JPFT - volume 11, nomor 2, pp. Agustus 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATERI KALOR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SOJOL The EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL WITH AUDIO VISUAL MEDIA ON UNDERSTANDING OF HEAT MATERIAL CONCEPTIN GRADE XI AT SMA NEGERI 1 SOJOL Ismaya. I Komang Werdhiana Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia Ismayamayang668@gmail. Kata Kunci PDEODE (PredictDiscuss-ExplainObserve-DiscussExplai. Hasil belajar Keywords PDEODE (PredictDiscuss-ExplainObserve-DiscussExplai. Learning A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model problem based learning dengan media audio visual terhadap pemahaman konsep materi kalor. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan the ekivalen pretest-posttest design. Sampel dipilih secara purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI MIA A sebagai kelas eksperimen dan XI MIA B sebagai kelas Nilai rata-rata skor pre-test kelas eksperimen sebesar 17,28 dan kelas kontrol sebesar16,50 sedangkan Nilai rata-rata skor post-test kelas eksperimen sebesar 33,67 dan kelas kontrol sebesar 24,53. Analisis data dilakukan dengan tekhnik statistic uji-t dua pihak. Hasil analisis diperoleh nilai thitung = 7,42. Nilai ttabel = 2,03 pada taraf nyata = 35. Hal ini berarti, nilai thitung berada diluar daerah penerimaan Ho sehingga H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model problem based learning dengan media audio visual terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sojol. Abstract This study aims to determine the effect of the problem based learning model with audio visual media on the understanding of the concept of heat material. The method used is a quasiexperimental with the equivalent pretest-posttest design. The sample was selected by purposive sampling, namely the technique of determining the sample with certain The sample in this study is class XI MIA A as the experimental class and XI MIA B as the control class. The average pre-test score for the experimental class was 17. 28 and the control class was 16. 50, while The average post-test score for the experimental class was 67 and the control class was 24. Data analysis was carried out using a two-party t-test statistical technique. The results of the analysis obtained the value of t count = 7. The value of ttable = 2. 03 at the level of significance = 0. 05 and dk = 35. This means, the value of tcount is outside the area acceptance of Ho so that H1 is accepted. So the conclusion is that there is an effect of problem based learning model with audio visual media on the understanding of the concept of class XI students of SMA Negeri 1 Sojol. Received 10/02/2023. Revised 25/02/2023. Accepted 19/03/2023. Available Online 31/08/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN Dimana diperlukan keterlibatan siswa secara penuh dengan memanfaatkan teknologi yang ada di zaman sekarang agar dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata, sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya Pembelajaran kontekstual mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman dunia nyata, berfikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis dan kreatif. Salah satu yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran problem based learning Fisika tidak cukup jika dipelajari hanya dengan membaca, membayangkan ataupun sekedar menghafal saja. Fisika dengan segala kejadian didalamnya akan bermakna jika dipelajari secara kontekstual dengan lebih banyak melibatkan siswa untuk mampu bereksplorasi guna membentuk kompetensi dengan menggali beberapa potensi kebenaran secara ilmiah. Mempelajari diperlukan beberapa strategi pembelajaran. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online yang di sertai dengan penggunaan media audio Dimana pembelajaran model problem based learning dapat mendorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerja sama dalam masalah-masalah dicdunia nyata, selain itu dapat memberikan ruang gerak berfikir yang bebas kepada siswa untuk mencari konsep dan Selain pembelajaran siswa juga memerlukan media pembelajaran seperti media audio visual dimana media pembelajaran sangat penting dalam proses menciptakan pemahaman konsep siswa yang memuaskan. Pengunaan media audio visual efektif meningkatkan pemahaman siswa kelas X matematika pada pokok bahasan fungsi kuadrat (Islamiani Safitri & Nur Ismalia Dewi, 2. Pemahaman konsep fisika lebih tinggi dengan menggunakan media audio visual dari pada pemahaman konsep tanpa menggunakan media audio visual di kelas X dalam pembelajaran geografi (Taniady. Setiawan. Dan Waluya. Hasil penelitian Kurniawan. Parmiti. Kusmariyanti . dalam penelitiannya yang berjudul AuPembelajaran IPA dengan Model Problem based learning Berbantuan Media Audio Visual Meningkatkan Pemahaman Konsep SiswaAy. Berdasarkan menggunakan tehnik analisis statistik deskriptif . Berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh data thitung = 2,087 > ttabel = 2,00 pada taraf signifikan 5% dengan dk= 79. Hal ini berarti terdapat pemahaman konsep IPA antara kelompok Jadi, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model PBL berbantuan media audio visual terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD. Keunggulan dari media audio visual adalah dapat menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa, memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik serta sangat baik menjelaskan suatu proses dan keterampilan dan mampu menunjukan ransangan yang sesuai dengan tujuan dan respon yang diharapkan dari siswa. Berdasarkan dilaksanakan penelitian tentang pengaruh model problem based learning dengan media audio visual yang dapat mengubah pola pembelajaran sehingga dapat melibatkan siswa Pembelajaran pembelajaran yang dapat berlansung ilmiah, dimana siswa diharapkan untuk dapat bekerja Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 dan mengalami sendiri apa yang dipelajarinya bukan hanya sekedar mendengar dan mencatat pengetahuan dari guru. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen kuasi . , yang mepunyai tujuan untuk mencari ada tidaknya hubungan sebab akibat pada suatu subjek yang sedang diselidiki atau diteliti, dengan menggunakan kelas kontrol dan kelas Desain atau rancangan pada penelitian ini menggunakan Authe ekivalen pretest-posttest designAy kelas-kelasyang diperkirakan sama kondisinya. Artinya tingkat kecerdasannya hampir sama, sehingga dapat dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Bentuk desainnya disajikan pada Tabel 1 Tabel 3. 1 Desain Penelitian Kelas A (Kelas Eksperime. B (Kelas Kontro. Perlakuan Posttest Keterangan: : Kelas eksperimen : Kelas kontrol ycU1 : Penerapan pembelajaran model problem based learning ycU2 : Penerapan pembelajaran model : Tes awal . : Tes akhir . Lokasi yang dipilih sebagai lokasi penelitian yaitu SMA Negeri 1 Sojol. Jalan Trans Sulawesi. Dusun 2 Bonde. Kecamatan Sojol dikarenakan proses pembelajaran pada sekolah tersebut masi berpusat pada guru bahkan tidak jarang guru hanya mencatat materi dipapan tulis atau hanya menjelaskan sepanjang materi tanpa adanya media audio visual yang digunakan sehingga siswa cenderung mencatat dan hanya Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 04 Januari Ae 3 Februari 2021. Penelitian ini dilakukan lima kali pertemuan pada masingmasing kelas dimana tiga kali pertemuan digunakan untuk menyajikan materi dan dua kali pertemuan digunakan untuk memberikan pretest dan posttest. Variabel yang diselidiki dalam penelitian ini adalah : Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan media audio visual. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Variabel Terikat dalam penelitian adalah pemahaman konsep siswa. Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 dibuat dalam bentuk essay, untuk memperoleh tes yang standart dilakukan validitas tes. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas XI MIA SMA Negeri 1 Sojol tahun ajaran 2020/2021. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari siswa kelas XI MIA SMA NEGERI 1 SOJOL yaitu kelas XI MIA A sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA B sebagai kelas kontrol. Penarikan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan tehnik purpose sampling atau penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Tahap Persiapan Mencari literatur yang berkaitan dengan judul penelitian yang meliputi kajian teori model pembelajaran problem based konvensional, media pembelajaran audio vidual dan pemahaman konsep fisika. Menentukan lokasi penelitian Menentukan Menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian Melakukan validitas tes Tahap Pelaksanaan Penentuan dua kelas Memberikan eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui kemampuan awal siswa terhadap pemahaman konsep materi Menerapkan pembelajaran dengan model problem based learning menggunakan eksperimen, sedangkan untuk kelas konvensional tampa media audio visual Memberikan memberikan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui pemahaman konsep siswa setelah diberi perlakuan Tahap Akhir Melakukan analisis data uji normalitas, uji kategori presentase pemahaman konsep, uji NGain dan uji hipotesis. Tahap akhir dari analisa data adalah menganalisis dan membahas hasil penelitian yang digunakan untuk menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Agar terhindar dari salah penafsiran judul penelitian, penulis jelaskan secara singkat istilah-istilah yang berhubungan dengan judul penelitian, sebagai berikut : Model pembelajaran Problem based learning (PBL) Dalam model pembelajaran Problem based learning siswa diajarkan untuk memperoleh informasi dan mengembangkan konsep-konsep bagaimana membangun kerangka masalah, mengorganisasikan masalah, menyusun fakta, menganalisis data, dan menyusun argumentasi terkait pemecahan masalah, baik secara individual maupun dalam kelompok. Media audio visual Media audio visual dalam pembelajaran merupakan perantara dalam menyampaikan materi pembelajaran yang mengandalkan indra pendengaran dan penglihatan. Pemahaman konsep Pemahaman konsep adalah penguasaan siswa dalam memahami materi yang telah di ajarkan dan diukur dari soal tes. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika. Jenis penelititan bersumber dari sampel dengan pemberian tes pemahaman konsep pada kedua kelas. Instrumen penelitian Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran problem based learning menggunakan media audio visual terdiri dari skenario pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS) dan bahan ajar. Tes Pemahaman Konsep Tes pemahaman konsep materi kalor. Tes pemahaman konsep dalam belajar fisika pada kelas yang menjadi sampel penelitian. Tes Analisa Instrumen Instrumen penelitian ini divalidkan oleh validator yang memiliki keahlian di bidangnya. Analisa Data Hasil Penelitian Data yang dikumpulkan dari hasil penelitian selanjutnya diolah dengan menggunakan tehnik analisis data dan uji statistik. Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai . Pengujian Normalitas Pengujian normalitas dilakukan untuk melihat apakah data yang diperoleh dari hasil penelitian terdistribusi normal atau tidak. Data yang dimaksud adalah skor pemahaman konsep fisika yang diperoleh dari siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengujian Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online normalitas menggunakan rumus chi-kuadrat yaitu (Sudjana, 2. cuycn Oe yayc. 2 ycu =Oc yaycn ycn=1 Keterangan : : Uji normalitas Chi-kuadrat : Interval kelas menurut aturan Sturges : Frekuensi hasil pengamatan : Frekuensi yang diharapkan Kriteria yang digunakan pada dk = . dan peluang . dengan taraf nyata c = 0,05 dengan kriteria pengujiannya adalah : x2 hitung < x2 tabel, data dikatakan berdistribusi normal. x2 hitung > x2 tabel, data dikatakan tidak berdistribusi normal. Pengujian Homogenesis Uji homogenitas varians digunakan untuk eksperimen dan kelompok kontrol dengan varians yang homogen atau tidak homogen. Uji menggunakan persamaan berikut (Sudjana, 2. F = Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 dihitung berdasarkan skor N-Gain. memperoleh skor N-Gain digunakan yang