Atun Yulianto JOURNAL OF TOURISM AND ECONOMIC Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019. Page 20-29 ISSN: 2622-4631 . ISSN: 2622-495X . Email: jurnalapi@gmail. Website: https://jurnal. id/index. php/jtec/article/view/82 DOI: https://doi. org/10. 36594/jtec/xf3atf77 Pengaruh Jumlah Pengunjung Daya Tarik Wisata (DTW) Terhadap Occupancy Hotel Dengan Moderating Variabel Jumlah Kamar Tersedia Di Daerah Istimewa Yogyakarta Atun Yulianto Universitas Bina Sarana Informatika aty@bsi. ABSTRACT Effect Of The Number Of Visitors Attraction At The Occupancy Hotel With Moderating Variables Of Rooms Are Available In Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta as a tourist city saves the potential of tourist visits which strongly supports the growth of the hospitality industry. With the potential of foreign and international tourist markets visiting existing tourist attractions, at least become a potential market niche in the hotel industry in the morning to increase occupancy hotels. Hotel expectations of tourist arrivals increase the optimism of hotel management that room occupancy rates will be met according to the planned budget. However, it needs to be measured how much the influence of foreign tourists and the archipelago on occupancy hotels, so the hotel management is not wrong in its planning. The research method used is quantitative descriptive with regression The results of this study indicate that there is no significant direct influence from foreign tourists on room occupancy rates, while domestic tourists have a significant direct influence on room occupancy rates. With moderating variables the number of rooms available, hence there is an increase in indirect influence of foreign and domestic tourists on the occupancy rate of hotel rooms in Daerah Istimewa Yogyakarta. Keywords: hospitality industry, room occupancy rates, tourists Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto ABSTRAK Pengaruh Jumlah Pengunjung Daya Tarik Wisata (DTW) Terhadap Occupancy Hotel Dengan Moderating Variabel Jumlah Kamar Tersedia Di Daerah Istimewa Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota wisata banyak menyimpan potensi kunjungan wisatawan yang sangat mendukung tumbuh kembangnya industri perhotelan. Dengan potensi pasar wisatawan manca negara dan nusantara yang berkunjung ke daya tarik wisata yang ada, paling tidak menjadi ceruk pasar potensial pagi industri perhotelan untuk meningkatkan hunian kamarnya . ccupancy hotel. Ekspektasi hotel akan kedatangan wisatawan meningkatkan optimisme manajemen hotel akan terpenuhinya tingkat hunian kamar sesuai rencana anggaran yang ditetapkan. Namun demikian perlu diukur seberapa besar pengaruh wisatawan manca negara dan nusantara terhadap occupancy hotel, sehingga manajemen hotel tidak salah dalam Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif dengan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan belum adanya pengaruh langsung yang signifikan dari wisatawan manca negara terhadap tingkat hunian kamar, sedangkan wisatawan nusantara memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap tingkat hunian kamar. Dengan variabel moderating jumlah kamar tersedia, maka terjadi peningkatan pengaruh tidak langsung wisatawan manca negara dan nusantara terhadap tingkat hunian kamar hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata Kunci : industri perhotelan, tingkat hunian kamar, wisatawan Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto PENDAHULUAN Indonesia merupakan Negara yang berada dikawasan Asia Tenggara dengan wilayah yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga disebut sebagai Negara Kepulauan. Banyaknya pulau di Indonesia yang terpisah oleh lautan dan daratan menjadikan masyarakatnya memiliki keragaman baik dalam bahasa, adat istiadat, maupun Kekayaan alam dan budaya yang beraneka ragam tersebar diseluruh wilayah menjadi faktor penting yang memberikan daya tarik tersendiri pada dunia Pariwisata di Indonesia menjadi sektor ekonomi yang sangat penting karena menjadi penyumbang penerimaan devisa Negara setelah komoditi minyak dan gas Kota-kota di Indonesia yang menjadi penggerak sektor pariwisata salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakatnya masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan budaya leluhur serta lekat dalam kehidupan sehari-hari, namun tetap mengikuti dinamika perkembangan Kota Yogyakarta adalah salah satu kota yang dikenal sebagai kota pelajar dan Sebagai kota wisata. Yogyakarta banyak menyimpan potensi berupa kunjungan wisatawan yang sangat mendukung tumbuh kembangnya industri perhotelan. Dengan potensi pasar wisatawan manca negara dan nusantara yang berkunjung ke daya tarik wisata yang ada, paling tidak menjadi ceruk pasar potensial pagi industri perhotelan untuk . ccupancy hotel. Perkembangan jumlah kedatangan wisatawan ke daerah tujuan wisata di DIY baik manca negara maupun nusantara dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan. Tabel 1. Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Daya Tarik Wisata DIY Wisatawan Manca Negara Nusantara Jumlah Tahun Sumber : Dinas Pariwisata DIY . 7 : . Libur panjang selalu diwarnai dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke daya tarik wisata yang tersebar di seluruh Yogyakarta. Dengan menambahkan layanan booking secara online yang dilakukan industri perhotelan, semakin memudahkan wisatawan dalam melakukan pemesanan kamar sebelum kunjungan ke Yogyakarta. Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota adanya hotel . , juga menjadi salah satu faktor pencetus keputusan kunjungan ke wilayah tertentu diluar Tidak dapat dipungkiri dengan ceruk pasar wisatawan yang potensial menjadikan perhotelanpun semakin ketat. Tidak dapat dipungkiri dengan ceruk pasar wisatawan yang potensial menjadikan tingkat persaingan pada industri perhotelanpun semakin ketat. Industri perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta berlomba-lomba untuk dapat menangkap peluang pasar yang ada dengan mengembangkan hotel sehingga dapat memenuhi kebutuhan wisatawan yang Sesuai dengan data pada pusat data Sistem Informasi Statistik Hotel Dinas Pariwisata D. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 513 hotel tersebar diseluruh kabupaten di D. Yogyakarta, dengan komposisi berikut ini. Sumber : SISFO Statistik Dinas Pariwisata DIY 2018 . ttp://statistikhotel. com/#kat-hote. Gambar 1. Statistik Hotel Per Kategori Bintang Tahun 2018 Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto Banyaknya wisatawan menyesuaikan anggaran dan kebutuhan fasilitas sesuai dengan kebutuhan dalam perjalanannya ke Yogyakarta. Dilain pihak dengan kedatangan wisatawan, banyak hotel berharap occupancy nya dapat meningkat secara signifikan. Oleh karena itu dibutuhkan pembuktian apakah kehadiran wisatawan mancanegara dan nusantara dapat benar-benar berpengaruh terhadap occupancy hotel-hotel di D. Yogyakarta. Berdasarkan uraian tersebut, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta dalam lima tahun terakhir, . ccupancy hote. berdasarkan jumlah kamar tersedia pada industri perhotelan di DIY. TINJAUAN LITERATUR Wisatawan Peraturan Daerah Istimewa Yogykarta Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Tahun 2012-2025 No. Tahun 2012, menyebutkan bahwa wisata adalah Auaktifitas perjalanan yang kerjakan oleh seseorang atau kelompok orang dengan mendatangi daerah tertentu untuk tujuan mengagumi keunikan Daya Tarik Wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu terbatasAy sedangkan wisatawan adalah orangorang atau kelompok orang yang melakukan kegiatan wisata atau rekreasi. Wisatawan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam (Widanaputra. Suprasto. Aryanto, & Sari, 2. adalah orang yang berwisata, pelancong atau turis. Artinya orang yang memasuki suatu wilayah atau negara lain dengan tujuan apapun dan bukan untuk tinggal menetap atau mencari uang di tempat tersebut untuk tujuan bisnis. Berdasarkan wisatawan dapat didikelompokkan menjadi dua, yaitu wisatawan nusantara . dan wisatawan manca negara atau asing. Wisatawan manca negara merupakan orang asing negeri yang melakukan perjalanan wisata mendatangi daerah tertentu untuk tujuan rekreasi pada daya tarik wisata negara Sedangkan wisatawan nusantara merupakan orang-orang yang melakukan kegiatan wisata mengunjungi daerah tertentu untuk tujuan rekreasi pada daya tarik wisata dari dalam negeri sendiri. Daya Tarik Wisata (DTW) Daya Tarik Wisata dalam UU RI Nomor 10 tahun 2009, adalah semua objek yang memiliki karakteristik tertentu, keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil karya manusia yang menjadi incaran atau destinasi kunjungan Wisatawan. PERDA DIY No. 1 Tahun 2012, halaman 7 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mendefinisikan hal yang sama tentang daya tarik wisata. Jadi pada pangkalnya daya tarik wisata dapat dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu daya tarik wisata natural . dan Daya tarik wisata natural . meliputi pemandangan alam, tumbuhtumbuhan dan binatang yang merupakan ciptaan Tuhan YME. Sedangkan daya tarik buatan antara merupakan hasil ciptaan atau buatan manusia seperti museum, peninggalan sejarah, seni, budaya, taman rekreasi, kebun binatang dan lainnya buatan manusia (Subhiksu & Utama, 2. Tingkat Hunian Kamar (Occupancy Hote. Tingkat hunian kamar . ccupancy hote. merupakan suatu poin dalam skala rasio yang menerangkan suatu kondisi sampai sejauh mana jumlah kamar terjual, jika dibandingkan dengan jumlah semua kamar yang dapat dijual (Sugiarto, 2. Rasio occupancy dapat ditampilkan menjadi barometer kesuksesan hotel dalam menjual produk primernya yaitu kamar. Occupnacy . menurut (Ismanthono, 2. dalam bisnis pariwisata berarti tingkat atau presentase dari bisnis yang ditawarkan yang telah terpakai atau sudah terisi. Sedangkan Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto tingkat hunian kamar . ccupancy rat. merupakan angka yang menunjukkan suatu hotel selalu terisi penuh dengan tamu yang menginap atau tidak. METODE. DATA. DAN ANALISIS Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif Peneliti mengumpulkan dan mengolah data yang berupa data-data statistik bernilai numerik untuk mengungkapkan fakta dengan jelas dalam ukuran-ukuran kuantitatif tentang pengaruh banyaknya pengunjung ke daerah tujuan wisata terhadap tingkat hunian kamar industri perhotelan di D. I Yogyakarta. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi data melalui bantuan internet dan pusat data statistik DIY. Dalam penelitian ini populasinya adalah data statistik kepariwisataan DIY dan sampel diambil dengan cara kuota-purposive. Sampling pengambilan sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai dengan jumlah kuota yang diinginkan terpenuhi. Sedangkan sampling purposive merupakan tehnik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Data yang dikumpulkan sebagai objek penelitian adalah data tingkat hunian kamar, jumlah kunjungan dan jumlah kamar tersedia dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yang terinci menjadi data-data nominal dalam 60 bulan sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Jumlah Pengunjung DTW dengan variabel terikat tingkat hunian kamar (Occupancy Hote. , sedangkan variabel moderasi adalah jumlah kamar tersedia industri perhotelan diseluruh DIY. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menghasilkan informasi yang menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas jumlah pengunjung yang diberikan simbol X1 untuk wisatawan manca negara . dan X2 untuk wisatawan nusantara terhadap variable terikat occupancy hotel diberikan simbul (Z) dengan variabel moderating jumlah kamar tersedia diberikan simbul (Y). Kerangka berfikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. AZX1 Wisman (X. AYX1 Jumlah Kamar tersedia (Y) AZY Occupancy Hotel (Z) AYX2 Wisnus (X. AZX2 Gambar 2. Kerangka Penelitian Persamaan regresi dalam penelitian ini Y = AYX1X1 AYX2X2 AYe1 Z = AZX1X1 AZX2X2 A ZYY AZe2 Berdasarkan identifikasi pengaruh yang akan diuji dan menjadi tujuan penelitian ini adalah : Mengetahui pengaruh wisman (X. dan wisnus (X. terhadap jumlah kamar tersedia (Y) Mengetahui pengaruh wisman (X. , wisnus (X. dan jumlah kamar tersedia (Y) terhadap occupancy hotel (Z) Mengetahui pengaruh wisman (X. , wisnus (X. melalui jumlah kamar tersedia (Y) terhadap occupancy hotel (Z) Hipotesis (H. dirumuskan sebagai berikut : Wisman berkontribusi signifikan terhadap jumlah kamar hotel tersedia Wisnus berkontribusi signifikan terhadap jumlah kamar hotel tersedia Wisman occupancy hotel Wisnus occupancy hotel Wisman secara langsung melalui jumlah kamar tersedia tidak berkontribusi signifikan terhadap occupancy hotel Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto Wisnus secara langsung melalui jumlah kamar tersedia tidak berkontribusi signifikan terhadap occupancy hotel. Hasil penelitian dengan objek data yang berupa data-data nominal jumlah pengunjung daya tarik wisata (DTW), tingkat hunian kamar dan jumlah kamar tersedia seluruh hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta menghasilkan korelasi diantar ketiganya yang disajikan dalam tabel berikut : Tabel 2. Correlations Variabel X1. X2. Y dan Z Wisnu Wisman Pearson Wisman Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Wisnus Sig. -taile. Pearson Correlation Kamar Tersedia Sig. -taile. Pearson Correlation Occupanc y Hotel Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Kamar Tersedia Occupancy Hotel Hubungan antar variabel yang paling kuat dalam penelitian ini sesuai dengan tabel 2. adalah hubungan antara variabel wisatawan nusantara . dengan accupancy hotel. Besar korelasinya 0. 641 menunjukkan hubungan yang sangat signifikan 0,000. Disusul variabel jumlah kamar tersedia dengan occupancy hotel. Ukuran pengaruh antara variabel bebas, terikat dan moderatig dilakukan dengan rumus regresi memanfaatkan bantuan software spss untuk menghasilkan satuansatuan diinterprestasikan sesuai dengan kebutuhan Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan tiga model regresi untuk menghasilkan ukuran pengaruh sesuai dengan tujuan dalam hipotesis penelitian ini. Pengaruh jumlah wisatawan manca negara (X. dan wisatawan nusantara (X. terhadap jumlah kamar tersedia (Y) Pada proses pengukuran nilai pengaruh ini peneliti mendapatkan hasil regresi model pertama dengan hasil sebagai Tabel 3. Coefficients X1. X2 dan Y Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 Constant Standardized Coefficients Beta Wisman Wisnus Dependent Variable: Jumlah Kamar Tersedia Sig. Tebel 4. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Wisnus. Wisman Std. Error of the Estimate Dari hasil regresi pada tabel 3 dan 4 diperoleh informasi yang berupa nilai-nilai hasil pengukuran sebagai indiktor besarnya pengaruh dan siginifikansi antar variabel dengan penjelasan sebagai berikut : Sesuai dengan output regresi pada tabel 2. Coeffisients X1. X2 dan Y dapat diketahui bahwa nilai signifikasi dari variabel yaitu wisman (X. = 0,015 dan wisnus (X. =0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini memberikan informasi bahwa variabel wisman (X. dan wisnus (X. berpengaruh signifikan terhadap jumlah kamar tersedia (Y), sehingga hipotesisi nol (H. Besarnya nila R square yang terdapat pada model summary adalah sebesar 0,321. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh wisman (X. dan wisnus (X. terhadap jumlah kamar tersedia (Y) adalah sebesar 32,1% sementara sisanya 67,9% merupakan kontribusi dari variable lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Untuk . =Oo. Oe 0,321 =0,8240. Pengaruh jumlah wisatawan manca negara (X. dan wisatawan nusantara (X. terhadap occupancy hotel (Z) Pada model regresi tahap kedua ini peneliti mengolah data dengan hasil regresi disajikan dalam tabel berikut ini. Model (Constan. Tabel 5. Coefficients X1. X2 dan Z Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Wisman 176E-5 Wisnus 240E-6 Dependent Variable: Occupancy Hotel Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Sig. Atun Yulianto Tabel 6. Model Summary Adjusted R Square Predictors: (Constan. Wisnus. Wisman Model R Square Tabel 7. Coefficients X1. X2. Y dan Y Std. Error of the Estimate Berdasarkan hasil olah data regresi yang ditampilkan pada tabel 4 dan 5, peneliti dapat menginterprestasikannya dengan penjelasan sebagai berikut : Menterjemahkan output regresi pada tabel Coeffisients X1. X2 dan Z dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel yaitu wisman (X. = 0,085 lebih besar dari 0,05. Hasil memberikan informasi bahwa wisatawan manca negara (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap occupancy hotel (Z). Sedangkan nilai signifikansi variabel wisatawan nusantara (X. = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini memberikan informasi bahwa wisatawan nusantara memiliki pengaruh yang signifikan terhadap occupancy hotel (Z). Besarnya nila R square yang terdapat pada model summary adalah sebesar 0,441. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh wisman (X. dan wisnus (X. terhadap occupancy hotel (Z) adalah sebesar 44,1% sementara sisanya 55,9% merupakan kontribusi dari variable lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Untuk . =Oo. Oe 0,441 =0,748 Pengaruh jumlah wisatawan manca negara (X. dan wisatawan nusantara (X. melalui jumlah kamar tersedia (Y) terhadap occupancy hotel (Z) Hasil proses pada regresi model ke tiga ini menghasilkan informasi yang disajikan dalam tabel berikut ini: Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Wisnus Jumlah Kamar 402ETersedia Dependent Variable: Occupancy Hotel Wisman Tabel 8. Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Jumlah Kamar Tersedia. Wisman. Wisnus Koefisien jalur pada hasil regresi model ketiga ini dapat diinterprestasikan dengan penjelasan sebagai berikut: Berdasarkan output regresi model ketiga pada tabel 7. Coefficients X1. X2. Y dan Z diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel wisman yaitu X1=0,079 dan jumlah kamar tersedia (Y)=0,655 lebih besar dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel wisatawan manca negara (X. dan jumlah kamar tersedia (Y) tidak occupancy hotel (Z). Sedangkan variabel wisnus (X. nilai signifikansinya = 0,000 lebih kecil dari 0,05. menunjukkan bahwa variabel wisatawan nusantara (X. occupancy hotel (Z) Besarnya nilai R Square yang terdapat pada tabel 8. model summary adalah sebesar 0,443. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi X1. X2 dan Y terhadap Z adalah sebesar 44,3% sementara sisanya 55,7% merupakan kontribusi dari variable lain yang tidak diteliti. Sementara untuk nilai e2=Oo. Oe 0,443 =0,746. Dengan demikian diperoleh diagram jalur model struktur sebagai berikut : Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto Gambar 3. Koefisien Pengaruh Diagram Jalur Model Penelitian Bedasarakan data-data yang telah diolah sebelumnya, maka dapat disimpulkan uji hipotesis yang telah ditentukan dalam penelitian ini dengan hasil sebagai berikut : Wisman berkontribusi secara signifikan terhadap jumlah kamar hotel tersedia di DIY Hipotesis nol (H. ditolak, karena nilai signifikasi X1 pada tabel 3. sebesar 0,015 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian wisatawan manca negara memiliki . signifikan terhadap jumlah kamar Wisnus berkontribusi secara signifikan terhadap jumlah kamar hotel tersedia di DIY Hipotesis nol (H. ditolak, karena nilai signifikasi X2 pada tabel 3. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian wisatawan nusantara memiliki pengaruh . secara signifikan terhadap jumlah kamar tersedia. Wisman berkontribusi secara signifikan terhadap occupancy hotel di DIY Hipotesis nol (H. diterima, karena nilai signifikasi X1 pada tabel 5. sebesar 0,079 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian wisatawan manca negara tidak memiliki . signifikan terhadap occupnacy hotel. Wisnus berkontribusi secara signifikan terhadap occupancy hotel di DIY Hipotesis nol (H. ditolak, karena nilai signifikasi X2 pada tabel 5. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian wisatawan nusantara memiliki pengaruh . secara signifikan terhadap occupnacy hotel. Wisman secara langsung melalui jumlah kamar tersedia tidak berkontribusi signifikan terhadap occupancy hotel di DIY Analisis pengaruh wisman (X. melalui jumlah kamar tersedia (Y) terhadap occupnacy hotel (Z) adalah diketahuinya pengaruh langsung yang diberikan X1 terhadap Z sebesar -0,192. Sedangkan pengaruh tidak langsung X1 melalui Y terhadap Z adalah hasil perkalian antara nilai beta X1 terhadap Y dengan nilai beta Y terhadap Z, yaitu (-0,. x (-0,. = 0,015. Maka besar pengaruh total yang diberikan X1 terhadap Z adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu : -0,192 0,015 = -0,177. Berdasarkan hasil perhitungan diatas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar -0,192 lebih kecil dari pada pengaruh tidak langsung sebesar -0,177. Hasil ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung Wisman (X. melalui jumlah kamar tersedia (Y) mempunyai pengaruh tidak langsung lebih besar terhadap occupancy hotel (Z) dibanding pengaruh langsungnya, sehingga H0 diterima. Wisnus secara langsung melalui jumlah kamar tersedia tidak berkontribusi signifikan terhadap occupancy hotel di DIY Analisis pengaruh wisnus (X. melalui jumlah kamar tersedia (Y) terhadap occupancy hotel (Z) adalah diketahui pengaruh langsung yang diberikan X2 terhadap Z sebesar 0,707. Sedangkan pengaruh tidak langsung X2 melalui Y terhadap Z adalah perkalian antara nilai beta X2 terhadap Y dengan nilai beta Y terhadap Z yaitu 0,552 x (-0,. = 0,030. Maka pengaruh total yang diberikan X2 terhadap Z adalah pengaruh langsung 0,707 ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu : 0,707 . 0,677 . Berdasarakan hasil perhitungan diatas Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto diperoleh nilai pengaruh langsung sebesar 0,707 lebih besar dari pengaruh tidak langsung sebesar 0,677. Hasil ini menunjukkan bahwa secara langsung X2 melalui Y mempunyai pengaruh langsung yang lebih besar secara signifikan terhadap Z dibanding pengaruh tidak langsungnya, sehingga H0 ditolak. Besarnya nilai kontribusi variabel moderating dalam memperkuat pengaruh antara variabel bebas dan terikat dapat ditentukan berdasarkan tabel summary yang telah disederhanakan dengan hasil berikut ini: Tabel 9. Ringkasan Model Summary Variabel - variabel Kontribusi pengaruh X1. X2 terhadap Y Kontribusi pengaruh X1. X2 terhadap Z Kontribusi Pengaruh X1. X2 melalui Y Peningkatan Pengaruh dengan variable moderating (Y) R Square 0,321 Ket. 0,441 44,1% 0,443 44,3% 0,002 0,2% Jadi dengan dasar tebel 9. diatas, dapat moderating pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap Z adalah 44,1%, sedangkan dengan adanya variabel moderating jumlah kamar tersedia (Y) pengaruh variabel wisman (X. dan wisnus (X. terhadap occupancy hotel (Z) dapat meningkatkan menjadi 44,3% atau naik sebesar 0,2%. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengaruh jumlah pengunjung daya tarik wisata (DTW) terhadap occupancy hotel dengan moderating variabel jumlah kamar tersedia di Daerah Istimewa Yogyakarta, dihasilkan kesimpulan sebagai berikut: Jumlah pengunjung dari wisatawan manca negara dan nusantara keduanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kamar tersedia pada industri perhotelan di D. Yogyakarta. Artinya dengan banyaknya pengunjung yang datang ke daya tarik wisata di D. Yogyakarta membuat hotel berupaya memenuhi kebutuhan wisatawan dengan investasi jumlah kamar menyesuaikan dengan jumlah pengunjung dengan ditargetkan dapat terpenuhi. Jumlah pengunjung dari wisatawan manca negara belum berpengaruh secara signifikan terhadap occupancy hotel di Yogyakarta. Sedangkan pengujung dari wisatawan nusantara berpengaruh signifikan terhadap occupancy hotel di Yogyakarta. Strategi pemasaran ke luar negeri dimungkinkan belum maksimal karena persaingan antar daerah maupun negara dalam mendatangkan wisatawan manca negara untuk tinggal lebih lama sangat ketat, sehingga occupancy hotel di D. Yogyakarta belum berpengaruh signifikan dari sisi wisatawan manca negara. Dengan adanya moderating variabel jumlah kamar tersedia, menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat peningkatan pengaruh tidak langsung wisatawan manca negara terhadap occupancy hotel di D. I Yogyakarta dibanding pengaruh Sedangakan wisatawan nusantara memiliki pengaruh langsung yang besar terhadap occupancy hotel di Yogyakarta dibanding pengaruh tidak Jadi terdapat peningkatan kontribusi pengaruh setelah adanya variabel moderating ini sebesar 0,2% dibanding sebelum adanya variabel moderating tersebut. SARAN Wisatawan bahwa secara kuantitatif belum berpengaruh . maksimal terhadap occupancy hotel di D. Yogyakarta. Peneliti memberikan masukan-masukan untuk dapat diperhatikan unit-unit terkait. Saran yang dapat direkomendasikan peneliti dari hasil pembahasan penelitian ini adalah: Dengan meningkatkan promosi wisata keluar negeri melalui strategi pemasaran low cost hight impact secara online. Hal ini Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Atun Yulianto tentunya akan menghemat pengeluaran perjalanan untuk berpromosi secara konvensional melalui pameran-pameran. Namun demikian, jika strategi ini dilakukan maka dibutuhkan sumber daya manusia yang menguasai IT dan ecommerce untuk mendukung Dinas Pariwisata DIY berpromosi secara online agar informasi dapat menjangkau masayarakat lebih luas baik dalam maupun luar negari. Harapan dari penerapan strategi ini adalah dengan menghemat biaya perjalanan dan akomodasi melalui peningkatan strategi promosi online dapat meningkatkan berkunjung ke daya tarik wisata yang ada di Propinsi D. I Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA