Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 ESTU UTOMO HEALTH SCIENCE JURNAL ILMIAH KESEHATAN http : //w. TINGKAT PENGETAHUAN ANGGOTA POSYANDU LANSIA TERHADAP PENYAKIT GOUT ARTHRITIS DI DESA TOYAREKA Ibnu Syinna Alfiza. Siti Mutripah . , . Program Studi Diploma Tiga Farmasi Akademi Farmasi Kusuma Husada Purwokerto Email : Ibnusyinnaalfiza9498. Ismaoktadiana@gmail. ABSTRAK Asam urat . out arthriti. lebih sering mengenai lansia dari pada usia dewasa dan usia muda. Prevalensi asam urat di indonesia tahun 2017 menduduki urutan kedua setelah osteoathritis . ,6-13,6/100. prevalensi ini meningkat seiring dengan meningkatnya umur. Penyakit ini dikelompokan dalam penyakit khusus dan menduduki prioritas pertama dari 10 penyakit prioritas lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Dengan jumlah sampel seluruh lansia yang terdaftar sebagai anggota posyandu lansia di wilayah Desa Toyareka tahun 2019 yaitu sebanyak 34 orang, dengan teknik sampling Metode pengumpulan data dengan kuesioner mengenai pengetahuan penyakit gout arthritis. Analisis data yang digunakan adalah analisis unvariat dengan persentase. Hasil penelitian diketahui gambaran responden terhadap penyakit Gout Arthritis di Desa Toyareka Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga sebagian besar Mayoritas responden mempunyai pengetahuan kurang baik 61,76%. responden mempunyai pengetahuan cukup baik 26,47% dan responden mempunyai pengetahuan baik 11,76%. Kata Kunci : Asam Urat. Posyandu lansia. KNOWLEDGE LEVEL OF ELDERLY POSYANDU MEMBERS ABOUT GOUT ARTHRITIS IN TOYAREKA VILLAGE ABSTRACT Gout . out arthriti. more often affects the elderly than adults and young age. The prevalence of gout in Indonesia in 2017 ranks second after osteoarthritis . 6 / 100,000 peopl. , this prevalence increases with increasing age. This disease is grouped in special diseases and occupies the first priority of 10 other priority diseases. The type of research used is quantitative. With a total sample of all the elderly who were registered as members of the elderly Posyandu in the Toyareka Village area in 2019 which are 34 people, with saturated sampling techniques. Methods of collecting data with a questionnaire regarding knowledge of gout arthritis. The data analysis used was unvariate analysis with percentages. The results showed that the respondents' picture of Gout Arthritis in Toyareka Village. Kemangkon Subdistrict. Purbalingga District was mostly the majority of respondents have poor knowledge of 61. respondents have good knowledge 26. 47% and respondents have good knowledge 11. Keywords: Gout arthritis, elderly Posyandu ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan PENDAHULUAN Asam urat adalah senyawa yang sulit larut dalam air yang merupakan hasil akhir metabolisme purin. Secara alamiah purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yaitu pada makanan dari tanaman berupa sayur, buah, dan kacang-kacangan atau hewan berupa daging, jeroan dan ikan sarden juga dalam minuman beralkohol dan makanan kaleng, biasanya asam urat diderita pada orang atau lansia yang berusia 40 tahun ke atas, kelebihan asam urat menjadi problem cukup serius (Damayanti, 2. Asam urat atau disebut juga dengan penyakit gout arthritis lebih sering mengenai lansia dibandingkan dengan usia dewasa dan usia muda. Lansia di Indonesia sebanyak 20,24 juta jiwa setara dengan 8,03 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Lansia di Indonesia rata-rata 44% mengalami penyakit gout arthritis, 39% hipertensi, 28% penurunan pendengaran, 27% mengalami penyakit jantung (Padila, 2. Prevalensi asam urat di Indonesia menduduki urutan kedua setelah osteoathritis. Pravalensi asam urat pada populasi di USA diperkirakan 13,6/100. 000 penduduk, sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2017 diperkirakan 1,6-13,6/100. 000 orang, ini meningkat seiring dengan meningkatnya umur. Penyakit dikelompokan dalam penyakit khusus dan menduduki prioritas pertama dengan jumlah terbesar dari 10 penyakit prioritas lainnya. Salah satu bagian dari penyakit radang sendi ini adalah asam urat berjumlah 72 orang . %), terdiri dari 34 . ,2%) wanita berumur >50 tahun, 25 . wanita <50 tahun (Pipit, 2. Sama halnya dengan lansia yang ada di Desa Toyareka Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, hampir semuanya merasakan sakit nyeri pada tangan, pinggang, lutut dan kaki. Hal tersebut di atas didapatkan saat peneliti melakukan observasi pra penelitian di Posyandu lansia di Desa Toyareka yang beranggotakan 34 Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuTingkat Pengetahuan Anggota Posyandu Lansia Terhadap Penyakit Gout Arthritis di Desa ToyarekaAy. METODE Jenis penelitian ini adalah kuatitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar sebagai anggota posyandu di wilayah Desa Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Toyareka dengan jumlah anggota sebanyak 34 orang dengan menggunakan teknik Metode pengumpulan data ini adalah dengan membagikan kuesioner untuk penelitian pada anggota posyandu lansia mengenai pengetahuan penyakit gout arthritis. Data hasil isian kuesioner yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data jawaban kuesioner tentang pengetahuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar sebagai anggota posyandu lansia di wilayah Desa Toyareka, yaitu yang berjumlah sebanyak 34 orang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian tentang Tingkat Pengetahuan Anggota Posyandu Lansia Terhadap Penyakit Gout Arthritis di Desa Toyareka Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Distribusi Frekeunsi Anggota Posyandu Lansia Terhadap Penyakit Gout Arthritis di desa Toyareka Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga Pengetahuan Frekuensi . Presentase (%) Baik 11,76% Cukup 26,47% Kurang 61,76% Total 100,00 Sumber Data : Data Primer, 2019 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa mayoritas responden mempunyai pengetahui yang kurang terhadap penyakit Gout Arthritis, yaitu sebanyak 21 orang . ,76%). Responden yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 9 orang . ,47%) dan responden yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 4 orang . ,76%). Berdasarkan data Kuesioner tentang Gout arthritis diberikan kepada para lansia di Desa Toyareka Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka. Kuesioner diberikan sebelum dilakukan pemeriksaan dan pemberian informasi mengenai penyakit asam urat. Pengetahuan seseorang diperoleh melalui penglihatan dan pendengaran. Pengetahuan merupakan dasar terbentuknya tindakan seseorang. Kriteria untuk menilai tingkat pengetahuan dibagi menjadi tiga kategori, tingkat pengetahuan baik apabila skor atau nilai . -100%). ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan tingkat pengetahuan cukup apabila skor atau nilai . -75%), tingkat pengetahuan kurang apabila skor atau nilai kurang dari 56%. Kategori pengetahuan baik mencerminkan bahwa hampir semua aspek dalam kuesioner dapat di pahami oleh responden, baik pengertian gout arthritis, klasifkasi, stadium GA, dampak, penyebab, pencegahan, pengobatan, dan penatalaksanaan. Kategori pengetahuan kurang dikarenakan tingkat pengetahuan lansia dengan penyakit gout arthritis sangat rendah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Widodo . yang menyatakan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tentang gout . sam ura. dengan kriteria kurang 11 responden . %), kriteria cukup 4 responden . %), dan kriteria baik 0 responden . % ), dari total 15 responden. Artinya sebagian responden mempunyai pengetahuan yang kurang baik PEMBAHASAN Menurut Notoatmodjo . Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan dibagi menjadi dua, yaitu faktor intrinsik yang meliputi jenis Ras, jenis kelamin dan sifat fisik. Sedangkan faktor eksternal meliputi, agama, usia, pendidikan, kebudayaan, ekonomi dan lingkungan. Menurut Carter . , bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang akan semaakin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pula pengalaman yang dimiliki, dalam hal ini khususnya pengetahuan tentang gout arthritis. Seseorang yang memiliki pengalaman yang luas akan berdampak pada kognitifnya. Pendidikan merupakan faktor yang semakin penting dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat pengetahuan akan mempengaruhi persepsi seseorang tentang kognitif. Seseoang yang berpendidikan tinggi juga memiliki penalaran yang tinggi pula. Pengetahuan merupakan hasil AutahuAy dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan melalui panca indera yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan (Wahono, 2. Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Pemeriksaan kesehatan di posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS lansi. untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita atau ancaman salah satu kesehatan yang dihadapi. Jenis pelayanan kesehatan yang diberikan di posyandu lansia antara lain pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari, pemeriksaan status inental, pemeriksaan status gizi, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan hemoglobin, kadar gula dan protein dalam urin, pelayanan rujukan ke puskesmas dan penyuluhan Kegiatan lain yang sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT lansi. dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan olahraga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran (Kemenkes, 2. Lansia yang tidak aktif dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu lansia, maka kondisi kesehatan mereka tidak dapat terpantau dengan baik, sehingga apabila mengalami suatu resiko penyakit akibat penurunan kondisi tubuh dan proses penuan dikhawatirkan dapat berakibat fatal dan mengancam jiwa mereka. Penyuluhan dan sosialisasi tentang manfaat posyandu lansia perlu terus ditingkatkan dan perlu mendapat dukungan berbagai pihak, baik keluarga, pemeritah maupun masyarakat itu Sasaran Posyandu Lansia meliputi beberapa kelompok di mana ada sasaran langsung dan sasaran tidak langsung. Sasaran langsung adalah usia virilitas/pra senilis 45 s. 59 tahun. Lansia 60 s. 69 tahun, dan lansia risiko tinggi yaitu usia lebih dari 70 tahun (Andhani, 2. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa mayoritas responden mempunyai pengetahuai yang kurang baik terhadap penyakit Gout Arthritis, yaitu sebanyak 61,76%. Responden yang mempunyai pengetahuan cukup baik sebanyak 26,47% dan responden yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 11,76%. DAFTAR PUSTAKA