JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA SULUH & SALT Budi Bagaskoro1*. Alexcius Renold Yohan2 . Sahlan ToroA. Ria Aryani . Muchamad Chilmi . Angennisa Prima MeidinaA Politeknik Sahid Jakarta Email: budibagaskoro18@gmail. com, 2018140151@polteksahid. sahlan@polteksahid. id, riaaryani@polteksahid. Chilmi@polteksahid. angenisa@polteksahid. 1*,2,3,4,5,6 Diajukan 29 Januari 2025 Direvisi 07 Juli 2025 Diterima 31 Januari 2026 ABSTRAK Tujuan: Untuk mengetahui kelayakan usaha pada Suluh & Salt yang merupakan produk home industri, terdapat aspek nonfinansial yang ditinjau, yaitu aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, serta aspek lingkungan hidup dan aspek finansial yang di analisis dengan metode net present value (NPV), internal rate of return (IRR), net benefit/cost (Net B/C), payback periode (PP), break event point (BEP). Metodologi: Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan studi literatur. Teknik analisis kualitatif untuk menilai aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi serta aspek lingkungan hidup, dan analisis kuantitatif untuk menilai aspek finansial. Implikasi: Menunjukan bahwa Suluh & Salt: . Ditinjau dari aspek hukum Suluh & Salt dinyatakan Aubelum layakAy untuk dijalankan karena belum memiliki izin apapun, . Ditinjau dari segi aspek pasar dan pemasaran. Suluh & Salt dinyatakan AulayakAy untuk dijalankan, . Ditinjau dari aspek teknis dan teknologi Suluh & Salt dinyatakan AulayakAy untuk dijalankan, . Ditinjau dari aspek lingkungan hidup Suluh & Salt dinyatakan AulayakAy untuk dijalankan, . Ditinjau dari aspek finansial Suluh & Salt dinyatakan AulayakAy untuk dijalankan tetapi dengan catatan yaitu ada satu metode dari aspek finansial yang masih belum tercapai yaitu net benefit/cost (Net B/C). Kata kunci: Kelayakan Usaha. Aspek Nonfinansial. Aspek Finansial. Home Industri ABSTRAK Purpose: The purpose is to determine the business feasibility of Suluh & Salt, a home industry product, in terms of non-financial aspects, namely legal aspects, market and marketing aspects, technical and technological aspects, environmental aspects, and financial aspects, which are analyzed by the net present value (NPV) method, internal rate of return (IRR), net benefit/cost (Net B/C), payback period (PP), and break even point (BEP). Methodology: The data collection method used observation techniques and literature studies. The data analysis technique assessed legal, market, and marketing aspects, technical and technological aspects, and environmental aspects, and quantitative analysis assessed financial aspects. The type of data used for this research consists of internal and external data, which are both qualitative and Implications: The results of this study indicate that Suluh & Salt: . In terms of the legal aspect. Suluh & Salt is declared "not feasible" to run because it does not have any permits, . In terms of market and marketing aspects. Suluh & Salt is stated " feasibleAy to run, . From a technical and JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 technological perspective. Suluh & Salt is declared AufeasibleAy to run, . From an environmental perspective. Suluh & Salt is declared AufeasibleAy to run, . From a financial perspective. Suluh & Salt & Salt was declared "feasible" to run but with a note that there is one method from the financial aspect that has not been achieved, namely net benefit/cost (Net B/C). Keywords: Business Feasibility. Non-financial Aspects. Financial Aspects. Home Industry PENDAHULUAN Dunia binis pada saat ini terus mengalami perkembangan yang sangat pesat, terbukti bahwa industri 4. 