Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSEKTIF FAZLUR RAHMAN Oky Syamsurizal. Eva Dewi. Sutarmo Email: 22490114355@students. uin-suska. id, evadewi@uin-suska. id, sutarmo@uinsuska. (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Ria. Abstrak: pemikiran Fazlur Rahman dalam konteks pendidikan Islam sebagai upaya menjawab tantangan Sebagai tokoh pembaharu Islam modern. Fazlur Rahman menyoroti pentingnya reformasi sistem pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum. menekankan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada akhirat, tetapi juga harus mencetak pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi kehidupan dunia. Melalui pendekatan integratif, ia menawarkan solusi terhadap dikotomi pendidikan, serta menekankan peran pendidik yang berkualitas, peserta didik yang aktif dan kritis, serta pentingnya sarana pendidikan seperti perpustakaan. Konsep modernisasi pendidikan menurutnya harus berakar pada nilai-nilai Al-Qur'an namun tetap terbuka terhadap rasionalitas dan perkembangan zaman. Makalah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemikiran pendidikan Islam yang relevan dan progresif. Kata Kunci: Pendidikan Islam Pendahuluan Pemikiran Pendidikan Islam dipahami sebagai suatu usaha sungguh-sungguh disertai sikap merdeka dan berani menggali serta merumuskan konsep pendidikan Islam untuk mentransformasikan ajaran Islam sebagai sumber nilai. Dengan demikian, diharap Islam akan mewarnai segala aspek kehidupan yang berperadaban. Pendidikan ialah suatu proses yang sangat penting pada kehidupan seseorang. Kualitas suatu pendidikan akan menentukan kualitas masyarakat dalam sebuah peradaban. 1 Pendidikan pada setiap lembaga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam bidang ilmu. Berbicara tentang pendidikan, banyak sekali lembaga yang masih memiliki kelebihan dan kekurangan dalam bidang ilmu pengetahuan pada era sebelumnya. Masa ini membuka mata bahwa umat Islam telah terjadi ketertinggalan dan kemundurannya di berbagai aspek kehidupan, terutama ilmu dan tekhnologi, kebudayaan, dan sistem pendidikan. Arus modernitas muncul dan terus berjalan yang berasal dari kemajuan dan kemodernan Barat, dan desakan adanya permasalahan internal umat Islam sebagai efek dari kemodernan, terasa semakin mengemuka dan menguat serta merambah memasuki wilayah kehidupan umat Islam sehingga menimbulkan adanya upaya-upaya dan langkah-langkah pembaharuan dan penerjemahan kembali Islam dalam konteks yang lebih kontemporer sesuai dengan 1 Tatang Hidayat and Toto. AoParadigma Pendidikan Islam Untuk Pendidikan IndonesiaAo, 3 . Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin perkembangan zamannya. Fazlur Rahman mengatakan bahwa, meskipun telah dilakukan usaha-usaha pembaharuan pendidikan Islam, namun dunia pendidikan Islam masih tetap saja dihadapkan kepada beberapa Tujuan pendidikan Islam yang ada sekarang ini tidaklah benar-benar diarahkan kepada tujuan yang positif. Pada masa ini tujuan pendidikan Islam hanya diorientasikan kepada kehidupan akhirat semata dan cenderung bersifat defendif, yakni berusaha menyelamatkan kaum muslimin dari pencemaran dan pengrusakan yang ditimbulkan oleh dampak gagasan Barat yang datang melalui berbagai disiplin ilmu, utamanya adalah berkaiatan dengan taradisitradisi keIslaman3 Dari uraian di atas jelas bahwa ada upaya pembaharuan pendidikan Islam. Maka dari sinilah penulis ingin membahas pandangan seorang tokoh pembaharu Muslim yang memiliki dua tradisi lingkungan pendidikanAelingkungan pendidikan tradisional, madrasah Deoband, dan lingkungan pendidikan modern Barat. Tokoh pembaharu tersebut itu adalah Fazlur Rahman, pemikirannya yang sangat penting pembangunan peradaban Islam utamanya adalah tentang sifat dari sistem pendidikan Islam. Ada sisi lain juga penting untuk memahami latar belakang munculnya gagasan pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman. Maka dalam hal ini, akan dibahas terkait biografi Fazlurrahman dan pemikirannya dalam bidang pendidikan Islam. Metode Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. , yaitu penelitian yang dilakukan dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Sumber pustaka yang digunakan meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dan dokumen lainnya yang mendukung analisis terhadap permasalahan yang dikaji. Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka, baik berupa literatur cetak maupun digital. Sumber data dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitasnya terhadap permasalahan yang diteliti. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi, yaitu pengumpulan data melalui penelusuran dan pencatatan informasi dari berbagai referensi ilmiah seperti: Buku-buku teori terkait 2 Rusli Malli. AoKonsep Pemikiran Pendidikan Islam KontemporerAo. Jurnal Tarbawi, 1. , pp. 159Ae66. 3 Ahmad Suryadi. AoPerspektif Fazlur Rahman Tentang Modernisasi Pendidikan IslamAo, 3. , pp. 133Ae49. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin Artikel dan jurnal ilmiah Skripsi, tesis, dan disertasi terdahulu Dokumen resmi atau arsip terkait topik Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif, dengan cara menelaah, memahami, serta menyusun kembali informasi yang relevan untuk menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian. Proses analisis dilakukan melalui interpretasi isi, perbandingan teori, serta sintesis terhadap temuan pustaka. Hasil Dan Pembahasan Biografi Singkat Fazlur Rahman Fazlur Rahman lahir pada tanggal 21 September 1919 di Hazara, suatu daerah di Anak Benua Indo-Pakistan yang sekarang terletak di barat laut Pakistan. Fazlur Rahman dilahirkan dalam suatu keluarga Muslim yang sangat religius. Kerelegiusan ini dinyatakan oleh Fazlur Rahman sendiri yang bahwa ia mempraktekan ibadah-ibadah keisalaman seperti shalat, puasa, dan lainnya, tanpa meninggalkannya sekalipun. 4 Dengan latar belakang kehidupan keagamaan yang demikian, maka menjadi wajar ketika berumur sepuluh tahun ia sudah dapat menghafal Alquran. Ayahnya bernama Maulana Sahab al-Din, beliau merupakan seorang yang religius dan juga seorang ulama terkenal lulusan Darul Ulum Deoband. Meskipun Ayah Fazlur Rahman berpendidikan agama dengan sistem tradisional, akan tetapi beliau sangat menghargai pendidikan dengan sistem modern5 Semasa hidupnya karir Fazlur Rahman terbilang cemerlang. Setelah mempelajari ilmuilmu dasar bersama ayahnya, kemudian melanjutkan pendidikannya ke Punjab Universitas di Lahore pada tahun 1933. Pada tahun 1940, ia menyelesaikan B. -nya dalam bidang Bahasa Arab pada Universitas Punjab. 6 Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1942. Rahman berhasil menyelesaikan Masternya dalam bidang yang sama dan Universitas yang sama pula. Selang empat tahun. Fazlur Rahman berangkat ke Inggris untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Oxford dibawah bimbingan Profesor Simon Van Den Bergh dan H. Gibb,dan ia mampu menyelesaikan program Ph. -nya pada tahun 1949, 4 Muhammad Hamsah and Nurchamidah. AoPendidikan Islam Dalam Perspektif Neo-ModernismeAo, 5. , pp. 150Ae75. 5 M. Roihan Alhaddad. AoPendidikan Islam Dalam Pandangan Fazlur RahmanAo. Raudhah Proud To Be Professionals : Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 1. , pp. 8Ae18, doi:10. 48094/raudhah. 6 Seperti Syah Waliyullah and Sayyid Amir Ali. AoBiografi Fazlur RahmanAo. September 1919, 2001, pp. 12Ae23. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin dengan disertasi tentang Ibnu Sina. Disertasi tersebut diterbitkan oleh Oxford University Press dengan judul AvecinnaAos Psychology. Ketika kuliah di Universitas Oxford. Fazlur Rahman mempunyai kesempatan untuk belajar beberapa bahasa barat seperti. Bahasa Latin. Yunani. Inggris. Jerman. Turki. Arab, dan Urdu. Dengan menguasai bahasa tersebut, ia mampu memperdalam serta memperluas keilmuannya, terutama dalam studi-studi Islam melalui penelusuran literatur-literatur keislaman yang ditulis oleh para orientalis dalam bahasa-bahasa mereka8Setelah meraih gelar Doktor of Philosophy dari Oxford University,Fazlur Rahman tidak langsung kembali ke Pakistan. Nampaknya masih ada rasa cemas akan fenomena negerinya ketika itu yang agak sulit menerima seorang sarjana keislaman yang terdidik di Barat. Untuk beberapa tahun, ia memilih untuk mengajar di Universitas Durham. Inggris, dan kemudian pindah ke Universitas McGill. Montreal. Kanada, dimana didirikan Institute of Islamic Studies oleh Wilfred Cantwell Smith, sebuah Institut pengkajian Islam yang popular di Barat sampai Diawal tahun 1960-an. Fazlur Rahman dipanggil kembali ke Pakistan untuk memegang sebuah lembaga penelitian yaitu Institute of Islamic Research di Kirachi. Melalui lembaga ini, ia mampu memprakarsai penerbitan Journal Islamic Studies yang hingga sekarang masih terbit secara berkala dan merupakan jurnal bertaraf Internasional. Ketika mengelola lembaga ini. Rahman telah berusaha sungguh-sungguh untuk memajukannya. Selain menjabat menjadi Direktur Lembaga Riset Islam. Fazlur Rahman juga ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasehat Ideologi Islam pemerintah Pakistan pada tahun 1964. Dengan kedua jabatan tersebut, ia terdorong untuk menafsirkan kembali Islam dalam istilahistilah yang rasional dan ilmiah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi,pada tahun 1969. Rahman melepas kedua jabatannya. Berikut karya karya Fazlur Rahman : Kitab al-Najat dan kitab al-SyifaAo. erjemah dari Ibnu Sin. London: Oxford University Press, 19522. Prophecy in Islam: Philosophy and Orthodoxy,London: George Allen and Unwin, 1958 . AvicennaAos Psychology. London: Oxford University Press, 19594. 7 Saefudin Zuhri. AoProfil Fazlur RahmanAo, 4. , p. 8 Noor Aziz. AoPemikiran Fazlur Rahman Tentang Filsafat Pendidikan Dalam IslamAo. Manarul QurAoan: Jurnal Ilmiah Studi Islam, 19. , pp. 82Ae93, doi:10. 32699/mq. 9 AoPEMIKIRAN TENTANG NEGARA (STUDY KOMPARASI PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DAN MUHAMMAD AoABID AL-JABIRI)Ao. 10 Rahman Abdul. AoProfil Dan Gambaran Umum Pemikiran Fazlur RahmanAo. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1919, pp. 20Ae57. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin . Islamic Metodology In History,Karachi: Central Institute of Islamic Research, 19655. Islam. London: Weidenfeld And Nicholson, 19666. Major Themes ofThe QurAoan. Minneapolis: Bibliotheca Islamica, 19807 . Islam And Modernity: Transformation of An Intelectual Tradition. The University of Chicago Press, 19828. The Philosophy of Mulla Sadra. Albany: State University Of New York, 19859. Health and Medicine in TheIslamic Tradition: Change And Identity,New York: Crossroad, 1987 Konsep Pemikiran Pendidikan Islam Fazlur Rahman Gagasan pemikiran pendidikan Fazlur Rahman berawal dari kegelisahanya akan anggapan bahwa, pendidikan Islam ketinggalan jauh dibandingkan dengan Barat. Sampai pada batas tertentu, pandangan seperti ini dapat dibenarkan, ketika pendidikan itu dipandang dari sudut kemajuan di dunia ini saja. Sehingga dilema pun mencuat kepermukaan manakala umat Islam dihadapkan pada upaya