dikembangkan oleh Hake . ycIycyycuycycOeycIycyycyce ycIycoycaycoycOeycIycyycyce Untuk x 100 % Spost : Skor tes akhir Spre : Skor tes awal Smaks : Skor ideal Tabel 3. Kriteria tingkat gain Tingkat Gain Kriteria g Ou 70 Tinggi 30 O g < 70 Sedang g < 30 Rendah Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis digunakan untuk dirumuskan didukung oleh data yang telah Dalam menggunakan uji dua pihak untuk uji t, sehingga persamaan yang digunakan untuk membandingkan kedua varibel yang berguna . ignifikasi hasil penelitian yang berupa perbandingan rata-rata dua sampe. H0 : thit < ttabel Tidak terdapat perbedaan menggunakan pembelajaran media audio visual dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional tanpa media pembelajaran. H1 : thit > ttabel Terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang menggunakan pembelajaran media audio visual dibandingkan konvensional tanpa media pembelajaran. Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut (Sudjana, 2. I1 Oe ycuI2 ycEaycnyc = S12 S22 Keterangan: : Nilai F hitung : Variansi terbesar : Variansi terkecil Kriteria pengujian yang digunakan : Jika Fhitung > Ftabel, maka data berasal dari polulasi yang tidak homogen. Jika Fhitung O Ftabel, maka data berasal dari populasi yang homogen. Kategori pemahaman Konsep Kategori persentase pemahaman konsep eksperimen dan kelas kontrol. Pengelompokkan kategori presentase pemahaman konsep yang dikemukakan oleh Arikunto . dapat dilihat pada Tabel 3. ycOo ycu1 ycu2 Dimana : Tabel 2. Kategori persentase pemahaman konsep Kategori Persentase Sangat Tinggi 80% O P < 100% Tinggi 60% O P < 80% Sedang 40% O P < 60% Rendah 20% O P < 40% Sangat Rendah 0% O P < 20% cu1 Oe. ycI21 Oe . cu1 Oe. ycI22 S=Oo ycu1 ycu2 Oe 2 Keterangan : : Skor rata-rata kelas eksperimen : Skor rata-rata kelas kontrol : Jumlah siswa kelas eksperimen : Jumlah siswa kelas kontrol : Varians kelas eksperimen S22 : Varians kelas kontrol : Varians gabungan Dengan kriteria pengujian yakni terima Ho thitung < ttabel pada taraf nyata 0,05 dan dk = . Uji N-Gain Untuk mengetahui peningkatan hasil tes pemahaman konsep pada kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran media audio menggunakan pembelajaran konvensional yang Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online . 1 n2 Ae . serta untuk harga t lainnya Ho di Namun, jika sebaran data yang diperoleh tidak normal dan homogen maka digunakan uji statistik non-parametrik. Nilai HASIL DAN PEMBAHASAN Standar Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 17,28 33,67 16,50 24,53 2,58 3,93 2,91 3,78 Hasil validasi instrumen Validasi tes pemahaman konsep yang dilakukan oleh validator ahli, baik pretest maupun posttest sebanyak lima soal. Soal yang divalidasi baik pretest maupun posttest dibuat sama dalam bentuk essay yang berisi konsep dan konteks yang sama. Kelima soal tersebut dibuat berdasarkan konsep dari materi kalor. Hasil validasi tes pemahaman konsep dari kelima soal yang dilakukan validator terdapat beberapa perbaikan seperti perbaikan kata dan tata cara penyusunan kalimat. Posttest Jumlah Nilai Niali Nilai Rata- Standar Siswa Minimum Maksimum Deviasi Gambar 1 Nilai Hasil Tes Pemahaman Konsep Kelas Eksperimen Instrumen perangkat pembelajaran yang terdiri dari skenario pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS). Instrumen ini masingmasing dibuat tiga kali pertemuan. Instrumen ini juga divalidasi oleh validator ahli dan pembelajaran dalam bentuk media audio visual. Berdasarkan saran-saran validator ahli. Pretest Posttest Jumlah Nilai Nilai Posttest Berdasarkan nilai hasil tes pemahaman konsep kedua kelas yang terlihat pada tabel 1 dan diagram 4. 1 dan 4. 2 menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing adalah 17,28 dan 16,50. Sedangkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol masingmasing 33,67 dan 24,53. Langkah yang dilakukan untuk menguji data pretest dan posttest adalah mengetahui terlebih dahulu apakah data tersebut berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas terhadap dua kelas tersebut Chi Kuadrat. Menggunakan program Microsoft excel 2007 dengan taraf signifikan = 0,05. Hipotesis pada uji normalitas data adalah sebagai Ho : Sampel dari populasi yang bedistribusi H1 : Sampel berasal dari populasi yang tidak terdistribusi normal. Kriteria pengambilan keputusan : x2hitung < x2tabel maka Ho diterima x2hitung > x2tabel maka H1 diterima Tabel 4. Nilai Hasil Tes Pemahaman Konsep pada pretest dan posttest Uraian Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Posttes Pretest Gambar 2 Nilai Hasil Tes Pemahaman Konsep Kelas Kontrol Hasil Penelitian Tes awal dan tes akhir dilakukan pada kelas Kelas eksperimen terdiri dari 18 siswa dan kelas kontrol 19 siswa. Nilai yang diberikan memiliki rentang 0-10. Hasil pengolahan data tes awal dan tes akhir untuk masing-masing kelas, di peroleh nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata dan tandar deviasi seperti terlihat pada Tabel 4. Pretest Pretest Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Setelah dilakukan pengolahan data, hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Hasil uji normalitas pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol Uraian Kelas Eksperimen Pretest Posttest Pretest Posttest Jumlah Siswa 2,02 2,92 4,29 0,66 5,99 5,99 5,99 5,99 16,78 16,11 kelas kontrol Gambar 3 Skor rata-rata pretest dan Posttest Pemahaman Konsep Berdasarkan Gambar 3 dapat dilihat bahwa pretest baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol memiliki skor rata-rata yang relatif sama yaitu pada kelas eksperimen 16,78 dan kelas kontrol 16,11. Pada posttest untuk kelas kelas kontrol perbedaan skor rata-rata yang relatifjauh yaitu pada kelas eksperimen sebesar 33,67 dan kelas kontrol sebesar 24,32. Uji homogenitas digunakan untuk melihat suatu data apakah data tersebut berasal dari varians yang sama atau tidak. Oleh karena itu, menggunakan statistik F dengan taraf signifikan = 0,05. berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis data dapat dilihat pada Tabel 3. Kelas Eksperimen 24,32 kelas eksperimen Hasil uji normalitas kedua kelas pada Tabel 2 menunjukan bahwa nilai x2hitung < x2tabel pada pretest dan posttest. Berdasarakan data yang diperoleh maka keputusan dapat diambil bahwa Ho diterima. Uraian 33,67 Kelas Kontrol Tabel 3 Homogenitas dua varians pretest posttest kelas eksperimen dan kelas control Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 Kelas Kontrol Pretest Posttest Pretest Posttest Nilai ratarata 16,78 33,67 16,11 24,32 Fhitung 1,61 1,08 1,61 1,08 Ftabel 2,23 2,19 2,23 2,19 Uji N-Gain Hasil perhitungan skor N-Gain siswa kelas eksperimen sebesar 50% dan kelas kontrol sebesar 24,00%. Kelas eksperimen termasuk dalam kategori sedang dimana G > 30 dan kelas kontrol termasuk dalam kategori rendah dimana G < 30. Berdasarkan analisis data Peningkatan yang terjadi menunjukan bahwa kelas eksperimen lebih besar peningkatannya Adapun perbandingan N-Gain dari kedua kelas dapat dilihat pada Gambar 4. 50,00 50,00 40,00 Berdasarkan hasil uji homogenitas pada Tabel 3 dengan taraf signifikansi 0,5 pada kelas eksperimen menujukan bahwa F hitung pretest sebesar 1,61 dan posttest sebesar 1,08. Nilai Ftabel pretest sebesar 2,23 dan posttest sebesar 2,19. Perbedaan nilai Ftabel karena pada pretest nilai standar deviasi kelas kontrol lebih besar dari kelas eksperimen. 30,00 24,00 20,00 Kelas kelas kontrol 10,00 0,00 N-Gain Gambar 4 Perbandingan N- Gain Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Skor Pemahaman Konsep Hasil perolehan skor rata-rata pretest dan posttest pemahaman konsep materi kalor dari kedua kelas dapat dilihat pada Gambar 4. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk melihat perbedaan pemahaman konsep fisika siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Syarat untuk melakukan pengujian ini adalah data harus berdistribusi normal dan homogen. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Data hasil pengujian statistik dapat dilihat pada Tabel 4. Dari kedua data tersebut terlihat bahwa Analisis posttest menunjukan bahwa hasil skor rata-rata pemahaman konsep pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Dilihat menunjukan bahwa pada kelas eksperimen yang menggunakan model problem based learning dengan media audio visual dalam pembelajaran lebih baik dibanding dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran dapat berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman konsep pada materi Setelah di uji menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan uji signifikan 2 pihak, dari perhitungan hipotesis diperoleh thitung sebesar 7,42 dan ttabel 2,03. Hasil pengujian hipotesis ini menunjukan thitung > ttabel dengan kata lain H1 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep kalor pada siswa yang mendapat pembelajaran media audio visual lebih meningkat dibnding siswa yang mendapatkan pembelajaran tanpa penggunaan media pembelajaran. Keunggulan menggunakan media audio visual didalam Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Dayanto . yaitu manfaat penggunaan media audio visual pembelajaran akan membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih menarik perhatian. Perhatian inilah yang penting dalam proses belajar karena ketika adanya perhatian maka akan timbul rangsangan/motivasi membuat anak didik berkonsentrasi. Pernyataan penelitian-penelitian Siswanto . , hasil penelitiannya menunjukan bahwa menggunakan audio-visual dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis da n kreatif siswa. Hal ini diketahui dari rata-rata nilai kemampuan berfikir kritis pada kelompok eksperimen adalah 76,43 sedangkan rata-rata nilai kemampuan berfikir kritis pada kelompok kontrol adalah 68,33. Hartuti . dalam penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Model Problem based learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA N 6 Semarang Tahun Ajaran 2014/2015Ay. Berdasarkan hasil penelitiannya menggunakan uji t terlihat pemahaman konsep lebih Tabel 4. Uji signifikasi (Dua Piha. pada kelas eksperimen dan kelas kontrol ttabel ( = Kelas Keputusan 0,. Eksperimen Kontrol 7,42 2,03 Vol. No. 2, pp. Agustus 2023 H1 Diterima Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model problem based learning dengan media audio visual terhadap pemahaman konsep materi kalor siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sojol . Penelitian ini dilakukan pada 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan media audio visual sementara pada kelas kontrol hanya diberikan perlakuan pembelajaran yang diterapkan di sekolah tanpa menggunakan media pembelajaran. Dalam proses pembelajaran materi yang digunakan adalah kalor, materi ini sesuai dengan materi yang ingin diteliti dimana siswa memahami konsep fisika tentang kalor. Materi perubahan wujud zat dan asaz black. siswa akan mengamati proses dimana siswa menyimpan es batu diruang terbuka apakah es akan mengalami perubahan. kemudian siswa mengamati saat proses memasak air ada sebagian uap yang keluar dari teko apakah yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi. Selain itu siswa juga mempelajari tentang Contohnya memanaskan salah satu ujung paku diatas nyala lilin kemudian siswa mengamati apa yang terjadi saat ujung paku mulai panas apakah tangannya akan meresakan panas. Kemudian ada juga siswa yang mendekatkan tangannya didekat nyala api dan mengamati apakah tangannya akan terasa hangat. Pembelajaran menggunakan model problem based learning dengan media audio visual pada konvensional tanpa penggunaan media pada kelas kontrol diperoleh rata-rata hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol masingmasing yaitu 33,67 dan 24,53 atau perhitungan data presentase pemahaman konsep kelas eksperimen sebesar 67% dan kelas kontrol Setelah data tes akhir dianalisis homogenitas, maka hasilnya adalah data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen pada taraf nyata = 0,05. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online meningkat dibanding kelas kontrol dapat dilihat dari hasil analisis ujin t dimana thitung = 2,15 > ttabel = 1,67 dengan arti H1 diterima dan Ho Berdasrkan hasil urain diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengaruh model problem based learning pemahaman konsep siswa pada materi kalor dibanding dengan penggunaan pembelajaran yang diterapkan disekolah tanpa menggunakan media audio visual , dapat dilihat dari nilai ratarata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol Bahasan Fluida DinamisAy. Jurnal Fisika Indonesia. Vol. XIX No. Destianingsih. Pengaruh Model Problem based learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Pembelajaran Fisika SMAN 1 Tanjung Lubuk. Jurnal Inovasi Dan Pembelajaran Fisika. Hartuti. Pengaruh Model Problem based learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA N 6 Semarang Tahun Ajaran 2014/2015. Jurna Penelitian Pembelajaran Fisika Vol. No 2 . Islamiani Safitri & Nur Ismalia Dewi . pengaruh media audio visual terhadap kemampuan pemahaman konswp matematika di kelas X SMA MUHAMMADIYAH10 Rantaurapat tahun pembelajaran 2016/2017. Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. No. 1 Mei 2017 . Iwantara. AuPengaruh Penggunaan Media Audio visualYoutube Dalam Pembelajaran IPA Terhadap Motivasi Belajar Dan Pemahaman Konsep SiswaAy. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 4 Tahun 2014. Kurniawan. Parmiti. Kusmariyanti. Pembelajaran IPA dengan Model Problem based learning Berbantuan Media Audio Visual Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa. Jurnal EDUTECH Universitas Pendidikan Ganesha . Vol. 8 No. Puput. Pengaruh Penggunaan Media Audio visual Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Suhu Dan Kalor Pada Siswa Kelas X MAN 1 Palu. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Tadulako. Putri. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem based learnin. Terhadap Hasil Belajar Fisika Dan Sikap Ilmiah Siswa Di SMPN 11 Kota Bengkulu. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Bengkulu. Siswanto. dan Mustofa. AuPengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Dan Kreatif SiswaAy. FPMIPA IKIP PGRI Semarang. Simanjutak. AuPeningkatan Pemahaman Konsep Fisika Mahasiswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Pemecahan Masalah Berbasis Audio visualAy. Jurnal Pendidikan Fisika. Vol. I No. Tersedia:http://journal. id/index. Simimi, 2015. Suhu Pemuaian Dan Kalor. Tersedia : http://w. watch?v=jO4Bq2Sa3XfY. iakses februari 2. Taniady. Setiawan. Waluya, . Pengaruh media Audio Visual Terhadap Pemahaman pembelajaraan geogerafi . enelitian eksperimen kuasi pada kelas X SMA labschool UPI Bandun. jurnal pendidikan geografi vol. 16 no. 2, oktober 2016. Yoesoef. Penerapan Model Problem based learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Menanya Dan Penguasaan Konsep Fisika Kelas X MAI SMA Negeri 2 Kediri. Jurnal Pinus. Vol. No. Yuliono. Sarwanto dan Wahyuningsih. AuAudio visual Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Materi Kalor Untuk Siswa Kelas VIIAy. Jurnal Pendidikan Fisika. Vol. 1 No. 2 halaman 21. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan kajian pada jurnal hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dengan memberikan tes pemahaman konsep sebanyak lima soal essay untuk preetest dan posttest pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Dimana hasil penelitian pemahamana konsep siswa antara kelas pemahaman konsep terjadi lebih besar pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan pada analisis uji hipotesis posttest dengan taraf = 0,05 yaitu thitung > ttabel . ,42 >2,. artinya, hipotesis H 1 diterima dan hipotesis Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model problem based learning dengan media audio visual terhadap pemahaman konsep materi kalor siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sojol. Model pembelajaran problem learning dengan menggunakan media audio visual harus menyediakan peralatan pendukung seperti infokus, ruang yang mendukung untuk penayangan audio visual serta alat bantu pengeras suara. Selain itu untuk model pembelajaran PBL dengan menggunakan media meningkatkan keaktifan guru dan siswa, kepercayaan diri siswa, dan kemampuan bekerja mandiri dalam memahami konsep. DAFTAR PUSTAKA