Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 PENGARUH PENYULUHAN MAKANAN SEHAT BAGI BALITA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA (Di TK Bangkit Mojoagun. Astuti1 Devi Fitria Sandi2 STIKes Insan Cendekia Medika Jombang email : astuti11@gmail. com, 2email : arisandijoe834@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Makanan sehat merupakan salah satu jenis makanan yang seimbang, sehingga seluruh kebutuhan gizi bagi tubuh terpenuhi. Dalam hal pemilihan makanan sehat untuk anak balita harus memperhatikan segi keamanan dan kebersihan makanan. Makanan tidak sehat berbahaya terhadap kesehatan. Tujuan : ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Mojoagung. Metode : penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu balita Di TK Bangkit Mojoagung Kabupaten Jombang yang berjumlah 39 ibu balita. Sampel penelitian ini sejumlah 24 ibu balita dengan tehnik sampling Proportional Rendom Sampling. Variable independent adalah penyuluhan makanan sehat bagi balita dan variable dependent adalah Pengetahuan Ibu Balita Tentang Makanan Sehat Balita. Instrumen penelitian menggunakan Pengolahan data menggunakan editing, coding, scring, tabulating dengan analisa data spearman Rank. Hasil : menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan makanan sehat sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sejumlah 12 responden . %). Sedangkan setelah dilakukan penyuluhan makanan sehat sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sejumlah 15 responden . ,5%). Uji statistik Spearman rank menunjukan bahwa r value=0,008 < . sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Mojoagung, untuk pengetahuan secara statistik signifikan. Saran bagi responden Di harapkan bagi ibu balita dengan penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi makanan sehat bagi balita Kata kunci: penyuluhan, pengetahuan, dan makanan sehat THE INFLUENCE OF HEALTHY FOOD EXTENSION FOR TODDLERS AGAINST THE KNOWLEDGE LEVEL OF TODDLER MOTHER (At Bangkit Mojoagung Kindergarte. ABSTRACT Introduction Healthy food is one type of balanced diet, so that all the nutritional needs for the body are met. In terms of healthy food choices for toddlers should consider the aspects of food safety and hygiene. Unhealthy food is harmful to health. The purpose of this study was to determine the effect of healthy food counseling for toddlers on the level of knowledge of toddler mothers in Bangkit Mojoagung kindergarten. This type of research was preexperimental with the design of one group pretest posttest design. The population of this study was all mothers of toddlers in Bangkit Mojoagung Kindergarten. Jombang, totaling 39 The sample of this study were 24 mothers of children under five with the Proportional Rendom Sampling technique. Independent variables are counseling of healthy food for toddlers and the dependent variable is the knowledge of mothers of toddlers about healthy food for toddlers. The research instrument uses a questionnaire. Data processing Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 uses editing, coding, scaling, tabulating with spearman Rank data analysis. The results showed that before health food counseling was carried out, most respondents had less knowledge of 12 respondents . %). While after conducting healthy food counseling, most of the respondents had good knowledge of 15 respondents . 5%). Spearman rank statistical test shows that r value = 0. 008 < . so that H1 is accepted. The conclusion of this study is the influence of healthy food counseling for toddlers on the level of knowledge of mothers of toddlers in Bangkit Mojoagung Kindergarten, for statistically significant Suggestions for respondents Expected for mothers of toddlers with this research can be used as a source of healthy food information for toddlers Keywords: counseling, knowledge, and healthy food PENDAHULUAN Gizi merupakan suatu permasalahan kesehatan pada masyarakat yang dapat menyebabkan kematian, terutama pada kelompok resiko tinggi bayi dan balita. Gizi kurang pada balita tidak terjadi secara tiba Ae tiba, tetapi diawali dengan keterbatasan kenaikan berat badan yang tidak cukup. Perubahan berat badan balita dari waktu kewaktu merupakan petunjuk awal perubahan status gizi balita. Dalam periode 6 bulan, bayi yang berat badannya tidak naik dua kali berisiko mengalami gizi kurang 12,6 kali di bandingkan pada balita yang berat badannya naik terus (Depkes. Menurut Data World Health Organization (WHO) penyebab kematian balita urutan pertama Pengelompokan prevelensi gizi kurang. Indonesia 2017 sebanyak 3,8% balita mempunyai status gizi buruk dan 14,0% balita mempunyai status balita kurang. (Dinkes RI, 2. Dinkes Kabupaten Jombang menurut