SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 Juli-Desember 2020 PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANSIASI TERHADAP PENYELENGGRAAN PEMERINTAHAN YANG BERSIH (STUDI DESKRIPTIF PADA DESA CIRUKEUM KECAMATAN GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN) 1Ahmad Yusron 2Pahing 1,2Universitas Muhammadiyah Cirebon yusron@umc. Abstrak Desa merupakan pusat pembangunan di Indonesia hal ini ditandai dengan adanya dana yg besar dalam pembangunan desa. Guna mendapatkan manfaat dari dana desa untuk kesejahteraan masyarakat maka melaksanakan roda pemerintahan desa yang bersih adalah hal mutlak dilakukan. lapangan masih ditemukan berita dan informasi penyelewenagan dana desa. Dalam rangka menghentikan penyelewengan dana desa diperlukan kerjasama semua pihak dalam hal ini kepala desa dan perangkatnya. Kerjasama yang baik ditandai dengan adanya iklim komunikasi yang baik antara kepala desa dengan perangkatnya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana iklim komunikasi pada pemerintahan desa Cirukeum kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Bagaimana pengaruh iklim komunikasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih di desa Cirukeum Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian adalah bahwa iklim komunikasi dalam kegiatan di pemerintahan Desa Cirukeum menunjukkan iklim yang baik. Hal ini ditandai dengan rerata skor 4,24. Penyelenggaran pemerintah yang bersih pada Desa Cirukeum dinyatakan baik. Hal ini ditandai dengan skor rerata 4,33. Dengan adanya iklim komunikasi dalam kegiatan pemerintahan yang positif maka memiliki pengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Berdasarkan uji statistik yang mengukur pengaruh ikim komunikasi dan penyelenggraan pemerintahan yang bersih didapatkan hasil 0,554. Hal ini berarti bahwa iklim komunikasi memiliki pengaruh sebesar 55,4% terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Kata Kunci : Komunikasi. Organisasi. Pemerintahan Abstract The village is the center of development in Indonesia, this is marked by the existence of large funds in village development. In order to benefit from village funds for the welfare of the community, implementing a clean village government wheel is an absolute must. In the field, news and information of misappropriation of village funds were still found. In order to stop the misappropriation of village funds, the cooperation of all parties, in this case, the village head and its apparatus, is required. Good cooperation is marked by a good communication climate between the village head and his apparatus. The formulation of the problem in this study is how the communication climate in the village government of Cirukeum. Garawangi district. Kuningan Regency. How is the influence of communication climate on clean governance in Cirukeum village. Garawangi District. Kuningan Regency. The result of the research is that the climate of communication in the activities of the Cirukeum village government shows a good climate. This is indicated by the mean score of 4. Clean government administration in Cirukeum Village is declared good. This is indicated by a mean score of 4. With a positive climate of communication in government activities, it has an influence on clean governance. Based on the statistical test that measures the effect of communication climate and clean governance, the result is 0. This means that the communication climate has an influence 4% on clean governance. Keywords: Communication. Organization. Government Diterbitkan oleh FISIP UMC | 60 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 PENDAHULUAN Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa disebutkan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dilihat dari aspek kewenangannya desa dalam hal ini Pemerintah Desa memiliki kewenangan yang meliputi pembinaan kemasyarakatan desa, dan berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat desa, (UU No. Tahun 2014 tentang Des. Dalam menjalankan kewenangan tersebut, pemerintah desa tentu banyak mengalami berbagai kendala terjadinya maladministrasi yang berbuntut pada protes warga bahkan persolan hukum. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan yang bersih belum berjalan sebagaimana mestinya. Tata kelola . tidak dapat dilepaskan dari prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan yang baik, di antaranya menciptakan iklim komunikasi dalam penyelenggaran pemerintahan desa. Bertitik tolak hal tersebut muncul ketertarikan untuk mengkaji lebih dalam aspek komunikasi dengan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Dalam kaitan dikembangkan adalah: . Bagaimana Diterbitkan oleh FISIP UMC Juli-Desember 2020 iklim komunikasi pada pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa Cirukeum Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan? . Bagaimana pengaruh iklim komunikasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih di Desa Cirukeum Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan? Adapun tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui iklim komunikasi pada pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa Cirukeum Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan danu ntuk mengetahui seberapa besar pengaruh iklim komunikasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih di Desa Cirukeum Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Landasan Teori Pengertian Iklim Komunikasi Perkembangan Ilmu Komunikasi mengalami perubahan yang sanagt dinamis. Komunikasi tidak hanya sebagai proses antarindividu tetapi juga memasuki ranah atau wilayah lain. Salah satunya dalam organisasi. Hal penting dalam kajian komunikasi organisasi adalah iklim komunikasi organisasi. Pandangan Taguiri dalam (Soemirat. Ardianto. Suminar, organisasi memiliki pengaruh terhadap prilaku anggota organisasi. Tentunya prilaku ini akan memiliki dampak terhadap Iklim memiliki beberapa pengertian. Diantara para ahli yang memberikan batasan konsep iklim komunikasi organisasi adalah Hillreiger Slocum. Mereka memberikan pengertian iklim komunikasi organisasi yakni suatu set atribut organisasi, yang menyebabkan bagaimana | 61 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 berjalannya subsistem organisasi terhadap anggota dan lingkungannya. (Soemirat. Ardianto. Suminar, 1. Pace dan Faules . dalam Redding mengatakan iklim komunikasi organisasi merupakan fungsi kegiatan yang menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko. mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas mereka dan menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi. mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota penyuluhan kepada pra anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keputusan-keputusan dalam organisasi. dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi Lebih lanjut menurut Redding, yang dikutip oleh Pace dan Faules . menyatakan bahwa iklim komunikasi organisasi jauh lebih penting daripada teknik-teknik semata-mata menciptakan suatu organisasi yang efektif Dennis komunikasi organisasi sebagai kualitas mengenai lingkungan internal organisasi, organisasi terhadap pesan dan hubungan pesan dengan kejadian yang terjadi di dalam organisasi. (Soemirat. Ardianto. Suminar, 1. Diterbitkan oleh FISIP UMC Juli-Desember 2020 Iklim memiliki pengaruh yang cukup penting bagi anggota organisasi diantaranya terkait kohesivitas anggota organisasi. Iklim komunikasi yang positif cenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi dan iklim komunikasi yang kuat seringkali menghasilkan praktikpraktik organisasi yang lebih mendukung (Pace dan Faules, 2. Dari uraian di atas mengenai iklim komunikasi organisasi, dapat diambil simpulan bahwa iklim komunikasi organisasi adalah proses komunikasi yang terjadi dalam organisasi yang memiliki peranan penting bagi kehidupan sebuah Oleh karena itu iklim diperhatikan oleh organisasi. Istilah good dan clean governance merupakan wacana baru dalam kosakata ilmu politik. Muncul di awal tahun 1990an. Istilah ini memiliki pengertian segala hal yang terkait dengan tindakan atau tingkah laku yang bersifat mengarahkan, urusan publik yang bersifat baik . dan bersih . Dalam konteks ini, pengertian good