MAHAROT: Journal of Islamic Education Vol. No. 2, 2023 ISSN: 2580-3980 . 2580-3999 . http://ejournal. id/index. php/maharot THE INFLUENCE OF TEACHER'S PERSONALITY ON STUDENTS' LEARNING INTEREST IN THE FIELD OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION STUDIES PENGARUH KEPRIBADIAN GURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Received 20-12-2023 Revised 25-12-2023 Accepted 29-12-2023 DOI : 10. 28944/maharot. Zubairi1. Izzat Amini2 1STAI Asy-Syukriyyah Tangerang, 2Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan 1zubairimuzakki@gmail. com, 2zataastaa@gmail. Keywords: Islamic religious studentAos teacherAos Kata kunci: agama Islam. minat belajar Abstract This study aims to determine the effect of the teacher's personality on students' learning interest in the field of Islamic religious education at SMK Angkasa 2. Tangerang Regency. The research method used in this study is a quantitative research method with a causative type. The population taken in this study was a sampling population of all 563 students of Angkasa Pura 2 Vocational School. Tangerang Regency, so that a sample of 30 students was taken. The data was obtained through the use of a questionnaire instrument that measures the dimensions of the teacher's personality and student learning interest. Regression analysis was used to analyze the data and identify the relationship between teacher personality and student interest in learning. The results of the study show that the teacher's personality has a significant influence on students' learning interest in the field of study of Islamic Religious Education. This is indicated by the magnitude of the influence that is equal to 47. The implication of this research is the important role of the teacher's personality in creating a positive learning environment and stimulating students' interest in learning. Therefore, it is hoped that teachers can develop and improve aspects of their personality related to warmth, emotional intelligence and openness, so that they can motivate students to have a high interest in learning Islamic religious education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian guru terhadap minat belajar siswa pada bidang pendidikan agama Islam di SMK Angkasa 2 Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis kausatif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah populasi sampling seluruh siswa SMK Angkasa Pura 2 Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Kabupaten Tangerang yang berjumlah 563 orang, sehingga diambil sampel sebanyak 30 siswa. Data diperoleh melalui penggunaan instrumen angket yang mengukur dimensi kepribadian guru dan minat belajar siswa. Analisis regresi digunakan untuk menganalisis data dan mengidentifikasi hubungan antara kepribadian guru dengan minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian guru mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya pengaruh yaitu sebesar 47,94%. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran kepribadian guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan merangsang minat belajar siswa. Oleh karena itu, diharapkan guru dapat mengembangkan dan meningkatkan aspek kepribadiannya yang berkaitan dengan kehangatan, kecerdasan emosional dan keterbukaan, sehingga dapat memotivasi siswa agar memiliki minat yang tinggi dalam mempelajari pendidikan agama Islam. AMAHAROT: Journal of Islamic Education. This work is licensed under CC BY-NC-SA 4. PENDAHULUAN Secara global, belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya seperti latar belakang keluarga, masyarakat dan teman-teman. Sedangkan faktor internal yaitu faktor fisiologis dan psikologis diantaranya minat. Dalam diri individu apabila minat yang dimilikinya terhadap suatu bidang studi atau guru yang mengajar bidang studi tertentu tinggi, maka akan terlihat pada gejala-gejala yang ditimbulkan melalui sikap dan prilakunya sehingga proses belajar yang dilakukannya akan efektif (Zubairi et al. , 2. Namun sebaliknya, apabila dalam diri siswa itu kurang berminat atau tidak ada minat, maka kemungkinan besar siswa tidak akan belajar dengan efektif atau bahkan mungkin juga siswa tidak mau belajar sama sekali terhadap mata pelajaran yang tidak diminatinya. Sementara guru merupakan faktor pendidikan yang menempati posisi utama dalam memegang peranan penting dalam keseluruhan proses pembelajaran di sekolah (Muzakki & Dahari, 2. Arti penting itu bertitik tolak dari tugas dan tanggung jawab guru yang dapat dikatakan berat dalam membina potensi anak didik sehingga memiliki integritas kepribadian, ilmu, berbudi pekerti, beriman dan bertakwa serta memiliki keterampilan dalam kehidupannya sebagai individu dan bermasyarakat (Nurdin & Zubairi, 2. Tugas dan kewajiban guru bukan hanya sebagai pengajar yang transfer of knowledge tetapi juga sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntut siswa dalam belajar untuk mengaplikasikan tugas-tugas pokok tersebut sehingga tujuan atau sasaran yang diharapkan dalam proses belajar mengajar dapat Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 tercapai dengan baik, maka seorang guru terlebih dahulu harus dapat menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional. Seiring dengan tuntutan zaman yang semakin berkembang, guru yang profesional adalah guru yang membekali dirinya dengan beberapa kompetensi keguruan yang mencakup aspek kepribadian guru, penguasaan ilmu dan bahan pelajaran serta keterampilan dalam mengajar dan setelah itu ia baru dapat menyampaikan materi pelajaran kepada siswanya (Muzakki, 2. Kepribadian guru merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pendidik sebagai tenaga profesional, sebab kepribadian itu dapat menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya yang bukan sekedar menumpahkan semua ilmu pengetahuan tetapi juga dapat menanamkan nilai-nilai yang luhur dalam diri siswanya. Kepribadian guru merupakan suatu masalah yang abstrak hanya dapat dilihat melalui penampilan, tindakan, ucapan, cara berpakaian dan dalam menghadapi setiap persoalan. Setiap guru mempunyai pribadi masing-masing sesuai dengan ciri-ciri pribadi yang ia miliki. Ciri-ciri tersebut tidak dapat ditiru oleh guru yang lain karena dengan adanya perbedaan ciri inilah maka kepribadian setiap guru itu tidak sama. Kepribadian adalah keseluruhan dari individu yang terdiri dari unsur psikis dan fisik, artinya seluruh sikap dan perbuatan seseorang menggambarkan sesuatu kepribadian apabila dilakukan secara sadar. Kepribadian merupakan suatu hal yang sangat menentukan tinggi rendahnya kewibawaan seorang guru dalam pandangan anak didik dan masyarakat (Muzakki & Nurdin, 2. Berdasarkan survey yang peneliti lakukan bahwa minat belajar siswa khususnya bidang studi PAI di SMK Angkasa Pura 2 Kabupaten Tangerang cenderung masih kurang, ini dapat dilihat ketika jam pelajaran berlangsung masih ada beberapa siswa yang berada di luar kelas tidak mengikuti pelajaran. Hal ini tidak dapat dibiarkan dan harus diketahui penyebabnya sehingga dapat segera diatasi (Muzakki, 2. Ada beberapa faktor kekurang tertarikan siswa untuk belajar, diantaranya adalah minat yang kurang dan juga guru yang mengajar. Tidak adanya kemauan dari diri sendiri untuk belajar atau faktor guru PAI yang kurang kreatif, terkesan cuek dan kurang perhatian kepada siswanya sehingga siswa kurang berminat untuk mengikuti pelajaran di kelas, atau guru yang memiliki sifat kurang baik dalam kehidupan sehari-harinya masih terbawa saat sedang mengajar sehingga siswa merasa kurang nyaman saat belajar (Zubairi, 2022. Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Kepribadian guru yang baik dan berakhlakul karimah terutama guru pendidikan agama Islam menjadi daya tarik tersendiri untuk menumbuhkan minat siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam. Kepribadian guru Pendidikan Agama Islam yang kalem tidak pernah berkata kasar, tidak pernah berprasangka buruk, menerima anak didik dengan semua pandangan yang sama, memiliki sifat rabbani, sabar, jujur serta memiliki wawasan dan pengetahuan agama yang luas merupakan ciri guru PAI yang ideal (Zubairi et al. , 2. Sebaliknya jika guru tidak dapat menampilkan kepribadian yang baik maka siswa merasa kurang senang kepadanya dan malas untuk mengikuti pelajaran karena kurang ketertarikan dan minat untuk belajar (Zubairi & Abnisa, 2. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kepribadian guru memiliki dampak terhadap motivasi dan minat belajar siswa di berbagai bidang studi. Namun, penelitian yang fokus pada pengaruh kepribadian guru terhadap minat belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMK masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan penelitian tersebut dengan menginvestigasi pengaruh kepribadian guru terhadap minat belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMK Angkasa Pura 2. Penelitian ini mengkaji pengaruh kepribadian guru terhadap minat belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam. SMK Angkasa Pura 2 memiliki kurikulum yang menekankan pentingnya pembentukan karakter dan pengembangan keagamaan siswa. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang pengaruh kepribadian guru terhadap minat belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMK Angkasa Pura 2 dapat memberikan wawasan yang berharga bagi guru-guru dan pihak terkait dalam meningkatkan kualitas pembelajaran (Nurdin & Zubairi, 2. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan bukti empiris yang mendukung adanya pengaruh positif kepribadian guru terhadap minat belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMK Angkasa Pura 2. Dan hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan minat belajar siswa pada Pendidikan Agama Islam, khususnya melalui peran kepribadian guru. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan profesionalisme guru dalam mengembangkan kepribadian yang mempengaruhi minat belajar siswa. Guru-guru dapat menggunakan temuan penelitian ini sebagai acuan untuk meningkatkan aspek-aspek kepribadian yang relevan, seperti kehangatan, kecerdasan emosional, dan keterbukaan. Hal ini membantu Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan memotivasi siswa untuk lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar Pendidikan Agama Islam. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis kausatif (Arikunto, 2. Penelitian ini dilakukan di SMK Angkasa Pura 2 Kabupaten Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Angkasa Pura 2 Kabupaten Tangerang yang mengikuti program studi Pendidikan Agama Islam. Sampel penelitian dipilih secara acak sederhana dari populasi tersebut. Jumlah sampel yang diambil 30 orang yang tersebar di semua kelas. Hal ini ditentukan berdasarkan pertimbangan statistik yang memadai untuk menghasilkan hasil yang representatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Setelah kuesioner dikembangkan dan divalidasi, peneliti mendistribusikan kuesioner kepada responden . iswa SMK Angkasa Pura 2 Kabupaten Tangeran. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan menginstruksikan siswa untuk mengisi kuesioner secara mandiri dan memastikan bahwa mereka memahami pertanyaan yang Peneliti memberikan penjelasan singkat tentang tujuan penelitian dan menjaga kerahasiaan identitas responden (Hadi, 1. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik. Analisis data dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel independen . epribadian gur. dan variabel dependen . inat belajar sisw. Selain itu, analisis deskriptif juga dilakukan untuk menjelaskan karakteristik sampel, serta analisis faktor atau analisis komponen utama mungkin juga digunakan untuk mengidentifikasi dimensi kepribadian guru yang paling berpengaruh terhadap minat belajar siswa (Hadi, 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Kepribadian Guru Menjadi guru berdasarkan tuntutan hati nurani tidaklah semua orang dapat melaksanakannya, guru dituntut mempunyai suatu pengabdian yang dedikasi dan loyalitas, ikhlas sehingga menciptakan anak didik yang dewasa, berakhlak dan berketerampilan (Muzakki, 2. Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat, kewibawaanlah yang menyebabkan guru dihormati dan Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Dalam mengajar guru memegang peranan yang sangat penting. Ia akan menjadi titik fokus sekaligus figur yang menjadi panutan anak didiknya. Oleh karena itulah dirasakan sangat penting dan perlu untuk membekali guru sejak dini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kelak. Sikap guru hendaknya mengetahui dan menyadari betul akan peran dan kepribadiannya dalam mengajar sangat menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan yang hendak dicapai dalam lembaga pendidikan tempat ia mengajar khususnya (Zubairi & Abnisa, 2. Kepribadian guru itu akan diserap dan diambil oleh anak didik menjadi unsur dalam kepribadiannya yang sedang tumbuh dan berkembang (Muzakki, 2. Berdasarkan hasil pengukuran untuk mendapatkan data tentang variabel kepribadian guru . ariabel X) kepada 30 responden dengan menggunakan teknik angket, diperoleh data yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Nilai 69 Ae 73 74 Ae 78 79 Ae 83 84 Ae 88 89 Ae 93 Jumlah 26,67 26,67 16,67 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Skor Kepribadian Guru Dari tabel di atas skor tertinggi yaitu 89-93 yang diperoleh 5 orang responden, dan skor terendah yaitu 69-73 diperoleh 8 orang responden. Mean= 72,83. 77,875. modus= 73,5. dan standar deviasi= 175,44. Minat Belajar Proses belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah menginginkan kondisi belajar yang efektif (Abnisa & Zubairi, 2. Oleh sebab itu diperlukan keterlibatan siswa secara aktif dalam mencapai hal tersebut. Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar erat hubungannya dengan sifat-sifat siswa itu sendiri, karena setiap siswa memiliki sifat yang berbeda dalam berbagai hal, diantaranya adalah minat (Muzakki, 2. Minat sangat penting untuk dimiliki oleh setiap siswa, sebab minat mempunyai peranan dalam proses belajar mengajar (Muzakki, 2. Apabila minat yang dimiliki terhadap bidang studi tertentu itu tinggi maka akan terlihat pada gejala-gejala yang ditimbulkan melalui sikap perilakunya sehingga proses belajar yang dilakukannya akan Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 efektif (Zubairi, 2. Minat seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu (Zubairi, 2022. Minat merupakan suatu sikap yang relatif menetap pada diri seseorang dan mempunyai peranan besar terhadap keberhasilan belajar setiap individu siswa di sekolah, sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya (Muzakki, 2. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu karena keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat murid yang bersifat kognitif maupun afektif seperti motivasi, rasa percaya diri dan minatnya terhadap belajar (Zubairi & Abnisa, 2. Berdasarkan hasil pengukuran untuk mendapatkan data variabel minat belajar . ariabel Y) kepada 30 responden dengan menggunakan teknik angket, diperoleh data yang tersusun dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Nilai Jumlah 13,33 6,67 3,33 16,67 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Minat Belajar 12656,25 Dari tabel di atas skor tertinggi yaitu antara 143-154 yang diperoleh 5 orang responden, dan skor terendah yaitu 83-94 diperoleh 4 orang responden. Mean= 125,15. median= 136,1. modus= 129,5. dan standar deviasi= 322,49. Pengujian Persyaratan Analisis Uji Normalitas Uji normalitas terhadap variabel X . epribadian gur. dan Y . inat belaja. adalah untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Rangkuman hasil analisis tersebut disajikan pada tabel di bawah ini: Responden f. -s. Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Tabel 3. Uji Normalitas Variabel X (Kepribadian Gur. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan maka diperoleh nilai 0,687. Sedangkan nilai sebesar 1,59 dengan ketentuan jumlah n= 30 dan = 0,05. Sesuai dengan ketentuan pada ketentuan nilai uji liliefors maka dapat disimpulkan bahwa jika lebih kecil dari nilai . ,687 < 1,. maka data tersebut berdistribusi normal. Responden f. -s. Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Tabel 4. Uji Normalitas Variabel Y (Minat Belaja. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan maka diperoleh nilai 0,713. Sedangkan nilai sebesar 1,59 dengan ketentuan jumlah n= 30 dan = 0,05. Sesuai dengan ketentuan pada ketentuan nilai uji liliefors maka dapat disimpulkan bahwa jika lebih kecil dari nilai . ,713 < 1,. maka data tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan yang disajikan pada tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa data dari semua variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal. Selanjutnya, berdasarkan pengujian tingkat signifikansi/ keberartian dari persamaan regresi Y= -10,96 1,73 X diperoleh . hitung > ftabe. atau 25,89 > 4,2 pada dk pembilang =1 dan dk penyebut = 28 dan taraf nyata a= 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi Y= -10,96 1,73 X adalah signifikan . Sedangkan pada pengujian linearitas diperoleh nilai . hitung < ftabe. atau 2,11< 2,42 pada dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 16 dan taraf nyata a= 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh antara X terhadap Y adalah linier. Sebagaimana disebutkan pada pengujian persyaratan analisis, bahwa data yang akan diuji hipotesisnya harus memenuhi syarat yaitu berdistribusi normal dan Hasil dari pengujian keduanya menunjukan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan bersifat homogen. Hal ini menunjukan populasi dan cara pengambilan sampel telah sesuai dengan pedoman Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 dalam pengumpulan data, pada pengumpulan data menggunakan angket yang dinilai valid dan cukup representatif. Berdasarkan hasil perhitungan melalui uji signifikan diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh antara kepribadian guru terhadap minat belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama Islam. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil uji analisis dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana diperoleh nilai fhitung lebih besar dari ftabel . ,89 > 4,. dengan taraf signifikan a= 0,05 pada dk penyebut= 28 dan dk pembilang 1, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kepribadian guru terhadap minat belajar siswa. Berdasarkan analisis terhadap data dan pengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kepribadian guru pendidikan agama Islam sangat diperlukan untuk menunjang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar sehingga siswa tertarik dan termotivasi untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Dalam konteks penelitian ini, kepribadian guru yang menyenangkan, ramah, dan mampu menciptakan hubungan yang baik dengan siswa dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam Pendidikan Agama Islam. Siswa merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam pembelajaran ketika mereka merasa didukung, diperhatikan, dan dihargai oleh guru mereka. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepribadian guru yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan kompetensi yang tinggi dalam Pendidikan Agama Islam dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Guru yang mampu menyampaikan materi dengan jelas, memberikan penjelasan yang memadai, dan mendorong diskusi dan refleksi meningkatkan minat belajar siswa. SIMPULAN Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kepribadian guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMK Angkasa Pura 2 Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung memiliki minat belajar yang lebih tinggi ketika mereka memiliki guru yang memiliki kepribadian yang positif, mendukung, dan Berdasarkan data yang diperoleh 47,94% kepribadian guru mempengaruhi minat belajar siswa pada bidang studi PAI di SMK Angkasa Pura 2 Kabupaten Tangerang. Zubairi. Izzat Amini | MAHAROT Vol. No. 2, 2023 Dalam konteks studi kasus di SMK Angkasa Pura 2 Kabupaten Tangerang, kepribadian guru memiliki peran yang penting dalam membentuk minat belajar siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam. Guru dengan kepribadian yang positif, mendukung, dan kompeten dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran agama Islam. Oleh karena itu, rekomendasi yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan kepribadian guru yang sesuai dengan karakteristik yang telah disebutkan guna meningkatkan minat belajar siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam. DAFTAR PUSTAKA