untuk memaknai pendidikan tersebut dan mengejar ketertinggalanya. Menurut Rahman pembaharuan Islam dalam rangka mengejar ketertinggalan, harus dimulai dari 11 Baginya pendidikan adalah satu-satunya pendekatan untuk penyelesaian jangka panjang atas problema-problema yang dialami masyarakat Islam saat ini. Definisi Modernisasi Pendidikan Islam Menurut Fazlur Rahman, modernisasi adalah Auusaha . ari tokoh-tokoh Musli. untuk melakukan harmonisasi antara agama dan pengaruh modernisasi dan westernisasi yang berlangsung di dunia Islam. Ia lebih menonjolkan karakteristik modernisasi pada Aukeharusan ijtihadAy, khususnya ijtihad dalam hal muAoamalah. , dan penolakan terhadap sikap jumud . ebekuan berfiki. dan taqlid . engikuti sesuatu tanpa pemahama. 12 Sedangkan Pendidikan Islam bagi Fazlur Rahman mencakup dua pengertian besar. Pendidikan Islam dalam pengertian praktis, yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dunia Islam seperti yang diselenggarakan di Pakistan. Mesir. Sudan. Saudi. Iran. Turki. Maroko, dan sebagainya, mulai dari Pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Pendidikan tinggi Islam yang disebut dengan intelektualisme 11 Muhammad Fahmi. AoPendidikan Islam Perspektif Fazlur RahmanAo. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studie. , 2. , p. 273, doi:10. 15642/pai. 12 Masfi SyaAofiatul Ummah. AoGERAKAN FUNDAMENTALISME ISLAM DI INDONESIAAo. Sustainability (Switzerlan. , 11. , pp. 1Ae14 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin Intelektualisme Islam ini, merupakan penggunaan Aoaql . ntelektual, rasi. , agar memperoleh pengetahaun dan pembelajaran dari fenomena alam yang ditemukan dalam Intelektualisme Islam ini juga bisa dipahami bahwa seseorang yang bisa menafsirkan Islam dalam tema-tema . stilah-istila. rasional dan ilmiah untuk memenuhi kebutuhan suatu masyarakat modern yang progresif. Keutamaan pendidikan Islam mestinya nampak dan mewarnai kehidupan manusia yang segar dan maju. Hal ini bisa terjadi ketika merespon berbagai penemuan dan perkembangan masa kini. Islam14 Dasar Pemikiran Pendidikan Pemikiran Fazlur Rahman dibangun atas dasar pemahamannya yang mendalam tentang khazanah intelektual Islam masa klasik untuk ditemukan spiritnya guna memecahkan berbagai problematika kehidupan modern. Melalui kajian yang sudah dilakukan terhadap berbagai literatur klasik. Fazlur Rahman memperkenalkan pemikiran tentang pembaharuan Menurut Fazlur Rahman, pembaharuan pendidikan Islam dapat dilakukan dengan menerima pendidikan sekuler modern, kemudian berusaha memasukinnya dengan konsep konsep Islam. Upaya modernisasipendidikan Islam Fazlur Rahman sebagaimana dikutip oleh Abudin Nata . , dapat ditempuh dengan cara: Membangkitkan Islam mengembangkanilmu pengetahuan. Berusaha mengikis dualismesistem pendidikan Islam. Pada satu sisi terdapat pendidikan tradisional . dan sisi lain pendidikan modern . Karena itu perlu ada upaya mengintegrasikan antara keduanya. Menyadari betapa pentingnya bahasa dalam pendidikan dan sebagai alat untuk komunikasi dalam menyampaikanpendapat-pendapat yang orisinil. Pembaruan di bidang metode pendidikan Islam, yaitu beralih dari metode mengulangulang dan menghafal pelajaran ke metode memahami dan menganalisis. Tujuan Pendidikan Selanjutnya mengenai tujuan pendidikan Islam. Fazlur Rahman memaparkan 13 M Iqbal. AoKonsep Neomodernisme Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam: Studi Paradigmatik Pemikiran Fazlur RahmanAo, 2014 14 Intan Nur Azizah. AoKonstruksi Epistemologi Pendidikan Islam Perspektif Fazlur Rahman Dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Agama Islam IntegratifAo, 2017 15 Masfi SyaAofiatul Ummah. AoKapita Selekta Pendidikan IslamAo. Sustainability (Switzerlan. , 11. , pp. 1Ae14 16 Khasan Bisri. AoPemikiran Fazlur Rahman Tentang Pendidikan Islam Dan Aktualisasinya Dengan Dunia ModernAo, 3 . , pp. 1397Ae1405. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin bahwa tujuan pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai Al-QurAoan, lebih lanjut ia mengatakan, tujuan untuk mengembangkan manusia menjadi sedemikian rupa sehingga pengetahuan yang didapatnya akan menjadi pribadi yang kreatif, yang mampu memanfaatkan sumber-sumber alam untuk kemaslahatan umat Islam dan untuk menciptakan keadilan, kejujuran, dan ketentraman dunia. Oleh karena itu pendidikan seharusnya memberikan pelayanan bagi pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya yang meliputi aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah, linguistik. 18 Baik secara individu maupaun secara kolektif, di samping memotivasi semua aspek tersebut ke arah kebaikan dan pencapaian kesempurnaan. Dengan demikian tujuan pendidikan tidak hanya berorientasi ke akhirat saja, akan tetapi orientasinya harus seimbang antara dunia dan akhirat. Karena manusia di dunia ini memiliki tugas sebagai khalifah di muka bumi, yakni sebagai pengelola alam demi mencapai kemaslahatan semua umat manusia. Dan pada akhirnya tujuan pendidikan bertumpu pada terealisasinya ketundukan kepada Allah SWT secara total baik dalam level individu, komunitas dan manusia secara luas. Sistem Pendidikan Masalah klasik yang tetap aktual karena masih sering dipersoalkan oleh para pendidikan Islam adalah adanya dikotomi dalam sistem pendidikan Islam. Di tengah maraknya persoalan dikotomi system pendidikan Islam. Fazlur Rahman Solusi. Menurutnya untuk menghilangkan dikotomi sistem Islamtersebut adalah dengan cara mengintegrasikan ntara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum secara organis dan menyeluruh. Dengan demikian di dalam kurikulum maupun silabus pendidikan Islam harus tercakup baik ilmu-ilmu umum seperti ilmu-ilmu sosial, ilmu-ilmu alam dan sejarah dunia maupun ilmu-ilmu agama seperti fiqih, ilmu kalam, tafsir dan Hadits. Pendekatan integratif seperti itu, menghasilkan adanya hubungan fungsional antara ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama, telah berhasil melahirkan ulama-ulama yang memiliki pikiran-pikiran yang kreatif dan terpadu, serta memiliki pengetahuan luas dan umum20 Sebagai contoh IbnuSina, selain ahli agama juga seorang psikologi, ia 17 ZAHRIANI. 18 Evi Fatimatur Rusydiyah. Aliran Dan Paradigma Pemikiran Pendidikan Agama Islam Kontemporer. Aliran Dan Paradigma Pemikiran Pendidikan Agama Islam Kontemporer, 2019. 19 ZAHRIANI. AoPEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF ABUDDIN NATA TENTANG PENDIDIKANMODERNAo, c, 15. , pp. 37Ae48. 20 NurAoainun Ritonga. AoPEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM FAZLUR RAHMAN DAN RELEVANSINYA DENGAN KURIKULUM MERDEKA BELAJARAo, 7. , pp. 145Ae64. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin juga ahli dalam ilmu kedokteran. Demikian pula tokoh pada abad pertengahan dari Turki seperti Jalaludin Rumi, ia di samping sebagai ahli tasawuf, ia juga mahir dibidang sastra, dan musik. Peserta didik Di banyak sekolah Islam, masih terjadi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Artinya, kedua jenis ilmu ini dipisahkan dan tidak diajarkan secara terpadu. Akibatnya, pendidikan tidak berjalan secara utuh, dan siswa tidak berkembang secara seimbang. Ada yang pintar dalam agama tapi lemah dalam ilmu umum, atau sebaliknya. Dikotomi ini juga menyebabkan kepribadian siswa menjadi terpecah. Misalnya, ada orang yang rajin ibadah dan terlihat saleh, tapi masih bisa melakukan perbuatan buruk seperti korupsi, memeras, atau berbuat curang. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam belum benar-benar tertanam dalam diri mereka. Dengan artian sistem pendidikan yang masih memisahkan ilmu agama dan ilmu umum belum mampu melahirkan siswa yang memiliki semangat belajar, dan komitmen yang kuat terhadap ajaran Islam. Nilai-nilai Islam belum hidup sepenuhnya dalam sikap dan perilaku mereka, sehingga masih sering terjadi penyimpangan. Oleh karena itu ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah di atas, yaitu: Pertama,peserta didik harus diberikan pelajaran Al-QurAoan melalui metodemetode yang memungkinkan, karena kitab suci Al-QurAoan yang tidak hanya sebagai sumber inspirasi, akan tetapi Al-QurAoan menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan yang semakin kompleks. Maka dariitu. Fazlur Rahman menawarkan metode sistematisnya dalam memahami dan menafsirkan Al-QurAoan. Metode tersebut terdiri dari dua gerakan ganda atau sering disebut double movement,dimana gerakan tersebut dari situasi sekarang ke masa turunnya Al-QurAoan dan kembali lagi ke masakini. Gerakan pertama mempunyai dua Langkah yaitu: Peserta didik harus memahami makna atau arti dari sebuah pernyataan dengan mengkaji situasi dan masalah historis di mana pernyataan Al-QurAoan tersebut merupakan jawaban. Sebelum mengkaji ayat-ayat spesifiknya, suatu kajian mengenai situasi makro dalam batasan-batasan masyarakat, agama, adat-istiadat, lembagalembaga dan mengenai kehidupan secara menyeluruh. Mengeneralisasikan jawaban-jawaban spesifik tersebut dan menyatakannya 21 Saefudin Zuhri. AoRelevansi Konsep Pendidikan Fazlur Rahman Dengan Kurikulum 2013Ao. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3. , pp. 41Ae57 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin pernyataan-pernyataan yang memiliki tujuan moral dan sosial umum yang dapat disaring dari ayat-ayat spesifik dalam latar belakang sejarah yang sering dinyatakan. Kedua, memberikan materi disiplin ilmu-ilmu Islam secara historis, kritis dan holistik. Disiplin ilmu-ilmu Islam tersebut meliputi: teologi, hukum etika, ilmu-ilmu sosial dan Pendidik secara umum pendidik yang pertama dan utama adalah orang tua sendiri yang kemajuan anak kandungnya, sebab kesuksesan seorang anak ialah bergantung pada kesuksesan orang tua dalam mendidik 23 Seperti firman Allah (QS. At-Tahrim66:. : AuPeliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Ay. Namun karena tuntutan sehingga anaknya diserahkan kepada lembaga pendidikan. Penyerahan anak kepada lembaga pendidikan bukan lantas orangtua lepas tanggungjawabnya sebagai pendidik yang pertama dan utama, akan tetapi orangtua tetap masih mempunyai kewajiban untuk mendidik anak tersebut. Dengan demikian menurut fazlur Rahman, untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan professional di lembaga-lembaga pendidikan Islam sangat sulit untuk Namun upaya untuk mengatasi hal tersebut Fazlur Rahman memberikan beberapa gagasannya: Merekrut dan mempersiapkan peserta didik yang memiliki bakat-bakat terbaik dan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap agama Islam. Mengangkat lulusan madrasah yang relatifcerdas atau merujuk kepada sarjana-sarjana modern yang telah memperoleh gelar keilmuannya tinggi sebagai guru besar pada bidang bahasa Arab dan sejarah Islam. Pendidik harus dilatih di pusat-pusat studi keislaman di luar negeri. Mengangkat beberapa lulusan madrasah yang memiliki pengetahuan bahasa Inggris dan mencoba melatih mereka dalam teknik riset modern dan sebaliknya menarik para lulusan universitas bidang filsafat dan ilmu-ilmu sosial dan member mereka pelajaran Bahasa Arab dan disiplin-disiplin Islam klasik seperti Hadits, dan yuriprudensi Islam. Menggiatkan para pendidik untuk melahirkan karya-karya keislaman secara kreatif 22 Bashori. AoFazlur Rahman. Pendidikan Islam Dan Relevansinya Dengan Dunia ModernAo. Hikmah-UIN Kalijogo. , p. 23 Irwansyah Suwahyu. AoKonsep Pemikiran Pendidikan Islam Fazlur RahmanAo. REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam, 2. , pp. 16Ae24, 24 Malli. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin dan memiliki tujuan. Di samping menulis karya-karya tentang sejarah, filsafat, seni, juga harus mengkonsentrasikannya kembali kepada pemikiran Islam. Dan para pendidik juga harus bersungguh-sungguh dalam mengadakan penelitian dan berusaha untuk menerbitkan karyanya tersebut. Bagi mereka yang memiliki karya yang bagus, harus diberikan penghargaan seperti meningkatkan gajinya. Sarana Pendidikan Menurut Fazlur Rahman, sarana pendidikan adalah fasilitas dan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran sehingga peserta didik dapat memperoleh ilmu pengetahuan secara optimal. 26 Sarana pendidikan mencakup gedung sekolah, perpustakaan, dan fasilitas pendukung lainnya yang sangat erat kaitannya dengan mutu pendidikan secara Rahman menekankan pentingnya perpustakaan sebagai ruang utama bagi peserta didik untuk mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan. Ia percaya bahwa perpustakaan yang lengkap dengan koleksi buku-buku berbahasa Arab dan Inggris sangat penting untuk mendukung integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Sarana pendidikan yang memadai akan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan nyaman, sehingga peserta didik lebih tertarik dan termotivasi dalam proses pembelajaran27 Selain itu. Fazlur Rahman juga mengingatkan bahwa meskipun pada masa klasik dunia Islam telah mengalami kemajuan dalam pembangunan sarana pendidikan seperti madrasah dan sekolah swasta, pada masa kini masih terdapat kekurangan fasilitas pendidikan, terutama dalam hal perpustakaan dan akses buku yang memadai. Oleh karena itu, pembaruan pendidikan Islam harus mencakup peningkatan sarana pendidikan agar dapat mendukung kualitas dan relevansi pendidikan di era modern. Kesimpulan Pemikiran Fazlur Rahman tentang pendidikan Islam merupakan upaya untuk menjawab tantangan zaman modern dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an. Ia menekankan pentingnya menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum melalui pendekatan integratif, agar tercipta sistem pendidikan Islam yang menyeluruh dan seimbang. Tujuan Atabik Atabik and Khafifatul Fian. AoKonsep Pendidikan Islam Perspektif Ibnu Sina Dan Fazlur RahmanAo. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam, 12. , doi:10. 32806/jf. 26 Ummu Mawaddah and Siti Karomah. AoRelevansi Pemikiran Fazlur Rahman Terhadap Pendidikan Modern Di IndonesiaAo. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, . , 15Ae27, doi:10. 25299/althariqah. 27 Mirza Mahbub Wijaya and others. AoRelevansi Pemikiran Fazlur Rahman Dengan Dikotomi Pendidikan Di IndonesiaAo. Tafhim Al-AoIlmi, 14. , pp. 215Ae33, doi:10. 37459/tafhim. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin pendidikan menurut Rahman adalah membentuk manusia yang berakhlak, berilmu, dan mampu memberi manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Fazlur Rahman juga menekankan pentingnya peran peserta didik yang aktif dan kritis, pendidik yang berkualitas dan berkomitmen, serta sarana pendidikan yang mendukung, seperti perpustakaan yang memadai. Semua ini bertujuan agar pendidikan Islam mampu melahirkan pribadi-pribadi yang utuh: cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan bermoral dalam kehidupan sosial. Daftar Pustaka