COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM Arinal Haq Fauziah Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura. Indonesia. Indonesia arinaafauzi@gmail. Keywords Abstract Leadershi Managem Education The implementation of Islamic education leadership involves the role of the leader and members and how to co-operate between the two. This requires a deep understanding of both leaders and members regarding the urgency of management and leadership in Islamic education. The collection of related data regarding the study of management and leadership of Islamic education through qualitative methods by collecting through written books and electronic media and passing the critical analysis process. The concept of management and leadership of Islamic education is the main factor in the realisation of the ideals and objectives of an Islamic education organisation and can cover its members inclusively and comprehensively. The basic concepts of Islamic education relate to matters that need to be emphasised in the application of governance in Islamic education. The need for awareness from leaders and members in Islamic education to prioritise cooperation and accountability in carrying out leadership and management. This research aims to measure the relevance and urgency of effective Islamic education management and leadership in order to create an inclusive organisation and escalate the development of Islamic education. Kata Kunci Abstrak Kepemimpinan. Manajemen. Pendidikan. Implementasi kepemimpinan pendidikan Islam melibatkan peran antara pemimpin dan anggota dan bagaimana kerjasama antar keduanya. Hal ini memerlukan pemahaman mendalam baik dari pemimpin maupun anggota mengenai urgensi manajemen dan kepemimpinan dalam pendidikan Islam. Pengumpulan data-data terkait mengenai kajian mengenai manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam melalui metode kualitatif dengan mengumpulkan data lewat buku tertulis dan media elektronik dan melewati proses analisis kritis. Konsep manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam menjadi faktor utama terealisasikannya cita-cita dan tujuan dari sebuah organisasi pendidikan Islam serta dapat mencakup anggotanya secara inklusif dan komprehensif. Konsep-konsep dasar pendidikan Islam berhubungan dengan hal-hal yang perlu dititikberatkan dalam pengaplikasian tatakelola dalam pendidikan Islam. Perlunya kesadaran dari pemimpin dan anggota dalam pendidikan Islam untuk mengedepankan kerjasama dan akuntabilitas dalam menjalankan kepemimpinan dan Penelitian ini bertujuan untuk mengukur relevansi dan urgensi manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam yang efektif agar terciptanya keorganisasian yang inklusif serta eskalasi pengembangan pendidikan Islam semakin meningkat. ACognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License. 116 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan sebuah organisasi dan wadah yang didalamnya terdapat usaha untuk memberikan bimbingan dan pembinaan ajaran agama Islam pada para peserta didik. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan pendidik sebagai representasi pengupayaan pemberian pendidikan yang efektif dan komprehensif pada para peserta didik (Bararah, 2. Dalam pendidikan Islam, dibutuhkan peranan kepemimpinan dan manajemen yang efektif dan efisien untuk tercapainya tata kelola yang baik. Diperlukan konsep dan teknik dasar yang terampil untuk dapat menyeimbangkan dan menciptakan manajemen dan kepemimpinan yang baik dalam suatu organisasi pendidikan Islam. Manajemen pendidikan Islam sebagai tonggak utama dalam pendidikan Islam yang memegang kendali yang mencakup hampir keseluruhan aspek pendidikan Islam memiliki peran sentral yang tidak dapat dipisahkan. Manajemen adalah sebuah proses upaya untuk mendapatkan tujuan yang telah ditetapkan (Syaban, 2. Dalam sebuah kelembagaan pendidikan, visi dan misi merupakan tujuan yang diterakan untuk meningkatkan kualitas organisasi pendidikan Islam. Peningkatan pendidikan Islam mencakup segala aspek secara menyeluruh baik dalam aspek sumber daya manusia, kualitas kerja pemimpin serta peningkatan dan pengembangan daya saing pendidikan Islam dengan yang lain. Manajemen dalam pendidikan Islam menentukan kualitas dan kuantitas sebuah kelembagaan pendidikan Islam. Tujuan-tujuan yang telah dipetakan dalam pendidikan Islam membutuhkan teknik dan metode untuk menggapainya yang telah ditetapkan dalam cara kerja manajemen. Kunci utama kendali manajemen dalam pendidikan Islam berada pada seorang Pemimpin