VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI BANGUN REJO 1Bella Amelia, 2Eka Lokaria, 3Armi Yuneti 1,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar bellapga65@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SD Negeri Bangun Rejo, setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen semu dan subjek penelitian adalah kelas IV SD Negeri Bangun Rejo. Instrument yang digunakan adalah soal tes pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai Pre-Test adalah 51,92 . Setelah diberi perlakuan mengunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD menunjukan hasil posttest adalah 77,27. Jika hipotesis An ZA_hitung OuAn ZA_tabel 2,53, serta dari Hasil ini juga dapat dibandingkan denganAn ZA_tabel pada taraf signifikan 5% yaitu: 2,53> 2,03. H_oditolak H_a diterima setelah diterapkan model Kooperatif Tipe STAD terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Bangun Rejo dinyatakan tuntas. Kata Kunci : Hasil belajar IPA. Kooperatif Tipe STAD ABSTRACT This research aims to determine the completeness of the science learning outcomes of grade IV students at Bangun Rejo State Elementary School, after implementing the STAD Type Cooperative learning model. The method used in this research was quasi-experimental and the research subjects were class IV of SD Negeri Bangun Rejo. The instrument used is multiple choice test questions. The research results show that the average Pre-Test score is After being treated using the STAD Type Cooperative learning model, the post-test result was 77. If the hypothesis Z_count Z_table is 2. 53, then this result can also be compared with Z_table at the 5% significance level, namely: 2. 53> 2. then H_oditolak H_adiwas accepted after applying the STAD Type Cooperative model to the science learning outcomes of class IV students at SD Negeri Bangun Rejo which was declared complete. Keywords: Science learning outcomes. STAD Type Cooperative INTRODUCTION Proses belajar ialah serangkaian aktivitas yang terjadi secara abstrak, karena terjadi secara mental dan tidak dapat diamati, oleh karena itu proses belajar hanya dapat diamati jika ada perubahan prilaku dari seseorang yang berbeda dengan sebelumnya. Perubahan prilaku tersebut bisa dalam hal pengetahuan, afektif, ataupun psikomotoriknya. Upaya melakukan perbaikan dibidang pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak, salah satunya yaitu Guru adalah salah satu tenaga profesional dibidang pendidikan yang mengikuti tugas mengajar, mendidik, dan membimbing peserta didik menjadi manusia yang berkepribadian Guru dalam hal ini memiliki kedudukan yang penting dan tanggung jawab yang sangat besar dalam tercapainya suatu tujuan program mutu pendidikan peserta didiknya. Baik atau buruknya suatu bangsa di masa mendatang terletak ditangan guru (Baharudin, dkk . 7:15-. Permasalahan yang ditemukan peneliti di SD Negeri Bangun Rejo dalam proses belajar mengajar antara lain yaitu peserta didik suka mengganggu teman pada saat proses pembejaran, permasalahan ini berkaitan dengan perkembangan peserta didik dan masa usia ini peserta didik masih masuk pada masa bermain, peserta didik mengganggu temannya VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index pada dasarnya karena ingin bermain-main. Berisik, banyak dilakukan oleh peserta didik pada waktu pembelajaran sedang berlangsung, akibatnya banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami materi belajar. Suka mengadu, suatu perilaku peserta didik yang biasa dimanja oleh orang tuanya, setiap ada permasalahan pada mereka selalu dibantu oleh orang tuanya dan ini akan menjadi suatu kebiasaan disekolah. Menyontek, merupakan suatu kecurangan peserta didik untuk memperoleh nilai baik tetapi malas belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri Bangun Rejo pada tangal 15 sepetember 2023 (Lampiran Hal . , wawancara dengan guru kelas IV ibu Eni Prihatin. Pd. (Lampiran Hal . menyatakan bahwa masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan pada saat proses pembelajaran terkusus pada saat pelajaran IPA dan belum mencapai KKM, ialah 70. Hal ini dapat dibuktikan bahwa sebagian besar hasil belajar IPA siswa kelas IV yang belum tuntas sebanyak 83% dari 24 siswa . dan yang telah tuntas sebanyak 17% dari 24 siswa . Maka peneliti menemukan bahwa masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IV dalam proses pembelajaran IPA tersebut, dimana saat guru menjelaskan pelajaran, banyak siswa yang tidak memperhatikan, ada yang sibuk berbicara dengan teman sebangkunya, dan ada juga yang terlihat sibuk menggambar dan mencoret-coret meja dan dinding. Motivasi peserta didik dapat tumbuh dengan ada suatu strategi penentuan model pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan sekolah dan keadaan peserta didik agar bisa diterapkan menjadi strategi pembelajaran yang efektif. Guru mempunyai kebebasan untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya dengan penggunaan media, metode, dan teknik yang bervariasi dalam menyampaikan suatu informasi pendidikan. Guru juga perlu mencari metode yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, selain itu juga diperlukan adanya pengembangan model pembelajaran yang menarik. Berdasarkan kondisi tersebut guna untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satu