Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 ANALISIS UNSUR KONDISI FISIK DOMINAN ATLIT BULUTANGKIS PB. SATRIA DOMPU TAHUN 2019 Muh. Riswanda Himawan. Andi Gilang Permadi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FPOK IKIP Mataram Andigilang32@gmail. Abstrak. Kondisi fisik merupakan unsur yang sangat penting hampir di seluruh cabang Begitu juga pada olahraga bulutangkis yang menuntut para pemainnya untuka ktif bergerak seperti: berlari, melompat, mengubah arah secara cepat, dan memukul. Oleh karena itu setiap pemain dituntut mempunyai kondisi fisik yang baik. Begitu banyaknya variasi gerakan yang dilakukan dalam permainan bulutangkis maka dibutuhkan suatu kodisi komponen fisik yang dapat menunjang setiap gerakan dalam permainan bulutangkis. Beberapa komponen fisik yang sangat penting dalam menunjang aktivitas gerak pemain dalam permainan bulutangkis diantaranya adalah: kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, kecepatan, kelincahan, dan dayatahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelatihan kondisi fisik atlet PB. Satria Dompu. Sasaran penelitian ini adalah atlet bulutangkis PB. Satria Dompu yang diambil 15 orang. Metode dalaman alias ini menggunakan metode statistic desikriptif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes yang meliputi: kekuatan otot perut, kekuatan ototl engan, kecepatan, kelincahan, dan dayatahan. Kesimpulan: . Kekuatan otot perut atlet dikategorikan baik dengan rata-rata kemampuan sit-up sebesar 24,87 kali/30detik. Persentase criteria masing-masing atlet yaitu: 6,670% kategori baik sekali, 26,67% kategori baik, 53,33% kategori sedang, dan 13,33% kategori kurang. Daya Tahan Kekuatan otot lengan atlet dikategorikan baik dengan rata-rata kemampuan push-up sebesar 53,80 kali/menit. Persentase criteria masing-masing atlet yaitu: 6,67% kategori baik sekali, 53,33% kategori baik, dan 40% kategori sedang. Kecepatan lari atlet dikategorikan kurang dengan rata-rata waktu lari 30 meter sebesar 4,80 detik. Persentase kriteria masing-masing atlet yaitu: 6,67% kategori baik sekali, 13,33% kategori baik, 33,33% kategori sedang, 26,67% kategori kurang, dan 20% kategori kurang . Kelincahan atlet dikategorikan baik sekali dengan rata-rata waktu tempuh sebesar 11,99 Persentase kriteria masing-masing atlet yaitu: 53,33% kategori baik sekali, dan 46,67% kategori . Daya tahan atlet dikategorikan sedang dengan rata-rata VO2Max sebesar 38,95 ml/kg/mnt. Persentase kriteria masing-masing atlet yaitu: 13,33% kategori baik, 40% kategori sedang, 13,33% kategori kurang, dan 33,33% kategori kurang sekali. Pelatihan kondisi fisik atlet dikategorikan sedang dengan rata-rata skor sebesar 299. Persentase kriteria masing-masing atlet yaitu: 20% kategori baik sekali, 6,67% kategori baik, 53,33% kategori sedang, 13,33% kategori kurang, dan 6,67% kategori kurang sekali. Kata Kunci: Bulutangkis. Kondisi Fisik. Atlet. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index PENDAHULUAN Di Indonesia olahraga bulutangkis mengalami perkembangan pesat karena tidak lepas dari kerja keras pelatih, atlet, dan pengurus dalam pembinaan bulutangkis. Melihat perkembangan bulutangkis Indonesia saat ini baik di sektor putra maupun di sektor putri mempunyai prestasi menurun terutama di sektor putri yang sangat lambat mancapai prestasi setelah lepasnya ratu dunia di tahun1990an yaitu Susi Susanti. Melihat prestasi bulutangkis di tanah air saat ini memang membuat kita kecewa, cabang olahraga andalan Indonesia yang menjadi salah satu tumpuan bagi bangsa indonesia yang mengharumkan nama bangsa indonesia di dunia internasional ini seperti kehilangan akal untuk memajukan prestasi. Menurut bangsa Indonesia, olahraga bulutangkis merupakan olahraga semua lapisan Olahraga ini dapat di mainkan anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Selain sebaga olahraga rekreasi, bulutangkis merupakan olahraga prestasi tingkat dunia. Terbukti hal ini dapat dilihat dari banyak even kejuaraan baik Nasional maupun Internasional, seperti Thomas Cup. Uber Cup, ayau Olimpiade banyak permainan Indinesia yang sukses di dunia bulutangkis seperti Rudy Hartono. Liem Swie King. Icuk Sugiarto. Lius Pongoh. Johan Wahyudi. Christian Hadinata. Lie Sumirat. Ricki Soebagdja. Rexi Mainaka. Minarti Timur. Susi Susanti, dan masih banyak lagi. Dengan adanya prestasi yang membanggakan itu, maka olahraga bulutangkis tidak lepas dari pembinaan dalam latihan. Pembinaan prestasi olahraga bulutangkis di butuhkan proses dengan cabang olahraga yang lain, ada beberapa aspek yang harus di penuhi yaitu aspek latihan jasmani, latihan teknik, latihan taktik, dan latihan mental. Makin tinggi prestasi mereka, makin komplek maslah yang di hadapinya (Sajoto, 1988:. Olahraga bulutangkis merupakan cabang olahraga permainan yang dilakukan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 dengan single dan double. Permainan ini menggunakan shuttlecock sebagai bola. Pada permaianan bulutangkis banyak sekali unsur terkait seperti: fisik, teknik, taktik, dan mental. Unsur kondisi fisik merupakan unsur yang sangat penting hampir diseluruh cabang Latihan kondisi fisik perlu mendapat perhatian yang serius direncanakan dengan matang dan sistematis sehingga tingkat kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional alat-alat tubuh lebih baik. Dari hal tersebut diatas penulis tertarik untuk meneliti salah satu organisasi atau pembinaan bulutangkis yang ada di Dompu, yang telah mempunyai nama dikalangan masyarakat sekitarnya tepatnya di PB Satria Dompu. Dimana di dalam tubuh PB Satria Dompu telah terorganisir. mempunyai program kerja dan program pembinaan, sarana dan prasarana, anak didik (Atle. Prestasi PB Satria Dompu banyak atlet yang berhasil mengkoleksi menjadi juara dibeberapa kejuaraan yang di ikuti seperti kejuaraan Doro Bata Cup. Manggelewa Cup. Benk Net Cup . Mbia Cup. Oo Mantika Cup dan lain-lain. Keberhasilan tersebut tentunya dipengaruhi oleh 4 aspek, yaitu fisik, teknik, taktik dan mental. Akan tetapi bagaimana konsistensi para atlet dalam menuai prestasi harus tetap terjaga baik dari ke empat aspek diatas. Maka dari latar belakang di atas peneliti ingin mengetahui Analisis Unsur Kondisi Fisik Dominan Atlit Bulutangkis PB. Satria Dompu tahun 2019yang berusia 15-19 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Fisik Kondisi Fisik adalah satu kesatuan utuh dari komponenAekomponen fisik yang tidak dapat dipisahkan, baik peningkatannya maupun Artinya bahwa setiap usaha peningkatan fisik, maka harus mengembangkan semua komponen. Walaupun perlu dilakukan dengan sistem prioritas . omponen apa yang perlu mendapat porsi latihan lebih besar dibanding komponen lai. sesuai status yang Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index diketahui, setelah komponen itu diukur dan dinilai (Sajoto, 1988: . Bulutangkis Cabang olahraga bulutangkis atau Badminton adalah merupakan permainan yang dapat dilakukan dengan cara satu orang melawan satu orang . atau dua orang melawan dua orang . Permainan ini menggunakan raket sebagai alat pemukul dan kok sebagai objek pukul, lapangan permainan bulutangkis berbentuk segi empat dan dibatasi oleh net untuk memisahkan antara daerah permainan itu sendiri