AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN: 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. MAKNA QORYAH DALAM AL QURAN DAN KAITANNYA DENGAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM (ANALISIS SEMANTIK KARYA TOSHIHIKU IZUTSU) Raihani Salma Amatullah Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Assyifa. Indonesia raihanisalma@gmail. Wahyudi Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Assyifa. Indonesia wahyudi@stiq. Zahra As. Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Assyifa. Indonesia zahraashoffa@gmail. Mila Nurrohmah Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Assyifa. Indonesia nurrohmah910@gmail. Eni Sumarni Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Assyifa. Indonesia enisumarni@gmail. Abstrak Artikel ini menganalisis makna kata Qoryah yang terdapat dalam Al-Quran dan mempertautkannya dengan lingkungan pendidikan Islam melalui metode pendekatan semantik. Dalam kajian ini, pendekatan semantik digunakan untuk menguraikan dimensi linguistik dan kontekstual kata Qoryah dalam teks Al-Quran. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk mengungkap dan memahami secara lebih mendalam makna, implikasi, serta relevansi konsep Qoryah terhadap pendidikan Islam. Dengan merujuk pada teks Al-Quran dan mempertimbangkan aspek linguistik, artikel ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana konsep Qoryah dapat diaplikasikan dalam konteks pendidikan Islam. Analisis ini mengungkap potensi konsep Qoryah dalam membentuk lingkungan pendidikan yang mencakup nilai-nilai agama, pembentukan komunitas, pengembangan identitas Islami, serta pemeliharaan budaya dan tradisi agama. Melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap makna Qoryah, artikel ini berharap dapat memberikan wawasan baru terkait penerapan konsep ini dalam meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan Islam yang dapat menguatkan aspek pendidikan berbasis nilai-nilai islami. Kesimpulannya, artikel ini menekankan pentingnya pemahaman makna Qoryah sebagai fondasi untuk membentuk lingkungan pendidikan yang berakar pada ajaran Islam. Kata Kunci : Qoryah. Lingkungan Pendidikan Islam. Semantik Abstract This article analyzes the meaning of the word Qoryah in the Al-Quran and links it to the Islamic educational environment through semantic analysis methods. In this study, semantic analysis is used to describe the linguistic and contextual dimensions of the word Qoryah in the Al-Quran text. The main aim of this article is to reveal and understand in more depth the meaning, implications, and relevance of the Qoryah concept to Islamic education. By referring to the Al-Quran text and considering linguistic aspects, this article tries to explain how the Qoryah concept can be applied in the context of Islamic education. This analysis reveals the potential of the Qoryah concept in forming an educational environment that includes religious values, community formation, development of Islamic identity, and maintenance of religious culture and traditions. Through a deeper understanding of the meaning of Qoryah, this article hopes to provide new insights regarding the application of this concept in improving the quality of the Islamic education environment which can strengthen aspects of education based on Islamic values. In conclusion. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Raihani Salma Amatullah. Wahyudi. Zahra As. Fm. Mila Nurrohmah. Eni Sumarni: Makna Qoryah dalam Al-Quran dan Kaitannya dengan Lingkungan Pendidikan Islam (Analisis Semantik Karya Toshihiku Izuts. this article emphasizes the importance of understanding the meaning of Qoryah as a foundation for forming an educational environment rooted in Islamic teachings. Keywords: Qoryah. Islamic Educational Environment. Semantic PENDAHULUAN Kehidupan manusia sejatinya tak dapat dipisahkan dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan memiliki kemampuan untuk memberikan dampak positif atau sebaliknya juga berpotensi menghasilkan pengaruh negatif pada individu. Termasuk dalam perjalanan pendidikan, lingkungan berperan penting dalam menunjang proses belajar-mengajar. Keberadaan lingkungan yang nyaman dan mendukung memiliki peran signifikan dalam penyelenggaraan suatu pendidikan, dan hal ini ikut memengaruhi pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Diperkuat oleh pendapat Juhji yang mengartikan bahwa konsep belajar mengajar adalah suatu proses pengaturan lingkungan dengan tujuan membantu proses belajar. Terdapat lingkungan utama untuk menyelenggarakan pendidikan agama Islam, yakni: . di dalam rumah, . dalam lingkungan masyarakat, . di lembaga sekolah. Adapun pembahasan mengenai lingkungan belajar ini juga terdapat dalam pedoman hidup sepanjang masa yaitu Al QurAoan. Makna lingkungan belajar dalam Al-Quran dapat digambarkan dengan kata Qoryah. Oleh karena itu, artikel ilmiah ini bertujuan untuk menelaah konsep makna Qoryah dalam Al-Quran dengan mengadopsi pendekatan pendekatan semantik. Pendekatan semantik ini diharapkan dapat menggali makna-makna mendalam yang terkandung dalam istilah tersebut, serta mengungkapkan bagaimana konsep lingkungan belajar dalam Al-Quran guna memberikan arah dan pedoman bagi umat Islam dalam menjalani proses pembelajaran dan pengembangan diri. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan perspektif baru yang memberikan pemahaman lebih mendalam tentang makna Qoryah, dan bagaimana pemahaman ini dapat mempengaruhi konteks pembelajaran dari teks Al QurAoan. Selain itu, penelitian ini juga mencoba untuk membuka ruang diskusi lebih lanjut tentang relevansi konsep ini dalam konteks pendidikan dan pengembangan masyarakat modern. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif-kualitatif, dimana penyusun berupaya mengumpulkan bahan bacaan yang terdiri dari ayat-ayat Al-QurAoan, buku dan jurnal lainnya lalu penyusun berusaha memahami makna semantiknya dan mengkontekstualisasikannya dengan lingkungan pendidikan Islam. Pengumpulan data dalam penelitian ini disebut juga dengan studi pustaka/ library research. Mahyudin. AoTasir TarbawiAo, 2018, 310. Wahyudi Wahyudi and Wahyudin Wahyudin. AoWajah Tafsir Sufistik Di IndonesiaAo. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1. , 121Ae25 . 121Ae. . Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Raihani Salma Amatullah. Wahyudi. Zahra As. Fm. Mila Nurrohmah. Eni Sumarni: Makna Qoryah dalam Al-Quran dan Kaitannya dengan Lingkungan Pendidikan Islam (Analisis Semantik Karya Toshihiku Izuts. dunia ini menjadi tahap akhir dan paling penting dalam studi semantik. Izutsu mendorong kita untuk bertanya bagaimana Al-QurAoan menggunakan kata-kata ini dalam konteksnya dengan kata-kata lain, perannya, posisinya, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Pengertian Qoryah Berdasarkan Analisis Semantik Makna Dasar Kata Al-Qoryah, dalam bentuk jamaknya al-qura, berasal dari kata qariya yang terdiri dari huruf qaf, ra', dan huruf mu'tal ashlun sahih, yang mengandung makna sekumpulan atau gabungan . uma'i. , serta merujuk pada tempat di mana manusia berkumpul dan berhimpun . jtima'). Istilah Qoryah menggambarkan lokasi atau tempat di mana suatu komunitas atau individu berkumpul secara bersama-sama. Bentuk jamak dari Qoryah, yakni quran (A )Ca UOAdan qaryAtun (A)Ca aOA, merujuk pada tempat di mana penduduk berkumpul di wilayah yang lebih kecil dari sebuah kota . Tempat ini terdiri dari berbagai bangunan dan berfungsi sebagai pemukiman yang merupakan bagian dari wilayah kota tersebut. 7 Dalam al-MuAojam alWasi, kata "Qoryah" menggambarkan sebuah lokasi yang lebih kecil daripada suatu Ibnu Khaldun menyatakan bahwa penduduk desa, yang sering disebut sebagai "ahlu al-badwi," adalah mereka yang tinggal di pedalaman dan menetap di wilayah Ini menunjukkan bahwa istilah "Qoryah" digunakan untuk merujuk pada desa sebagai sebuah entitas yang lebih kecil daripada kota dan sering kali dihuni oleh penduduk pedalaman atau "ahlu al-badwi. Makna Relasional (Sintagmati. Kata Qoryah disebut sebanyak 52 kali dalam al-Qur'an, sering kali dikaitkan dengan perilaku penduduknya. Sebagian dari keterangan tersebut terkait dengan mereka yang berbuat durhaka dan kemudian mendapat siksa dari Allah SWT, salah satunya ditemukan dalam QS. al-AAoryf ayat 4 sebagai berikut: AaOaE eI caI eI Ca eOas a eNEaEeI aN Aa aa aN aae aIa aOa U aeO aN eI Ca aiOEa eO aIA Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang . enimpa pendudu. nya pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari. Fatmawati. Darmawan, and Izzan, p. Ahmad bin Faris al Razy. MuAojam Maqayis Al-Lughah, 5th edn (Beirut, 1. , p. Ahmad Mukhtar. MuAojam Al-Lughah Al-AoArabiyah Al-MuAoasirah, 1st edn (Beirut, 2. Abdurahman bin Muhammad Ibn Khaldun. Muqaddimah Ibnu Khaldun (Damasqus: Dar YaAorub, 2. , p. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Raihani Salma Amatullah. Wahyudi. Zahra As. Fm. Mila Nurrohmah. Eni Sumarni: Makna Qoryah dalam Al-Quran dan Kaitannya dengan Lingkungan Pendidikan Islam (Analisis Semantik Karya Toshihiku Izuts. Dalam konteks ayat tersebut. Allah menghancurkan beberapa negeri karena penduduknya berdosa. Ini menggambarkan bahwa ketika lingkungan itu melanggar aturan Allah, maka Allah pun menghancurkannya. Sebaliknya, sebagian juga dikaitkan dengan mereka yang berbuat baik sehingga menyebabkan lingkungan yang tenteram dan aman, seperti yang dijelaskan dalam surat an-Nahl ayat 112 berikut: s A IIa acIeI aiOIac acacOeO N eCaN a II aEE I aEA e AI Aa aE a a AaOA e aAcEEa aIa E Ca eOa aEIA ac AcEE a aCa aNA ac A aaIeaIA ac AA a a a ac e ac a a a e aAcEEA AAIa a eO aIA e AeEaeO aOA e AA e aAeEaeOA aa aEIa eO OA a aAEA Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan . sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi . en-dudu. nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat Ayat-ayat tersebut menerangkan bahwa suatu lingkungan akan berpengaruh terhadap tujuan akhir dan suatu lingkungan berperan penting sebagai tempat pembentukan tumbuh kembang manusia, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi, termasuk di antaranya proses pembelajaran yang dijalankan oleh institusi pendidikan Islam seperti madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, majelis ta'lim, dan sebagainya. Makna Relasional (Paradigmati. Dalam Al QurAoan terdapat beberapa terminologi yang menjadi derivasi kata Qoryah. A Balad Balad (A )EAsering kali merujuk pada wilayah atau tempat yang ditinggali oleh sekelompok manusia dengan asal-usul keturunan yang sama. Sebagai contoh, kota Makkah disebut sebagai balad (A )EAkarena dahulu hanya dihuni oleh kelompok manusia yang berasal dari satu garis keturunan, khususnya keturunan dari IsmAoail, yang kemudian menjadi suku Quraisy. Hal ini tercermin dalam firman Allah, aEe aCe aI a a Eea EaA Mahyudin. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Raihani Salma Amatullah. Wahyudi. Zahra As. Fm. Mila Nurrohmah. Eni Sumarni: Makna Qoryah dalam Al-Quran dan Kaitannya dengan Lingkungan Pendidikan Islam (Analisis Semantik Karya Toshihiku Izuts. Aku bersumpah dengan negeri ini (Meka. (QS. Al-Balad . : . Ayat tersebut menunjukkan pentingnya suatu negeri dalam konteks sejarah dan keberkahan wilayah tersebut. Madinah Dalam Bahasa Arab, istilah untuk kota adalah "al-madinah," dengan bentuk jamaknya "mudun" atau "madain. " Di zaman dahulu dan di negara-negara yang sedang berkembang, kota dianggap sebagai area yang sangat terdepan dalam Kota menjadi tempat di mana perdagangan terjadi, sering kali sebagai pasar atau pusat pertemuan. Ini juga menjadi tempat di mana layananlayanan disediakan kepada orang-orang yang singgah di sana. Oleh karena itu, kota dianggap sebagai pusatnya segala macam pelayanan. Dalam Al QurAoan kata al-madinah iulang sebanyak tujuh belas kali, terdapat empat belas ayat yang mencantumkan kata al-madinah. Kata almadinah terdapat dalam berbagai susunan kata, dimana hampir semua penyebutannya diawali dengan kata penghubung yaitu harf jar terkecuali pada dua ayat yaitu Qs. al-ijr/15: 67 dan Qs. al-Qaa/28: 15. Adapun menurut penjelasan M. Quraish Shihab bahwa al madinah adalah sebagai kota yang melambangkan tempat peradaban. Hal ini dikarenakan kota adalah area yang dihuni oleh banyak orang dengan aktivitas yang beragam, yang pada gilirannya melahirkan peradaban. Meskipun demikian, dalam konteks sebab turunnya ayat tersebut, tidak ada penjelasan khusus mengenai asbab an-nuzul . ebab turunny. dari kata "al-madinah" dan bentuk turunannya dalam ayat tersebut. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa istilah Qoryah sering kali digunakan untuk merujuk pada "desa" atau "kampungAy yang cenderung menunjukkan pemukiman yang lebih kecil atau wilayah yang tidak sebesar kota. Adapun kata Madinah sering dikaitkan dengan "kota" atau "pusat perkotaan. " Dalam Al-Quran, terutama ketika disebutkan sebagai "Al-Madinah" secara khusus, merujuk pada Kota Madinah yang merupakan tempat penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad saw mendirikan peradaban Islam yang kuat setelah hijrah dari Makkah. Sedangkan terminologi dari kata balad dapat diartikan sebagai "negeri" atau "wilayah. " Dalam beberapa ayat, kata "balad" digunakan secara umum untuk merujuk pada berbagai jenis Syofyan Hadi. Permata Semantik Di Samudera Stilisti, 2020, p. HM. Sonhadji. Ensiklopedia Al QurAoan: Dunia Islam Modern, 1st edn (Yogyakarta, 2. , p. Quraish Shihab. Tafsir Al Mishbah: Pesan. Kesa. Dan Keserasian Al QUrAoan, 10th edn, p. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Raihani Salma Amatullah. Wahyudi. Zahra As. Fm. Mila Nurrohmah. Eni Sumarni: Makna Qoryah dalam Al-Quran dan Kaitannya dengan Lingkungan Pendidikan Islam (Analisis Semantik Karya Toshihiku Izuts. pemukiman atau tempat tinggal manusia. Letak perbedaan ketiga term tersebut ada pada jenis ukuran, tipe pemukiman, dan keberagaman tempat-tempat yang disebutkan dalam Al-Quran. Makna Sinkronik dan Diakronik Analisis makna sinkronik kata "qoryah" dalam Al-Quran menitikberatkan pada pengertian kata tersebut pada saat tertentu dalam teks Al-Quran itu sendiri. Ini melibatkan pemahaman terhadap konteks ayat di mana kata "qoryah" digunakan, mempertimbangkan makna spesifik yang diungkapkan dalam konteks ayat tersebut tanpa memperhitungkan perubahan makna atau evolusi kata itu dari waktu ke waktu. Sebagaimana kata "qoryah" yang mengacu pada makna sebuah komunitas atau sebuah kota kecil yang ada dalam QS. Al-Qasas: 59, pada ayat ini kata AuqaryahAy merujuk pada suatu komunitas atau desa yang kecil yang sering kali dikenal sebagai suatu entitas yang hidup secara berdampingan atau berdekatan dengan komunitas lain. Adapun dari segi kajian diakronik sebagaimana dalam QS. Al Kahfi ayat 77. Allah menggunakan kata "qaryah" yang diterjemahkan sebagai kampung. Menurut penjelasan Imam Ibnu Katsir. Imam Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Sirin bahwa kampung yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kota Ailah. Selain itu, secara umum istilah "qoryah" atau "qarya" dalam konteks syair Arab, hadits nabi. 13 Dapat dipahami baik dari segi sinkronik dan diakronik kata AuqaryahAy tidak terdapat perubahan makna yang signifikan dan sama-sama bermakna desa kecil atau komunitas yang memiliki ciri khas tertentu. Weltanschauung Dalam perspektif global kata qoryah juga diartikan sebagai desa. KBBI mendefinisikan desa sebagai suatu entitas hukum yang memiliki wewenang untuk mengelola serta mengatur kebutuhan dan urusan masyarakat lokal berdasarkan aturan-aturan yang diakui oleh Pemerintahan Nasional. Lebih lanjut menurut Paul H. Landis, desa memiliki ciri utama yaitu adanya interaksi sosial yang erat di antara berbagai individu yang saling mengenal. Hubungan ini didasari oleh ikatan emosional terhadap tradisi dan kebiasaan yang sama. 14 Dapat dipahami bahwa peran desa dalam masyarakat sangatlah signifikan dimana menjadi pondasi kehidupan bagi sebagian besar populasi dunia, terutama di wilayah pedesaan. Suatu desa dapat menjadi penopang kesejahteraan sosial, pendidikan, ekonomi segolongan masyarakat. Rahmat Badani. AoTafsir Kata Qaryah Dan Madinah Dalam Surah Al-KahfiAo. Wahdah Islamiyah, 2019 . AoDefinisi Desa Menurut Berbagai AhliAo. Berdesa, 2018 . Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 2 No. Januari - Juni 2023 Raihani Salma Amatullah. Wahyudi. Zahra As. Fm. Mila Nurrohmah. Eni Sumarni: Makna Qoryah dalam Al-Quran dan Kaitannya dengan Lingkungan Pendidikan Islam (Analisis Semantik Karya Toshihiku Izuts. Lingkungan Pendidikan dalam Al QurAoan Lingkungan pendidikan merujuk pada lembaga atau institusi di mana proses pendidikan berlangsung. Abuddin Nata mengungkapkan bahwa kajian lingkungan pendidikan Islam seringkali terintegrasi secara tak langsung dalam pembahasan mengenai ragam lingkungan pendidikan. Walaupun tidak secara eksplisit dijelaskan, namun pemahaman umum menyatakan bahwa lingkungan pendidikan Islam mengacu pada lingkungan yang kental dengan nilai-nilai keislaman, yang memungkinkan terlaksananya pendidikan Islam secara efektif. 15 Dalam hal ini. Al-Qur'an tidak menjelaskan secara spesifik tentang lingkungan pendidikan Islam, tetapi mengacu pada praktik sejarah yang menjadi tempat pendidikan, seperti masjid, rumah, tempat berkumpul para sastrawan, madrasah, dan universitas. Meskipun tidak secara langsung disebutkan dalam al-Qur'an, al-Qur'an memberikan perhatian pada lingkungan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan tertentu. Misalnya, dalam menggambarkan tempat tinggal manusia secara umum yang mana al-Qur'an sering menggunakan istilah "al-Qoryah". Hal tersebut menegaskan bahwa lingkungan memiliki peran krusial sebagai tempat di mana aktivitas manusia berlangsung termasuk proses pendidikan Islam. Lingkungan memegang peranan penting dalam mendukung proses berbagai kegiatan, termasuk pendidikan, karena setiap kegiatan membutuhkan tempat yang menjadi objek Begitu juga, lingkungan pendidikan Islam yang berperan dalam menopang kelancaran proses pembelajaran dan pengajaran secara berkesinambungan sehingga terciptanya suasana yang aman dan kondusif. Jenis-Jenis Lingkungan Pendidikan Islam Dalam konteks yang luas, lingkungan pendidikan Islam dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu lingkungan pendidikan di dalam sekolah dan lingkungan pendidikan di luar sekolah yang meliputi keluarga, masyarakat, negara, dan individu. Namun, fokus pembahasan akan dimulai dari lingkungan keluarga karena keluarga merupakan pendidikan pertama dan terutama bagi anak sebelum mereka mengenal lingkungan pendidikan lainnya. Keluarga sebagai Lingkungan Pendidikan Islam Dalam al-Qur'an, istilah keluarga diwakili oleh kata-kata seperti ahl, 'ali, dan 'asyir. Namun, tidak semua penggunaan kata-kata tersebut merujuk kepada makna Abuddin Nata. Filsafat Pendidikan Islam, 1st edn (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2. , p. Abuddin Nata. Filsafat Pendidikan Islam, pp. 163Ae64. Suhada Suhada. AoLingkungan Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur`anAo. Hikmah: Journal of Islamic Studies, 13. , 1 .