Jurnal AUDHI Vol. No. Januari 2023. Pages 52-60 p-ISSN: 2662-2469. e-ISSN: 2774-8243 https://jurnal. id/index. php/AUDHI PERAN GURU DALAM PENUMBUHAN MINAT BACA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD AN NAHL PANCORAN MAS DEPOK Iki Farini 1. Rohita 1 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Al Azhar Indonesia Kompleks Masjid Agung Al Azhar. Jl. Sisingamangaraja. Jakarta Selatan 12110 E-mail: ikifarini2601@gmail. Abstrak Ae memiliki minat baca merupakan hal yang penting daripada kemampuan membaca itu Adanya minat baca mendorong seseorang untuk memiliki kemauan membaca dan pada akhirnya memiliki kemampuan untuk membaca. Gambaran pelaksanaan peran guru dalam penumbuhan minat baca menjadi tujuan dari penelitian ini. Peran tersebut meliputi peran guru sebagai kreator, motivator, dinamisator, supervisor, konselor dan evaluator. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskripti kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Model Miles dan Hubberman dengan 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data digunakna untuk menganalisis data yang terkumpul. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru dan 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya dalam penumbuhan minat baca melalui berbagai strategi, termasuk mengajak anak berkunjung ke perpustakaan kota Depok. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agar guru lebih banyak memiliki strategi untuk melaksanakan perannya dalam menumbuhkan minat baca anak, terutama pada perannya sebagai dinamisator dan supervisor. Kata kunci: minat baca, peran guru, pendidikan anak usia dini Abstract - Having an interest in reading is more important than the ability to read itself. Having an interest in reading encourages someone to have the will to read and ultimately have the ability to An overview of the implementation of the teacher's role in growing interest in reading is the goal of this study. These roles include the role of the teacher as creator, motivator, dynamist, supervisor, counselor and evaluator. The research was conducted using a qualitative descriptive method, by collecting data through observation, interviews and documentation. Miles and Hubberman's model with 4 stages, namely data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions or data verification is used to analyze the collected data. The subjects in this study were 4 teachers and 10 students. The results of the research show that the teacher has completed it in growing interest in reading through various strategies, including inviting children to visit the Depok city library. The recommendation that can be given is that the teacher has more strategies to execute in improving children's reading interest, especially in closing as a dynamicator and supervisor. Keywords: interest in reading, the role of the teacher, early childhood education Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. PENDAHULUAN nak menjadi investasi yang paling berharga bagi setiap orang tua. Kehadiran menimbulkan berbagai harapan di dalam benak setiap orang tua untuk memiliki anak yang cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Kecerdasan dapat ditanamkan dalam diri anak sejak usia dini, yang diantaranya diawali dengan penumbuhan minat baca. Memiliki minat baca dapat menjadikan anak untuk gemar membaca dan dengannya dapat membuat anak memiliki pengetahuan yang sangat banyak mengenai berbagai hal. Membaca adalah satu kegiatan yang produktif yang penting untuk dilakukan bagi setiap individu dalam kehidupan manusia, maka sekolah merupakan tempat bagi anak untuk mendapatkan edukasi dalam pelaksanaan pembelajaran membaca, setelah pendidikan orang tua di rumah. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan perkembangan diri anak, sehingga tidak terdapat unsur pemaksaan. Penumbuhan minat membaca dapat dilakukan baik melalui pengajaran ataupun pembiasaan, baik di sekolah maupun di rumah, yaitu bersama keluarga. Menumbuhkan minat baca jauh lebih penting dibandingkan kemampuan membaca itu sendiri. Mengungkapkan kegemarannya dan cenderung lebih tertarik serta menyukai kegiatan membaca, dapat menjadi indikator adanya minat baca dari dalam diri seorang anak (Sumitra & Sumini, 2. Minat baca adalah keinginan yang kuat dalam diri anak terhadap aktivitas membaca. Kegiatan membaca merupakan suatu kebutuhan dan kebiasaan bagi anak yang memiliki minat baca yang tinggi. Rahayu . menuliskan indikator-indikator adanya minat baca pada seseorang, adalah: . Kebutuhan terhadap bacaan. Tindakan untuk mencari bacaan. Rasa senang terhadap Ketertarikan terhadap bacaan. Keinginan untuk selalu membaca, dan . Ada kelanjutan dari hasil yang dibaca. Sementara menurut Prasetyono . menuliskan bahwa indikator minat baca anak adalah: . Kebutuhan kesadaran terhadap bacaan. dan, . Meskipun memiliki minat baca merupakan hal yang penting agar anak gemar membaca, namun Most Littered Nation in The World 2016, menuliskan hasil risetnya bahwa saat ini minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah berada pada peringkat 60 dari 61 negara dengan aktivitas membacanya sebesar 0,01 % per tahun. Berbeda dengan Eropa atau Amerika dimana dalam satu tahun anak-anak dapat membaca hingga 25-27% buku, dan Jepang yang mencapai 15-18% buku per tahun. Hal tersebut harus menjadi perhatikan mengingat mengingat budaya membaca sangat erat kaitannya dengan kemajuan generasi suatu bangsa. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca, yaitu faktor internal yang mencakup persepsi, motivasi, dan atensi individu. dan faktor eksternal yang mencakup akses terhadap sumber bacaan, sarana dan prasarana, fasilitas, pemerintah yang mendukung tumbuhnya minat baca masyarakat. Faktor eksternal lebih mengarah pada lingkungan di sekitar individu atau kondisi di luar individu, dimana ketersediaan akses berkolerasi dengan kebiasaan membaca yang rendah, termasuk akses (Karim, 2. Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat baca, dimana teknologi juga menjadi satu alat hiburan bagi masyarakat. Terlepas dari kebermanfaatannya. Televisi, komputer, ataupun gadget, menjadikan masyarakat enggan untuk membaca, terutama anak-anak. Sajian televsi dengan berbagai macam acara tatkala orang tua tidak hadir dalam pendampingan, menjadi pilihan bagi anak. Dengan banyaknya aplikasi dan berkembangnya media sosial, serta pembiaran orang tua, anak dapat menggunakan gadget sesuai yang diinginkan, yang tentunya bukanlah kegiatan Wakil Ketua Bidang Humas Riset dan Informasi Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Pusat. Indra Laksana . /4/2. mengakui, saat ini minat masyarakat membeli buku sudah menurun (Republika, 2. Penyebabnya adalah interaksi yang kuat antara masyarakat dengan internet. Namun, adanya pandemik selain membawa dampak negatif, juga memberikan dampak positif khususnya terkait dengan minat membaca. Menurut laporan The Digital Reader 2021, minat baca masyarakat dari berbagai negara meningkat selama Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. pandemi Covid-19 berlangsung. Dari 22 negara yang di survei. India menduduki peringkat Indonesia masyarakatnya mampu membaca selama 6 jam Christy . menjelaskan bahwa terjadinya perubahan karena pola kehidupan baru dalam masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 (Christy, 2. , yang dibuktikan dengan terjadinya lonjakan pengunduhan 42. 645 iPunas (Akim, 2. Adanya peningkatan dalam minat baca dijelaskan pula oleh Kepala Diskarpus Kota Depok. Siti Chaerijah Aurijah yang telah melakukan survey sebanyak tiga dengan hasil yaitu pada tahun 2018 minat baca masyarakat sebesar 63,94% . , 64. , dan 66. 37% . (Disa, 2. Kenaikan minat baca baik pada masyarakat, khususnya pada anak usia dini tidak terlepas dari adanya peran guru di sekolah dalam penumbuhan minat baca anak. Adapun peran guru dalam penumbumbuhan minat baca adalah sebagai creator, motivator, dinamisator, supervisor, counselor, dan evaluator (Sukani. Sebagai seorang creator, seorang guru harus lebih kreatif untuk merangsang minat baca anak didik. Kreatifias ini akan terlihat pada proses pembelajaran yang diberikan dan setelah pembelajaran. Ciri lainnya anak akan mengatakan. Auyay, saat guru mengakiri Ini sebenarnya anak masih enjoy belajar. Peran kedua adalah guru sebagai motivator, dimana guru harus menjadi seseorang yang selalu mendorong dan memotivasi anak memiliki keinginan membaca. Motivator adalah kemampuan seseorang untuk memberikan motivasi kepada siapa saja, yang bersifat langsung atau bertemu (Aufar, 2. Motivasi yang diberikan oleh seorang guru bisa menyebabkan terjadinya perubahan perilaku dan energi positif pada diri anak, serta untuk meningkatkan kemampuan verbal dan nonverbal pada komunikasi anak usia dini sehingga dapat mempengaruhi sosial emosi dan karakter Selain itu dengan adanya motivasi dari kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar dimana guru mengatur dan mengelola semua kegiatan membaca anak dengan mendinamiskan seluruh bacaan yang ada. Menurut Bumbungan . , sebagai dinamisator merupakan seseorang atau sesuatu yang menimbulkan . dinamika, hal yang menyebabkan timbulnya tenaga untuk selalu bergerak. Dinamisator juga berarti bahwa guru menjadi lokomotif yang mendorong ke arah tujuan dengan kecepatan, kecerdasan, kearifan yang tinggi. Dengan peran ini maka guru harus mampu mengatur dan mengelola semua kegiatan membaca dengan memanfaatkan segala fasilitas membaca yang dimiliki oleh Lembaga pendidikan. Peran Guru sebagai supervisor, yaitu peran dimana guru mengawasi proses membaca anak, baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh, agar anak selalu merasa bahwa ada orang lain yang selalu siap untuk memberikan bantuan Ketika anak membutuhkannya terkait kegiatan membaca. Sedangkan peran guru sebagai counselor, yaitu peran dimana guru memberikan petunjuk-petunjuk untuk menciptakan suasana psikologis yang kondusif bagi anak didik sehingga dapat terwujud jiwa, semangat dan motivasi dalam membaca. Sebagai counselor, berarti juga membimbing, yang artinya guru berkewajiban memberi bantuan kepada peserta didik agar mereka menemukan dan mengantisipasi berbagai kesulitan yang mungkin akan dihadapi. Peran guru selanjutnya adalah peran guru sebagai Sebagai evaluator, guru harus memberikan respon terhadap seluruh kegiatan membaca anak dan menilai hasil bacaan anak menyampaikan hasil pemahaman terhadap yang Peran guru sebagai evaluator juga mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang dilakukan. Terdapat dua fungsi dalam peran ini, yang pertama yaitu bagaimana seorang guru menentukan keberhasilan anak dalam menyerap kurikulum dan yang kedua untuk menentukan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan (Ardianto, 2. Lembaga PAUD An Nahl Pancoran Mas Depok merupakan salah satu Lembaga yang berupaya menumbuhkan minat baca anak. Berdasarkan observasi awal dan wawancara pada tanggal 14 Februari 2022 pada guru di PAUD An Nahl, maka diperoleh informasi bahwa dari 10 anak usia 5 Ae 6 tahun, 8 anak memiliki minat baca yang lebih tinggi dibandingkan dengan 2 anak lainnya. Kegiatan yang diawali dengan jurnal pagi