ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29841-29847 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pengaruh Profitabilitas Leverage, dan Firm Size terhadap Earnings Management dengan Audit Quality sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris Pada Perusahan Sektor Minyak. Gas, dan Batu Bara yang Terdaftar di BEI Periode 2020Ae2. Ali Said Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia e-mail: alisyahidah73@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap manajemen laba, dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi, pada perusahaan minyak, gas, dan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan empat tahun, dari tahun 2020 hingga 2023. Data sekunder dari laporan tahunan digunakan. Metode pengambilan sampel purposif digunakan dalam penelitian ini, dengan mengambil sampel sebanyak 25 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Alat analisis yang digunakan adalah Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh. Kualitas audit tidak memperkuat pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba, dan kualitas audit memengaruhi leverage terhadap manajemen laba. Kata Kunci: Earnings Management. Profitabilitas. Leverage. Firm Size. Audit Quality. Abstract This study aims to examine the effect of company size, profitability, and leverage on earnings management, with audit quality as a moderating variable, in oil, gas, and coal companies listed on the Indonesia Stock Exchange over a four-year observation period, from 2020 to 2023. Secondary data from annual reports was used. A purposive sampling method was used in this study, drawing a sample of 25 companies. This study employed multiple linear regression analysis. The analytical tool used was Eviews 12. The results indicate that profitability and leverage have no effect on earnings management, while company size does. Audit quality does not strengthen the effect of profitability and company size on earnings management, and audit quality does influence leverage on earnings management. Keywords: Earnings Management. Profitabilitas. Leverage. Firm Size. Audit Quality. PENDAHULUAN Pada dunia bisnis saat ini perkembangannya sangat pesat. Pesatnya suatu perkembangan dunia bisnis salah satunya ditandai dengan semakin banyaknya jumlah perusahaan baru. Hal tersebut mengakibatkan perusahaan dipaksa untuk menciptakan suatu keunggulan yang kompetitif terutama perusahaan go-public, guna meningkatkan kegiatan operasional perusahaan. Laporan keuangan termasuk sebuah elemen penting dalam data perusahaan yang wajib untuk dipublikasikan oleh para pemangku kepentingan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kinerja manajemen perusahaan (Septiano et al. , 2. Salah satu metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas manajerial dalam laporan keuangan adalah laba. Untuk memungkinkan penyesuaian naik atau turun laba perusahaan sesuai dengan yang diinginkan, kegiatan ini dilakukan sesuai dengan standar akuntansi tertentu. manajemen laba timbul akibat adanya kepentingan yang berbeda antara pihak manajemen . dengan investor . Kepentingan tersebut menimbulkan konflik keagenan serta perbedaan informasi yang diterima oleh principal lebih sedikit daripada agent. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29841-29847 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Terdapat banyak faktor yang memicu terjadinya penerapan Manajemen Laba di dalam perusahaan diantaranya adalah profitabilitas leverage, dan firm size. Penelitian tentang Pengaruh profitabilitas, leverage, dan firm size terhadap Manajemen Laba yang dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu diantaranya adalah Nasution et al. Rere et al. Helmi et al. Istanita & Ulfa . , dan Kharomah . Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya diperoleh hasil yang beragam, hal ini dapat menjadi kesempatan untuk melakukan penelitian lanjutan meskipun bersifat pengulangan maupun pengembangan. Dalam penelitian ini objek dan tahun penelitian yang digunakan berbeda dengan penelitian sebelumnya. Profitabilitas dapat mempengaruhi adanya praktik manajemen laba pada hasil penelitian dari Nasution . Manajemen mempunyai kepentingan terhadap besarnya angka profitabilitas untuk mencerminkan kinerja perusahaan guna memberikan keyakinankepada investor lama ataupun investor yang baru untuk berinvestasi pada perusahaan. Dengan demikian semakin tinggi nilai profitabilitas maka dapat diduga tingkat praktik manajamen laba juga akan semakin tinggi. Pendapat berbeda dari Istanita . Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tinggi rendahnya suatu profitabilitas tidak berdampak terjadinya manajemen laba, karena tinggi suatu profitabilitas maka tinggi juga laba yang dihasilkan begitupula dengan kinerja perusahaan akan terlihat baik dimata investor dalam menghasilkan laba sehingga sebenarnya manajer tidak ada dorongan dalam berupaya melakukan manajemen laba, dimana manajer juga sudah mendapat keuntungan dari tingginya profitabilitas tersebut. Salah satu cara perusahaan untuk memperoleh pendanaan dalam perusahaan ialah hutang . Tingkat hutang dalam perusahaan seringkali menjadi potensi bagi perusahaan untuk melakukan aktivitas manajemen laba. Suatu perusahaan dengan rasio hutang yang tinggi biasanya lebih tertarik dalam mempraktikan aktivitas manajemen laba (Rere et al. , 2. Manajer biasanya meningkatkan accrual income untuk mengamankan tingkat likuiditas dan mengurangi kemungkinan melanggar perjanjian hutang (Rere et al. , 2. Namun adanya hutang dalam perusahaan juga dapat membatasi perilaku oportunistik manajer karena manajer harus mengontrol jumlah hutang dalam perusahaan agar dapat juga mengontrol arus kas perusahaan akibat adanya pembayaran pokok pinjaman dan bunganya (Rere et al. , 2. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa leverage dapat menghalangi kemampuan manajer dalam mempraktikan aktivitas manajemen laba (Rere et al. , 2. Selain itu, yang erat kaitannya dengan praktik manajeman laba ialah ukuran suatu Terdapat pemikiran-pemikiran terkait koneksi antara ukuran suatu perusahaan dengan aktivitas manajemen labanya. Pertama, semakin besar ukuran suatu perusahaan maka aktivitas manajemen labanya akan semakin kecil (Kim et al. , 2. Perusahaan besar cenderung dilengkapi dengan sistem kontrol internal yang lebih jauh kompleks dan efisien disertai pula dengan adanya auditor internal yang cenderung lebih berkompeten bila dibanding perusahaan kecil (Kim et al. , 2003. Naz et al. , 2. Perusahaan yang berukuran besar juga biasanya diaudit oleh auditor besar big four, dimana auditor besar tersebut memiliki pengalaman audit yang lebih dan laporan audit yang diterbitkan lebih dapat diandalkan sehingga meminimalisir terjadinya manajemen laba (Kim et al. , 2003. Lennox, 1999. Naz et al. , 2. Teori Keagenan Menurut Griselda & Sjarief . memiliki asumsi bahwa teori agensi merupakan pihak principal dan agent sama-sama memaksimalkan kepentingan dan keinginan masing- masing sehingga pihak agent terkadang tidak bertindak sesuai dengan kepentingan principal. Hal ini memunculkan masalah kepentingan pihak principal dan pihak agent. Dalam hal ini pemilik . terdorong melakukan kontrak dengan keuntungan yang selalu bertambah sehingga dapat mensejahterakan dirinya. Teori Sinyal Teori sinyal, seperti yang dikemukakan oleh Spence . , terdiri dari pengiriman mengenai informasi ke penerima. Setelah itu, target akan mengubah tindakannya berdasarkan interpretasi sinyal. Menurut Spence . adalah teori sinyal dengan memberikan potongan informasi relevan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak penerima. Pihak penerima kemudian akan menyesuaikan perilakunya sesuai dengan pemahamannya terhadap sinyal tersebut Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29841-29847 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Manajemen Laba Manajemen laba, seperti yang didefinisikan oleh Al-haddad. , & Whittington. adalah praktik mengubah praktik akuntansi organisasi dengan sengaja atau mengambil tindakan lain yang memiliki efek positif atau negatif pada laba untuk mencapai tujuan tertentu. Formula untuk variabel manajemen laba Modified Jones Model (MJM). DAit = (TACit/Ait-. Ae NDAit Profitabilitas Menurut Kasmir . rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur kapasitas perusahaan dalam mengejar laba selama periode waktu yang telah ditentukan. Dalam analisis ini profitabilitas dihitung menggunakan metode proportional return on assets (ROA). Leverage Kebijakan suatu perusahaan dalam melakukan leverage yaitu untuk mengukur tingkat hutang yang digunakan sebagai pembiayaan aktivitas operasi perusahaan. Menurut