Hidayat . dan Bagasworo. Pengaruh Sikap. Norma Subjektif Dan Efikasi DiriA ISSN: 2460-8114 . 2656-6168 . Pengaruh Sikap. Norma Subjektif Dan Efikasi Diri Terhadap Niat Berwirausaha Studi Pada Lulusan Perguruan Tinggi 2019 Di DKI Jakarta Ridho Alfi Hidayat STIE Indonesia Banking School Ridhoalfi@gmail. Wasi Bagasworo STIE Indonesia Banking School bagasworo@ibs. Abstract This study This study is focused on identifying the influence of attitudes, subjective norms and self-efficacy on entrepreneurial intention to study in 2019 college graduates in DKI Jakarta. The questionnaire was distributed to 135 respondents and the data were analyzed through SPSS version 21. The results of this study indicate that there is a significant positive relationship between attitudes and self-efficacy on entrepreneurial intentions, while the relationship between subjective norms and entrepreneurial intentions has a negative and significant effect. Keywords: Attitudes, subjective norms, self-efficacy, entrepreneurial intentions. Abstrak Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi pengaruh sikap, norma subjektif, dan efikasi diri terhadap niat berwirausaha lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta. Kuesioner disebarkan kepada 135 responden dan data dianalisis melalui SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap dan efikasi diri terhadap niat berwirausaha, sedangkan hubungan antara norma subyektif dan niat berwirausaha telah efek negatif dan signifikan. Kata Kunci: Sikap, norma subjektif, efikasi diri, niat berwirausaha. Pendahuluan Pengangguran atau tuna karya merupakan istilah untuk angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, sedang menunggu proyek pekerjaan selanjutnya, atau seseorang mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada tetapi tidak mampu Saat ini pengangguran terdidik di Indonesia mengalami peningkatan. Pemerintah sedang berhadapan dengan banyaknya jumlah orang yang tidak bekerja dari golongan pendidikan. Dapat dilihat dari tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi dengan tingkat pendidikan S1 sampai S3 yang 000 orang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2019, jumlah yang belum bekerja lulusan perguruan tinggi mencapai 5,67% dari total angkatan kerja berkisar 13 juta orang. Meski presentasenya menurun dibandingkan Agustus 2018 yang 5,89% , angkanya di atas rata-rata pengangguran nasional yang sebesar 5,28%. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, pengangguran terjadi karena meningkatnya pekerja yang tidak terserap sepenuhnya oleh lapangan pekerjaan. Aupada Agustus 2019, jumlah penduduk usia kerja 197,9 juta kalau dilihat komposisinya dibanding Agustus 2018 berarti ada peningkatan jumlah penduduk usia kerja,Ayujarnya di Jakarta,selasa . /11/2. Berdasarkan dari data BPS tersebut maka dianjurkan untuk pengangguran terdidik untuk minat berwirausaha supaya mampu menyediakan lapangan kerja bagi diri sendiri bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Menurut Agus Muharram (Sekretaris Kemenkop dan UKM) mengatakan mahasiswa dengan kemampuan ilmunya memiliki modal yang kuat untuk mampu menciptakan produk Ae produk yang inovatif dan kreatif. Tinjauan Teoritis Sikap Andika & Madjid . , menjelaskan sikap yaitu kecenderungan seseorang untuk memberi balasan rangsangan terhadap objek secara konsisten baik dalam rasa suka maupun tidak suka. Sikap disini juga merupakan kecenderungan dari seseorang untuk bertindak secara efektif dalam menanggapi risiko yang ada dalam suatu bisnis. Md Rasli et al. , mengatakan bahwa bila seseorang tidak seluruhnya menyadari karena menjadi wirausahawan sebagai suatu pekerjaan maka Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol 6. No. 3 Desember 2020: 132-138 orang tersebut tidak akan pernah mengembangkan sikap positif kearah tersebut dan justru akan mengembangkan diri ke alternatif pekerjaan yang lebih dimengerti. Dzulfikri & Kusworo . , menyatakan sikap merupakan menyiapkan mental atau mengatur emosi seseorang untuk beberapa jenis reaksi pada sesuatu yang tepat. Norma Subjektif Norma subjektif merupakan persepsi terhadap adanya tekanan yang berasal dari pihak lain atau pengaruh sosial untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu (Cruz et al. Efikasi Diri Wijaya & Mada . , menjelaskan efikasi diri yaitu keadaan seseorang percaya bahwa perilaku untuk melakukan berwirausaha mudah dan dapat Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam mengatur dan melaksanakan tugas secara efektif dan efisien, mampu menghadapi semua halangan serta memperkirakan berapa banyaknya usaha yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Efikasi diri terhadap pekerjaan seseorang dapat menjadi faktor penting dalam penentu apakah niat berwirausaha seseorang sudah terbentuk atau belum pada tahap awal seseorang memutuskan untuk memulai karirnya (Indarti, 2. Sikap (X. Norma Subjektif (X. Efikasi Diri (X. H1 ( ) H2 ( ) Niat Berwirausaha (Y) H3 ( ) Gambar 1. kerangka konseptual Berdasarkan gambar 1. kerangka konseptual maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H01 : Sikap tidak memiliki pengaruh negatif terhadap Niat Berwirausaha. Ha1 : Sikap memiliki pengaruh negatif terhadap Niat Berwirausaha. H02 : Norma Subjektif tidak memiliki pengaruh negatif terhadap Niat Berwirausaha. Ha2 : Norma Subjektif memiliki pengaruh negatif terhadap Niat Berwirausaha. H03 : Efikasi Diri tidak memiliki pengaruh negatif terhadap Niat Berwirausaha. Ha3 : Efikasi Diri memiliki pengaruh negatif terhadap Niat Berwirausaha. Metode Penelitian Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tahun 2020, berdasarkan pada objek penelitian yang ingin diteliti yaitu lulusan perguruan tinggi 2019 yang dikhususkan pada daerah DKI Jakarta. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian Descriptive Quantitative. Penelitian Descriptive merupakan penelitian yang dapat menjelaskan suatu situasi yang ada dan membuat suatu penilaian, (Iqbal et al. , 2. Pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik survey kuesioner kepada setiap responden melalui beberapa pertanyaan yang sistematis dari jawaban yang tidak susah untuk Hasil dari survey kuesioner tersebut akan menggunakan metode Software Statistical Package for Social Science (SPSS). Populasi dan Sampel Populasi merupakan sekelompok orang, kejadian, atau suatu minat yang ingin peneliti investigasi (Bougie,2. Populasi dalam penelitian ini adalah lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta. Sampel merupakan satu bagian dari unit populasi. Menurut (Bougie, 2. menyatakan bahwa dengan mempelajari sampel peneliti dapat menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasikan terhadap populasi penelitian. Pada penelitian ini, sampel penelitian merupakan lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang terbatas sesuai dengan beberapa kriteria yang di tetapkan oleh peneliti (Bougie, 2. Kriteria sampel yang ditetapkan peneliti yaitu niat untuk berwirausaha dan lulusan perguruan tinggi 2019 DKI Jakarta. Teknik ini bertujuan untuk mendapatkan sampel yang dapat menjadi subjek penelitian. Salah satu cara menghitung sampel yaitu menggunakan rumus Hair et al . dalam Bougie, . Perhitungan sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : n = . s/d . x k = 5 x 24 = 120 responden Keterangan : n = sampel . onsumen yang dijadikan responde. K = indikator penelitian yang digunakan 5-20 = jumlah observer Metode Analisis Data Analisis pada penelitian ini menggunakan metode Regresi linier berganda menggambarkan seberapa besar adanya pengaruh variabel dependen yang dapat mempengaruhi variabel independent. Persamaan regresi pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Hidayat . dan Bagasworo. Pengaruh Sikap. Norma Subjektif Dan Efikasi DiriA Tabel 1. Hasil Uji Validitas NB = 1S 2NS 3ED a Keterangan : :Variabel terikat Niat Berwirausaha : Konstanta 1,2,3 : Koefisien regresi variabel bebas : Variabel Sikap : Variabel Norma Subjektif : Variabel Efikasi Diri : Faktor Pengganggu . ISSN: 2460-8114 . 2656-6168 . Hasil Penelitian Dan Pembahasan Profil Responden Profil yang termasuk adalah pertanyaan filter yaitu responden merupakan Mahasiswa lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta. Selain itu pertanyaan filter lainnya adalah niat berwirausaha, lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta dan nama kampus. Lalu ada pertanyaan profil responden yaitu jenis kelamin, lulusan fakultas, umur, domisili perguruan tinggi, status pernikahan. Pada Kuesioner penelitian ini memiliki pertanyaan screening yang menentukan siapa responden yang niat berwirausaha menjadi sampel pada penelitian Pertanyaan screening yang diberikan akan memilih responden yang merupakan mahasiswa yang lulusan dari perguruan tinggi pada tahun 2019 di Jakarta. Pertanyaan tersebut menunjukan pilihan AuyaAy atau AutidakAy. Jika responden menjawab jawaban AuyaAy maka responden tersebut merupakan sampel dalam penelitian ini, namun jika responden menjawan AutidakAy, maka responden bukanlah sampel dalam penelitian ini. Uji Validitas & Reliabilitas Hasil uji validitas pada penelitian ini dapat dilihat pada table 1. Berdasarkan hasil analisis tabel 1, diinterpretasikan dari hasil penelitian uji validitas tersebut dikatakan valid dikarenakan memenuhi syarat yaitu r hitung > r tabel yaitu dengan tingkat signifikan 0,05 dan r tabelnya adalah 0,1779. Kuesioner dari instrument variabel independen dan variabel dependen dinyatakan valid dan tidak mengalami error, maka pengujian dapat dilanjutkan ke uji reliabilitas. Berdasarkan hasil analisis tabel 2, diinterpretasikan dari hasil penelitian uji reliabilitas tersebut dikatakan reliabel dikarenakan memenuhi syarat yaitu Alpha Cronbach > 0,60 yaitu dengan tingkat signifikan 0,05. Kuesioner dari instrument variabel independen dan variabel dependen dinyatakan reliabel. Item r hitung r tabel Keterangan X1. 0,369 Valid X1. Valid X1. Valid X1. Valid X1. 0,622 Valid X1. Valid X2. 0,817 Valid X2. 0,852 Valid X2. 0,748 Valid X3. 0,683 Valid X3. 0,605 Valid X3. 0,646 Valid X3. 0,739 Valid X3. 0,716 Valid X3. 0,730 Valid X3. 0,677 Valid Y1. 0,675 Valid Y1. 0,619 Valid Y1. 0,625 Valid Y1. 0,361 Valid Y1. 0,755 Valid Y1. 0,672 Valid Y1. 0,726 Valid Y1. 0,640 Valid Sumber data: Hasil pengolahan data dengan SPSS Keterangan: Sikap = X1 Norma Subjektif = X2 Efikasi Diri = X3 Niat Berwirausaha = Y Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Sikap (X. Norma Subjektif (X. Efikasi Diri (X. Niat Berwirausaha (Y. Alpha Cronbach Keterangan Reliabel 0,726 Reliabel 0,811 Reliabel 0,788 Reliabel Sumber data: Hasil pengolahan data dengan SPSS Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Berdasarkan hasil analisis uji normalitas dapat diinterpretasikan bahwa diketahui nilai signifikansi 0,963 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Berdasarkan hasil analisis uji multikolinearitas maka dapat diinterpretasikan bahwa variabel sikap, norma subjektif dan efikasi diri tidak terjadi mul134 Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol 6. No. 3 Desember 2020: 132-138 tikolinearitas dikarenakan memenuhi syarat yaitu nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 atau untuk variabel sikap memiliki tolerance sebesar 0,685 > 0,10 dan nilai VIF 1,460 < 10. Variabel norma subjektif memiliki nilai tolerance sebesar 0,657 > 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,522 < 10 sehingga tidak terjadi multikolinearitas. Variabel efikasi diri memiliki nilai tolerance sebesar 0,621 > 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,609 < 10 sehingga tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil pengujian heteroskedastisitas nilai Sig variabel sikap sebesar 0,397 > 0,05 sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas. Variabel norma subjektif memiliki nilai Sig sebesar 0,515 > 0,05 sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas. Variabel efikasi diri memiliki nilai Sig sebesar 0,549 > 0,05 sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis Regresi Berganda Uji regresi linear berganda yaitu teknik statistic untuk membangun persamaan matematika terkait hubungan antara dua atau lebih variabel bebas dan satu variabel terikat (Maholtra, 2. Dalam penelitian ini, analisis regresi linear berganda juga dapat digunakan untuk menguji hipotesis 1-6 dengan melihat hasil nilai signifikansi dan koefisien beta untuk melihat besaran pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan pengujian regresi linear berganda, hasil prediksi niat berwirausaha lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta sebagai berikut : Persaman Regresi Berganda Persamaan regresi linier berganda hasil pengolahan data pada penelitian ini adalah sebagai NB = 2. 672 0,672S Ae 0,425NS 0,653ED e Keterangan : : Variabel terikat Niat Berwirausaha : Konstanta 1,2,3 : Koefisien regresi variabel bebas : Variabel Sikap : Variabel Norma Subjektif : Variabel Efikasi Diri : Faktor Pengganggu . Nilai konstanta sebesar 2. 672 yang artinya besar nilai regresi niat berwirausaha lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta 2. 672 tanpa dipengaruhi variabel sikap, norma subjektif, dan efikasi diri. Dalam hal ini nilai konstanta sebesar 672 artinya niat berwirausaha akan positif ketika sikap(S), norma subjektif(NS), dan efikasi diri(ED) nilainya nol, maka nilai sikap, norma subjektif dan efikasi diri sudah baik. Besar nilai koefisien regresi sikap (S) sebesar 0,672 dengan tanda positif ( ) artinya bahwa terdapat peningkatan persepsi pada variabel sikap yang berdampak terhadap niat berwirausaha lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta sebesar nilai koefisiennya yaitu 0,672. Selaras dengan jurnal acuan yaitu jurnal (Iakovleva et al. , 2. menunjukkan bahwa variabel sikap memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat berwirausaha artinya semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki nilai sikap maka akan semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang niat Besar nilai koefisien regresi norma subjektif (NS) sebesar -0,425 dengan tanda negatif (-) artinya bahwa terdapat penurunan persepsi pada variabel norma subjektif yang berdampak terhadap niat berwirausaha lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta sebesar nilai koefisiennya yaitu -0,425. Tidak selaras dengan jurnal acuan pada jurnal (Iakovleva et al. , 2. , menunjukkan bahwa variabel norma subjektif memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat berwirausaha artinya semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki nilai norma subjektif maka akan semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang niat berwirausaha. Maka nilai norma subjektif harus tinggi dan dinilai baik supaya dapat meningkatkan niat berwirausaha pada lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta. Besar nilai koefisien regresi efikasi diri (NS) sebesar 0,653 dengan tanda positif ( ) artinya terdapat peningkatan persepsi pada variabel efikasi diri yang berdampak terhadap niat berwirausaha lulusan perguruan tinggi 2019 di DKI Jakarta sebesar nilai koefisiennya yaitu 0,653. Selaras dengan jurnal acuan pada jurnal (Firmansyah et al. , 2. menunjukkan bahwa variabel efikasi diri memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat berwirausaha artinya semakin baik nilai efikasi diri maka semakin banyak yang lulusan perguruan tinggi yang niat berwirausaha. Variabel yang paling besar pengaruh Niat Berwirausaha adalah pertama Variabel Sikap dengan Niat Berwirausaha yaitu dengan coefficients B 673, yang kedua variabel Efikasi Diri dengan Niat Berwirausaha yaitu dengan coefficients B sebesar 0. 653 dan yang ketiga variabel Norma Subjektif dengan Niat Berwirausaha yaitu dengan coefficients B sebesar -0. Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan pengujian koefisien determinasi dapat dilihat bahwa nilai adjusted R2 adalah sebesar 0,722 atau 72,2%. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel sikap, norma subjektif dan efikasi diri berpengaruh simultan adalah 72,2%. Sisanya sebesar 27,8% . %-72,2%) dipengaruhi oleh faktor Hidayat . dan Bagasworo. Pengaruh Sikap. Norma Subjektif Dan Efikasi DiriA Uji Hipotesis dengan Uji t Berdasarkan hasil data penelitian yang terkumpul pada pengujian hasil uji parsial . yang terdapat pada tabel coefficients, dapat diuraikan sebagai berikut: Hipotesis (H. : Mengetahui pengaruh signifikan dengan melihat ketentuan p-value<0,05. Pada variabel sikap memiliki nilai 0,000 . -valu. < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel sikap memiliki pengaruh signifikan terhadap niat Hipotesis (H. : Pada variabel norma subjektif memiliki nilai 0,001 . -valu. < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa norma subjektif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat berwirausaha. Hipotesis (H. : Pada variabel efikasi diri memiliki nilai 0,000 . -valu. < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel efikasi diri memiliki pengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha. Pembahasan Pengaruh Sikap terhadap Niat Berwirausaha Sikap yaitu kecenderungan seseorang untuk memberi balasan rangsangan terhadap objek secara konsisten baik dalam rasa suka maupun tidak suka. Sikap disini juga merupakan kecenderungan dari seseorang untuk bertindak secara efektif dalam menanggapi risiko yang ada dalam suatu bisnis. (Andika & Madjid, 2. Hasil analisa data yang dihasilkan pada hasil output uji parsial t membuktikan bahwa hipotesis sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian dari (Iakovleva et al. , 2. , bahwa variabel sikap memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat berwirausaha artinya semakin banyak lulusan perguruan tinggi 2019 yang memiliki nilai sikap maka akan semakin banyak yang niat berwirausaha. Pengaruh Norma Subjektif terhadap Niat Berwirausaha Norma subjektif merupakan persepsi terhadap adanya tekanan yang berasal dari pihak lain atau pengaruh sosial untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu (Cruz et al. Hasil analisis data membuktikan bahwa hipotesis norma subjektif berpengaruh (-) terhadap niat berwirausaha. Berdasarkan fenomena yang terjadi, hasil analisis tersebut bahwa berpengaruh (-) terhadap niat berwirausaha dikarenakan tidak perlu adanya dorongan dari pihak lain untuk niat berwirausaha. ISSN: 2460-8114 . 2656-6168 . Pengaruh Efikasi Diri terhadap Niat Berwirausaha Efikasi diri yaitu keadaan seseorang percaya bahwa perilaku untuk melakukan berwirausaha mudah dan dapat dilakukan (Wijaya & Mada, 2. Hasil analisis data yang dihasilkan pada tabel 4. bahwa variabel efikasi diri berpengaruh ( ) terhadap niat berwirausaha. Didukung dengan hasil penelitian (Firmansyah et al. , 2. , menunjukkan bahwa variabel efikasi diri memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat berwirausaha artinya semakin banyak lulusan perguruan tinggi 2019 yang memiliki nilai efikasi diri maka akan semakin banyak yang niat Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Niat berwirausaha yaitu suatu keinginan seseorang untuk bertindak melakukan berwirausaha, dimana suatu tindakan untuk berwirausaha tersebut berupa memilih karir untuk menjadi seorang wirausahawan dengan cara menciptakan suatu produk yang inovatif sehingga memiliki nilai ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat penulis simpulkan hasil penelitian sebagai berikut: Variabel Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Berwirausaha. Variabel Norma Subjektif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Niat Berwirausaha. Variabel Efikasi Diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Berwirausaha. Berdasarkan hasil penelitian variabel yang berpengaruh paling besar adalah variabel efikasi diri (X. , maka dapat disimpulkan sebagian besar lulusan perguruan tinggi sudah memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi bahwa yakin apa yang akan dilakukannya ke depan. Saran