Golda & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Pengaruh Pembiayaan PNM Mekaar terhadap Pendapatan dan Perkembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Nasabah Unit Mekaar Bekasi Utara Maya Golda1*. Iis Solihat2 *Email Penulis Penghubung: mayagolda06@gmail. Fakultas Ekonomi. Universitas Terbuka1,2 Prosesi Artikel Diunggah: 20-05-2025 Direvisi: 29-05-2025 Diterima: 31-05-2025 Abstract: MSMEs are vital to the economy, creating jobs and improving lives. Access to formal financing remains the biggest obstacle to income and business growth. PNM Mekaar is a powerful financial access solution that helps strengthen the weak economy, including women microentrepreneurs. This study examines how PNM Mekaar financing affects Mekaar Bekasi Utara customers' income and business growth. Quantitative research and a causal associative framework are used to examine variable relationships and influence. We selected active customers using purposive sampling and collected primary data using questionnaires, field observations, and documentation. ensure model functionality, accuracy, precision, and validity tests were performed before multiple linear regression analysis. This study found that PNM Mekaar financing affects MSMEs' income and The greater the loan amount, the greater the impact on customer income and business growth. Funding and support are crucial to inclusive finance and MSME business development, as this study Mekaar's group-based financing model can help city women MSME entrepreneurs become financially successful, confident, and independent, according to this study. An approved mentoring program and flexible microfinance access that meets neighborhood needs can promote inclusive and sustainable economic growth. Keywords: PNM Mekaar. Microfinance. Income. Business Development. MSMEs Abstrak: UMKM berperan penting dalam perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, keterbatasan akses pembiayaan formal masih menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan usaha. PNM Mekaar hadir sebagai solusi pembiayaan mikro yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembiayaan PNM Mekaar terhadap pendapatan dan perkembangan usaha nasabah Mekaar Unit Bekasi Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Sampel dipilih secara purposive sampling dari nasabah aktif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melalui pengujian fungsionalitas model, akurasi, presisi, dan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan PNM Mekaar berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan dan perkembangan usaha UMKM. Semakin besar pembiayaan yang diterima, semakin besar pula dampaknya. Temuan ini menegaskan pentingnya pembiayaan dan pendampingan dalam mendorong inklusi keuangan, kemandirian finansial, serta keberlanjutan usaha UMKM melalui model pembiayaan berbasis kelompok. Kata Kunci: PNM Mekaar. Pembiayaan Mikro. Pendapatan Usaha. Pengembangan Usaha. UMKM DOI: 10. 33508/jes. Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian nasional. Indonesia, sektor ini tidak hanya menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan ekonomi masyarakat pada berbagai lapisan sosial. Meskipun demikian, di balik kontribusinya yang signifikan. UMKM masih menghadapi menghambat potensi pertumbuhannya. Salah satu permasalahan utama yang terus berulang adalah keterbatasan akses terhadap sumber Banyak pelaku usaha mikro masih bergantung pada modal pribadi atau pinjaman informal dengan biaya tinggi karena tidak mampu memenuhi persyaratan administratif lembaga keuangan formal. Menanggapi permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia melalui berbagai lembaga dan program intervensi berupaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpendapatan rendah. Salah satu inisiatif strategis yang berkembang pesat adalah Program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahter. dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Perser. Program ini dirancang prasejahtera melalui pendekatan pembiayaan berbasis kelompok, pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas kewirausahaan (Astuti, 2. Melalui model ini. PNM Mekaar diharapkan mampu menjadi jembatan inklusi keuangan sekaligus perempuan di tingkat akar rumput. Wilayah Bekasi Utara menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk dikaji dalam konteks efektivitas program tersebut. Sebagai kawasan perkotaan yang berkembang pesat dengan dinamika ekonomi yang tinggi. Bekasi Utara menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM. Persaingan usaha yang ketat, tingginya biaya hidup, serta mempengaruhi kemampuan nasabah dalam mengembangkan usahanya, meskipun telah memperoleh akses pembiayaan mikro. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting mengenai sejauh mana pembiayaan melalui program PNM Mekaar benarbenar berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan perkembangan usaha nasabah di wilayah ini. Dengan memahami dinamika tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran empiris yang lebih komprehensif mengenai kontribusi kesejahteraan ekonomi masyarakat perkotaan di Indonesia. Meskipun program PNM Mekaar telah menjangkau jutaan perempuan prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia dan kerap disebut sebagai salah satu model pembiayaan mikro nasional yang berhasil (Baroka dan Helmita, 2024. Djafar et al. , efektivitas nyata program ini dalam meningkatkan pendapatan serta memperkuat perkembangan usaha nasabah masih menjadi perdebatan (Lestari dan Ardiansyah, 2. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan ekonomi setelah menerima pembiayaan Mekaar, namun beberapa studi lainnya menemukan dampak yang relatif terbatas, khususnya dalam konteks keberlanjutan usaha dan Perbedaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain besaran pembiayaan yang diterima, lamanya keikutsertaan nasabah dalam program, karakteristik sosial ekonomi penerima, serta jenis usaha yang dijalankan. Dalam konteks Bekasi Utara, kondisi sosial ekonomi yang bercirikan wilayah perkotaan dengan tingkat persaingan usaha yang tinggi dan biaya operasional yang relatif besar menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM. Situasi ini berpotensi mikro, karena meskipun tersedia tambahan modal, tekanan pasar dan tingginya biaya hidup dapat mengurangi kemampuan pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan atau memperluas skala usahanya. Oleh karena itu, muncul pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana pembiayaan yang diberikan oleh PNM Mekaar benar-benar mendorong perubahan ekonomi yang Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. signifikan bagi nasabah di wilayah perkotaan seperti Bekasi Utara? Apakah akses pembiayaan semata sudah memadai untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, ataukah diperlukan faktor pendukung lain seperti pendampingan, pelatihan, dan penguatan jejaring usaha? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi dasar utama penelitian untuk menelaah kembali relevansi dan efektivitas pembiayaan mikro dalam konteks perekonomian perkotaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai sejauh mana pembiayaan yang disalurkan melalui program PNM Mekaar berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan perkembangan usaha pelaku UMKM di wilayah Bekasi Utara. Secara khusus, penelitian ini berupaya menilai apakah dukungan pembiayaan mikro benar-benar mampu memperkuat kapasitas ekonomi nasabah, tidak hanya dalam jangka pendek melalui penambahan modal kerja, tetapi juga dalam jangka panjang melalui peningkatan produktivitas dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi besarnya keikutsertaan nasabah dalam program, jumlah pembiayaan yang diterima, serta bentuk pendampingan yang diberikan oleh PNM. Melalui pendekatan empiris berbasis data primer, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan temuan yang menarik mengenai hubungan antara akses pembiayaan mikro dan kinerja ekonomi UMKM. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi secara akademik dalam memperkaya kajian mengenai efektivitas lembaga pembiayaan mikro di Indonesia, tetapi juga memberikan masukan praktis bagi pemerintah, pengelola PNM, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang strategi pembiayaan dan pemberdayaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan usaha mikro di wilayah perkotaan. Berbagai pembiayaan mikro di Indonesia telah banyak dilakukan, namun sebagian besar masih berfokus pada lembaga pembiayaan mikro konvensional seperti Unit Desa Bank Rakyat Indonesia (BRI) atau program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kajian yang secara khusus menelaah model pembiayaan berbasis perempuan seperti PNM Mekaar masih relatif terbatas, padahal program ini memiliki pemberdayaan yang berbeda dibandingkan lembaga pembiayaan mikro pada umumnya. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu peningkatan pendapatan, sementara dimensi perkembangan usaha seperti ekspansi usaha, pertumbuhan aset. Keberlanjutan usaha secara khusus masih jarang dijadikan fokus utama analisis. Akibatnya, pemahaman mengenai pengaruh pembiayaan Mekaar terhadap kedua aspek tersebut secara simultan masih belum komprehensif. Mayoritas penelitian yang ada dilakukan di wilayah perdesaan sehingga dinamika ekonomi di kawasan perkotaan dan peri-perkotaan seperti Bekasi Utara, yang memiliki karakteristik sosial ekonomi, tingkat persaingan, dan tekanan biaya hidup yang Kondisi ini menegaskan perlunya menggambarkan efektivitas program Mekaar dalam konteks masyarakat perkotaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menyajikan bukti empiris baru mengenai dampak pembiayaan PNM Mekaar terhadap pendapatan dan perkembangan usaha nasabah di wilayah perkotaan Indonesia, serta memperkaya literatur pembiayaan mikro dengan perspektif yang lebih kontekstual dan relevan terhadap dinamika ekonomi lokal. Penelitian ini memiliki unsur kebaruan karena berfokus pada model pembiayaan mikro berbasis kelompok perempuan melalui program PNM Mekaar dalam konteks perkotaan. Berbeda dengan sebagian besar penelitian terdahulu yang umumnya mengkaji lembaga pembiayaan mikro konvensional di wilayah perdesaan, penelitian ini menghadirkan perspektif baru mengenai efektivitas program pembiayaan Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. mikro di kawasan perkotaan, yang memiliki karakteristik sosial ekonomi, tekanan pasar, dan pola konsumsi yang berbeda secara Unsur kebaruan lainnya terletak pada pendekatan analisis yang tidak hanya menilai peningkatan pendapatan, tetapi juga mengeksplorasi dimensi perkembangan usaha sebagai indikator keberhasilan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana pembiayaan mikro nasabah secara menyeluruh. Dari sisi justifikasi akademik, memperluas khazanah keilmuan terkait inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pembiayaan mikro dengan menyajikan bukti empiris baru dari konteks lokal Indonesia. Sementara itu, dari sisi justifikasi praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang bernilai bagi pemerintah, manajemen PNM, serta lembaga pembiayaan mikro lainnya dalam merancang strategi pembiayaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha mikro, khususnya di wilayah Temuan penelitian ini juga diharapkan dapat mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti dalam rangka masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM yang inklusif dan KAJIAN PUSTAKA Pembiayaan Mikro Pembiayaan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan penyediaan dana yang ditujukan untuk mendukung kegiatan operasional, investasi, serta pengembangan usaha pelaku ekonomi mikro dan kecil. Akses terhadap pembiayaan telah lama diakui sebagai faktor penting yang menentukan kinerja UMKM, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan modal usaha (Beck. DemirgyyKunt, & Maksimovic, 2. Lembaga keuangan mikro memiliki peran strategis dalam mengatasi kesenjangan pembiayaan yang dihadapi UMKM, khususnya bagi pelaku usaha yang tidak mampu mengakses perbankan konvensional akibat keterbatasan agunan dan persyaratan administratif. Model ini sejalan dengan pendekatan pembiayaan PNM Mekaar yang menekankan tanggung jawab bersama, modal sosial, dan pendampingan terstruktur. Selain sebagai sumber modal, pembiayaan UMKM juga berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan, kepercayaan diri berwirausaha, serta kemampuan manajerial pelaku usaha (Ledgerwood, 1. Studi empiris di Indonesia menunjukkan bahwa pembiayaan yang diberikan oleh PNM berpengaruh positif terhadap keberlanjutan usaha dan akumulasi modal, khususnya pada pelaku usaha mikro perempuan (Mendonca et al. Insani & Sucihati, 2. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pembiayaan UMKM dipahami sebagai instrumen pemberdayaan yang bersifat terpadu, bukan sekadar bantuan Pendapatan UMKM Pendapatan penerimaan yang diperoleh UMKM dari kegiatan usahanya dalam periode tertentu dan sering digunakan sebagai indikator utama kinerja usaha jangka pendek. Dalam berbagai penelitian mikroekonomi, peningkatan pendapatan digunakan untuk mengukur dampak langsung dari intervensi pembiayaan (Banerjee et al. , 2. Akses terhadap modal memungkinkan UMKM untuk membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar, merespons permintaan pasar dengan lebih Pembiayaan yang memadai mengurangi kendala likuiditas dan meningkatkan efisiensi operasional, yang dapat mendorong peningkatan omzet penjualan. Penelitian empiris menunjukkan bahwa akses ke pendanaan mikro memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha, terutama pada usaha mikro yang dikelola oleh perempuan (Giny & Mansuri, 2. Indonesia, beberapa penelitian terkait PNM Mekaar menunjukkan bahwa pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM melalui penambahan Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. modal kerja dan keberlanjutan operasional usaha (Mendonca et al. , 2022. Insani & Sucihati, 2. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha merupakan proses peningkatan kapasitas, skala, dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Berbeda mencerminkan hasil jangka pendek, kemajuan struktural dan keberlanjutan usaha. Pembiayaan mikro secara teoritis berperan dalam mendorong perkembangan usaha dengan memungkinkan investasi pada aset produktif, adopsi teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (McKernan. Akses terhadap modal mengurangi hambatan pertumbuhan dan mendorong pelaku usaha untuk beralih dari usaha subsisten menuju strategi pengembangan usaha yang lebih berorientasi pada ekspansi (Ayyagari. Demirgyy-Kunt, & Maksimovic. Studi empiris di Indonesia menunjukkan bahwa pembiayaan PNM Mekaar berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan usaha UMKM, yang ditunjukkan melalui peningkatan skala produksi, variasi produk, dan keberlanjutan usaha (Syavira et al. , 2024. Djafar et al. , 2. Namun demikian, dampak terhadap perkembangan usaha cenderung bersifat bertahap dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan usaha, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat persaingan yang METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal asosiatif, yang bertujuan untuk mengkaji hubungan dan pengaruh pembiayaan PNM Mekaar terhadap pendapatan dan perkembangan usaha pelaku UMKM. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengukur independen terhadap variabel dependen melalui analisis statistik. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat mengenai efektivitas pembiayaan mikro dalam meningkatkan kinerja ekonomi usaha di wilayah perkotaan. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan nasabah aktif Unit Mekaar Bekasi Utara di Kecamatan Bekasi Utara. Kota Bekasi. Populasi tersebut terdiri atas kelompok perempuan pelaku usaha mikro yang memperoleh pembiayaan melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahter. Mengingat besarnya jumlah populasi serta karakteristiknya yang beragam, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden, yang dipilih secara sengaja sesuai dengan kriteria berikut: Nasabah aktif PNM Mekaar minimal selama satu tahun. Memiliki usaha yang masih berjalan. Bersedia Pemilihan jumlah sampel sebanyak 100 responden didasarkan pada pertimbangan metodologis, yaitu telah memenuhi pedoman praktis dalam analisis regresi linier berganda. Pedoman tersebut menyatakan bahwa ukuran sampel minimal adalah 10 hingga 20 kali jumlah variabel yang diteliti agar diperoleh hasil analisis yang akurat dan andal (Hair et al. , 2. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa Tahap pertama adalah tahap persiapan, yang meliputi studi literatur, penyusunan instrumen penelitian, serta koordinasi dengan pihak Unit Mekaar Bekasi Utara untuk memperoleh izin pengumpulan Tahap kedua adalah pengumpulan data lapangan, yaitu dengan melakukan survei secara langsung kepada responden yang telah dipilih sesuai dengan kriteria penelitian. Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Tahap ketiga adalah pengolahan dan analisis data, yang mencakup verifikasi data, pengujian asumsi klasik, serta pengujian hipotesis menggunakan model statistik yang telah ditetapkan. Prosedur ini dirancang untuk memastikan bahwa data yang diperoleh valid, reliabel, dan layak untuk Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak statistik untuk memastikan hasil yang akurat dan objektif. Selanjutnya, hasil analisis diinterpretasikan untuk menjawab hipotesis penelitian dan menarik kesimpulan mengenai pengaruh pembiayaan mikro terhadap kinerja ekonomi pelaku UMKM di wilayah Bekasi Utara. Teknik Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tiga metode utama, yaitu kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Kuesioner mengenai persepsi, pengalaman, dan kondisi ekonomi responden setelah menerima pembiayaan PNM Mekaar. Pertanyaan dalam kuesioner disusun menggunakan skala Likert guna memudahkan analisis kuantitatif. Observasi mengenai aktivitas usaha responden, termasuk pengelolaan modal, pola penjualan, serta kondisi lingkungan Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung melalui penelaahan kegiatan, dan data internal Unit Mekaar Bekasi Utara yang relevan dengan penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Kombinasi ketiga teknik tersebut bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan validitas data yang diperoleh. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel pembiayaan PNM Mekaar berpengaruh terhadap pendapatan dan perkembangan usaha UMKM. Sebelum dilakukan analisis regresi, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan Validitas dan Reliabilitas Data Pengujian kualitas data melalui uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum analisis regresi linear berganda. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item dalam instrumen penelitian memiliki nilai korelasi di atas batas minimum . > 0,. serta nilai CronbachAos Alpha di atas 0,70, yang menandakan bahwa instrumen penelitian bersifat reliabel. Selanjutnya, pengujian asumsi klasik yang meliputi uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terdapat indikasi multikolinearitas, serta memiliki varians residual yang homogen. Hal ini menandakan bahwa model regresi telah memenuhi standar statistik dan mampu menghasilkan estimasi yang akurat dan dapat dipercaya. Hasil uji asumsi klasik disajikan pada Tabel 1. Hasil Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pembiayaan yang diberikan oleh PNM Mekaar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dan perkembangan usaha pelaku UMKM di Unit Mekaar Bekasi Utara. Berdasarkan hasil uji statistik, koefisien regresi hubungan antara pembiayaan dan pendapatan menunjukkan nilai positif dan signifikan pada tingkat signifikansi < 0,05. Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah pembiayaan yang diterima, maka semakin tinggi peningkatan pendapatan yang diperoleh nasabah Mekaar. Pengaruh yang sama juga ditemukan pada variabel perkembangan usaha, yang dibuktikan oleh koefisien regresi bernilai positif serta nilai thitung yang lebih besar dari t-tabel. Temuan ini menunjukkan bahwa akses permodalan Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. dari PNM Mekaar secara nyata mendorong perluasan usaha, peningkatan produksi, serta diversifikasi produk pada UMKM. Hasil uji regresi ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 1. Uji Asumsi Klasik Aspek Pengujian Uji Validitas Instrumen Hasil r > 0,30 pada seluruh Kriteria r > 0,30 Kesimpulan Instrumen valid Uji Reliabilitas Instrumen Nilai CronbachAos Alpha > 0,70 > 0,70 Instrumen reliabel dan Uji Normalitas Data berdistribusi Ae Asumsi normalitas Uji Multikolinearitas Tidak terdapat VIF < 10 atau Tolerance > 0,10 Tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Varians residual bersifat homogen Ae Asumsi Sumber: Data diolah. Tabel 2. Uji Regresi Linear Berganda Variabel Dependen Variabel Independen Tingkat Koefisien ttSignifikansi Regresi () hitung tabel -valu. Pembiayaan (X) Positif . ilai spesifik tidak > ttabel < 0,05 Perkembangan Pembiayaan Usaha (Y. (X) Positif . ilai spesifik tidak > ttabel < 0,05 Pendapatan (Y. Kesimpulan Signifikan. besar pembiayaan, semakin tinggi UMKM Signifikan. ekspansi usaha, produksi, dan variasi produk Sumber: Data diolah. Pengujian kelayakan model melalui uji F menunjukkan bahwa pembiayaan PNM Mekaar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel dependen, yaitu pendapatan dan perkembangan usaha. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F-hitung yang lebih besar dibandingkan F-tabel serta tingkat signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, model regresi yang digunakan dinyatakan layak untuk menjelaskan variasi pendapatan dan perkembangan usaha Selanjutnya, nilai koefisien determinasi (RA) menunjukkan bahwa pembiayaan Mekaar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan perkembangan usaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembiayaan memiliki peran penting dalam Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. dinamika ekonomi UMKM di wilayah penelitian, khususnya dalam mendorong kinerja usaha secara keseluruhan. Secara umum, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembiayaan melalui program PNM Mekaar tidak hanya berfungsi sebagai tambahan modal kerja bagi pelaku UMKM, kemampuan mereka dalam mengelola usaha secara lebih efisien dan berkelanjutan. Dukungan pembiayaan yang disertai dengan kewirausahaan, serta penguatan jejaring sosial ekonomi antaranggota terbukti mampu masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha mikro di wilayah perkotaan seperti Bekasi Utara. Tabel 3. Uji F dan Koefisien Determinasi Aspek Pengujian Nilai Kriteria Uji F (Simulta. F-hitung > F-tabel Signifikansi < 0,05 Koefisien Tinggi . ilai spesifik Determinasi tidak dicantumka. (RA) Sumber: Data diolah. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan PNM Mekaar berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dan perkembangan usaha pelaku UMKM di Unit Mekaar Bekasi Utara. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar jumlah pembiayaan yang diterima oleh nasabah, maka semakin besar pula peningkatan pendapatan yang diperoleh serta semakin berkembang usaha yang dijalankan. Hasil tersebut sejalan dengan teori inklusi keuangan yang menekankan bahwa akses terhadap pembiayaan formal merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha mikro (Karlan et al. , 2. Dukungan diberikan oleh PNM Mekaar, yang disertai kelompok dan pelatihan usaha, terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas manajerial dan keberlanjutan usaha nasabah, khususnya perempuan pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran utama program ini. Temuan penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Setyawati et al. serta Rahman dan Pratama . yang menyatakan bahwa program pembiayaan Ae Kesimpulan Model signifikan. pembiayaan secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan dan perkembangan usaha Pembiayaan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan perkembangan usaha meningkatkan pendapatan rumah tangga dan masyarakat berpendapatan rendah. Selain itu, hasil analisis regresi juga menunjukkan bahwa pengaruh pembiayaan Hal mengindikasikan bahwa dampak jangka pendek pembiayaan lebih terlihat pada peningkatan pendapatan dibandingkan pada ekspansi usaha. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat sebagian besar nasabah Mekaar menggunakan dana pembiayaan untuk menambah modal kerja harian, membeli bahan baku, serta memenuhi kebutuhan operasional jangka pendek, dibandingkan untuk investasi jangka panjang. Namun demikian, dalam jangka menengah, peningkatan pendapatan yang stabil berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas skala produksi dan meningkatkan inovasi usaha. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan peran strategis PNM Mekaar sebagai instrumen keuangan inklusif yang tidak hanya memperkuat struktur mikroekonomi, tetapi Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. juga mendorong mobilitas ekonomi perempuan di wilayah perkotaan seperti Bekasi Utara. Penelitian ini memiliki implikasi sosial yang signifikan, khususnya dalam berpendapatan rendah. Inisiatif pembiayaan seperti PNM Mekaar tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat usaha kecil yang umumnya dikelola oleh perempuan dan kelompok Akses pembiayaan yang lebih mudah secara langsung berdampak pada peningkatan mengurangi ketergantungan pada sumber pendapatan informal yang tidak stabil. Dari perspektif etika, terdapat kebutuhan untuk memastikan bahwa mekanisme pembiayaan dilaksanakan secara adil, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan, misalnya dalam skema angsuran pinjaman. Selain itu, seiring dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan program pembiayaan, perlu diperhatikan perlindungan kerahasiaan data nasabah serta peningkatan literasi digital penerima manfaat. Dengan demikian, pembiayaan mikro hanya dapat dikatakan berhasil apabila tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keadilan sosial Penelitian ini juga memiliki implikasi kebijakan yang penting bagi perencana pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam upaya penguatan kapasitas UMKM melalui akses pembiayaan mikro. Pemerintah daerah dan lembaga keuangan seperti PNM Mekaar perlu merancang kebijakan yang tidak hanya mempermudah penyaluran kredit, tetapi juga memberikan dukungan jangka panjang, seperti pelatihan manajemen usaha, transformasi digital UMKM, dan Kebijakan yang berbasis data empiris serta mengombinasikan pembiayaan dengan penguatan kapasitas usaha terbukti lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang merata dan berkelanjutan. Diperlukan pula sebuah sistem pemantauan dan evaluasi berbasis data yang lebih kuat untuk memastikan bahwa bantuan pembiayaan digunakan secara tepat dan benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan pelaku usaha. Pemerintah juga disarankan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta dan komunitas lokal, guna menciptakan lingkungan usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pasar. Di wilayah seperti Kecamatan Bekasi Utara dan daerah sejenis, pendekatan kebijakan yang terdesentralisasi dan partisipatif menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas program pembiayaan mikro di tingkat Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah dan PNM Mekaar untuk mengoptimalkan dampak program pembiayaan mikro antara lain sebagai berikut: Penyediaan Panjang Pendampingan Jangka Menyelenggarakan manajemen usaha gratis atau berbiaya rendah yang mencakup aspek operasional, serta terintegrasi dengan akses pembiayaan. A Mendorong digitalisasi UMKM e-commerce, pembayaran digital, dan manajemen disertai dukungan infrastruktur seperti akses internet di wilayah Penyederhanaan Proses Akses Pembiayaan A Mengurangi birokrasi pengajuan pinjaman mikro melalui digitalisasi formulir dan verifikasi daring, sehingga pelaku UMKM dapat mengakses pembiayaan secara lebih cepat dan mudah. A Menetapkan skema pembiayaan yang fleksibel, seperti suku bunga rendah atau masa tenggang pembayaran, khususnya bagi usaha mikro di wilayah perdesaan dan perkotaan A Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Sistem Pemantauan dan Evaluasi Berbasis Data A Melakukan menggunakan indikator seperti tingkat pengembalian pinjaman, pertumbuhan pendapatan UMKM, dan dampak sosial . isalnya penurunan tingkat kemiskina. untuk menyesuaikan program secara A Menerapkan platform digital untuk pembiayaan, disertai laporan berkala yang melibatkan pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait. KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa pembiayaan PNM Mekaar berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dan perkembangan usaha pelaku UMKM di Unit Mekaar Bekasi Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin besar pembiayaan yang diterima oleh nasabah, pendapatan yang diperoleh serta semakin berkembang usaha yang dijalankan. Program pembiayaan mikro berbasis kelompok seperti PNM Mekaar terbukti tidak hanya berfungsi sebagai penyedia akses modal, tetapi juga sebagai mekanisme pemberdayaan ekonomi melalui pendampingan, penguatan kapasitas usaha, dan peningkatan literasi keuangan. Secara teoritis, temuan penelitian ini memperkuat konsep inklusi keuangan dan teori pemberdayaan pembiayaan mikro yang pembiayaan formal memiliki efek berantai produktivitas, dan kemandirian ekonomi pelaku usaha kecil. Dari sisi praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program PNM Mekaar dapat menjadi katalisator pemberdayaan ekonomi perempuan dengan memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pembiayaan mikro berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat persaingan usaha yang tinggi seperti Bekasi Utara. SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan oleh pihak-pihak terkait. Pertama. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) disarankan untuk terus memperkuat program pendampingan nonfinansial, seperti keuangan, dan digitalisasi usaha mikro. Penguatan kapasitas ini penting agar pembiayaan yang disalurkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek terhadap peningkatan pendapatan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Kedua, pemerintah daerah dan diharapkan dapat memperluas akses serta melakukan inovasi dalam pembiayaan inklusif yang disesuaikan dengan karakteristik usaha di wilayah perkotaan. Inovasi tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat proses penyaluran pembiayaan, serta meminimalkan risiko kredit. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan wilayah penelitian dan menggunakan mengamati dinamika perubahan pendapatan dan perkembangan usaha dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan variabel mediasi, seperti tingkat literasi keuangan, intensitas pendampingan, atau dukungan sosial, guna memperkaya pemahaman mengenai mekanisme pengaruh pembiayaan mikro terhadap kinerja UMKM. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan program pembiayaan mikro seperti PNM Mekaar tidak hanya diukur dari besarnya modal yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberdayakan pelaku usaha di balik usaha Dalam perekonomian nasional yang menempatkan Gold & Solihat / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. UMKM memberikan dasar empiris bahwa investasi sosial melalui pembiayaan mikro merupakan strategi yang efektif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA