Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal Revitalisasi Geosite Sendang Gong Desa Gunungsari Moh. Sholahuddin. Iva Choirul Insani*. Diah Kumala Dewi. Aulia Rahmadina Putri. Syabba Ansori Fauzan Adhim Universitas Bojonegoro. Bojonegoro. Indonesia *Coresponding Author: iva. chrlnsn@gmail. Dikirim: 14-08-2025. Direvisi: 21-08-2025. Diterima: 23-08-2025 Abstrak: Geosite Sendang Gong terletak di Desa Gunungsari. Kecamatan Baureno. Kabupaten Bojonegoro, merupakan destinasi wisata dengan daya tarik utama air yang tidak pernah kering sepanjang tahun serta keberadaan batu berbentuk gong di tengah sendang. Air di sendang ini digunakan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan irigasi. Namun, sejak sepuluh tahun terakhir, sendang ini mengalami kekeringan yang cukup parah, karena kurangnya perawatan dan minimnya fasilitas pendukung. Sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 01 Universitas Bojonegoro hadir untuk mewujudkan revitalisasi Geosite Sendang Gong melalui program Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. Program ini dirancang berbasis pendekatan partisipatif dengan metode diskusi sarasehan yang mencakup koordinasi awal, penyampaian materi, tanya jawab, serta perumusan solusi bersama. Program ini berhasil mengidentifikasi dua permasalahan utama, yaitu keringnya sumber air Sendang Gong dan keberadaan kandang ayam di sekitar kawasan wisata, lalu menghasilkan kesepakatan tindak lanjut secara nyata, yaitu pembangunan pagar bambu sepanjang jalur setapak menuju goa. Pembangunan pagar ini tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga menjadi langkah awal masyarakat bersama mahasiswa dalam mempersiapkan Geosite Sendang Gong untuk program revitalisasi yang lebih luas di masa Kata Kunci: Revitalisasi. Geosite. Sendang Gong Abstract: The Sendang Gong Geosite is located in Gunungsari Village. Baureno District. Bojonegoro Regency. It is a tourist destination with the main attraction of water that never dries up throughout the year and the presence of a gong-shaped stone in the middle of the The water in this spring is used by local residents for daily needs such as bathing and However, for the past ten years, this spring has experienced quite severe drought, due to lack of maintenance and minimal supporting facilities. As a concrete manifestation of the university's contribution to community service, the Collaborative Thematic Community Service Program (KKN-TK) Group 01 of Bojonegoro University is present to realize the revitalization of the Sendang Gong Geosite through the Inspirational Discussion on Villages (Rindan. This program is designed based on a participatory approach with a discussion method that includes initial coordination, material delivery, questions and answers, and the formulation of joint solutions. This program successfully identified two main problems, namely the drying up of the Sendang Gong water source and the presence of chicken coops around the tourist area, then resulted in a concrete follow-up agreement, namely the construction of a bamboo fence along the path to the cave. The construction of this fence is not only a symbol of commitment, but also an initial step for the community and students in preparing the Sendang Gong Geosite for a broader revitalization program in the future. Keywords: Revitalization. Geosite. Sendang Gong @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sholahuddin dkk. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal RevitalisasiA PENDAHULUAN Kabupaten Bojonegoro dikenal memiliki kekayaan geologi yang langka dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Saat ini. Geopark Bojonegoro telah melangkah menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG. (Witra. Diharapkan, potensi alam yang dimiliki dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjadi pusat kajian ilmiah. Geosite merupakan konsep pariwisata yang fokus pada pengalaman berwisata sekaligus mempelajari potensi alam, kekayaan geologi seperti batuan dan struktur bumi, serta memahami kondisi lingkungan di sekitarnya (Ramdhani & Pratiwi, 2. Geosite Sendang Gong merupakan destinasi wisata air yang terletak di Desa Gunungsari. Kecamatan Baureno. Kabupaten Bojonegoro. Geosite ini berupa kubangan air yang airnya berasal dari reservoir karst Gunung Karan dan Gunung Pegat (Ziqin, 2. Tidak jauh dari Sendang Gong, ada goa kecil berisi air. Daya tarik utama wisata ini adalah air yang tidak pernah kering sepanjang tahun serta keberadaan batu berbentuk gong di tengah sendang, yang dulunya digunakan warga untuk membendung derasnya debit aliran air. Debit air yang keluar dari sendang ini bisa mencapai 3. 000 liter per detik (Saiq, 2. Air di sendang ini digunakan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan irigasi. Kandungan belerang pada air ini juga dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit kulit. Namun, sejak 10 tahun terakhir kondisi Sendang Gong mengalami masalah kekeringan yang cukup parah. Penurunan debit air secara bertahap setiap tahun, kurangnya perawatan dan maraknya aktivitas pengeboran disekitar sendang menjadi faktor utama penyebab permasalahan ini terjadi. Selain itu, fasilitas yang kurang memadai seperti sulitnya akses jalan, tidak adanya papan informasi, minimnya lahan parkir dan kurangnya promosi juga menjadi kendala dalam pengembangan wisata ini (Frengki Andri et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan perlu adanya upaya revitalisasi untuk membangkitkan kembali Geosite Sendang Gong sebagai destinasi wisata. Ada tiga jenis revitalisasi, yaitu revitalisasi fisik, revitalisasi ekonomi, dan revitalisasi sosial (Permana et al. , 2. Sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Universitas Bojonegoro melalui Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) berkomitmen mewujudkan revitalisasi Geosite Sendang Gong. Tujuan utama pelaksanaan KKN-TK ini adalah untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan nyata masyarakat (Syardiansah, 2. Langkah awal program ini diawali dengan kegiatan diskusi Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. , yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi yang tepat bagi pengembangan Geosite Sendang Gong. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam memecahkan permasalahan yang ada di desa, mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pelestarian dan pemanfaatan potensi lokal, khususnya Geosite Sendang Gong, agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan sebagai modal awal untuk mencapai keberhasilan revitaliasasi. Dengan adanya kontribusi berupa tenaga, ide maupun dukungan material, revitalisasi akan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat setempat (Hermawan et al. , 2. Selain itu, partipasi ini juga @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sholahuddin dkk. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal RevitalisasiA dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat potensi Geosite yang telah ada. Sehingga, di masa depan manfaat Geosite Sendang Gong dapat dirasakan oleh generasi mendatang. KAJIAN TEORI Revitalisasi Revitalisasi adalah suatu proses untuk menghidupkan kembali atau memperbaharui fungsi, peran, dan nilai suatu kawasan, bangunan, atau objek yang mengalami kemunduran, sehingga dapat kembali memberikan manfaat optimal bagi masyarakat (Mahindra & Megawati, 2. Revitalisasi pariwisata adalah usaha untuk menghidupkan kembali atau memperbarui sektor wisata di suatu daerah (Ulva et al. , 2. Tujuannya untuk membuat destinasi lebih menarik dan mendorong perkembangan ekonomi serta sosial masyarakat sekitar. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan antara lain memperbaiki fasilitas wisata, membuat produk wisata baru, melakukan promosi yang tepat, menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang terampil, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya. Dalam pariwisata berbasis budaya lokal, revitalisasi harus memperhatikan aspek fisik, sosial, ekonomi, dan Budaya lokal menjadi salah satu daya tarik utama karena mampu memberikan pengalaman yang unik bagi wisatawan sekaligus memperkuat jati diri masyarakat setempat (Mulyadi et al. , 2. Peran Masyarakat dalam Revitalisasi Partisipasi masyarakat adalah hal penting agar program revitalisasi bisa berhasil. Masyarakat dapat terlibat dengan memberi ide, membantu tenaga, atau menyediakan sumber daya yang dibutuhkan. keterlibatan masyarakat membuat proses revitalisasi lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah, karena masyarakat setempat paling memahami potensi dan masalah di lingkungannya (Hermawan et al. , 2. Selain membantu mempercepat pelaksanaan, partisipasi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga hasil revitalisasi. Jika masyarakat ikut serta sejak awal mereka akan lebih peduli dan mau merawat fasilitas atau nilai budaya yang sudah dibangun (Ali et al. , 2. Sendang sebagai Objek Wisata Sendang adalah sumber mata air yang memiliki potensi sebagai objek wisata, terutama dalam bentuk wisata air dan wisata alam (Syahari et al. , 2. Sendang selain memiliki nilai ekologis juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan melalui sektor pariwisata. Objek wisata sendang biasanya menawarkan keindahan alam, sumber mata air yang jernih dan nilai kebudayaan yang kental, sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan (Ardhiansyah & Adityo, 2. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode pelaksanaan kegiatan diskusi Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. bersama masyarakat Desa Gunungsari serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro dilakukan melalui beberapa tahapan utama. Tahap pertama adalah persiapan, yang mencakup koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk menyusun agenda serta memastikan keterlibatan seluruh pihak. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sholahuddin dkk. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal RevitalisasiA Tahap kedua adalah pelaksanaan, yaitu forum diskusi interaktif yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi yang tepat bagi pengembangan Geosite Sendang Gong. Selanjutnya, tahap tindak lanjut dilaksanakan dengan merumuskan kesepakatan bersama mengenai solusi yang tepat dengan langkah nyata yang dapat dijalankan dalam mendukung proses revitalisasi Geosite Sendang Gong. Tahap Persiapan dan Koordinasi Awal Pada tahap persiapan, tim pengabdian dari Kelompok 01 Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro melakukan serangkaian langkah awal untuk memastikan kegiatan diskusi Rembug Inspiratif Tentang Desa (Rindan. berjalan lancar dan sesuai tujuan. Langkah pertama adalah melakukan koordinasi awal dengan pemerintah Desa Gunungsari untuk menyampaikan maksud dan tujuan program, sekaligus meminta arahan terkait kebutuhan masyarakat serta dukungan teknis yang diperlukan. Selanjutnya, tim juga berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro selaku narasumber, guna memastikan substansi diskusi relevan dengan kebijakan pengembangan pariwisata daerah. Dalam koordinasi ini, dibahas mengenai peran masing-masing pihak, pembagian tugas, serta jadwal kegiatan. Selain itu, tim juga melakukan pengumpulan data awal terkait kondisi Geosite Sendang Gong, meliputi latar belakang, permasalahan yang dihadapi, serta urgensi revitalisasi yang perlu segera Tahap persiapan ini menjadi pondasi penting agar forum diskusi nantinya dapat berlangsung efektif, partisipatif, dan menghasilkan rumusan solusi yang tepat. Pelaksanaan Diskusi Sarasehan Program diskusi ini dilaksanakan pada hari Senin, 21 Juli 2025, mulai pukul 00 hingga 12. 00 WIB di sekitar Geosite Sendang Gong, dibagi menjadi tiga sesi Sesi pertama narasumber menyampaikan materi terkait program revitalisasi Geosite Kabupaten Bojonegoro, khususnya pada Geosite Sendang Gong. Sesi kedua, diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan masyarakat Desa Gunungsari. Disini masyarakat menyampaikan keluhan dan meminta solusi terkait permasalahan Geosite Sendang Gong. Pemerintah menanggapi keluhan tersebut serta memberikan saran yang sesuai dan efektif. Sesi terakhir adalah pengambilan kesimpulan dari diskusi yang telah selesai dilaksanakan. Tindak Lanjut dan Rekomendasi Sebagai bagian dari keberlanjutan program Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro meminta masyarakat Desa Gunungsari berkolaborasi dengan mahasiswa KKN-TK Kelompok 01 Unigoro untuk segera merealisasikan langkah awal revitalisasi Geosite Sendang Gong berupa pemasangan pagar bambu disekitar jalan setapak menuju arah goa, agar di masa depan revitalisasi dapat dilaksanakan secara menyeluruh. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Program Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. dilaksanakan dengan konsep diskusi sarasehan bertempat di sekitar Geosite Sendang Gong. Diskusi dilaksanakan selama tiga jam dengan melibatkan beberapa pihak, yaitu masyarakat @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sholahuddin dkk. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal RevitalisasiA serta perangkat Desa Gunungsari. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa Kelompok 01 KKN-TK Unigoro. Potensi Geosite Sendang Gong Geosite Sendang Gong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis geologi, sejarah, dan budaya. Keberadaan sendang yang diyakini masyarakat sebagai peninggalan bersejarah menjadikannya tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai budaya dan spiritual. Geosite berfungsi sebagai warisan geologi yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan edukasi, penelitian, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan (Sagala et al. , 2. Selain itu, pengembangan Geotourism dan Geopark dapat menjadi strategi inovatif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan sumber daya Dengan demikian. Geosite Sendang Gong berpotensi menjadi bagian penting dari Geopark Nasional Bojonegoro yang tengah diusulkan sebagai Aspiring UNESCO Global Geopark (UGG. 2025, sekaligus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata berbasis kearifan lokal. Faktor Pendukung Revitalisasi Keberhasilan revitalisasi Geosite tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang saling melengkapi. Pemerintah daerah berkontribusi melalui penyediaan infrastruktur pendukung seperti jalan, tempat ibadah, toilet dan fasilitas umum lain yang mempermudah aksesibilitas wisatawan sekaligus meningkatkan kenyamanan selama Di sisi lain, partisipasi aktif masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam pengelolaan wisata, misalnya melalui penginapan, warung makan, serta layanan pemandu, yang tidak hanya menciptakan lingkungan ramah wisatawan tetapi juga memperkuat kearifan lokal dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta semakin memaksimalkan potensi pariwisata, baik melalui pengembangan Geopark maupun pengelolaan objek wisata berbasis alam dan budaya, di mana sumber daya swasta dimanfaatkan untuk peningkatan fasilitas dan promosi, sementara pemerintah memastikan adanya regulasi dan kebijakan pendukung. Selain itu, pemantauan dampak pariwisata perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk evaluasi jumlah pengunjung, harga barang dan jasa, serta pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, agar kebijakan yang dihasilkan dapat menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan. Tidak kalah penting, program-program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi lokal turut mendukung program revitalisasi untuk pengembangan pariwisata dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar sehingga tercipta lingkungan yang lebih nyaman bagi wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik budaya lokal (Ibrahim et al. , 2. Pelaksanaan Diskusi Sarasehan Sesi pertama. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro selaku narasumber menyampaikan materi terkait program revitalisasi Geopark Kabupaten Bojonegoro. Geopark Nasional Bojonegoro masuk dua besar sebagai Aspiring Unesco Global Geopark (UGG. Bojonegoro yang digadang sebagai kabupaten permata tersembunyi untuk wisata dunia memiliki 16 Geosite, tiga Biosite dan delapan Culturesite yang tersebar di 10 kecamatan (Indhiyantoro, 2. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sholahuddin dkk. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal RevitalisasiA Banyak dari Geosite yang belum sepenuhnya dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal salah satunya adalah Geosite Sendang Gong di Kecamatan Baureno. Narasumber juga menyampaikan terdapat tiga stakeholder utama yang harus berperan aktif dalam revitalisasi suatu Geosite, yaitu masyarakat sebagai pemlik potensi wisata, pemerintah sebagai pengatur kebijakan dan penyedia dukungan fasilitas, pihak swasta . sebagai mitra dalam pendanaan dan pengembangan potensi wisata, juga bisa melibatkan mahasiswa sebagai penggagas ide serta pelaksana program revitalisasi. Sesi kedua, yaitu sesi tanya jawab antara narasumber dan masyarakat. Terdapat dua kendala utama dalam proses pengembangan Geosite Sendang Gong, yakni kondisi sendang yang tidak memiliki air serta keberadaan kandang ayam milik warga yang menimbulkan bau tidak sedap. Masyarakat berharap pemerintah dapat membantu menggali potensi dan menemukan solusi atas permasalahan tersebut, pengajuan dana revitalisasi Geosite Sendang Gong telah dilakukan sejak empat tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Menanggapi permasalahan yang telah disampaikan oleh masyarakat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. menyampaikan bahwa tidak semua geosite dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. Pada kasus Geosite Sendang Gong, faktor utama yang harus dipenuhi adalah keberadaan air di sendang tersebut. Namun, karena sumber airnya telah mengering, langkah awal yang disarankan adalah menghadirkan tenaga ahli, seperti ahli geologi dan hidrologi, untuk menganalisis penyebab matinya sumber air. Solusi lainnya kawasan sekitar sendang ini dapat dijadikan sebagai bumi perkemahan, namun tetap memerlukan AuembrioAy sebagai daya tarik baru yang dapat dikembangkan. Revitalisasi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk masyarakat. Oleh karena itu, sebelum bantuan dari pemerintah turun, masyarakat diharapkan memulai persiapan dengan langkah sederhana yaitu dengan membuat pagar bambu sebagai pembatas di sepanjang akses jalan setapak. Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Kesimpulan Diskusi Tantangan Air sendang kering total Kandang ayam di sekitar Sendang Gong Belum pendukung di sekitar Geosite Solusi Mendatangkan ahli geologi atau hidrologi untuk menganalisis penyebab matinya sumber air Kawasan dialih fungsikan menjadi bumi perkemahan Pemindahan lokasi kandang Pengelolahan limbah kandang agar tidak berbau Pembuatan pagar bambu di sekitar jalan setapak Gambar 1. Diskusi Terkait Revitalisasi Geosite Sendang Gong @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sholahuddin dkk. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal RevitalisasiA Diskusi sarasehan ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari semua Masyarakat Desa Gunungsari, perangkat desa, mahasiswa, dan pihak terkait dapat saling bertukar pendapat secara terbuka sehingga setiap permasalahan bisa dibicarakan dengan jelas. Suasana diskusi terasa nyaman dan partisipatif karena banyak masukan positif yang muncul dari berbagai pihak. Kehadiran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro serta Dosen Pembimbing Lapangan juga menambah wawasan yang lebih luas, sehingga hasil diskusi tidak hanya bisa langsung diterapkan, tetapi juga menjadi arah penting untuk pengembangan Geosite Sendang Gong di masa depan. Tindak Lanjut Menindaklanjuti program Rembug Inspiratif Tentang Desa (Rindan. , masyarakat Desa Gunungsari bersama mahasiswa KKN-TK Kelompok 01 Universitas Bojonegoro berkolaborasi membangun fasilitas pendukung berupa pagar bambu di sekitar jalan setapak menuju goa yang ada di sekitar Sendang Gong. Pembangunan pagar ini menjadi langkah awal masyarakat dalam upaya revitalisasi Geosite. Gambar 2. Pagar Bambu Masyarakat Desa Gunungsari dengan penuh semangat bekerja sama membangun pagar bambu di sepanjang jalan setapak menuju goa Sendang Gong. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong, mulai dari menyiapkan bambu, memotong, hingga menyusunnya menjadi pagar. Suasana kebersamaan sangat terasa karena setiap orang ikut membantu sesuai kemampuannya. Kini, pagar bambu sudah terpasang rapi sesuai dengan arahan. Pagar bambu ini tidak hanya sekedar fasilitas pendukung wisata, tetapi juga menjadi bukti kepedulian dan kebersatuan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan Geosite Sendang Gong. KESIMPULAN Program Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai forum diskusi antara masyarakat Desa Gunungsari. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro serta mahasiswa KKN-TK Kelompok 01 Universitas Bojonegoro telah berhasil merumuskan solusi sebagai langkah awal revitalisasi @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sholahuddin dkk. Rembug Inspiratif tentang Desa (Rindan. sebagai Langkah Awal RevitalisasiA Geosite Sendang Gong. Diskusi yang dilaksanakan berhasil mengidentifikasi permasalahan utama serta menghasilkan kesepakatan tindak lanjut berupa pembuatan pagar bambu di sepanjang jalan setapak menuju goa. Pembangunan pagar menjadi simbol komitmen awal masyarakat dalam mempersiapkan Geosite Sendang Gong untuk revitalisasi lebih lanjut dan menyeluruh di masa depan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Bojonegoro (Unigor. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro. Kepala Desa Gunungsari. Perangkat Desa di Desa Gunungsari. Segenap Masyarakat di Desa Gunungsari. Perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa. Kabupaten Bojonegoro serta pihak-pihak yang telah membantu selama pelaksanaan pengabdian yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. DAFTAR PUSTAKA