governance tidak sebatas semata, tetapi menyangkut semua lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah . embaga swadaya masyaraka. (Hidayat dkk, 2. Istilah tata pemerintah yang bersih sering diartikan dengan good governance. Secara umum good governance merupakan interaksi seimbang antara lembaga pemerintahan dengan masyarakat dan kalangan swasta, di mana lembaga pemerintahan memberlakukan kebijakan | 62 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 yang seimbang untuk perkembangan masyarakat dan sektor swasta. Penyelenggaraan dalam good governance berkaitan dengan isu transparansi, akuntabilitas publik, dan Secara konseptual dapat dipahami bahwa good governance memposisikan rakyat dapat mengatur Institusi serta sumber sosial dan politiknya tidak hanya sekedar dipergunakan untuk pembangunan, tetapi juga untuk menciptakan integrasi bagi kesejahteraan rakyat. Good Governance penyelenggaraan manajemen pemerintahan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar, pemerintahan yang efisien, serta pemerintahan yang bebas dan bersih dari kegiatan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) (Ridwan dan Sodi. Dari pengertian di atas tampak bahwa pengertian good governance diartikan sebagai pengelolaan pemerintah yang baik. Baik dalam arti mengikuti kaidah-kaidah tertentu sebagai prinsipprinsip dasar good governance. Good Governance juga merupakan konsep yang kolektif, yang melibatkan seluruh tindakan mempengaruhi urusan publik untuk mewujudkan nilai-nilai good dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, pengertian good governance tidak sebatas pengelolaan lembaga, baik pemerintah non-pemerintah embaga swadaya masyaraka. dengan istilah good Diterbitkan oleh FISIP UMC Juli-Desember 2020 METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angkaangka. Hal ini sesuai dengan pendapat (Arikunto 2. yang mengemukakan penelitian kuantitatif adalah pendekatan pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan hasilnya. Adapun format penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan menjelaskan dan menggambarkan berbagai situasi dan berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. (Bungin. Dilihat pada aspek variabel yang merujuk Sugiyono . bahwa variabel penelitian dalam penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi dua macam. Variabel bebas . ndependen variabl. dalam hal ini iklim komunikasi dengan notasi X dengan dimensi: kepercayaan, keterbukaan komunikasi dan keputusan Berikutnya adalah variabel terikat . ependent variabl. dalam hal ini penyeleggaraan pemerintahan yang bersih dengan notasi Y dengan dimensi: kepentingan umum, keterbukaan dan Kegiatan pengumpulan data pada penggunaan metode instrument yang telah ditentukan, dalam penelitian kuantitatif digunakan adalah berupa angket (Ruslan. Dalam penelitian ini populasinya adalah perangkat desa, pengurus lembaga | 63 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 dan ketua RT RW Desa Cirukeum Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan yang berjumlah 40 orang. Adapun teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling yakni teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Hal ini dikarenakan jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya. Untuk membuktikan kebasahan data maka dilakukan uji validitas dan Menurut Gozali . Jika rhitung>rtabel dan nilai positif maka butir pernyataan atau indikator dinyatakan valid. Lebih lanjut menurut Gozali suatu konstruksi atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach's Alpha> 0, 60. untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel independent (X) terhadap variabel dependent (Y) yang diformulasikan dalam bentuk persamaan sebagai berikut: Y = a bX. Untuk menghitung regresi digunakan perangkat software yakni SPSS 20. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Profil Desa Cirukeum Desa Cirukeum merupakan bagian dari wilayah kecamatan Garawangi. Luas desa Cirukem adalah 334,229 Hektar . ,34 KM. Batas-batas Desa Cirukeum Sebelah Utara : Desa Pakembangan Sebelah Selatan : Desa Rambatan dan Desa Ciniru. Kecamatan Ciniru Sebelah Timur : Desa Gewok Sebelah Barat : Desa Kadatuan Secara administratif desa Cirukem dibagi kedalam 3 dusun, yakni: Dusun Kaliwon. Diterbitkan oleh FISIP UMC Juli-Desember 2020 Dusun Manis dan Dusun Wage. Adapun perinciannya sebagai berikut: Dusun Kaliwon terdiri dari dua RT, yaitu: RT. 01 dan RT. 02 dengan keterangan lokasi dekat kuburan. Dusun Manis terdiri dari lima RT, yaitu: RT. RT. RT. RT. dan RT. dengan keterangan lokasi dekat Gereja. Dusun Wage terdiri dari Tiga RT, yaitu: RT. RT. 09, dan RT. dengan lokasi dekat langgar / mushola. Penduduk Desa Cirukem pada tahun 2016 menurut hasil Sensus data jumlah penduduk sebanyak 2. 940 Jiwa, yang terdiri dari laki-laki 1. 515 Jiwa, 425 Jiwa dan jumlah kepala keluarga sebanyak 824 KK. Dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 0,48% pertahun dan Angka Harapan Hidup (AHH) 70,76 tahun. Penduduk laki-laki dan perempuan hampir sebanding. Umumnya penduduk Desa Cirukem bersifat comuter artinya mereka bekerja pergi pagi sore pulang kerumah, dan mereka juga ada yang berimigrasi ke kota-kota besar seperti Jakarta. Bandung. Cirebon dan kota-kota besar lain sebagainya. Penduduk Desa Cirukem umumnya adalah suku Sunda yang tentunya menggunakan bahasa Sunda dalam Tidak kemungkinan bagi mereka juga ada yang menjadi pendatang karena pernikahan misalnya istrinya dari cirukem suaminya pendatang atau sebaliknya, istrinya pendatang dari Jawa sementara suaminya tulen asal dari cirukem atau dari Jakarta yang belum bisa bertutur bahasa sunda dengan baik. Mereka sudah barang pasti | 64 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Bahasa Sunda yang digunakan di Kuningan khususnya Desa Cirukem dibandingkan dengan Bahasa Sunda yang digunakan di daerah Priangan Barat. Mayoritas Penduduk Desa Cirukem beragama Islam sekitar 81,5%. Komunitas agama di luar Islam jumlahnya berkisar 18,5%. Berdasarkan mata pencaharian atau pekerjaan sebagian besar penduduk Desa Cirukem bermata pencaharian sebagai petani . etani penggarap sawah dan buruh tani istilah lain di masyarakat disebut Pekerjaan lainnya adalah pedagang. Pegawai Negeri Sipil. TNI. Polisi, wiraswasta, buruh bangunan dan lain-lain. Juli-Desember 2020 Kondisi Iklim Komunikasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Cirukeum Dasar pembuatan analisis data variabel X (Iklim Komunikas. adalah dengan melihat nilai rata-rata. Dari nilai rata-rata penjabaranya sebagai berikut: Nilai 1 berarti bermakna sangat buruk Nilai < 1,5 bermakna sangat buruk Nilai > 1,5 sampai dengan 2,5 bermakna buruk Nilai > 2,5 sampai dengan 3,5 bermakna sedang Nilai > 3,5 sampai dengan 4,5 bermakna baik Nilai > 4,5 bermakna sangat baik Analisis (Iklim Komunikas. penghitungan SPSS IBM 20 didapati awal sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Perhitungan Rerata Variabel X Rerata Rerata Dimensi Pernyataan Pernyataan Dimensi Kepercayaan 3,98 Keterbukaan Komunikasi Keputusan bersama Rerata total Data di atas dapat dijabarkan sebagai Diterbitkan oleh FISIP UMC 4,03 4,10 4,33 4,55 4,05 4,60 4,35 4,18 4,24 4,03 4,31 4,38 Variabel X memiliki 3 dimensi yakni kepercayaan, keterbukaan | 65 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 Sebagian pernyataan menunjukkan hal positif atau baik bahkan untuk pernyataan nomor tujuh yakni pembutan keputusan melibatkan perangkat desa menunjukkan angka sangat baik yakni 4,60. Dari dimensi yang dikembangkan semuanya menunjukkan keadaan yang positif atau baik. Dimensi yang memiliki angka tinggi yakni keputusan bersama 4,38. Juli-Desember 2020 Secara keseluruahan variabel iklim komunikasi pada pelaksanaan roda pemerintahan di Desa Cirukeum dinyatakan positif atau baik dengan angka 4,24. Kondisi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Cirukeum yang Bersih Analisis (Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersi. berdasarkan hasil penghitungan SPSS IBM 20 didapati awal sebagai Tabel 2 Hasil Perhitungan Rerata Variabel Y Rerata Rerata Dimensi Pernyataan Pernyataan Dimensi Kepentingan Umum 4,18 4,40 4,26 4,20 Keterbukaan 4,28 4,35 4,33 4,38 Akuntabilitas 4,30 4,63 4,40 4,28 4,33 Rerata total Data di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: Variabel X memiliki 3 dimensi keterbukaan dan akuntabilitas. Sebagian pernyataan menunjukkan hal positif atau baik bahkan untuk pernyataan nomor delapan yakni akuntabilitas manajemen Desa Cirukeum angka sangat baik yakni 4,63. Diterbitkan oleh FISIP UMC Dari dimensi yang dikembangkan semuanya menunjukkan keadaan yang positif atau baik. Dimensi yang memiliki angka tinggi yakni akuntabilitas 4,40. Secara penyelenggaran pemerintahan yang Desa Cirukeum terselenggara dengan baik dengan angka 4,33. | 66 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 Uji Analisis Regresi Analisis regresi dilakukan untuk melakukan pengujian apakah variabel bebas dalam hal ini iklim komunikasi (X) mempunyai pengaruh yang signifikan Juli-Desember 2020 terhadap variabel terikat dalam hal ini penyelenggaraan pemerintahan yang bersih (Y). Berdasarkan menggunakan IBM SPSS Statistics 20 diperoleh output sebagai berikut: Tabel 3. Uji Regresi Model Summary Std. Adjusted Error of Square Model Square Square Estimate Change Predictors: (Constan. VAR00021 Pembahasan koefesien regersi linier dan koefisien korelasi linier adalah sebagai berikut Koefisien (R) 0,708 menunjukkan adanya hubungan antara variabel X dan Y yang sangat kuat antara kedua variabel bebas terhadap variabel kinerja. Adjusted R square adalah koefisien determinasi linier dengan nilai 0,554 berarti variabel iklim komunikasi berpengaruh terhadap Kontribusi 55,4%. Sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Pemerintah Desa Cirukeum merupakan organisasi tata pemerintahan yang diatur berdasarkan undang-undang. Dalam menjalankan roda pemerintahan tentu tidak terlepas dari interaksi baik pemerintah dengan masyarakat, interaksi antar perangkat desa dan interaksi antar lembaga desa. Tentunya interaksi dalam konteks organisasi bertujuan untuk Diterbitkan oleh FISIP UMC Change Statistics Change df1 df2 Sig. Change menjalankan roda pemerintahan yang sesuai dengan aturan. Wujud dalam interaksi adalah komunikasi. Hal penting dalam komunikasi dalam organisasi adalah iklim komunikasi. Semakin baik iklim komunikasi maka akan semakin kondusif jalannya roda organisasi. Dalam konteks pemerintahan desa keberhasilan roda organisasi adalah terwujudnya pemerintahan yang bersih. Dengan demikian komunikasi memiliki pemerintahan yang bersih. Dalam kaitan penelitian menunjukkan bahwa iklim komunikasi dalam pemerintahan Desa Cirukeum menunjukkan iklim yang positif. Hal KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibangun serta analisis hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Iklim komunikasi dalam kegiatan di Desa Cirukeum | 67 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 02 menunjukkan iklim yang baik. Hal ini ditandai dengan rerata skor 4,24. Penyelenggaran pemerintah yang Desa Cirukeum dinyatakan baik. Hal ini ditandai dengan skor rerata 4,33. Dengan adanya iklim komunikasi dalam kegiatan pemerintahan yang positif maka memiliki pengaruh Berdasarkan mengukur pengaruh ikim komunikasi dan penyelenggraan pemerintahan yang bersih didapatkan hasil 0,554. Hal ini berarti bahwa iklim 55,4% penyelenggaraan pemerintahan yang Juli-Desember 2020 Educatio. : Demokrasi. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Cet i. Jakarta: ICCE. Pace dan Faules. Komunikasi Organsiasi: Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Alih Bahasa Dedy Mulyana dan Engkus Kuswara. Bandung: Remaja Rosdakarya. Soemirat. Ardianto. Suminar. Dasar-Dasar Public Relation. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Umar. Metode Penelitian. Salemba Empat. Jakarta. UU No. 6 Tahun 2014 tentang Pemerintah Desa. UU No. 28 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Kolusi, dan Nepotisme Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian, maka dapat diajukan saransaran untuk Desa Cirukeum dalam hal ini penting untuk mempertahankan dan meningkatkan iklim komunikasi dalam kegiatatan pemerintahan karena memiliki penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini akan memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA