PROCESSOR AeVOL. No. April 2024. Laman web jurnal: https://ejournal. id/index. php/processor Processor: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi. Teknologi Informasi dan Sistem Komputer P-ISSN: 1907-6738 | E-ISSN: 2528-0082 Implementasi Mikrotik-API pada Filter Rule Mikrotik OS Menggunakan PHP Native untuk UPT Lab Universitas Amikom Yogyakarta Muhammad Firdaus Ilhamy1. Andika Agus Slameto2 Informatika Universitas Amikom Yogyakarta. Jl. Ring Road Utara. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta 55281. Indonesia AbstrakOeMikrotik Routeros merupakan sistem operasi jaringan yang populer digunakan oleh administrator jaringan. Dilengkapi dengan fitur Firewall, pengelolaan Filter rule dalam mengontrol akses jaringan menjadi penting. Namun, antarmuka WEB atau CLI dapat sulit dan memakan waktu. Salah satu alternatif pengelolaan adalah menggunakan Mikrotik API yang memungkinkan akses melalui program atau aplikasi terintegrasi. Winbox adalah aplikasi GUI umum untuk mengontrol akses jaringan, tetapi memiliki beberapa masalah. Pengguna dapat menyebabkan kesalahan tidak disengaja, dan aplikasi ini hanya tersedia untuk Windows, bukan untuk Mac os atau Linux. Alternatif lain seperti CLI dan API dapat diakses dari berbagai platform. Di Universitas Amikom Yogyakarta, masalah muncul di UPT (Unit Pelaksana Tekni. Lab karena masih menggunakan Winbox untuk mengelola izin jaringan, terutama pada Filter rule. Oleh karena itu, proyek penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan pengguna dengan menggunakan Mikrotik API. Penggunaan API ini memungkinkan pengelolaan Filter rule yang lebih efisien dan efektif melalui program atau aplikasi yang sesuai kebutuhan, meningkatkan keamanan jaringan secara keseluruhan. Kata Kunci: Routeros. Mikrotik API. Filter rule. Antarmuka WEB. Winbox. PHP. Keamanan jaringan. AbstractOeMikrotik Routeros is a popular network operating System used by network administrators. Equipped with a Firewall feature, managing Filter rules in controlling network access is important. However, the WEB interface or CLI can be difficult and time-consuming. One management alternative is to use the Mikrotik API which allows access through integrated programs or applications. Winbox is a common GUI application for controlling network access, but it has some problems. Users may cause accidental errors, and this app is only available for Windows, not for Mac os or Linux. Other alternatives such as CLI and API can be accessed from various platforms. At Amikom University. Yogyakarta, problems arOSe at the UPT (Technical Implementation Uni. Lab because they were still using Winbox to manage network permissions, especially on Filter rules. Therefore, this research project aims to reduce user errors by using the Mikrotik API. The use of this API enables more efficient and effective management of Filter rules through programs or applications as needed, increasing overall network security. Keywords: Routeros. Mikrotik API. Filter rule. WEB interface. Winbox. PHP. Network security. PENDAHULUAN Mikrotik Routeros merupakan salah satu sistem operasi jaringan yang sangat populer digunakan oleh para administrator jaringan. Routeros dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mengelola dan memantau jaringan, termasuk fitur Firewall untuk mengontrol akses jaringan. Salah satu cara untuk mengelola Firewall pada Mikrotik Routeros adalah dengan menggunakan Mikrotik API. API Mikrotik memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola fitur pada Routeros melalui program atau aplikasi yang diintegrasikan. Dalam penggunaan Firewall pada Mikrotik Routeros. Filter rule memainkan peran penting dalam mengontrol akses Filter rule digunakan untuk memfilter paket yang melewati Router dan