Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakarat Di Desa Karangpranti Pajarakan Probolinggo Oleh Ainol. Imam Bukhori ainol1968@gmail. Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Abstrak Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) the number of poor people in Indonesia in March 2019 reached 25,14 million people, or about 9,82% of the total population. The amount is reduced 530 thousand inhabitants compared to the position in September last year and shrink 805 thousand inhabitants compared to the position in March last year. (Viva Budy Kusnandar, 2. It needs a special attention for the farmers, because the future of the farmers is essential for the continuity of production of farmers as the main meal of the nation of Indonesia. improving a production of farmers, so the main factor and increased development and welfare for farmers. Farmer groups also require strengthening in order that the farmers can prosper. The number of farmer groups formed can result in many groups of farmers who have been Each member of the group of farmers can use this institution in the increase of performance for the welfare of the farmers. The role and function of farmer groups have a very important role in mobilizing development in the field of agriculture. The strengthening of institutions that need to be implemented so that it can memotivitasi as well as guidance to the farmers are able to cooperate in the field of economy. The efforts made in the strengthening of the business groups of farmers, namely with the guidance and support to farmers in order to be able to cooperate with well in the economic field. So farmer groups can develop well need to be given venture capital, as well as coaching and training to farmer groups, in order to increase the capacity of human resources, namely by carrying out training and mentoring to all the committee and In the process of improving groups of farmers conducted by the instructor in terms of empowerment. Although in terms of coaching and mentoring farmer groups can also invite NGOS and other organizations that are considered to be the professional that will be included on the strengthening and empowerment of farmer groups. Key word : The Role Of Farmer Group. Well-Being. Community PENDAHULUAN Pertanian di Indonesia rata-rata berada di daerah tropis dibawah garis khatulistiwa, yang terbelah menjadi dua di Indonesia yang memiliki peran yang sangat penting dalam sektor perekonomian. Kemudian di sektor pertanian adalah sektor yang juga berperan penting untuk meningkatkan ekonomi dalam pengembangan bagi negara-negara hal ini terlihat jelas dalam sektor pertanian bisa merekrut dan menyerap tenaga kerja bagi warga desa. Pembangunan di sektor pertanian harusnya mendapat perhatian yang sangat serius karena di sektor pertanian dapat banyak menghasilkan bagi pendapatan suatu Jika terjadi suatu produksi yang besar maka akan berdampat yang sangat baik kepada petani serta menghasikan income yang tinggi, sehingga dapat meningakatkan taraf hidup masyarakat. (Mawarni et al. Dalam pembangunan pemerintah mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya para petani. Dalam tahapan tersebut pelaksanaan pembangunan menjadi tujuan agar para petani sejahtera serta program kementerian pertanian tahun 2014 dalam meningkatkan kesejahteraan petani telah mencanangkan beberapa target dalam pelaksanaan pembangunan (Kementan, 2. Bagi masyarakat yang kurang mampu berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin masih sangat besar, maka dari itu memerlukan perhatian khusus dari pemerintah, terkait dengan kelangsungan usaha tani dalam memproduksi padi atau beras sebagai makanan utama bangsa Indonesia. Permasalahan yang terjadi pada para petani dalam bidang pemasaran, pelatihan, keterampilan, sumber daya manusia dan lain Solusinya dari masalah itu adalah sangat perlu dibentuk suatu kelompok tani agar semua program dapat terlaksana dengan baik. Beberapa pemasukan masyarakat sangat rendah. (Wicaksono, 2. Adanya asosiasi atau kelompok bisa membantu petani melalui penyampaian pesan kepada pemerintah agar aspirasi kelompok tani bisa tertampung dan menjadi catatan. Dan bisa memperjuangkan apa yang menjadi keinginan kelompok daalam peningkatan kesejahteraan kelompok tani Dalam pembentukan kelompok tani langsung dipilih oleh para petani sendiri. Menurut Kementrian Pertanian memberi definisi bahwa kelompok tani adalah suatu perkumpulan petani, peternak, yang dibentuk dan mempunyai visi dan misi yang sama pada kondisi lingkungan . umber daya manusia, sosial, dan ekonom. untuk peningkatan serta pengembangan usaha terhadap anggota. (Harianto, 2. Dalam pembentukan kelompok tani yaitu dipilih dan dibentuk petani sendiri, yang gunanya untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, serta dapat memperkuat posisi kelompok tani dalam pemasaran (Harianto, 2. Program bimbingan masal terbentuk sekitar tahun 1979 yang mana peran dan partisipasi para petani dapat menunjukkan hasil yang luar Kemudian dalam membentuk suatu kelompok tani tersebut, warga pun menyalurkan dana kredit bagi kelompok tani agar supaya dana tersebut terserap dan tepat sasaran. Harapan pemerintah semua desa agar mempunyai kelompok agar bisa pemerintah dapat melayani apa yang dibutuhkan petani. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tersebut secara langsung menjadi anggota. Karena kelompok tani mulai berkembang pesat dengan adanya gabungan dari beberapa kelompok yaitu disebut Gabungan Kelompok Peraturan Pemerintah No. 93 Tahun 1997 tentang Pembinaan Kelompok Tani dan Nelayan ialah berupa penggabungan bebera kelompok tani dengan prinsip membangun kemitraan secara bersamasama agar tercapai dalam meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani serta bagi anggota yang lain. (Syahyuti, 2. Maka dari itu Gabungan kelompok tani adalah sebagai suatu wadah bagi para petani untuk bekerjasama dengan kelompok lain. Gabungan kelompok tani mengeluarkan biaya yang tinggi oleh para anggota, oleh karena itu penggabungan kelompok tani dinilai kurang tepat karena dalam membentuk suatu kelompok formal. (Budi dan Aminah,2. Dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kelompok tani dirasa belum mempunyai peningakatan kualitas hal ini dibuktikan oleh masih banyaknya kelompok tani yang mandiri masih dibantu dalam penentuan sebuah komoditas seperti menentukan pasar, mitra usaha dan lain sebagainya. Sehingga kualitas yang dihasilkan oleh kelompok tani belum maksimal, dan belum adanya kemandirian dari masyarakat itu sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan. (Febriantoko et al. , 2. METODE Berdasarkan permasalahan utama mitra maka, maka pendekatan pendekatan community development dengan melaksanakan beberapa tahapan sebagaiman tersaji dalam bagan berikut: Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Febriantoko et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran dan fungsi kelompok tani adalah menggerakkan suatu pembangunan di sektor pertanian di desa itu, kelompok tani ini yang menjadi pemain utama pengembangan pembangunan di pedesaan. Maka dari itu kelompok tani adalah wadah dalam membangun pertanian dan pemerintah sebagai penyedia modal, memberi informasi dan bagaimana cara memasarkan produk tersebut baik dipasar maupun melalui media sosial dan youtube. Disini kelompok tani mempunyai peran penting dan memiliki gambaran mengenai kegiatan yang akan dikelola dan seluruh anggota kelompok tani semuanya harus sepakat, segala kegiatan