membaca dan Peran Guru sebagai dinamisator, yaitu peran Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. bercerita dilakukan untuk penumbuhan minat baca anak. Hal ini terlihat dari adanya keinginan anak untuk melihat buku-buku yang ada di perpustakaan, kemudian mencoba mengeja buku tersebut untuk membacanya. Juga keinginan anak minta kembali dibacakan cerita saat melihat buku yang bergambar menarik, serta tulisan dan gambar yang tertera pada papan atau karpet game saat bermain. kemudian diusahakan untuk dianalisis agar dapat ditarik kesimpulan yang tepat. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru (Miles & Huberman, 1. , dengan skema sebagai berikut: Mengingat pentingnya memiliki minat baca dan keberhasilan yang telah dicapai PAUD An Nahl, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan peran guru dalam penumbuhan minat baca anak usia 5-6 tahun di PAUD An Nahl Pancoran Mas Depok. METODE PENELITIAN Untuk mencapai tujuan penelitian, maka penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperlukan dikumpulkan dengan melalukan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru dan 10 siswa. Observasi adalah kegiatan pengamatan dan pencatatan yang dilakukan oleh peneliti guna menyempurnakan penelitian agar mencapai hasil yang maksimal. Pengamatan dilakukan saat mulai pembelajaran yang diberikan guru kepada para anak PAUD An Nahl, materi inti dan penutup. Media dan metode yang diberikan dalam proses penumbuhan minat baca anak usia 5-6 tahun di PAUD An Nahl. Wawancara dengan objek data yaitu peran guru dalam penumbuhan minat baca anak, bahan bacaan apa saja, metode yang diberikan, bagaimana dalam memberikan dorongan kepada anak, apakah ada kegiatan tukar menukar buku di antara anak dan kapan program tersebut dijalankan. Sedangkan dokumentasi dilakukan dengan mengamati ketersediaan sarana prasarana yang mendukung upaya penumbuhan minat baca anak. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dimana analisa data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan proses Setelah Gambar 1. Model analisis data kualitatif model Milles and Hubberman HASIL DAN PEMBAHASAN Peran guru dalam penumbuhan minat baca anak usia 5-6 tahun di PAUD An Nahl yang menjadi fokus penelitian adalah pelaksanaan peran guru sebagai creator, motivator, dinamisator, supervisor, counselor dan evaluator. Aktivitas pelaksanaan peran tersebut dilakukan pada tema pembelajaran yang dibuat oleh lembaga An Nahl yaitu tema Ramadhan. Peran guru sebagai Creator Peran guru sebagai creator. Seorang pendidik dikategorikan sebagai kreator jika mampu menciptakan atau mencetuskan gagasan, dalam proses belajar mengajar. Artinya seorang guru harus mampu mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji dan mampu mengekspresikan ide-ide dan kreativitasnya. Kreasi ini bisa berhubungan dengan pendekatan, metode, atau gagasan, serta inovasi yang bersifat kebaruan bagi Lembaga tersebut Saat tema Ramadhan, inovasi dan gagasan guru untuk mengikut sertakan siswa yang mempunyai hafalan QurAoan paling baik dalam lomba Ramadhan Ceria antar Lembaga se kecamatan. Saat sub-tema AoTarhib RamadhanAo, guru dan anak membuat dekorasi pada ruang kelas belajar. Pada saat guru membuat kreatifitas tersebut terlihat anak tertarik dan mengamati apa yang dilakukan oleh guru dan bertanya. AuIbu guru ini untuk apa tulisan ini, nanti Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. mau ditaruh dimana?Ay. Guru menjawab. AuHiasan ini nanti akan teman-teman letakkan di dinding kelas teman-temanAy. Anak dikenalkan tentang makna Ramadhan melalui tulisan yang dibuat dalam ukuran lebih besar dengan gambar-gambar yang bisa dibaca oleh anak saat melihat gambar dari tulisan