Jenis Kelamin Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Lia Novita Sari1*. Mistati Novitasari 2. Marlin Sutrisna3 Prodi D3 Keperawatan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan. Universitas Bengkulu. Bengkulu. Indonesia *Email penulis: lianovita1408@gmail. Abstract Introduction: Diabetes Mellitus not only results in various physical complications, but various psychological complications are found which impact the quality of life of patients with Diabetes Mellitus. Quality of life for Diabetes Mellitus sufferers must be a top priority in disease Diabetes mellitus (DM) causes a serious reduction in quality of life that primarily affects health-related quality of life. Gender is an indicator that can influence the worsening or reduction in quality of life in Diabetes Mellitus patients. This study aims to determine whether gender influences the quality of life of DM patients. Method: The design of this research is descriptive quantitative with a cross sectional method approach. The variables of this research are gender and quality of life of Diabetes Mellitus patients. The location of this research was carried out in the Working Area of the Telaga Dewa Community Health Center. Bengkulu City. This research was conducted in September 2024. The sample in this study was taken from 15% of the population with a sample size of 50 patients. The sampling technique in this research used Accidental Sampling. The type of data used in this research is primary data consisting of gender data and quality of life of Diabetes Mellitus patients as measured using the WHOQOLBREEF Questionnaire. Data were analyzed by carrying out the chi square test. Results and Discussion: The results of the study show that there is a significant relationship between gender and the quality of life of Diabetes Mellitus patients. Conclusion: Gender is related to the quality of life of Diabetes Mellitus patients. Therefore, it is hoped that the Telaga Dewa Community Health Center. Bengkhulu City, can consider providing more integrated health services, which include diabetes education, psychosocial support, and more personalized interventions for patients based on the gender of Diabetes Mellitus sufferers. Keyword: Diabetes Mellitus. Gender. Quality of Live Abstrak Pendahuluan: Diabetes Melitus tidak hanya mengakibatkan munculnya berbagai komplikasi secara fisik saja, namun ditemukan berbagai komplikasi psikologis yang berdampak pada kualitas hidup pasien dengan Diabetes Melitus. Kualitas hidup bagi penderita Diabetes Melitus harus menjadi prioritas utama dalam manajemen penyakit. Diabetes melitus (DM) menyebabkan penurunan serius dalam kualitas hidup yang terutama memengaruhi kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan. Jenis kelamin merupakan salah satu indikator yang dapat mempengaruhi perburukan atau penurunan kualitas hidup pada pasien Diabetes Mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jenis kelamin mempengaruhi kualitas hidup pasien DM. Metode: Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 1234/jkr. Available online: https://jurnal. poltekkes-kemenkes-bengkulu. id/index. php/jkr 92 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 pendekatan metode cross sectional. Variabel penelitian ini yaitu jenis kelamin dan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan pada bulan September tahun 2024. Sampel pada penelitian ini diambil 15% dari populasi dengan jumlah sampel sebanyak 50 Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer terdiri dari data gender dan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus yang diukur menggunakan Kuesioner WHOQOLBREEF. Data dianalisis dengan melakukan uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Kesimpulan: Jenis kelamin berhubungan terhadap kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Oleh karena itu, pihak Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu diharapkan dapat mempertimbangkan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, yang mencakup edukasi diabetes, dukungan psikososial, serta intervensi yang lebih personal bagi pasien berdasarkan jenis kelamin penderita Diabetes Melitus. Kata kunci: Diabetes Mellitus. Jenis Kelamin. Kualitas Hidup PENDAHULUAN Diabetes Melitus merupakan penyebab utama stroke, serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan dan amputasi anggota tubu bagian bawah. Secara fisik. Diabetes Melitus menyebabkan ketidaknyamanan, mobilitas sebagai akibat dari neuropati, nefropati, penyakit kardiovaskuler dan masalah kaki. Selain itu. Diabetes Melitus menimbulkan stress emosional, kecemasan kekhawatiran terhadap komplikasi. Biaya pengendalian Diabetes Melitus yang tinggi, serta masalah pengelolaan diri, gangguan tidur, akan berdampak pada penurunan produkstivitas di tempat kerja dan semuanya menambah stress. Oleh karena itu akan mempengaruhi kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Kualitas hidup bagi penderita Diabetes Melitus harus menjadi prioritas utama dalam manajemen penyakit (Vijay V et al. Diabetes (DM) menyebabkan penurunan serius dalam hidup yang hidup yang berhubungan dengan kesehatan. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien Diabetes Melitus (Gupta et al. , 2. Salah satu masalah bagi masyarakat terkait dengan Diabetes Melitus yang berkembang pesat di dunia dikarenakan tingkat prevalensi dan insiden kejadian DM mengalami peningkatan di negara industri dan negara berkembang. Prevalensi Diabetes Melitus didunia terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat kejadian Diabetes Melitus dilaporkan oleh International Diabetes Federation . diperkirakan meningkat sebesar 46% pada tahun 2045 dengan jumlah 783 juta orang menderita Diabetes Melitus yang dialami sebagian besar oleh orang dewasa berusia 20 hingga 79 tahun yang diketahui disebabkan oleh berbagai faktor berupa pola hidup tidak sehat, sosial ekonomi, genetik dan Kejadian Diabetes Melitus di Indonesia semakin meningkat pada setiap Selanjutnya, pada tahun 2018 diketahui hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. , didapatkan jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia meningkat secara drastis, dimana sebanyak 6,9% Lia Novita dkk. Jenis Kelamin Berhubungan dengan | 93 penderita DM pada tahun 2013, kemudian seiring waktu angka kejadian Diabetes Melitus ini mengalami peningkatan angka kejadian DM pada tahun 2018 yang berjumlah 8,5% dan , hampir seluruh provinsi mengalami peningkatan angka kejadian DM, kecuali provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan angka kejadian Diabetes Melitus terendah yaitu sebesar 0,9% pada tahun 2018. Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang mengalami peningkatan kejadian DM, dimana pada tahun 2018 angka kejadian DM meningkat sebesar 1,3% (Kementerian Kesehatan RI, 2. Prevalensi Diabetes Melitus (DM) pada seluruh kelompok usia di Provinsi Bengkulu mencapai 0,91%, dengan prevalensi pada laki-laki sebesar 0,69% dan pada perempuan sebesar 1,13% (Kemenkes, 2. Di Kota Bengkulu, jumlah penderita Diabetes Melitus pada tahun 2021 tercatat mencapai sebanyak 806 orang (Dinkes-Kota-Bengkulu, 2. Peningkatan prevalensi Diabetes Melitus disebabkan oleh penuaan, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, kecenderungan genetic, migrasi dari desa ke kota dan riwayat keluarga (John et al. , 2. Seiring dengan meningkatnya prevalensi Diabetes Melitus, prevalensi komplikasi terkait Diabetes Melitus jangka panjang juga cenderung meningkat. Diabetes Melitus menyebabkan berbagai komplikasi sebagai akibat dari tidak terkontrolnya glukosa darah yang berakhir pada kondisi Komplikasi akut maupun kronik sangat mempengaruhi kualitas hidup penderita Diabetes Melitus. Akibat lanjut dari hiperglikemia menyebabkan perubahan Makrovaskular berupa penyakit arteri perifer (PAD) dan mikrovaskuler Komplikasi ini dapat menyebabkan berbagai masalah hilangnya anggota tubuh sebagai dampak dari ulkus diabetikum dan bahkan menyebabkan kematian pada penderita Diabetes Melitus. Dampak negatif dari perkembangan proses penyakit DM ini mempengaruhi kualitas hidup pasien, sehingga intervensi yang dapat dilakukan juga beragam (Banik et al. Masalah kualitas hidup juga dibahas oleh International Diabetes Federation (IDF) yang menganggap kualitas hidup sebagai salah satu tujuan mendasar manajemen pasien dengan Diabetes Melitus, bersamaan dengan pengendalian dan pencegahan gangguan metabolik pasien. Hal ini karena telah emosional dan sosial bagi pasien Diabetes Melitus. Penilaian subjektif terhadap kualitas hiidup pasien dipengaruhi oleh faktor klinis, sosial dan demografi (Badura et al, 2. Abedini et al . menyimpulkan bahwa laki-laki memperoleh skor tingkat kualitas hidup (QoL) lebih tinggi dibandingkan pada perempuan dalam ranah psikologi, dimana laki-laki lebih semangat dan patuh dalam hal kemampuan mereka dalam perawatan diri dan pengelolaan Diabetes Melitus dan lebih jarang merasakan cemas akan penyakitnya atau mengalami depresi jika dibandingkan pada perempuan, sehingga predictor kepatuhan terhadap aturan perawatan diri . elf managemen. sehingga berpengaruh pada kualitas hidup penderita Diabetes Melitus. Selanjutnya pada hasil penelitian yang dilakukan oleh BIk et al . menunjukkan bahwa kapasitas fungsional juga merupakan faktor penting yang menentukan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Terlebih lagi, kualitas hidup berkurang secara 94 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 signifikan akibat jenis kelmain perempuan, neuropati otonom atau perifer, kurangnya aktivitas fisik. BMI tinggi dan gejala depresi serta kecemasan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Abedini et al . bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Banik et al. , . , menyebutkan bahwa perbedaan risiko laki-laki dan perempuan ini disebabkan oleh praktik perilaku sehat terkait diabetes, perubahan perilaku dan perawatan diri. Perbedaan jenis kelamin secara signifikan menunjukkan perbedaan perubahan perilaku gaya hidup yang terkait dengan kontrol gula darah, perawatan kaki dan pencegahan ulserasi pada kaki, dimana perempuan lebih mematuhi perubahan gaya hidup daripada laki-laki, sehingga kualitas hidup pada pasien Diabetes yang berjenis kelamin perempuan lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki. Berdasarkan perbedaan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus dengan karakteristik pasien yang berbeda Berdasarkan survey awal dibeberapa Puskesmas di Wilayah Kota Bengkulu, diketahui bahwa prevalensi Diabetes Melitus paling banyak terdata di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu yaitu pada bulan Januari hingga Agustus yaitu sebanyak 336 orang penderita Diabetes Melitus. Lokasi ini dipilih karena memiliki populasi pasien Diabetes Mellitus yang signifikan dan representatif untuk menggali hubungan jenis kelamin dengan kualitas hidup Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan hubungan jenis kelamin dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih mendalam hubungan antara jenis kelamin terhadap kualitas hidup pada pasien dengan Diabetes Melitus. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi puskesmas dalam penanganan lanjutan terkait perbedaan jenis kelamin terhadap kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu keperawatan, penelitian-penelitian selanjutnya yang ingin mengeksplorasi lebih lanjut mengenai kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. METODE Desain dalam penelitian ini dengan menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin dan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Penelitian berlangsung di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan pada bulan September tahun Penelitian ini telah mendapatkan lolos kaji etik dari Komite Etik Penelitian (KEP) dengan nomor 002374/KEPK STIKES TMS BENGKULU/2024 dengan tertanggal Surat Keputusan (SK) pada 09 September Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 yang berjumlah 336 pasien. Sampel dalam penelitian ini diambil 15% dari populasi yaitu berjumlah 50 pasien. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Lia Novita dkk. Jenis Kelamin Berhubungan dengan | 95 Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data jenis kelamin dan kualitas hidup dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang berisi dari beberapa pertanyaan terbuka. Pengukuran Kualitas hidup dengan Kuesioner WHOQOLBREEF. Analisis menggunakan uji chi square. HASIL Tabel 1. Distrubusi Frekuensi Jenis Kelamin Pada Pasien Diabetes Mellitus Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total Tabel 1 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar 34 . %) responden berjenis kelamin perempuan. Tabel 2. Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Mellitus Kualitas Hidup Kurang Baik Baik Total Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar 32 . %) responden dengan kualitas hidup kurang baik. Tabel 3. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Mellitus Jenis Kelamin Perempuan Kualitas Hidup Total Value Kurang Baik Baik 26 76,5 34 100 0,012 Laki-laki Total Tabel 3 diatas menunjukkan bahwa dari 34 responden berjenis kelamin perempuan, didapatkan sebagian besar 26 . ,5%) responden dengan kualitas hidup kurang baik, dan hanya sebagian kecil 8 . ,5%) responden dengan kualitas hidup baik. Dari 16 responden yang berjenis kelamin laki-laki, didapatkan sebagian besar 10 . ,5%) responden yang memiliki kualitas hidup baik dan hanya sebagian kecil 6 . ,5%) responden yang memiliki kualitas hidup kurang baik. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,012 <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus. PEMBAHASAN Jenis Kelamin pada Pasien Diabetes Mellitus Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian Zhang C et al . yang menyebutkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap Diabetes Mellitus (DM) tipe 2, hal ini sebagai dampak dari obesitas yang dominan dialami oleh Perempuan memiliki penurunan rasa kenyang dan hormon lapar yang lebih tinggi daripada laki-laki yang meningkatkan risiko obesitas dan perkembangan gangguan metabolik tubuh. Selain itu kondisi pasca menopause pada perempuan meningkatkan ketidakselarasan sirkadian yang berakibat pada peningkatan risiko terjadinya gangguan metabolik. Proses penuaan pada wanita, khususnya saat memasuki masa menopause, ditandai dengan penurunan produksi hormon Akibatnya, terjadi perubahan komposisi tubuh, seperti peningkatan 96 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 lemak perut dan penumpukan lemak di . dipositas Kurangnya hormon estrogen dan peningkatan resistensi insulin berarti bahwa perempuan penderita diabetes memiliki hubungan yang lebih kuat dengan obesitas dibandingkan pria penderita diabetes. Perbedaan komposisi tubuh dan indeks massa tubuh yang tinggi berkontribusi pada diversifikasi antara jenis kelmain dan risiko Diabetes Melitus . (Tramunt et al, 2020. Beaudry & Devries. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Vijay V et al. , . , menunjukkan bahwa tingkat prevalensi Diabetes Mellitus lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Selanjutnya pada penelitian yang dilakukan oleh Amalia et al . , menyebutkan bahwa sebagian besar penderita Diabetes Melitus yaitu berjenis kelamin perempuan. Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Mellitus Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien Diabetes Mellitus memiliki kualitas hidup kurang baik. Sejalan dengan itu. Susy et al . dalam penelitiannya didapatkan bahwa kualitas hidup pasien Diabetes Melitus buruk dalam 3 hal yaitu domain fisik, psikologis dan lingkungan. Penelitian Tamornpark dkk. juga menemukan prevalensi kualitas hidup yang buruk hingga sedang pada pasien Diabetes Mellitus terutama pada domain fisik dan Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian Manurung dan Darungan . , yang menunjukkan bahwa dari 81 pasien Diabetes Mellitus, 59 orang . ,8%) memiliki kualitas hidup yang Penelitian yang dilakukan Joeliantina et al . juga menunjukkan bahwa dari 87 pasien Diabetes Mellitus, sebanyak 50,6% memiliki kualitas hidup tinggi sedangkan 49,4% lainnya menunjukkan kualitas hidup yang rendah. Menurut World Health Organization, kualitas hidup seseorang tergantung pada bagaimana mereka memandang hidupnya Pandangan ini dipengaruhi oleh budaya, nilai-nilai yang mereka anut, serta tujuan-tujuan yang ingin mereka capai. Menurut Upadhyay et al . , kualitas hidup memaparkan berbagai pendapat individu tentang seberapa baik atau buruk kehidupan sehari-hari mereka. Kualitas hidup merupakan tujuan akhir dari semua intervensi kesehatan. Kualitas hidup memberikan wawasan dan informasi yang mendalam, terlepas dari data klinis dan perasaan pasien. Evaluasi Kualitas Hidup merupakan komponen mendasar saat memberikan layanan kesehatan pada pasien Diabetes Melitus (Alshahrani et al. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas hidup secara negatif atau positif dalam manajemen diabetes melitus. Usia, jenis kelamin, status perkawinan, gaya hidup, tipe keluarga, pekerjaan, pensiun, status sosial ekonomi rendah, status pendidikan rendah. kepatuhan terhadap manajemen glikemik yang tepat dan diet yang sangat disarankan, rutinitas olahraga. jenis diabetes melitus, penggunaan insulin, makrovaskular, durasi penyakit yang lebih lama, penyakit penyerta, kadar glukosa darah, hemoglobin A1c (HbA1C), dan jenis pengobatan telah ditemukan sebagai Lia Novita dkk. Jenis Kelamin Berhubungan dengan | 97 faktor risiko independen untuk kualitas hidup yang buruk (Gupta et al. , 2. Menurut Castellano-Guerrero et al . , faktor potensial yang mempengaruhi kualitas hidup pada populasi penderita Diabetes Mellitus berupa perilaku, kecemasan, pola asuh, lingkungan keluarga, kontrol glikemik dan penyakit mikro dan makrovaskular. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup meningkatkan status sosial ekonomi, mendorong praktik hidup yang lebih sehat, pencegahan dan perawatan Diabetes Melitus, dan mendukung biaya pengobatan serta memantau glukosa darah secara rutin (Tamornpark et al. , 2. Hubungan Jenis Kelamin dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Mellitus Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Sejalan dengan itu, penelitian Jorgetto & Franco . menunjukkan bahwa kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus lebih baik laki-laki Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kulitas hidup dimana frekuensi obesitas yang diukur dengan BMI dibandingkan pada pria. Kegemukan yang berlebihan merupakan faktor risiko kematian dini yang sudah diketahui secara luas pada masyarakat umum termasuk penderita penyakit kardiovaskular dan diabetes, selain itu juga obesitas merupakan prediktor kuat penurunan kualitas hidup karena individu obesitas mengalami berbagai masalah psikologis yang mempengaruhi kesehatan mental dan harga diri terutama pada perempuan. Masalah psikososial stress yang banyak metabolisme tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa kontrol glikemik pada perempuan lebih buruk dan BMI yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Sejalan dengan itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Castellano-Guerrero et al. menyebutkan bahwa penderita Diabetes Mellitus (DM) dengan jenis kelamin perempuan menunjukkan kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, hal ini terkait dengan frekuensi psikopatologis yang lebih tinggi pada Tingkat kecemasan yang lebih tinggi, serta intensitas gejala yang lebih parah pada perempuan dengan diabetes, dapat menjadi alasan utama mengapa kualitas hidup mereka lebih rendah dan kekhawatiran mereka terhadap penyakit ini lebih besar. Gejala depresi dan kecemasan, serta paparan terhadap perubahan glikemik pada perempuan, diidentifikasi sebagai variabel yang dapat dimodifikasi dan berkaitan Intervensi pendidikan, teknologi, dan psikologis diperlukan oleh pasien Diabetes Mellitus khususnya pada perempuan, sebagai upaya peningkatan kualitas hidup. KrzemiEska et al. , . menyebutkan bahwa Diabetes Mellitus tipe 2 berdampak negatif pada semua aspek kehidupan, baik pada laki-laki dan wanita. Aspek yang paling terpengaruh yaitu kebebasan makan dan perasaan tentang masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun diabetes tipe 2 memengaruhi kedua jenis kelamin, namun perempuan cenderung mengalami penurunan kualitas hidup yang lebih signifikan. Hal ini terutama 98 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 disebabkan oleh dampak emosional yang lebih besar, seperti gangguan mood dan Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Izzo et al . , menunjukkan bahwa kualitas hidup pada penderita Diabetes Melitus berjenis kelamin perempuan yang lebih rendah selama periode tindak lanjut ini berkaitan dengan variabel sosial atau psikologis daripada perbedaan jenis kelamin dalam pengendalian glikemik. Kecemasan, gangguan makan dan depresi lebih umum terjadi pada penderita diabetes terutama perempuan. Laki-laki penderita Diabetes Mellitus tampaknya menjalani hidup lebih efektif dengan penyakitnya, menunjukkan prevalensi depresi dan kecemasan yang lebih rendah, lebih berorientasi pada masalah dan strategi penyelesaian, kualitas hidup yang lebih baik terkait kesehatan dan kesejahteraan yang positif (Grzymisyawska et al, 2. Menurut Ciarambino et al. , . perbandingan jenis kelamin memainkan peran mendasar dalam asal mula kejadian Diabetes Mellitus dan perkembangan berbagai komplikasi. Perbedaan jenis kelamin tidak hanya merupakan hasil dari susunan genetika, namun juga dipengaruhi kebiasaan, perilaku, dan gaya hidup sosialbudaya. Paparan terhadap pengaruh lingkungan tertentu, perbedaan makanan dan gaya hidup, manajemen stress. Faktor jenis kelamin juga berperan signifikan dalam membentuk pola perilaku individu sepanjang rentang Perubahan fisik yang dialami dapat berdampak pada gaya hidup, peran sosial. Keterbatasan penelitian ini yaitu sebaran sampel yang tidak seimbang antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki, sehingga KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian bahwa jenis kelamin berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabates mellitus. Oleh karena itu, diharapkan kepada responden yang berjenis kelamin perempuan untuk dapat menjaga pola makan untuk mengontrol emosional yang meningkatkan Sedangkan pada jenis kelamin laki-laki diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap terapi dan menghindari faktor risiko komplikasi Diabetes Melitus dengan melakukan perubahan gaya hidup, salah Berdasarkan hasil penelitian ini, pihak Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu diharapkan dapat mempertimbangkan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, yang mencakup edukasi diabetes, dukungan psikososial, serta intervensi yang lebih personal bagi pasien berdasarkan jenis kelamin penderita Diabetes Melitus. Bagi selanjutnya dapat difokuskan pada disesuaikan dengan jenis kelamin, seperti program edukasi yang lebih spesifik bagi pria dan wanita dalam mengelola diabetes dan meningkatkan kualitas hidup mereka. DAFTAR PUSTAKA