usaha yang ada didalam kelompok tani yaitu pemasaran, pengadaan produksi dan Didalam mempunyai kesamaan visi dan misi adanya kepercayaan dalam setiap anggota, sehingga terjalin suatu hubungan yang serasidan harmonis dan dapat mengikat kelompok tersebut agar lebih kuat dan kompak. Ketika semua aturan diikuti oleh semua anggota dan ada perasaan memiliki maka akan tercipta manfaat dan kenikmatan dalam kelompok tani. Ketika struktur organisasi sudah terbentuk maka ketua kelompok tani mempunyai peran penting dalam melakukan koordinasi, salah satu memberikan perintah atau tugas sesuai topuksi masing-masing anggota, dan mempermudah tugas anggota dalam melakukan kegiatan usahanya. Ketua pengambilan suatu keputusan untuk melaksanakan kegiatan usaha tani serta dapat menggerakkan kelompoknya untuk tujuan yang diinginkan. Dalam menciptakan suatu keharmonisan dan kedinamisan dalam kelompok perlu adanya kekompakan antar anggota, jika ini sudah dilakukan maka akan mudah melakukan suatu kerjasama serta partisipasi untuk memajukan kelompok tersebut sehingga segala keinginannya Interaksi yang dilakukan dalam mencapai suatu tujuan dan keinginannya baik di internal maupun exsternal. Organisasi yang dibentuk seperti kelompok tani ialah sebagai wadah agar semua pengurus dan anggota bisa belajar bersama-sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan agar tercipta suatu kemandirian sehingga usaha tani bisa berkembang dan semakin meningkat, pemasukan juga bertambah serta hidupnya akan sejahtera. Kelompok tani yang satu dengan kelompok yang lain bisa bekerjasama mengembangkan usahanya serta jika menemui permasalahan akan dapat teratasi masalah tersebut, terbentuknya beberapa kelompok tani akan menghasilkan produksi yang banyak dan bisa meningkatkan perekomian yang meningkat dan lebih baik dari sebelumnya. Seiring berjalannya waktu kelompok tani masih dibilang belum mengalami perkembangan yang signifikan, maka dari itu harus diberikan meningkatkan produksi, peran pemerintah disini sangat diharapkan misalnya dengan menyokong permodalam bagi para petani dan Karena kalau ini dibiarkan maka banyak kelompok tani akan Peran Pemerintah dan partisipasi masyarakat sangat penting bagi kelangsungan kelompok tani. Peran pengurus disini sangat kurang sehingga menyebabkan rendahnya kinerja anggota kelompok tani, tidak berfungsinya struktur organisasi, kemudian banyak anggota tidak menjalankan tupoksi, dan tidak adanya pembinaan dari penyuluh sehingga berdampak sangat rendah produksi usaha tani. Ketika membentuk suatu kelompok tani belum memuat potensi dan apa saja yang dibutuhkan para petani, terentuknya kelompok tani jika ada bantuan saja seperti bantuan pupuk, modal usaha dan bantuan lainnya. Pembentukan kelompok tani pada saat ini dibentuk berdasarkan adanya kebutuhan saja misalkan ketika ada proyek, maka ramai-ramai masyarakat membentuk kelompok tani jika proyek dari pemerintah sudah selesai maka kelompok tani bubar dengan sendirinya. Berbeda dengan kelompok tani yang betul-betul bersungguh-sungguh, ada atau tidaknya bantuan atau modal usaha dari pemerintah tetap berjalan. Perlu adanya suatu pembinaan kepada mereka agar kelompok tersebut mandiri dalam peningakatan usahanya. Dalam membentuk suatu kelompok tani haruslah menempatkan ke dalam kontek yang sangat luas, yakni mengembangkan perekonomian dan masyarakat harusnya mandiri agar tercipta suatu pembangunan yang terus-menerus. Kelompok tani disini dimaksudkan agar kegunaannya hanya untuk mendapatkan bantuan dari peerintah baik berupa modal usaha tidak diperuntukkan untuk mengembangkan kelompok tani sendiri, maka kebanyakan kelompok tani hanya bisa membentuk kelompok saja dan tidak bisa mempertahankan kelompok tersebut. Apabila semakin banyaknya pembangunan dibidang pertanian dimasa yang akan datang yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, maka Indonesia harus berbenah dan harus bisa memberdayakan petani agar kehidupan usahanya meningkat. Agar kita meningkatkan kemampuan dan memiliki kekuatan, dan juga dapat mengevaluasi suatu tantangan dan pelaung yang akan terjadi. Jika terjadi suatu permasalahan kelompok tani bisa mengatasi masalahnya sendiri. Perkembangan mendatang, agar petani mendapatkan kesejahteraan maka didalam lembaga kelompok tani di Indonesia harus dilakukan pembenahan dan pemberdayaan, sehingga dalam kehidupannya kelompok tani tersebut Agar keinginan tersebut dapat tercapai dengan sukses maka dari itu kita harus memprogram dan memberdayakan dan melakukan peningkatan kemampuan kelompok tani dimana petani harus paham tentang kelemahan dan kekuatan kelompok, apa saja permasalahan dan peluang yang akan dihadapi, mencari soslusi dalam peneyelesaian suatu masalah, sehingga kelompok tani ketika berada di masyarakat dapat sesuai, serasi, seimbang dengan lingkungan sekitar. Kelompok tani memiliki potensi besar didalam masyarakat pedesaan dalam hal pelaksanaan beberapa program dalam membangun suatu pertanian yang mau dilakukan, oleh karena itu kelompok tani sebagai unsur utama dalam membangun suatu pertanian. Berangkat dari data yang diambil jumlah kelompok tani sekarang berjumlah sekitar 560. Lembaga kelompok tani mempunyai peran penting dalam kegiatan pembelajaran, bekerjasama, serta untuk mendapatkan modal dalam pengembangan usahatani,maka dari itu kelompok tani harus mendapat perhatian serius dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. yahyutti, 2. Karena perhatian pemerintah yang dianggap kurang, maka alasan tersebut yang menjadi tujuan untuk memberdayakan kelompok tani karena sudah menjadi otonomi daerah, kemudian ada kecendrungan bahwa pemerintah sudah tidak lagi memperhatikan kelompok tani, akhirnya dalam pemangunan usahatani tidak berfungsi secara maksimal, padahal kalau kita lihat kelompok tani adalah aset negara yang paling Untuk mencapai suatu keingan atau tujuan yang diinginkan kelompok tani harus memiliki kekompakan antar anggota, ini adalah langkah awal agar kelompok tani berjalan dengan baik. Maka dari itu tekad yang kuat dan diikuti dengan kekompakan anggota kelompok akan terscipta suatu kerhasilan dan jika berjalan sendiri-sendiri maka tidak akan menghasilkan apa-apa alias tanpa ada arah serta tujuan yang jelas. Sekarang ini banyak kelompok tani hanya memeikirkan bagaimana mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah, akhirnya yang terjadi jika kelompok tersebut tidak kompak maka suatu saat bisa menjadi bubar dan kelompok itu tidak aktif. Kaena itu faktor utama dengan adanya kelompok adalah bukan hanya memiliki banyak modal, tetapi tekad kuat serta kekompakan team agar bisa menjadi sangat maju dan meningkat. Adanya tekad serta kemauan yang sangat besar dari anggota dapat mencapai keinginan dan tujuan serta kemauan yang sangat kuat untuk maju dalam pembangunan suatu lembaga usahatani yang efektif. Dalam membangun suatu kelompok sangat mudah akan tetapi membangun suatu kekompokan antar anggota tidak mudah, harus ada kepercayaan pada masing-masing anggota pengurus kelompok. Ketika semua sudah saling percaya maka kedepannya akan mudah, dalam mewujudkan rasa saling percaya antar anggota serta pengurus perlu adanya suatu tanggung jawab bisa berupa laporan tiap bulan secara transparan kepada kelompok agar mereka percaya kepada pengurus. Dalam pengembangkan kelompok usahatani di Indonesia sudah Belanda. Pada mengembangkan kelompok tani dengan cara terus-menerus dilakukan sehingga tiap tahun meningkat. (Unang, 2. Walaupun kelompok tani sudah banyak terbentuk, akan tetapi