RUNGKAT : Ruang Kata Jurnal Inovasi Pembelajaran. Bahasa, dan Sastra Vol. No. September 2024, pp. https://e-jurnal. id/index. php/rungkat || KEHIDUPAN SOSIAL TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL GADIS YANG MENULIS SURAT SETIAP MALAM KARYA ARAFAT NUR Dwiyanti Agustina 1,*. Nisaul Barokati Selirowangi 2, *1 SD Negeri Wotanngare I Kalitidu. Bojonegoro- Indonesia. 2 Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan - Indonesia. agustina13@admin. 2 nisa@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 10-07-2024 Revised: 14-08-2024 Accepted: 10-09-2024 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehidupan sosial tokoh perempuan dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur dengan menggunakan pendekatan feminisme. Metode yang digunalan dalam peneltiian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptifanalitis. Data utama yang dianalisis adalah teks novel, di mana narasi, dialog, dan penggambaran karakter perempuan dijadikan objek analisis. Penelitian ini juga menggunakan teori feminisme untuk mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan, termasuk subordinasi, marginalisasi, stereotip, dan kekerasan simbolik yang terwujud dalam interaksi sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial tokoh perempuan dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam didominasi oleh berbagai bentuk ketidakadilan gender yang berakar pada budaya patriarki. Tokoh perempuan dalam novel ini menghadapi keterbatasan dalam menjalani peran-peran sosial mereka, baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. Namun, melalui surat-surat yang ditulis, mereka berusaha melawan batasan-batasan tersebut dan menyuarakan keinginan mereka untuk kebebasan. Hal ini menunjukkan bahwa novel ini tidak hanya menjadi cerminan realitas sosial perempuan, tetapi juga merupakan kritik sosial terhadap kondisi ketidakadilan gender yang masih relevan di masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Ketidak Adilan Gender. Feminisme. Novel Yuni. ABSTRACT This research aims to analyze the social life of female characters in the novel The Girl Who Writes Letters Every Night by Arafat Nur using a feminist approach. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The main data analyzed is the novel text, where narrative, dialogue and depiction of female characters are the objects of analysis. This research also uses feminist theory to reveal forms of gender injustice experienced by female characters, including subordination, marginalization, stereotypes and symbolic violence which manifest in their social interactions. The research results show that the social life of the female characters in the novel The Girl Who Writes Letters Every Night is dominated by various forms of gender inequality that are rooted in patriarchal culture. The female characters in this novel face limitations in carrying out their social roles, both as individuals and as part of society. However, through the letters they wrote, they tried to challenge these restrictions and voice their desire for freedom. This shows that this novel is not only a reflection of women's social reality, but also a social critique of conditions of gender inequality that are still relevant in Indonesian society. Kata Kunci: Gender Inequality. Feminism. Yuni's novel. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. https://e-jurnal. id/index. php/rungkat rungkat@unisda. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. Pendahuluan Permasalahan perempuan dalam masyarakat sering kali berakar pada struktur sosial yang tidak adil dan budaya patriarki yang membatasi peran dan hak perempuan (Rahmawati, 2. Dalam berbagai aspek kehidupan, perempuan kerap menghadapi tekanan sosial, stereotip, dan ekspektasi yang membatasi kebebasan serta pilihan mereka (Sukowati, dkk 2. Fenomena ini tidak hanya terjadi dalam kehidupan nyata, tetapi juga tercermin dalam karya sastra, di mana tokoh-tokoh perempuan sering digambarkan berada dalam situasi ketidakadilan dan subordinasi (Ihsan, 2. Sastra, sebagai cerminan sosial, memiliki kekuatan untuk menyoroti isu-isu ini dan memberikan kritik terhadap ketidakadilan yang terjadi (Marzuqi. Novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur adalah salah satu karya yang menggambarkan kompleksitas kehidupan sosial tokoh perempuan dalam masyarakat yang penuh dengan keterbatasan dan ketidakadilan. Tokoh perempuan dalam novel ini menghadapi berbagai tantangan yang mencerminkan realitas sosial di mana mereka terjebak dalam struktur patriarki yang menekan. Melalui surat-surat yang ditulis oleh tokoh perempuan, novel ini tidak hanya mengisahkan perjalanan emosional dan spiritualnya, tetapi juga menggambarkan dinamika sosial yang dihadapi perempuan dalam mencapai kebebasan pribadi dan sosial. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana karya sastra dapat menjadi medium untuk menyuarakan masalah-masalah yang dihadapi perempuan (Hapsari, 2. Melalui tinjauan feminisme, penelitian ini berupaya mengungkap bentuk-bentuk penindasan sosial, marginalisasi, serta bagaimana tokoh perempuan dalam novel tersebut merespon dan berjuang melawan ketidakadilan yang mereka alami (Huda, dkk 2. Penelitian ini tidak hanya akan mengkaji representasi perempuan dalam novel, tetapi juga relevansi novel ini dengan konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia yang masih diwarnai oleh ketimpangan gender. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mendalam tentang kehidupan sosial tokoh perempuan dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam, yang belum banyak dibahas dalam kajian akademis. Dengan menggunakan pendekatan feminisme, penelitian ini berfokus pada dinamika sosial dan personal yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel, serta bagaimana mereka merefleksikan kondisi perempuan dalam masyarakat Indonesia. Analisis ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana sastra dapat berfungsi sebagai alat kritik sosial dan menyuarakan pengalaman perempuan yang sering kali diabaikan atau dipinggirkan dalam wacana publik. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur kajian feminisme dalam karya sastra Indonesia serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sosial. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengkaji kehidupan sosial tokoh perempuan dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman dan kehidupan sosial tokoh perempuan yang digambarkan dalam novel. Sementara itu, pendekatan deskriptif-analitis bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis data berdasarkan teori feminisme, sehingga peneliti dapat memahami representasi ketidakadilan gender serta bagaimana tokoh perempuan merespons situasi sosial yang menindas. Data utama dalam penelitian ini adalah teks novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam. Penelitian ini akan mengidentifikasi aspek-aspek narasi yang menggambarkan kehidupan sosial perempuan, seperti peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, serta tekanan sosial yang mereka hadapi. Peneliti akan melakukan pembacaan mendalam terhadap novel tersebut untuk mengeksplorasi tema-tema yang terkait dengan pengalaman perempuan, serta mencari elemen-elemen yang mencerminkan adanya subordinasi, stereotip gender, dan perjuangan tokoh perempuan untuk mendapatkan kebebasan. (Kehidupan Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam Karya Arafat Nu. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, dengan memfokuskan pada dialog, deskripsi, serta narasi yang relevan dengan kehidupan sosial dan perjuangan tokoh Setelah pengumpulan data, dilakukan proses pengkodean untuk mengklasifikasikan temuan berdasarkan konsep-konsep feminisme, seperti teori patriarki, struktur sosial yang menindas, dan perjuangan emansipasi perempuan. Pengkodean ini penting untuk mempermudah proses analisis, terutama dalam mengidentifikasi pola-pola representasi sosial dan ketidakadilan gender dalam novel. Hasil dan Pembahasan Beauvoir . alam Wiwik, 2016:. mengatakan bahwa sebagai Ausosok yang lainAy, perempuan selalu didefinisikan secara negatif, yakni perempuan adalah sosok yang kurang memiliki kekuatan dalam hidup. Kelemahan tersebut kemudian di anggap sebagai suatu takdir yang harus diterima oleh perempuan tanpa bisa diubah. Dalam novel Gadis Yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur terdapat terdapat pandangan eksisitensi terhadap tokoh utama yang bernama Meutiah seperti yang ditulis Beauvoir . alam Wiwik, 2016:. mengatakan bahwa sebagai Ausosok yang lainAy, perempuan selalu didefinisikan secara negatif, yakni perempuan adalah sosok yang kurang memiliki kekuatan dalam hidup. Data yang muncul pada eksisitensi tokoh utama Meutiah dalam novel Gadis Yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur berjumlah tiga data yang kemudian dianalisis sebagai berikut: AuKehilangan meutiah dari kampung halamannya dari peristiwa ternyata tidak melupakan ingatan orang-orang tentang dirinya. Musuh-musuh ayahnya pernah mencari dirinya kerumah-rumah teman sekolahnya di sigili. Berita itu didengar pakcik leman. Kalau saja tenara menemukan Meutiah, tamatlah riwayatnya. Sebab serdadu akan membantai habis seluruh keluarga yang menurutnya dianggap sebagai musuh. Ay (Arafat, 2021:. Data memperlihatkan kepada kita bahwa berjuang sebagai Meutiah tidaklah mudah. Meutiah akan lenyap nyawahnya jika Meutiah ditangkap oleh serdadu-serdadu itu, berhasilnya Meutiah kabur dan dibantu pakcik leman teman ayahnya, pakcik leman membawahnya diamdiam kedalam dayaah agar Meutiah tidak ikut lenyap dalam peristiwa tersebut. Menginggat pada saat itu Meutiah masih diusia yang terbilang kecil. Meutiah berhak melanjutkan hidupnya. Eksisitensi tokoh Meutiah dapat dilihat dari perjuangannya menyelamatkan dirinya dari serdadu-serdadu itu. Dimulai dari perjuangannya yang rela berhenti sekolah dan msuk kedalam dayyah agar tetap selamat dari incaran serdadu. Soren Kierkegaard berpendapat bahwa Menurutnya eksistensi manusia adalah eksistensi yang dipilih dalam kebebasan. Bereksistensi berarti bereksistensi dalam suatu perbuatan yang harus dilakukan semua orang untuk dirinya sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Meutia, bahwa dirinya harus bebas dari serdadu serdadu itu untuk tetap melanjutkan hidup, meski dengan trauma yang cukup melekat didalam ingatannya. Meutiah harus tetap hidup layaknya manusia-manusia pribumi pada AuPakcik leman adalah perantara sebagai tangan Tuhan yang menyelamatkanya dari mara bahaya pembunuhan beruntun. Demi kenyamanannya Meutiah terpaksa meninggalkan bangku sekolah, kemudian masuk ke dayyah. Di sanalah Meutiah mempelajari hidup. Hidup yang sesungguhnya. Kadang dia bisa menerima kalau itu semua kehendak Allah. Dia tidak bisa untuk tidak bersedih atas nasib malangnya ini. Ay (Arafat, 2021:. Data memperlihatkan kepada kita bahwa tokoh Meutiah rela meninggalkan bangku sekolahnya demi kelangsungan hidup yang aman. Eksisitensi tokoh Meutiah dapat dilihat saat dia masuk kedalam dayyah . yang dimana tokoh mutiah ini mempelajari hidup yang sesungguhnya, ilmu yang didapatkannya membuat Meutiah tetap bertahan hidup dari traumatraumannya yang kelam. Dan perlahan yakin bahwa semua yang telah terjadi kepadanya adalah kehendak Allah. Cara Meutiah ini menunjukkan bahwa Eksistensi untuk dirinya sendiri itu ada, karena tidak mudah menyembuhkan treumanya, apalagi dia bukan hanya kehilangan (Kehidupan Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam Karya Arafat Nu. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. teman melainkan kehilangan orang-orang yang sangant berharga dalam hidupnya yaitu ayah dan ibunya sendiri. Dalam kutipan teks diatas tokoh Meutiah hanya menunjukan eksisitensinya dalam bertahan hidup dengan segala rasa sakit yang dialami dalam kehidupannya hinggah sekarag. Perlu adanya eksisitensi kepada dirinya sendiri sebab bertahan hidup dengan trauma-trauma yang berat itu tidak mudah untuk semua orang. kenyataan pun kita sebagai manusia satu masalah terkadang membuat kita lupa bahwa adanya masalah yang kita hadapi adalah kehendak Allah. Menurut peneliti terlihat eksisitensi tokoh Meutiah untuk membebaskan diri dari hal-hal di masalalunya dengan berbagai cara yang diperbuatnya, salah satu cara yang dilakukan Meutiah adalah menulis surat untuk tuhan, meskipun hal itu tidak masuk diakal manusia yang terbilang normal. Menurut peneliti. Tokoh Meutiah dalam kutipan di atas mempunyai pemikiran hakikat keberadaan, yaitu mengerti atau memahami keberadaan dirinya dan orang lain. AuMenghadapi keadaan keluarga yang begitu sulit, mau tidak mau Meutiah harus bekerja keras membantu bibinya. Apa yang dikerjakan makcik Munah merupakan pekerjaan dia Sementara gadis itu harus melupakan kepedihan masa lalunya, karena kenyataan yang dihadapi sekarang menuntutnya untuk terus bekerja dan bertahan. Betapa berat perjuangan batinya menghadapi semua ini. Ay (Arafat, 2021:. Data juga memperlihatkan kepada kita tentang eksisitensi tokoh Meutiah dalam menjalani kehidupan, tokoh Meutiah harus bekerja di usianya yang terbilang sangat mudah yang sejatinya usia tersebut masih terbilang usia yang seharusnya dalam keadaan belajar. tapi tidak dengan Meutiah, dia rela meninggalkan bangku sekolah dan keluar dari pesantren hanya untuk memperjuangkan hidupnya dan hidup keluarganya . eluarga ke du. Eksisitensi tokoh Meutiah terlihat pada dia yang rela mati-matian bekerja keras dan melupakan kepedihan di masa lalunya untuk tetap hidup normal seperti mereka yang tidak memiliki kepedihan yang sema seperti Meutiah. Tokoh Meutia telah memeperlihatkan eksistensinya sebagai seorang perempuan yang berjuang dan bertanggung jawab terhadap kehidupannya. Bahkan sering kali dia lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Tokoh Meutiah ingin memperlihatkan keberadaanya sebagai manusia yang normal, apa yang memiliki aktualitas, yaitu keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan. Seperti halnya Meutiah ia ingin mencapai sebuah keinginan besar yaitu keinginannya untuk melupakan hal-hal pait yang ia rasakan. Rabindranath Tagore dengan sudut pandang filsafat manusia, yang secara spesifik mengulas kandungan eksistensi diri dalam filsafatnya. Eksistensi diri dalam bahasan ini dipahami sebagai peneguhan entitas . ujud keberadaa. diri manusia dalam beberapa aspek yang secara alamiah dicurahkan oleh personalitas khas individu dalam multidimensi kehidupan manusia, dan sekaligus pula menunjukkan karakteristik multidimensionalitas dalam diri AuMeutia coba meneguhkan diri dalam meng- hadapi dunia yang mengerikan ini. Beribu persoalan terbentang luas di depan matanya. Walau terpukul dan terguncang dia tetap menjalani kehidupan yang wajar. Memang ada sisi tersembunyi darinya sebagai terapi yang membuatnya tidak menjadi gila. Orang-orang melihatnya tidak wajar. Namun. Meutia tidak ambil pusing. Dia mengalihkan semua beban masalahnya dengan menulis surat-surat setiap malam. Dia menuliskan surat untuk Tuhan. Ay (Arafat, 2021:17-. Dari kutipan data di atas, tokoh Meutia digambarkan sebagai seorang individu yang berusaha bertahan dan meneguhkan diri menghadapi dunia yang penuh dengan kesulitan dan Meutia dihadapkan pada beribu persoalan yang terbentang luas di depan matanya, menandakan bahwa hidupnya penuh dengan tantangan yang kompleks. Meskipun Meutia terpukul dan terguncang oleh situasi tersebut, ia tetap berusaha menjalani kehidupan dengan cara yang wajar. Ini menunjukkan keberanian dan kekuatan mentalnya untuk menghadapi segala hal. Selain itu Meutia memiliki sisi tersembunyi yang mungkin menjadi bentuk terapi (Kehidupan Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam Karya Arafat Nu. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. baginya agar tidak menjadi gila. Menulis surat- surat setiap malam menjadi cara untuk melepaskan beban masalah dan perasaannya, sehingga dia dapat mengatasi stres atau tekanan dalam hidupnya. Walaupun orang-orang di sekitarnya mungkin melihatnya sebagai tidak wajar karena cara Meutia mengekspresikan diri atau menyikapi masalahnya, ia tidak ambil pusing terhadap pandangan mereka. Meutia mengalihkan beban masalahnya dengan menulis surat- surat untuk Tuhan. Ini menunjukkan hubungan spiritual atau ketuhanan yang mendalam, di mana ia mencari kenyamanan dan bimbingan dari Tuhan dalam menghadapi Dari kutipan data tersebut, tokoh Meutia tergambar sebagai sosok yang kuat, kreatif dalam mengekspresikan diri, dan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Meskipun dihadapkan pada berbagai kesulitan, ia tetap mencari cara untuk bertahan dan menghadapi hidup dengan penuh keberanian dan keyakinan. Eksistensi tokoh Meutia dalam cerita ini terlihat kuat dan bermakna, karena ia menunjukkan perjuangan hidup yang menginspirasi dan memiliki koneksi spiritual yang mendalam. AuJiwanya tetap sakit dan hatinya masih belum bisa menerima. Dalam keadaan yang demikian merana. Meutia mulai belajar mengobati dirinya sendiri. Dia mengalihkan segala penderitaannya pada tulisan. Sepanjang malam dia sibuk menulis. Selepas mengaji atau selepas salat Isya. Seperti kebiasaannya, dia menenggelamkan dirinya dalam tulisan hingga larut malam. Ay (Arafat, 2021:. Dari kutipan data di atas, tokoh Meutia tergambar sebagai individu yang sedang mengalami kesulitan emosional dan mencari cara untuk mengatasi penderitaannya. Meutia mengalami penderitaan emosional dan hatinya masih belum bisa menerima suatu hal yang mungkin telah Ini menunjukkan adanya perasaan sakit dan ketidakmampuan untuk meredakan rasa sakit itu. Meutia mulai belajar mengobati dirinya sendiri untuk mencari pemulihan dari Ini menunjukkan bahwa ia mencoba mencari cara untuk meredakan kesedihan dan rasa sakit dalam dirinya. Meutia mengalihkan segala penderitaannya dengan Menulis menjadi bentuk ekspresi dan alat untuk meredakan beban emosionalnya. Menulis telah menjadi kebiasaan Meutia untuk menenangkan diri dan mengalihkan perhatian dari penderitaannya. Dia aktif menulis sepanjang malam setelah mengaji atau salat Isya, menunjukkan bahwa menulis adalah bagian penting dalam hidupnya. Dapat disimpulkan bahwa Eksisitensi Tokoh Meutiah dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur diakibatkan dari cerminan eksistensi Meutia sebagai sosok yang sedang berusaha menghadapi dan mengatasi penderitaan emosionalnya. Menulis menjadi cara penting baginya untuk menyampaikan dan menghadapi perasaan yang tidak Eksistensi Meutia ini menggambarkan perjalanan pribadinya dalam mencari pemulihan dan makna melalui proses menulis. Hal ini juga menunjukkan ketekunan dan ketabahan Meutia dalam menghadapi perasaan sakit dan kesulitan dalam hidupnya. Meutia juga tergambar sebagai sosok yang kuat, kreatif dalam mengekspresikan diri, dan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Meskipun dihadapkan pada berbagai kesulitan, ia tetap mencari cara untuk bertahan dan menghadapi hidup dengan penuh keberanian dan Karena sesulit apapun keadaan hidup harus tetap berjalan, salah satu kuncinya adalah yakin bahwa kita bisa dan semua akan berjalan dengan waktu. Selain itu tokoh Meutiah rela meninggalkan bangku sekolah hanya untuk memperjuangkan hidupnya, tokoh Meutiah termasuk orang yang survival dimana tokoh Meutiah akan tetap bertahan hidup dalam kondisi apapun salah satunya adalah bertahan hidup untuk mangatasi segalah rasa traumanya. Dia kesulitan bertahan untuk dirinya sendiri tetapi dia harus memikirkan orang lain juga, rasa kepedulian Meutiah adalah rasa syukurnya. Simpulan Eksisitensi Tokoh Meutiah dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur diakibatkan dari cerminan eksistensi Meutia sebagai sosok yang sedang berusaha menghadapi dan mengatasi penderitaan emosionalnya. Menulis menjadi cara penting baginya (Kehidupan Sosial Tokoh Perempuan dalam Novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam Karya Arafat Nu. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. untuk menyampaikan dan menghadapi perasaan yang tidak nyaman. Eksistensi Meutia ini menggambarkan perjalanan pribadinya dalam mencari pemulihan dan makna melalui proses Hal ini juga menunjukkan ketekunan dan ketabahan Meutia dalam menghadapi perasaan sakit dan kesulitan dalam hidupnya. tokoh Meutia juga tergambar sebagai sosok yang kuat, kreatif dalam mengekspresikan diri, dan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Meskipun dihadapkan pada berbagai kesulitan, ia tetap mencari cara untuk bertahan dan menghadapi hidup dengan penuh keberanian dan keyakinan. Karena sesulit apapun keadaan hidup harus tetap berjalan, salah satu kuncinya adalah yakin bahwa kita bisa dan semua akan berjalan dengan waktu. Daftar Pustaka