cara mengatasi permasalahan yang dikemukakan di atas yaitu dengan menerapkan suatu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar Untuk itu peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Adapun pengertian dari kooperatif tipe stad menurut pendapat Slavin (Wulandari 2022:. Pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran tipe kooperatif, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan, yang memiliki kemampuan berbeda-beda. Pembelajaran menjadi searah ada transfer ilmu dari guru ke siswa dan ada juga transfer ilmu antar siswa itu sendiri, dan siswa juga tidak merasa bosan karena pembelajaran yang diterapkan membuat siswa tidak selalu duduk ditempat duduknya pembelajaran seperti ini guru berperan membimbing siswa agar pembelajaran dapat berjalan terarah. Selain itu penelitian yang mengangkat tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Semadi & Rahayu . Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar. hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan rancangan "Nonequivalent Control Group Design". Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 2 kelas dengan 85 orang siswa. Pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol ditentukan melalui random sampling. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes tertulis berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda biasa yang dianalisis menggunakan statistik parametrik yaitu uji-t. Berdasarkan taraf VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index signifikan 5% dan dk =83 (Z_hitung = 8,801 > Z_tabel = 2,. , menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015. Ini berarti, model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015. METHODS RESEARCH Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen. Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen (Pre-Experimemental Design. dengan desain eksperimen yang digunakan berbentuk desain One Group Pre-test dan Post-test. Maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Bangun Rejo berjumlah 24 peserta didik yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik tes. Menurut Winarni . , wawancara, dokumentasi, observasi dan tes adalah serentetan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, sikap, intelegensia, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Dalam penelitian kuantitatif pengumpulan data ada dua cara yaitu pre-test dan post-test. Pre-test digunakan untuk mengetahui keadaan awal subjek sebelum diberi perlakuan sedangkan Post-test digunakan untuk mengetahui kondisi setelah diberikan perlakuan dengan penggunaan model STAD. Tes akan dilakukan pada akhir pertemuan setelah dilaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan model STAD dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan jenis tes berbentuk pilihan ganda. Tes dilaksanakan sebanyak dua kali, yang dilaksanakan sebelum pembelajaran . re-tes. dan sesudah kegiatan pembelajaran . ost-tes. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Arikunto . Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengguanakan tes soal yang diuji cobakan sebanyak 20 soal yang berbentuk pilihan ganda. Arikunto . menyatakan hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitan, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Uji hipotesis digunakan uji-z untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah dirumuskan data. Untuk manarik suatu kesimpulan maka data tersebut harus diolah dengan rumus Riduan dalam (Arikunto, 2013:. jika data berdistribusi normal, dan data dengan ukuran satu sampel maka rumus yang digunakan adalah uji Z. HASL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Maret sampai 9 April 2024 di SD Negeri Bangun Rejo yang beralamatkan kecamatan Sukakarya kabupaten. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Bangun Rejo yang berjumlah 24 siswa, sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV yang berjumlah 24 siswa yang terdiri 14 laki-laki dan 10 perempuan. Penelitian ini diawali dengan uji coba instrumen dilakukan pada tanggal 18 Maret 2024 dikelas V SD Negeri Bangun Rejo yang terdiri dari 24 siswa. Soal yang diujikan berupa 20 soal pilihan ganda. Pertemuan yang dilakukan penulis sebanyak 4 kali pertemuan, dengan rincian satu kali pemberian test awal . re-tes. Dua . kali VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index Pertemuan proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan satu pertemuan sebagai pelaksanaan tes akhir . ost-tes. Data hasil penelitian diperoleh dari data hasil kemampuan awal . re-tes. dan tes kemampuan akhir . re-tes. Sebelum pembelajaran dimulai dengan menggunakan model Kooperatif Tipe STAD dalam materi pada pembelajaran IPA materi pengaruh kalor, penulis menjelaskan terlebih dahulu bagaiman cara belajar menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD tersebut. Pertemuan pertama penulis melakukan uji instrumen dengan 30 soal pilihan ganda yang dilakukan dikelas VI untuk mengetahui valid atau tidaknya soal yang akan di ujikan dikelas V setelah selesai melakukan uji instrumen maka penulis melakukan perhitungan validitas berdasarkan hasil perhitungan validitas maka soal yang valid . yaitu sebanyak 15 yang digunakan dan yang tidak digunakan 5 soal pilihan ganda. Pada pertemuan kedua penulis melakukan pres-test dikelas V Berdasarkan analisis data pre-test dapat dilihat bahwa hanya ada satu siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 65 . rata-rata nilai siswa secara keseluruhan 51,92 jadi dapat disimpulkan hasil pre-test sebelum diterapkan model pemebelajaran Kooperatif Tipe STAD belum tuntas hal ini dikarenakan materi kegiatan ekonomi belum pernah diajarkan dan guru belum pernah menggunakan model pembelajaran saat proses pembelajaran, dimana siswa tidak begitu aktif dalam mengikut proses pembelajaran. Pada pertemuan ketiga penulis memberikan treatmen sebanyak 2 kali. Pada pemeberian treatmen pertama sebelum melakukan pembelajaran dengan mengunakan model Kooperatif Tipe STAD kondisi kelas begitu tidak kondusif lalu penulis mengondisikan kelas dengan cara membagi kelompok terlebih dahulu kemudian penulis menjelaskan bagimana cara belajar menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Setelah penjelasan tersebut proses pembelajaran di lakukan dengan langkah pertama penulis menjelaskan materi IPA Tema 7. Kemudian penulis mempersilahkan siswa untuk bertanya apabila ada yang belum dipahami dari materi yang disampaikan. Pertemuan pertama terlihat respon siswa merasa sedikit kebingungan dengan penerapan model Kooperatif Tipe STAD. Penulis mengatasi kebingungan siswa dengan menjelaskan kembali proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, setelah siswa mengerti dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD penulis memberikan penjelasan yang berkaitan dengan materi pembelajaran dengan contoh yang kongkrit, setelah siswa diberikan penjelasan disertai dengan contoh dalam aktivitas sehari-hari siswa mulai aktif bertanya. Pada treatmen kedua sebelum memulai pembelajaran penulis terlebih dahulu mengajak siswa membagi kelompok menjadi 5 kelompok kemudian penulis memulai proses kegiatan belajar dengan menjelaskan materi IPA Tema 7 selanjutnya penulis menjelaskan tentang pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda, siswa membaca bacaan berjudul Sifat-Sifat Benda, siswa berdiskusi dan melakukan percobaan untuk menunjukkan sifat-sifat benda padat, cair, dan gas, setelah melakukan percobaan siswa di minta untuk perwakilan kelompoknya menyimpulkan hasil dari percobaan. Guru memberi reward ke pada perwakilan kelompok nya yang sudah berani mewakili kelompoknya. Pertemuan ke empat penulis mengunakan model Kooperatif Tipe STAD proses pembelajaran mulai berjalan lancar dan aktif terlihat sekali saat penulis meminta siswa menjelaskan kembali materi yang telah diajarkan pada pertemuan ketiga di treatmen 1 dan 2, setelah itu penulis melanjutkan materi yang telah disampaikan pertemuan ketiga di treatmen 1 dan 2, nampak siswa sudah mulai paham dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, siswa sudah terbiasa aktif bertanya,setelah selesai pelaksanaan pembelajaran selanjutnya melakukan Post- test. Posttest dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar IPA setelah diterapkannya model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Setelah kegiatan post-test dilakukan dan penulis memeriksa hasil jawaban peserta didik maka diketahui bahwa jawaban siswa lebih baik VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index hasilnya, sehingga rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat, setelah selesai melakukan post-test penulis memberikan motivasi kepada siswa agar terus semangat dalam belajar dan harus lebih aktif dalam proses pembelajaran yang di lakukan oleh guru kelasnya nanti setalah memberikan motivasi penulis berpamitan untuk meninggalkan kelas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, diperoleh bahwa penggunakaan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat dijadikan alternatif dalam proses pembelajaran ketika siswa mengalami kebosanan dalam belajar. Sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator dan mengontrol tetang yang mereka lakukan dan yang diperlukan untuk mengerjakan dan mengatasi masalah yang mereka temukan. Penelitian yang dilakukan penulis juga diperkuat oleh penelitian terdahulu, penelitian yang dilakukan Semadi & Rahayu . Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar. hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan rancangan "Nonequivalent Control Group Design". Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 2 kelas dengan 85 orang siswa. Pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol ditentukan melalui random sampling. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes tertulis berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda biasa yang dianalisis menggunakan statistik parametrik yaitu uji-Z. Berdasarkan taraf signifikan 5% dan dk =83 (Z_hitung = 8,801 > Z_tabel = 2,. , menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015. Ini berarti, model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 4 Tonja Denpasar Utara Tahun Ajaran 2014/2015. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat menuntaskan hasil belajar siswa. Hal itu dapat dilihat dari uji hipotesis yang telah dilakukan dimana Z_hitung > Z_tabel . ,53 Ou 2,. maka Ho ditolak dan Ha diterima, serta nilai rata-rata post-tes mengalami singnifikan tuntas setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. REFERENCES