dan daerah permainan Tujuan permainan bulutangkis adalah berusaha untuk menjatuhkan kok di daerah permainan lawan dan berusaha agar lawan tidak memukul kok dan menjatuhkannya di daerah permainan sendiri. PB. Satria Dompu PB. Satria Dompumerupakan organisasi olahraga bidang bulutangkis yang membawahi klub-klub bulutangkis yang ada di Kabupaten Dompu. Atlet-atlet dari klub di Kabupaten Dompu dipilih untuk mengikuti pembinaan yang dilakukan latihan setiap 3 kali seminggu oleh PB. Satria Dompu. Sedangkan atlet yang dimiliki oleh PB. Satria Dompu berjumlah sekitar 30 yang berasal dari berbagai katagori, yaitu kelas pemula, remaja, taruna, hingga METODELOGI PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat. (Sukardi, 2003:. Populasi dan Sampel Penelitian Dalam penelitian kuantitatif, populasi diartikan sebagai wilayah generalisai yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertetu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 sample adalah sebagian dari populasi. (Sugiyono, 2008:. Dalam penelitian ini subyek yang diteliti adalah atlet PB. Satria Dompu usia 1519 tahun (Putr. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kondisi fisik olahraga bulutangkis ini teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: Kekuatan otot perut menggunakan sit up 30 Daya tahan kekuatan otot lengan menggunakan push up 60 detik Kecepatan menggunakan lari 30 meter Kelincahan menggunakan lari bolak-balik 40 meter Daya tahan menggunakan MFT Tekhnik Pengumpulan Data Dalam mengumpulakn data yang valid dan akurat dibutuh kanprosedur tes secara tepat, karena dalam penelitian ini tes yang digunakan merupakan unsur kondisi fisik dimana dalam tes tersebut terdapat 5 item tes yang harus dilakukan secara berurutan dengan waktu istirahat 5 (Lim. Teknik Analisis data Untuk mengolah data yang terkumpul digunakan rumus sebagai berikut : Mean untuk menghitung rataAerata EuX Keterangan : = Rata Ae rata AeX = Jumlah nilai = Jumlah Individu (Ali Maksum, 2007 : . Standar Deviasi Eu (X A X ) SD A n A1 Keterangan : = Standart Deviasi = Rataan Sampel = Banyak Sampel (Ali Maksum, 2007 : . Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Prosentase Prosentase %X = x 100 % Keterangan : = Prosentase = Jumlah Frekwensi = Jumlah Sampel (Ali Maksum, 2007 : . T- Skor T-Skor = 50 10z Keterangan : Dalam range -3 SD sampai 3 SD, angka T akan bergerak dari 20 sampai dengan 80, tanpa bilangan-bilangan minus. (Ali Maksum, 2007 : . HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang sudah didapatkan, maka akan dibuat suatu pembahasan mengenai hasil-hasil dari analisa penelitian tersebut. Pembahasan di sini membahas penguraian hasil penelitian tentang surveitingkat kondisi fisik atlet bulutangkis PB. Satria Dompu. Kondisi fisik ini diukur berdasarkan tes kekuatan otot perut, daya tahan kekuatan otot lengan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan. Kondisi fisik merupakan unsur yang sangat penting hampir di seluruh cabang Oleh karena itu latihan kondisi fisik perlu mendapat perhatian yang serius direncanakan dengan matang dan sistematis sehingga tingkat kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional alat-alat tubuh lebih Begitu juga pada cabang olahraga bulutangkis yang menuntut para pemainnya untuk aktif bergerak seperti: berlari, melompat, mengubah arah secara cepat, dan Oleh karena itu setiap pemain dituntut mempunyai kondisi fisik yang baik dan juga dituntut konsentrasi, kecerdikan, ketelitian, dan kerja sama dengan orang lain. Begitu banyaknya variasi gerakan yang dilakukan dalam permainan bulutangkis maka dibutuhkan suatu kodisi komponen fisik yang dapat menunjang setiap gerakan dalam permainan bulutangkis. Beberapa komponen Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 fisik yang sangat penting dalam menunjang aktivitas gerak pemain dalam permainan bulutangkis diantaranya adalah: , kekuatan otot perut, daya tahan kekuatan otot lengan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan. Sesuai dengan tujuan penelitian dan hasil penelitian tentang pelatihan kondisi fisik atlet bulutangkis PB. Satria Dompu diketahui kondisi fisik pemain yang diukur pada masingmasing tes, yaitu: Kekuatan Otot Perut Menggunakan Sit Rata-rata kekuatan otot perut atlet bulutangkis Pengcab PB. Satria Dompu . ang diukur pada jumlah sit-up selama 30 deti. adalah sebesar 24,87 kali, berdasarkan klasifikasi norma kriteria dapat dikatakan bahwa kekuatan otot perut atlet bulutangkis PB. Satria Dompu masuk dalam kategori sedang, (Harsuki, 2. Persentase kriteria kekuatan otot perut masing-masing atlet yaitu: sebesar 6,670% masuk kategori baik sekali, sebesar 26,67% masuk kategori baik, sebesar 53,33% masuk kategori sedang, dan sebesar 13,33% masuk kategori kurang. Menurut Sajoto . , kekuatan sebagai komponen kondisi fisik seseorang atlet pada saat menggunakan ototototnya menerima beban dalam waktu kerja Jadi kekuatan otot perut adalah kemampuan otot perut dalam menerima beban dalam waktu kerja tertentu. Kekuatan otot perut merupakan pusat kekuatan dari komponen kekuatan otot yang lain, sehingga dapat digunakan sebagai pengontrol kekuatan otot yang lain agar dalam melakukan aktivitas gerakan otot menjadi lebih efisien . esuai Begitu juga dalam melakukan gerakan-gerakan pada permainan bulutangkis, kekuatan otot perut berfungsi sebagai penunjang kekuatan otot yang lain . tangan, kaki, dan punggun. agar dapat bekerja . esuai Oleh karena itu kekuatan otot perut merupakan komponen yang penting dalam melakukan aktivitas gerakan dalam permainan bulutangkis. Hasil penelitian Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index menunjukan bahwa rata-rata atletPB. Satria Dompu mempunyai kekuatan otot perut dengan kategori sedang. Mengingat begitu pentingnya peran kekuatan otot perut bagi pemain bulutangkis, maka hasil tersebut dapat ditingkatkan lagi agar didapatkan lebih banyak atlet bulutangkis yang lebih berkualitas. Daya Tahan Kekuatan Otot Lengan Menggunakan Push Up Rata-ratadaya tahan kekuatan otot lengan atlet bulutangkis PB. Satria Dompu . ang diukur pada jumlah push-up selama 1 meni. adalah sebesar 53,80 kali, berdasarkan klasifikasi norma kriteria dapat dikatakan bahwa daya tahan kekuatan otot lengan atlet bulutangkis pada PB. Satria Dompu masuk dalam kategori baik, (Harsuki, 2. Persentase kriteria daya tahan kekuatan otot lengan masing-masing atlet yaitu: sebesar 6,67% masuk kategori baik sekali, sebesar 53,33% masuk kategori baik, dan sebesar 40% masuk kategori sedang. Menurut Sajoto . , kekuatan sebagai komponen kondisi fisik seseorang atlet pada saat menggunakan ototototnya menerima beban dalam waktu kerja Jadi daya tahan kekuatan otot lengan adalah kemampuan dari otot lengan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan, atau suatu kemampuan otot lengan untuk menerima beban dalam waktu kerja Gerakan utama dalam permainan shutllecock dengan menggunakan alat pemukul . , gerakan tersebut dilakukan dengan menggunakan tangan yang terkait dengan otot Dengan banyaknya variasi jenis pukulan dalam permainan bulutangkis maka daya tahan kekuatan pada otot lengan mutlak sangat diperlukan dalam menunjang berbagai macam jenis pukulan tersebut sehingga diperoleh kualitas pukulan yang baik. Dengan memiliki daya tahan kekuatan otot lengan yang baik maka setiap pemain dapat melakukan kontrol dengan baik setiap gerakan pukulan yang diinginkan, artinya jika harus melakukan smash, maka pemain tersebut dapat melakukan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 smash dengan keras, dan jika harus memberikan bola pendek, maka pemain tersebut dapat melakukan kontrol dengan penempatan yang baik. Oleh karena itu daya tahan kekuatan otot lengan merupakan komponen yang penting dalam melakukan aktivitas gerakan dalam permainan bulutangkis. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata atlet Pengcab PB. Satria Dompu mempunyai daya tahan kekuatan otot lengan dengan kategori baik. Mengingat begitu pentingnya peran daya tahankekuatan otot lengan bagi pemain bulutangkis, maka hasil tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar didapatkan kualitas pukulan yang lebih baik. Kecepatan Menggunakan Lari 30 Meter Rata-rata bulutangkis PB. Satria Dompu . ang diukur pada waktu lari jarak 30 mete. adalah sebesar 4,80 detik, berdasarkan klasifikasi norma kriteria dapat dikatakan bahwa kecepatan lari atlet bulutangkis pada PB. Satria Dompu masuk dalam kategori kurang, (Harsuki, 2. Persentase kriteria kecepatan lari masingmasing atletyaitu: sebesar 6,67% masuk kategori baik sekali, sebesar 13,33% masuk kategori baik, sebesar 33,33% masuk kategori sedang, sebesar 26,67% masuk kategori kurang, dan sebesar 20% masuk kategori kurang sekali. Menurut Sajoto . 8: . , kecepatan adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk menjawab rangsang dalam waktu secepat . esingkat mungki. Sedangkan kecepatan lari dapat diartikan sebagai kecepatan gerak yaitu kemampuan seseorang melakukan gerak atau serangkaian gerak dalam waktu secepat mungkin . emindahkan posisi tubuh dari satu tempat ke tempat lain dengan cepa. Salah satu jenis gerakan dalam permainan bulutangkis adalah melakukan gerakan berlari, gerakan berlari diperlukan pada saat mengejar atau mempertahankan bola . agar tidak jatuh pada bidang permainan sendiri. Dengan memiliki kecepatan lari yang baik maka setiap pemain dapat meindahkan tubuhnya ke posisi yang diinginkan dengan cepat, sehingga dapat melakukan permainan dengan baik. Oleh Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index karena itu kecepatan lari merupakan komponen yang penting dalam melakukan aktivitas gerakan dalam permainan bulutangkis. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata atlet PB. Satria Dompu mempunyai kecepatan lari dengan kategori kurang. Mengingat begitu pentingnya peran kecepatan lari bagi pemain bulutangkis, maka kecepatan lari atlet PB. Satria Dompu perluditingkatkan lagi agar didapatkan kualitas permainan yang lebih baik. Kelincahan Menggunakan Lari Bolakbalik 40 Meter Rata-rata kelincahan atlet bulutangkis PB. Satria Dompu . ang diukur pada waktu lari bolak-balik menempuh jarak 40 mete. adalah sebesar 11,99 detik, berdasarkan klasifikasi norma kriteria dapat dikatakan bahwa kelincahan atlet bulutangkis PB. Satria Dompu masuk dalam kategori baik sekali, (Harsuki. Persentase kriteria kelincahan pada masing-masing atlet yaitu: sebesar 53,33% masuk kategori baik sekali, dan sebesar 46,67% masuk kategori baik. Menurut Sajoto . , kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah, posisi-posisi di area Jadi kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah atau posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada saat bergerak ke arah berlawanan tanpa kehilangan keseimbangan Dalam permainan bulutangkis perubahan gerakan atlet tidak mudah diduga, karena tergantung shuttlechock yang datang dari permainan lawan. Jadi gerakan atlet tergantung kepada kecepatan dan arah datangnya shuttlechock dari pihak lawan ke lapangan Oleh karena itu atlet bulutangkis dituntut memilki kelincahan yang baik, agar shuttlechock dapat terus dikuasai dan dapat dikembalikan ke lapangan lawan yang sulit untuk dijangkau lawannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata atlet Pengcab PB. Satria Dompu mempunyai kelincahan dengan kategori baik sekali. Mengingat begitu pentingnya peran kelincahan bagi pemain bulutangkis, maka kelincahan atlet Pengcab PB. Satria Dompu perlu dipertahankan agar didapatkan kualitas permainan yang lebih baik. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Daya Tahan Menggunakan MFT Rata-rata daya tahan atlet bulutangkis Pengcab PB. Satria Dompu . ang diukur pada kapasitas aerobik atau VO2Ma. adalah sebesar 38,95 ml/kg/mnt. berdasarkanklasifikasi norma kriteria dapat dikatakan bahwa daya tahan atlet bulutangkis Pengcab PB. Satria Dompu masuk . ttp://w. Brianmac. Persentase kriteria daya tahan masing-masing atlet yaitu: sebesar 13,33% masuk kategori baik, sebesar 40% masuk kategori sedang, sebesar 13,33% masuk kategori kurang, dan sebesar 33,33% masuk kategori kurang sekali. Menurut Sajoto . , daya tahan otot adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan suatu kelompok ototnya untuk berkontraksi terus menerus dalam waktu cukup lama dengan beban Jadi daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas kegiatan secara terus menerus dalam waktu cukup lama. Permainan bulutangkis adalah permainan olahraga dengan aktivitas gerakan yang dapat berlangsung memakan waktu cukup lama, sehingga dibutuhkan konsistensi fisik . aya taha. dari pemain agar dapat melakukan permainan hingga selesai. Jadi agar dapat bermain dengan konsisten selama pertandingan berlangsung, maka setiap pemain harus mempunyai daya tahan yang prima, dan memperbesar peluang untuk memenangkan Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata atlet PB. Satria Dompu mempunyai daya tahan dengan kategori sedang. Mengingat begitu pentingnya peran daya tahan bagi pemain bulutangkis, maka daya tahan atlet PB. Satria Dompu perlu ditingkatkan lagi agar dapat mampu bermain mengeluarkan semua kemampuan tekniknya secara maksimal hingga pertandingan berakhir. Kondisi Fisik Secara Keseluruhan Rata-rata skor kondisi fisik atlet bulutangkis PB. Satria Dompu . ang diukur padates kekuatan otot perut, daya tahan kekuatan otot lengan, kecepatan, kelincahan, dan daya taha. adalah sebesar 299, berdasarkan klasifikasi norma relatif dapat Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index dikatakan bahwa kondisi fisik atlet bulutangkis PB. Satria Dompu masuk dalam kategori Persentase kriteria pelatihan kondisi fisik masing-masing atlet yaitu: sebanyak 3 atlet . %) dengan kategori baik sekali, sebanyak 1 atlet . ,67%) kategori baik, sebanyak 8 atlet . ,33%) kategori sedang, sebanyak 2 atlet . ,33%) kategori kurang, dan sebanyak 1 atlet . ,67%) kategori kurang Menurut pendapat Sajoto . 8: . , kondisi fisik adalah kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan, baik peningkatanya, maupun Jadi kondisi fisik adalah ukuran satu kesatuan dari beberapa komponen fisik . alam hal ini adalah , kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, kecepatan, kelincahan, dan daya taha. yang tidak dapat dipisahkan baik peningkatanya maupun pemeliharaannya. Permainan bulutangkis adalah permainan olahraga dengan aktivitas gerakan yang membutuhkan kondisi komponen-komponen fisik yang baik, yang berfungsi sebagai penunjang geakan-gerakan tersebut dan dapat bermain dengan baik selama permainan Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata atlet PB. Satria Dompu mempunyai kondisi fisik dengan kategori Mengingat begitu pentingnya peran kondisi fisik bagi pemain bulutangkis, maka kondisi fisik atlet PB. Satria Dompu perlu ditingkatkan lagi, terutama komponen dan kecepatan lari yang masih menunjukan hasil yang kurang baik. Dari uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa kondisi fisik yang baik bagi atlet memang sangat diperlukan, karena dengan kondisi fisik yang prima maka diharapkan dapat melakukan semua aktivitas gerakan dalam permainan bulutangkis tanpa mengalami kendala atau gangguan fisik. Dengan begitu setiap pemain akan mampu mengembangkan teknik-teknik mengalami kesulitan, dengan kata lain bahwa kondisi fisik berperan sebagai penunjang bagi kesempurnaan gerakan teknik yang diperagakan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 oleh setiap pemain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai gambaran acuan dalam mengevaluasi kondisi fisik atlet bulutangkis khususnya atlet PB. Satria Dompu, sehingga upayah peningkatan kualitas atlet bulutangkis di tanah air dapat terwujud dan dapat lebih banyak berbicara pada kancah perbulutangkisan internasional. SIMPULAN Hasil penelitian mengenai survei pelatihan kondisi fisik atlet bulutangkis PB. Satria Dompu, maka akan ditarik kesimpulan Tinggi lompatan atlet bulutangkis PB. Satria Dompu dikategorikan kurang dengan rataratatinggi 57,67cm. Persentase lompatanmasing-masing atlet yaitu: 26,67% kategori sedang, 26,67% kategori kurang, dan 40% kategori kurang sekali. Kekuatan otot perut atlet bulutangkis PB. Satria Dompu dikategorikan baik dengan rata-rata kemampuan sit-up sebesar 24,87 kali/30detik. Persentase kriteria kekuatan otot perut masing-masing atlet yaitu: 6,670% kategori baik sekali, 26,67% kategori baik, 53,33% kategori sedang, dan 13,33% masuk kategori kurang. Daya tahan kekuatan otot lengan atlet bulutangkis PB. Satria Dompu dikategorikan baik dengan rata-rata kemampuan push-up sebesar 53,80 kali/menit. Persentase kriteria daya tahan kekuatan otot lengan masingmasing atlet yaitu: 6,67% kategori baik sekali, 53,33% kategori baik, dan 40% kategori sedang. Kecepatan lari atlet bulutangkis PB. Satria Dompu dikategorikan kurang dengan ratarata waktu lari 30 meter sebesar 4,80 detik. Persentase kriteria kecepatan lari masingmasing atlet yaitu: 6,67% kategori baik sekali, 13,33% kategori baik, 33,33% kategori sedang, 26,67% kategori kurang, dan 20% kategori kurang sekali. Kelincahan atlet bulutangkis PB. Satria Dompu dikategorikan baik sekali dengan rata-rata waktu tempuh lari bolak-balik Jurnal Ilmu Sosail dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index sejauh 40 meter sebesar 11,99 detik. Persentase kriteria kelincahan masingmasing atlet yaitu: 53,33% kategori baik sekali, dan 46,67% kategori baik. Daya tahan atlet bulutangkis PB. Satria Dompu dikategorikan sedang dengan ratarata kapasitas aerobik (VO2Ma. sebesar 38,95 ml/kg/mnt. Persentase kriteria daya tahan masing-masing atlet yaitu: 13,33% kategori baik, 40% kategori sedang, 13,33% kategori kurang, dan 33,33% kategori kurang sekali. Tingkat kondisi fisik . omponen fisik keseluruha. atlet bulutangkis Pengcab PB. Satria Dompu dikategorikan sedang dengan rata-rata skor sebesar 300. Persentase kriteria tingkat kondisi fisik masing-masing atlet yaitu: 6,67% kategori baik sekali, 13,33% kategori baik, 60% kategori sedang, 13,33% kategori kurang, dan 6,67% kategori kurang sekali. DAFTAR PUSTAKA