JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 IMPLEMENTASI PEMURIDAN DEEPER 3. 0 UNTUK MENINGKATKAN KEDEWASAAN ROHANI PENGERJA GEREJA DI GEREJA BETHEL INDONESIA TABGHA BATAM Robertus Suryady Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam Email: robertus@st3b. Abstract Spiritual maturity is the task of the church in cultivating the congregation according to what is written in Ephesians 4:13 until we have all achieved unity of faith and true knowledge of the Son of God, full maturity, and a level of growth that corresponds to the fullness of Christ. It is the responsibility of all parties to increase this spiritual maturity. Various methods are used to achieve this goal. One of them is discipleship which is included in the Deeper 3. 0 module. This article uses a qualitative method with a literature study approach and theological journals for writing. Meanwhile, the implementation uses sustainable discipleship techniques. The results found that through the implementation of the Deeper 0 discipleship module for the Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam workers, they provided successful results in their efforts to spiritually mature the congregation. Keywords: Discipleship. Maturity. Spriritual. Abstrak Kedewasaan rohani adalah suatu tugas gereja dalam membina jemaat sesuai dengan yang tertulis dalam Efesus 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Sudah menjadi tanggungjawab dari seluruh pihak untuk meningkatkan kedewasaan rohani Berbagai macam cara dilakukan agar tujuan ini tercapai. Salah satunya adalah pemuridan yang terkurikulum dalam modul Deeper 3. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan jurnal-jurnal teologi untuk penulisannya. Sedangkan untuk pelaksanaannya menggunakan teknik pemuridan berkelanjutan. Hasil yang ditemukan bahwa melalui implementasi modul pemuridan Deeper 3. 0 bagi Pengerja Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam memberikan hasil yang berhasil dalam upayanya mendewasakan rohani jemaat. Kata Kunci: Pemuridan. Kedewasaan. Rohani. PENDAHULUAN Gereja adalah utusan Kristus ke dunia untuk memberikan teladan di tengah-tengah perubahan dunia yang dipenuhi dengan kerusakan moral. Gereja harus memiliki moralitas yang tinggi dalam hal ini. Gereja harus memberi warna tersendiri ketika berada di masyarakat. Itu harus dilihat sebagai wadah yang mulia dan terbuka untuk orang yang melanggar hukum untuk dipulihkan dengan kuasa Roh Kudus. Gereja menjadi rumah sakit bagi mereka yang melanggar moral. Kebanyakan pengerja gereja dipengaruhi oleh model iman mereka, yang menyebabkan mereka tidak memiliki komitmen dan integritas yang tinggi terhadap hal beribadah, apalagi mengikuti kegiatan dan program yang diadakan oleh gereja. Mereka tumbuh secara rohani sangat lambat, sehingga mereka mungkin Kristen. Keduniawian juga menarik mereka dari Tuhan, sehingga standar kehidupan Kristen semakin merosot. Sementara beberapa pekerja yang telah ada dalam gereja telah melayani kemampuan untuk memenuhi kebutuhan gereja saat itu didirikan, karena minat pribadi, atau karena kasih pertama. Para pengerja Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam memulai pelayanan karena kasih Mereka tidak pernah menerima pelatihan khusus atau mengikuti pelatihan rohani, baik di dalam maupun di luar gereja, yang membuat mereka siap dan memenuhi syarat untuk melayani. Namun, mereka tinggal dan tinggal di lingkungan yang sangat menekankan pelaksanaan budaya, adat istiadat, dan tradisi. Karena itu, para pelayan Tuhan Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam rentan menjadi lemah dan gagal karena ujian, pencobaan, kesulitan, dan tantangan hidup. Selain itu, dengan tujuan menjadikan mereka karyawan gereja yang "radikal", ini menjadi lebih sulit. Gereja tidak dapat menjangkau dunia melalui anggota-anggota seperti ini. Gereja-gereja lain di sekitarnya pun belum membentuk program atau pembinaan JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 rohani yang berkesinambungan untuk meningkatkan kerohanian pengerjanya. Hal-hal inilah yang akhirnya mendorong gereja untuk melakukan pemuridan lebih dari visitasi kepada anggota mereka, agar mereka terus memperoleh pengajaran yang sehat yang sesuai dengan Firman Tuhan. Akibatnya, hal-hal yang bersifat budaya, tradisi, dan duniawi akan secara bertahap terkikis. Lebih dari itu, mereka dikerahkan pada tujuan pembentukan Ini akan membantu mereka memahami tujuan dan maksud dari semua kegiatan gereja, memberi mereka pemahaman tentang peran mereka sebagai anggota menjadi murid dengan hati melayani, dan membangun mereka menjadi pelayan yang baik yang memiliki dampak dalam hidup mereka. Gereja-gereja di Indonesia selalu mengalami kekurangan tenaga untuk pelayanan rohani. Seringkali, seorang pendeta tidak memiliki waktu untuk apalagi untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan rohani, karena ia sibuk dengan pelayanan kebaktian umum, pernikahan, dan penguburan. Telah lama kami menyadari betapa pentingnya menunjukkan peran kaum awam dalam tugas pelayanan Kita tahu bahwa jika kaum awam terlibat dalam tugas pelayanan gereja pelayanan rohani, taraf kerohanian jemaat akan meningkat dan gerejagereja akan berkembang lebih pesat. Gereja telah lama mengatasi masalah pemuridan, yang biasanya diajarkan sebagai bagian dari Amanat Agung, seperti yang disebutkan dalam Injil Matius 28:19-20. Menjadikan orang percaya . arga gerej. menjadi murid Kristus yang sejati, ditandai dengan memiliki karakter Kristus, adalah tujuan Jika pemuridan diperhatikan dan dipahami dengan benar, hal itu pada dasarnya terkait dengan tugas mendidik, mengajar, dan membimbing jemaat untuk memiliki murid yang Salah satu tujuan pemuridan pada dasarnya hendak membawa pengerja gereja memiliki kedewasaan Gunawan mengutip penjelasan E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Edmun Chan pemuridan adalah proses membawa warga gereja kepada pemulihan hubungan dengan Kristus, selanjutnya mereka dibina secara intens melalui pengajaran dan kedewasaan rohani. (Gunawan Agung Dalam hubungannya dengan masalah pemuridan, hal yang paling penting adalah keinginan dan keinginan setiap orang untuk belajar firman Tuhan. Salah satu tanggung jawab siswa adalah untuk belajar secara teratur dan Dengan demikian, setiap jemaat akan memiliki pengetahuan yang kedewasaan iman. Harrington mengatakan bahwa pemuridan adalah menolong orang untuk percaya dan mengikut Yesus, percaya meliputi seluruh pengajaran Alkitab yang memanggil kita untuk bersandar pada kasih karunia, janji-janji dan kuasa Allah, mengikut mencakup semua pengajaran Alkitab menanggapi Allah dengan ketaatan, kesetiaan, dan menjauhi dosa. (Harrington Absalom 2. Itu sebabnya Robby berpendapat bahwa tujuan dari semua pemuridan adalah menjadi serupa dengan gambar dan rupa Kristus. Hidup seperti Dia Hidup, bicara seperti Dia bicara, dan bersikap seperti Dia bersikap. (Christi Apin Militia 2. Itu berarti menjadikan orangorang percaya, murid-murid yang memiliki kedewasaan rohani seturut imannya yang bertumbuh dewasa. Kedewasaan tersebut akan mendatangkan keuntungan bagi Pemuridan juga menunjukkan bahwa proses memuridkan seseorang tidak berhenti di sana. itu harus dilanjutkan dengan pelipatgandaan. Karena itu, ketika satu jemaat menjadi murid, jemaat lain harus memuridkan petobat baru. Dalam penelitiannya Arifianto dkk. menjelaskan bahwa siklus pemuridan dapat menjadi sebuah proses yang berkelanjutan sebab tugas memuridkan tidak berhenti ketika seseorang berhasil (Alex. Reni, and Lembongan Paulus Karaeng 2. Karena tugas pemuridan berkaitan dengan mendidik, mengajar, membina, dan membimbing, pemuridan membutuhkan kemampuan komprehensif dari pendeta atau gembala jemaat untuk menjalankannya. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 Marbun menjelaskan bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki pendidik dalam gereja ialah kompetensi pedagogis yang memiliki beberapa unsur antara lain: kemampuan mengajar . eaching skil. , keteladanan dan menggembalakan. (Purim 2. Pendidikan jemaat, layanan pastoral, dan persekutuan adalah beberapa cara warga gereja dapat berusaha untuk menjadi lebih rohani. Gereja-gereja melakukan pendidikan jemaat dengan beberapa cara, seperti kelompok sel, seminar dan pelatihan, kelompok tumbuh bersama, konseling pastoral, dll. Jenis-jenis ini biasanya dilakukan secara parsial dan belum berkembang. Pemuridan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan anggota jemaat. Bertitik tolak dari apa yang disebutkan di atas, artikel ini berkonsentrasi pada desain pemuridan sebagai model berkelanjutan bagi jemaat. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 digunakan untuk menjawab pertanyaan menyeluruh, bersama dengan tahapan penelitian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Istilah AupemuridanAy . seringkali dikaitkan dengan Kisah Para Rasul 6:7. AuFirman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyakAy. Frasa ini menunjuk pada terjadinya proses orang- orang yang memenangkan kepada Kristus dan kemudian membimbingnya dari saat pertobatannya sampai menjadi seorang murid yang kokoh, berserah, mengabdi, berbuah, dan dewasa. dan pada suatu waktu dapat mengulangi proses itu dalam kehidupan orang lain. (Eims LeRoy 2. Pemuridan berasal dari kata dasar AomuridAo yang mendapat imbuhan Aope-anAo. Kata murid memiliki pengertian seorang yang sedang berguru atau belajar, (Departemen P dan K 1. Dalam bahasa Yunani, kata murid di sebut mathetes yang merupakan asal kata dari (Newman Barclay M 1. Dalam bagian Injil Matius 28:18-20, terdapat istilah "murid". Dalam konteks ini, murid tersebut merujuk kepada seseorang yang tidak hanya belajar atau mendapat guru di sekolah, tetapi juga aktif dalam mengajar dan mengikuti petunjuk dari Dalam surat 1 Petrus Pada pukul 2:21 dijelaskan bahwa semua murid adalah orang yang mengikuti contoh atau pola dari Pelatihan adalah salah satu prinsip dasar yang penting bagi gereja, karena pelatihan adalah inti dari tujuan Gereja adalah tempat yang Allah gunakan untuk menjalankan rencana besar yang diberikan-Nya sebelum Ia pergi ke surga, yaitu untuk membuat orang menjadi murid-Nya. Jadi, pemuridan bukanlah suatu kegiatan gereja yang dilakukan oleh pendeta atau jemaat, tetapi itu adalah perintah utama dari Yesus Kristus. pelaksanaan pemuridan bisa dilakukan melalui hubungan antara orang-orang. Ini bisa melibatkan satu orang yang menjadi guru dan tiga atau empat orang yang menjadi murid. Ini juga bisa dilakukan melalui kelompok kecil yang terdiri dari orang-orang yang menjadi guru dan orangorang yang menjadi murid. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode study pustaka. Menurut Zed yang dikutip oleh David Eko Setiawan dalam jurnalnya yang Signifikansi Salib Bagi Kehidupan Manusia dalam Teologi Paulus bahwa metode studi pustaka merupakan serangkaian kegiatan yang pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat serta mengolah bahan (Setiawan Eko. David 2. Atau Menurut Sarwono yang dikutip oleh Patrecia Hutagalung dalam jurnalnya yang berjudul Pemuridan Sebagai Mandat Misi Menurut Matius 28:18-20, studi kepustakaan merupakan suatu studi pengumpulan data-data berupa dokumen-dokumen (Hutagalung Patrecia Untuk melakukan studi pustaka terhadap berbagai sumber pustaka berupa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Metode kualitatif, kuantitatif, studi pustaka, dan tafsir adalah beberapa metode yang digunakan untuk memecahkan masalah. Metode yang JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 Yang mengembangkan generasi pertama dalam kepemimpinan, dan akan Pemuridan juga dapat berjalan dengan cara bersama, dimana proses pemuridan ini harus memiliki tempat yang khusus di suatu gereja. Dan perlu memusatkan perhatian (Jenson Ron Dari penjelasan di atas, pemuridan dapat diartikan sebagai suatu proses yang dengan sengaja dilaksanakan dalam jangka waktu yang panjang. Serta pemuridan dapat dilakukan secara pengalaman- pengalaman rohani yang dialami oleh individu itu sendiri. Pemuridan juga merupakan komunitas yang secara kontinuitas untuk terusmenerus menjalankan Amanat Agung. Pemuridan akan selalu mendukung bertumbuh di dalam Tuhan. (Panuntun Daniel Fajar 2019. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 sebagai hakim tapi sebagai rekan seiman yang membimbing dan menguatkan dan berdiri bersama dalam mendengarkan permasalahan dan tantangan jemaat pendewasaan rohaninya. (Widiada Gede Pada intinya gereja bertanggung jawab dalam membina jemaat dalam hal menyangkut talenta dan karunia. (Marbun Purim 2. Pemuridan menurut Ronal W. Leigh adalah suatu proses yang sengaja dimana seorang Kristen yang telah dewasa rohani membina orang Kristen lain baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu periode waktu tertentu sehingga bertumbuh menjadi orang Kristen yang (Leight 1. Menurut Le Roy Eims, pemuridan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk memenangkan orang kepada Kristus dan kemudian membimbing mereka dari saat pertobatan sampai menjadi seorang murid yang dewasa. (Eims DASAR ALKITAB Dalam Perjanjian Lama, pemuridan dilakukan oleh Musa untuk bangsa Israel dalam Kel. 3:15-18. 4:10-16. 18:20-21. Pola pemuridan yang Musa lakukan adalah melakukan tugasnya. Kemudian nabi Elia juga melakukan pemuridan dengan cara memilih Elisa untuk menolongnya dan meneruskan pekerjaannya . Raj. 19:1921. 2 Raj. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, pola pemuridan Tuhan Yesus terhadap kedua belas murid-muridNya (Mat. 4:18-. Sebelum Yesus mengutus murid-murid-Nya. Yesus terlebih dahulu melengkapi mereka dengan Firman Tuhan mengikutsertakan para murid untuk terlibat dalam pelayanan-Nya. Dan Paulus memuridkan Timotius . Tim. 1:18-. Paulus menggunakan pola yang sama dengan yang dilakukan Yesus. Dimana Paulus memperlengkapi Timotius dengan Firman Tuhan pengetahuan yang praktis. Serta Paulus Timotius perjalanan pelayanannya agar Timotius dapat belajar langsung melalui hidup Paulus, cara berkhotbah, dan cara mengajarnya (Kis. PRINSIP PEMURIDAN. Pertumbuhan gereja bukan hanya menjadikan orang yang tidak percaya menjadi percaya kepada Kristus, tetapi juga menjadikan mereka orang-orang yang dewasa rohani dan bertanggung jawab. (Farida Helen 2. Proses kedewasaan rohani memang sepenuhnya campur tangan Roh Kudus yang memberi pertumbuhan, namun bukan berarti individu dan gereja lepas tangan dalam proses pertumbuhan iman jemaat hingga mencapai kedewasaan rohani seutuhnya hingga kesempurnaan penuh dalam Kristus Yesus 1 Korintus 3:6, namun bukan berarti gereja menjadi yang paling merasa berjasa dalam proses tersebut. (Masrina Desy. Muryati Seseorang yang telah lahir baru membutuhkan peran aktif gereja dalam menjalani proses pendewasaan rohani agar memiliki karakter Kristus melalui karya penebusan. (Novel Priyatna Dalam proses pendewasaan jemaat, gereja harus bisa berdiri sebagai guru yang mengajar dan juga sebagai konselor yang mau mendengarkan dengan sabar dan penuh empati, bukan JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 Tujuan Pemuridan Pemuridan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan suatu gereja. Tujuan dari dilaksanakannya pemuridan adalah untuk menuntun jemaat dan pengerja gereja untuk mengerti rencana Allah yang kekal dalam kehidupannya yaitu tentang rencana penyelamatan Allah bagi orang percaya yang mengasihi-Nya Kor. 2:9-. Pemuridan yang dilakukan oleh gereja juga bertujuan untuk mengajar doktrin kekristenan, sehingga anggota jemaat dan pengerja tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang sesat. Selain itu, tujuannya juga untuk membimbing jemaat semakin mengenal Allah sehingga mereka bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, memotivasi jemaat untuk terlibat di dalam pelayanan, memberikan latihan-latihan kepada jemaat yang sedang dimuridkan, dan membina kehidupan kerohanian jemaat sehingga menjadi seorang yang dewasa dalam Kristus. Program pemuridan di Gereja Berhel Indonesia Tabgha Batam dibuat untuk memastikan bahwa setiap pengerja yang memutuskan untuk menjadi murid di kelas pemuridan harus dengan Kristus. Untuk menunjukkan kesengsaraan dengan Allah, seseorang harus mengejar sikap atau karakter yang mirip dengan Kristus. Dalam hal ini, tindakan, perkataan, dan pikiran Kristus memenuhi kehidupan setiap Praktisnya, diharapkan para murid dapat bermanfaat bagi sesama di mana pun mereka berada, termasuk di gereja mereka sendiri. Mereka tidak harus menjadi beban bagi orang lain. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Isi dari model pemuridan kontekstual ini adalah adanya prinsip pengembangan, atraksional, misional, dan organic dengan tingkat keberhasilan, dimana para murid berhasil memuridkan kembali. (Panuntun Daniel Fajar Pemuridan kontekstual ini dapat digunakan oleh berbagai denominasi gereja. Pemuridan ini juga dapat menjadi pengawas dalam kehidupan orang percaya agar kehidupan sepenuhnya di dalam kebenaran firman Tuhan. Sehingga tujuan akhir dari pemuridan kontekstual ini dapat tercapai yaitu untuk multipikasi hingga setiap orang dapat dimuridkan dan menjadi murid Yesus bersama-sama Kristus. Pemuridan kontekstual ini juga dapat dilakukan dalam bentuk komunitas sebagai suatu bentuk tanggapan akan problema postmodern yang sedang berkembang yang juga secara bersamaan menyerang Alkitab. (Panuntun 2020. Untuk itu gereja perlu bergerak cepat, dan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah gereja ikut andil dalam pelayanan pemuridan seperti yang terdapat dalam Amanat Agung. Pelayanan ini dapat dilakukan dengan cara pelayanan pribadi. Pemuridan merupakan pelayanan yang harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak dapat berjalan secara instan sehingga akan memerlukan tahap-tahap yang cukup panjang. (Panuntun 2020. Pemuridan Tanggung Jawab Semua Orang Percaya Menurut Edmund Chan. Aupemuridan merupakan suatu proses membawa orang ke dalam hubungan yang dipulihkan dengan Allah dan membina mereka menuju kedewasaan penuh di dalam Kritus melalui rencana pertumbuhan yang intensional, sehingga mereka juga mampu melipatgandakan keseluruhan proses ini kepada orang lain. Ay (Edmund Chan 2. Pemulihan hubungan tersebut diperoleh dari karya Yesus Kristus di kayu Salib Kristus merupakan berita yang paling inti dari pewartaan kabar baik. Bahkan bagi Rasul Paulus, salib Pemuridan Kontekstual Pemuridan merupakan pemuridan yang memiliki karakteristik bersifat alkitabiah. Hal ini menunjukkan bahwa Alkitab adalah dasar atau pusat pembelajaran dari proses pemuridan secara kontekstual. Pemuridan kontekstual ini juga dapat pembelajaran yang fokusnya hanyalah mempelajari kebenaran Firman Tuhan secara holistic-kontekstual dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari110 JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 merupakan titik peralihan bagi situasi Ketika manusia jatuh dalam dosa, maka sejatinya manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:. , dan upah dari dosa itu adalah maut (Roma 6:. Keberdosaan manusia ini, membuat hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak, dan manusia pun akhirnya mengalami penurunan karakter. Untuk inilah Yesus memberikan nyawa-Nya di atas kayu pendamaian atau pemulihan hubungan dengan Allah. Dari pemuridan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mendewasakan kehidupan rohani orang percaya untuk menjadi serupa dengan Kristus. Ketika kedewasaan rohani, maka orang tersebut dapat membantu orang-orang percaya lain yang masih tergolong dalam bayi rohani untuk menjadi memuridkan mereka. Proses ini tidak dapat berjalan dengan waktu yang Sebab memuridkan ini dilakukan, maka akan banyak kendala yang akan dihadapi, seperti waktu sang mentor ataupun menteenya atau kendala lainnya yang bisa saja menghambat berjalannya proses pemuridan dengan baik. Setiap orang percaya memiliki mengembangkan karakternya agar Kristus. Proses pemuridan akan membantu atau orang-orang bersama-sama dengan orang percaya lainnya untuk saling melengkapi dan mengembangkan karakter Kristus di kehidupan orang- orang percaya dapat menjadi terang dan garam bagi orangorang disekitarnya. Orang percaya yang telah mengalami pertumbuhan rohani melalui pemuridan juga akan mengalami (Gunawan Agung Untuk mencapai keserupaan dengan Kristus, maka gereja perlu memiliki komitmen untuk terus konsisten dalam membawa anggota jemaat untuk E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 bertumbuh di dalam Kristus. Dalam hal ini juga diperlukan peran aktif dari seluruh anggota gereja termasuk majelis jemaat. Dalam proses pemuridan ini juga diperlukan tempat yang ideal untuk Dan tempat yang paling efektif untuk melakukan proses pemuridan ini adalah gereja local. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian, proses pemuridan ini mulai hilang dari dalam gereja local, dimana proses pemuridan hanya sekedar event atau acara dan hanya terjadi satu kali seminggu saja. Pemuridan Tanggung Jawab Gereja. Ketika murid-murid menerima tugas tersebut, mereka tetap melanjutkan tugas Amanat Agung tersebut bersama dengan para pengikut lainnya. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul. Dan hal ini terus dilakukan dan pada akhirnya sampai pada gereja masa kini. Itu sebabnya pemuridan merupakan tugas gereja masa kini dan gereja harus memberikan perhatian terhadap pelayanan pemuridan Walaupun pada umumnya Injil Matius 28:18-20 sering dipahami sebagai tugas Hal ini disebabkan focus gereja maupun orang percaya hanya pada kata AopergilahAo. Sementara dalam teks tersebut, tidaklah hanya berbicara tentang tugas penginjilan atau bermisi saja, melainkan setelah melakukan pewartaan kabar baik ke seluruh bangsa, ada tugas lainnya yang harus gereja lakukan yaitu memuridkan dan juga mengajarkan mereka tentang ajaran Kristus. Dalam pelaksanaan tugas memuridkan saja, namun sebelum gereja melakukan tugas tersebut gereja terlebih dahulu dimuridkan. Dalam pelaksanaan pemuridan ini, perlu diketahui bahwa pemuridan bukanlah semata-mata tanggung jawab orang-orang percaya saja, namun juga merupakan tanggung jawab gereja. Berdasarkan Injil Matius 28:18-20, dapat diketahui bahwa Kristus telah memberikan tugas pemuridan pada waktu itu kepada murid-murid-Nya. Dan hal ini menjadi suatu keharusan bagi gereja-gereja agar anggota jemaatnya semakin mengenal Kristus dan menjadi seperti Kristus. Gereja perlu menyadari bahwa pemuridan tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan pelayanan gereja, sehingga JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 gereja perlu melakukannya secara terencana dan sistematis dengan tujuan agar setiap anggota jemaat ataupun anggota gereja dapat bertumbuh dalam iman yang kuat dan semakin serupa dengan Kristus. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Yaitu kehidupan baru yang dinyatakan melalui watak yang baru dalam kehidupan seharihari. Gereja yang melakukan pelayanan pemuridan, akan menghasilkan anggota atau jemaat yang memiliki kedewasaan dalam rohani. Jemaat akan terbangun dan Jemaat memperlihatkan atau mempertunjukkan karakter Kristus di dalam kehidupannya. Sehingga, jemaat dari gereja yang melakukan pelayanan pemuridan tidak menjadi batu sandungan bagi orang Jemaat cenderung akan memberikan perhatian Sedangkan jemaat yang belum bertumbuh secara rohani cenderung akan menjadi pribadi yang akan menciptakan masalah di dalam gereja. Ia tidak akan mau pertumbuhan gereja. Dengan adanya jemaat yang matang secara rohani, maka beban digereja semakin berkurang, dimana setiap anggota jemat dapat terlibat dalam pelayanan pemuridan. Anggota jemaat yang sudah dewasa rohani, membantu anggota jemaat yang belum bertumbuh untuk menjadi serupa dengan Kristus. Sehingga dengan demikian, di dalam gereja akan tercipta keharmonisan baik antara jemaat dengan gembala ataupun antara jemaat yang satu dengan yang lainnya. Terlibat dan Setia dalam Pelayanan Setiap anggota jemaat yang sudah mengalami pertumbuhan secara rohani, maka mereka akan memiliki kerinduan untuk melayani. Dan ketika mereka pelayanan maka mereka akan totalitas di dalam pelayanan tersebut atau pelayanan mereka akan efektif. Hal ini dikarenakan dalam hidup mereka ada tujuan untuk maksimal, termasuk dalam hal pelayanan di gereja. Bahkan anggota jemaat yang sudah bertumbuh tersebut akan menyadari bahwa pelayanan bukanlah suatu pilihan dalam hidup mereka melainkan suatu keharusan bagi setiap orang percaya yang Dampak Pemuridan bagi Gereja Setelah gereja dan orang percaya melakukan Amanat Agung yang terdapat dalam Injil Matius 28:18-20 tentang pemuridan, maka ada dampak yang akan diperoleh baik bagi orang percaya maupun bagi gereja. Di dalam suatu gereja tentunya banyak terdapat Kemajemukan itu dapat berupa beragamnya tingkah laku jemaat ataupun seluruh anggota gereja. Banyaknya kemajemukan ini, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya konflik dan sebagainya. Krisis karakter yang semakin hari semakin berkembang dalam kehidupan manusia membuat suatu harapan besar untuk munculnya orang-orang yang berkarakter ungul. (Eko 2. Ketika gereja mulai kehilangan konsentrasi dalam hal ini, maka akan timbul ketidakharmonisan di dalamnya. Untuk itulah gereja perlu menyadari dan pelayanan pemuridan. Pemuridan yang dilakukan gereja, haruslah berpatokan pada kebenaran firman Tuhan. Dimana gereja membawa anggota-anggota atau jemaat-jemaat bersama di dalam Tuhan sehingga akan mencapai keserupaan dengan Kristus. Ada banyak dampak positif dari dilaksanakannya pelayanan pemuridan. Pertumbuhan Kedewasaan Rohani Sebelum pertumbuhan rohani, yang dilakukan melalui proses pemuridan, setiap anggota jemaat haruslah terlebih dahulu mengalami kelahiran baru. Kelahiran baru merupakan karya Roh Kudus dan dilakukan Allah pada diri seseorang di dalam Kristus yang berdampak pada hubungannya dengan Allah, sesame manusia, dunia dan kehidupan seharihari. Yaitu kelahiran baru memberikan identitas baru, sebagai anak-anak Allah . Yoh. Seorang yang telah JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 telah mengenal Kristus. Sehingga pelayanan yang mereka lakukan akan semakin berkembang dan menghasilkan buah bagi orang-orang disekitar mereka termasuk bagi gereja. Berbeda dengan anggota jemaat yang masih tergolong dalam bayi rohani, mereka akan cenderung menolak atau tidak ingin terlibat dalam pelayanan di gereja, hal ini bisa saja diakibatkan karena dalam hidup mereka tidak ada tujuan yang ingin mereka capai. Mereka tidak ingin direpotkan dengan kesibukan di Anggota jemaat yang seperti ini tidak akan pernah mengalami apapun khsususnya dalam pelayanan di Memiliki Iman yang Hidup Kedewasaan dialami anggota jemaat melalui proses pemuridan akan menghasilkan buah yang matang juga. Yaitu anggota jemaat memiliki iman yang hidup di dalam Kristus. Perkembangan zaman yang semakin canggih bahkan adanya pluralism . jaran tentang keselamatan tidak hanya dari Yesus saj. ditengahtengah zaman pada saat ini akan membawa dampak bagi setiap orang percaya maupun bagi gereja. Gereja yang melakukan pemuridan akan mengajarkan ajaran yang benar kepada anggota jemaatnya, sehingga anggota jemaatnya tidak mudah terpengaruh tehadap orang-orang yang mengajarkan suatu ajaran diluar dari yang telah mereka peroleh dari dalam gereja. Anggota jemaat akan tetap bertahan dengan iman mereka yang berdasarkan iman kepada Kristus. Bahkan ketika mereka mengalami kesulitan dalam perjalanan hidup mereka, mereka tidak akan mudah menyerah. Sedangkan anggota jemaat yang masih bayi rohani atau belum matang secara rohani akan mudah terombang-ambingkan dengan pengajaran yang sesat. Hal ini disebabkan anggota jemaat kurang mengerti tentang ajaran Kristus, tidak memiliki dasar iman yang kuat di dalam Kristus, bahkan mereka akan mudah menyerah ketika mereka mengalami Gereja merupakan ciptaan Allah, dan Yesus Kristus adalah kepalanya. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Gereja juga merupakan sebuah organisme yang hidup. Gereja dapat berkembang dan bertumbuh melalui perbuatan Allah, dan bukan karena perbuatan manusia. Dalam 1 Kor. 3 diceritakan tentang Paulus yang sedang berbicara mengenai perpecahan jemaat dalam gereja. Apolos mempunyai pengikutnya dan Paulus juga memiliki Dalam memberikan penjelasan tentang pertumbuhan gereja. Paulus menuliskannya dalam 1 Kor. 3:6, dalam pasal ini Paulus mengakui tentang proses pertumbuhan gereja secara supernatural. Dimana ia mengakui bahwa setelah semua pertumbuhan itu tergantung pada Allah. Pertumbuhan gereja adalah adalah kenaikan yang seimbang dalam kuantitas, kualitas, dan kompleksitas organisasi sebuah gereja local. Ketiga komponen ini sangat berperan atau berpengaruh terhadap pertumbuhan gereja secara seimbang atau sehat. Sebuah gereja akan dikatakan tidak bertumbuh secara sehat, jika kenaikan dari ketiga komponen tersebut tidak seimbang. Cara Melakukan Pemuridan di Gereja Untuk mencapai tujuan dari pelaksanaan pemuridan tersebut, maka gereja dapat menggunakan beberapa cara, seperti: memberikan pengajaran Firman Allah melalui ceramah, penyelidikan . emberikan kesempatan kepada anggota jemaat yang dimuridkan untuk menyelidiki dan mempelajari Firman Tuhan secara mandiri lalu diberikan penilaia. , membuat diskusi yang di dalamnya terdapat tanyajawab, tanggapan, memberikan ayat-ayat Alkitab untuk dihafal. Gereja juga dapat menggunakan cara memberikan latihan untuk memimpin kelompok PA, melatih jemaat untuk menyampaikan khotbah dengan baik, dan lain sebagainya. Hasil dan Pembahsan berisi hasilhasil Tuliskan temuan-temuan yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dan harus ditunjang oleh data-data yang memadai. Hasil-hasil penelitian dan temuan harus bisa menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian di bagian pendahuluan. Lakukan juga diskusi atau pembahasan terhadap hasil yang ditemukan dengan cara membandingkan pendapat, pandangan. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 atau temuan penelitian yang sudah ada, baik yang kontradiktif maupun yang sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di atas. Jika pada bagian pembahasan dan hasil membutuhkan uraian sub-sub bagian, maka penulisan sub judulnya harus menggunakan format huruf besar di setiap awal kata, kecuali konjungsi, seperti ditunjukkan berikut ini. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Mencari tempat di Surga (Yoh 14:. Menyesuaikan diri . dengan Hanya menikmati berkat. Pengikut atau murid Berdoa dan membaca Alkitab untuk mengenal Tuhanl lebih dalam Taat Tuhan Belajar menundukan diri kepada otoritas diatasnya Pikul Salib Hidupnya diselaraskan dengan apa yang diajakrkan Firman Tuhan Mencari hubungan dengan Tuhan (Yoh 14:. Sadar dan menolak untuk menjadi serupa dengan dunia. Berbuah bagi Kristus. MATERI DEEPER YANG DI PAKAI SEBAGAI PEMURIDAN. Bab-1. Amanat Agung (Datang PadaK. Karena itu pergilah, jadikanlah bangsa murid-Ku baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka sesuatu yang telah Kuperintahkan Dan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai Tuhan menciptakan dengan tujuan. Amsal 16:4a. Lukas 1:17 Beberapa ciri murid Kristus Mengutamakan Kerajaan Sorga Mengasihi Tuhan dan perintahperintahNya Tunggal dalam Dia dan FirmanNya dalam kita Tertanam dan mau diajar Pikul salibNya Melayani, mengajar, bersaksi Mengasihi sesama Menyembah beribadah Ketaatan Kamu akan kujadikan Penjala manusia. Matius 4:19. Kisah 1:8 Jadikan segala bangsa muridku. Matius 28:19-20 Mempersiapkan umat bagiNya Ajar untuk mencari Wajah Tuhan dan Menyembah Tuhan. Letakkan dasar-dasar iman dan ajar untuk bertumbuh diatasnya Mengajarkan nilai-nilai kerajaan Sorga Mendorong berubah untuk memiliki keserupaan dengan Kristus Ajar hidup dalam kasih. Ajar agar hidup dalam kehendak Tuhan Melangkah menjadi murid Kristus Tertanam. Mazmur 1:3. Tanah memproses (Yohanes 12:. Tanah memberi perlindungan (Matius 13:. Tanah memberi air (Ayub 14:8-. Tanah memberi topangan (Matius 13:. Mendengar. Yesaya 50:4 Mau diajar. Kisah 2:41-42 Melayani, 1 Petrus 4:10 Panggilan Tuhan Yesus: Datang kepadaKu. Matius 11:28. Yohanes 3:16. Efesus 2:8 Datang ikuti Aku. Matius 4:19. Matius 16:24. Matius 10:38 Orang Percaya Berdoa dan membaca Alkitab hanya ketika ada pergumulan Taat hanya ketika nyaman, tidak terlalu menuntut Tidak mudah menundukan diri kepada otoritas di atasnya Mengambil manfaat salib. Firman Tuhan di putar-putar agar selaras dengan hidupnya. Bab-2. Barang Siapa Menang Pertandingan Hidup Janji Tuhan: Wahyu 2:7b. Wahyu 2:11b. Wahyu 2:17b. Wahyu 2:26. Wahyu 3:5. Wahyu 3:12. Wahyu 3:21. Pemenang harus bertanding: Ibrani 12:1, 1 Korintus 9:25a. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 Mengapa harus bertanding ? Dahulu adalah kegelapan: Galatia 4:8. Efesus 5:8 Musuh tidak pernah tidur: Yohanes 10:10, 1 Petrus 5:8 Musuh didalam diri sendiri: Roma 7:18-19. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Dari Dalam / Daging : Galatia 4:29. Roma 7:19. Galatia 5:16-17 . Hidup oleh Roh : Galatia 5:16-17 . Memikirkan yang benar : Roma 8:5 . Usir kebiasaan dagung : Galatia 4:30 . Jaga langkah hidup : Amsal 4:26-27 Penghulu Dunia Yang Gelap: Efesus 6:12 Doa dan penyembahan: 1 Samuel . Tunduk : Yakobus 4:7 Musuh-musuh yang harus dihadapi: Dari luar / Dunia: 1 Yohanes 2:1516 . Keinginan daging A Keinginan memuaskan indera A Yakub dan Esau: Kejadian 25 A Israel di padang Gurun : Kel 16:3. Bil 11:4. Maz 78:18 A Yohanes 6:26 : cari Tuhan bukan A Hubungan seksual terlarang. Keinginan mata. A Keinginan keinginan untuk memiliki apa yang kita lihat. A Daud dengan Batsyeba : 2 Samuel 11:2-4 A Tidak meringtangi mata : Pengkhotbah 2:10 . Kengkuhan hidup. A Kebanggaan keinginan untuk meningkatkan mendorong diri snediri A Keinginan ubtuk meningkatkan reputasi kita sendiri. Upaya untuk mendapatkan sorotan yang menyinari diri kita sendiri. A Menunjukkan seseorang, mungkin dari cara kita berbicara atau cara kita A Membeli barang yang tidak kita A Dengan uang yang tidak kita A Untuk membuat terkesan orangorang yang tidak kita sukai. Menghadapi keduaniawian A Jangan dibimbing oleh nilai-nilai A Jaga apa yang masuk dalam pikiran kita A Jaga pergaulan A Terapkan nial-nilai Firman Tuhan. Bab-3. Tempat kediaman bagi Tuhan Hukum Tuhan / Prinsip-Prinsip : Yesaya 48:18 . Rencana awal : Diciptakan denga tujuan dan ditempatkan : Kejadian 1:26. Kejadian 2:8. Manusia disiptakan Tuhan menurut gambar dan rupaNya dengan tujuanNya dan Tuhan sediakan tempat utnuk tujuan tesebut. Dosa merusak rencana Tuhan : Kejadian 3:23. Roma 3:23 . Ketika Umatnya abaikan rumah itu: Hagai 1:4-6 Membangun Tempat Kediaman Bagi Tuhan (Pondok Dau. Rencana Tuhan sejak dahulu kala ingin membawa manusia kembali ke hadiratNya: Keluaran 25:8 . Kerinduan Tuhan. Kisah 15:16-17 . Bukan sekedar bagunan. Yesaya 66:1, 1 Korintus 3:16 . Tuhan melihat hati , 1 Samuel 16:7b. Matius 15:8-9. Yeremia 12:2 . Hasrat mengutamakan Tuhan. Mazmur 132:3,5 Keintiman Ae keinginan melekat. Mazmur 63:2. Mazmur 84:3 A Meresponi Tuhan tetapi terlambat. Kidung 5:2-6 A Dimana Tuhan berada Ia ingin kita berada. Yohanes 14:3 . Bangun diatas kasih. Mazmur 18:2. Matius 22:37 A Rutinitas membunuh kasih. Wahyu 2:2-4 Diatas puji-pujian umatNya. Mazmur A Rela ditegur dan berbalik dari jalan yang salah. Mazmur 51:1-3, 13 A Bayar harga, 2 Samuel 24:24 JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Bab-4. Berikan Pegunungan Itu. Hidup tanpa visi sama seperti suatu perjalanan tanpa tujuan. Mimpi dan visi Kaleb: Berikan pegunungan itu . Yosua 14:6-12 KESIMPULAN Ada beberapa faktor penting agar penerapan modul Pemuridan Deeper 3. dalam membimbing pengerja menuju kedewasaan Rohani dapat berjalan efektif. Pelatihan untuk para pengajar dan pelayan Tuhan. Pelatihan untuk para pengajar dan pelayan Tuhan penting untuk rutin dilaksanakan agar modul Deeper 3. 0 dapat terserap dan tersampaikan dengan benar. Dengan adanya pelatihan dan pembinaan dari gembala khususnya mengenai Modul Deeper 3. 0 dan juga peningkatan kualitas pengajar dan pemimpin dalam membina pengerja gereja. Penulis akhinya sampai pada kesimpulan bahwa pemuridan merupakan bagian terpenting dari kedewasaan rohani pengerja dan pertumbuhan suatu gereja, berdasarkan penelitian mereka yang dilakukan dengan berbagai sumber yang mereka gunakan. Gereja harus memahami dan memahami bahwa dalam Amanat Agung yang Yesus berikan kepada muridmurid-Nya (Matius 28:18-. dan yang dilanjutkan oleh para rasul hingga gerejagereja masa kini sekarang memiliki tanggung jawab yang bukan hanya berbicara tentang penginjilan tetapi juga mengajarkan orang lain. Orang-orang bahkan percaya bahwa mereka harus Pemuridan sangat penting di tengahtengah kemajuan zaman yang semakin canggih ini. Ini karena seiring berjalannya waktu, keharmonisan di gereja hilang dan diganti dengan individualisme. dengan kata lain, moralitas dan karakter gereja Tujuan dari pemuridan dilakukan adalah untuk mendorong pengerja gereja untuk berkembang secara rohani dan semakin serupa dengan Kristus. Setelah pemuridan dilakukan di dalam gereja, pengarja gereja semakin matang secara rohani, sehingga mereka dapat membantu pengerja dan anggota jemaat lain yang belum matang. Anggota jemaat yang telah matang secara rohani juga akan lebih tertarik untuk melakukan pelayanan di gereja, dan pelayanan mereka akan efektif. Selain itu, anggota jemaat yang telah matang secara rohani akan memiliki iman yang hidup atau iman Prinsip Keberhasilan Tuhan Yesus. Yesaya 52:13-14. Yohanes 4:34. Yesaya 6:10 . Menemukan kehendak Tuhan. Melakukan kehendak Tuhan. Menyelesaikan kehendak Tuhan. Belajar Dari Kaleb. Melihat masa depan. A Dua belas pengintai. Bil 13:33. Bil 14:6-7. A Abram melihat masa depan. Kej 13:14-15 A Mata pelita tubuh. Matius 6:2223 A Pandang wajah Tuhan A Pandang pekerjaan Tuhan A Pandang diri sndiri dengan . Mimpi Kaleb sesuai kehendak Bapa . Mimpi Kaleb . Mimpi Kaleb Lain jiwa/roh dalam Kaleb . Bilangan 14:24 . Sepenuh hati ikut Tuhan. Bilangan 14:24. Orang yang mendua hati tidak mendapat apa-apa. Yakobus 1:6-8 . Mempersiapkan dirinya untuk saat itu. Yosua 14:10-11 . Yakin akan janji Tuhan. Bilangan 14:24. Mazmur 126:1-6 Bab-5. Bangkit. Efesus 5:14. Wahyu Penyebab Orang Kristen Tertidur Lama menantikan janji Tuhan, 2 Petrus 3:9 Pergumulan. Penderitaan. Ayub 2:9. Roma 5:3-5 Percaya diri berlebih. Hakim 16: 4,6, 1 Korintus 10:12 Tidak berfungsi. Yunus 1:6. Matius 5:13 Suam-suam kuku. Wahyu 3:15-16. Wahyu 3:17 Mengasihi diri sendiri. Yohanes 5:5116 JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 yang kuat di dalam Kristus. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Jemaat: Petunjuk Pemahaman Praktis Membina Jemaat Menuju Kedewasaan Iman. Yogyakarta: ANDI Offset. Masrina Desy. Muryati. Suwondo Sumen. AuDampak Pemuridan Bagi Kaderisasi Pelayan Tuhan Dan Pertumbuhan Gereja Bethel Indonesia Toho. Ay Jurnal Gamaliel 3: Newman Barclay M. Kamus Yunani Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Novel Priyatna. AuPeran Guru Kristen Sebagai Agen Restorasi Dan Rekonsiliasi Dalam Mengembangkan Karakter Kristus Pada Diri Remaja Sebagai Bagian Dari Proses Pengudusan. Ay Jurnal Polyglot 13: 1Ae Panuntun Daniel Fajar. AuTinjauan Alkitab Pemuridan Kontekstual Paulus Kepada Jemaat Korintus Dan Relevansinya Bagi Pemuridan Di EraPostmodern. Ay Jurnal Umparan Mali 6: 6. Panuntun. Daniel Fajar. AuTinjauan Alkitabiah Pemuridan Kontekstual Paulus Kepada Jemaat Korintus Dan Relevansinya Bagi Pemuridan Di Era Postmodern. Ay Jurnal Umpuran Mali 6: AiAiAi. AuTinjauan Alkitabiah Pemuridan Kontekstual Paulus Kepada Jemaat Korintus Dan Relevansinya Bagi Pemuridan Di Era Postmodern. Ay Jurnal Umpuran Mali 6: 5Ae7. Panuntun Daniel Fajar. Eunike Paramita. AuHubungan Pembelajaran Alkitab Terhadap Nilai-Nilai Hidup Berbangsa Dalam Pemuridan Kontekstual. Ay Jurnal Gamaliel. Teologi Praktika 1: 106Ae7. Purim. Marbun. AuKompetensi Pendidik Dalam Gereja. Ay Pendidikan Agama Kristen 1: 27Ae42. Setiawan Eko. David. Yulianingsih Dwiati. AuSignifikansi Salib Bagi Kehidupan Manusia Dalam Teologi Paulus. Ay Teologi Sistematika Dan Praktika 2: 229. Widiada Gede. Gembala Sidang Yang Visioner. Jakarta: Bethel Press. DAFTAR PUSTAKA