Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 MAINTAINING RELATIONSHIP KOMUNIKASI SUAMI ISTRI PADA PASANGAN BEKERJA YANG TINGGAL BERJAUHAN Eva Julieta Tamba Universitas Sumatera Utara Abstrak Penelitian ini untuk mengetahui pandangan pasangan suami istri terhadap peranan komunikasi dalam pemeliharaan hubungan jarak jauh, maintaining relationship . emeliharaan hubunga. komunikasi suami istri yang sama-sama bekerja dan tinggal berjauhan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam mencapai maintaining relationship komunikasi efektif. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak tujuh pasang suami istri yang sesuai dengan kriteria penelitian. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis. Suami istri dalam penelitian ini menyatakan bahwa komunikasi sangat berperan penting dalam maintaining relationship. Terdapat upaya pemeliharaan hubungan komunikasi suami istri jarak jauh dalam penelitian ini, yaitu sikap positif, keterbukaan, komitmen, berbagi tugas, mengenal lingkungan sekitar pasangan, melakukan kegiatan hanya . andphone kompute. ,mencari referensi melalui buku, memberikan pembelaan diri pada situasi konflik tertentu dengan memberikan penjelasan, humor, tidak menegur kesalahan pasangan di depan orang lain, rahasia dalam rumahtangga jangan diketahui oleh umum, jangan sekali-kali pasangan menghina keluarga di depan umum, dan jangan sekali-kali meremehkan pasangan, cara memperlakukan istri dengan memberikan sedikit kebebasan, dan memberikan kepercayaan penuh, berdoa, dan sabar. Informan dalam penelitian ini mengalami hambatan komunikasi pada faktor hambatan mekanis seperti gangguan sinyal dan juga hambatan psikologis karena adanya konflik, emosi, maupun ego yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar komunikasi bisa berjalan efektif kembali. Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi. Maintaining Relationship. Pasangan Bekerja. Hubungan Jarak Jauh. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Abstract This study aims to find out the views of the couple on the role of communication in maintaining a long distance relationship, knowing maintaining relationship communications husband and wife who both work and live far apart, and to know the supporting factors and obstacles in achieving maintaining the relationship effective communication. The number of subjects in this study were seven pairs of husband and wife in accordance with the criteria. The paradigm used is constructivist. The husband and wife in this study stated that communication is very important in maintaining the relationship. There is attempt to maintain communication links marital distance in this study, the positivity, openness. Assurances, sharing tasks, social networks, joint activities, mediated communication, avoidance, antisocial, humor, do not rebuke error partner in front of others, the secret in the household not known by the public, do not ever pair insulting the family in public, and do not underestimate your partner, how to treat his wife with giving a bit of freedom, give full confidence . , should understand each other, pray together, read reference books as well searching through the internet about maintaining a home. Informants in this study experienced a communication barrier on mechanical resistance factors such as signal interference and also psychological barriers because of a conflict, emotions, and ego that must be completed first in order to be effective communication back Keywords: Interpersonal Communication. Maintaining Relationship. Work Couples. Long Distance Relationship Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 PENDAHULUAN Pemenuhan kebutuhan hidup didalam berkeluarga adalah sangat penting sehingga suami yang selalu diharapkan untuk bekerja dapat memberikan kebutuhan yang tercukupi. Banyak suami istri yang menginginkan kebutuhan hidup yang lebih baik dimana keluarga tersebut nantinya dapat menabung untuk kebutuhan anak maupun lainnya. Namun dengan berjalannya waktu didalam kebutuhan hidup. Penghasilan yang diperoleh dari suami bekerja, diharapkan dapat dikelola istri dengan baik tetapi kebutuhan yang semakin banyak mengakibatkan penghasilan yang diperoleh kadang tidak tercukupi. Untuk meningkatkan kebutuhan tersebut, kadangkadang istri cenderung wajib untuk ikut bekerja. Pada sisi yang lain, suami istri sebelum memutuskan menikah sudah memiliki pekerjaan masing-masing dan tetap memutuskan untuk sama-sama bekerja. Hal ini disebabkan selain untuk meningkatkan penghasilan didalam keluarga juga untuk tetap dapat meningkatkan karir masing-masing Posisi pekerjaan suami istri yang sedang dijalani dan dianggap sudah baik dan tepat kadang mengakibatkan masingmasing individu tersebut bertahan untuk sama-sama bekerja. Namun tanpa disadari waktu kebersamaan didalam keluarga semakin sedikit yang diakibatkan oleh kesibukan bekerja. Fenomena yang terjadi sekarang ini banyak suami istri yang memutuskan untuk tetap bekerja bukan hanya pada perusahaan atau instansi yang berbeda saja bahkan juga pada wilayah yang berbeda. Sehingga keterikatan dan aturan yang ada pada perusahaan maupun instansi tersebut harus diikuti. Untuk perusahaan, kemungkinan . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 diterima kembali masih ada ketika telah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Namun, untuk aparatur sipil negara seperti PNS/TNI/Polri, kesempatan untuk kembali bekerja tidak ada lagi (UU No. 5 Tahun 2014 Pasal . Ada beberapa aturan yang mengakibatkan aparatur sipil negara (ASN) tersebut tidak mudah untuk segera dapat tinggal bersama ketika sudah bekerja sebagai ASN di wilayah yang berbeda. UU No. 5 Tahun 2014 telah mengatur mengenai Hak dan Kewajiban ASN, sebagai berikut . asn-id. Bab I, pasal 1, rincian 1. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pasal 20, rincian 1 dan 2 menyatakan bahwa jabatan ASN diisi dari Pegawai ASN. Jabatan ASN tertentu dapat diisi dari prajurit Tentara Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Bab VI Bagian Ketiga Pasal 23 rincian ke delapan menyatakan setiap ASN wajib bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perbedaan jarak yang jauh ini dapat mengakibatkan intensitas bertemu hanya ada sekali seminggu, sebulan, setahun bahkan ada juga yang lebih dari setahun. Keadaan inilah yang mengharuskan pasangan suami istri yang seharusnya tinggal bersama di bawah satu atap harus menjalani hubungan keluarga dengan jarak jauh atau dikenal dengan istilah long distance marriage. Maka kadang harapan yang diinginkan pada awal berumah tangga untuk selalu bersama setiap hari tidak dapat tercapai, bahkan rentan mendapatkan masalah. Tapi, disisi lain itulah konsekuensi yang harus diterima oleh pasangan Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 suami-istri yang tidak bisa sering bersama setiap saat dengan alasan pekerjaan yang harus dijalaninya. Hidup terpisah yang dijalani karena tuntutan pekerjaan seperti ini memang tidak mudah. Suami istri yang tinggal satu atap saja terkadang banyak permasalahannya, apalagi yang berlainan tempat Beberapa masalah khas bisa muncul. Sehingga, dibutuhkan strategi yang hebat terdapat dalam pemeliharaan hubungan suami istri agar tidak terganggu walaupun tinggal berjauhan. Pengembangan hubungan antarpribadi yang dijalani suami istri yang sama-sama bekerja dan tinggal berjauhan membutuhkan komunikasi yang baik karena banyak persoalan yang muncul dikarenakan kurang tercapainya kualitas komunikasi yang baik. Sadarjoen . menyatakan bahwa komunikasi merupakan pusat cara kedua pasangan untuk hidup harmonis satu sama lain. Serentak setelah dua pasangan berkomunikasi, maka mereka berbagi dalam sistem interaksi yang selalu berubah dan bergerak maju sembari terjadinya proses perubahan fase kehidupan pada masing-masing pasangan disamping berbagi perasaan, pengasuhan anak-anak, waktu-waktu yang menyenangkan dan waktu-waktu menghadapi Lestari . menyatakan bahwa relasi suami istri memberi landasan dan menentukan warna bagi keseluruhan relasi di dalam keluarga. Banyak keluarga yang berantakan karena terjadi kegagalan dalam relasi suami istri. Kunci bagi kelanggengan perkawinan adalah keberhasilan melakukan penyesuaian di antara Penyesuaian ini bersifat dinamis dan memerlukan sikap dan cara berpikir yang luwes. Jadi, pasangan yang menikah harus terbuka satu sama lain dan berani menyampaikan perasaan hati, ide, . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 gagasan atau pun segala hal yang mengganjal dalam menjalani Sebelum antarpribadi, ada baiknya memahami kepribadian diri kita sendiri sebelum memahami kepribadian orang lain, karena sebelum kita memahami orang lain kita harus bisa dulu memahami diri kita sendiri. Memahami diri sendiri dan juga orang lain merupakan usaha yang tentu saja tidak terjadi begitu saja, tetapi membutuhkan usaha yang besar dari kedua belah pihak. Saling memahami merupakan salah satu usaha untuk membina rumah tangga yang bahagia. Pemahaman bersama ini dimulai dari saling membuka diri agar saling mengenal pribadi masing-masing melalui komunikasi antarpribadi. Keterbukaan komunikasi mewujudkan komunikasi antarpribadi yang efektif dalam hubungan suami-istri, meskipun berjauhan tempat tinggal. Hal mengungkapkan diri . elf-disclosur. juga merupakan unsur penting dalam komunikasi efektif sebagai salah satu unsur perwujudan kebahagiaan rumah tangga. Olson & Olson dalam Lestari . menemukan sepuluh aspek yang membedakan antara pasangan yang bahagia dan yang tidak bahagia, yaitu: komunikasi, fleksibilitas, kedekatan, kecocokan kepribadian, resolusi konflik, relasi seksual, kegiatan di waktu luang, keluarga dan teman, pengelolaan keuangan. Diantara komunikasi merupakan aspek yang paling penting, karena berkaitan Keterampilan kecermatan memilih kata yang digunakan dalam menyampaikan gagasan pada pasangan. Pemilihan kata yang kurang tepat dapat Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 menimbulkan kesalahan persepsi pada pasangan yang diajak Intonasi dalam melakukan komunikasi juga perlu untuk Penekanan pada kata yang berbeda, meskipun dalam kalimat yang sama dapat menimbulkan respon perasaan yang berbeda pada pasangan. Keefektifan kita dalam hubungan antarpribadi ditentukan oleh kemampuan kita untuk mengkomunikasikan secara jelas apa yang ingin kita sampaikan, menciptakan kesan yang kita inginkan, atau mempengaruhi orang lain sesuai kehendak Kita meningkatkan keefektifan kita dalam hubungan antarpribadi dengan cara berlatih mengungkapkan maksud dan keinginan kita, menerima umpan balik tentang tingkah laku kita, dan memodifikasikan tingkah laku kita sampai orang lain mempersepsikannya sebagaimana kita (Supratiknya, 1995:. Beberapa pasangan suami istri yang tidak mampu menjaga keharmonisan rumah tangga dalam keadaan hubungan pernikahan jarak jauh dapat memicu permasalahan bahkan konflik dalam rumah Konflik yang timbul dan memuncak pada situasi tidak ada jalan damai dapat memicu pertengkaran yang berujung pada keputusan untuk bercerai. Markman . menyatakan bahwa kirakira 40% dari pernikahan mungkin akan berakhir dengan perceraian, tetapi pernikahan biasanya merupakan hubungan dipertahankan untuk terpelihara dengan baik (Aron & Aron, 1986:. Medan sebagai kota terbesar juga memiliki angka perceraian yang Ribuan Medan pernikahannya di Pengadilan Agama Medan. Pada tahun 2012, jumlah pernikahan yang tercatat pada Kantor Wilayah Departemen Agama . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Provinsi Sumatera Utara sebanyak 14. 902 pernikahan (Sumatera Utara Dalam Angka, 2. Sementara, jumlah perceraian tahun 2012 yang tercatat pada Kantor Pengadilan Agama Kelas IA Kota Medan 433 perceraian. Jumlah pernikahan tahun 2013 menurun dibandingkan 2012 yaitu sebanyak 11. 718 pernikahan (Sumatera Utara Dalam Angka, 2. Sementara itu, jumlah perceraian pada 2013 justru meningkat mencapai 1. 579 perceraian. Kemudian tahun 2014, angka perceraian di Kota Medan kembali menunjukkan peningkatan, dimana mencapai 1. 715 perceraian (Kota Medan Dalam Angka 20132015, data diola. Pada tahun 2015, kasus perceraian hingga periode Oktober yang diputus Pengadilan Agama Medan mencapai 2. ttp://w. koran-sindo. Berdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan diatas, maka difokuskan rumusan spesifik yang menjadi alasan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana maintaining relationship . emeliharaan hubunga. melalui komunikasi yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang kedua-duanya bekerja dan harus tinggal berjauhan? Adapun tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk: Mengetahui pandangan suami istri terhadap peranan komunikasi dalam pemeliharaan hubungan jarak jauh . Mengetahui maintaining relationship . emeliharaan hubunga. komunikasi suami istri yang sama-sama bekerja dan tinggal . Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam komunikasi efektif. emeliharaan Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 Penelitian ini mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut: Manfaat dari aspek teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, khususnya bagi mahasiswa yang ingin mengadakan penelitian lebih lanjut tentang maintaining relationship melalui komunikasi suami istri bekerja yang tinggal berjauhan. Manfaat dari aspek praktis Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pasangan yang baru mau akan menikah maupun yang telah menikah, khususnya tentang cara merawat dan mempertahankan hubungan suatu rumah tangga yang dijalani secara jarak jauh karena tuntutan profesi atau pekerjaan, khususnya melalui Sehingga, hubungan yang terbina dalam rumah tangga dapat terwujud secara efektif sesuai yang diharapkan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian yang memaparkan situasi atau peristiwa. Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau gambaran Penelitian kualitatif adalah penelitian yang temuantemuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau hitungan lainnya (Strauss & Corbin, 2003:. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data yang sedalam-dalamnya (Kriyantono, 2008:. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif: ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati dari orang-orang . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 . itu sendiri. Melalui metode kualitatif, kita dapat mengenal orang . secara pribadi dan melihat mereka sendiri tentang dunia ini. Kita dapat merasakan apa yang mereka alami dalam pergulatan dengan masyarakat mereka sehari-hari (Bogdan & Taylor, 1992: 21-. Penelitian . ontructivisme paradig. Paradigma ini meneguhkan bahwa individuindividu selalu berusaha memahami dunia dimana mereka hidup dan bekerja (Creswell, 2010:. Peneliti menentukan informan penelitian dengan menggunakan prosedur purposif. Dengan keterbatasan waktu (A 4 bula. , peneliti menentukan informan penelitian yang sesuai dengan karakteristik penelitian yaitu pasangan suami istri yang sama-sama bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI dan tinggal berjauhan. Salah satu pasangan, suami atau istri tinggal di Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara, sementara pasangannya tinggal di wilayah lain yang membuat mereka untuk tidak mungkin tinggal bersama dalam satu rumah karena jauhnya tempat bekerja. Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data (Kriyantono, 2008:. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan tiga cara, yaitu: epth kepustakaan . ibrary researc. Metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, dimana penelitian ini lebih pada analisis kemampuan pasangan suami istri untuk melakukan maintaining relationship komunikasi. Menurut Nasution . , analisis adalah Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 proses menyusun data agar dapat ditafsirkan. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang berhasil dikumpulkan periset di lapangan (Kriyantono, 2008:. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan dan lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data (Sugiyono, 2009:. Bungin . 1: . membagi metode analisis data kualitatif menjadi tiga kelompok besar berdasarkan tujuan-tujuan analisis data. Metode analisis dalam penelitian ini masuk dalam kelompok ketiga, yaitu kelompok pengalaman individual dengan jenis analisis studi kasus. Studi kasus adalah salah satu strategi dan metode analisis data kualitatif yang menekankan pada kasus-kasus khusus yang terjadi pada objek analisis. Teknik analisis studi kasus juga menggunakan strategi analisis deskriptif dalam melakukan analisis data (Bungin, 2011: . Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang berhasil dikumpulkan periset di lapangan (Kriyantono, 2006:. Peneliti mengiterpretasikan objek yang diteliti dengan kata-kata secara sistematis dan faktual. Dalam riset ini, peneliti merujuk pada strategi analisis data di lapangan model Miles dan Huberman. Miles dan Huberman . mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terusmenerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification (Sugiyono, 2009:246-. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN Data Individu Para Informan Penelitian ini membatasi jenis pekerjaan informan khusus pada informan yang bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI. Peneliti menemukan 7 . pasang informan, yakni 4 . pasang informan yang istrinya tinggal di Kota Medan dan 3 . pasang informan yang suaminya tinggal di Kota Medan. Pasangan informan pertama adalah Bapak Bazawato Zebua dan Ibu Iswati Zebua. Pasangan ini memang sudah sama-sama bekerja sejak sebelum menikah. Bapak Bazawato Zebua adalah etnis Nias berusia 52 tahun dengan pendidikan terakhir S2. Beliau adalah Kepala Polisi Resor (Kapolre. Kabupaten Nias yang baru ditugaskan mulai September 2015. Sebelumnya beliau tugas di POLDA Medan dan memang sudah sering ditempatkan di beberapa daerah yang mengharuskan diri berpisah dari keluarga termasuk Kabupaten Nias. Ibu Iswati Zebua sebagai istri Bapak Bazawato Zebua memahami pekerjaan atau profesi yang diemban oleh suaminya dengan menerima perpindahan wilayah tugas suami yang bisa ditempatkan dimana saja karena alasan tugas. Ibu Iswati Zebua berusia 45 tahun dan berpendidikan terakhir S1. Ibu Iswati Zebua bekerja sebagai seorang bidan pegawai negeri sipil di Puskesmas Pembantu Medan Tembung dan tinggal di Kecamatan Medan Tembung. Kota Medan. Bapak Bazawato Zebua dan Ibu Iswati Zebua menjalani hubungan pernikahan jarak jauh karena tugas masing-masing sebagai abdi negara yang bersedia ditempatkan dimana saja. Setelah pasangan ini pindah ke Medan. Ibu Iswati Zebua masih ditempatkan di wilayah Medan hingga sekarang. Namun. Bapak Bazawato Zebua sudah beberapa kali penempatan ke luar daerah. Proses perpindahan pun Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 demikianlah konsekuensi perpindahan tugas yang akan sering dihadapi dalam keluarga mereka. Pasangan ini sudah menikah hampir 21 tahun . Agustus 1. dan telah dikaruniai 4 orang anak, satu perempuan dan tiga laki-laki. Anak-anak tinggal bersama ibu (Iswati Zebu. Anak pasangan suami istri ini, yang paling besar sedang kuliah semester lima di Universitas Sumatera Utara, yang sebelumnya pernah mengikuti bimbingan belajar di Bandung. Ketika anak tidak tinggal bersama orangtua, pasangan ini senantiasa berkomunikasi dengan anak mereka setiap Kemudian, anak kedua mereka juga sedang kuliah semester 1 juga di Universitas Sumatera Utara dan aktif dalam kegiatan Anak ketiga sedang pendidikan di kelas tiga sekolah menengah pertama dan anak terakhir, yang keempat masih menjalani pendidikan di kelas satu sekolah menengah pertama. Sapaan yang digunakan Bapak Bazawato Zebua dan Ibu Iswati Zebua dalam keseharian mereka sebagai orangtua dihadapan anakanak adalah disapa sebagai bapak dan mama. Sementara, ketika mereka berkomunikasi berdua mereka akrab dengan sapaan abang dan adek. Sapaan yang masih jarang digunakan oleh pasangan suami Hal ini membuat mereka merasa masih pasangan Jawaban Ibu Iswati Zebua ketika ditanya bagaimana perasaannya mengasuh anak tanpa didampingi pasangan adalah biasa saja karena beliau memahami dengan baik bahwa situasii ini disebabkan oleh tuntutan tugas. Dalam situasi ini. Bapak Bazawato Zebua yang selalu . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 pulang mengunjungi istri dan anak. Kepulangan beliau bisa sekali seminggu, bisa sekali dua minggu, bisa juga sekali tiga hari ketika banyak kegiatan dinas yang dilakukan di Medan. Beliau merasa kurang maksimal dalam mendampingi keluarga dan anak-anak disebabkan beberapa kali harus ditugaskan ke luar daerah. Pasangan informan kedua adalah Bapak M. Siahaan dan Ibu E. Siagian. Bapak M. Siahaan etnis Toba, lahir pada tanggal 15 Januari 1975 dan genap berusia 41 tahun berprofesi sebagai seorang pegawai negeri sipil di salah satu instansi vertikal wilayah Kabupaten Nias dan tinggal di Kota Gunungsitoli. Ditempatkan di Nias sejak tahun 2013. Pendidikan terakhir beliau adalah S-2. Ibu E. Siagian, etnis Toba lahir pada tanggal 12 Mei 1979 dan genap berusia 37 tahun juga berprofesi sebagai pegawai negeri sipil, namun di instansi yang berbeda dan penempatan tugas yang berbeda dengan Ibu E. Siagian bekerja di salah satu instansi vertikal di Provinsi Sumatera Utara. Pernikahan jarak jauh ini sebenarnya diawali sejak Ibu E. Siagian menjalani Tugas Belajar di D. Yogyakarta. Saat itu, suami beliau Bapak M. Siahaan masih bekerja di Pandan. Sibolga. Sebelum Ibu E. Siagian selesai tugas belajar, suami beliau sudah ditempatkan di Kantor Perwakilan Nias yang berada di Kota Gunungsitoli. Setelah selesai tugas belajar, beliau ditempatkan di Kantor Wilayah Sumatera Utara. Pernikahan jarak jauh ini dijalani karena pekerjaan yang sama-sama bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Awalnya, pasangan ini tinggal dan sama-sama bekerja di Tapanuli Tengah. Kemudian. Ibu E. Siagiaan ditugas belajarkan ke Jogja. Sebelum selesai tugas belajar. Bapak M. Siahaan dipindahtugaskan ke Kantor Kabupaten Nias yang Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 Kota Gunungsitoli. Untuk selanjutnya tetap ada usaha untuk memproses perpindahan Bapak M. Siahaan ke Medan. Pertemuan pasangan ini bisa terjadi sekali seminggu, sekali dua minggu, atau sekali tiga minggu menurut pengakuan Bapak M. Siahaan. Namun, setahun terakhir ini rata-rata beliau pulang menurut jawaban istri sekitar sekali dalam sepuluh hari. Biasanya. Bapak M. Siahaan yang selalu pulang ke Medan mengunjungi keluarga. Pernikahan Bapak M. Siahaan dan Ibu E. Siagian ini sudah menjalani usia 13 tahun pernikahan. Sapaan pasangan Bapak M. Siahaan dan Ibu Siagian di rumah bagi anak-anak mereka adalah bapak dan mamak karena masih ada anak mereka yang berumur enam tahun. Ketika mereka berdua pun, mereka sering menyapa abang dan adek. Terkadang, mereka menggunakan sapaan pa untuk suami dan ma untuk istri. Pasangan ini dikaruniai 4 orang anak, 2 laki-laki dan 2 Keluarga ini tinggal di Kecamatan Medan Helvetia. Kota Medan. Pasangan informan ketiga adalah Bapak F. Silaen dan Ibu R. Sitanggang. Bapak F. Silaen, etnis Toba berusia 33 tahun dengan pendidikan terakhir S-2 saat ini bekerja sebagai pegawai negeri sipil di salah satu instansi vertikal di Provinsi Maluku, dan tinggal di Kota Ambon. Ibu R. Sitanggang sebagai istri Bapak F. Silaen, etnis Toba berusia 34 tahun dengan pendidikan terakhir S-1 bekerja juga sebagai pegawai negeri sipil di salah satu instansi vertikal wilayah Sumatera Utara di Kota Medan, namun di instansi yang berbeda dengan suami. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Pernikahan jarak jauh bapak F. Silaen dan ibu R. Sitanggang sudah dijalani sejak awal pernikahan. Pasangan informan ketiga ini menjalani pernikahan jarak jauh karena alasan pekerjaan dimana masing-masing adalah pegawai negeri sipil yang bersedia ditempatkan di daerah yang sudah Pasangan ini tetap mengupayakan kehidupan pernikahan bersama-sama dalam satu atap, namun masih dalam proses. Ibu R. Sitanggang yang pindah ke Provinsi Maluku Utara adalah rencana perpindahan yang diinginkan pasangan ini. Sementara proses perpindahan dalam proses, saat ini Bapak F. Silaen masih menikmati mengunjungi istri dan anak satu kali dalam dua atau tiga bulan dan selama ini. Bapak F. Silaen yang pulang ke Medan. Pasangan Bapak F. Silaen dan Ibu R. Sitanggang menikah pada Juli Pasangan ini sudah menikah tiga tahun. Pasangan ini dikarunia seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. Anak mereka tinggal dan diasuh oleh ibunya dan neneknya. Mereka tinggal di Jalan Tuasan. Medan Tembung. Ketika Bapak F. Silaen tidak berada di Medan, maka ibu dari Ibu R. Sitanggang datang untuk membantu merawat dan menjaga anak mereka. Ketika Bapak F. Silaen pulang ke Medan, yang merawat anak mereka hanya mereka berdua. Orangtua mereka kembali pulang ke Siantar. Pasangan Bapak F. Silaen dan Ibu R. Sitanggang ini saling menyapa pasangan masing-masing dengan panggilan papa untuk Bapak F. Silaen dan panggilan mama untuk Ibu Sitanggang. Hal ini sengaja mereka lakukan agar anak mereka lebih memahami makna panggilan bagi orangtuanya sebelumnya mereka lebih akrab dengan panggilan abang dan adek. Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 Pasangan informan keempat adalah pasangan suami istri Bapak B. Sinaga dan Ibu M. Munthe. Bapak B. Sinaga, etnis Simalungun berusia 30 tahun, pendidikan terakhir S-1, bekerja di salah satu Kementerian Provinsi Sumatera Utara, tinggal di Kota Medan. Ibu M. Munthe sebagai pasangan Bapak B. Sinaga, berusia 31 tahun, etnis Simalungun dan bekerja di salah satu Kementerian di Kota Samarinda. Kalimantan Timur. Pendidikan terakhir Ibu M. Munthe adalah S-1. Pasangan Informan keempat ini sudah terpisah jarak jauh sebelum menikah hingga kini setelah menikah dan memiliki anak. Faktor pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil yang agak sulit proses perpindahannya karena berbeda provinsi melatarbelakangi kondisi pernikahan jarak jauh yang mereka jalani. Pasangan ini sedang berupaya melakukan proses perpindahan istri dan anak-anak ke Medan. Jadi, selama ini pertemuan Bapak B. Sinaga dengan istri dan anak-anak dilakukan rata-rata sekali dalam tiga bulan dan biasanya sebelumnya Bapak B. Sinaga yang datang ke Samarinda. Kalimantan Timur. Jika Ibu M. Munthe yang datang, mereka tinggal di rumah mereka dimana selama ini Bapak B. Sinaga tinggal bersama adik iparnya, yaitu di Teladan. Medan Kota. Pasangan ini menikah Mei 2013 dan sudah dikaruniai dua orang Anak-anak tinggal bersama ibunya. Pengasuhan terhadap anakanak sebahagian besar masih dikerjakan oleh Ibu M. Munthe. Sehingga. Ibu M. Munthe sering menyelesaikan keperluan anakanaknya baru berangkat ke kantor. Pengasuhan anak-anak dibantu oleh seorang gadis yang masih dianggap keluarga yang sering dipanggil AotanteAo oleh anak-anaknya. Pasangan B. Sinaga dan M. Munthe ini saling menyapa pasangannya satu sama lain dengan . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 panggilan papi untuk memanggil Bapak B. Sinaga dan mami untuk Ibu M. Munthe. Hal ini sengaja mereka lakukan agar anak-anak bisa cepat mengikuti dan memahami panggilan yang diinginkan untuk ayah dan ibu mereka. Pasangan informan kelima adalah Bapak C. Simbolon dan Ibu Y. Siregar. Bapak C. Simbolon etnis Toba, berprofesi sebagai pegawai negeri sipil di salah satu Satuan Kerja Pemerintahan Daerah Kabupaten Pakpak Bharat. Namun. Bapak C. Simbolon setiap harinya pulang ke Sidikalang. Kabupaten Dairi. Hal ini dijalani karena orangtua beliau tinggal di Sidikalang. Jadi, menghemat pengeluaran dan sejak lajang juga sudah demikian. Bapak C. Simbolon berusia 29 tahun dan berpendidikan terakhir S-2. Pasangan Bapak C. Simbolon yaitu Ibu Y. Siregar, etnis Toba, berusia 29 tahun. Pendidikan terakhir beliau adalah S-1. Ibu Y. Siregar berprofesi sebagai Guru berstatus pegawai negeri sipil di salah satu Sekolah Negeri di Kabupaten Binjai. Beliau mengajar Sekolah Menengah Pertama. Namun. Ibu Y. Siregar tinggal di Medan Sunggal. Jadi, keseharian beliau bekerja menempuh perjalanan Binjai-Medan. Pernikahan pasangan suami istri pada Mei 2015 ini dikaruniai satu orang anak perempuan yang tinggal bersama istri. Anak mereka baru berusia lima bulan dan diasuh oleh Ibu Y. Siregar. Ibu Y. Siregar belum bekerja sejak melahirkan dikarenakan cuti melahirkan ditambah lagi dengan libur Hari Raya Idul Fitri di sekolah tempat beliau mengajar. Selanjutnya, sapaan yang dipakai pasangan ini dalam kesehariannya di rumah dan agar segera juga dipahami oleh anak, pasangan ini saling menyapa dengan panggilan papa dan mama. Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 Informan VI. Pasangan Bapak J. Manurung dan Ibu E. Silalahi yang menikah pada 17 Mei 2013 dan dikaruniai seorang anak perempuan berusia dua tahun. Anak mereka tinggal bersama ayahnya yaitu Bapak Manurung di Kota Medan. Kondisi istri saat ini sedang mengandung anak kedua. Anak mereka yang tinggal bersama ayahnya diasuh oleh pengasuh yang pagi datang, sore pulang. Jadi, anak mereka diasuh oleh ayahnya mulai pulang kerja hingga esok pagi sebelum berangkat Jadi, hanya Bapak J. Manurung dan putrinya saja yang tinggal di rumah ketika Ibu E. Silalahi harus bekerja ke Kabupaten Samosir. Ibu E. Silalahi etnis Toba, bekerja di Kantor Kecamatan di Kabupaten Samosir. Usia beliau 29 tahun dan berpendidikan terakhir S-1. Sementara. Bapak J. Manurung, etnis Toba, bekerja di salah satu Dinas Pemerintahan Kota Medan. Bapak J. Manurung berusia 37 tahun dan berpendidikan terakhir S-1 Ekonomi. Sapaan akrab Bapak J. Manurung dan Ibu E. Silalahi adalah abang dan adek. Pasangan ini masih lebih senang dengan sapaan ini. Bahkan, ketika di depan anak mereka. Mereka belum terbiasa memanggil sapaan seperti sapaan yang sering mereka sebut ketika berbicara dengan anak mereka. Informan VII. Bapak F. Purba dan Ibu S. Sitopu yang sebenarnya masih merupakan pengantin baru karena pasangan ini baru saja menikah Februari 2016. Jadi, pasangan ini belum memiliki anak. Namun, kondisi sang istri saat ini sedang mengandung dengan usia kehamilan lima bulan. Bapak F. Purba, etnis Simalungun berprofesi sebagai Tentara pada salah satu kantor TNI di Jalan Gatot Subroto km. 7,5. Beliau tinggal di TNI. Medan-Johor. Beliau . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 berpendidikan terakhir D-3. Sementara. Ibu S. Sitopu bekerja di Kantor Bappeda Pemerintah Daerah Pakpak Bharat dan tinggal di Sidikalang. Kabupaten Dairi. Ibu S. Sitopu ini beretnis Simalungun, berusia 29 tahun dan berpendidikan terakhir S-2. Sapaan yang biasa digunakan oleh pasangan Bapak F. Purba dan Ibu S. Sitopu adalah memanggil pasangannya dengan abang untuk Bapak F. Purba dan adek untuk Ibu S. Sitopu. Pandangan Informan Mengenai Peranan Komunikasi dalam Pemeliharaan Hubungan Komunikasi Suami Istri Jarak Jauh Seluruh informan penelitian menyatakan bahwa komunikasi berperan penting bahkan yang utama dalam pemeliharaan hubungan komunikasi suami istri jarak jauh. Tujuan komunikasi yang dilakukan pun berbeda. Ada yang mengharapkan feedback dan evaluasi . nforman I), mengharapkan saling terbuka dan mendengar . nforman II dan . , mengharapkan saling tanya kabar . nforman IV), . nforman V), mengharapkan saling tukar informasi . nforman VI dan VII), spontan . nforman VII), bahkan ada yang tujuannya hanya AoisengAo saja . nforman VII). Maintaining Relationship Komunikasi Para Informan Ayres . mendefinisikan pemeliharaan hubungan . aintaining relationshi. adalah menjaga hubungan dalam keadaan stabil, sehingga mencegah hubungan tersebut dari penurunan atau meningkat (Canary Dainton. Montgomery . (Canary&Dainton, 2003:. Davis . mendefinisikan pemeliharaan Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 hubungan yaitu memasukkan pemeliharaan dalam pencegahan dan perbaikan dimana peningkatan yang memiliki kecenderungan untuk menjadi renggang dapat diperketat dengan perawatan pencegahan sebelum renggang atau dengan perawatan perbaikan setelah terjadi kerenggangan (Canary&Dainton, 2003:. Canary&Dainton . dipertahankan, bukan kepuasan hubungan dipertahankan, atau tahap tertentu hubungan dipertahankan, atau setiap kualitas hubungan seperti keinginan dipertahankan. Mempertahankan karakteristik hubungan . eperti keintiman, keingina. dapat mempengaruhi apakah hubungan dipertahankan atau menurun dan berakhir. Maintaining relationship . emeliharaan hubunga. komunikasi jarak jauh oleh para informan dalam penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara. Semua informan mau mengungkapkan kasih sayang mereka kepada pasangan. Informan VI mengungkapkan kasih sayang kepada pasangan lebih secara non verbal dibandingkan secara verbal, yaitu melalui tindakan, tidak dengan kata-kata yang diungkapkan. Selain itu, semua informan pun juga mau memuji pasangan mereka, kecuali suami pada informan II. Ungkapan sayang dan pujian yang disampaikan oleh para informan mendukung ucapan Bapak Laksana Tobing sebagai triangulasi sumber bahwa salah satu usaha pemeliharaan hubungan yaitu membuat sesuatu yang membuat pasangan gembira dan pujian. Devito . menyatakan bahwa sikap positif mendorong menghargai keberadaan dan arti penting orang lain yang bisa dinyatakan secara verbal maupun nonverbal. Dorongan positif . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Temuan penelitian diatas juga memperkuat teori maintaining relationship oleh Canary & Dainton yang menyebutkan bahwa salah satu elemen dalam maintaining relationship adalah sikap Sikap . menyenangkan atau memberikan (Canary Dainton, 2003:. Hasil penelitian ini juga menunjukkan usaha pemeliharaan hubungan komunikasi suami istri jarak jauh dengan saling terbuka terhadap segala hal, eksepsi pasangan informan I dan suami informan i. Suami informan I terbuka pada hal yang ditanyakan saja, sementara istri terbuka terhadap segala hal ketika tatap muka. Namun, ketika jarak jauh atau bermedia, hanya membicarakan hal-hal yang dianggap penting. Suami informan i sama seperti suami informan I, hanya terbuka pada hal-hal yang ditanyakan saja. Keterbukaan ini bisa melalui keterbukaan akan pendapatan atau penerimaan yang diterima dari hasil pekerjaan atau lainnya, keterbukaan pengeluaran, keterbukaan isi hati, dan keterbukaan dalam komunikasi intim. Komunikasi intim dimaksud adalah komunikasi suami dan istri dalam menyampaikan keinginan mewujudkan hubungan suami istri secara biologis, yang sangat diharapkan oleh masing-masing pasangan. Dan hasil temuan, pemeliharaan hubungan komunikasi suami istri jarak jauh. Menurut Jourard (Rini, 2. , keterbukaan diri berhubungan dengan pengungkapan tentang latar belakang atau sejarah yaitu pengungkapan tentang latar belakang atau hal-hal yang berhubungan diri di masa lalu, pengungkapan tentang perasaan yang Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 berhubungan dengan orang lain, pengungkapan tentang perasaan yang berhubungan dengan diri pribadi, pengungkapan tentang pandangan atau pemikiran yang berhubungan dengan keadaan sosial, pengungkapan tentang minat atau ketertarikan seseorang terhadap sesuatu, pengungkapan tentang kondisi keuangan atau pekerjaan seseorang, serta pengungkapan tentang perasaan terhadap teman menyangkut perasaan terhadap teman dekat. Penelitian ini sesuai dengan pernyataan Jourard tersebut seperti masing-masing pasangan dalam penelitian ini mengungkapkan perasaan yang sedang mereka alami. Para informan juga mau mengungkapkan kondisi mereka dalam pekerjaan dan perasaan maupun interaksi mereka terhadap teman sekantor. Keterbukaan suami kepada istri ataupun sebaliknya merupakan suatu proses pencarian informasi secara mendalam mengenai pasangannya secara utuh. Pasangan akan terbuka dan semakin terbuka lebih dalam menyampaikan segala hal ketika suami/istri membiarkan pasangannya melakukan penetrasi secara mendalam. Seperti yang disampaikan oleh informan I bahwa ketika evaluasi terhadap feedback yang disampaikan tidak sesuai dengan keinginan, maka akan dicari tahu terus mengapa bisa demikian. Sehingga, lapisan-lapisan informasi yang belum jelas menjadi semakin jelas karena pasti ada jawabannya. Hal ini sesuai dengan teori penetrasi sosial bahwa terjadi proses adaptasi diantara orang yang berhubungan dalam proses komunikasi Adaptasi tersebut yaitu keterbukaan pasangan pada lapisan yang bersifat semiprivate bahkan private. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Temuan penelitian ini mengenai keterbukaan pasangan akan perasaan atau ungkapan isi hatinya juga sesuai dengan teori selfdisclosure yang menyatakan bahwa adanya penyampaian informasi pribadi mendalam yang mungkin orang lain tidak mengerti bila tidak Devito . 6:70-. menyatakan bahwa kualitas keterbukaan mengarah pada paling sedikit tiga aspek komunikasi antarpribadi: . para komunikator antarpribadi efektif harus terbuka kepada orang dengan siapa mereka berinteraksi, . keterbukaan mengarah pada keinginan komunikator bereaksi jujur, . keterbukaan tertuju pada kepemilikan pikiran dan perasaan. Canary & Dainton . juga menyatakan openness . adalah salah satu elemen pemeliharaan hubungan jarak jauh. Keterbukaan adalah saling berbicara dan mendengarkan satu sama lain. Pasangan saling membuka diri dan bertukar pikiran. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Canary & Dainton mengenai hubungan jarak jauh bahwa pasangan suami istri jarak jauh memelihara hubungan komunikasi mereka dengan saling terbuka. Sehingga, masing-masing suami dan istri tidak memiliki hal yang dianggap privacy atau yang perlu dirahasiakan dari pasangannya, eksepsi informan I. Suami pada informan I merasa perlu menjaga kerahasiaan hanya pada pekerjaan. Sementara istri pada informan I menganggap bahwa ada hal-hal yang dianggap bukan hal penting untuk disampaikan kepada pasangan. Suami dan istri adalah hubungan yang didalamnya akan ditemukan komunikasi yang lebih mendalam jika dibandingkan dengan hubungan kepada oranglain. Karena, suami atau istri akan Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 membiarkan pasangannya melakukan penetrasi terhadap kepribadian yang mereka miliki. Pasangan informan I menceritakan banyak hal meskipun tidak segala hal kepada pasangannya. Istri pada informan I mengharapkan kehadiran suami secara fisik. Hal ini pasti sulit dilakukan setiap hari. Sehingga, untuk mengatasinya pasangan ini saling bercerita sesering mungkin melalui telepon setiap hari. Dan untuk menghasilkan komunikasi yang efektif, suami informan I selalu mengharapkan feedback pada setiap komunikasi yang dilakukan. Informan II bahkan saling menceritakan aktivitasnya tanpa harus ditanyakan terlebih Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Rini . yang menyatakan bahwa pada pasangan yang tinggal terpisah, kehadiran secara fisik sedikit. Sehingga, pasangan harus mau saling bercerita mengenai banyak hal tanpa diminta ataupun sebagai jawaban atas respon balik . selama berkomunikasi. Hubungan pribadi atau personal relationship adalah dimana orang mengungkapkan informasi satu sama lain dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi satu sama lain (Budyatna & Ganiem, 2011:36-. Suami istri dalam hubungannya senantiasa saling mengungkapkan sisi atau hal pribadi yang ada pada dirinya, yang dikenal dengan hubungan pribadi. Hubungan pribadi suami istri tidak hanya terjalin secara berdekatan namun juga berjauhan. Seluruh informan dalam penelitian ini pun memelihara hubungan pernikahan jarak jauh mereka dengan tidak menutupi sesuatu atau tidak berbohong kepada pasangannya, eksepsi istri pada informan I, informan i dan informan V. Istri pada informan I berbohong untuk kebaikan dengan melihat situasi. Infoman i berbohong atau . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 menutupi sesuatu untuk menjaga perasaan. Informan V menutupi sesuatu, namun akhirnya tetap menceritakannya pada waktu yang Knapp dan Vangelisti . memelihara hubungan melalui dialog dimana kedekatan, kebohongan, dan pertengkaran merupakan bahagian dari proses pemeliharaan hubungan. Teori Kebohongan Antarpribadi (Interpersonal Deception Theor. oleh David Buller dan Judee K. Burgoon (Griffin, 2006:. mengungkapkan bahwa umumnya alasan berbohong karena tidak ingin melukai orang lain atau ingin merasa dihargai, dan menghindari konflik. Sikap yang dibuat oleh para informan dalam penelitian ini ketika berkomunikasi sambil melakukan aktivitas lain ketika komunikasi tatap muka. Informan I bisa sambil melakukan aktivitas lain, namun bisa juga berbicara secara serius dan sungguh-sunguh untuk pembicaraan yang serius. Sementara ketika komunikasi bermedia, informan IV. V, dan VII yang berkomunikasi sembari mengerjakan aktivitas lain. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa menurut pengakuan, istri lebih sering menghubungi suami terlebih dahulu, eksepsi informan I dan V yang sama-sama menghubungi dan informan i dimana suami lebih sering menghubungi istri. Ketika pasangan sulit dihubungi atau lama merespon dalam komunikasi bermedia, maka seluruh informan memahami kesibukan pasangan, menghubungi kembali, atau menghubungi keluarga sekitar pasangan, eksepsi istri pada informan i dan IV yang cenderung marah. Dan dalam berkomunikasi media, seluruh informan dalam penelitian ini Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 tidak membatasi atau memilah waktu-waktu khusus untuk bisa menghubungi maupun dihubungi. Seluruh informan bebas kapan saja dapat menghubungi pasangannya. Namun, tetap berusaha memahami ketika situasi sibuk. An-Nu'aimi . berpendapat bahwa tabiat perempuan untuk memperkuat dan meningkatkan hubungan dengan orang lain lebih laki-laki. Namun, pemeliharaan hubungan komunikasi efektif pada pasangan suami istri, partisipasi oleh kedua belah pihak secara bersama-sama sangat diharapkan bahkan dituntut untuk dilakukan. Sehingga, selanjutnya akan diperoleh pembinaan yang dilakukan oleh sepasang suami istri demi terciptanya maintaining relationship yang efektif dan optimal satu sama lain. Tinggal berjauhan yang terjadi pada pasangan suami istri tidak selalu memberikan dampak negatif. Adanya komitmen yang kuat pada pasangan untuk selalu setia pada pasangannya tidak akan membuat hubungan mereka menjadi terganggu. Selanjutnya, seluruh informan penelitian menyatakan bahwa komitmen yang dibuat sangat mendukung usaha pemeliharaan hubungan suami istri jarak jauh. Temuan penelitian ini mendukung penelitian terdahulu oleh Ismawati bahwa melalui komitmen, pasangan suami istri pelayar yang meningkatkan hubungan rumah tangga yang harmonis. Sikap memberikan kepastian atau jaminan tentang komitmen pasangan juga merupakan salah satu elemen dalam pemeliharaan hubungan jarak jauh oleh Canary & Dainton . Berdasarkan temuan penelitian, seluruh pasangan suami istri tidak menerapkan pembagian kerja ketika komunikasi tatap muka, eksepsi . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 informan IV dan V. Pada umumnya, istri juga tidak pernah memaksakan suami mengerjakan pekerjaan rumah. Canary & Dainton . menyatakan sharing task adalah salah satu elemen pemeliharaan hubungan jarak jauh. Sikap ini yaitu melakukan tugas dan pekerjaan yang relevan dalam hubungan bersama-sama. Berdasarkan penelitian ini, yang melakukan sharing task hanya dua pasangan, yaitu informan IV dan V. Ternyata elemen sharing task dalam teori maintaining relationship sesuai berdasarkan hasil penelitian meski tidak semua informan melakukannya. Dalam menjalani komunikasi jarak jauh, seluruh informan penelitian ini berusaha mengenal teman atau orang di sekitar Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Canary & Dainton . bahwa social networks merupakan salah satu elemen dalam memelihara hubungan jarak jauh. Sikap menghabiskan waktu untuk mengenal dan berkomunikasi dengan orang-orang disekitar pasangan ditemui pada informan penelitian ini. Temuan penelitian yang diperoleh selanjutnya bahwa seluruh informan memiliki kegiatan yang hanya dilakukan berdua. Seluruh informan juga memelihara hubungan pernikahan jarak jauuh mereka dengan menghabiskan waktu bersama khususnya bercengkerama kepada pasangan. Canary & Dainton . menyatakan bahwa salah satu elemen pemeliharaan hubungan jarak jauh adalah joint activities. Ini adalah sikap melakukan kegiatan dan menghabiskan waktu bersama. Temuan penelitian ini mendukung teori maintaining relationship jarak jauh oleh Canary & Dainton bahwa semua informan senang Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 melakukan kegiatan berdua bersama pasangannya dan menggunan waktu semaksimal mungkin untuk bercengkerama bersama pasangan. Dalam berkomunikasi media dengan pasangan, penelitian ini menemukan bahwa seluruh informan menggunakan handphone untuk menghubungi pasangannya, baik dengan telepon, sms, chatting, maupun videocall. Istri pada informan VII terkadang masih mau menggunakan komputer ketika berkomunikasi dengan suaminya, meskipun sangat jarang. Penggunaan handphone didukung oleh perangkat yang baik dalam kegiatan komunikasi para informan pasangan suami istri jarak jauh membuat para informan enggan menggunakan komputer. Penggunaan handphone dirasakan lebih Komunikasi tatap muka bisa dilakukan dengan videocall melalui handphone, apalagi komunikasi suara dan pesan singkat. Ketika berjauhan, semua dikomunikasikan dan tidak ada hal yang dipilah untuk diceritakan, eksepsi suami pada informan IV dan istri pada informan V. Canary & Dainton . menyatakan mediated communication adalah salah satu elemen pemeliharaan hubungan jarak jauh yaitu sikap berkomunikasi menggunakan media telepon, teknologi, kartu, maupun surat. Temuan penelitian ini menemukan bahwa seluruh informan tidak menggunakan media komunikasi seperti kartu maupun surat. Komunikasi yang dilakukan pada umumnya hanya melalui media telepon yang juga dilengkapi perangkat media sosial yang mendukung. Seluruh informan menghubungi pasangannya setiap hari. Informan i mengakui bahwa ketika pasangannya pernah tidak menghubungi selama seminggu, pasangan ini merasa tidak membutuhkan satu sama lain. Sehingga, pasangan ini kembali . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 berkomitmen untuk saling menghubungi setiap hari apapun yang Ketika pasangan ini dapat berkomunikasi setiap hari, istri pun merasa bahwa pasangan tidak pulang pun bukan suatu masalah. Temuan penelitian lain adalah bahwa seluruh informan tidak memiliki pembicaraan yang tidak disukai untuk dibahas, eksepsi istri informan i, menurut istri ada hal yang tidak disukai suami sehingga istri tidak menceritakannya karena respon suami yang biasanya hanya diam saja menanggapinya. Temuan penelitian ini mendukung penelitian Gayle dan Nugraheni . yang menyatakan bahwa avoidance . dari konflik mungkin dapat membuat seseorang berusaha melarikan diri dari situasi konflik. Strategi lain menurut Gayle dan Nugraheni . untuk menghindar dari konflik adalah menggunakan suasana hening. Seperti pengakuan suami informan VII pada istrinya yang memilih diam dan menangis. Canary & Dainton . menyatakan sikap menghindarkan diri dari pasangan dalam situasi atau isu tertentu merupakan salah satu usaha pemeliharaan hubungan jarak jauh. Sikap ini dikenal dengan istilah avoidance dalam elemen pemeliharaan hubungan yang disampaikan Canary & Dainton. Ketika tejadi konflik, seluruh informan pada penelitian ini sulit berkomunikasi, eksepsi informan I yang mengkomunikasikan semua bagaimanapun permasalahan yang Ketika terjadi perselisihan, seluruh informan membela diri mereka dan bahkan terkadang mau menyalahkan pasangan karena tidak berjalan seperti yang dikehendaki, eksepsi suami pada informan I menyatakan bahwa suami istri tidak perlu membela diri. Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 Canary & Dainton . menyatakan antisocial merupakan salah satu elemen pemeliharaan hubungan. Antisocial adalah sikap yang tidak ramah atau menggunakan kekerasan pada pasangan. Temuan penelititan ini mendukung elemen pemeliharaan antisocial dimana seluruh pasangan berusaha membela dirinya ketika terjadi konflik. Namun, tetap mengupayakan penyelesaian konflik atau perselisihan dengan baik. Seluruh informan penelitian pun menghargai perbedaan yang ada pada diri masing-masing pasangan dan tidak pernah berpikir negatif kepada pasangannya. Dalam khususnya hubungan suami istri jarak jauh, seluruh informan penelitian ini ditemukan sering menggunakan humor atau candaan untuk mencairkan suasana didalam komunikasi antarpribadi mereka. Canary & Dainton . menyatakan humor adalah sikap menggunakan berbagai macam humor untuk membuat suasana menjadi menyenangkan. Misalnya memberi panggilan yang unik atau sekedar bercerita hal-hal yang lucu kepada pasangan. Hasil penelitian ini mendukung elemen humor dalam teori pemeliharaan hubungan jarak jauh, yaitu semua informan penelitian senang menciptakan canda dan humor dalam komunikasi antarpribadi informan yang tinggal berjauhan. Penelitian ini menemukan maintaining relationsip yang dilakukan oleh pasangan suami istri, yaitu usaha sikap positif, keterbukaan, komitmen, berbagi tugas, mengenal lingkungan sekitar pasangan, melakukan kegiatan hanya berdua, media komunikasi . andphone dan kompute. ,mencari referensi melalui buku, memberikan pembelaan diri pada situasi konflik tertentu dengan memberikan penjelasan, . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 humor, tidak menegur kesalahan pasangan di depan orang lain, rahasia dalam rumahtangga jangan diketahui oleh umum, jangan sekali-kali pasangan menghina keluarga di depan umum, dan jangan sekali-kali meremehkan pasangan, cara memperlakukan istri dengan memberikan sedikit kebebasan, dan memberikan kepercayaan penuh, berdoa, dan sabar. Maintaining relationship dalam temuan penelitian ini sesuai dengan elemen-elemen yang dipakai dalam teori maintaining relationship Canary & Dainton . , yaitu positivity, openness, assurances, sharing tasks, social networks, joint activities, mediated communication, avoidance, antisocial, dan humor. Faktor-faktor Penghambat dan Pendukung dalam Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Maintaining relationship komunikasi yang dijalani oleh pasangan suami istri yang sama-sama bekerja dan tinggal berjauhan pun tidak terhindar dari hambatan yang dapat menyebabkan kurang efektifnya komunikasi dalam hubungan tersebut. Effendy . 4:11-. faktor-faktor komunikasi, yaitu: Hambatan sosio-antro-psikologis Situasi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi, khususnya yang berhubungan dengan faktor sosiologi, antropologis, dan psikologis. Hambatan sosiologis: kehidupan masyarakat menimbulkan perbedaan dalam status sosial, agama, ideologi, tingkat Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 sebagainya, yang kesemuanya dapat menjadi hambatan bagi kelancaran komunikasi. Hambatan antropologis: seorang komunikator harus mengenal komunikan yang dijadikan sasarannya. Pemahaman akan suku, postur, norma, kebiasaan, bahasa, dan gaya hidup menentukan lancar tidaknya komunikasi yang berlangsung. Hambatan psikologis: faktor psikologis seringkali menjadi hambatan dalam berkomunikasi disebabkan si komunikator belum mengkaji diri komunikan apakah sedang sedih, bahagia. Hambatan semantik: komunikasi tidak berjalan lancar ketika faktor semantik menjadi penyebabnya, seperti salah ucap. Hambatan menyebabkan ketidaklancaran komunikasi yaitu seperti gangguan sinyal pada media komunikasi yang digunakan. Hambatan ekologis: suara yang dianggap ribut juga bisa hambatan ekologis yang disebabkan oleh gangguan lingkungan. Faktor-faktor penghambat pemeliharaan hubungan komunikasi yang ditemui dalam penelitian ini, yaitu faktor hambatan sosio-antropsikologis, mekanis, ekologis, dan geografis. Hambatan sosio-antropsikologis seperti konflik, emosi, ego, dan penyesuaian kebiasaan Hambatan mekanis seperti gangguan sinyal dan juga hambatan ekologis seperti beban/kesibukan pekerjaan dan kesibukan mengurus anak. Hambatan ekologis seperti beban pekerjaan yang banyak atau kesibukan kerja dan mengurus anak. Selain hambatan . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 menurut Effendy . 4:11-. , jarak dan perbedaan waktu . juga menjadi faktor penghambat dalam pemeliharaan komunikasi karena salah satu pasangan bisa lebih lama menunggu atau bisa lebih cepat harus menerima panggilan telepon dari pasangannya. Faktor-faktor penghambat yang terjadi berusaha diatasi dengan faktor-faktor komunikasi sama-sama bekerja dan tinggal berjauhan ini, yaitu: . faktor religius, yaitu adanya doa bersama yang sudah dibiasakan dalam keluarga informan I. intensitas komunikasi setiap hari, yaitu komunikasi bertelepon setiap hari yang dilakukan oleh seluruh . kondisi Fisik dan Mental yang baik diinginkan oleh informan i. faktor mekanis, yaitu sinyal yang baik didukung oleh perangkat teknologi oleh informan IV dan V. Hal ini mendukung pemeliharaan komunikasi pasangan suami istri jarak jauh. Winanda . menawarkan usaha lain dalam mempertahankan hubungan pasangan jarak jauh dengan memanfaatkan aplikasi dan fitur internet untuk saling berkomunikasi. Dan faktor kepercayaan oleh informan VII. SIMPULAN Seluruh informan dalam penelitian ini berpandangan bahwa komunikasi berperan penting dalam hubungan suami istri terkhusus yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Hasil penelitian, maintaining relationship dilakukan dengan usaha sikap positif, keterbukaan, komitmen, berbagi tugas, mengenal lingkungan sekitar pasangan, melakukan kegiatan hanya berdua, media komunikasi . andphone dan kompute. , mencari referensi melalui buku, memberikan pembelaan diri pada situasi Maintaining Relationship Komunikasi Suami Istri Pasangan Jarak Jauh . P-ISSN: 2527-7359 konflik tertentu dengan memberikan penjelasan, humor, tidak menegur kesalahan pasangan di depan orang lain, rahasia dalam rumahtangga jangan diketahui oleh umum, jangan sekali-kali pasangan menghina keluarga di depan umum, dan jangan sekali-kali meremehkan pasangan, cara memperlakukan istri dengan memberikan sedikit kebebasan, dan memberikan kepercayaan penuh, berdoa, dan sabar. Beberapa faktor penghambat lancarnya pemeliharaan hubungan komunikasi suami istri jarak jauh ditemukan dalam penelitian Para Informan dalam penelitian ini mengalami hambatan sosio-antro-psikologis, dan geografis. Hambatan sosio-antro- psikologis seperti konflik, emosi, ego, dan penyesuaian kebiasaan aktivitas. Hambatan mekanis seperti gangguan sinyal dan juga hambatan ekologis seperti beban/kesibukan pekerjaan dan kesibukan mengurus anak. Hambatan ekologis seperti beban pekerjaan yang banyak atau kesibukan kerja dan mengurus anak. Selain itu, jarak dan perbedaan waktu juga menjadi faktor penghambat . dalam pemeliharaan komunikasi karena salah satu pasangan bisa lebih lama menunggu atau bisa lebih cepat harus menerima panggilan telepon dari pasangannya. Faktor pendukung pemeliharaan komunikasi dalam penelitian ini adalah adalah faktor religius . danya doa bersama yang sudah dibiasakan dalam keluarga seperti pada informan I), intensitas komunikasi setiap hari yang dilakukan oleh seluruh informan, kondisi fisik dan mental yang baik . , . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 faktor mekanis seperti sinyal dan dukungan perangkat teknologi yang baik . nforman IV dan V), serta kepercayaan . nforman VII). DAFTAR PUSTAKA