ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 PREFERENSI PEMUDA TANI TERHADAP PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) DI KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT Youth Farmers Preference Towards Urban Farming In Tarogong Kidul Sub-Distric Garut Regency Dea Widyaningsih1. Ait Maryani1. Achmad Musyadar1 1Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Jl. Aria Surialaga Bogor 16119 Indonesia Email: awiyumna@gmail. ABSTRACT Tarogong Kidul District is included in the Regency Strategic Area (KSK) as an urban area. The preference of youth farmers to urban farming is very important in the implementation of urban farming activities in the District of Tarogong Kidul. Garut Regency. This study aims to analyze the level of youth farmers preferences, the factors that influence youth farmers preferences, and formulate strategies to increase youth farmers preferences towards urban farming. This study was carried out in Sukakarya Village. Sukagalih Village, and Jayaraga Village. Tarogong Kidul District. Garut Regency. The research sample consisted of 40 youth farmers aged between 15 - 35 years who were part of the farmer youth group, agricultural families, and farm laborers. The sampling technique uses purposive sampling and Slovin. Primary data collection using a questionnaire instrument. Data were processed using descriptive analysis techniques, multiple linear regression analysis, and Kendall's W concordance analysis. The results of the study showed that the preferences of young farmers reached 65% to choose / preference / like towards urban farming. Factors that influence the preferences of youth farmers to urban farming are the type of location and market orientation of urban farming. The strategy to increase the preference of youth farmers to urban agriculture can be done by introducing location-specific urban farming technology and utilizing idle land into productive land using targeted methods through extension Keywords: agricultural extension, preference, urban farming, youth farmers ABSTRAK Kecamatan Tarogong Kidul termasuk kedalam Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) sebagai kawasan perkotaan. Preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan pertanian perkotaan di Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat preferensi pemuda tani, faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pemuda tani, dan merumuskan strategi peningkatan preferensi pemuda tani teradap pertanian perkotaan. Pengkajian dilakukan di Kelurahan Sukakarya. Kelurahan Sukagalih, dan Desa Jayaraga. Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Sampel penelitian terdiri dari 40 orang pemuda tani yang berumur antara 15 - 35 tahun yang merupakan bagian dari kelompok pemuda tani, keluarga pertanian maupun buruh tani. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan Slovin. Data diolah menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, dan analisis konkordansi KendallAos W. Hasil pengkajian menunjukan bahwa preferensi pemuda tani mencapai 65% memilih/cenderung/suka terhadap pertanian perkotaan. Faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan adalah jenis lokasi dan orientasi pasar dari pertanian Strategi peningkatan preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan dapat dilakukan dengan adalah dengan pengen alan teknologi pertanian perkotaan spesifik lokasi dan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan metode yang tepat sasaran melalui kegiatan penyuluhan. Kata kunci: pemuda tani, penyuluhan pertanian, pertanian perkotaan, preferensi Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 PENDAHULUAN Kecamatan Tarogong Kidul termasuk kedalam Kawasan Strategis Kabupaten. Kawasan Startegis Kabupaten (KSK), sesuai dengan perda Kabupaten Garut nomor 29 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Garut tahun 2011 Ae 2031. Hal ini memungkinkan untuk dikembangkannya pertanian perkotaan sebagai bentuk sempit/kecil menjadi lahan produktif. Sebagai ibukota kabupaten. Kecamatan Tarogong Kidul. Kecamatan Tarogong Kidul cenderung Terjadi peningkatan di tahun 2017 sebanyak 129,303 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 97% (BPS Kecamatan Tarogong Kidul, 2018 dan 2. Kelompok usia pada masa produktif, rata-rata berusia 15-35 tahun, tercatat pada BPS tahun 2018 mencapai 46,015 jiwa. Bahkan menurut Permentan No. 7 Tahun 2013 mengenai Generasi Pemuda Pertanian, produktif berada pada rentang rata-rata 16 Ae 35 tahun. Preferensi atau kecenderungan terhadap suatu objek, memberikan perhatian, minat disertai dengan perasaan senang atau puas yang mengarahkan pada suatu pilihan tertentu. Preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan pertanian perkotaan. Hal ini agar dapat diketahui kesukaan pemuda terhadap pertanian perkotaan apakah sudah sesuai dengan preferensi pemuda atau tidak. Pada akhirnya arahan pertanian perkotaan sebagai salah satu solusi permasalahan Kecamatan Tarogong Kidul akan sesuai dan tepat sasaran. Pertanian perkotaan memberikan solusi untuk ketahanan pangan di Kecamatan Tarogong Kidul. Sampai pada tahun 2018. Kabupaten Garut dalam Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang mencerminkan kondisi kualitas air, udara, dan lahan baru mencapai 55,97 poin . angat kuran. Sementara dalam upaya mewujudkan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman, permasalahan pengelolaan sampah kota pada tahun 2018 baru 98% (RPJMD Kab. Garut 2019-2. Sumbangan ekologi kota karena pertanian perkotaan menjadi bagian sistem ekologis kota dan dapat memainkan peran yang penting didalam Kecenderungan atas dasar kepentingan ini dikembangkannya pertanian perkotaan di Kecamatan Tarogong Kidul. Adapun tujuan dari pengkajian ini deskriptif preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan, menganalisis faktorfaktor yang memengaruhi preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan, dan merumuskan strategi pertanian perkotaan berdasarkan preferensi pemuda tani di Kecamatan Tarogong Kidul. METODE PENELITIAN Kajian dilaksanakan pada Bulan Maret hingga Juli 2020 di di Desa Jayaraga. Kelurahan Sukagalih, dan Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul. Kabupaten Garut. Provinsi Jawa Barat. Populasi pengkajian terdiri dari 99 orang pemuda tani yang berumur antara 15 - 35 tahun yang merupakan bagian dari kelompok pemuda tani, keluarga pertanian maupun buruh tani. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan Slovin dengan galat error 10%, sehingga menghasilkan sampel sebesar 40 orang pemuda tani. Variabel yang digunakan dalam kajian ini terdiri dari satu variabel dependen (Preferens. (Karakteristik Individu. Kapasitas Individu. Pertanian Perkotaan, dan Eksternal Kegiatan Penyuluha. Indikator pada variabel dependen dibatasi Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 pada atribut, kepentingan, pengalaman. Pengumpulan instrument berupa kuesioner. Kemudian dilakukan wawancara secara mendalam terhadap beberapa pemuda tani dan ketua kelompok taruna tani. Pada saat pengambilan data tetap dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini terjadi akibat adanya pandemi Covid-19, kunjungan dibatasi. Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang memengaruhi preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan. Analisis KendallAos W dilakukan untuk merumuskan dan menetapkan strategi dalam meningkatkan preferensi pemuda Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 20 dan Microsoft Excel 2010. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Instrumen kajian memiliki data yang Hal ini berdasarkan uji prasyarat yang telah dilakukan yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji hesteroskedastisitas, dan uji Uji Kolmogorov Asym. Sig . -taile. 955 > 0. sehingga data dinyatakan normal. Pada uji linearitas (Linearity dan Deviation from Linearit. data dinyatakan bersifat linear. Data tidak terjadi hesteroskedastisitas karena data menyebar ada yang diatas angka nol dan dibawah angka nol. Berdasarkan uji multikolinearitas, alisis pengkajian ini tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas karena memiliki nilai Tolerance tidak kurang dari 0. 1 dan nilai VIF tidak lebih besar dari 10. Dari hasil disimpulkan bahwa pengolahan data dapat dilanjutkan pada analisis regresi linier Karakteristik Pemuda Tani Karakteristik responden merupakan bagian yang melekat pada diri pemuda Karakteristik responden pemuda tani di Kelurahan Sukakarya. Kelurahan Sukagalih dan Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut yang diteliti meliputi umur, jenis kelamin, dan lama pendidikan formal. Gambar 1. Umur responden Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat diketahui bahwa umur pemuda tani responden termasuk pada kategori remaja awal . %), diikuti oleh kategori umur remaja akhir . %), lalu dewasa awal dam dewasa akhir dengan ditribusi presentasi yang sama, yaitu 10%. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, banyak pemuda tani dari kategori umur remaja awal . mengikuti berbagai kegiatan pertanian (Gambar . Secara psikologis, masa remaja merupakan masa dimana individu mengalami peralihan diiringi dengan perubahan intelektual. Anak tidak lagi merasa berada di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkat yang sama, misalnya mayoritas dewasa. Pada lama pendidikan formal, kebanyakan lama pendidikan pemuda tani responden termasuk dalam kategori tinggi, yaitu berkisar antara 12-14 tahun dengan proporsi persentase sebesar 40% (Gambar Kurun waktu tersebut berada pada tingkat pendidikan SMP atau sederajat. Namun, ada pula pada tingkat pendidikan SMA. SD, dan perguruan tinggi. Hal ini Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 sejalan dengan penelitian Harniati dan Anwarudin . Nazaruddin dan Anwarudin . bahwa sebagian pemuda tani memiliki tingkat pendidikan formal SMP, sebagian kecil lainnya SD dan SMA. imigran baru tanpa pekerjaan, orang tua, atau perempuan pada khususnya. Gambar 3. Jenis Kelamin Gambar 2. Lama pendidikan formal Menurut jenis kelamin pemuda tani responden mayoritas adalah laki-laki . %) dan perempuan sebesar 45% (Gambar . Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiawan . , bahwa dominansi oleh laki-laki berhubungan dengan rasa tanggung jawab untuk mencari dan memenuhi kebutuhan rumah Namun, hal ini bertolak belakang dengan salah satu dampak pertanian perkotaan yang berperan dalam pembangunan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan, dan integrasi sosial yang kelompok-kelompok kurang beruntung seperti anak yatim piatu. Preferensi Pemuda Tani terhadap Pertanian Perkotaan (Urban Farmin. Preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan merupakan penilaian pemuda yang dijadikan pertimbangan saat melakukan pertanian di perkotaan dan menentukan tingkat adopesi pertanian pertkotaan oleh pemuda tani di suatu Penilaian tersebut dapat dilihat dan diukur melalui atribut, kepentingan, pengalaman, dan kepuasan. Hasil uraian preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan di Kelurahan Sukakarya. Kelurahan Sukagalih, dan Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul. Kabupaten Garut meliputi atribut, kepentingan, pengalaman, dan kepuasan dapat dilihat dalam Tabel 1. Tingkat preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan yang dikaji di ketiga desa tersebut dihitung berdasarkan skor akhir hasil dari akumulasi Tabel 1. Uraian Preferensi Pemuda Tani terhadap Pertanian Perkotaan Uraian Preferensi Pemuda Tani Atribut Kemudahan lahan dan untuk menambah estetika Kepentingan Dampak positif terhadap penghijauan dan kebersihan Pengalaman Hasil produk lebih bersih dan sehat Kepuasan Kualitas lingkungan yang meningkat indikator-indikator. Selanjutnya, preferensi dikelompokkan menjadi kategori dikotomi, yaitu hanya memiliki dua kategori. Berdasarkan hasil analisis dan kajian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 memilih/cenderung/suka pertanian perkotaan. Sebanyak 65% pemuda tani memiliki suatu perasaan kecenderungan yang mengarah pada Pilihan pertanian perkotaan. Sedangkan, 35% sisanya tidak memiliki kecenderungan terhadap pertanian p perkotaan di ketiga desa tersebut. Preferensi Pemuda Tani Tidak Gambar 4. Preferensi Pemuda Tani Hal-hal yang memengaruhi kecenderungan pemuda tani Kelurahan Sukakarya. Kelurahan dapat dijelaskan lebih lanjut dalam faktorfaktor yang memengaruhi preferensi pemuda tani. Analisis Regresi Liner Beganda Tabel 2 Model Summary menunjukkan nilai R square sebesar 834 atau 83. 4% dan nilai R2 yang telah disesuaikan (Adjusted R Squar. Hal ini menunjukkan kedua nilai koefien determinasi, terutama nilai Adjusted R Square yang digunakan menyatakan bahwa sebesar 9% kontribusi variabel yang dipilih pada variabel-variabel bebas dapat menerangkan keragaman variabel terikat . referensi pemuda tan. Sedangkan, sisanya sebesar 23. dapat dijelaskan oleh faktor lain diluar model yang digunakan dalam kajian ini. Dari hal tersebut, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut Y = 2. 217X3. 142X3. Tabel 2. Interpretasi Data Regresi Linier Berganda Variabel Adj. Konstanta Umur (X1. Pendidikan (X1. Jenis Kelamin (X1. Pengetahuan (X2. Keterampilan (X2. Sikap (X2. Jenis Lokasi (X3. Tipe Produk (X3. Orientasi Pasar (X3. Teknologi (X3. Kegiatan Penyuluhan (X. Nilai Faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan adalah jenis lokasi dan orietasi pasar dari pertanian Sedangkan faktor yang tidak Sig. Deskripsi Tidak signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan Signifikan Tidak signifikan Signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan memengaruhi preferensi pemuda tani adalah umur, lama pendidikan formal, jenis sikap, tipe produk, teknologi yang Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Faktor-Faktor Memengaruhi Preferensi Pemuda Tani terhadap Pertanian Perkotaan Dari hasil analisis regresi linier berganda didapatkan hasil keluaran berupa model Masing-masing pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dijelaskan melalui penjelasan berikut ini. Pengaruh Karakteristik Individu Hasil pengkajian pada tingkat bahwa nilai signifikansi umur, lama pendidikan formal dan jenis kelamin masing-masing sebesar 0. 254, 0. 73 dimana memiliki nilai signifikansi lebih besar dari nilai = Sehingga umur, lama pendidikan formal, dan jenis kelamin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap preferensi pemuda tani akan pertanian perkotaan di Kelurahan Sukakarya. Kelurahan Sukagalih, dan Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul. Pengkajian penelitian yang telah dilakukan oleh Pamungkaslara dan Rijnata . , bahwa usia, tingkat pendidikan, pengalaman dalam usaha tani, modal, dan penguasaan lahan, biaya awal masuk pertanian, pendapatan dari pekerjaan sektor lain dan hasil usaha tani tidak memiliki pengaruh yang regenerasi petani tanaman pangan di daerah perkotaan. Pendidikan formal tidak memiliki pengaruh terhadap preferensi pemuda, akan tetapi hal ini dapat dimaklumi karena hampir semua pemuda tani dalam pengkajian ini tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang Informasi pertanian hanya didapatkan dari lingkungan keluarga dan lingkungan Melalui pendidikan seseorang akan dibantu menyerap berbagai ilmu pengetahuan yang makin hari terus mengalami perkembangan (Harmayani dan Basri. Hal ini sejalan dengan penelitian Hutagalung dan Perdhana . bahwa pendidikan tidak memiliki pengaruh secara signifikan. Jenis kelamin secara parsial tidak signifikan pemuda tani terhadap pertanian Hal ini selaras dengan penelitian Hatija dan Sulistyaningsih . bahwa jenis kelamin tidak terhadap preferensi petani dalam memilih benih padi. Pengaruh Kapasitas Individu Nilai siginfikansi kapasitas individu 115, 0. 216, dan 0. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan sikap tidak memiliki pengaruh yang signifikan karena memiliki nilai siginifikansi lebih besar dari = 0. 05 pada taraf kepercayaan Pengetahuan memiliki pengaruh yang positif terhadap tingkat preferensi pemuda tani di Kelurahan Sukakarya. Kelurahan Sukagalih, dan Desa Jayaraga, namun secara parsial tidak preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan. Keterampilan pemuda tani memilki pengaruh yang negatif terhadap tingkat preferensi pemuda tani di ketiga wilayah, tetapi secara parsial tidak memengaruhi secara signifikan tingkat preferensi pemuda tani terhadap pertanian Sikap terhadap pertanian perkotaan memiliki pengaruh yang positif, namun, secara parsial tidak memiliki pengaruh yang Perbedaan tingkat kapasitas individu tidak mengurangi kecenderungan pertanian di perkotaan. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Pengaruh Teknologi Pertanian Perkotaan Pada variabel teknologi pertanian indikator tidak berpengaruh secara signifikan dan memiliki pengaruh yang positif terhadap preferensi pemuda. Nilai signifikansi tipe produk sebesar 336 dan teknologi sebesai 0. 250, di mana nilai sigifikansi tersebut lebih besar dari = 0. 05 sehingga tidak berpengaruh secara signifikan namun bernilai positif. Berdasarkan temuan di lapangan, pemuda tani cenderung melakukan kegiatan pertanian atas dasar alasan untuk mengisi waktu luang, untuk menambah pendapatan, belajar bertani sejak dini, dan Sehingga, mereka cenderung mengabaikan teknologi seperti apa yang digunakan. Nyatanya, pemuda tani kebanyakan masih menggunakan teknologi yang sederhana, misalnya hanya dengan polybag dan sebatas pemanfaatan lahan tidur. Tipe produk juga tidak memiliki pengaruh dengan preferensi pemuda tani terhadap Menurut responden, mereka tidak terlalu seperti apa yang mereka lakukan dan dapatkan dari kegiatan pertanian di Jenis lokasi berpengaruh secara signifikan dan bernilai positif terhadap preferensi pemuda tani akan pertanian perkotaan karena memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 005 (< =0. Pertanian memudahkan pelaku utama dan pelaku usaha. Terlebih lagi pada pelaku utama yang melakukan budidaya yang mudah dan karena akses pasar yang dekat. Namun, hal ini bertolak belakang dengan penelitian dari Wachdijono, et al . yang berpendapat, tanaman sayuran tidak menguntungkan jika dibudidayakan di lahan sempit. Terdapat pengaruh antara orientasi pasar dengan preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan. Hal ini karena nilai signifikansinya sebesar 039 (< =0. Didukung penelitian terdahulu oleh Rohit et al. pasar terjamin adalah alasan utama dipinggiran kota. Alasan yang lebih disukai petani untuk mempraktikan pertanian perkotaan di pinggiran kota adalah pasar yang terjamin. Pasar yang terjamin memberikan jaminan bahwa produk akan berada pada harga jual yang wajar. Pasar memainkan faktor yang penting dalam pertanian, terutama pada pertanian pinggiran kota karena sifat produk yang cepat Selain itu, karena sistem produksi pertanian di perkotaan dan pinggiran perkotan dekat dengan konsumen, maka produknya dapat terhubung dengan baik dalam hal masukan dan keluaran. Pengaruh Eksternal Kegiatan Penyuluhan Kegiatan penyuluhan memiliki nilai positif terhadap preferensi pemuda Namun, kegiatan penyuluhan pemuda tani, karena memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 176 yang lebih besar daripada nilai = 0. Meskipun tidak berpengaruh, tetapi memiliki pengaruh yang positif. Hal ini penyuluhan masih dibutuhkan oleh pemuda tani. Berdasarkan hasil penyuluhan dapat dinyatakan sangat Pernyataan sangat baik ini didasarkan pada mayoritas pemuda Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 tani sebanyak 80% menilai bahwa kegiatan penyuluhan sudah baik Pemuda tani tetap masih membutuhkan penyuluh, meskipun kehadiran penyuluh dan kegiatan penyuluhan yang dilakukan sudah cukup memenuhi kebutuhan pemuda tani terkait kegiatan pertanian di Penyuluh dapat berperan aktif dalam memberdayakan petani pada usaha pertanian di perkotaan (Huda dan Harijati, 2. Strategi Peningkatan Preferensi Pemuda Tani terhadap Pertanian Perkotaan Berdasarkan analisis Konkordansi KendallAos W dapat dirumuskan strategi untuk meningkatkan preferensi pemuda tani dalam bertani di perkotaan. Strategi tersebut dapat berupa pendidikan non pengenalan teknologi pertanian perkotaan berdasarkan spesifik lokasi dan kegiatan alternatif lainnya. Hal ini berdasarkan penelitian dari Nasisien et al. bahwa selain penggunaan greenhouse, hidroponik merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan hasil pada pertanian perkotaan. Selain itu juga, menurut Wachdijono et al. , dalam materi penyuluhan disampaikan teknik vertikultur (Giriwati et al. , (Kalantari et al. , akuakultur (Nursandi, 2. , dan beberapa teknik yang dapat digunakan dalam budidaya tanaman sayuran di lahan pekarangan (Rukayah et al. Setelah itu, dilakukan penyuluhan dan pelatihan secara intensif agar tingkat kepuasan dapat terbentuk. Agar kepuasan dan preferensi pemuda tani dapat dipertahankan, maka dapat dilakukan ekstentifikasi berupa perluasan wilayah kerja sama, kemitraan, dan perluasan pangsa pasar. Hal ini dapat juga meningkatkan tingkat profitabilitas dan Pelatihan budidaya tanaman sayuran telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggota PKK dan masyarakat lain yang mengikutinya. Hal ini mendorong para ibu untuk mencoba mempraktekannya di rumah masingmasing. Dengan demikian mewujudkan pertanian di perkotaan (Wachdijono. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan uaraian pada kajian ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Tingkat preferensi pemuda tani . rban farmin. sudah baik karena mayoritas pemuda tani . %) memilih/cenderung/suka terhadap pertanian perkotaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pemuda tani terhadap . rban farmin. adalah jenis lokasi dan orientasi pasar dari pertanian Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan preferensi pemuda tani terhadap pertanian perkotaan spesifik lokasi dan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan metode yang tepat sasaran melalui kegiatan penyuluhan. DAFTAR PUSTAKA