tersebut. Menjadi guru yang kreatif, inovatif, serta menyenangkan dan berkarakter tidaklah sulit. Banyak upaya yang dapat dilakukan agar guru dapat memiliki sifat tersebut. Selalu mencobakannya kepada anak agar mereka dapat belajar dapat mendorong anak agar belajar bermakna dan produktif, menjadi satu indikator adanya kreativitas dan inovasi. Untuk dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan mengembangkan atau melatih dirinya sendiri maupun dengan bantuan orang lain. (Banjarsari. Gambar 2. Guru menyiapkan dan membuat kreatifitas tema Ramadhan Guru menyiapkan kalimat yang berisi kata-kata baik yang ditempel di dinding dalam menyambut Ramadhan, kotak infak, dan hiasan gantung gambar dua anak lelaki kecil dan anak perempuan yang dibuat oleh guru untuk menarik minat baca pada anak. Guru juga menyiapkan lembar mewarnai untuk dijadikan bendera dalam menyambut Ramadhan. Gambar 4. Kegiatan mewarnai gambar Setelah anak selesai mewarnai bendera tersebut anak diminta membaca tulisan yang tertera pada bendera, dengan bantuan guru. Peran guru sebagai motivator Peran guru sebagai motivator dalam penumbuhan minat baca anak di PAUD An Nahl yaitu saat kegiatan pagi setelah berdoa dan ice breaking, sebelum kegiatan inti, guru bertanya. AuTemanteman, siapakah yang tau hari ini, hari dan tanggal berapakah?Ay. Maka sebagian anak menjawab AuHari Rabu. IbuAy dan beberapa anak menjawab secara Kemudian guru meminta anak untuk menuliskan hari dan tanggal di papan tulis, beberapa anak mengacungkan tangan. Ada dua anak yang masih terdiam, namun guru meminta salah satu dari anak untuk maju ke depan kelas. Anak terlihat ragu dan malu. Guru mengatakan AuAyo. Sayang. Kamu pasti bisaAy, kemudian anak maju ke depan untuk menulis hari serta tanggal pada hari itu dengan bimbingan guru. Guru menuntun anak untuk melafalkan per suku kata nama hari. Motivasi juga diberikan pada saat kegiatan pagi sebelum pembelajaran dimulai. Sebelum memulai pelajaran memberikan kesempatan pada anak untuk memilih buku yang anak sukai, guru mendekati anak kemudian bertanya pada anak. AuBuku apakah yang sudah teman-teman pilih dan apa judul dari buku itu?Ay. Tampak satu anak menunjukkan buku yang telah dipilihnya. AuSaya pilih buku ini, buAy. AuMasya Allah anak hebat, coba buku apa judulnya. Sayang?Ay. AuJudulnya AoAdab bertemanAo. BuAy. Ibu guru mengatakan. AuSilahkan diteruskan, nanti ceritakan pada Ibu ya cerita dalam buku ituAy. Gambar 3. Hasil kreativitas guru dalam menyambut bulan Suci Ramadhan Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. Gambar 5. Anak sedang membaca dan guru memberikan motivasi. Pada kegiatan inti, tema Ramadhan Senin, 28 Maret guru bercerita tentang keutamaan berbagi di bulan Ramadhan, anak-anak terlihat antusias mendengarkan cerita ibu guru. Setelah selesai guru bercerita kemudian guru meminta beberapa anak untuk membaca judul dan menceritakan kembali apa yang telah guru ceritakan dengan membaca gambar dan membaca tulisan yang ada di buku. Guru berkata. AuSayang coba apakah judul buku yang tadi ibu ceritakan?Ay. Guru memberikan motivasi kepada anak untuk membaca dan melafalkan judul cerita pada buku tersebut. AuAsyiknya berbagiAy. Peran guru sebagai motivator dilakukan guru pada tema Ramadhan, ketika seorang murid menyusun kata dengan menggunakan bijibijian. Ada satu huruf yang terlewat, dan anak ingin menghentikan kegiatan ini sebelum selesai, maka guru memberikan motivasi pada anak untuk bisa menyelesaikan kegiatan Motivasi dan pendekatan yang diberikan guru, mampu membuat anak bisa menyelesaikan kegiatan menyusun kata dengan biji-bijian, setelah selesai anak diminta membaca yang telah dibuatnya. untuk memberikan motivasi kepada anak yang Motivasi dapat diberikan dalam bentuk verbal dengan mengatakan,Aoanak hebat, kamu pintar, kamu keren deh, hayu anak sholih kamu pasti bisaAo. Motivasi tidak hanya berupa pujian tetapi juga bisa dalam bentuk reward, sikat gigi, odol, buku cerita, atau bentuk yang lain. Setelah anak diberikan motivasi maka anak terlihat gembira, dan senang. Motivasi yang diberikan pada anak akan menambah kepercayaan diri, sehingga anak akan terdorong untuk minat membaca, bila reward-nya berupa buku cerita. Peran guru sebagai motivator sangatlah penting untuk dilakukan dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas, sehingga nantinya diharapkan siswa dapat memiliki semangat yang tinggi dalam melaksanakan proses pembelajaran (Nuansa, 2. Motivasi yang diberikan guru kepada anak tidak hanya dapat pembelajaran tetapi juga dapat memberikan kesan yang menyenangkan bagi anak sehingga anak akan muncul keinginan untuk selalu mengikuti kegiatan Motivasi juga diberikan pada saat kegiatan Gebyar Ramadhan, satu anak diberikan kesempatan untuk mengikuti lomba membaca dan menghafal QurAoan Motivasi diberikan kepada anak yang mempunyai potensi dalam bidang tersebut. Menurut Usman . motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif atau daya menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu. Peran guru sebagai dinamisator Peran guru sebagai dinamisator pada tema Ramadhan, pembelajaran dapat menyenangkan bagi anak. membuat worksheet mewarnai huruf hijaiyah sesuai dengan huruf yang telah diwarnai pada kotak yang ada di kotak tengah. Anak mewarnai huruf yang sama pada kotak di tengah dan anak membaca huruf tersebut. Gambar 6. Anak menyusun kata dengan bijibijian Peran guru sebagai motivator sangat diperlukan Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. Setelah anak selesai menulis nama gambar pada kotak yang tersedia, maka tugas guru sebagai supervisor menilai hasil tulisan anak yang telah selesai pada worksheet. Gambar 7. Worksheet Hijaiyah yang sama Gambar 10. penilaian hasil kerja anak Peran guru sebagai supervisor Peran guru sebagai supervisor, pada tema Ramadhan, dilakukan dengan menyiapkan bahan ajar yang akan diberikan pada hari itu. Guru mengajak anak untuk membaca dan menyebutkan gambar yang ada pada worksheet yang telah diberikan ke anak, kemudian melengkapi kata-kata sesuai gambar di atas, lalu anak menulis pada kotak yang telah disediakan nama-nama dari gambar tersebut. Gambar 8. kegiatan membaca gambar Gambar 9. hasil tulisan anak dalam membaca Penumbuhan minat baca juga diupayakan oleh guru dalam pembelajaran di rumah, sebelumnya guru mengadakan pertemuan dengan orang tua murid dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan akan mengadakan kegiatan menghias sekolah dan bagi orang tua murid beserta anak menghias rumah. Tujuan dari kegiatan ini anak gembira akan hadirnya bulan Ramadhan dan anak akan terpacu untuk membaca setiap kalimat yang di tempel dalam hiasan tersebut. Supervisi yang dilakukan ini dalam bentuk kelompok terhadap orang tua dan Bagi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, maka akan mendapat reward dari sekolah. Kemudian orang tua diminta untuk mengirimkan foto dekorasi hasil kegiatan saat menghias bersama Kegiatan supervisi dalam penumbuhan minat baca anak di PAUD An Nahl, dilakukan oleh guru dengan mengawasi buku bacaan apa saja yang anak ambil dan anak baca. Supervisi akademik adalah mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Sudiyono, 2. Sedangkan menurut (Sukani, 2. , peran guru sebagai supervisor karena guru mengawasi proses membaca anak, baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh agar anak selalu merasa ada yang mengawasinya. Peran guru sebagai konselor Pada saat pelajaran tema Ramadhan berlangsung dan guru kelas sedang memberikan arahan tentang Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. keutamaan Ramadhan, tiba-tiba ada satu anak yang berteriak dan menangis, ternyata kertas yang dipegang satu anak perempuan, dirobek oleh teman laki-lakinya, sementara teman lakilaki yang lain membela anak perempuan yang sedang menangis. Anak perempuan yang di sobek kertasnya terlihat sedih, sehingga guru berkata pada anak laki-laki. AuHayu sayang kenapa kertas temanmu kamu sobek, ada yang salahkah?Ay Anak laki itu , kemudian guru berkata lagi. AuHayu sekarang kamu minta maaf ya nak, pada teman yang kertasnya sudah kamu sobek, dan lain kali tidak boleh terjadi lagi seperti itu, apapun yang bukan milik kita jangan kita rusak dan harus minta izin kepada pemiliknya saat kita mau ambilAy. dalam Lubis . , peran konselor adalah peran yang intern ada dan disandang oleh seseorang yang berfungsi sebagai konselor (Lubis, 2. Peran guru sebagai evaluator Peran guru sebagai evaluator dalam tema Ramadhan dilakukan oleh guru, saat anak melakukan kegiatan tilawati, beberapa anak yang membaca tilawati dengan metode Kibar telah sampai jilid C. Anak sudah bisa membaca QurAoan surat pendek, dan guru mengevaluasi bacaan anak. Gambar 12. Anak membaca huruf hijaiyah Gambar 11. tulisan permintaan maaf anak Esok paginya anak laki-laki itu menyerahkan secarik kertas yang berisi tulisan dan diserahkan ke ibu guru, ternyata kertas itu berisi tulisan permintaan maaf pada anak perempuan dan teman anak lelaki. Perilaku anak di sekolah akan terlihat keteladanan dan bimbingan kepada anak Bimbingan amat diperlukan bagi anak usia dini. Peran guru sebagai konselor adalah memberikan bimbingan dan arahan kepada anak didik, bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan, sehingga bimbingan yang diberikan bisa mencapai tujuan yang Hal ini terjadi pada anak didik di PAUD An Nahl, saat anak mengalami masalah, guru memberikan bimbingan dan arahan, agar anak tidak melakukan hal sama lagi nantinya. Dengan kejadian tersebut maka anak termotivasi untuk membuat tulisan pernyataan maaf kepada temannya. Bimbingan dan arahan yang baik akan pula mampu menumbuhkan minat baca anak. Menurut Baruth dan Robinson Menurut Sukani . , peran guru sebagai evaluator dalam meningkatkan minat baca anak adalah, dengan memberikan respon terhadap seluruh kegiatan membaca anak dan menilai hasil bacaan anak dengan memberikan kesempatan untuk SIMPULAN DAN SARAN Pada dasarnya menjadi seorang guru tentu memiliki banyak hal yang harus dilakukan, tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menumbuhkan keinginan untuk belajar. Demikian pula dengan minat membaca, yang merupakan hal mendasar agar anak memiliki rasa suka dengan membaca, menjadi terbiasa dengan membaca dan akhirnya muncul kebutuhan untuk membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam peran guru dalam penumbuhan minat baca, yaitu peran sebagai creator, motivator, supervisor, dinamisator, evaluator, dan konselor, semuanya telah dilakukan. Namun, dari keenam peran tersebut, dua diantaranya yaitu peran sebagai dinamisator dan supervisor masih perlu ditingkatkan lagi. Peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan peran tersebut dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan atau diskusi yang intensif sesama rekan guru untuk keberhasilan satu pembelajaran. Pimpinan Lembaga PAUD perlu Menyusun Farini. Rohita. Vol. No. 2, 2023, pp. program kerja yang bertujuan untuk melaksanakan perannya terutama terkait upaya penumbuhan minat baca pada anak, serta memberikan kesempatan untuk peningkatan SDM/guru berupa pelatihan, webinar, secara online ataupun offline. DAFTAR PUSTAKA