yang memiliki kendali kuat dan memegang peran sentral dalam sebuah keorganisasian pendidikan Islam diharuskan memanage dengan baik agar citacita suatu organisasi pendidikan Islam dapat terealisasikan. Pemimpin diharuskan dapat mengelola, merencanakan, memimpin, mengatur serta menjalin kerjasama dan menciptakan korelasi yang baik dengan para anggota dalam ruang lingkup pendidikan Islam. selain manajemen, kepemimpinan juga memiliki peran yang krusial dalam lembaga pendidikan Islam (Yustika & Syamsiyah, 2. Keberhasilan dan peningkatan Islam keorganisasian tersebut. Teori kepemimpinan dan manajemen yang efektif harus Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 117 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. dipahami oleh seorang pemimpin sebagai pengatur dan pemegang kunci utama dalam organisasi pendidikan Islam sehingga kajian manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam merupakan hal penting yang harus dikaji untuk memberikan pemahaman strategi, metode dan konsep manajemen dan kepemimpinan yang efektif demi tercapainya citacita dan tujuan pendidikan Islam. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi yang relevan dengan isu mengenai kajian tentang manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam (Ummah Karimah, 2. Kemudian data-data yang telah dikumpulkan diamati dan dianalisis mengenai relevansi dan tingkat keakuratan untuk menunjang penelitian mengenai manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam. Data-data yang diberikan dan dituangkan dalam penelitian ini merupakan data yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan melalui proses analisis yang sistematis. Pengumpulan informasi dilakukan dengan cara mencari di berbagai sumber terpercaya dari buku tertulis maupun elektronik serta jurnal yang terkait . ibrary reserc. sehingga penelitian yang dilakukan tergolong pada metode kualitatif. Dengan pendekatan analisis kritis, penulis telah merangkum dan menyaring informasi dengan topik terkait agar dapat mengupas secara inklusif lewat mengumpulkan, menganilisis, membaca dan mencatat data-data terkait untuk mendapatkan suatu kesimpulan dan pembaharuan dari topik yang diangkat yaitu mengenai kajian manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Dasar Kemimpinan Pendidikan Islam Pengertian hakikat menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah inti sari atau dasar. Dasar secara etimologi dapat diartikan sebagai mutu serta kadar yang harus dimiliki. Sedangkan kepemimpinan merupakan aset penting dalam suatu organisasi profit maupun non profit (Dian Fitriana, 2. Pengertian tersebut jika dikaitkan pada hakikat kepemimpinan pendidikan Islam, maka diartikan nilai dasar yang harus dimiliki oleh kepemimpinan pendidikan Islam. Kepemimpinan merupakan kunci utama yang akan menentukan arah tujuan serta tingkat keberhasilan untuk meraih tujuan dan cita-cita yang telah ditetapkan. Menurut Afandi . , pendidikan Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 118 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. merupakan salah satu bentuk organisasi dimana tingkat keberhasilannya sangat ditentukan oleh faktor kepemimpinan dan manajemen. Dari argumentasi Afandi tersebut, dapat diartikan dengan kata lain bahwa eksistensi suatu kepemimpinan dan manajemen merupakan fondasi utama menuju keberhasilan suatu organisasi terutama dalam pendidikan. Peran sentral seorang pemimpin merupakan hal paling krusial untuk menentukan dan mengembangkan potensi dalam organisasi. Sebab apabila dirasionalisasikan, jika dalam suatu lembaga atau organisasi tidak memiliki seorang pemimpin, maka keorganisasian dalam lembaga tersebut tidak akan berjalan secara Sebab hal tersebut merupakan elemen penting untuk mencapai suatu tujuan utama dalam pendidikan Islam. Kembali pada aspek kepemimpinan, kepemimpinan dalam bahasa arab sering diterjemahkan sebagai ai-RiAoayah, al-Imarah, al-Qiyadah, al-ZaAoamah (Nurul Hidayah. Keempat istilah tersebut memiliki satu makna yang sama untuk menerjemahkan satu kata berupa kepemimpinan. Dalam Islam, kepemimpinan merupakan hal yang paling krusial sehingga begitu diperhatikan. Setiap perkumpulan mengharuskan adanya kepemimpinan, hal tersebut merupakan bukti mengenai pentingnya kepemimpinan. Tidak dalam konteks keorganisasian saja, namun kepemimpinan juga dibutuhkan dalam segala aspek, termasuk dalam ruang lingkup yang lebih kecil demi terorganisirnya suatu perkumpulan tersebut. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW: - ]A [IA. AA Au E OA A AaEeOa aacI aO NIA:UAI O O OO NO O NEE INI IAOA ]AOA U A O O NO O NEE IN ON O OA. A[O O O O NEE IN ON O OA Artinya: dari Abi SaAoid dan Abi Hurairah radhiyallahu anhuma: jika ada tiga orang hendak keluar untuk bersafar . , hendaklah mereka mengangkat salah satu di (HR. Abu Dau. Dari sabda Nabi tersebut, dapat dirumuskan bahwa keberadaan seorang pemimpin dalam suatu ruang lingkup yang kecil sangat dibutuhkan untuk berjalannya Adanya terakomodasinya setiap anggota dalam mencapai tujuan bersama. Pemimpin yang dipilih tentunya diharuskan pemimpin yang memiliki kecakapan dalam pengambilan keputusan dan manajemen yang baik. Sebab pemimpin yang akan menjadi pemandu terakomodasinya secara efektif suatu organisasi. Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 119 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Menurut Baharuddin dan Umiarso . , definisi kepemimpinan memiliki arti konotasi general bisa diartikan kepemimpinan dalam negara, organisasi politik, organisasi sosial, perkantoran, lembaga, perusahaan maupun pendidikan. Namun yang menjadi fokus utama spesifiknya mengenai kepemimpinan pendidikan Islam (Qiyadah Tarbiyah Isla. Kepemimpinan pendidikan Islam berfokus untuk bisa mendidik generasi, membina umat, dan berusaha membangkitkannya terkait erat dengan pemenuhan kepemimpinan yang benar. Kepemimpinan pendidikan Islam memiliki pondasi yang kuat atau dasar utama yaitu untuk mencetak generasi yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan manajemen yang kuat, selain itu kepemimpinan pendidikan Islam menjadikan pemberian pembinaan dan pendidikan pada peserta didik sebagai fokus utama untuk dijadikan landasan di masa depan. Sesuai dengan pendapat Afandi, kepemimpinan merupakan kunci utama yang memegang arah tujuan serta tingkat keberhasilan cita-cita dan tujuan dari sebuah organisasi. Keefektifan dalam sebuah organisasi tolak ukurnya pun dari kepemimpinan dan manajemen didalamnya. Menurut Admowodiro, kepemimpinan pendidikan Islam memerlukan perhatian utama untuk melahirkan para tenaga kependidikan yang berkualitas dalam berbagai Tenaga kependidikan tersebut yang akan menjadi penggerak di lapangan atau terjun ke masyarakat yang akan menjawab dan merespon tantangan-tantangan modernitas yang semakin kompleks (Burhanuddin, 2. Dari pendapat Atmowodiro tersebut, dapat dirumuskan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam diharapkan dapat membawa perubahan besar untuk dapat mencetak para tenaga kependidikan yang siap pakai, siap latih dan siap terjun ke masyarakat. Kepemimpinan yang identik dengan pengambilan keputusan dalam berbagai bidang, diharuskan untuk tetap berpatokan pada arah tujuan dan cita-cita yang telah ditetapkan. Hal tersebut yang akan menekankan pada setiap pemimpin untuk lebih selektif dalam mengambil keputusan dalam hal program-program pengajaran sesuai dengan berbagai nilai dan tujuan. Dalam dunia pendidikan, kendali kepemimpinan esensinya berada di kepala Dikutip dari penelitian yang dilakukan Edmonds, sekolah-sekolah dengan kepemimpinan yang baik oleh kepala sekolah, prestasi kerjanya terus meningkat secara signifikan (Hasan Hariri, 2. Dari penelitian tersebut, gerak sekolah yang menyangkut dengan keputusan-keputusan sekolah harus berorientasi pada akuntabilitas suatu kepemimpinan yang termanifestasikan dengan keinginan kuat komponen sekolah. Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 120 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Dengan hal itu, perlu adanya kerja sama yang dilakukan antara pihak pemimpin dan para anggota demi terciptanya eskalasi pada prestasi suatu lembaga atau organisasi pendidikan secara komprehensif. Dengan hal ini dapat dirumuskan bahwa hakikat dari kepemimpinan pendidikan Islam adalah sebagai penentu keberhasilan segala aktifitas yang ada dalam ruang lingkup pendidikan Islam. Oleh karena itu, kepemimpinan merupakan hal paling krusial untuk diaplikasikan di berbagai lembaga pendidikan Islam. Kepemimpinan pendidikan Islam dengan kepemimpinan yang lainnya hampir tidak ada perbedaan yang signifikan, namun yang menjadi faktor pembeda antara keduanya adalah pengambilan konsep kepemimpinan terdapat unsur-unsur Islam yang kemudian juga diintegrasikan dengan teori dan konsep kepemimpinan pada umumnya (Yuli Supriyani, 2. Dalam kepemimpinan pada umumnya, terdapai teori-teori yang harus diaktualisasikan dan diterapkan demi keberhasilan kepemimpinan. Akan tetapi, dalam kepemimpinan pendidikan Islam terdapat unsur-unsur Islam yang berpatokan pada Al-QurAoan dan As-Sunnah dalam menjalani kepemimpinan. Dalam kerangka diatas, sudah jelas bahwa tujuan kepemimpinan pendidikan Islam selain untuk merealisasikan sasaran-sasaran yang ingin dicapai di setiap lembaga, namun juga bertujuan untuk membentuk manusia yang menjadi insan yang baik di dunia maupun di Pendidikan bukan hanya dalam ruang lingkup sekolah, sebab pendidikan bisa diberikan dalam cakupan formal dan non-formal. Dalam pendidikan non-formal, kepemimpinan juga merupakan aspek penting yang harus dijalankan secara efektif. Kolaborasi antara pemimpin dan anggota juga suatu hal yang perlu diperhatikan pula, demi tercapainya tujuan dan cita-cita pendidikan. Hakikatnya dalam kepemimpinan, pasti ada seorang pemimpin yang mengatur efisiensi suatu organisasi serta anggota yang membantu pemimpin untuk menjalankan organisasi secara efektif demi tercapainya pembelajaran yang inklusif dan komprehensif. Menurut Wahjosumidjo . , keberhasilan sistem kepemimpinan dalam pendidikan Islam pada hakikatnya mengacu pada dua hal. Dua hal tersebut merupakan kunci utama yang harus dipegang seorang Pertama, seorang pemimpin dituntut memiliki kepedulian terhadap apa yang telah dicapai . rganizational achievemen. Kedua, pemimpin dituntut pula untuk peduli terhadap pembinan pada organisasi . rganizational maintenanc. Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 121 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Organizational achievement mencakup pada aspek produksi, pendanaan, program-program Organizational achievement ini lebih berfokus pada apa yang sudah diciptakan atau diproduksi suatu organisasi pendidikan. Baik dalam hal inovasi, aktualisasi dan juga Hal ini mencakup pada perkembangan suatu instansi atau lembaga baik dalam sarana prasarana, akreditasi, sumber daya manusia (SDM) dan sebagainya. Sedangkan organizational maintenance mencakup pada aspek variabel kepuasan bawahan, motivasi dan semangat kerja (Wahjosumijdo, 2. Hal ini lebih berfokus pada aspek inklusif dalam organisasi pendidikan, yaitu dalam hal kepuasan para anggota terhadap kinerja pemimpin, etos kerja dari para anggota serta timbal balik dari pemimpin kepada anggota begitu pula sebaliknya. Ketika dua aspek ini telah terpenuhi secara komprehensif, maka kepemimpinan dalam pendidikan Islam telah memenuhi standar Untuk mencapai keberhasilan dalam kepemimpinan pendidikan Islam, maka aspek paling krusial yang perlu diperhatikan dari akar utamanya yaitu seorang Maka dari itu, diperlukan sosok pemimpin yang sudah terverifikasi dengan baik untuk bisa memanajemen sebuah organisasi pendidikan Islam. Menurut Wahjosumijdo . , ada tiga macam pendekatan untuk menyeleksi seorang pemimpin yang baik. Pertama, seleksi . Kedua, pelatihan . Ketiga, rekayasa situasi . ituational engineerin. Tahap seleksi merupakan tahap pertama untuk mencapai kepemimipinan yang Dalam sebuah organisasi pendidikan Islam, di tahap awal belum ada stuktur yang tertata dalam sebuah organisasi. Jabatan kepemimpinan pun masih belum terisi, maka dari itu diperlukan seseorang yang mengisi jabatan tersebut. Seseorang yang menjadi pemimpin harus memenuhi kualifikasi tertentu yang telah ditentukan. Adanya tahap seleksi tentunya untuk mengetahui kualitas dari setiap calon pemimpin agar ditemukan satu dari sekian yang memenuhi standarisasi pemimpin yang baik. Tahap kedua yaitu pelatihan, setelah tahap seleksi dilakukan dan telah menemukan seseorang yang bertanggung jawab untuk memimpin organisasi pendidikan Islam, maka diperlukan pelatihan pada pemimpin tersebut. Pelatihan bertujuan untuk dapat meningkatkan efisiensi kepemimpinan dan memperbaiki tata kelola seorang Pelatihan ini memperbaiki hal-hal yang berhubungan dengan kinerja dari Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 122 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. seorang pemimpin, baik dalam hal keterampilan kepemimpinan dan motivasi pengelolaan, dan menekankan pentingnya keterampilan manajerial bagi seorang pemimpin untuk memimpin organisasi pendidikan Islam dalam jangka panjang. Namun, yang menjadi fokus utama dalam pelatihan yang diberikan yaitu human relations training (Iqbal Gibran, 2. Human relations training adalah pelatihan untuk membangun hubungan manusiawi. Hal ini yang paling ditekankan dan diutamakan sebab dalam organisasi pendidikan Islam, kepemimpinan akan berhasil atas kolaborasi antara pemimpin dan anggota. Tahap terakhir yaitu tahap rekayasa situasi. Dalam pendekatan ini, situasi diubah untuk lebih dapat bersaing dengan pemimpin. Hal ini merujuk pada tahap lanjut berupa tahap perbaikan kepemimpinan. Kinerja