menentukan apakah paket tersebut diizinkan atau tidak. Namun, pengelolaan Filter rule pada Mikrotik Routeros melalui antarmuka WEB atau CLI dapat menjadi sulit dan memakan waktu. Terdapat aplikasi GUI yang biasa digunakan dalam mengontrol akses jaringan yaitu Winbox, akan tetapi meskipun winbox sangat berguna dan mudah digunakan, namun ada beberapa masalah yang dapat yang paling utama adalah setiap pengguna dapat menyebabkan kesalahan yang tidak disengaja ketika mengatur jaringan seperti tidak sengaja menghapus settingan Router yang sudah dibuat sebelumnya, lalu masalah lain adalah winbox hanya tersedia untuk sistem operasi Windows, dan tidak tersedia untuk sistem operasi lain seperti Mac os atau Linux. Hal ini membuat pengguna yang menggunakan sistem operasi lain harus mencari alternatif https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 02 Maret 2024. Reviewed: 04 Maret 2024. Accepted. 02 April 2024. Published: 30 April 2024 lain untuk mengelola perangkat Mikrotik. Oleh karena itu, meskipun Winbox merupakan aplikasi manajemen jaringan yang berguna, pengguna harus mempertimbangkan masalah-masalah ini sebelum memutuskan untuk Ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk mengelola perangkat Mikrotik, seperti CLI (Command Line Interfac. dan API (Application Programming Interfac. , yang dapat diakses dari berbagai 2 Permasalahan yang ada di Universitas Amikom Yogyakarta khususnya di UPT (Unit Pelaksana Tekni. Lab yaitu para pengelola dan staff saat mengelola izin jaringan yang terhubung dengan internet, pihak UPT (Unit Pelaksana Tekni. masih menggunakan Platform Winbox untuk mengontrol jaringan terutama pada Filter rule, oleh karena itu, proyek penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan pengguna saat memproses Filter rule. Dengan menggunakan Mikrotik API (Application Programming Interfac. , pengelola jaringan dapat mengelola Filter rule dengan lebih efisien dan efektif melalui program atau aplikasi yang dirancang sesuai kebutuhan. Hal ini akan mempercepat proses pengelolaan Filter rule dan meningkatkan keamanan jaringan secara keseluruhan. Maka dari itu, penelitian tentang penggunaan Mikrotik API (Application Programming Interfac. untuk mengelola Filter rule pada Mikrotik Routeros sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan jaringan. TINJAUAN PUSTAKA Berbagai penelitian telah mencoba menjelaskan tentang Mikrotik API yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola fitur pada Routeros melalui program atau aplikasi yang diintegrasikan. Dengan adanya penelitian terdahulu bisa membuat suatu referensi untuk membuat penelitian ini serta berguna sebagai perbandingan dengan penelitian sebelumnya. Menurut Penelitian Andriansyah Zakaria dkk, . menemukan bahwa metode API bisa digunakan untuk membuat Sistem pendaftaran mandiri dan aktivasi akun pengguna hotspot dengan adanya teknologi API dan di sempurnakan dengan bahasa pemograman PHP dan Mysql sehingga layanan internet hotspot dapat berjalan lebih efektif, efisien dan aman. Selain itu. Skenario yang sama digunakan oleh Yusran Said dkk, . dan Kadek Juni Arta dkk, . Melihat dari hasil penelitian mereka, penulis sama-sama membuat sebuah aplikasi manajemen hotspot sebuah API yang berbasis WEB sehingga mempermudah untuk pengguna hotspot serta manajemen hotspot untuk menganggulangi permasalahan pada hotspot. , . Menurut Heru Kurniawan dkk, . menggunakan metode lain yaitu Squid proxy yang terintegrasi dengan Mikrotik pada sistem operasi ubuntu juga dapat membuat suatu sistem untuk memonitoring traffic jaringan yang berbasis Website dengan menggunakan bahasa pemograman PHP dan Mysql sebagai database. Penelitian tersebut bertujuan untuk menjaga kestabilan dan kecepatan dalam akses internet. Sedangkan penelitian Rinanza