prevalensi gizi kurang 4% realisasi 4,2% capaian 80,9% menurut prevalensi gizi buruk target 0,35% realisai 0,6% capaian 58,3%. (Dinkes Kab Jombang 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di TK Bangkit Mojoagung pada 29 Maret 2018 dengan melakukan wawancara dari 8 orang ibu balita yang menjawab tentang jajan sehat yang benar berjumlah 1 orang . ,5%), yang menjawab jajan sehat ragu-ragu berjumlah 2 orang . %), dan yang menjawab salah 5 orang . ,5%). Akibatkan dari kurangnya gizi pada anak, menghambat perkembangan kognitif, dan mempengaruhi status kesehatan pada usia remaja dan dewasa (Arisman, 2. Dampak lain dari balita yang mengalami kurang gizi yaitu dapat menimbulkan kelainan-kelainan fisik dan mental. Kelaina-kelainan yang terjadi pada bayi dan anak-anak biasanya sulit atau tidak dapat disembuhkan, dan menghambat (Suhardjo, 2. Untuk mengatasi masalah-masalah gizi, upaya pendidikan dan penyuluhan merupakan salah satu usaha yang sangat Melalui usaha ini diharapkan orang . erutama ibu balit. dapat memahami pentingnya makanan dan gizi, sehingga terbentuk sikap dan perubahan perilaku ke arah pola makan yang lebih Serta memberikan cara untuk mengolah makanan sehat. Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian tentang Pengaruh Penyuluhan Makanan Sehat Bagi Balita Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Balita. BAHAN DAN METODE PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian, jenis Penelitian adalah eksperimental yaitu suatu Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 rancangan penelitian yang digunakan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan adanya keterlibatan penelitian dalam melakukan manipulasi terhadap variabel bebas (Nursalam, 2. Desain penelitian yang digunakan adalah metode pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design yaitu terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2018 di TK Bangkit Mojoagung Populasi. Sampel dan Sampling Populasi penelitin ini adalah 39 orang ibu balita yang berada di TK Bangkit Mojoagung. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu balita di TK Bangkit Mojoagung yang hadir berjumlah 24 Sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling Pengumpulan dan Analisa Data Variabel Independent yaitu penyuluhan makanan sehat bagi balita. Variabel Dependent yaitu Pengetahuan Ibu Balita Tentang Makanan Sehat Balita Instrumen yang digunakan kuesioner berupa pernyataan tertulis yang digunakan responden dalam arti laporan tentang hal pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Dan kuesioner yang digunakan bersifat tertutup, dimana kuesioner tersebut sudah responden tinggal memilih (Arikunto. Setelah terkumpul, dilakukan pengolahan data melalui tahapan Editing, coding, scoring, dan Tabulating kemudian dianalisis menggunakan 2 metode yaitu analisa univariate dan bivariate. Untuk Pengaruh Penyuluhan Makanan Sehat Bagi Balita Terhadap Pengetahuan Ibu Balita sebelum dan sesudah diberikan tindakan kemudian di analisis menggunakan uji Korelasi Spearman Rank. Uji ini untuk mengukur tingkat/eratnya hubungan antara dua variabel yang berskala ordinal. Maka digunakan teknik korelasi Rank Spearman dengan = 0,05 menggunakan aplikasi SPSS. Perhitungan dilakukan dengan interprestasi sebagai berikut: Bila r value < . = Tolak H0, berarti ada pengaruh Penyuluhan Makanan Sehat Bagi Balita Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Bila r value > . = H0 gagal ditolak, berarti tidak ada pengaruh Penyuluhan Makanan Sehat Bagi Balita Terhadap Pengetahuan Ibu Balita HASIL PENELITIAN Data Umum Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan jumlah Anak Di Tk Bangkit Mojoagung Kode Responden Anak ke 1 Anak ke 2 Anak ke 3 Anak ke >4 Jumlah Frekuensi . Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 1 menunjukan hampir dari setengah responden adalah anak ke 2 di Tk Bangkit sejumlah 10 anak . ,7%). Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin anak Di Tk Bangkit Mojoagung. Jenis No Kelamin 1 Perempuan 2 Laki-laki Jumlah Frekuensi . Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2018 Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sejumlah 14 responden . ,3%). Tabel 3 Karakteristik Berdasarkan Umur Mojoagung. No Umur 1 20-29 th 2 30- 39 th 3 40-50 th Jumlah Responden Tk Bangkit Frekuensi . Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa hampir setengah dari responden berumur 20-29 tahun sejumlah 10 responden . ,7%). Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Di Tk Bangkit Mojoagung. Persentase Pendidikan Frekuensi . (%) SMP SMA Jumlah Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa hampir setengahnya dari responden SMP %). Tabel Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pekerjaan Di Tk Bangkit Mojoagung. Status No Pekerjaan 1 IRT 2 PNS 3 Swasta 4 Pedangang 5 Lain-lain Jumlah Frekuensi . Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 5 menunjukan bahwa sebagian besar responden berstatus pekerjaan sebagai IRT sejumah 15 responden . ,5%). Tabel 6 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Ibu Balita Di Tk Bangkit Mojoagung. Frekuensi Presentase . (%) Rp <1. 000,24 Rp>1. Jumlah No Penghasilan Ibu Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 6 menunjukan bahwa seluruhnya responden berpenghasilan <1. - sejumlah 24 responden . %). Data Khusus Tabel 7 Distribusi Frekuensi pengetahuan Ibu Balita tentang makanan sehat sebelum dilakukan penyuluhan Di Tk Bangkit Mojoagung. No Pengetahuan 1 Baik 2 Cukup 3 Kurang Jumlah Frekuensi (F) Presentase (%) Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 7 menunjukan hampir responden . %). Tabel 8 Distribusi Frekuensi pengetahuan Ibu Balita tentang makanan sehat sesudah dilakukan penyuluhan Di Tk Bangkit Mojoagung No Pengetahuan 1 Baik 2 Cukup 3 Kurang Frekuensi (F) Presentase (%) Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 Jumlah . ,25%) karena kurangnya informasi tentang makanan sehat bagi balita Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 8 menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sejumlah 15 responden . ,5%). Tabel 9 Distribusi Frekuensi Pengaruh penyuluhan makanan sehat terhadap pengetahuan Ibu Balita Di Tk Bangkit Mojoagung. Setelah Penyuluhan Pengetahuan Jumlah Baik Cukup Kurang Sebelum Oc (%) (%) (%) Oc (%) Baik Cukup Kurang Total Uji Sparman Rank A Value = 0,002<0,05 Sumber: Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 9 tabulasi silang Pengaruh Penyuluhan Makanan Sehat Bagi Balita Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Di TK Bangkit Mojoagung dengan jumlah 24 responden sebelum dilakukan penyuluhan menunjukkan bahwa hampir kurang 12 responden . %). Setelah dilakukan penyuluhan menunjukan bahwa pengetahuan baik yaitu 62,5% atau sebanyak 15 responden. PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 7 menunjukan bahwa pengetahuan ibu sebelum dilakukan penyuluhan di TK Bangkit Mojoagung responden . %). Dari hasi tabulasi yang telah diperoleh bahwa responden yang berpengetahuan kurang terdapat pada parameter nomor 2 yaitu tentang manfaat yang perlu diperhatikan dalam menyusun menu makanan balita dengan nila rata-rata Menurut ahli gizi, makanan sehat adalah makanan bergizi terdapat pada makanan pokok, sayur, lauk, dan buah. Makanan mengandung banyak karbohidrat atau tepung seperti nasi, singkong, sagu, dan Makanan sehat adalah dengan meramu berbagai jenis makanan yang seimbang, sehingga terpenuhi seluruh kebutuhan gizi bagi tubuh dan mampu dirasakan secara fisik dan mental. (Prasetyono, 2. Menurut peneliti kurangnya pengetahuan tentang makanan sehat dikarenakan memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk memperhatikan menu makanan Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa dengan hampir setengah dari responden berumur 20-29 tahun sejumlah 10 responden . ,7%) Menurut Notoatmodjo . dengan bertambahnya umur seseorang akan mengalami perubahan aspek fisik dan psikologis dan perubahan ini terjadi karena pematangan fungsi organ, pada aspek psikologis dan mental saraf berfikir seseorang menjadi semakin matang dan dewasa sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam melakukan Menurut mempengaruhi tindakan atau perilaku seseorang, dimana semakin tua umur seseorang maka pengetahuan semakin matang dalam melakukan tindakan. berpengalaman dalam memperhatiakan menu makanan sehat anaknya Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa SMP responden . %) dan Berdasarkan tabel Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 5 menunjukan bahwa sebagian besar responden berstatus pekerjaan sebagai IRT sejumah 15 responden . ,5%) dengan jumlah 24 responden. Menurut (Notoatmodjo, 2. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin baik pula pengetahuannya dibandingkan dengan tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan kurangnya pengetahuan dalam menghadapi dan memecahkan suatu Oleh karena itu, semakin tinggi pendidikan seseorang maka tuntutannya terhadap kualitas kesehatan akan semakin tinggi (Maritalia, 2. Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang pengetahuan, baik secara langsung maupun tidak langsung menurut Rahayu . Menurut peneliti dengan pendidikan yang rendah dan pekerjaan sebagai ibu rumah kemampuan seseorang dalam mendapatkan informasi tentang makanan sehat Berdasarkan tabel 6 menunjukan bahwa seluruhnya responden berpenghasilan <1. 000,- sejumlah 24 responden . %). Berdasarkan teori Sulistyoningsih, . Meningkatnya meningkatkan peluang untuk memebeli pangan dengan kuantitas dan kuantiatas yang lebih baik. Tingkatan penghasilan ikut menentukan jenis p angan yang akan di beli. Jadi penghasilan merupakan faktor penting bagi kuantitas dan kualitas. Antara penghasilan dan gizi jelas ada hubungan Pengaruh perbaikan kesehatan dan kondisi keluarga lain yang mengdakan interaksi dengan status gizi yang berlawanan hampir Menurut peneliti orang tua yang memiliki menunjang status makanan sehat anaknya, karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun sekunder. Orang tua yang memiliki tingkat penghasilan yang mapan akan memperhatikan kualitas asupan gizi Berdasarkan tabel 8 menunjukan bahwa pengetahuan ibu sesudah dilakukan penyuluhan di TK Bangkit Mojoagung sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sejumlah 15 responden . ,5%) tentang makanan sehat Menurut Krisnawati . dengan adanya informasi dan penyuluhan maka akan mempengaruhi pengetahuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan dari seseorang adalah informasi (Azwar. Menurut peneliti pengetahuan tidak hanya didapatkan dari tingkat pendidikan tinggi tetapi bisa dari pengalaman dan informasi yang mereka dapat sehingga banyak responden yang mampu memahami hasil informasi yang diperoleh. Berdasarkan tabel 9 tabulasi silang Pengaruh Penyuluhan Makanan Sehat Bagi Balita Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Di TK Bangkit Mojoagung sebelum berpengetahuan kurang. Setelah dilakukan penyuluhan menunjukan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan baik yaitu 62,5% atau sebanyak 15 responden. Berdasarkan data diatas dan uji Statistik Spearman Rank dengan bantuan SPSS 16 pada taraf kesalahan 5% dilakukan perhitungan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variable yaitu variable bebass dan variable terikat. Hasil dari perhitungan A value adalah 0,008 < . Bila A value < . berarti ada pengaruh penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Mojagung. Hal ini menunjukan 0,008 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian H0 yang menyatakan tidak ada pengaruh penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 Mojagung di tolak dan H1 diterima. Jadi penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Mojagung. Pengetahuan ibu tentang makanan sehat bagi balita sebelum dilakukan penyuluhan setengah dari responden mempunyai pengetahuan yang kurang di TK Bangkit Mojoagung Makanan balita seharusnya berpedoman pada gizi yang seimbang, serta harus memenuhi standar kecukupan gizi balita. Gizi seimbang merupakan kadaan yang menjamin tubuh memperoleh makanan yang cukup dan mengandung semua zat gizi dalam jumlah yang dibutuhkan. Dengan gizi seimbang balita akan optimal dan daya tahan tubuhnya akan baik sehingga tidak mudah sakit. makanan sehat terdapat pada makanan pokok, sayur, lauk, dan buah. Makanan pokok merupakan makanan yang mengandung banyak karbohidrat atau tepung seperti nasi, singkong, sagu, dan jagung. Pengetahuan ibu tentang makanan sehat bagi balita setelah dilakukan mempunyai pengetahuan yang baik di TK Bangkit Mojoagung Menurut penelitian yang dilakukan Shinta Asih Lestari universitas muhammadiyah Surakarta 2015 ada pengaruh penyuluhan jajan sehat terhadap pengetahuan siswa di madrasah ibtidayah gonilan kartasura. Hasil uji Wilxocon sigt rank test = 0,05 menunjukkan A = 0,001 sehingga A < 0,05 artinya ada pengaruh penyuluhan jajanan sehat terhadap tingkat pengetahuan sisiwa Menurut merupakan makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan yang sehat diperlukan agar tubuh dapat beraktivitas dengan normal, ibu balita dapat menjaga kebersihan makan sehingga makanan tersebut masuk dalam syarat makanan sehat. Hal ini dapat membantu ibu balita dapat mengetahui tentang makanan sehat. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Mojoagung, dapat Ada pengaruh penyuluhan makanan sehat bagi balita sebelum dan sesudah tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Mojoagung Saran Bagi Ibu Balita Di harapkan bagi ibu balita dengan penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi makanan sehat bagi balita dan dapat mengetahui pentingnya makanan sehat bagi anakanya. Bagi Tempat Penelitian Diharapkan Kepala Sekolah bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk menambah informasi dan masukan penyuluhan atau materi pada saat acara pertemuan wali murid atau acara lainnya mengenai makanan sehat balita agar dapat bermanfaat bagi pertumbuhana balita. Bagi Institusi STIKes ICMe Diharapkan hasil penelitian ini menjadi acuan untuk pengabdian masyarakat untuk mahasiswa D4 Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi bagi peneliti penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 KEPUSTAKAAN