dan performa seorang pemimpin pasti mengalami peningkatan maupun kemorosotan, baik dalam hal otoritas maupun kendali. Maka diperlukan adanya rekayasa situasi atau memodifikasi aspek-aspek tertentu dari tugas kepemimpinan untuk dapat menyesuaikan dengan situasi organisasi agar performa kepemimpinan tetap stabil di segala situasi. Dengan penerapan tiga tahap tersebut, keberhasilan kepemimpinan dalam pendidikan Islam akan tercapai. Sebab tiga pendekatan tersebut telah memenuhi kualifikasi dari kepemimpinan yang baik untuk memegang kendali berjalannya sebuah organisasi pendidikan Islam. Urgensi Manajemen dan Kepemimpinan Islam dalam Lembaga Pendidikan Islam Dalam pengembangan organisasi Islam, pemimpin memerlukan teknik manajemen dan kepemimpinan yang baik. Kedua hal tersebut merupakan aspek krusial yang tidak bisa dipisahkan dan saling berkaitan untuk tatakelola dalam pendidikan Islam. Dalam bahasa Arab, manajemen diartikan sebagai Idaarah, yang berasal dari kata Adaara, yang memiliki arti mengatur. Sementara dalam kamus bahasa InggrisIndonesia, management merupakan asal kata dari manajemen yang berakar dari kata to manage yang berarti melaksanakan, mengurus, mengelola, dan mengatur (Juhji, 2. Dari pengertian di atas, dapat dirumuskan bahwa manajemen memiliki arti mengelola dan mengatur suatu organisasi secara efektif dan sesuai aturan yang berlaku. Orang yang memanajemen disebut dengan manajer. Manajer diharuskan mengatur, mengelola dan mengurus organisasi pendidikan Islam secara efektif agar tujuan dan cita-cita dari Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 123 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. pendidikan Islam dapat terlaksana. Namun, ruang lingkup manajemen tidak hanya terbatas pada manajer saja, sebab manajer hanyalah bagian dari manajemen. Hal itu tidak akan terlepas dari peran para anggota dalam menyelenggarakan serangkaian aktivitas yang mendukung manajer untuk mengefektifkan suatu organisasi pendidikan Islam. Manajer dan anggota organisasi pendidikan Islam sebagai sumber daya manusia dalam memanajemen memerlukan pula perencanaan yang matang agar sasaran-sasaran yang ingin dicapai bisa terlaksana. Menurut Hasibuan . , manajemen adalah ilmu atau seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan dan efisien untuk mencapai suatu tujuan. Dari pendapat Hasibuan tersebut, seorang manajer yang menjadi leader bisa mengelelola sumber daya tiap anggota dan mengatur secara tepat sesuai dengan keterampilan masing-masing anggota agar organisasi pendidikan Islam dapat berjalan dan terlaksana secara efektif dan efisien. Ramayulis . kurang lebih memberikan pemahaman yang sama terkait hakikat manajemen tersebut yakni manajemen ialah al-tadbir . Kata tersebut merupakan derivasi dari kata Dabbara . yang banyak sekali terdapat dalam Al-Quran seperti firman Allah SWT dalam Surat As-Sajadah . :5. Dalam pengembangan organisasi Islam, pemimpin memerlukan teknik manajemen dan kepemimpinan yang baik. Kedua hal tersebut merupakan aspek krusial yang tidak bisa dipisahkan dan saling berkaitan untuk tatakelola dalam pendidikan Islam. Dalam bahasa Arab, manajemen diartikan sebagai Idaarah, yang berasal dari kata Adaara, yang memiliki arti mengatur. Sementara dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia, management merupakan asal kata dari manajemen yang berakar dari kata to manage yang berarti melaksanakan, mengurus, mengelola, dan mengatur (Juhji, 2. Dari pengertian di atas, dapat dirumuskan bahwa manajemen memiliki arti mengelola dan mengatur suatu organisasi secara efektif dan sesuai aturan yang berlaku. Orang yang memanajemen disebut dengan manajer. Manajer diharuskan mengatur, mengelola dan mengurus organisasi pendidikan Islam secara efektif agar tujuan dan cita-cita dari pendidikan Islam dapat terlaksana. Namun, ruang lingkup manajemen tidak hanya terbatas pada manajer saja, sebab manajer hanyalah bagian dari manajemen. Hal itu tidak akan terlepas dari peran para anggota dalam menyelenggarakan serangkaian aktivitas yang mendukung manajer untuk mengefektifkan suatu organisasi Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 124 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. pendidikan Islam. Manajer dan anggota organisasi pendidikan Islam sebagai sumber daya manusia dalam memanajemen memerlukan pula perencanaan yang matang agar sasaran-sasaran yang ingin dicapai bisa terlaksana. Menurut Hasibuan . , manajemen adalah ilmu atau seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan dan efisien untuk mencapai suatu tujuan. Dari pendapat Hasibuan tersebut, seorang manajer yang menjadi leader bisa mengelelola sumber daya tiap anggota dan mengatur secara tepat sesuai dengan keterampilan masing-masing anggota agar organisasi pendidikan Islam dapat berjalan dan terlaksana secara efektif dan efisien. Ramayulis . kurang lebih memberikan pemahaman yang sama terkait hakikat manajemen tersebut yakni manajemen ialah al-tadbir . Kata tersebut merupakan derivasi dari kata Dabbara . yang banyak sekali terdapat dalam Al-Quran seperti firman Allah SWT dalam Surat As-Sajadah: 5 ca AE aI ac uacaE eE aA AA aIa s acaIac acOA ca AOa aaca eE aI a acI aIA a A uacE aO acN acaA Oa OI aE aI acI C a aNa aEA a A aac Oa aA Artinya: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian . itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut (QS. AsSajdah : . Dari isi kandungan ayat tersebut, dapat diketahui bahwasanya Allah SWT adalah pengatur alam. Keteraturan alam raya ini merupakan suatu bukti kebesaran Allah SWT dalam mengelola alam semesta. Allah telah mengatur segala aspek kehidupan mulai dari partikel terkecil sehingga yang terbesar. Namun, karena manusia yang diciptakan Allah SWT telah dijadikan sebagai khalifah di bumi, maka dia harus mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah SWT telah menitipkan alam raya ini. Manusia diharuskan untuk bisa menajemen alam semesta dengan baik termasuk dalam Menurut Ahmad, ruang lingkup manajemen Pendidikan dibagi menjadi tiga hal, yakni fungsi kegiatan, wilayah kerja dan objek garapan (Barsihanor, 2. Pemimpin diharuskan untuk bisa mengatur tiga aspek krusial tersebut untuk bisa tercapainya tujuan dan cita-cita dari organisasi kependidikan. Ruang lingkup dari ketiga aspek tersebut meliputi beberapa hal yaitu, manajemen merupakan kegiatan planning, organizing, dan controlling yang dimana mencakup suatu organisasi. Manajemen Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 125 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. peserta didik merupakan mekanisme pencatatan peserta didik dimulai dari awal masuk hingga lulus. Proses kerjasama yang meningkatkan daya guna secara efektif dan efisien pada semua sarana dan pra-sarana pendidikan merupakan pemahaman dari manajemen sarana dan pra-sarana. Manajemen tata laksana pendidikan merupakan suatu tindakan dimana pendataan yang digunakan sebagai bahan keterangan untuk pimpinan dalam organisasi. Namun, dalam manajemen lembaga pendidikan juga mempunyai tujuan seperti pengolahan fungsi kepemimpinan sehingga dapat mengatur seluruh jalannya program kerja dari lembaga pendidikan. Manajemen humas juga mempunyai serangkaian pengelolaan pembiayaan yang megutamakan pada upaya pengalokasian benefit Manajemen pendidikan lebih memfokuskan diri pada karakter yang bersangkut paut dengan proses-proses pendidikan seperti keuangan, peserta didik, ketenagaan, manajemen pengajaran, hubungan antara sekolah dan masyarakat, sarana dan pra-sarana dan layanan layanan khusus lainnya (Juhji, 2. Dalam hakikat manajemen pendidikan terletak pada proses kependidikan seperti proses lembaga pendidikan yang bisa disebut sebagai sistem, maka dari itu secara keseluruhan yang dikelola seperti kurikulum sebagai sebagai ide dan tujuan pendidikan, sistem pembelajaran dan program dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), pengawasan supervisi pendidikan, kinerja para pegawai lembaga pendidikan dan lain-lain (Rasyid Pananrangi, 2. Hal tersebut merupakan proses dan unsur dari manajemen Manajemen pendidikan merupakan suatu usaha untuk memanfaatkan semua sumber secara efektif, efisien, dan rasional untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan dan terciptanya suatu proses pengelolaan di dalam usaha kerja sama antara dua orang atau lebih dan adanya usaha bersama untuk melakukan pengelolaan tersebut. Dengan hal ini dirumuskan bahwa manajemen pendidikan Islam yang baik, tidak terletak pada seorang manajer saja, namun perlu koperatif antara pemimpin dan anggota demi terlaksananya sistem pendidikan Islam dengan baik dan tergapai cita-cita dari suatu lembaga pendidikan. Diperlukan pemahaman yang luas untuk memahami manajemen pendidikan dan penguasaan prinsip-prinsip manajemen secara umum, karena manajemen pendidikan mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda dengan ilmu yang lain, hal tersebut bisa dibedakan melalui prinsip prinsip operasionalnya, dalam pemahaman tersebut dapat Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 126 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. dirumuskan