VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL IDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KOTA AMBON STUDI KASUS: KAWASAN KOTA AMBON, PROVINSI MALUKU Wattimena. , dan L. Warlina. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia. Jalan Dipati Ukur No. 102Aa116 Bandung 40132 email: randy. wattimena@gmail. , lia. warlina@email. ABSTRAK Kota Ambon merupakan kota terbesar dan juga ibukota dari Provinsi Maluku. Kota Ambon adalah tempat pemerintahan kota dan juga merupakan tempat utama pembangunan. Dilihat dari segi fisiknya, kota Ambon selalu terjadi bencana yaitu bencana banjir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan memetakan suatu tingkat kerawanan banjir yang terdapat di kota Ambon. Manfaat untuk penelitian ini merupakan suatu pemberian memberikan informasi kawasan mana saja yang merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan banjir, dan memberikan informasi kawasan mana saja yang aman terhadap kejadian banjir. Analisis dalam penelitian kerawanan banjir ini menggunakan metode dekriptif kuantitatif yang memiliki tujuan mendisktipsikan tingkat kerawanan, dengan terdapat 5 variabel yaitu jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan, kemiringan lereng, dan topografi. Penetapan tingkatan suatu kerawanan banjir dengan menguunakan skoring dan pembobotan untuk masing-masing variabel yang mana hasil perkalian dari skor tiap variabel dan bobot masing-masing variabel tersebut bisa dipergunakan dalam menentukan suatu tingkat wilayah dalam hal ini yaitu kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukan tingkat kerawanan banjir di kota Ambon terbagi menjadi 5 klasifikasi yaitu sangat rwan, rawan, cukup rawan, kurang rawan, dan tidak_rwan dengan Tingkat cukup rawan merupakan tingkat terluas. Tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada daerah pesisir keseluruhan kecamatan di kota ambon sedangkan daerah yang aman akan terjadinya banjir terdapat pada daerah perbukitan terutama pada Kecamatan Leitimur Selatan. Kata Kunci : banjir, jenis tanah, tutupan lahan, kemiringan lereng, curah hujan, topografi PENDAHULUAN Bencana merupakan suatu peristiwa yang mampu menciptakan suatu dampak kerugian yang besar terhadap masyarakat dan akan membah rusaknya kawasan Beberapa kejadian bencana yang dampaknya menyebabkan kerusakan, kejadian banjir mempunyai tingkatan kejadian yang tertinggi, yang berimbas kerusakan pada manusia, dan hal ini mengakibatkan kerugian ekonomi sangat besar (F. Guinensa. Warlina, 2. Suatu kejadian Bencana akan membutuhkan waktu yang panjang sebagai pemulihannya (Purnomo. Sugiantoro, 2. Bencana banjir hal ini terjadi karena berbagai faktor, terlebih lagi dari alam yang memiliki peran yang paling penting dan paling berpengaruh yang berdampak langsung dan menimbulkan rusaknya Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA lingkungan, kehilangan harta benda, psikologis, dan timbulnya korban jiwa. Kota Ambon ialah kota terbesar dan ibukota Provinsi Maluku dan juga merupakan pusat dalam pemerintahan kota serta menjadi pusat dalam pembangunan. Luas Kota Ambon adalah untuk daratannya yaitu 359,45km2. Pulau Ambon sendiri adalah merupakan bagian pada kepulauan Maluku dan merupakan pulau - pulau busur vulkanis, hal ini menimbulkan secara umum kota Ambon memiliki wilayah yang sebagian besar terdiri dari kawasan berbukit dan berlereng terjal. Sehingga pembangunan pusat kota, dan pusat pemukiman lebih ditujukan pada wilayah yang mempunyai kawasan yang daratan rendah/datar dan landai dan daerah perbukitan menjadi daerah lindung dan juga sebagai daerah serapan air. Kota Ambon memiliki tingkat intensitas hujan di atas 200 mm yang dimulai pada bulan Mei hingga Agustus, sedangkan musim panas dengan intensitas hujan di bawah 200 mm dimulai dari bulan September hingga April yang mana suhu rata-rata temperatur di kota Ambon adalah 26,6AC. Bencana banjir yang sering terjadi di kota Ambon karena faktor alamnya yang sangat berpengaruh, hal ini disebabkan karena daya serap tanah sudah sangat sedikit disebabkan karena penebang hutan dengan tiidak menerapkan penanman pohon kembali dan hutan tersebut digunakan sebagai pembangunan pemuikiman baru, dan juga wilayah yang berlereng terjal yang membuat rembesar air ke daerah dataran rendah semakin tinggi, yang menyebabkan semakin rawannya tingkat banjir di kota Ambon. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bencana Banjir di kota Ambon terparah terjadi pada tahun 2012 dan 2013 dan di tahun 2016 hingga terdapat korban tewas. Guna mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh kejadian banjir terhadap rasa nyaman dan keamanan masyarakat di kota Ambon sehingga peneliti merasa membutuhkan mengangkat judul yaitu AuIDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KOTA AMBON (Studi Kasus : Kawasan Kota Ambon ,Provinsi Maluk. Ay II. METODE Metode pendekatan yang dipakai pada penelitian ini yaitu Deskriptif Kuantitatif. Deskriptif kuantitatif atau dapat dibilang sebagai suatu penelitian terapan yang cakupannya dari penelitian survey, yaitu suatu penelitian dengan tujuan untuk memberikan penggambaran mengenai tingkat kerawanan. C Metode analisis Data Penelitian ini digunakan suatu metode deskriptif kuantitatif pada data primer dan sekunder yang bertujuan untuk mendapatkan variabel dan mencari data dan dilakukan suatu kesimpulan awal dalam menentukan kebutuhan serta menentukan tahapan Analisis deskriptif di pergunakan dengan suatu tujuan penelitian ialah meberikan gambaran dengan detail pada situasi yang sedang terjadi dilokasi penelitian dan juga untuk keakuratannya. Metode yang dipergunakan untuk mengetahui suatu tingkat rawan banjir dilakukan menggunakan metode skoring dan pembobotan untuk setiap variabel yang mana hasil perkalian dari skor pada masing-masing variabel dan bobot masing-masing variabel tersebut bisa digunakan dalm menentukan tingkat wilayah atau daerah Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL kerawanan banjir dengan cara membagikan nilai tertinggi dan nilai terendah pada kelas kerawanan yang sudah ditentukan sebelumnya. Overlay ialah suatu prosedur yang sangat penting untuk penelitian Sistem Informasi Geografis. Overlay ialah suatu cara dalam memberikan tau menumpag-tindihkan grafis satu peta di atas grafis peta yang lain dan menampilkan hasil dari overlay tersebut pada layar komputer. Overlay juga menampilkan suatu peta digital pada peta digital yang lain dengan atribut-atributnya dan menghasilkan suatu peta gabungan keduanya yang memiliki suatu informasi atribut dari kedua peta tersebut. Untuk lebih detailnya mengenai hal-hal yang akan dianalisis dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2 berikut ini. Tabel 1. Variabel Penelitian Variabel Indikator Kemiringan Lereng Jenis Tanah Curah hujan Tutupan Lahan Ketinggian Kelas variabel Indikator Datar . % - 8%) Landai (>8% -15%) Agak Curam (>15% - 25%) Curam (>25% - 45%) Sangat Curam (>. Aluvia. Planosol. Hidromorf_Kelabu. Laterik Air Tanah (Tidak Pek. Latosol (Agak Pek. Tanah Hutan Cokelat. Tanah Mediteran. Podsolic (Kepekaan Sedan. Andosol. Laterik. Grumosol. Podsol (Peka. Regosol. Litosol. Organosol. Renzia (Sangan Pek. >2500 mm (Sangat Basa. 2001 Ae 2500 mm (Basa. 1501 Ae 2000 mm (Cukup Basa. 1000 Ae 1500 mm (Kerin. < 1000 mm (Sangat Kerin. Hutan Lebat (Sangat Bai. Hutan Produksi. Perkebunan (Bai. Semak, padang Rumput (Sedan. Pertanian Lahan kering. Hortikultura,Tegalan, ladang (Kurang Bai. Pemukiman. Sawah (Sangat Tidak Bai. 0-20 m (Data. 21-50 m (Beromba. 51-100 m (Berombak-bergelomban. 101-300 m (Bergelombang-berbuki. >300 m (Berbukit-Pegununga. Skor Bobot Tabel 2. Kelas Kerawanan No. Kelas Kerawanan Tidak Rawan Kelas 80 - 160 Kurang Rawan 160 - 240 Cukup Rawan 240 - 320 Rawan 320 - 400 Sangat Rawan >400 Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL HASIL DAN PEMBAHASAN Menjelaskan tingkatt kerawananbencana banjr dikota Ambon Petatingkatkerawananbanjir dihasilkan dari hasil overlay peta curah hujan, peta topografi . , peta jenis tanah, peta tutupan lahan, dan peta kemiringan lereng yang menggunakan metode skoring terhadap masing Ae masing parameter. Pembuatan peta tingkat kerawanan banjir ini memiliki tujuan sebagai memberikan informasi wilayah atau daerah di kota Ambon yang memiliki tingkat rawan terjadi banjir. Agar mampu membantu dan juga sebagai solusi dalam mengatasi dan juga membuat pencegahan atau penanganan dalam mengurangi timbulnya korban jiwa dan terjadinya bencana banjir pada waktu yang akan datang, penentuan tingkat kerawanan banjir didasarkan berdasrkan hasil skor kumulatif yang didapatkan dari keseluruhan parameter, kemudian diklasifikasikan menjadi 5 kelas kerawanan yaitu sangatrawan (>. , rawan . , cukup rawan . Ae . , kurang rawann . Ae . , dan tidak rawan . Ae . Berdasarkan hasil analisis dari 5 parameter penentu kerawanan banjir tersebut, dihasilkan peta tingkat kerawanan banjir di kota Ambon yang dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Gambar 1. Peta Kerawanan Banjir di Kota Ambon Gambar 2. Peta Rawan Banjir di Kota Ambon 3D Berdasarkan peta kerawanan banjir di Kota Ambon, dapat dilihat bahwa Kota Ambon memilik 5 tingkat kelas kerawanan yang terdiri dari tingkt sangat rawan, tingkat rawan, tingkatt cukup rwan, tingkat kurang rawan dan terakhir tingkat tidak rawan. Kerawanan banjir di Kota Ambon dengan tingkat sangat rawan dan rawan berada pada daerah pesisir pantai dengan kondisi dataran yang rendah yang tersebar pada setiap kecamatan di Kota Ambon dengan luasan tingkat sangat rawan 1. 582 Ha dan tingkat 562 Ha, begitupun juga penyebaran tingkat cukup rawan dan kurang rawan berada pada kondisi dataran mulai berbukit yang penyebarannya meliputi seluruh Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL kecamatan dengan luasan tingkat cukup rawan yaitu 10. 430 Ha dan tingkat kurang rawan 338 Ha dan tidak rawan juga meliputi seluruh kecamatan yang ada di kota ambon yang membedakan adalah terdapat pada daerah dataran tinggi dengan luasan yaitu 4. 612 Ha. Bagaiman luasan daeerah tingkat kerawanan bencana banjir tiap kecamatan di kota Ambon Berdasarkan hasil analisis kerawanan banjir di Kota Ambon, tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada 5 kecamatan yang ada di Kota Ambon. C Kecamatan Sirimau Gambar 3. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Sirimau Gambar 4. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Sirimau 3D Berdasarkan Peta tingkat kerawanan banjir Kecamatan Sirimau, dapat dilihat Kecamatan Sirimau memiliki 5 tingkat kerawanan bencana banjir yaitu sanga trawan, tingkat rawan, tingkat cukup rawan, tingkat kurang rawan, dan tingkat tidak rawan. Persebaran kerawanan dengan tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada daerah pesisir dan juga merupakan pusat perkotaan dan perkonomian dari Kota Ambon dengan luasan tingkat sangat rawan yaitu 250 Ha dan tingkat rawan yaitu 421 Ha sedangkan tingkat cukup rawan, kurang rawan dan tidak rawan tersebar pada daerah yang kondisi dataranya berbukit dengan masing-masing luasan untuk tingkat cukup rawan adalah 1554 Ha,tingkat kurang rawan 1030Ha dan tingkat tidak rawan adalah 321 Ha. Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Tabel 3. Luas daerah rawan banjir Kecamatan Sirimau. Kota Ambon Kecamatan Sirimau Tingkat Kerawanan Kurang Rawan Batu merah Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Cukup Rawan Rawan Amantelu Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Batu Gajah Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Batu Meja Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan CukupaRawan Rawan Hative Kecil Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Karang Panjang Rawan Sangat Rawan Cukup Rawan Rawan Pandang Kasturi Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Soya Cukup Rawan Rawan Kurang Rawana Cukup Rawan Waihoka Rawan Sangat Rawan Rawan Galala Sangat Rawan Rawan Rijali Sangat Rawan Ahusen Sangat Rawan Honipopu Sangat Rawan Uritetu Sangat Rawan Kelurahan/Desa Luas . Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Kecamatan Nusaniwe Gambar 5. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Nusaniwe Gambar 6. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Nusaniwe 3D Berdasarkan Peta tingkat kerawanan banjir Kecamatan Nusaniwe, dapat dilihat Kecamatan Nusaniwe memiliki 5 tingkat kkerawanan banjir yang terdiri dari tingka sangat rawan, tingkat rawan, tingkat cukup rawan, tingkat kurang rawan, dan tingkat tidak rawan. Persebaran kerawanan dengan tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada daerah pesisir dan didataran rendah Kecamatan Nusaniwe dengan luasan tingkat sangat rawan yaitu 121 Ha dan tingkat rawan 514 Ha sedangkan tingkat cukup rawan, kurang rawan tersebar pada daerah yang kondisi dataranya dari pesisir hingga berbukit dengan luas tingkat cukup rawan yaitu 1575 Ha, tingkat kurang rawan 2461 Ha, sedangkan tidak rawan memiliki persebaran didataran tinggi danluas wilayah cenderung kecil yang hanya memiiki luasan yaitu 24 Ha Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Tabel 4. Luas daerah rawan banjir Kecamatan Nusaniwe. Kota Ambon Kelurahan/Desa Negeri Lama Nania Passo Passo Waiher Lateri Halong Latta Kecamatan Nusaniwe Tingkat Kerawanan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawa Sangat Rawan Cukup Rawan Rawan Luas . Kecamatan Letimur Selatan Dapat dilihat dari peta dibawah bahwa Kecamatan Leitimur Selatan memiliki 5 tingkat kerawanan bencana banjir yang terdiri dari tingkat sangat rawan, tingkat rawan, tingkat cukup rawan, tingkat kurangg rawan dan tingkat tidak rawan. Persebaran kerawanan dengan tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada pesisir dengan cakupan yang kecil dengan luas tingkat sangat rawan yaitu 29 Ha dan tingkat rawan 235 Ha, sedangkan tingkat cukup rawan, kurang rawan dan tidak rawan berada pada dataran yang cenderung berbukit dengan luasan tingkat cukup rawan yaitu 1946 Ha, tingkat kurang rawan 2292 dan tingkat tidak rawan 282 Ha. Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Gambar 7. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Leitimur Selatan Gambar 8. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Leitimur Selatan 3D Tabel 5. Luas daerah rawan banjir Kecamatan Leitimur Selatan. Kota Ambon Kelurahan/Desa Ema Hukurila Hutumuri Hatalai Leahari Naku Hukurila Kilang Kecamatan Leitimur Selatan Tingkat Kerawanan Kurang Rawan Cukup Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Luas . Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Kecamatan Buguala Gambar 9. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Buguala Gambar 10. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Buguala 3D Dapat dilihat dari peta diatas bahwa Kecamatan Baguala memiliki 5 tingkat kerawanan banjir yang terdiri dari tingkat sangat rawaan , tingkat rawan, tingkat cukup rawan, tingkat kurang raawan, dan tingkat tidak rawan. Persebaran kerawanan dengan tingkat Sangat rawan dan rawan tersebar pada daerah pesisir yang kondisi wilayahnya dataran rendah dengan masing-masing luasan untuk tingkat sangat rawan memiliki luasan 710 Ha dan tingkat rawan yaitu 525 Ha sedangkan tingkat cukup rawan, tingkat kurang rawan, dan tidak rawan terdapat pada daerah yang berbukit dengan masing-masing luasan untuk tingkat cukup rawan memiliki luas 2375 Ha, tingkat kurang rawan 1443 Ha dan tingkat tidak rawan 663 Ha. Kecamatan Baguala sendiri adalah kecamatan yang memiiki jumlah permukiman yang padat dan berbatasan dengan pantai. Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Tabel 6. Luas daerah rawan banjir Kecamatan Baguala. Kota Ambon Kelurahan/Desa Negeri Lama Nania Passo Waiher Lateri Halong Latta Kecamatan Baguala Tingkat Kerawanan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Cukup Rawan Rawan Luas . Kecamatan Teluk Ambon Dapat dilihat dari peta dibawah bahwa Kecamatan Teluk Ambon memiliki 5 tingkat kerawanan banjir terdiri dari tingkat sangat rawan , tingkat rawan, tingkat cukup rawan, tingkat krang rawan, dan tinngkat tidak rawan. persebaran tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada daerah pesisir yang memiliki dataran rendah dan pada pemukiman penduduk dengan luas untuk tingkat sangat rawan adalah 472 Ha dan tingkat rawan adalah yaitu 867 Ha sedangkan tingkat cukup rawan, kurang rawan, dan tidak rawan terdapat pada daerah berbukit pada kecamatan Teluk Ambon dengan setiap luasanya untuk tingkat cukup rawan adalah 2979 Ha, tingkat kurang rawan 3112 Ha dan tingkat tidak rawan adalah 3322 Ha. Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Gambar 12. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Teluk Ambon Gambar 13. Peta Rawan Banjir di Kecamatan Teluk Ambon 3D Tabel 7. Luas daerah rawan banjir Kecamatan Teluk Ambon. Kota Ambon Kecamatan Baguala Tingkat Kerawanan Tidak Rawan Kurang Rawan Hative Besar Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Tidak awan Kurang Rawan Tawiri Cukup Rawan Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Hunuth/ Durian Patah Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Poka Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Rumah Tiga Rawan Sangat Rawan Kurang Rawan Cukup Rawan Wayame Rawan Sangat Rawan Tidak Rawan Kurang Rawan Laha Cukup Rawan Rawan Rawan Tihu Sangat Rawan Kelurahan/Desa Luas . Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL KESIMPULAN IV. Kerawanan banjir di Kota Ambon terbagi menjadi 5 kelas keerawanan yaitu tingkat sanngat rawan, tingkat rawan, tinggkat cukup rawan, tingkat kuranng rawan dan tingkat tidak rawan. Persebaran tingkat sangat rawan dan tingkat rawan terdapat pada daerah pesisir atau daerah yang mempunyai morfologi dataran rendah atau pada ketinggian 0 Ae 20 Mdpl, dengan kondisi permukiman dan bangunan-bangunan padat penduduk yang tersebar di Kecamatan Sirimau. Kecamatan Nusaniwe. Kecamatan Baguala. Kecamatan Teluk Ambon dan sebagian kecil pada Kecamatan leitimur Selatan. Tingkat cukup rawan merupakan kelas yang terluas yang tersebar pada 5 kecamatan yang ada di Kota Ambon dengan kondisi dataranya yang mulai berbukit atau pada ketinggian 51 Ae 300 Mdpl, sedangkan tingkat kurang rawan dan tidak rawan tersebar pada 5 kecamatan yang ada di Kota Ambon dan terdapat pada wilayah yang cenderung berbukit atau dengan kisaran ketinggian 101 - >300 Mdpl. Total luasan keseluruhan kelas kerawan bencana banjir di Kota Ambon yaitu tingkat Sangat rawan dengan luas 1582 Ha . %), tingkat rawan dengan luas 2562 Ha . %), tingkat cukup rawan dengan luas 10430 Ha . %), tingkat kurang rawan dengan luas 10338 Ha . %), dan terakhir tingkat tidak rawan dengan luas 4612 Ha . %). Kelas kerawanan bencana banjir Kota Ambon dengan rincian luas setiap kecamatan dapat diihat pada Tabel 8. Tabel 8. Luasan Daerah Rawan Banjir Per Kecamatan Kota Ambon Luas Kelas Kerawanan Banjir (H. Kecamatan Sangat Rawan Rawan Cukup rawan Kurang Rawan Tidak Rawan Sirimau Nusaniwe Teluk Ambon leitimur Selatan Baguala Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Kota Ambon Studi Kasus: Kawasan Kota Ambon. Provinsi Maluku VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL DAFTAR PUSTAKA