Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 PERAN TPQ DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEIMANAN DAN KETAKWAAN ANAK DI DESA RISA Uswatun Hasanah1*. Wira Setiawan2. Muhammad Amin3. Herlianti4 1,2,3,4 Universitas Muhammadiyah Bima *Corresponding Author e-mail : uswatun@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji praktik mengajar ngaji di setiap Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Desa Risa, serta dampaknya terhadap perkembangan spiritual dan moral anak-anak di desa Risa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola TPQ, guru ngaji, serta para anak-anak yang ada di Desa Risa, dan juga observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengaji di beberapa TPQ yang ada di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPQ di Desa Risa memainkan peranan penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak-anak, serta memberikan kontribusi positif terhadap keberagaman dan keharmonisan sosial masyarakat desa. Selain itu, ditemukan tantangan dalam hal keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai, meskipun demikian, masyarakat desa aktif terlibat dalam mendukung kegiatan ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan model pendidikan agama di pedesaan, khususnya dalam konteks pengajaran AlQur'an. Kata Kunci : Pendidikan. TPQ. Ketakwaan. Keimanan PENDAHULUAN Selain tantangan internal seperti keterbatasan sarana dan kompetensi tenaga pengajar. TPQ di Desa Risa juga menghadapi tantangan eksternal berupa perubahan sosial akibat perkembangan teknologi dan budaya digital. Anak-anak saat ini lebih akrab dengan perangkat elektronik seperti ponsel dan internet dibandingkan dengan kegiatan religius tradisional seperti mengaji atau menghafal Al-QurAoan. Hal ini dapat memengaruhi tingkat motivasi belajar mereka, terutama dalam konteks pembelajaran agama yang membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan kedisiplinan tinggi (SaAodiyah. Oleh karena itu, pengelola TPQ perlu mempertimbangkan strategi pembelajaran yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilainilai fundamental ajaran Islam. Pendekatan inovatif seperti permainan edukasi, media P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 audiovisual, maupun metode pembelajaran berbasis teknologi dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan minat belajar santri (Rahman, 2. Di sisi lain, keberadaan TPQ di Desa Risa juga memiliki peranan penting sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan. TPQ bukan hanya tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial antar-anak, guru, serta masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin, haflah akhirussanah, dan pelatihan imam muda. TPQ berkontribusi dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus memperkenalkan peran agama dalam kehidupan bermasyarakat (Hidayat, 2. Fungsi sosial ini menjadikan TPQ sebagai bagian penting dalam menjaga keharmonisan sosial di desa serta menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam praktik kehidupan nyata, bukan sekadar pengetahuan teoritis. Meskipun demikian, keberlanjutan peran TPQ sangat bergantung pada dukungan masyarakat, lembaga pemerintah, dan organisasi keagamaan. Penguatan peran TPQ dapat dilakukan melalui pelatihan guru, peningkatan kualitas kurikulum, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Menurut Widodo . , kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis komunitas. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi praktis mengenai strategi pengembangan TPQ yang lebih sistematis, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman, sehingga TPQ di Desa Risa dapat terus berperan sebagai pilar pendidikan spiritual generasi muda. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada pemahaman mendalam mengenai proses pengajaran Al-QurAoan di beberapa TPQ di Desa Risa dalam konteks nyata. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali pengalaman, persepsi, serta praktik pembelajaran yang diterapkan oleh ustaz, ustazah, dan santri secara holistik (Creswell, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung kegiatan mengajar ngaji, wawancara mendalam dengan tenaga pengajar dan pengelola TPQ, serta dokumentasi berupa foto, jadwal P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 kegiatan, dan catatan administrasi TPQ. Observasi digunakan untuk melihat pola interaksi, metode pengajaran, dan lingkungan pembelajaran, sementara wawancara bertujuan menggali motivasi, tantangan, serta strategi yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-QurAoan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles. Huberman, & Saldaya, 2. Proses analisis dilakukan secara terus-menerus sejak data diperoleh hingga penelitian selesai guna memastikan temuan yang diperoleh bersifat valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk meningkatkan keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi sumber dan triangulasi metode dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, member checking dilakukan dengan mengonfirmasi hasil interpretasi kepada narasumber agar sesuai dengan realitas lapangan. Dengan metode ini, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai praktik pembelajaran Al-QurAoan di TPQ Desa Risa, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangannya di masa depan. PEMBAHASAN Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) merupakan lembaga pendidikan non-formal yang berfokus pada pengajaran Al-Qur'an dan nilai-nilai agama Islam. Di Desa Risa. TPQ berperan penting dalam mendidik anak-anak, tidak hanya dalam aspek spiritual tetapi juga dalam pembentukan karakter. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi, pembentukan karakter anak menjadi tantangan tersendiri, di mana nilai-nilai moral dan etika sering kali terabaikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TPQ dalam membentuk karakter anak di Desa Risa. Peran TPQ dalam pembentukan karakter anak TPQ di Desa Risa berkontribusi dalam pembentukan karakter anak melalui beberapa A Pendidikan Agama: TPQ mengajarkan anak-anak tentang ajaran Islam, termasuk akhlak dan adab. Materi yang diajarkan mencakup kisah-kisah nabi, hadis, dan P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-Qur'an. Hal ini membantu anak memahami pentingnya perilaku baik dan menjauhi perbuatan buruk. Pembiasaan Perilaku Positif: Di TPQ, anak-anak diajarkan untuk melakukan kebiasaan baik, seperti salat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Pembiasaan ini tidak hanya membentuk kebiasaan spiritual, tetapi juga membangun disiplin dan tanggung jawab. Kegiatan Ekstrakurikuler: TPQ sering mengadakan kegiatan ekstrakurikuler seperti lomba membaca Al-Qur'an, pengajian, dan kegiatan sosial. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan anak tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan dalam Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) umumnya bertujuan membentuk karakter anak melalui pendekatan religius dan moral yang aplikatif. Salah satu metode utama adalah pembiasaan ibadah, di mana anak-anak dibiasakan untuk melaksanakan sholat berjamaah, berdoa sebelum dan sesudah belajar, serta membaca dan menghafal ayat-ayat Al-QurAoan. Kegiatan seperti belajar membaca Iqro dan Al-QurAoan menjadi bagian inti dari proses pembelajaran, yang dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing Dalam proses ini, anak dilatih untuk tekun, sabar, dan bertanggung jawab terhadap tugas belajarnya. Selain itu, pendekatan keteladanan juga sangat penting, di mana para guru atau ustadz/ustadzah menjadi contoh akhlak Islami dalam tindakan dan sikap sehari-hari. Pendekatan personal digunakan untuk membangun kedekatan emosional dengan santri, sehingga nilai-nilai karakter lebih mudah disampaikan dan diterima. Peran pengajar Pengajar di TPQ memiliki peran yang sangat penting dalam proses Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan bagi anak-anak. Sikap, perilaku, dan cara pengajaran pengajar akan sangat mempengaruhi cara anak meniru dan mengadopsi nilai-nilai yang diajarkan. Oleh P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 karena itu, pelatihan dan pengembangan profesional bagi pengajar sangat penting untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di TPQ. TPQ AN-Nisa merupakan suatu Lembaga kegiatan diluar sekolah yang berfokus pada pemberian ilmu pengetahuan keagamaan kepada peserta didiknya. TPQ AN-Nisa berlokasi di Desa risa . Jumlah pengajar yang ada di TPQ ANNisa sebanyak 4 orang dengan jumlah anak didik kurang lebih 30 anak dengan rata-rata berumur 5-14 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas orang tua yang ada dilingkungan desa Risa sangat antusias dan mempercayai TPQ AN-Nisa dalam mendidik anak-anaknya untuk menanamkan ilmu agama diluar kegiatan Sebuah lembaga akan berjalan lebih efektif jika didukung oleh perencanaan yang terstruktur. Perencanaan yang baik memungkinkan seluruh kegiatan berjalan dengan lancar sesuai harapan. metode pembelajaran, serta perencanaan kegiatan yang variatif. TPQ AN-Nisa dan memberlakukan metode pembelajaran dan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membentuk karakter anak. Pada hari-hari biasa, anak-anak menerima pelajaran selama tiga jam. Untuk pembelajaran agar tetap kondusif, anak-anak yang mengaji Iqro dan AL-QurAoan Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan doa kemudian anak-anak mengantri untuk mendapatkan giliran mengaji. Selain mengaji, anak-anak juga belajar menghafal doa-doa harian dan surah pendek. Berdasarkan pengamatan pola belajar dan wawancara dengan pengajar, dapat disimpulkan bahwa 80% anak-anak TPQ menghafalmelalui teknik pembelajaran Iqro yang memudahkan mereka dalam membaca, memahami, dan mengerti isi Al-QurAoan. TPQ Ar-Rahman Desa Risa merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang memiliki fokus utama pada pendalaman bacaan Al-QurAoan dan pembentukan akhlak Islami anak . Berbeda dengan TPQ An-Nisa yang lebih menekankan pada tahap dasar pembelajaran Iqro. TPQ Ar-Rahman lebih banyak membimbing anak-anak usia 7Ae14 tahun yang sudah mulai lancar membacaAlQurAoan. Para ustadz dan ustadzah di TPQ ini tidak hanya mengajarkan bacaan Al- P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 QurAoan dengan tajwid yang benar, tetapi juga mendorong santri untuk menghafal surah-surah dalam juz amma serta doa-doa harian yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah Pengajar TPQ Ar-Rahman Sebanyak 3 orang dengan jumlah anak didik kuramg lebih 35 anak dengab rata rata berumur 7-14 Tahun . TPQ Ar-Rahman di Desa Risa dikenal sebagai tempat pembelajaran Al-QurAoan yang menekankan aspek kedisiplinan dan pembiasaan akhlak Islami. Jika di TPQ ArRahman fokus lebih besar pada penguatan dasar membaca Al-QurAoan melalui metode Iqro, maka TPQ Ar-Rahman lebih menonjolkan pada pembiasaan ibadah dan pembentukan sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Gambar 1. Kegiatan TPQ AN_Nisa Evaluasi Kegiatan Pembelajaran dasar pada jilid I metode iqro menuntun para santri untuk menghafalkan huruf-huruf hijaiyah yang belum disambung. Setelah menguasai bacaan jilid I santri lanjut ke jilid II sampai jilid VI. Bagi santri yang sudah menamatkan jilid VI secara benar sesuai dengan makhrajnya akan dijadikan sebagai modal awal untukbelajar membaca Al-QurAoan. Adapun berdasarkan raport hasil belajar Santri yang merupakan catatan para ASantri selama belajar membaca Al-QurAoan melalui metode iqra, rata-rata santri dapat membaca AL-QurAoan dengan baik setelah belajar selama 3-6 bulan. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan santri untuk menyelesaikan setiap jilid I buku iqra sampai dengan jilid VI P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Gambar 2. Kegiatan Mengajar TPQ AR_Rahman Kegiatan mengajar ngaji di TPQ Ar-Rahman berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan membaca AlQurAoan serta pembentukan karakter anak-anak. Anak-anak tidak hanya terbantu dalam melancarkan bacaan Al-QurAoan, tetapi juga mendapatkan pembiasaan akhlak Islami seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada guru maupun orang Suasana belajar yang kondusif membuat anak-anak semakin bersemangat mengikuti setiap kegiatan, mulai dari doa bersama, giliran membaca, hingga hafalan surah pendek dan doa-doa harian. Gambar 3. Pembagian Iqro dan AL-QurAoan di TPQ An-Nisa P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Pembagian kitab Al-QurAoan di TPQ An-Nisa dilakukan agar proses mengaji lebih Anak-anak yang masih tahap awal diarahkan untuk belajar Iqro, sedangkan yang sudah lancar dialihkan ke bacaan Al-QurAoan. Cara ini membantu guru mengajar sesuai kemampuan anak sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan kondusif. Gambar 3. Pembagian Iqro dan AL-QurAoan di TPQ Ar-Rahman Pada hari saptu tanggal 23 Agustus 2025 pukul 18:30 Mahasiswa KKN Desa Risa melakukan pembagian IQRO dan AL-QURAoAN. Pembelajaran Al-QurAoan di Desa Risa dilaksanakan melalui lembaga pendidikan nonformal yaitu Taman Pendidikan AlQurAoan (TPQ). Sistem pembelajaran yang digunakan secara umum terbagi menjadi dua tahapan utama, yaitu tahapan IqroAo dan tahapan Al-QurAoan. Pembagian IQRO dan ALQURAoAN Oleh Mahasiswa KKN Desa Risa ini bertujuan agar anak-anak semangat dalam proses belajar berlangsung secara bertahap, terstruktur, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. KESIMPULAN Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) di Desa Risa memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk karakter religius anak-anak. Melalui pembelajaran bertahap, mulai dari metode IqroAo hingga pembacaan Al-QurAoan. TPQ mampu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kecintaan P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 terhadap Al-QurAoan. Pembagian tahapan belajar ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi QurAoani, tetapi juga menjadi sarana pembinaan akhlak dan spiritualitas anak. Selain sebagai lembaga pendidikan nonformal. TPQ berfungsi sebagai pusat pembinaan moral dan sosial yang mengarahkan anak-anak Desa Risa untuk tumbuh menjadi generasi QurAoani yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan Dukungan ustadz/ustadzah, orang tua, serta masyarakat desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran di TPQ. Dengan demikian, keberadaan TPQ di Desa Risa bukan hanya memberikan kontribusi pada aspek pendidikan agama, tetapi juga memainkan peran strategis dalam pembangunan karakter anak sebagai generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. DAFTAR PUSTAKA