan uraian di atas yang telah dipaparkan oleh peneliti maka dalam hal ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Teks Dongeng Fantasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimental dengan desain eksperimen yang akan digunakan berbentuk desain One Group pre-test dan post-test. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Tahun pelajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Pada teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis uji Aet dan uji HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 April 2024 s. d 07 Mei 2024. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 menggunakan satu sampel, yaitu siswa kelas VII (Sat. SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2023/2024 untuk mengambil data penelitian. Adapun pelaksanaan peneliti mengajar secara langsung pada kelas yang diteliti. Penelitian dilakukan di kelas VII (Sat. SMP Negeri 7 Lubuklinggau dengan jumlah sampel sebanyak 32 Pelaksanaannya dilakukan, sesuai dengan jadwal mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah ditetapkan oleh sekolah. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini Student teams Achievement Devision (STAD) pada materi Mengidentifikasi teks dongeng fantasi. Jumlah pertemuan tatap muka yang dilakukan pada saat penelitian adalah 3 kali pertemuan satu kali pemberian tes awal . re-tes. , 1 kali proses pembelajaran dengan model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) dan 1 kali pemberian tes akhir . ost tes. Setelah melakukan dua kali penelitian peneliti merekapitulasi nilai tes dalam setiap pelaksaan yang dilakukan. Hal ini dilaksanakan agar melihat perkembangan nilai hasil belajar anak dapat dikontrol dengan teliti dan Deskripsi Data Penelitian Deskripsi Tes Awal (Pre-Tes. Kegiatan tes awal . re-tes. dilakukan sebelum siswa diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) pada kelas VII (Sat. pretest dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan siswa suatu cerita teks dongeng fantasi yang berjudul bola bola waktu setelah mengambil siswa mengidentifikasi teks dongeng fantasi tersebut berdasarkan unsur-unsur Kemudian peneliti menilai lembar jawaban siswa mengidentifikasi teks dongeng fantasi tersebut dan membuat rekapitulasi hasil tes awal, penilaian secara individu yang dikategorikan berdasarkan Kreteria Ketuntasan Minimum (KKM . yang telah ditetapkan oleh sekolah SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Siswa pada tes awal . re-tes. yang dinyatakan tuntas atau mendapatkan nilai Ou 69 berjumlah 7 orang atau . %) dan untuk siswa yang tidak tuntas atau mendapat nilai O 69 berjumlah 25 orang . %) dengan nilai rata-rata sebesar 51,65% P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 Hasil Tes Akhir Siswa (Post-Tes. Setelah kemampuan awal siswa diketahui, dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD). Kegiatan dilakukan dua kali pertemuan. Setelah tes awal dilanjutkan pengujian akhir setelah peneliti menerapkan materi dengan model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD). Soal tes yang diberikan peneliti berbentuk esai. Tes akhir yang dilakukan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam mengidentifikasi teks dongeng fantasi meningkat atau sebaliknya. Oleh karna itu tes akhir untuk menentukan keberhasilan siswa itu sendiri secara individual kategori berdasarkan KKM . , yang telah ditetapkan oleh sekolah SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Siswa pada tes akhir . ost-tes. yang dinyatakan tuntas atau mendapatkan nilai Ou 69 berjumlah 27 orang atau . %) dan untuk siswa yang tidak tuntas atau mendapat nilai O 69 berjumlah 7 orang . %) dengan nilai rata-rata sebesar 70,56% Pembahasan Pembahasan hasil penelitian ini berdasarkan hasil data tes awal . yang dilakukan tanggal 19 April 2024, dan hasil tes akhir . pada tanggal 26 April Pada hasil tes mengidentifikasi teks dongeng fantasi sebelum diterapkannya model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) . diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 17 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 78 sedangkan nilai rata-rata adalah 51,65% , sehingga kemampuan siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau sebelum diterapkannya model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) belum mencapai ketuntasan. Hal ini disebabkan kurangnya minat siswa terhadap materi mengidentifikasi teks dongeng fantasi karena relatif siswa berpendapat bahwa keterampilan mengidentifikas sangat sulit untuk dipelajari. Sedangkan hasil tes akhir mengidentifikasi teks dongeng fantasi setelah diterapkannya model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) . , diketahui bahwa nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi yang diperoleh P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 siswa adalah 80, sedangkan nilai rata-ratanya 70,56%, sehingga kemampuan siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah diterapkannya model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) siswa lebih termotivasi untuk mengikuti proses belajar dengan aktif dan menyenangkan, karena pada model ini siswa diminta untuk menyelesaikan setiap masalah dengan ide dan imajinasinya sehingga anak mampu menerima pembelajaran dengan baik khususnya pada materi mengidentifikasi teks dongeng fantasi. Hasil kegiatan tes pretest dan postest dapat dideskripsikan bahwa pada kegiatan pretest siswa yang mendapat nilai >69 dengan kriteria tuntas sebanyak 7 siswa . %), sedangkan nilai <69 dengan kriteria tidak tuntas adalah 25 siswa . %). Diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 17 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa 78 dengan nilai rata-rata adalah 51,65%. Sedangkan pada kegiatan postest siswa yang mendapat nilai >69 dengan kriteria tuntas sebanyak 25 siswa . %), sedangkan nilai <69 dengan kriteria tidak tuntas adalah 7 siswa . %). Diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 60 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa 80 dengan nilai rata-rata 70,56%. Sejalan dengan hasil yang dilakukan oleh Eva Agustin. Dengan Judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII-A Melalui Penerapan Model Pembelajaran STAD pada materi himpunan di SMP Negeri 18 pekanbaru tahun pelajaran 2014-2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh secara individu yaitu pada pre-test 31,58% dan pada postest 68,42% meningkat dengan nilai rata-rata. Hal ini menunjukan bahwa pada pretest dan postest mengalami peningkatan. Selanjutnya, penelitian yang pernah dilakukan oleh Suyantini . dengan judul Implementasi model pembelajaran stad untuk meningkatkan motivasi dan prestsi belajar. ini dapat dilihat dari rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 2,8 dengan kriteria cukup sedangkan pada siklus II nilai ratarata motivasi siswa adalah 3,7 dengan kriteria baik. Rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 61,17 dengan kriteria cukup, daya serap 61,17% dan ketuntasan belajar siswa 61,11 %, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 76,53 dengan kriteria baik, daya serap 76,53 % dan ketuntasan belajar siswa 94%. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu di atas dapat disimpulkan bawa model P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 Jurnal Language education and literature pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) masih sangat relevan mengidentifikasi teks dongeng fantasi . Berdasarkan uraian nilai pretest dan postest di atas, sangat jelas terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kegiatan pretest dan postest, diketahui nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran mengidentifikasi teks dongeng fantasi setelah diterapkannya model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) lebih besar dibandingkan sebelum menggunakan model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD), sebagai pembuktian maka dilakukan perhitungan dengan menggunakan uji t-test diketahui hasil perhitungan uji ttest dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikan 23. 322 dengan taraf kepercayaan 95% , dengan kata lain Ha diterima dan Ho ditolak. Ini berarti model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD), dalam mengidentifikasi teks dongeng fantasi kelas VII. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau secara signifikan tuntas. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan juga pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mengidentifikasi teks dongeng fantasi kelas VII. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah diterapkannya model pembelajaran Student teams Achievement Devision (STAD) dinyatakan tuntas secara signifikan. Setelah diberikan tes akhir diperoleh ratarata nilai pembelajaran sebesar 70,56% dan presentase jumlah siswa yang tuntas yaitu 78% dengan demikian mengalami peningkaran sebesar 56%, serta hal ini dibuktikan dari hasil pengujian uji-t dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikan sebesar 322 dengan ttable . d/b=N-1. =31 pada taraf kepercayaan 95%. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian hipotesis yang di ujikan dalam peneltian ini dapat diterima kebenarannya. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1 , 2025 Page:62-70 DAFTAR PUSTAKA