JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. EFEKTIFITAS PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA. EKSTRAKURIKULER, DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPRIBADIAN SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH Retyana WahriniA* A Pendidikan Vokasional Mekatronika. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar. Indonesia *Email: retyana. wahrini@unm. ABSTRAK Banyak peristiwa-peristiwa penyimpangan perilaku siswa, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang melakukan berbagai kenakalan remaja seperti perkelahian diantara kalangan mereka, pelanggaran lalu-lintas, tawuran antar sekolah, demo yang akhirnya merusak fasilitas sekolah maupun fasilitas-fasilitas umum, penyimpangan norma-norma dalam pergaulan yang sangat merugikan sekolah, masyarakat maupun pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan Kepribadian Siswa, kegiatan ekstrakurikuler dengan kepribadian siswa, media sosial dengan kepribadian siswa serta pola asuh orang tua, kegiatan ekstrakurikuler, dan media sosial secara bersamasama dengan kepribadian siswa kelas X Di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian adalah expost facto dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan Pola Asuh Orang tua dengan Kepribadian Siswa, terdapat hubungan positif dan signifikan Kegiatan Ekstrakurikuler dengan Kepribadian Siswa, tidak ada hubungan yang signifikan antara Media Sosial dengan Kepribadian Siswa, ada hubungan positif dan signifikan Pola Asuh Orang tua. Kegiatan Ekstrakurikuler dan Media Sosial bersama-sama dengan Kepribadian Siswa Kelas X Di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua. Kegiatan Ekstrakurikuler. Media Sosial. Kepribadian Siswa. ABSTRACT There are many incidents of student behavioral deviations, especially Vocational High School students who commit various juvenile delinquencies such as fights between their groups, traffic violations, brawls between schools, demonstrations that ultimately damage school facilities and public facilities, deviations from norms in social interactions that are very detrimental to schools, society and the government. This study aims to determine the relationship between parenting patterns and Student Personality, extracurricular activities and student personality, social media and student personality and parenting patterns, extracurricular activities, and social media together with the personality of class X students at SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta. The research method used is an ex post facto type of research using a quantitative approach. The results of the study showed that there was a positive and significant relationship between Parenting Patterns and Student Personality, there was a positive and significant relationship between Extracurricular Activities and Student Personality, there was no significant relationship between Social Media and Student Personality, there was a positive and significant relationship between Parenting Patterns. Extracurricular Activities and Social Media together with the Personality of Class X Students at SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta. Keywords: : Parenting. Extracurricular. Social Networking. Student Personality DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. PENDAHULUAN Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu serta berhak mendapatkan kesempatan meningkatkan pendidikannya sepanjang hayat. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 5 Undang Ae Undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Undang Ae Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 menyebutkan bahwa,AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Ay Banyak peristiwa-peristiwa penyimpangan perilaku siswa, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang melakukan berbagai kenakalan remaja seperti perkelahian diantara kalangan mereka, pelanggaran lalu-lintas, tawuran antar sekolah, demo yang akhirnya merusak fasilitas sekolah maupun fasilitas-fasilitas umum, penyimpangan norma-norma dalam pergaulan yang sangat merugikan sekolah, masyarakat maupun pemerintah. Hal ini serupa dengan pendapat Lickona yang dikutip oleh (Moeljono Notosoedirdjo dan Latipun, 2. yang mengemukakan bahwa terdapat sepuluh tanda dari perilaku manusia yang menunjukan arah kehancuran suatu bangsa, yaitu meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, ketidakjujuran yang membudaya, semakin tingginya rasa tidak hormat kepada orangtua, guru dan pemimpin, pengaruh adanya grup terhadap tindakan kekerasan, meningkatnya kecurigaan dan kebencian, penggunaan bahasa yang memburuk, penurunan etos kerja, menurunnya rasa tanggungjawab individu dan warga Negara, meningginya perilaku merusak diri dan semakin kaburnya pedoman moral (Musfiroh, 2. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian siswa sehingga melakukan tindakan kenakalan remaja. Faktor itu antara lain faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan sosial (Moh. Shochib, 2. Mengutip Pernyataan Soelaeman tentang pengertian keluarga secara psikologis yaitu keluarga adalah sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersamaAesama anggota merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi, saling memperhatikan, dan saling menyerahkan diri. Faktor keluarga berperan sangat penting bagi anak, baik dalam pembentukan perilaku maupun Pola asuh orang tua sebagai pola perilaku yang digunakan untuk berhubungan dengan anak Ae anak (Sugihartono, 2. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. Pola asuh orang tua adalah pola perilaku dalam menjalin hubungan dengan anaknya untuk membentuk karakter anak (Karomah, 2. Cara orang tua dalam mengasuh anak dengan aturan-aturan tertentu melalui didikan, arahan dan bimbingan agar menjadi sukses dan lebih baik dalam menjalani kehidupan (Handayani, 2. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua yaitu sikap dan karakter orang tua, diantaranya: kepribadian orang tua, setiap orang tua memiliki ciri dan karakter kepribadian yang berbeda. Dari kepribadian itu dapat menjadi patokan utama untuk memberikan peran terhadap anak dalam kehidupan sehari-hari (Adawiyah. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua merupakan tindakan atau didikan untuk anak dengan cara yang berbeda-beda untuk tujuan membentuk karakter dan kepribadian anak itu sendiri Selain faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah juga berpengaruh terhadap keperibadian siswa. Pada umumnya, hampir disetiap sekolah memberikan fasilitas yang sama di setiap muridnya. Fasilitas tersebut antara lain, sarana dan prasarana dan Kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan di setiap sekolah. Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan suatu elemen yang mendasar dan wajib bagi setiap sekolah, karena hal ini adalah salah satu hak dari setiap siswa. Beberapa pengamat mengatakan bahwa salah satu penyebab kenakalan remaja terjadi karena kurangnya kegiatan positif seperti kegiatan ekstrakurikuler yang di jalani siswa, sehingga siswa melampiaskan waktu kosongnya untuk melakukan hal Ae hal yang negatif seperti kenakalan remaja. Kegiatan ekstrakurikuler juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi yang dimiliki siswa sehingga dapat melahirkan dan membina berbagai potensi yang tersimpan dalam diri siswa serta menjadi sarana untuk membina karakter siswa dengan berbagai aktivitas (Opan, 2. Kegiatan ekstrakurikuler umumnya bisa dilaksanakan di dalam sekolah maupun diluar sekolah yang sesuai dengan bidangnya. Fungsi kegiatan ekstrakurikuler yang dijelaskan oleh (Baidowi, 2. yaitu: AuKegiatan ekstrakurikuler yang dimaksudkan untuk lebih mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikulum dengan keadaan dan kebutuhan lingkunganAy. Faktor lain yang mempengaruhi keperibadian siswa adalah faktor sosial. Faktor sosial adalah manusia-manusia lain disekitar individu yang mempengaruhi individu yang bersangkutan. Berdasarkan dampak pengaruhnya, lingkungan sosial dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan sosial primer dan lingkungan sosial sekunder, dimana salah satu turunan lingkungan sosial sekunder sangat marak terjadi akhir Ae akhir ini, yaitu media sosial. Media sosial merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia (Djamarah, 2. Dengan perkembangan zaman hal ini akan mempengaruhi DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. perilaku dan kehidupan manusia masa kini (Jadjoedin, 2. Dampaknya media sosial tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja, namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun bukan kalangan terpelajar (Retyana Wahrini, 2. Berdasarkan uraian diatas, terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kepribadian siswa. Hal Ae hal ini lah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana hubungan antara pola asuh orang tua, kegiatan ekstrakurikuler dan media sosial dengan kepribadian. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menjawab faktor apa saja yang mempengaruhi kepribadian siswa, sehingga dapat membantu pihak keluarga maupun sekolah untuk meningkatkan kepribadian anak didiknya METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat expost facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian menurut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kejadian tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitaif ialah penelitian yang semua informasi diwujudkan dalam angka dan dianalisis berdasarkan analisis Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan dengan cara mencari besarnya hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat. Teknik Pengumpulan Data menggunaka angket atau kuisioner dan Dalam metode kuisioner, peneliti menyusun beberapa pernyataan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pola asuh orang tua, kegiatan ekstrakurikuler dan media sosial dari siswa. Metode dokumentasi yang digunakan peneliti adalah mengumpulkan data fisik siswa seperti jumlah kelas dan jumlah siswa di di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta untuk keperluan populasi. Instrumen Penelitian berupa angket. Menurut (Sugiono, 2. AuInstrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamatiAy. Menurut (Sugiyono, 2. Auangket atau kuisioner merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahuiAy. Angket dalam penelitian ini berupa angket tertutup, yaitu angket yang sudah dilengkapi dengan jawabannya sehingga tinggal dipilih jawaban yang sesuai dengan kenyataan siswa. Penetapan skor instrumen angket/kuisioner menggunakan model skala Likert 1, 2, 3. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. Analisis data menggunakan statistik deskriptif yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas terdiri dari uji konstruksi dan uji isi. Kevalidan atau kesahihan suatu instrumentAy. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat (Suharsimi Arikunto, 2. Validitas diketahui melalui perhitungan rumus korelasi product moment Dari Karl Pearson. Selain valid, data juga harus Hal ini seperti yang diungkapkan instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik Formula Alpha Cronbach. Rumus Alpha Cronbach digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 atau 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana dan analysis regresi ganda yang sebelumnya sudah melewati uju prasyarat analisis yang terdiri atas tiga pengujian yaitu uji normalitas, uji linieritas, dan uji multikolinearitas. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data pada tiap-tiap variabel normal atau tidak (Duwi Priyatno, 2. Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat memiliki hubungan linier atau tidak. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi berganda ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Uji multikolonieritas di dalam model regresi dilakukan dengan melihat TOL (Toleranc. dan VIF (Variance Inflantion Facto. Analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui Hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepribadian siswa . Hubungan antara kegiatan ekstrakurikuler dengan kepribadian siswa . , dan Hubungan antara media sosial dengan kepribadian siswa . Analisis regresi linier ganda untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua (X. , kegiatan ekstrakurikuler (X. dan media sosial(X. secara bersama-sama dengan kepribadian siswa (Y). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen kuisioner. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta dengan jumlah 55 siswa. Data penelitian terdiri dari tiga variabel bebas yaitu pola asuh orang tua (X. , kegiatan ekstrakurikuler (X. , dan media sosial (X. , serta satu variabel terikat yaitu kepribadian siswa (Y). Deskripsi data yang disajikan dalam penelitian ini DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. meliputi harga Mean (M). Median (M. Modus (M. , dan Standart Deviasi (SD), serta disajikan pie chart distribusi kecenderungan data untuk masing- masing variabel. Data Pola Asuh Orang Tua diperoleh dari angket dengan 11 butir pernyataan dengan jumlah responden 55 siswa. Nilai maksimal dari hasil angket Pola Asuh Orang Tua adalah 40 dan nilai minimum sebesar 15, nilai mean . , median . , modus . , dan simpangan baku . Berdasarkan Gambar 1, diketahui bahwa dari responden 55 siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua dalam kategori tinggi, sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua dalam kategori sedang, dan didapatkan sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta memiliki Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua dalam katagori sedang. Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua dapat diilustrasikan dengan pie chart pada Gambar 1 Pie-chart Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua Rendah Sedang Tinggi Gambar 1. Pie-chart Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua Data Kegiatan Ekstrakurikuler diperoleh dari angket dengan 14 butir pernyataan dengan jumlah responden 55 siswa. Nilai maksimal dari hasil angket Kegiatan Ekstrakurikuler adalah 50 dan nilai minimum sebesar 18, nilai mean . , median . , modus . , dan simpangan baku . ,3. Berdasarkan Gambar 1, diketahui bahwa dari responden 55 siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Kegiatan Ekstrakurikuler dalam kategori tinggi, sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Kegiatan Ekstrakurikuler dalam kategori sedang, dan didapatkan sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Kegiatan Ekstrakurikuler dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X Program Keahlian TKJ. TAV dan TITL di SMK SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta memiliki Kecenderungan Kegiatan Ekstrakurikuler dalam katagori sedang. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. Data Media Sosial diperoleh dari angket dengan 15 butir pernyataan dengan jumlah responden 55 siswa. Nilai maksimal dari hasil angket Media Sosial adalah 58 dan nilai minimum sebesar 19 nilai mean . , median . , modus . , dan simpangan baku . ,4. Berdasarkan Gambar 1, diketahui bahwa dari responden 55 siswa kelas X Program Keahlian TKJ. TAV dan TITL di SMK SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Media Sosial dalam kategori tinggi, sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Media Sosial dalam kategori sedang, dan didapatkan sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Media Sosial dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X Program Keahlian TKJ. TAV dan TITL di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta memiliki Kecenderungan Media Sosial dalam katagori sedang. Kecenderungan Media Sosial dapat diilustrasikan dengan pie chart pada Gambar 2 Pie-chart Kecenderungan Media Sosial Rendah Sedang Tinggi Gambar 2. Pie-chart Kecenderungan Media Sosial Data Kepribadian Siswa diperoleh dari angket dengan 14 butir pernyataan dengan jumlah responden 55 siswa. Nilai maksimal dari hasil angket Kepribadian Siswa adalah 53 dan nilai minimum sebesar 33, nilai mean . , median . , modus . , dan simpangan baku . Berdasarkan Gambar 1, diketahui bahwa dari responden 55 siswa kelas X Program Keahlian TKJ. TAV dan TITL di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Kepribadian Siswa dalam kategori tinggi, sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Kepribadian Siswa dalam kategori sedang, dan tidak terdapat sebagian siswa . %) memiliki Kecenderungan Kepribadian Siswa dalam kategori Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X Program Keahlian TKJ. TAV dan TITL di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Yogyakarta memiliki Kecenderungan Kepribadian Siswa dalam katagori tinggi. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. Analisis uji prasyarat dalam penelitian ini adalah menggunakan uji normalitas, linieritas, dan multikolinearitas. Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov smirnov. Hasil uji Normalitas berdasarkan analisis data dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Variabel Asymp. Sig . Keterangan Kepribadian Siswa Normal Pola Asuh Orangtua Normal Kegiatan Ekstrakurikuler Normal Media Sosial Normal Sumber: olah data penelitian Berdasarkan tabel diatas, nilai Asymp. Sig . dari seluruh variabel lebih besar dari 0,05 . > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel berdistribusi normal. Hasil uji linieritas dilakukan dengan cara melihat nilai F Deviation From Linearity . dimana apabila nilai F Deviation From Linearity . lebih besar dari 0,05 . > 0. maka variabel tersebut linier. Hasil uji linieritas dapat ditampilkan dalam Tabel 2. Tabel 2. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Variabel Sig Kesimpulan Pola Asuh Orangtua 1,05 0,05 Liniear Kegiatan Ekstrakurikuler 0,05 Liniear Media Sosial 0,05 Liniear Sumber: olah data penelitian Berdasarkan tabel diatas, nilai F Deviation From Linearity . dari seluruh variabel lebih besar dari 0,05 . > 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel berhubungan liniear. Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui independensi variabel bebas. Ada tidaknya multikolinearitas antar variabel bebas, dilakukan dengan cara menyelidiki harga Variance Inflation Factor (VIF) antar variabel bebasnya Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana untuk hipotesis pertama, kedua dan ketiga sedangkan untuk hipotesis keempat menggunakan analisis regresi ganda. Hipotesis pertama dinyatakan Terdapat hubungan yang signifikan pada DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. taraf 5% antara Pola Asuh Orang Tua dengan Kepribadian Siswa. hal ini ditunjukan oleh persamaan garis regresi Y = 0. 639An XA_1 20. 930, persamaan tersebut memberikan gambaran bahwa apabila Pola Asuh Orang Tua semakin positif atau semakin baik, akan meningkatkan Kepribadian Siswa. Selain itu, nilai r_x1y lebih besar dari r_. abel )( 0. 579 > 0. 266 ) dan nilai thitung lebih besar dari ttabel . 165>2,. membuktikan bahwa Ho yang berbunyi Tidak ada hubungan yang signifikan pada taraf signifikansi 5% antara Pola Asuh Orang Tua (X_. dan Kepribadian Siswa (Y) ditolak dan Ha yang berbunyi Terdapat hubungan yang signifikan pada taraf 5% antara Pola Asuh Orang Tua (X_. dan Kepribadian Siswa (Y) gagal ditolak . dengan koefisien determinasi sebesar 0. 335 yang berarti Pola Asuh Orang Tua memprediksi 5% perubahan pada Kepribadian Siswa. Hipotesis kedua dinyatakan Terdapat hubungan yang signifikan pada taraf 5% antara Kegiatan Ekstrakurikuler dengan Kepribadian Siswa hal ini ditunjukan oleh persamaan garis regresi Y = 0. 541 X_2 23. 484, persamaan tersebut memberikan gambaran bahwa apabila Kegiatan Ekstrakurikuler semakin positif atau semakin baik, akan meningkatkan Kepribadian Siswa. Selain itu, nilai r_x2y lebih besar dari r_. abel ). > 0. dan nilai thitung lebih besar dari ttabel . 460>2,. membuktikan bahwa Ho yang berbunyi Tidak ada hubungan yang signifikan pada taraf signifikansi 5% antara Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan Kepribadian Siswa (Y) ditolak dan Ha yang berbunyi Terdapat hubungan yang signifikan pada taraf 5% antara Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan Kepribadian Siswa (Y) gagal ditolak . dengan koefisien determinasi sebesar 0. 360 yang berarti Kegiatan Ekstrakurikuler memprediksi 36% perubahan pada Kepribadian Siswa. Hipotesis ketiga dinyatakan Terdapat hubungan yang signifikan pada taraf 5% antara Media Sosial dengan Kepribadian Siswa hal ini ditunjukan oleh persamaan garis regresi Y = - 0. 59 X_3 48. 459, persamaan tersebut memberikan gambaran bahwa apabila Media Sosial semakin ditingkatkan maka akan menurunkan Kepribadian Siswa. Selain itu, nilai r_x3y lebih besar dari r_. abel )(-0. 087 < 0. dan nilai thitung lebih besar dari ttabel (- 0. 638 < 2,. membuktikan bahwa Ho yang berbunyi Tidak ada hubungan yang signifikan pada taraf signifikansi 5% antara Media Sosial (X_. dan Kepribadian Siswa (Y) gagal ditolak . dan Ha yang berbunyi Terdapat hubungan yang signifikan pada taraf 5% antara Media Sosial (X_. Hipotesis keempat dinyatakan Terdapat hubungan yang signifikan pada taraf 5% antara Pola Asuh Orang Tua (X_. Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan Media Sosial DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. (X_. secara bersama-sama dengan Kepribadian Siswa (Y) hal ini ditunjukan oleh persamaan garis regresi Y = 0. 424 X_1 0. 383 X_2 ( 0. X_3 16. 926, persamaan tersebut memberikan gambaran bahwa apabila Pola Asuh Orang Tua (X_. Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan Media Sosial (X_. secara bersama-sama semakin ditingkatkan maka akan meningkatkan Kepribadian Siswa. Selain itu, nilai R_. ,2,. ) lebih besar dari r_tabel . ,689 > 0,. dan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel . 354>2. membuktikan bahwa bahwa Ho yang berbunyi Tidak ada hubungan yang signifikan pada taraf signifikansi 5% antara Pola Asuh Orang Tua (X_. Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan Media Sosial (X_. secara bersama-sama dengan Kepribadian Siswa (Y) gagal ditolak . dan Ha yang berbunyi Terdapat hubungan yang signifikan pada taraf 5% antara Pola Asuh Orang Tua (X_. Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan Media Sosial (X_. secara bersama-sama dengan Kepribadian Siswa (Y) ditolak dengan koefisien determinasi sebesar 0. 475 yang berarti Pola Asuh Orang Tua (X_. Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan J Media Sosial (X_. secara bersama-sama mempunyai hubungan 47. 5% perubahan pada Kepribadian Siswa KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: . Pola Asuh Orang Tua (X_. mempunyai hubungan yang signifikan dengan Kepribadian Siswa (Y) dapat dilihat dari thitung lebih besar dari ttabel . 165>2,. pada taraf signifikansi 5%, koefisien determinasi 0,335 dengan kontribusi yang diberikan sebesar 33,5 %, . Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. mempunyai hubungan yang signifikan dengan Kepribadian Siswa (Y) dapat dilihat dari thitung lebih besar dari ttabel . 460>2,. pada taraf signifikansi 5%, koefisien determinasi 0,36 dengan kontribusi yang diberikan sebesar 36 %, . Media Sosial (X_. tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan Kepribadian Siswa (Y) dapat dilihat dari thitung lebih kecil dari ttabel (- 0. 638>2,. pada taraf signifikansi 5%, koefisien determinasi 0,008 dengan kontribusi yang diberikan sebesar 0,8 %, . ) Pola Asuh Orang Tua (X_. Kegiatan Ekstrakurikuler (X_. dan Media Sosial (X_. secara bersama-sama mempunyai hubungan yang signifikan dengan Kepribadian Siswa (Y) dapat dilihat dari Fhitung lebih besar dari Ftabel . 354>2,. pada taraf signifikansi 5%, koefisien determinasi 0,475 dengan kontribusi yang diberikan sebesar 47,5 %. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. REFRENSI Adawiyah. Pola Asuh Orang Tua Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Anak (Studi pada Masyarakat Dayak di Kecamatan Halong Kabupaten Balanga. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7. Baidowi. Penanaman Karakter Pada Siswa Melalui Kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler Di Sekolah Dasar Terpadu Islam. EDUCARE: Journal of Primary Education, 1. , 303Ae322. Djamarah. Pola Asuh Orangtua dan Komunikasi Dalam Keluarga. RinekaCipta. Duwi Priyatno. SPSS untuk Analisis Korelasi. Regresi, dan Multivariate. Yogyakarta:GavaMedia. Handayani. , & L. Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Moral dan Pola Pikir Anak. Jadjoedin. Pertumbuhan Perkembangan dan Pendidikan Kanak kanak. NVHarapanMasa. Karomah. , & W. Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kecerdasan Emosional Siswa. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 8, 54Ae60. Moeljono Notosoedirdjo dan Latipun. Kesehatan Mental : Konsep dan Penerapan. UMM Press. Moh. Shochib. Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan Displin Diri. RinekaCipta. Musfiroh. Pengembangan Karakter Anak Melalui Pendidikan Karakter. Tiara Wacana. Retyana Wahrini. Pemanfaatan Media Sosial Dalam Mengembangkan Intelegensi Anak Di Era Milenial Melalui Kegiatan Interaktif Pada Yayasan Panti Asuhan Al-Imran Kabupaten Gowa. Jurnal Pengabdian Masyarakat BHINEKA, 1, 52Ae https://bhinnekapublishing. com/ojsbp/index. php/Jpmb/article/view/9 Rustantono. Rasyid. Cholifah. Yanti. Sumiharti. Amral. , . Hutabarat. Exploring the Role of Family Economic Education in Meeting Economic Demands. Sociocultural Dynamics, and Enhancing Economic Literacy. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16. , 1947-1958. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. A No. A . Bulan Tahun . -ISSN. -ISSN. Sugihartono, dkk. Psikologi Pendidikan. UNYPress. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. RinekaCipta. DOI : a.