JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI RUANG BERSALIN RSUD Dr. M DUNDA LIMBOTO Dwi Nur Oktaviani Katili1. Ratna Dunggio1. Emah Susilawati2 1 Staf Dosen Program Studi D-VI Bidan Pendidik Fakultas Kesehatan Universiitas Muhammadiyah Gorontalo 2Sarjana Terapan Kebidanan Program Studi D-VI Bidan Pendidik Fakultas Kesehatan Universiitas Muhammadiyah Gorontalo Email : dwinuroctavianik@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Tujuan penelitian ini yaitu diketahuinya pengaruh deep back massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di ruang bersalin RSUD Dr. M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan Quasi Exsperiment dengan rancangan non-equivalent pre test and post test control group. Sampel yaitu semua ibu bersalin kala I fase aktif yang berjumlah 32 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling yang terbagi menjadi 2 kelompok, 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden kelompok kontrol. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada pengaruh deep back massage terhadap nyeri pesalinan kala I fase aktif dengan p value 0. 047 < 0. Simpulan: ada pengaruh deep back massage terhadap nyeri pesalinan kala I fase aktif Kata kunci : Deep Back Massage. Nyeri Persalinan ABSTRACT Background: The purpose of this study is the knowledge of the influence of deep back massage on labor pain during the first phase active in the maternity hospital. M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. Methods: The research design uses Quasi Exsperiment with non-equivalent pre test and post test control group The samples were all active mothers during the active phase phase of 32 respondents using accidental sampling technique divided into 2 groups, 16 intervention group respondents and 16 control group respondents. The analysis of this study used chi square test. Results: The results of this study indicate that there is influence of deep back massage on labor pain kala I phase active with p value 0. 047 <0. Conclusion: there is influence of deep back massage on labor pain kala I phase active Keywords: Deep Back Massage. Labor Pain JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 PENDAHULUAN Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan lahir kemudian berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan disusul dengan pengeluaran placenta dan selaput janin dari tubuh ibu melalui jalan lahir, atau jalan lahir dengan bantuan, atau tanpa bantuan . ekuatan sendir. Persalinan prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan . etelah 37 mingg. tanpa disertai adanya penyulit (Marmi, 2. World Health Organization (WHO) memperkirakan 800 perempuan komplikasi kehamilan dan proses kelahiran, sekitar 99% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berkembang, sekitar 80% kematian kehamilan, persalinan dan setelah Menurut WHO pada tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia mencapai 289. 000 jiwa dimana dibagi atas beberapa Negara antara lain Amerika Serikat mencapai 9. 300 jiwa. Afrika Utara 179. 000 dan Asia Tenggara 000 jiwa. Angka Kematian Ibu (AKI) di negara-negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 241 per 100. 000 kelahiran hidup. Filipina 170 per 100. 000 kelahiran hidup. Vietnam 160 per 100. kelahiran hidup. Thailand 44 per 100. kelahiran hidup. Brunai 60 per 100. kelahiran hidup. Malaysia 39 per 100. kelahiran hidup (WHO, 2. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015 Indonesia, angka kematian ibu di Indonesia sebesar 305/100. 000 kelahiran hidup. Angka ini masih di bawah dari negara-negara yang ada di ASEAN (Depkes RI, 2. Terkait target dari program SDGs (Sustainable Development Goal. RPJMN dan RENSTRA di Tahun 2019 untuk menurunkan angka kematian ibu sebesar 306 per 100. 000 kelahiran hidup dan pada tahun 2030 sebesar 70/100. kelahiran hidup (Anung, 2. Penyebab kematian ibu termasuk perdarahan post partum, eklampsia, partus lama dan sepsis. Penyebab kematian ibu yaitu partus lama dengan jumlah rata-rata di dunia sebesar 8% dan di Indonesia sebesar 9%. Dari hasil survey diketahui bahwa partus lama kematian ibu yang terbanyak nomor 5 di Indonesia (Amirudin, 2013 dalam Wahyuni & Wahyuningsi, 2. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2017, jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2016 sebanyak 301,7 per 000 kelahiran hidup atau 61 jiwa. Adapun penyebab kematian yaitu karena Perdarahan 19,7% kasus. Hypertensi dalam kehamilan 16,4% kasus. Infeksi 1,7% kasus. Partus Lama 1,7% kasus, lain-lain 59,1% kasus. Dari data awal yang diperoleh pada tanggal 22 November 2017 di RSUD Dr. Dunda Limboto. Pada tahun 2015 jumlah ibu bersalin yaitu 1. 743 orang yang terdiri dari 51,6% ibu bersalin normal, 7,5% ibu bersalin dengan Extrasi Vacum, 40,9% ibu bersalin dengan Sectio Caesaria dimana indikasi non medis berjumlah 22% atau 157 ibu. Sedangkan pada tahun 2016, jumlah ibu bersalin 178 orang, terdiri dari ibu bersalin normal 47,1%, ibu yang bersalin dengan extrasi vacum 4,3% dan Sectio Caesaria 48,6% dimana terdapat 26,5% atau 280 ibu atas indikasi non medis. Dilihat dari data di atas maka terjadi peningkatan jumlah kejadian Sectio Caesaria atas indikasi non medis. Nyeri persalinan mulai timbul pada tahap kala I yang berasal dari kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Dengan makin bertambahnya baik lama maupun frekuensi kontraksi uterus, nyeri yang dirasakan akan bertambah kuat (Lestari. Association for the study of JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 pain dalam Judha 2012, menyatakan nyeri merupakan pengalaman emosional dan sensori yang tidak menyanangkan yang muncul dari kerusakan jaringan secara aktual atau potensial atau menunjukkan adanya kerusakan (Judha dkk, 2. Salah satu teori nyeri yang paling dapat diterima dan dipercaya adalah Gate control theory. Para pakar di bidang kebidanan juga menganut gate control theory ini untuk menjelaskan nyeri dalam Dasar pemikiran pertama gate control theory adalah bahwa keberadaan tergantung pada transmisi tertentu pada impuls-impuls saraf. Kedua, mekanisme gate sepanjang sistem saraf mengontrol atau mengendalikan transmisi nyeri Jika gate terbuka, impuls yang menyebabkan sensari nyeri dapat mencapai tingkat kesadaran. Jika gate tertutup, impuls tidak mencapai tingkat kesadaran dan sensasi nyeri tidak Indikator adanya intensitas nyeri yang paling adalah laporan ibu tentang nyeri itu sendiri. Namun demikian intensitas nyeri juga dapat ditentukan dengan berbagai macam cara salah satuya adalah dengan menanyakan pada ibu untuk menggambarkan nyeri atau rasa tidak nyamannya (Maryunani, 2. Nyeri menimbulkan kecemasan serta ketakutan pada pasien sehingga kebutuhan oksigen meningkat, otot menjadi tegang serta tekanan darah meningkat, keadaan ini akan merangsang katekolamin yang dapat menyebabkan terjadinya pada kekuatan kontraksi sehingga mengakibatkan partus lama (Anggraeni, 2. Penanganan dan pengawasan nyeri persalinan terutama pada kala I fase aktif sangat penting, karena ini sebagai titik penentu apakah seorang ibu bersalin dapat menjalani persalinan normal atau diakhiri suatu tindakan dikarenakan adanya penyulit yang diakibatkan nyeri yang sangat Mengingat dampak nyeri cukup signifikan bagi ibu dan bayi, maka harus ada upaya untuk menurunkan nyeri tersebut (Maita, 2. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi nyeri persalinan. Biasanya, cara untuk mengatasi nyeri persalinan dibagi menjadi cara farmakologi dan non Rasa nyeri yang dialami tiap individu berbeda-beda dan akan datang secara perlahan dan akan mencapai puncaknya pada saat detikdetik terakhir persalinan. Ada yang cukup kuat menghadapinya, ada juga yang tidak kuat menghadapinya. Bagi pasien atau ibu yang merasakan nyeri tidak tertahankan lagi dan justru bisa mengganggu proses persalinan. Metode farmakologi lebih mahal, juga berpotensi mempunyai efek yang kurang baik sedangkan metode nonfarmakologi lebih murah, simpel, efektif, tanpa efek yang merugikan dan dapat meningkatkan kepuasaan selam persalinan karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya (Maryunani, 2. Pengelolaan secara non farmakologi mempunyai pengelolaan nyeri secara farmakologis, apabila tindakan pengontrolan nyeri diberikan memadai. Beberapa teknik non farmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan dalam menghadapi proses persalinan yakni relaksasi, tehnik pernapasan, pergerakan dan perubahan posisi, massase, hidroterapi, music, hypnobriting, water birth (Maryunani. Salah satu metode yang efektif dalam mengurangi nyeri persalinan secara non farmakologi adalah dengan metode massase. Massase adalah melakukan tekanan tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, atau ligamentum, tanpa menyebabkan garakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi dan atau memperbaiki sirkulasi. Metode massase terdiri dari beberapa metode meliputi counterpressure, metode deep back JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 massage, metode abdominal lifting. Tetapi kadang kala metode massase yang dilakukan tidak pada tempatnya sehingga hasilnya tidak effesien. Salah satu contohnya pada pelaksanaan tehnik deep back massage dimana seharusnya pelaksanaan dilakukan tepat pada daerah sacrum dengan telapak tangan dan posisi ibu dalam keadaan berbaring miring tetapi kadang kala penatalaksanaan tidak sesuai sehingga nyeri yang dirasakan oleh pasien tidak berkurang. Hal ini mungkin diakibatkan oleh posisi ibu tidak dalam keadaan berbaring miring, atau penekananya tidak tepat pada daerah Berdasarkan hasil penelitian Maita 2016, didapatkan sebagian besar ibu yang mengalami nyeri dengan skor 6-10 sebanyak 13 orang atau 61% yang mengalami penurunan nyeri ringan yaitu dengan skor 0-4 sebanyak 4 orang atau Hasil analisis didapatkan nilai signifikan nilai p value 0. 004< 0,05 yang berarti dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh deep back massage terhadap penurunan nyeri persalinan. Studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Dr. MM Dunda Limboto pada tanggal 25 November 2017, didapatkan jumlah ibu bersalin dengan kejadian kala I fase aktif memanjang pada bulan September sebanyak 33,8% dari 89 jumlah ibu bersalin normal sedangkan pada bulan Oktober 2017 sebanyak 38,1% dari jumlah 105 ibu bersalin Berdasarkan hasil wawancara dengan 8 orang ibu bersalin mengatakan belum mengetahui tentang teknik deep back massage untuk mengurangi nyeri Dari pengalaman 8 orang ibu bersalin tersebut, mengatakan bahwa selama kontraksi bidan menganjurkan ibu untuk mencari posisi yang nyaman dan menarik nafas selama kontraksi. Adapun ayat Al-Quran yang berbicara tentang kehamilan dan melahirkan AuDan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan berpasangan . aki-laki dan perempua. Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak . melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan . udah ditetapka. dalam Kitab (Lauh Mahfuz. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudahAy (Fatir ayat Dan ayat yang berhubungan dengan nyeri pada persalinan yakni AuMaka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia . pada pangkal pohon kurma, dia berkata: AuAduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakanAy (Maryam ayat Berdasarkan uraian latar belakang di atas dan melihat adanya ibu inpartu manajemen pengurangan rasa nyeri, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Deep Back Massage Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di Ruang Bersalin di RSUD Dr. M Dunda LimbotoAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi exsperiment merupakan suatu prosedur penelitian yang dengan memberikan perlakuan tertentu pada subjek penelitian, dengan tujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan sebagai variabel bebas terhadap variabel Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent pre test and JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Umur Intervensi <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Variabel Katagori Umur Total Kontrol Jumlah Sumber : Data Primer 2018 Dari Tabel 1 di atas diperoleh hasil sebagian besar responden berumur 20 sampai 35 tahun dengan jumlah 19 responden yang terdiri dari 8 responden pada kelompok intervensi dan 11 pada kelompok kontrol. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Intervensi Jumlah Total Variabel Katagori Pendidikan Kontrol Sumber : Data Primer 2018 Dari tabel 2 di atas diperoleh hasil sebagian besar responden berpendidikan SMA dengan jumlah 13 responden yang terdiri dari 7 responden pada kelompok intervensi dan 6 responden Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Paritas Variabel Paritas Katagori Primigravida Multigravida Grandemultigravida Total Intervensi Kontrol Jumlah Sumber : Data Primer 2018 Dari tabel 3 di atas menunjukkan distribusi responden berdasarkan paritas sebagian besar responden dengan paritas primigravida berjumlah 17 responden yang terdiri dari 9 responden pada kelompok intervensi dan 8 responden JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pembukaan Serviks Intervensi Pembukaan 7 Total Variabel Katagori Pembukan Pembukaan 4 Serviks Pembukaan 5 Pembukaan 6 Kontrol Jumlah Sumber : Data Primer 2018 Dari tabel 4 di atas menunjukkan pembukaan serviks sebagian besar responden masuk dengan pembukaan serviks 4 cm berjumlah 14 responden yang terdiri dari 7 responden pada kelompok intervensi dan 7 responden Tabel 5. Tingkat Nyeri pada Kelompok intervensi dan kelompok kontrol Intervensi Katagori Kontrol Nyeri ringan Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Nyeri sedang Nyeri berat Total Sumber : Data Primer 2018 Berdasarkan diketahui bahwa seluruh responden yang berjumlah 32 responden yang terdiri dari 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden kelompok kontrol didapatkan yang mengalami nyeri sedang dan berat sebelum dilakukan deep back massage yaitu 8 responden dan setelah dilakukan deep back massage didapati 8 responden merasakan nyeri ringan, 6 responden nyeri sedang dan 2 responden nyeri berat. Sedangkan pada kelompok kontrol sebelum yang mengalami nyeri sedang 6 responden dan nyeri berat 10 responden, pada kelompok sesudah didapati nyeri ringan 2 responden, 8 responden mengalami nyeri sedang dan 6 responden Tabel 6. Hasil Analisis Pengaruh Deep Back Massage terhadap perbedaan Nyeri Sebelum Perlakuan Pada Kelompok Intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi Kontrol X2hitung X2tabel Nyeri sedang Nyeri berat 1,067 3,841 Total Tingkat nyeri Sumber : Data Primer 2018 Berdasarkan diketahui bahwa seluruh responden yang terdiri dari 16 responden kelompok intervensi dan kelompok kontrol, didapatkan sebelum dilakukan perlakuan mengalami nyeri sedang sebanyak 8 responden . %) dan nyeri berat sebanyak 8 responden . %). Sedangkan JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 perlakuan didapatkan sebanyak 6 responden . 5%) mengalami nyeri sedang dan sebanyak 10 responden . Tabel 7. Hasil Analisis Pengaruh Deep Back Massage terhadap perbedaan Nyeri Sesudah Perlakuan pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol. Kontrol Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Total Tingkat nyeri X2hitung X2tabel 9,630 9,488 Sumber : Data Primer 2018 Berdasarkan diketahui bahwa seluruh responden yang terdiri dari 16 responden kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapati tingkat nyeri sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yang mengalami nyeri ringan 8 responden . %), nyeri sedang sebanyak 6 responden . dan nyeri berat sebanyak 2 responden . 5%). Sedangkan pada kelompok kontrol, sebanyak 2 responden . nyeri ringan, 8 responden . %) nyeri sedang dan sebanyak 6 responden . 5%) mengalami nyeri berat. Pembahasan Umur Hasil penelitian tersebut dilihat rata-rata menunjukkan kelompok usia yang relatif aman untuk melahirkan (Kumalasari, 2. menjelaskan usia secara fisik sangat ideal untuk menikah dan hamil karena di usia ini fungsi organ reproduksi masih optimal. Kematangan mental dan emosional di usia ini juga jauh lebih siap. Pada persalinan usia kurang dari 20 tahun dan usia di atas 35 tahun banyak beresiko terhadap kesehatan ibu dan Kehamilan dan persalinan pada ibu dengan usia 20-35 tahun merupakan kelompok umur kesehatan reproduksi yang optimal. Persalinan dipengaruh oleh usia karena usia merupakan penyebab bertambahnya usia seseorang akan berubah dan berbeda sesuai dengan usia (Wiknjosastro, 2. Sesuai teori usia reproduksi sehat adalah usia yang baik untuk hamil, bersalin, nifas dan sehat secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit atau kecacatan (Kumalasari, 2. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi presepsi nyeri diantaranya adalah umur. Umur ibu yang lebih muda memiliki sensori nyeri yang lebih intens dibandingkan dengan ibu yang memiliki umur yang lebih. Umur muda cenderung dikaitkan dengan kondisi psikologis yang masih labil yang memicu terjadinya dirasakan semakin lebih kuat (Lydwina. Pendidikan Tingkat pendidikan secara umum mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menerima dan memahami informasi kondisi dan lingkungan sekitarnya, sehingga mempengaruhi cara pandang dan pemilihan copping dalam menyelesaikan masalah. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pengetahuan. Pendidikan responden mempengaruhi pengetahuan responden, karena semakin tinggi pendidikan responden maka semakin mudah untuk menerima informasi baru (Lydwina, 2. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Pendidikan pemahaman seseorang dan memiliki arti masing-masing. Pendidikan umumnya berguna dalam merubah pola pikir, pola bertingkah laku dan pola Tingkat kesadaran dan pemahaman terhadap Respon persalinan setiap orang berbeda karena adaptasi yang digunakan individu Individu dengan tingkat adaptasi yang mal adaptif sedangkan individu dengan tingkat pendidikan tinggi menggunakan adaptasi yang Dengan demikian pendidikan yang rendah akan berdampak pada pemahaman terhadap terjadinya nyeri maupun penatalaksanaan nyeri (Lydwina. Penelitian yang dilakukan oleh Lydwina 2011, dengan judul presepsi nyeri pada persalinan normal didapatkan hasil dari 155 ibu bersalin menunjukkan pendidikan lebih tinggi berhubungan rasa nyeri lebih rendah pada fase aktif. Paritas Menurut peneliti primigravida membutuhkan adaptasi terhadap nyeri yang cukup lama, karena belum pernah multigravida dan grande multigravida lebih mengangap nyeri adalah hal yang Seperti yang disampaikan Batbual 2010 seorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau dan saat ini nyeri timbul akan lebih mudah dalam mengatasi nyerinya. Pada paritas ibu yang primipara intensitas kontraksi uterus lebih kuat dibandingkan pada ibu yang multipara dan grande Pembukaan Serviks Sesuai teori pembukaan serviks disebabkan oleh adanya kontraksi uterus dimana kala I fase aktif frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap dimana terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih, pembukaan serviks pada ibu primigravida 1 sentimeter atau lebih sedangakan pada ibu multigravida dan grande multigravida rata-rata sentimeter perjamnya (Tando, 2. Tingkat Nyeri Nyeri adalah pengalaman sensasi dan emosi yang tidak menyenangkan, ketidaknyamanan secara subjektif atau individual, menyakitkan tubuh, dan adalah nyata (Solehati. Kosasih, 2. Menurut (Duffet & Smith, 1992 dalam Solehati. Kosasih, 2. , besar kecilnya nyeri yang dirasakan oleh seseorang akan berbeda antara satu orang dan yang lainnya, begitu juga persalinan yang satu dan persalinan lainnya. Jadi nyeri memiliki sifat yang subjektif bagi setiap individu yang merasakannya. Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi . otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut menjalar ke arah Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim . Dengan adanya pembukaan serviks ini maka akan terjadi persalinan (Judha dkk. Hasil Analisis Pengaruh Deep Back Massage terhadap Nyeri Sebelum Intervensi pada kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol. Dari uji statistik Chi Square diperoleh nilai P value . dimana lebih besar dari 0. Dan nilai X2 hitung yang lebih kecil dari X2 tabel . ,067 < 3,. yang berarti Ha ditolak dan Ho di Hal tersebut menandakan tidak adanya perbedaan antara tingkat nyeri JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 sebelum pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hal ini memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lestari dkk . yang berjdul Aupengaruh deep back massage terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif dan kecepatan primigravida di Wilayah Kerja BPS Puskesmas Delangu Kabupaten MojokertoAy Dalam penelitiannya peneliti mengemukakan tingkat nyeri sebelum pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan 16 responden mengalami nyeri berat dan 14 responden pada kelompok kontrol mengalami nyeri berat atau dapat diasumsikan bahwa kondisi awal saat pre test kedua kelompok adalah sama, hal ini dibuktikan dari hasil perbedaan pengukuran nyeri pretest pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji statistik didapatkan hasil p value = 473 yang berarti tidak ada perbedaan nyeri pada kondisi awal kedua kelompok. Nyeri merupakan bagian penting dalam proses persalinan yang merupakan suatu kerja fisiologis dan psikologis termasuk neuro anatomi. Dengan penipisan serviks maka setiapa ibu bersalin pasti mengalami nyeri yang semakin meningkat. Dari hasil penelitian baik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol pengukuran nyeri pre test menunjukkan sebagian besar mengalami nyeri berat (Lestari dkk. Nyeri pada persalinan disebabkan oleh berbagai hal antara lain penekanan pada ujung saraf antara serabut otot dari corpus fundus uterus. Spasme otot mekanoreseptor, ataupun oleh penekanan pembulu darah dan menyebabkan Spasme juga meningkatkan memperberat kondisi iskemia yang merupakan kondisi yang ideal untuk pelepasan bahan kimiawi pemicu timbulnya rasa nyeri. Adanya iskemia miometrium dan serviks karena kontraksi. Bila aliran darah yang menuju jaringan terhambat maka jaringan menjadi terasa Diduga salah satu penyebab nyeri terkumpulnya sejumlah asam laktat yang akan merangsang ujung saraf serabut Selain itu adanya proses peradangan pada otot uterus. Kontraksi pada serviks dan segmen bawah rahim menyebabkan rasa takut yang memacu aktivitas berlebih dari sistem saraf Adanya dilatasi seviks dan segmen bawah rahim, banyak data yang mendukung hipotesis nyeri persalinan kala I terutama disebabkan karena dilatasi serviks dan segmen bawah rahim oleh karena adanya dilatasi, peregangan dan kemungkinan robekan jaringan selama kontraksi. Ketegangan dan meregangya jaringan ikat pendukung rahim dan sendi panggul selama kontraksi dan turunnya bayi. Tekanan pada saluran kemih, kandung kemih dan Ketakutan dan kecemasan yang dapat dikelurkannya hormon stress dalam jumlah besar . pineprin, norepinepri. yang mengakibatkan timbulnya nyeri persalinan yang lama dan berat (Lestari dkk, 2. Stimulus nyeri pertama kali akan diterima oleh nosiseptor mekanis kemudian stimulus akan diubah menjadi aktivitas listrik yang akan dihantarkan oleh serabut syaraf A delta dan serabut saraf C melalui syaraf aferen menuju ke sistem syaraf pusat (SSP). SSP yang cornusdorsalis yang berada pada medulla spinalis, cornus dorsalis dianggap juga sebagai gerbang nyeri karena di dalam cornus dorsalis terdapat jaras asenden, apabila jaras asenden aktif atau terbuka maka impuls nyeri akan diterima serta penurunan sehingga seorang dapat merasakan nyeri dan dapat menimbulkan respon nyeri (Judha, ddk 2. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Menurut hasil penelitian (AlbeFessard 1974 dalam Lestari dkk, 2. , bahwa jaras nyeri asenden merupakan dasar nyeri alih pada proses persalinan. Informasi dari tubuh ditransmisikan ke otak melalui tiga jaras nyeri utama yaitu spinothalamikus, spinoretikularis, dan Jaras medulla spinalis terpenting untuk transmisi rangsang nyeri adalah jaras spinothalamikus. Jaras ini terdiri dari sel lamina 5, yang sebagian berkaitan dengan serat visceral afferent dan dapat menjadi dasar pada nyeri alih pada persalinan. Hasil Analisis Pengaruh Deep Back Massage terhadap Perbedaan Nyeri Setelah Intervensi pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol. Dari uji statistik Chi Square diperoleh nilai P value . dimana lebih kecil dari 0. 05 dan nilai X2 hitung yang lebih besar dari X2 tabel . ,630 > . yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh deep back massage terhadap perbedaan tingkat nyeri sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok Pada hasil post test yang dilakukan kembali pada 16 responden pada responden yang tidak menunjukkan adanya perubahan tingkat nyeri, kedua responden masih menunjukkan rasa nyeri yang sama dengan sebelum dilakukannya deep back massage. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak menurunnya nyeri meskipun sudah dilakukan perlakuan deep back massage hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu salah satunya adalah kurangnya dukungan keluarga, ibu pertama kali melahirkan, dan setiap ibu merespon nyeri dengan respon yang berbeda bergantung pada stimulus yang Nyeri sesesorang bersifat personal dan unik, dimana setiapa individu berbeda dan tidak dapat disamakan meskipun Sedangkan pada kelompok kontrol hasil post test yang dilakukan kembali pada 16 responden tanpa pemberian intervensi sebanyak 2 responden menunjukkan adanya perubahan tingkat nyeri meski tidak dilakukan deep back massage. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti ibu pernah memiliki pengalaman melahirkan dan adanya dukungan keluarga yang baik sehingga nyeri yang dirasakan dapat teralihkan dan lingkungan sekitar yang dapat menarik perhatian ibu sehingga ibu dapat melupakan nyeri yang dirasakan. Sesuai teori yang menyatakan bahwa hanya seorang yang mengalami nyeri yang paling mengerti dan memahami tentang nyeri yang dirasakan. Respon nyeri pada setiap individu dapat dipengaruhi oleh terdahulu, gaya koping, dukungan (Andarmoyo dan Suharti, 2. Teori Gate Control menyatakan bahwa selama proses persalinan impuls nyeri berjalan dari uterus sepanjang serat-serat saraf besar kearah uterus ke substansia gelatinosa di dalam spinal kolumna, sel-sel transmisi memproyeksi pesan nyeri ke otak. Adanya pemberian deep back massage mengakibatkan pesan yang berlawanan yang lebih kuat, cepat dan berjalan sepanjang serat saraf kecil. Pesan yang berlawanan ini menutup gate substansi gelatinosa lalu memblokir pesan nyeri sehingga otak tidak mencatat pesan nyeri tersebut (Judha dkk, 2. Deep back massage sangat baik dan merupakan cara lembut untuk membantu ibu bersalin merasa lebih segar selama persalinan. Sentuhan dan kelembutan massage membuat ibu bersalin menjadi lebih rileks. Suatu penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mendapatkan massage selama 20 menit setiap jam selama fase persalinan aktif merasa lebih tenang dan lebih terbebas dari nyeri. Hal ini terjadi karena JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 massage dapat merangsang tubuh melepaskan senyawa endorphine yang Endorphine ini dapat menciptakan perasaan nyaman dan enak. Saat memijat, pemijat harus memperhatikan respon ibu apakah tekanan yang diberikan sudah Gate control theory dapat diukur untuk efektifitas cara ini. Ilustri gate control theory bahwa serabut nyeri membawa stimulasi nyeri ke otak lebih kecil dan perjalanan sensasinya lebih lambat dari pada serabut sentuhan yang Ketika sentuhan dan nyeri dirangsang bersama, sensasi sentuhan berjalan ke otak menutup pintu gerbang dalam otak, dengan adanya pijatan yang mempunyai efek distraksi juga dapat meningkatkan pembentukan endorphine dalam membuat relaksasi otot (Farida dkk, 2. Penurunan nyeri persalinan dipengaruhi oleh perlakuan deep back yang dilakukan memberikan penekanan pada daerah Pada sehingga dapat menghambat impuls nyeri yang tidak sampe ke hypothalamus hal ini sesuai dengan teori gate control (Lestari dkk, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maita . , yang berjudul Aupengaruh deep back massage terhadap penurunan nyeri persalinan di BPM Khairani, didapatkan sebagian besar ibu yang mengalami nyeri 6-10 sebanyak 13 orang . ,9%) yang mengalami penurunan nyeri ringan 0-4 sebanyak 4 orang. Data bivariat diperoleh ada pengaruh yang signifikan antara deep back massage terhadap penurunan nyeri persalinan dengan nilai p value 0. Sebagian besar ibu inpartu pada kelompok kontrol menggunakan teknik pernapasan dan pendampingan suami. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Andriana . , bahwa teknik pernapasan untuk proses persalinan didasarkan pada konsentrasi yang dibutuhkan ibu hamil untuk mengatur Saat berkontraksi, secara otomatis otak mengirim respon ke sekujur tubuh untuk menahan nyeri. Kita dilatih oleh respon nyeri ini untuk mengendalikannya lewat napas yang teratur dan tidak tertahankan. Selaras dengan penelitian yag dilakukan oleh Gaidaka. B . , yang berjudul Aupengaruh deep back massage terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif ibu inpartu primigravida di BPS Endang Adji. Amd. KebAy, mengemukakan kehadiran suami disisi isterinya bukan hanya menemani sang isteri tetapi juga membuktikan rasa sayang kepada sang isteri sehingga isteri akan merasa lebih tenang. Banyak hal yang dapat dilakukan suami antara lain memberi dorongan, semangat serta mengusap punggung isteri. Perasaan tenang membuat tubuh mengeluarkan hormon endorphine yaitu pereda sakit alami, sehingga rasa nyeri inpartu akan Berdasarkan kelompok kontrol juga menunjukkan penurunan nyeri tanpa pemberian deep back massage namun penurunan yang terjadi tidak sebanyak pada kelompok intervensi yang diberikan perlakuan deep back massage. Sehingga dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan bahwa teknik deep back massage sangat efektif dalam menurunkan nyeri persalinan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Tidak ada pengaruh deep back massage terhadap perbedaan nyeri sebelum perlakuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan hasil statistik p value 0. >0. Ada pengaruh deep back massage terhadap perbedaan nyeri sesudah perlakuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan hasil statistik p value 0. 047 < 0. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Ada pengaruh deep back massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di ruangan Bersalin RSUD Dr. M Dunda Limboto. Saran Bagi Perawat dan Bidan Diharapkan perawat dan bidan dapat pelayanan kesehatan khususnya dalam upaya penanganan nyeri persalinan memperkecil dampak negatif yang bisa terjadi pada ibu, janin maupun kemajuan persalinan. Bagi Responden Diharapkan dengan penelitian ini, menerima perlakuan bidan dalam mengatasi nyeri persalinan dengan metode non farmakologi untuk mengurangi dampak yang merugikan terhadap ibu, janin dan kemajuan Bagi institusi Pendidikan Diharapkan penelitian ini dapat berguna sebagai bahan bacaan dan referensi belajar khususnya tentang cara menurunkan tingkat nyeri dengan menggunakan teknik deep back massage sehingga dapat membantu pembelajaran untuk menghasilkan professional, inovatif, terampil dan Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini, seperti untuk mengetahui apakah ada pengaruh deep back massage terhadap kecepatan pembukaan serviks DAFTAR PUSTAKA