masih tidak efektif, karena kegiatan yang dilakukan masih tergolong sangat rendah. Penyebabnya adalah keterbatasan peran kelompok tani, anggotanya belum jelas, tidak ada struktur organisasi, selain produksi rendah juga dalam membentuk suatu kelembagaan tidak melibatkan pastisipasi masyarakat sehingga tidak bisa menyerap kemampuan yang dimiliki untuk kepentingan petani yang pada hakekatnya bisa menjadi modal utama untuk membangun sebuah kelembagaan petani. Bisa dikatakan kelompok tani terbentuk karena adanya bantuan modal dari pemerintah, bantuan pupuk bersubsidi dan lain sebagainya. Dengan adanya kelompok tani tersebut dapat memberi hasil yang pembangunan didalam pertanian, akan tetapi dalam membangun suatu kelompok usahatani belum ideal dan kurang tepat. Ketika pemerintah dalam membuat kelompok tani terlalu formal. sehingga anggota kelompok merasa risih yang pada awalnya bersifat sosial dan akhirnya menjadi kelompok tugas, dan banyak intervensi yang dilakukan oleh pihak luar kepada kelompok tani tersebut. Pemberdayaan kelompok tani ini sangat penting dilakukan karena memiliki kemampuan yang sangat besar. Kita tidak bisa mengandalkan para penyuluh yang hanya terbatas dan tidak bisa mengcaver semua anggota petani yang ribuan bahkan jutaan, dan menurut kami tidak efektif Kurangnya jumlah transportasi juga mengakibatkan penyuluh tidak efesien, selain mobilitas yang kurang pada akhirnya sangat sulit terwujud kelompok tani dengan keterbatasan tersebut. Ada beberapa hal yang menunjukkan kekuatan kelompok anara lain : kemampuan kelompok untuk mencapai suatu tujuan, kemapuan kelompok untuk bertahap agar tetap kompak, kemampuan kelompok untuk terus berkembang sehingga dapat meningkatkan suatu kinerja Jika kelompok tersebut berhasil maka mereka memiliki kualitas dan hubungan yang tekoneksi dengan aktfitas tersebut diatas. (Hermanto, 2. Dalam melakukan upaya meningkatkan kekuatan kelompok tani tidak semudah membalik telapak tangan, karena membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus memiliki modal yang cukup besar. Akan tetapi penguatan kelompok tani sangat diperlukan suatu kebijakan strategis untuk memberdayakan kelompok tani diantaranya : Menciptakan iklim yang baik pada lingkungan misalnya saling percaya antar anggota Mengembangkan kreatifitas dan gagasan dalam kelompok sehingga bisa bermanfaat dalam melakulan usaha, tersedianya modal yang Membantu dan mencatat suatu perasalahhan juga bisa memecahkan suatu permasalahan juga memberikan solusi didalam usahatani. Dapat mengetahui dan meningkatkan kemampuaan kekuatan pasar, bisa menganalisa agar dapat mengembangkan usahanya semakin Dapat meningkatkan kemampuan serta menganalisa kekuatan masing-masing anggota sehingga usaha tersebut dapat mensuplai permintaan pasar. Mendorong serta mengajak agar petani mau mengikuti dan melakukan usaha simpan pinjam Implemntasi yang akan dilakukan agar trik tersebut berjalan lancar adalah sebagai berikut : Melakukan pembimbingan kepada para petani agar bisa bekerjasama dibidang ekonomi Mengembangkan usaha kelompok tani dengan memberikan akses modal yang cukup serta melakukan pembinaan dan meningkatkan usaha tani Meningkatkan sumber daya manusia dengan melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan Upaya yang akan dilakukan untuk memberdayakan kelompok tani, bisa mengajak penyuluh pertanian, walaupun juga bisa mengajak LSM dalam menangi kegiatan tersebut. Juga mengajak organisasi yang lain yang profesional dalam mengembangkan agar masyarakat berdaya. Tugas pendamping dalam hal ini untuk mengembangkan pastispasi, sikap serta ilmu pengetahuan dan keterampilan kelompok tani agar segala tujuannya tecapai dengan sukses. KESIMPULAN Dari beberapa kelompok tani yang sudah dibentuk masih belum membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga dengan adanya kelompok tani dapat disimpulkan sebagai berikut : belum adanya kemandirian dari kekompakan atara kelompok tani yang satu dengan lainnya, sehingga kelompok tersebut tidak bisa bertahan alias bubar. Kemudian peran serta fungsi kelompok tani harus ada peningkatan dalam pengembangan, kelompok tani harus kuat, serta bisa mendorong dan menggerakkan anggotanya agar tujuannya dapat tercapai. Pemberdayaan yang dilakukan dalam penguatan kelompok tani adalah cara strategis dalam peningkatan kesejahteraan petani. Upaya yang dilakukan dalam penguatan usaha kelompok tani yaitu dengan melakukan bimbingan dan support kepada petani agar bisa bekerjasama dengan baik dala bidang ekonomi. Agar kelompok tani bisa berkembang dengan baik perlu diberikan modal usaha, serta melakukan pembinaan dan pelatihan kepada kelompok tani. Peningkatan usaha dibidang pertanian, melakukan kegiatan pendampingan serta pelatihan profesional dalam kegiatan usaha pertanian yang dikhususkan kepada anggota dan pengurus. DAFTAR REFERENSI Budimanta. Arif. Corporate Sosial Responsibility. Jakarta : Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD) Febriantoko. Bastani Sepindjung, & Riana Mayasari. Pendampingan dalam Perencanaan Penanaman Bawang Merah pada Kelompok Tani Harapan Jaya Kelurahan Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 31Ae41. https://doi. org/10. 29062/engagement. Harianto. Analisis Pengaruh Komunikasi. Disiplin Kerja. Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo. Iqtishodiyah: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 12Ae26. Mawarni. Baruwadi. , & Bempah. Peran kelompok tani dalam peningkatan pendapatan petani padi sawah di desa iloheluma kecamatan tilongkabila kabupaten bone bolango. Agrinesia, 2. , 65Ae Wicaksono. Mobilisasi Peran Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau Di Kabupaten Temanggung. May. Tanaya. Jimmy. Tanggung Jawab Sosial Korporasi. Surakarta : BWI. Suharto,Edi. Pembangunan Kebijakan dan Pekerjaan Sosial Spektrum Pemikiran Bandung : SpSTKS Koentjaningrat. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia Sekarningsih. Renny 1991. Pengantar Pekerjaan Sosial. Bandung: UNPAD Hikmat. Harry. Strategi pemberdayaan masyarakat. Bandung : Humaira Suharto. Edi. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung : Mitra anda Saptana. 10 September 2011. Konsep efiseinesi usaha tani pangan dan Implikasinya bagi peningkatan produktivitas. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembagan Pertanian Kementrian Pertanian. Forum Agro Ekonomi Vol. 30 No. Rachmat Muchjidin dan Tjetjep Nurasa. 29 Agustus 2013. Nilai tukar petani padi di beberapa sentra produksi padi di Indonesia. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembagan Pertanian Kementrian Pertanian. Jurnal Agro Ekonomi Vol. 31 No. Ariani Mewa ,Basuno Edi,Purwantini Bastuti Tri dan Yusdja Yusmichad. Mei 2004. Analisis peluang peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan petani melalui pengelolaan usaha tani bersama. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembagan Pertanian Kementrian Pertanian. Jurnal Agro Ekonomu Vol. 22 No. Soetomo. Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rudito. Bambang dkk. Akses Peran Masyarakat AuLebih Jauh Memahami Community DevelompmentAy. Jakarta : ICSD Suharto. Edi. Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat AuKajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung : Refika Aditama. Wahyudiyana. Singgih. Strategi pemberdayaan komunitas petani :Kajian terhadap pemberdayaan komunitas petani melalui kegiatan pendampingan sosial yang dilaksanakan sekretariat Bina Desa /INDHRRA Jakarta: Studi komunitas petani di desa