0 juga berkembang sangat pesat di Indonesia. Hal ini juga dikarenakan persaingan usaha yang semakin kompetitif. Terlebih dimasa pandemic seperti ini yang dimana membuat banyak sekali pelaku bisnis bermunculan dari berbagai start up seperti dibidang teknologi, pariwisata, trasportasi, hingga kuliner. Dan bisnis dibidang kuliner inilah yang paling sangat berkembang pesat, sehingga dimana hal ini juga membuat penulis tertarik untuk ikut membangun bisnis yaitu di bidang kuliner. Kuliner adalah suatu proses memasak sebuah hidangan dengan cara memadukan antara seni kuliner, keilmuan, dan teknologi yang dipadukan dengan metode memasak yang sesuai dengan jenis hidangannya (Andriani & Hadijah, 2. Kuliner juga bisa menjadi suatu indentitas suatu suku, kota, maupun bangsa, sehingga kuilner pun bisa menjadi salah satu daya tarik wisata, karena setiap wisatawan ingin mencoba setiap kuliner lokal yang ada. Penulis menyadari bahwa berbisnis pada sektor kuliner seperti ini selalu menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan, karena dalam UU 18 Tahun 2012 tentang pangan mengatakan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan. Usaha indsutri makanan dan minuman di Indonesia mulai bangkit sejak masa pandemic Covid-19, pertumbuhannya di 2021 naik menjadi 2,54% yang mana sebelumnya di tahun 2020 hanya 1,58% (Kusnandar, 2. Dengan begitu ada kemungkinan di tahun 2022 ini semakin naik karena keadaan yang juga semakin normal dan membaik. Keberhasilan sebuah bisnis kuliner dalam memenangkan persaingan ditentukan oleh penerapan srategi pemasaran yang tepat serta hubungan baik yang dijalani dengan konsumen. Dalam menjalankan usaha tersebut juga perlu dilakukan analisis dan pengkajian yang dalam tentang bagaimana usaha tersebut akan dibuat dan akan dijalankan. Faktor Ae faktor yang harus di nilai dalam menyusun studi kelayakan usaha berkaitan berbagai aspek antara lain, aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek produk, dan aspek keuangan. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merasa perlu dan tertarik mengenai studi kelayakan bisnis, yang menjadikan judul skripsi penulis yaitu Au Studi Kelayakan Bisnis Pada Suluh & Salt Ay. METODE Jenis data yang digunakan terdiri dari data intern dan ekstern yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Menurut Sudjana (. Zulganef, 2. data intern adalah data yang dicatat dan diperoleh sendiri, misalkan catatan seorang pengusaha mengenai aktivitas perusahaanya sendiri, sedangkan data ekstern adalah data yang diperoleh dari luar si pencatat, misalkan data diluar catatan yang dicatat oleh pengusaha tersebut. Penelitian kualitatif adalah sebagai proses penyelidikan untuk memahami masalah sosial atau masalah manusia berdasarkan pada penciptaan gambar holistic yang dibentuk JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 dengan kata Ae kata, melaporkan pandangan informan secara terperinci, dan disusun dalam sebuah latar ilmiah (Creswell, 1. dan penelitian kuantitatif adalah menumbuhkan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui (Margono, 1. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua jenis metode, yaitu observasi yang merupakan proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti serta studi literatur dan kepustakaan yang merupakan proses membaca berbagai jurnal pemasaran, artikel yang relevan dan sumber lain guna mendapatkan data Alat analisis yang akan digunakan dalam penelititan ini adalah analisis usaha yang berdasarkan sebagai berikut, yaitu : Break Event Point (BEP) Break Even Point merupakan titik impas, dimana pada saat suatu perusahaan tidak rugi maupun untung. Penentuan titik impas dengan biaya ditambah laba atau bisa juga dengan pendekatan grafis yang dilakukan dengan cara yaitu mencari titik potong antara garis pendapatan penjualan dengan biaya pada suatu grafik yang disebut grafik impas. Y = cx Ae bx Ae a Keterangan : Y = Laba bersih = Biaya tetap bx = Biaya variabel cx = Pendapatan penjualan . Net Present Value (NPV) Net Present Value perbedaan antara nilai sekarang dari benefit . dengan nilai sekarang biaya, yang besarnya dapat dihitung dengan rumus sebagau berikut : ( yaAycOeyayc ) NPV = = ( 1 yc. yc Keterangan : yaAyc = Benefit bruto proyek pada tahun ke -t yayc = Biaya bruto proyek pada tahun ke-n . mur ekonomis proye. = Tingkat bunga modal (%) = Periode per tahun . Internal Rate of Return (IRR) Internal Rate of Returns adalah tingkat pengembalian. Kriteria yang dipakai adalah apabila IRR Ou suku bunga berlaku maka usaha dikatakan layak, tetapi apabila IRR O suku bunga yang berlaku, maka usaha dikatakan tidak layak. ycAycEycO IRR = I [ ycAycEycO Oe ycAycEycOOe ] [I Oe y I ] JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 Keterangan : I = Tingkat suku bunga yang menghasilkan ycAycEycO IOe = Tingkat suku bunga menghasilkan ycAycEycO Oe ycAycEycO = NPV pada suku bunga 1 positif ycAycEycO Oe = NPV pada suku bunga 1 negatif. Payback Periode (PP) Menurut Umar Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi . nitial cash investmen. yang menggunakan aliran kas dengan kata lain Payback Period merupakan rasio antara Ao initial cash ivestmentAo dengan Aocash inflowAo-nya, yang hasilnya merupakan satuan waktu. Selanjutnya nilai rasio ini dibandingkan dengan maximum payback period yang dapat diterima. (Swastawati, 2. ycAycnycoycaycn yaycuycyceycycycaycycn PP = yaycayc ycAycaycycyco yaAyceycycycnEa y 1 ycycaEaycycu . Net Benefit/Cost (Net B/C) Net Benefit Cost bertujuan untuk mengetahui berapa besarnya keuntungan dibandingkan pengeluaran selama umur ekonomisnya. Rumus yang akan dipakai yaitu Net B/C Ocycu yc =1 ycayc Oe ya yc ( 1 ycn )yc Ocycu yc =1 yayc Oe yaA yc ( 1 ycn )yc Keterangan : yaAyc = Keuntungan pada tahun ke-t yayc = Biaya pada tahun ke-t = Discount factor = Umur proyek HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan dalam usaha. Hasil analisis ini akan digunakan untuk sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha. Aspek Yuridisa Usaha Suluh & Salt masih tergolong usaha yang baru terbentuk dan juga bergerak dilingkup usaha online, sehingga Suluh & Salt masih belum memiliki kelengkapan perizinan usaha seperti SIUP. NPWP. TDP. Akta Notaris. Surat Keterangan Kementerian Hukum. HAM, dan Keanggotaan Asosiasi Usaha. JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 Aspek Teknikal Order Taking Payment Verification Production Packing Delivering Gambar 1. Alur Proses Produksi Fokus kegiatan operasional Suluh & Salt adalah penjualan Cake & Cookies, oleh karena itu proses produksi hanya dilakukan jika terdapat permintaan pemesanan dari Hal ini juga dilakukan untuk menjaga mutu dan kualitas dari setiap produk di Suluh & Salt agar selalu fresh. Analisis SWOT . Kekuatan Pembeli (Bargaining Power of Custome. Harga, rasa, dan design dari sebuah produk seperti Cake & Cookies menjadi suatu pertimbangan dari setiap pembeli, dimana mereka membeli dan mempercayakan produk tersebut. Suluh & Salt ingin menyesuaikan keinginan dan kebutuhan dari mayoritas pembeli sesuai dengan budget yang pembeli miliki namun tetap menjaga kualitas dan cita rasa yang tinggi dari setiap produk yang dibeli. Persaingan Industri (Industry Rivalr. Indutri yang bergerak dibidang Cake & Cookies pada saat ini sangat banyak. Oleh karena itu Suluh & Salt akan terus beroperasi dan meningkatkan segala aspek untuk tetap bisa bersaing. Kekuatan Pemasok (Power of Supplie. Pemasok memiliki peran yang cukup penting dalam menyediakan bahan baku yang Suluh & Salt sendiri sudah memiliki beberapa pemasok tetap dengan harga yang fluktuatif, tanpa mengurangi kualitas bahan baku. Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrat. Perkembangan bisnis pada saat ini sangat pesat dan dengan adanya percepatan teknologi yang dimana melalui media sosial, hal ini yang akan memulai para pendatang baru terpancing untuk memulai berbagai macam bisnis dibidang yang sama. Hal ini JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 yang menjadi ancaman tergolong tinggi, karena Suluh & Salt pada saat ini masih dalam tahap pengembangan. Matriks EFAS Adalah alat analisa yang digunakan untuk menghitung suatu faktor dari luar perusahaan dan dapat berdampak bagi perusahaan. Tabel 1. Matriks EFAS Suluh & Salt Faktor-faktor Strategis Eksternal Bobot Rating Peluang: Bahan baku mudah didapat Luasnya jangkauan pasar online Trend masyarakat yang konsumtif Pertumbuhan permintaan cake & cookies yang Jumlah Ancaman: Bencana alam (Covid . Banyaknya pesaing baru Kenaikan harga bahan baku Banyaknya merek terkenal yang juga membuka pasar online Jumlah Skor -0,6 -0,3 -0,4 -0,3 -1,6 Penjelasan: Sangat Kuat Kuat Lemah Sangat Lemah = 1 Matrik IFAS Adalah alat analisa yang berguna untuk menghitung faktor dari dalam suatu perusahaan yang dapat mempunyai efek bagi perusahaan. Tabel 2. Matriks IFAS Suluh & Salt Faktor-faktor Strategis Internal Bobot Rating Kekuatan: Kualitas produk tinggi SDM yang profesional Mempunyai beberapa menu uni Memiliki data pelanggan setia Skor JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. Jumlah Kelemahan: Kondisi keuangan belum stabil Tempat produksi yang masih dirumah Kemasan yang kurang optimal Izin usaha secara hukum Jumlah Penjelasan: Sangat Kuat Kuat Lemah Sangat Lemah E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 -0,3 -0,2 -0,3 -0,3 -1,1 Matriks SWOT Tabel 3. Tabel Analisis SWOT IFAS & EFAS KEKUATAN: KELEMAHAN: Kualitas roduk tinggi SDM yang Mempunyai beberapa menu unik Memiliki data pelanggan setia Kondisi keuangan belum stabil Tempat produksi yang masih dirumah Pemasaran yang kurang optimal Izin usaha secara WO: PELUANG: SO: Bahan baku mudah Luasnya jangkauan pasar online Trend yang konsumtif Pertumbuhan permintaan Cake & Cookies Membuat signature Membuat website Rasa produk yang Membuat harga paket Membuat kerja sama dengan investor Memperhatikan control lebih pada bahan baku yang mudah rusak Memanfaatkan media sosial sebagai alat JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. ANCAMAN: ST: Bencana alam . Banyaknya pesaing Kenaikan harga bahan Banyaknya terkenal yang juga membuka pasar online Berinovasi mengikuti keadaan yang ada. Menjaga kualitas rasa dan bahan baku tetap Membuat menu dan harga terjangkau Memberdayakan pelanggan setia sebagai alat promosi E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 Menyelesaikan segala perizinan secara WT: Membuat SOP Memanfaatkan fungsi tempat produksi Melakukan operasi pasar secara berkala Mendaftarkan usaha ke platform ojek Aspek Pasar dan Pemasaran Pasar yang digunakan adalah pasar yang mampu menjangkau seluruh kalangan dengan membuat produk Cake & Cookies yang mampu dapat dijangkau oleh seluruh kalangan dengan budget konsumen. Suluh & Salt menggunakan sistem Pre-Order (PO), dimana konsumen akan memesan produk dengan minimal H-3 sebelum pembuatan produk. Suluh & Salt menetapkan harga menengah kebawah yaitu Rp. 000 Ae Rp. 000 dan dengan bauran marketing 4 P yaitu promosi, produk, price, place. Aspek Manajemen Saat ini. Suluh & Salt hanya dikelola oleh satu orang saja, yaitu Alexcius Renold Yohan Tambunan dikarenakan minimnya budget dan kurangnya orang untuk mengelola usaha, jadi semuanya dikelola mulai dari manajemen, marketing, operasional, keuangan hingga bagian kreatif. Aspek Lingkungan Suluh & Salt memberdayakan ojek online dalam pengiriman produk namun untuk sekarang hanya berlaku melalui gosend saja karena jasa antar makanan gofood & grabfood masih dalam proses. Serta Suluh & Salt dalam beberapa hari raya besar menggunakan 1 orang bantuan dalam bentuk Part Time. Aspek Keuangan Modal awal yang digunakan Suluh & Salt secara keseluruhan senilai Rp. 950,dalam bentuk biaya peralatan dan perelengkapan : Rp. 450,-, listrik, gas, dan marketing : Rp. 000,-, bahan baku: Rp. 500,-, dan biaya gaji : Rp. 000,-. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. Jenis Produk Tabel 4. Proyeksi Analisis Usaha 15-31 Desember Nastar Sagu Keju Putri Salju Produksi Harga Jual Rp. Rp. Biaya Produksi Penerimaan Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Pengeluaran Laba Bersih Jenis Produk Nastar Produksi Harga Jual Biaya Produksi Penerimaan Pengeluaran Laba Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Jenis Produk Bakpao Produksi Harga Jual Biaya Produksi Penerimaan Pengeluaran Laba Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Jenis Produk Produksi Harga Jual Nastar Rp. Rp. Rp. Kastangel Rp. 000 Rp. Rp. 446 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 1-31 Januari Donat Kentang Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 1-28 Februari Donat Kentang Rp. Rp. Rp. Rp. Rp130. Lapet Beras Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Donat Kentang Rp. Rp. Rp. Rp. Rp 47. Bakpao Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Kolak Cake Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 18-30 April Sagu Keju Putri Salju Klepon Cake Rp. Rp. Lidah Kucing Rp. 000 Rp. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. Biaya Produksi Penerimaan Rp. Rp. Rp. 446 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Pengeluaran Laba Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 892 Rp. Rp. 108 Rp. Rp. Rp 462. Tabel 5. Nilai R/C Ratio. Break Even Point dan Payback Period Keterangan R/C Ratio BEP (Nila. Nilai 1,72 Rp. BEP (Produ. 328 Hari Tabel 6. Kebutuhan Modal Kerja dan Investasi Jenis Jumlah Aktiva Biaya Gaji Rp. Listrik. Gas, dan Marketing Rp. Jumlah Aktiva (A) Rp. Modal Kerja Bahan Baku Awal Rp. Peralatan dan Perlengkapan Rp. Jumlah Modal Kerja (B) Rp. Total Biaya Kerja (A B) Rp. Tabel 7. Nilai Kriteria Investasi Suluh & Salt Kriteria Investasi Net Present Palue Internal Rate of Return Net Benefit/Cost Break Event Point Payback Periode Nilai Rp. 0,71% 0,080 Rp. 328 Hari Dari tabel diatas menunjukkan bahwa Suluh & Salt layak dilanjutkan dalam beberapa aspek kriteria, namun ada juga aspek kriteria yang masih belum layak untuk di lanjutkan : NPV NPV pada Suluh & Salt dikatakan layak dilanjutkan dikarenakan nilai NPV positif senilai JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 RP. 354,33. IRR IRR pada Suluh & Salt layak dilanjutkan karena IRR lebih besar daripada tingkat suku bunga yaitu 0. 