Pemberdayaan Ibu-Ibu Desa Paniis melalui Halaqoh dan Tahsin Hendra Karunia Agustine1. Anas Aminudin2. Deni Mochammad Romli3. Yogaswara Saputra4. Iiz Muhammad Ikbar Fauzi5. Muhammad Syauqi Rabbani6. Muhammad Zidan Alif7 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan hendrakaruniaagustine@stishusnulkhotimah. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahman. Desa Paniis. Kecamatan Pasawahan. Kabupaten Kuningan, pada pukul 18. 30 - 19. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an ibu-ibu di desa tersebut melalui kegiatan halaqoh dan tahsin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah talaqi, yaitu pembelajaran yang mengutamakan interaksi langsung antara pengajar dan peserta. Kegiatan utama dalam program ini adalah tilawah dan tahsin, yang bertujuan membaguskan bacaan AlQur'an para ibu. Pelaksanaan program ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari ibuibu di Desa Paniis, yang terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama sesi berlangsung. Program ini menunjukkan pentingnya kegiatan pembelajaran Al-Qur'an dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu dalam meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Kata Kunci: Pemberdayaan. Desa Paniis. Halaqoh. Tahsin ABSTRACK This community service activity was carried out at the Baiturrahman Mosque. Paniis Village. Pasawahan District. Kuningan Regency, at 18. 30 - 19. This program aims to improve the quality of Al-Qur'an reading by mothers in the village through halaqoh and tahsin activities. The method used in this activity is talaqi, namely learning that prioritizes direct interaction between the teacher and participants. The main activities in this program are recitations and tahsin, which aim to improve mothers' reading of the Koran. The implementation of this program received a very enthusiastic response from the women in Paniis Village, which could be seen from their active involvement during the session. This program shows the importance of Al-Qur'an learning activities in empowering the community, especially for mothers in increasing their understanding and love of the Al-Qur'an. Keyword: Empowerment. Paniis Village. Halaqoh. Tahsin PENDAHULUAN Peningkatan pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur'an menjadi salah satu tujuan penting dalam kehidupan umat Islam, terutama di kalangan masyarakat desa (Siti Qomariyah. Desa Paniis, yang terletak di Kecamatan Pasawahan. Kabupaten Kuningan, memiliki potensi yang besar dalam hal keagamaan, namun masih terdapat tantangan dalam Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an di kalangan ibu-ibu. Banyak ibu rumah tangga yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka, namun kurang memiliki sarana atau pendampingan yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pembelajaran tahsin menjadi sangat relevan. Salah satu cara efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an adalah melalui metode talaqi, yaitu pembelajaran langsung yang melibatkan interaksi antara pengajar dan Metode ini lebih mengutamakan pembetulan bacaan secara langsung, sehingga meminimalisir kesalahan dalam membaca Al-Qur'an (Oktaviani RAP. , dkk. , 2. Dengan pendekatan ini, diharapkan ibu-ibu di Desa Paniis dapat memperbaiki cara membaca Al-Qur'an yang benar sesuai dengan tajwidnya, sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap kitab suci tersebut (Nur AoAzah, dkk. , 2. Masjid Baiturrahman, sebagai pusat kegiatan keagamaan di Desa Paniis, menjadi tempat yang sangat tepat untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat ini. Masjid tersebut tidak hanya digunakan untuk ibadah rutin, tetapi juga sebagai tempat pembelajaran dan pengembangan spiritual masyarakat. Dengan mengadakan halaqoh tahsin di masjid ini, diharapkan ibu-ibu dapat memanfaatkan waktu mereka untuk memperdalam ilmu agama, khususnya dalam hal membaca Al-Qur'an dengan benar dan baik. Pelaksanaan program ini juga bertujuan untuk mengatasi keterbatasan waktu dan akses pendidikan formal yang seringkali dihadapi oleh ibu-ibu di desa. Kegiatan halaqoh tahsin yang dilaksanakan setiap hari pada pukul 18. 30 - 19. 00 memberikan kesempatan bagi ibu-ibu untuk belajar setelah menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga mereka. Dengan adanya program ini, diharapkan mereka dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki bacaan Al-Qur'an, dan sekaligus memperkuat ikatan sosial di antara sesama ibu-ibu di desa. Antusiasme yang ditunjukkan oleh ibu-ibu Desa Paniis dalam mengikuti kegiatan halaqoh tahsin menunjukkan adanya kebutuhan yang besar terhadap program semacam ini. Kehadiran mereka yang aktif selama setiap sesi mengindikasikan adanya semangat untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka. Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal pengetahuan agama, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga, menciptakan lingkungan yang lebih religius, serta memperkuat peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian pertama yang dilakukan oleh Siti Qomariah . Penelitian dengan judul Kesadaran Membaca Al-QurAoan dalam Meningkatkan Akhlak Siswa Kelas X A di MA MaAoarif AlIslah Bungkal Ponorogo ini menyimpulkan bahwa: . Kesadaran kelas X A MA Al-Ishlah Bungkal Ponorogo dalam mengikuti kegiatan membaca al-QurAoan ini muncul dari adanya motivasi ustad dan ustadzahnya. Peraturan yang diterapkan dalam mengikuti kegiatan ini menumbuhkan kesadaran sendiri untuk terus mengikuti kegiatan membaca al-QurAoan. Kegiatan membaca al-QurAoan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap pagi sebelum pembelajaran dan berlangsung kurang lebih selama 20 sampai 25 menit dengan dibimbing Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. oleh ustad maupun ustadzah yang berkompeten, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mereka dalam mengikuti kegiatan membaca al-QurAoan ini. Kesadaran membaca al-QurAoan di samping dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca al-QurAoan, juga dapat memberikan dampak positif terhadap siswa-siswi dan menumbuhkan sifat religius mereka serta menumbuhkan akhlak mereka. Penelitian kedua yang dilakukan oleh Amirul Maliki Maghribi, dkk. Penelitian dengan judul Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Melalui Kegiatan KKN Mengajar Mengaji ini bertujuan mengajarkan keterampilan membaca Al-Qur'an kepada individu mulai dari usia taman kanak-kanak hingga tingkat Pendidikan menengah atas. Mahasiswa KKN di Kelurahan Sei Gohong mencoba meningkatkan minat membaca AlQurAoan untuk perserta didik di TPQ Fathul Jannah dengan menggunakan berbagai metode sehingga dapat mudah di terima serta di terapkan dalam membaca AlQurAoan. Sebelum mereka membaca Iqro atau Al-Qur''an mereka diperintahkan menulis surah-surah pendek dalam AlQur'an agar mereka terlatih menulis tulisan-tulisan Arab. Mereka disediakan buku raportnya masingmasing agar mengetahui kelancaran membaca anak tersebut di setiap harinya. Maka dari itu pembelajaran membaca Al-Quran menjadi salah sau program kerja Mahasiswa KKN di Kelurahan Sei Gohong untuk menjadikan anak-anak yang baik akhlaknya serta dapat menjadisalah satu generasi emas yang paham akan keagamaan. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Neliwati, dkk. dengan judul Peran Kegiatan Ekstrakurikuler BTQ dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa di SMPN 8 Percut Sei Tuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler BTQ memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa di SMPN 8 Percut Sei Tuan. Walaupun belum maksimal, ketika membaca AlQurAoan siswa di SMPN 8 Percut Sei Tuan sudah mampu melafalkan huruf hijaiyah yang sesuai dengan makhorijul huruf, mampu mengenal huruf-huruf yang menjadi bagian ilmu tajwid, memahami teorinya serta dapat meningat contoh-contoh ilmu tajwid, seperti nun sukun, mim sukun dan tanwin, sehingga dapat dikatakan dapat menerapkan ilmu tajwid dalam membaca Al-QurAoan dan fasih dalam METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development atau disingkat ABCD. Pendekatan berbasis aset memasukkan cara pandang baru yang lebih holistik dan kreatif dalam melihat realitas, seperti melihat gelas setengah penuh. mengapresiasi apa yang bekerja dengan baik di masa lampau, dan menggunakan apa yang kita miliki untuk mendapatkan apa yang kita inginkan Christoper Derau . Pendekatan ini lebih memilih cara pandang bahwa suatu masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dapat diberdayakan. Bahkan masyarakat pedagang buah sawo yang sedianya berpendidikan tidak tinggi pada dasarnya bisa mengolah potensi yang ada pada mereka. Hanya saja kesadaran akan potensi tersebut sering kali tertutup oleh karena tekanan yang ada, dan juga keengganan untuk Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. bangkit dari titik nyaman yang selama ini telah menjadi kebiasaan yang mereka lakukan (Ida Purwastuty, 2. Program ABCD ini lebih menekankan pengembangan masyarakat berbasis aset, yakni dengan menggunakan aset yang diunggulkan guna meningkatkan keberdayaan masyarakat. Masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang dapat mencukupi kebutuhannya dan menyelesaikan urusanya sendiri, karena hakikat pemberdayaan adalah untuk menjadikan masyarakat sadar akan masalah dan dapat menyelesaikan melalui kemampuan yang ada (Mirza Maulana, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program halaqoh tahsin di Masjid Baiturrahman. Desa Paniis, menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar peserta mampu memperbaiki bacaan mereka setelah mengikuti program secara rutin. Perbaikan ini terlihat jelas pada aspek-aspek tajwid dan pengucapan huruf, yang menjadi fokus utama dalam pembelajaran. Banyak peserta yang awalnya kesulitan dalam membaca huruf hijaiyah dengan benar, mulai menunjukkan kemajuan yang baik setelah beberapa kali mengikuti sesi halaqoh tahsin. Salah satu hasil yang menonjol adalah peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali dan menerapkan tajwid yang benar. Sebagian besar ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini sebelumnya tidak memahami secara mendalam tentang hukum tajwid, seperti panjang-pendeknya bacaan . , pelafalan huruf-huruf tertentu, dan hukum-hukum bacaan Namun, setelah beberapa sesi, banyak di antara mereka yang dapat mengidentifikasi kesalahan tajwid mereka sendiri dan berusaha memperbaikinya dengan bimbingan dari Hal ini menunjukkan bahwa metode talaqi yang digunakan efektif dalam memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Peningkatan juga terlihat pada aspek makhraj huruf atau tempat keluarnya suara. Sebagian besar peserta awalnya kesulitan dalam membedakan suara huruf yang mirip, seperti "A( "Akha. dan "A( "Aha. , serta "A( "Adhaa. dan "A( "Azha. Setelah diberikan pembelajaran yang lebih intensif, banyak peserta yang menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai makhraj huruf, dan secara signifikan dapat membedakan cara pengucapannya dengan lebih Penggunaan metode talaqi yang mengutamakan praktek langsung membantu peserta lebih cepat memahami dan memperbaiki kesalahan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap rasa percaya diri ibuibu yang terlibat. Banyak dari mereka yang merasa lebih yakin dalam membaca Al-Qur'an, terutama ketika mereka membaca di hadapan kelompok. Kepercayaan diri ini diperoleh dari koreksi yang diberikan oleh pengajar yang tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga pujian atas kemajuan yang mereka capai. Hal ini memberi semangat bagi ibu-ibu untuk terus belajar dan berlatih dengan tekun. Antusiasme peserta juga sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap sesi dihadiri oleh sebagian besar ibu-ibu yang terdaftar, dan mereka selalu datang tepat waktu. Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. Bahkan, beberapa peserta yang awalnya merasa ragu mengikuti kegiatan ini, akhirnya menjadi lebih aktif dan menunjukkan minat yang besar dalam memperbaiki bacaan mereka. Mereka saling mendukung dan memberikan motivasi satu sama lain untuk terus belajar, yang menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh kekeluargaan. Kegiatan halaqoh tahsin ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan ibadah mereka. Sebagian peserta melaporkan bahwa bacaan Al-Qur'an yang semakin baik membuat mereka lebih khusyuk dan lebih paham dalam menjalankan ibadah shalat. Dengan bacaan yang benar, mereka merasa lebih dekat dengan makna yang terkandung dalam AlQur'an, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas ibadah mereka secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan bacaan Al-Qur'an tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas spiritual peserta. Namun, meskipun banyak peserta yang berhasil memperbaiki bacaan mereka, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Beberapa ibu-ibu yang memiliki keterbatasan waktu, seperti mereka yang bekerja di luar rumah atau memiliki banyak anak, terkadang kesulitan untuk mengikuti kegiatan dengan konsisten. Meskipun begitu, mereka tetap berusaha mengikuti kegiatan ini semaksimal mungkin, bahkan beberapa dari mereka meminta agar sesi halaqoh dilakukan di luar waktu yang sudah ditentukan, agar mereka bisa lebih fleksibel. Dari sisi pengajaran, pengajar merasa bahwa metode talaqi memberikan hasil yang Pendekatan ini memungkinkan pengajar untuk langsung mengoreksi kesalahan dan memberikan penjelasan secara personal kepada setiap peserta. Metode ini terbukti lebih efektif daripada pembelajaran secara teori atau ceramah, karena peserta langsung mendapatkan umpan balik yang dapat segera diterapkan. Pengajar juga mencatat bahwa ibu-ibu yang awalnya merasa canggung atau ragu untuk berbicara di depan umum mulai lebih terbuka dan percaya diri setelah beberapa kali mengikuti sesi halaqoh. Evaluasi terhadap program ini menunjukkan bahwa hampir seluruh peserta merasa puas dengan hasil yang mereka capai. Mereka mengungkapkan bahwa program ini sangat bermanfaat dan berharap agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan atau diperluas agar lebih banyak ibu-ibu yang dapat merasakan manfaatnya. Peserta juga menginginkan agar pelatihan lebih mendalam mengenai tafsir Al-Qur'an dan aplikasi tajwid dalam kehidupan sehari-hari, agar mereka bisa semakin memahami Al-Qur'an lebih luas dan tidak hanya terbatas pada bacaan. Secara keseluruhan, program halaqoh tahsin ini dapat dianggap sebagai langkah yang sangat positif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu di Desa Paniis. Kegiatan ini tidak hanya berhasil dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an, tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara ibu-ibu dan memperkuat komunitas keagamaan di desa Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pembelajaran Al-Qur'an dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya. Program semacam ini bisa menjadi model bagi Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. desa lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama, khususnya dalam hal bacaan AlQur'an. SIMPULAN Program halaqoh tahsin yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman. Desa Paniis. Kecamatan Pasawahan. Kabupaten Kuningan, berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an ibu-ibu di desa tersebut. Melalui metode talaqi, para peserta menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam aspek tajwid, makhraj huruf, dan pengucapan Al-Qur'an dengan benar. Keberhasilan program ini juga didorong oleh antusiasme tinggi peserta yang secara aktif terlibat dalam setiap sesi, serta dukungan dari pengajar yang memberikan pembimbingan secara langsung. Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan rasa percaya diri ibu-ibu dalam beribadah. Program ini juga memberi dampak positif terhadap kualitas ibadah peserta, terutama dalam shalat, karena bacaan Al-Qur'an yang semakin baik memungkinkan mereka untuk lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah. Meskipun terdapat beberapa tantangan terkait dengan keterbatasan waktu bagi sebagian peserta, antusiasme dan keinginan untuk terus belajar menunjukkan bahwa program ini sangat dibutuhkan dan diharapkan dapat dilanjutkan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemberdayaan masyarakat, terutama ibu-ibu di Desa Paniis, dalam hal peningkatan pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Dari hasil pelaksanaan ini, disarankan agar kegiatan serupa diperluas ke desa-desa lain yang membutuhkan, serta dilakukan dengan waktu dan format yang fleksibel untuk mengakomodasi peserta dengan berbagai latar belakang dan kesibukan. Program ini dapat menjadi model bagi upaya pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan agama, khususnya dalam peningkatan kualitas bacaan Al-Qur'an. DAFTAR PUSTAKA