Hutapea & Herawaty . leverage digunakan untuk mengukur seberapa besar aset yang dimiliki perusahaan yang dibiayai oleh hutang. Rumus perhitungan untuk mencari debt to equity ratio menurut (Kasmir, 2. sebagai berikut: Firm Size Ukuran perusahaan adalah tinjauan besarnya aktiva perusahaan, penjualan dan ekuitas dengan tinjauan ukuran perusahaan. Kematangan perusahaan ditinjau dari besarnya aktiva perusahaan secara total. Nilai perusahaan akan optimal jika menerapkan keputusan pendanaan yang relasinya dengan tingginya perusahaan pada kuantitasnya. Skala untuk menentukan besar kecilnya perusahaan yang dihitung dengan menggunakan logaritma natural dari total aktiva. Audit Quality Kualitas audit sangat penting untuk pengawasan eksternal dan salah satu faktor kunci dalam praktik pengelolaan pendapatan. Pemantauan eksternal yang efektif oleh auditor yang berkualitas dapat mencegah perilaku oportunistik eksekutif perusahaan (Astami et al. , 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ardillah and Vesakhadevi . , proksi yang digunakan untuk menilai kualitas audit dengan menggunakan variable dummy, jika perusahaan diaudit oleh KAP The Big Four diberikan skor 1, dan apabila tidak diaudit KAP The Big Four akan diberi skor 0. METODE Penentuan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipilih dengan beberapa kriteria. Untuk memperoleh sampel tersebut penulis menggunakan metode purposive sampling. Sampel dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: Perusahaan yeng menerbitkan laporan keuangan lengkap selama periode pengamatan 2020 Ae Tabel 1. Sampel Penelitian Ketereangan Jumlah perusahaan subsector minyak, gas dan batu bara yang terdaftar di BEI Perusahaan yang tidak memiliki data lengkap antara periode Jumlah perusahaan yang digunakan sebagai sampel Jumlah Perusahaan x 4 tahun = 35 x 4 Jumlah data observasi Jumlah . Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29841-29847 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Berdasarkan data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonsia dan beberapa official web page perusahaan subsector minyak, gas dan batu bara diketahui bahwa perusahaan yang terdaftar sebanyak 29 perusahaan minyak, gas dan batu bara. Dari jumlah tersebut, hanya 25 perusahaan minyak, gas dan batu bara yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang telah Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi kriteria sampel penelitian ini adalah sejumlah 100 periode observasi. Metode Analisis Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linear berganda bertujuan mengetahui pengaruh antara variabel dependen dan variabel independen (Ghozali, 2. Model regresi linear berganda yang digunakan penelitian ini yaitu sebagai berikut: AbsDACC = 1 ROA 2 LEV 3 Ln 4 ROA*KAP 5 LEV*KAP 6 Ln*KAP A Keterangan: AbsDACC : Manajemen laba akrual (Jones, 1. : Konstanta ROA : Profitabilitas perusahaan ( Laba bersih dibagi total asse. LEV : Leverage Persahaan . otal utang dibagi total asse. KAP SIZE : Ukuran perusahaan . ogaritma natural total aset perusahaa. KAP : Ukuran KAP . untuk non big four dan 1 untuk big fou. ROA*KAP : Interaksi antara Profitabilitas dan KAP LEV*KAP : Interaksi antara Leverage dan KAP Ln*KAP : Interaksi antara Ukuran perusahaan dan KAP A : Error HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homokedastisitas dan jika berbeda maka disebut Heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah Homokedastisitas atau tidak terjadi Heterokedastisitas. Uji Harvey Tabel 2. Uji Heterokedastisitas Value 4,95 Probability Dari hasil pengujian pada tabel diatas, nilai Probability Harvey test 0. 2713 > 0,05 hasil uji tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal ini sesuai dengan kriteria pengujian bahwa hasil dari uji heteroskedastisitas memiliki nilai probabilitas antar variabel yang lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Dalam penelitian ini, pengujian multikolinearitas menggunakan Pearson Correlation. Kriteria Pearson Correlation untuk uji multikolinearitas adalah jika nilai koefisien korelasinya melebihi 0,8 untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas disajikan pada tabel berikut: ROA DER Tabel 3. Uji Multikolinearitas ROA DER Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29841-29847 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan pada tabel 4. 5 diketahui bahwa nilai koefisien antar variabel lebih kecil dari 0,8. Hal ini sesuai dengan kriteria pengujian bahwa hasil dari uji multikolinearitas tidak ada nilai koefisien korelasi antar variabel yang lebih dari 0,8. Maka dapat disimpulkan bahwa data tidak memiliki masalah multikolinearitas. Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara faktor pengganggu yang satu dengan lainnya . on autocorelatio. , untuk menguji ada tidaknya Autokorelasi dapat digunakan Godfrey LM. Tabel berikut menyajikan hasil uji Autokorelasi: Tabel 4. Uji Autokorelasi Hasil Chi-Square Tidak Terjadi Autokorelasi Berdasarkan tabel di atas, dinyatakan bahwa Chi-Square 0. 2594 > 0. 05 sehingga kesimpulannya tidak terjadi masalah Autokorelasi dalam model regresi Uji Koefisien Determinasi (R. Pengujian koefisien determinasi (R. adalah angka yang menunjukkan besarnya derajat kemampuan variabel bebas dalam fungsi yang bersangkutan. Besarnya nilai R2 diantara nol dan satu . < R < . Jika nilainya mendekati angka satu, maka model tersebut baik. Berikut hasil uji koefisien determinasi (R. Tabel 5. Uji Koefisien Determinasi (R. Root MSE Mean dependent var R-squared Adjusted R-squared Berdasarkan hasil penelitian diatas yang disajikan menunjukkan bahwa adjusted R square Hal ini berarti bahwa 2. 66% manajemen laba dapat dijelaskan oleh profitabilitas (ROA). Leverage (DER), ukuran perusahaan (L. dan kualitas audit, sedangkan sisanya sebesar 34 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Hasil Uji Parsial (Uji T) Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikansi dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Uji t dilakukan untuk memeriksa lebih lanjut manakah diantara tiga variabel independen dan satu variabel moderasi yang berpengaruh terhadap manajemen laba. Tabel 6. Uji Parsial (Uji T) Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ROA DER ROA*AQ DER*AQ FS*AQ Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29841-29847 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Hipotesis pertama (H. pengaruh profitabilitas (ROA) terhadap Manajemen laba menghasilkan nilai signifikansi 0. 7343 > 0,05. Hal ini berarti profitabilitas tidak berpengaruh terhadap manajemen Laba, sehingga hipotesis (H. yang diajukan peneliti ditolak. Hipotesis kedua (H. pengaruh leverage (DER) terhadap Manajemen laba menghasilkan nilai signifikansi 0. 9488 > 0,05. Hal ini berarti leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis (H. yang diajukan peneliti ditolak. Hipotesis ketiga (H. pengaruh ukuran perusahaan (FS) terhadap struktur modal menghasilkan nilai signifikansi 0. 0334 < 0,05. Hal ini berarti ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis (H. yang diajukan peneliti Hipotesis keempat (H. pengaruh profitabilitas (ROA) terhadap Manajemen laba dengan kualitas audit sebagai variable moderasi menghasilkan nilai signifikansi 0. 4763 > 0,05. Hal ini berarti pengaruh profitabilitas dengan kualitas audit sebagai moderasi tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis (H. yang diajukan peneliti ditolak. Hipotesis keempat (H. pengaruh leverage (DER)) terhadap Manajemen laba dengan kualitas audit sebagai variable moderasi menghasilkan nilai signifikansi 0. 0445 > 0,05. Hal ini berarti pengaruh leverage dengan kualitas audit sebagai moderasi berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis (H. yang diajukan peneliti diterima. Hipotesis keempat (H. pengaruh ukuran perusahaan (FS) terhadap Manajemen laba dengan kualitas audit sebagai variable moderasi menghasilkan nilai signifikansi 0. 0,05. Hal ini berarti pengaruh ukuran Perusahaan dengan kualitas audit sebagai moderasi berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis (H. yang diajukan peneliti SIMPULAN Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut: Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas (ROE) tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa leverage (DER) tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa firm size (L. berpengaruh terhadap manajemen laba Kualitas Audit tidak dapat memoderasi pengaruh profitabiltas terhadap manajemen laba Kualitas Audit dapat memoderasi pengaruh leverage terhadap manajemen laba Kualitas Audit tidak dapat memoderasi pengaruh firm size terhadap manajemen laba. DAFTAR PUSTAKA