71% > 0. Net B/C Net B/C pada Suluh & Salt tergolong tidak layak dikarenakan nilai IRR lebih kecil dari 1 BEP Setiap bulannya Suluh & Salt harus menjual 14 pcs produk untuk mecapai nilai BEP Rp. 937,76. Payback Periode Suluh & Salt membutuhkan waktu 328 hari untuk mengembalikan biaya investasi Tabel 8. Perbandingan Nilai Kriteria Investasi Akibat Kenaikan Harga Bahan Baku Sebesar 9 persen dan 10 persen. Kriteria Investasi NPV NET B/C IRR Sebelum Kenaikan Rp. 0,080 0,71% Setelah Kenaikan Rp. 1,98 21,22% Setelah Kenaikan 10% Rp. 2,06 29,28% Dari tabel diatas, dengan kenaikan bahan baku 9% dan 10%. Suluh & Salt dinyatakan AulayakAy saat mengalami kenaikan dikarenakan: NPV keduanya bernilai positif sNilai Net B/C keduanya lebih besar dari satu . IRR keduanya lebih dari tingkat bunga yang sebesar 14% Tabel 9 Perbandingan Nilai Kriteria Investasi Akibat Penurunan Harga Jual Produk Sebesar 20 persen dan 21 persen Kriteria Investasi NPV NET B/C IRR Sebelum Kenaikan Rp. 0,080 0,71% Setelah Kenaikan Rp. 24,84 31,52% Setelah Kenaikan Rp. 42,90 32,61% Dari tabel diatas, dengan penurunan harga jual 20 sampai 21% Suluh & Salt dinyatakan AulayakAy saat mengalami penurunan harga jual dikarenakan: NPV keduanya bernilai postif Nilai Net B/C pada keduanya lebih besar dari satu . IRR keduanya lebih dari tingkat bunga yang sebesar 14% JOSSE: Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. : Hal. Website : https://journal. id/index. php/josse 56743/josse. E-ISSN : 3063-8852 P-ISSN : 3063-8860 Tabel 10 Perbandingan Nilai Kriteria Investasi Akibat Kenaikan Harga Bahan Baku Dan Penurunan Harga Jual Produk Sebesar 6 persen dan 7 persen. Kriteria Investasi NPV NET B/C IRR Sebelum Kenaikan Rp. 0,080 0,71% Setelah Naik/Turun Rp. 2,95 30,25% Setelah Naik Turun Rp. 3,46 35,46% Dari tabel di atas. Suluh & Salt dinyatakan AulayakAy untuk dijalankan dengan kenaikan bahan baku dan penurunan harga sebesar 6% dan 7% karena : NPV keduanya bernilai postif Nilai Net B/C pada keduanya lebih besar dari satu . IRR keduanya lebih dari tingkat bunga yang sebesar 14% SIMPULAN DAN REKOMENDASI Hasil analisis kelayakan pada aspek pasar dan pemasaran, aspek teknik dan teknologi dan aspek manajemen dan operasional menunjukkan bahwa Suluh & Salt layak untuk Berdasarakan hasil analisis aspek finansial menunjukkan Nilai NPV positif yakni sebesar Rp RP. 354,33. - nilai IRR lebih besar darni nilai suku bunga pinjaman 14% yaitu, 0. 71%, nilai Net B/C negatif karena tidak mencapai satu . BEP positif dengan nilai Rp 414. 937,76,- dan PBP 328 hari yang berarti usaha ini sudah dapat menutup biaya investasi sebelum umur usaha berakhir. Beberapa hasil perhitungan yang diperoleh analisis finansial menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan namun ada satu aspek yang mendapatkan hasil negatif yaitu Net B/C yang tidak mencapai angka satu . Suluh & Salt juga mampu mentoleransi kenaikan harga bahan baku 9%, 10% dimana nilai nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp. 959,35 untuk 9% dan Rp. 359,94 untuk 10%. IRR kedua nya mendapatkan hasil positif dari tingkat bunga bank yang sebesar 14% yaitu 21,22 untuk 9% dan 29,28 untuk 10%, serta nilai Net B/C pada keduanya lebih kecil dari satu . DAFTAR PUSTAKA