bahwa konsep-konsep manajemen mempunyai konotasi yang luas salah satunya seperti mempunyai pemahaman sehingga berusaha mempengaruhi orang agar bekerja secara produktif. Manajemen pendidikan juga mempunyai satu tujuan yakni sebagai proses aktivitas untuk mencapai suatu keinginan yang telah di tetapkan dalam manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan juga merupakan suatu proses penyelenggaraan yang berkaitan dengan semua aspek yang ada didalam penyelenggaraan pendidikan seperti membutuhkan proses yang berkaitan dengan kebutuhan materiil. sehingga, secara langsung proses pembelajaran tersebut meliputi sarana dan pra-sarana dan fasilitas pendidikan yang dikelola dengan baik. Dengan artian, bahwa di dalam manajemen untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien memerlukan sebuah proses pengorganisasian, pengkoordisasian dan perencanaan. Sedarmayanti Apu mendefinisikan bahwa manajemen mempunyai beberapa fungsi seperti staffing . roses pengelolaan dalam pelatihan dan penempatan karyawan untuk memenuhi beberapa kebutuhan yang digunakan dalam sebuah organisas. ujuan organisasi, yang memberikan arahan atau bimbingan kepada semua karyawa. , planning . angkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai satu tujua. , leading . ebuah motivasi yang diberikan kepada seorang karyawan untuk mencapai satu tujua. , motivating . uatu intruksi yang diberikan kepada karyawan sehingga bisa melakukan tugas dengan bai. dan lain sebagainya (Afriani, t. Jadi dapat dirumuskan bahwa konsep dari manajemen ialah seni dalam menyelesaikan pekerjaan. Fungsifungsi tersebut bila diimplementasikan dalam pengorganisasian pendidikan Islam dapat mewujudkan pendidikan Islam yang inklusif, kooperatif dan komprehensif. Hal tersebut tidak akan teraplikasikan apabila manajemen dan kepemimpinan dalam pendidikan Islam dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu, perlu seorang leader yang dapat mengkoordinir suatu organisasi pendidikan Islam dengan baik. Peran Kepemimpinan dalam Lembaga Pendidikan Islam Kepemimpinan dalam pendidikan Islam sebagai hal yang krusial membutuhkan fokus utama untuk ditinjau pelaksanannya. Butuh koordinasi yang baik antara pemimpin dan anggota demi berjalannya sebuah lembaga pendidikan Islam. Menurut Aldo Redho Syam . Kepemimpinan yang memegang pondasi, kunci, arah dan Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 127 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. juga landasan dari pendidikan Islam memerlukan konsep dasar yang menunjang hal Konsep-konsep dasar tersebut meliputi beberapa hal yang ikut mendukung dan menunjang adanya lembaga pendidikan Islam. Yaitu . pelibatan anggota . pendekatan proses dan pendekatan sistem pada manajemen . perbaikan berkesinambungan . Kelima konsep dasar tersebut, apabila diterakan secara rinci memiliki keterkaitan satu sama lain, konsep-konsep tersebut harus berjalan beriringan dalam suatu lembaga pendidikan Islam demi peningkatan mutu dari lembaga pendidikan Islam. Langkah pertama, pelibatan anggota. Perlu adanya dorongan untuk melibatkan anggota baik dari pendidik, tenaga kependidikan hingga peserta didik untuk bekerja sama menekuni dan aktif dalam bidang dan tugas masing-masing. Meskipun tonggak kepemimpinan berada di tangan seorang pemimpin, namun perlu dititikberatkan bahwa anggota memiliki peranan penting dalam sebuah keorganisasian pendidikan Islam. Konsep kepemimpinan pendidikan Islam yang pertama merumuskan adanya koordinasi yang inklusif dari pemimpin kepada anggota maupun sebaliknya. Langkah kedua, pendekatan proses dan pendekatan sistem pada manajemen. Hal ini bersangkut-paut dengan sistem manajemen yang diimplementasikan suatu lembaga pendidikan nasional. Manajemen pendidikan Islam tidak lepas dari pengelolaan, pengawasan, perencanaan, perbaikan dan peningkatan yang dilakukan oleh pemimpin dan anggota demi efektifnya suatu lembaga pendidikan Islam. Langkah Selain memaksimalkan pengaplikasian manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam, diperluakan adanya evaluasi untuk menekankan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam melakukan manajemen. Selain itu, evaluasi bertujuan untuk meningkatkan keaktifan keterlibatan anggota demi berjalannya suatu lembaga pendidikan yang kooperatif dan komprehensif. Langkah keempat, yaitu pendekatan fakta dalam pengambilan keputusan. Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pendidikan Islam hakikatnya berada di tangan seorang pemimpin. Sebab pemimpin yang memiliki hak penuh terhadap manajemen yang dijalankan dalam keorganisasian pendidikan Islam, namun anggota Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 128 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. juga memiliki peran sentral untuk tetap menjaga dan mengkukuhkan bahwa keputusankeputusan yang diambil berdasarkan fakta dan demokratis. Hal ini untuk menghindari adanya pengambilan keputusan dalam organisasi pendidikan Islam atas dasar keuntungan pribadi maupun kelompok. Kemudian yang terakhir, yaitu hubungan yang saling menguntungkan. Hubungan yang saling menguntungkan menegaskan adanya kewajiban dan hak yang sama bagi seorang pemimpin dan anggota dalam suatu lembaga pendidikan Islam, perlu korelasi dan kerjasama dari keduanya agar tidak menjadikan terpicunya konflik tertentu dalam menjalankan organisasi pendidikan Islam. Pemimpin sebagai tonggak utama juga dituntut menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai tauladan, dengan cara berusaha untuk memiliki sifat dari Nabi SAW dalam mengemban tugas sebagai seorang pemimpin. Diperlukan kejujuran yang tinggi bagi seorang pemimpin dalam mengkoordinir, pengambilan keputusan serta langkahlangkah untuk mengembangkan organisasi. Anggota sebagai pihak yang berkepentingan juga memiliki tuntutan yang sama demi keefektifan sebuah manajemen pendidikan Islam. Amanah juga sifat yang harus dipegang teguh bagi seorang pemimpin dan anggota untuk menggunakan wewenang yang diberikan sesuai pada tempat dan Pemimpin dan anggota juga harus menyampaikan (Tablig. segala hal yang diperlukan untuk disampaikan pada khalayak ramai mengenai segala aspek yang berhubungan dengan pendidikan Islam. kemudian pemimpin dan anggota dituntut untuk Cerdas dalam konteks ini bukan cerdas secara inteletualitas, meskipun hal tersebut penting tetapi cerdas untuk bisa bekerja sama, mengambil keputusan, kooperatif merupakan aspek krusial yang perlu dimiliki oleh pemimpin dan anggota demi tercapainya tujuan lembaga pendidikan Islam. KESIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu mengenai hakikat dari kepemimpinan pendidikan Islam adalah manajemen yang diimplementasikan seorang pemimpin sesuai dengan prosedur yang telah diterakan. Banyak kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin untuk mengemban Amanah menjadi leader dari organisasi pendidikan Islam. diperluakan pula manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam yang efektif dan komprhensif agar lembaga tersebut dapat teroganisir secara terstuktur. Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan 129 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Pengelolaan, pengawasan, perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan Islam berasal dari manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam yang berjalan kondusif. Disamping hal tersebut, konsep dasar kepemimpinan pendidikan Islam memegang tatanan yang krusial untuk menggapai tujuan pendidikan Islam. DAFTAR RUJUKAN Afriani. Konsep Manajemen Paud. Baharuddin. Umiarso Kepemimpinan Pendidikan Islam Antara Teori dan Praktik. ArRuzz Media. Jogjakarta. Bararah. Efektifitas Perencanaan Pembelajaran dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Burhanuddin. Kepemimpinan Pendidikan Islam. Fitriana. Dian. AuHakikat Dasar Pendidikan IslamAy. Tarbawi Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. 2, . https://doi. org/10. 32923/tarbawy. v712:1322 Hariri. Hasan. Dkk. Kepemimpinan Sekolah dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Guru Dalam Mendongkrak Prestasi Siswa. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2018. Hidayah. Nurul. Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016. Juhji. Wawan Wahyudi dkk. AuPengertian. Ruang Lingkup Manajemen, dan Kepemimpinan pendidikan IslamAy. Jurnal Literasi Pendidikan Nusantara. Vol. No. 2, . https://jurnal. id/index. php/jlpn/arti Pananrangi. Rasyid . Manajemen Pendidikan. Celebes media perkasa. Makassar. Syaban. AuKonsep Dasar Manajemen Pendidikan IslamAy. AL-WARDAH. Vol. No. 2, . https://doi. org/10. 46339/al-wardah. Syam. Aldo Redho. AuKonsep Kepemimpinan Bermutu Dalam Pendidikan Islam" At-Ta' dib. Vol. No. 2, . http://dx. org/10. 21111/at-ta dib v122. Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Depok: PT. Raja Grafindo Persada, 2011. Yustika. , & Syamsiyah. "Peran Kepemimpinan Dalam Organisasi Lembaga Pendidikan IslamAy. PRODU: Prokurasi Edukasi Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Vol. No. 1, . https://doi. org/10. 15548/p-prokurasi. Fauziah Ae Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan