Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Peningkatan Keterampilan Kerja Pemuda melalui Pelatihan SDM berbasis Kompetensi di Yayasan Tajaul Karomah Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang Widowati1. Endang Puji Astutik2. Dira Karlina3 Universitas Pamulang. Indonesia dosen02302 @unpam. id1, dosen01682@unpam. id2, dosen01553@unpam. Submitted: 13th April 2025 | Edited: 30th June 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Widowati. Astutik. , & Karlina. Peningkatan Keterampilan Kerja Pemuda melalui Pelatihan SDM berbasis Kompetensi di Yayasan Tajaul Karomah Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 699-705. ABSTRACT The increasing demand for skilled labor in the workforce highlights the urgent need to equip youth with relevant competencies. In response, a community service program titled "Enhancing Youth Employability through Competency-Based Human Resource Training at Tajaul Karomah Foundation. Situ Gadung Village. Tangerang Regency" was conducted to improve the employability of local youth. The program aimed to develop participants' work-related skills through structured, competency-based training. The activity took place on May 4, 2025, at the Tajaul Karomah Foundation and was implemented by 15 lecturers from Pamulang University. A total of 45 participants joined the program, including local youth, community members, teachers, and students from Situ Gadung Village. The training was delivered through a combination of lectures, hands-on practice, group discussions, and Q&A sessions. Topics included soft skills, professional communication, and basic job readiness. The results showed a significant improvement in participantsAo understanding of workplace demands and their confidence in applying newly acquired skills. Participants expressed enthusiasm and requested further training opportunities. This community service initiative successfully contributed to the development of human resources at the village level, fostering greater readiness among youth to enter the labor market. Keywords: Youth Empowerment. Vocational Training. Community Service. Competency-Based Learning. Employability Skills PENDAHULUAN Pembangunan sumber daya manusia (SDM) berperan penting dalam mencapai daya saing nasional, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global (Firnanda & Nafiah, 2024. Pradiana, 2. Pelatihan berbasis kompetensi (Competency-Based Training. CBT) telah diidentifikasi sebagai pendekatan strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap dan sesuai standar industry (Ginandjar, 2023. Nurmillah, 2. Di Indonesia, implementasi CBT di berbagai lembaga vokasi telah menunjukkan potensi dalam menutup kesenjangan kemampuan teknis peserta (Areisy & Sudira, 2022. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Suyitno, 2. , namun masih ditemukan tantangan dalam hal akses dan kontinuitas pelaksanaan di wilayah perdesaan. Pemuda desa merupakan kelompok yang rentan terhadap pengangguran struktural akibat mismatch antara keterampilan yang dimiliki dan kebutuhan pasar kerja (Putra. Rahmaningtyas, et al. , 2. Meski memiliki potensi tinggi sebagai agen perubahan lokal, rendahnya akses terhadap pelatihan berkualitas menghambat peningkatan produktivitas mereka. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya fasilitas pendukung dan minimnya kemitraan antara institusi pendidikan dan dunia usaha di tingkat desa (Suwarsisri, 2. Beberapa studi menunjukkan bahwa pelatihan CBT di BLK dan lembaga sejenis efektif meningkatkan kesiapan kerja peserta dengan peningkatan penyerapan lapangan kerja mencapai 50Ae78 %, meskipun masih terbatas karena kondisi infrastruktur dan kurikulum yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan industry (Chairul & Sulaiman. Septiani, et al. , 2. Khususnya di Provinsi Banten, evaluasi pelatihan menunjukkan efisiensi tinggi, responsivitas materi, namun efektifitas absorpsi kerja masih perlu diperkuat. Kolaborasi antara pemerintah, industri dan akademik terbukti meningkatkan efektivitas pelatihan CBT di pusat vocational, dengan penyerapan kerja meningkat Pengintegrasian digital learning dan sertifikasi industri semakin menguatkan relevansi pengetahuan dengan standar kerja (Widayati & Pudjiarti, 2024. Suwanto, et , 2. , dan dapat diadaptasi pada konteks desa seperti Situ Gadung. Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, telah memiliki sejumlah program vokasi kompetensi bagi pemuda desa terkait kewirausahaan, namun cakupannya masih bersifat umum dan belum menyentuh kebutuhan spesifik desa seperti Situ Gadung (Diskum Kabupaten Tangerang, 2. Yayasan lokal seperti Tajaul Karomah memiliki potensi infrastruktur dan jejaring sosial yang kuat sebagai basis program pemberdayaan desa. Pelaksanaan pelatihan SDM berbasis kompetensi di desa yang menggabungkan materi teori, praktik langsung, diskusi, dan sesi tanya jawab dirancang untuk menjembatani gap antara sumber daya lokal dan kebutuhan kerja (Syamiya, 2. Metode ini sebelumnya terbukti meningkatkan self-efficacy dan kesiapan kerja peserta pelatihan (Putranto, et al. , 2022. Pricilla, et al. , 2. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Dengan latar belakang di atas, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini difokuskan pada peningkatan keterampilan kerja pemuda melalui pelatihan kompetensi yang diselenggarakan langsung di Yayasan Tajaul Karomah. Situ Gadung. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat potensi pemuda desa agar lebih adaptif dan produktif dalam memasuki dunia kerja atau usaha mandiri. METODE Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mengikuti tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Tahap perencanaan dimulai dengan identifikasi kebutuhan pelatihan yang relevan bagi pemuda dan masyarakat Desa Situ Gadung, khususnya dalam pengembangan keterampilan berbasis Tim yang terdiri dari 15 dosen Universitas Pamulang melakukan koordinasi awal dengan pengurus Yayasan Tajaul Karomah guna merancang materi, metode penyampaian, serta teknis pelaksanaan kegiatan. Sasaran program ditetapkan mencakup pemuda lokal, guru, pelajar, dan warga sekitar yang dinilai memiliki potensi untuk diberdayakan melalui pelatihan keterampilan kerja. Tahap pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan pada tanggal 4 Mei 2025 bertempat di Yayasan Tajaul Karomah. Desa Situ Gadung. Kabupaten Tangerang. Sebanyak 45 peserta terlibat aktif dalam kegiatan ini, yang terdiri dari pemuda desa, anggota masyarakat, guru, dan pelajar. Metode pelatihan yang digunakan mencakup kombinasi ceramah untuk penyampaian teori, praktik langsung untuk memperkuat keterampilan teknis, diskusi kelompok sebagai sarana pertukaran pengalaman dan solusi lokal, serta sesi tanya jawab untuk menggali kebutuhan dan umpan balik peserta. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan peserta secara Tahap akhir berupa pelaporan kegiatan mencakup dokumentasi proses pelatihan, evaluasi hasil kegiatan, serta penyusunan rekomendasi lanjutan untuk pengembangan program serupa di masa mendatang. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner umpan balik yang diisi oleh peserta guna mengukur efektivitas pelatihan dan tingkat kepuasan. Laporan akhir disusun oleh tim dosen pelaksana sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus referensi bagi institusi dan mitra lokal dalam Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. merancang program pemberdayaan lanjutan. Keseluruhan proses dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pihak yayasan dan tokoh masyarakat guna memastikan keberlanjutan dampak program. PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2025 bertempat di Yayasan Tajaul Karomah. Desa Situ Gadung. Kabupaten Tangerang. Acara dimulai pukul 08. 00 WIB dengan pembukaan resmi oleh perwakilan tim dosen dari Universitas Pamulang. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Yayasan Tajaul Karomah, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelatihan ini dan menggarisbawahi pentingnya peningkatan keterampilan kerja pemuda desa untuk menghadapi persaingan dunia kerja dan kewirausahaan. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Tim PKM yang menjelaskan tujuan, alur kegiatan, serta harapan atas keterlibatan aktif peserta. Sebelum memasuki sesi materi, peserta yang terdiri dari 45 orang meliputi pemuda desa, masyarakat umum, guru, dan siswa diberi orientasi tentang pentingnya pelatihan SDM berbasis kompetensi. Tim fasilitator menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi ekonomi desa, serta memperkuat soft skill dan mindset kerja produktif. Peserta juga diperkenalkan pada prinsip pelatihan berbasis kompetensi, yaitu berbasis output, berorientasi pada praktik, dan menekankan pada standar kerja dunia industri atau usaha kecil. Sesi pertama membahas konsep dasar pelatihan SDM berbasis kompetensi. Materi ini meliputi pemahaman tentang kompetensi . nowledge, skills, dan attitud. , pentingnya pemetaan kompetensi lokal, serta strategi penyusunan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan desa. Disampaikan pula bahwa model pelatihan ini menekankan pada capaian keterampilan nyata yang bisa langsung diaplikasikan di lapangan kerja atau usaha mandiri. Peserta dilatih untuk mengenali potensi diri dan peluang yang ada di lingkungan sekitar, sebagai landasan membangun keterampilan berbasis kebutuhan nyata. Materi kedua membahas keterampilan dasar produktif yang wajib dimiliki pemuda agar siap masuk ke dunia kerja atau membangun usaha. Pelatihan ini meliputi teknik manajemen waktu, etos kerja, kemampuan komunikasi, serta kerja tim. Melalui Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. simulasi dan diskusi kelompok, peserta diajak menyelesaikan studi kasus sederhana tentang tantangan kerja, komunikasi dalam tim, dan pengambilan keputusan cepat. Tujuannya adalah membentuk pola pikir produktif dan adaptif, yang menjadi fondasi kompetensi kerja apa pun. Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan keterampilan teknis yang dirancang berdasarkan potensi lokal desa Situ Gadung. Salah satu modul utama adalah pelatihan dasar pengelolaan produk olahan makanan rumah tangga . ome industr. , seperti keripik singkong, abon ikan, dan aneka camilan khas lokal. Peserta belajar tentang proses produksi, sanitasi, pengemasan, hingga pencatatan produksi sederhana. Pelatihan ini bertujuan agar pemuda memiliki keterampilan langsung yang bisa digunakan untuk memulai usaha mikro berbasis rumah tangga. Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan pada konsep digital marketing sederhana, yang kini menjadi kunci dalam pemasaran produk lokal. Materi meliputi cara membuat akun bisnis di media sosial (Instagram dan Faceboo. , teknik fotografi produk dengan HP, penulisan deskripsi produk yang menarik, dan strategi promosi menggunakan WhatsApp Business. Pelatihan ini dilakukan secara praktik langsung, di mana peserta diminta membuat akun bisnis dan melakukan posting produk hasil buatan mereka secara simulatif. Materi terakhir adalah simulasi perencanaan usaha kecil. Peserta dibagi dalam kelompok dan diminta menyusun mini business plan untuk usaha yang relevan dengan desa mereka. Dalam sesi ini, peserta mempelajari dasar-dasar perhitungan modal, strategi pemasaran lokal, pengelolaan stok, dan pencatatan keuangan sederhana. Fasilitator mendampingi peserta menyusun rencana usaha berbasis potensi masingmasing, seperti usaha olahan pangan, jasa servis HP, atau jual beli online barang kebutuhan desa. Setelah seluruh sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab terbuka. Banyak peserta aktif bertanya tentang kelanjutan pelatihan, peluang bantuan modal, hingga konsultasi ide usaha pribadi mereka. Diskusi ini menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi terhadap materi pelatihan, serta adanya keinginan kuat dari pemuda desa untuk segera menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam konteks nyata. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sebelum kegiatan ditutup, dilakukan evaluasi singkat terhadap pelaksanaan pelatihan melalui kuesioner dan diskusi reflektif. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta merasa mendapatkan manfaat nyata dari pelatihan ini, terutama dalam hal pengetahuan baru, keterampilan praktis, dan motivasi kerja. Acara ditutup secara resmi oleh pihak yayasan dan ketua tim dosen dengan penyerahan sertifikat partisipasi kepada Pelatihan ini memberikan dampak positif bagi peserta, terutama pemuda desa yang sebelumnya belum memiliki pengalaman kerja maupun wawasan keterampilan. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan teknis yang aplikatif, seperti produksi makanan olahan, penggunaan media sosial untuk bisnis, dan penyusunan rencana usaha sederhana. Selain itu, kegiatan ini memperkuat jejaring sosial antara pemuda, guru, dan pelaku komunitas desa, membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi Situ Gadung. KESIMPULAN Pelatihan SDM berbasis kompetensi yang dilaksanakan di Yayasan Tajaul Karomah Desa Situ Gandung menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang terstruktur, aplikatif, dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan pemuda. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan teknis peserta, tetapi juga membentuk sikap kerja yang lebih profesional dan produktif. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan dukungan lembaga sosial seperti yayasan, kegiatan pengabdian ini berhasil menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang nyata dan berkelanjutan. Pelatihan berbasis kompetensi terbukti efektif sebagai strategi peningkatan daya saing pemuda di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini sangat penting untuk memastikan dampak jangka panjang bagi pengembangan SDM di tingkat desa. DAFTAR PUSTAKA