Zulmy Alhamri dkk, . juga mengembangkan aplikasi monitoring jaringan berbasis Android untuk Administrator dapat mengaktifkan aplikasi, melakukan login, dan melihat log aktivasi Router, melihat traffic pada interface Router dan melihat kondisi internet. Belakangan ini. Ruri Ashari Dalimunthe dan Herman Saputra, . memiliki hasil penelitian yang sama dengan penelitian sebelumnya yaitu membuat sistem monitoring. Tetapi penelitian kali ini menggunakan metode Mikrotik API untuk menampilkan data monitoring yang ada di Mikrotik dan disimpan kedalam database guna dijadikan sebagai bahan evaluasi infrastruktur jaringan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan solusi yang dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan pengguna, dan meningkatkan keamanan sistem jaringan di UPT Lab Universitas Amikom Yogyakarta. Solusi ini mencakup pengimplementasian antarmuka pengguna yang lebih intuitif, validasi input, dan mekanisme otomatisasi menggunakan API Mikrotik. Penelitian ini dimulai dengan menyusun tujuan dan kebutuhan yang ingin dicapai. Tujuan meliputi peningkatan efisiensi pengelolaan izin jaringan, pengurangan kesalahan pengguna, dan peningkatan keamanan Kebutuhan khusus yang perlu dipenuhi termasuk antarmuka pengguna yang intuitif, validasi input, tampilan visual yang jelas, dan petunjuk pengguna yang mudah diikuti. Selanjutnya, dilakukan identifikasi jenis Filter rule yang diperlukan berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Contoh Filter rule yang dipertimbangkan mencakup pemblokiran lalu lintas berdasarkan alamat IP, protokol, port, atau jenis layanan. Selanjutnya, penelitian ini melibatkan koneksi ke API Mikrotik. Menggunakan Mikrotik API, aplikasi atau Software yang akan berinteraksi dengan Filter rule terhubung dengan perangkat Mikrotik. Penulis Pastikan terdapat akses ke perangkat Mikrotik melalui API dan autentikasi yang sesuai untuk melakukan operasi yang diperlukan, seperti mengubah nilai Filter rule. https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 02 Maret 2024. Reviewed: 04 Maret 2024. Accepted. 02 April 2024. Published: 30 April 2024 Setelah itu, dilakukan implementasi Filter rule dengan menggunakan Mikrotik API. Hal ini bertujuan untuk mencapai pengelolaan izin jaringan yang lebih efisien, mengurangi kesalahan pengguna, dan meningkatkan keamanan sistem. Untuk menguji rancangan solusi ini, tujuan pengujian ditetapkan. Tujuan pengujian meliputi memastikan bahwa implementasi Mikrotik API pada Filter rule Mikrotik OS menggunakan PHP berfungsi dengan benar, serta memverifikasi kinerja dan stabilitas sistem setelah penerapan implementasi Mikrotik API. Pengujian dilakukan dalam lingkungan yang melibatkan sistem operasi Mikrotik OS, bahasa pemrograman PHP, server WEB Apache, dan komputer/server yang menjalankan Mikrotik OS dan PHP dengan server WEB. Desain pengujian terdiri dari beberapa langkah. Pertama, dilakukan persiapan lingkungan pengujian, termasuk instalasi Mikrotik OS. PHP, dan server WEB, serta konfigurasi koneksi jaringan antara komputer/server dan perangkat Mikrotik OS. Selanjutnya, implementasi script PHP dengan menggunakan Mikrotik API dilakukan untuk mengakses dan mengelola Filter rule pada perangkat Mikrotik OS. Pengujian dilakukan dengan mengubah Filter rule, dan beberapa parameter relevan seperti Ip address dan port perangkat Mikrotik OS, kredensial . sername dan passwor. , informasi mengenai Filter rule yang akan diubah, dan pengukuran waktu yang diperlukan untuk operasi dan respons dari perangkat Mikrotik OS. Langkah-langkah pengujian dicatat dan hasilnya dianalisis untuk mengidentifikasi keberhasilan implementasi Mikrotik API, kinerja sistem, dan stabilitas. Jumlah pengujian dapat ditentukan berdasarkan kompleksitas skenario dan ketersediaan sumber daya, dan melakukan beberapa pengujian dengan skenario penggunaan yang berbeda untuk memastikan keberhasilan dan kinerja implementasi. Setelah selesai melakukan pengujian, hasil pengujian divalidasi dengan membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil yang Jika hasil validasi sesuai dengan harapan, dapat disimpulkan bahwa implementasi Mikrotik API pada Filter rule Mikrotik OS menggunakan PHP untuk UPT Lab Universitas Amikom Yogyakarta berhasil. Gambar 1. Alur Penelitian https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 02 Maret 2024. Reviewed: 04 Maret 2024. Accepted. 02 April 2024. Published: 30 April 2024 Berdasarkan Gambar 1, terdapat tahap yang paling utama dengan melakukan analisis kebutuhan sistem atau penentuan tujuan terkait masalah metode API. Tahap selanjutnya melakukan persiapan perangkat keras yang digunakan penelitian sebagai berikut : Laptop Windows 10 64bit Router Board RB450Gx4 dan hAP lite Kabel UTP CAT 5 Selanjutnya melakukan persiapan perancangan struktur dan fitur-fitur sistem, termasuk bagaimana FilterRule akan diimplementasikan pada perangkat Mikrotik. Lalu membangun aplikasi menggunakan teknologi XAMPP (WEB server stac. PHP . ahasa pemrograman server-sid. JavaScript, dan Ajax . eknik pengiriman data Setelah implementasi, selanjutnya mengintegrasikan komponen-komponen yang telah dibangun dan melakukan pengujian fungsional melalui browser WEB. Setelah pengujian, jika aplikasi berhasil memenuhi persyaratan dan kriteria, selanjutnya dapat melanjutkan ke tahap evaluasi. Namun, jika ada kegagalan, harus kembali ke tahap implementasi untuk memperbaiki masalah tersebut. Tahap selanjutnya mengevaluasi kinerja dan efektivitas sistem atau aplikasi berdasarkan tujuan dan persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya. Terakhir menentukan hasil dan kesimpulan menganalisis hasil evaluasi dan merumuskan kesimpulan berdasarkan performa dan keberhasilan sistem atau aplikasi yang telah dikembangkan. Dalam alur penelitian ini, terlihat bahwa menggabungkan elemen-elemen pengembangan sistem, implementasi aplikasi, serta pengujian dan evaluasi untuk memastikan bahwa solusi yang dihasilkan efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Rancangan Sistem Pada tahap awal, dilakukan analisis kebutuhan untuk memahami secara mendalam persyaratan dari sistem yang akan dikembangkan. Komunikasi intensif dengan pihak UPT Lab Universitas AMIKOM Yogyakarta dilakukan untuk mengklarifikasi fitur-fitur yang diinginkan, khususnya terkait pengelolaan Filter rule pada perangkat Mikrotik melalui antarmuka WEB. Setelah kebutuhan terdefinisi dengan jelas, dilakukan perancangan antarmuka WEB yang akan menjadi jembatan antara pengguna dan perangkat Mikrotik. Interface ini akan memberikan kemudahan dalam manajemen Filter rule serta pengaturan aturan-aturan yang diterapkan pada jaringan. Implementasi MIKROTIK-API menjadi bagian krusial dalam sistem ini, karena akan menjadi penghubung antara aplikasi WEB dan perangkat Mikrotik. Melalui fitur ini, data dan konfigurasi Filter rule dapat diterapkan, serta informasi dari perangkat Mikrotik dapat diambil dan ditampilkan melalui aplikasi WEB. Dengan menggunakan Visual Studio Code dan platform server XAMPP, pengembangan aplikasi WEB dapat berjalan dengan efisien dan dapat diuji secara lokal. Rancangan Proses Rancangan Proses dilakukan untuk menggambarkan langkah-langkah yang akan diambil untuk merancang, mengembangkan, menguji, dan mengimplementasikan solusi atau sistem yang diusulkan. Rancangan proses membantu mengatur dan mengarahkan jalannya proyek secara terstruktur sehingga tujuan dapat dicapai dengan lebih efisien dan efektif. HTML dan Javascript Libraries: Pada bagian , terdapat beberapa Library yang di-load menggunakan