AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 09 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1050-1053 Sosialisasi Sanitasi dan Air Bersih Terhadap Pencegahan Stunting di Posyandu Seroja Kota Samarinda Apriyani1*. Suwignyo2. Rindha Mareta Kusumawati3. Kartina Wulandari4 1,2,3,4Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Masyarakat. Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Samarinda. Indonesia Email: 1*riri. april4491@gmail. AbstrakOeBalita pendek . dapat diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasilnya berada di bawah normal. Balita pendek adalah balita dengan status gizi yang berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umurnya bila dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Stud. tahun 2005, nilai z-scorenya kurang dari 2SD dan dikategorikan sangat pendek jika nilai z-scorenya kurang dari -3SD. Berdasarkan data prevalensi stunting provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2020 khususnya di Samarinda pada tahun 2018 kasus stunting sebanyak 26,26 % pada tahun 2019 mengalami penurunan 24,75 dan pada tahun 2020 tetap di angka 24,7. Sedangkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada tahun 2020 prevalensi stunting 11,9% dan pada tahun 2021 mengalami penurunan 10,7%. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 di salah satu Posyandu di Kota Samarinda yaitu di Di Posyandu Seroja Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi tentang upaya pencegahan stunting. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu hamil dan balita yang sudah terdata pada posyandu Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi tentangsanitasi dan air bersih terhadap kejadian stunting dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Semua kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan dengan baik. Kata Kunci: Stunting. Sanitasi. Air Bersih AbstractOeShort toddlers . can be detected when a toddler has been measured in length or height, then compared with the standard, and the results are below normal. Short toddlers are toddlers with nutritional status based on length or height according to age when compared to the 2005 WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Stud. standard, the z-score value is less than -2SD and is categorized as very short if the z-score is less from -3SD. Based on data on the stunting prevalence of East Kalimantan province in 2018-2020, especially in Samarinda in 2018, stunting cases were 26. 26% in 2019 decreased by 24. 75 and in 2020 remained Meanwhile, based on data from the Samarinda City Health Office, in 2020 the prevalence of stunting 9% and in 2021 it decreased by 10. This service was carried out in July 2022 at one of the Posyandu in Kota Samarinda, namely at the Seroja Posyandu. Java Village. Samarinda Ulu District. Samarinda City. The service method used in this activity is the socialization of stunting prevention efforts. The main targets of this activity are pregnant women and toddlers who have been registered at the Seroja Posyandu. This activity began with socialization about sanitation and clean water on stunting and continued with a question and answer session. All activities that have been carried out went well. Keywords: Stunting. Sanitation. Clean Water PENDAHULUAN Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak, pengertian pendek dan sangat pendek adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) yang merupakan padanan istilah stunted . dan severely stunted . angat pende. Balita pendek . dapat diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasilnya berada di bawah normal. Balita pendek adalah balita dengan status gizi yang berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umurnya bila dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Stud. tahun 2005, nilai z-scorenya kurang dari -2SD dan dikategorikan sangat pendek jika nilai zscorenya kurang dari -3SD (KEMENKES, 2. Berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6 persen per tahun dari 27. 7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen tahun 2021. Hampir sebagian besar dari 34 provinsi menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2019 dan hanya 5 provinsi yang menunjukkan kenaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi dari Apriyani | https://journal. id/index. php/amma | Page 1050 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 09 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1050-1053 kebijakan pemerintah mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia telah memberi hasil yang cukup baik(Kemkes. id, 2. SSGI 2021 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan tidak hanya memberikan gambaran status gizi balita saja tetapi juga dapat digunakan sebagai instrumen untuk monitoring dan evaluasi capaian indikator intervensi spesifik maupun intervensi sensitif baik di tingkat nasional maupun kabupaten/kota yang telah dilakukan sejak 2019 dan hingga tahun 2024. Saat ini. Prevalensi stunting di Indonesia lebih baik dibandingkan Myanmar . %), tetapi masih lebih tinggi dari Vietnam . %). Malaysia . %). Thailand . %) dan Singapura . %) (Kemkes. id, 2. Menurut data riset kesehatan dasar (Riskesda. kementerian kesehatan, angka stunting nasional mengalami penurunan dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018. Menurut survei status gizi balita di Indonesia (SGBI) pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 27,7%. Berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6% per tahun dari 27. 7 persen tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021. Hampir sebagian besar dari 34 provinsi yang menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2019 dan hanya 5 provinsi yang menurunkan kenaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi dari kebijakan pemerintah mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia telah memberikan hasil yang cukup baik (Kemkes. id, 2. Berdasarkan data prevalensi stunting provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2020 khususnya di Samarinda pada tahun 2018 kasus stunting sebanyak 26,26 % pada tahun 2019 mengalami penurunan 24,75 dan pada tahun 2020 tetap di angka 24,7% . atuan data Kalimantan Timur, 2. Sedangkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada tahun 2020 prevalensi stunting 11,9% dan pada tahun 2021 mengalami penurunan 10,7%. co, 2. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap kejadian stunting antara lain riwayat sakit, status pekerjaan ibu, status pendidikan ibu, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, pengasuh utama, pola pemenuhan gizi, pola asuh, berat badan lahir balita, pola perawatan kesehatan balita, pendapatan perkapita, pengetahuan ibu tentang gizi dan panjang badan lahir (Hana & Martha, 2. Hasil penelitian di wilayah Sumatera menyatakan berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita (Oktarina et al. , n. Studi di India menyatakan ada hubungan yang signifikan antara praktik kebersihan ibu dan sanitasi rumah tangga serta kondisi air minum dengan kejadian balita kerdil atau stunting. Berdasarkan hasil penelitian, balita tersebut berasal dari lingkungan dengan sumber air tidak terlindung (Rah et al. , 2. Penelitian di Nusa Tenggara Timur menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian stunting dengan sanitasi lingkungan (Cahyono et al. , n. Berdasarkan pertimbangan data dan adanya adanya permasalahan tersebut membuat kami inisatif untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Sosialisasi Pentingnya Air Bersih dan Sanitasi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kota Samarinda. METODE PELAKSANAAN Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 di salah satu Posyandu di Kota Samarinda. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi tentang upaya pencegahan stunting. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian masyarakat periode 2022 memliki bidang tema yang sudah disiapkan oleh program studi. Penuntun tema program disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan Visi dan Misi prodi dengan program yang benar-benar masyarakat dan yang lebih penting adalah bagaimana melibatkan masyarakat dalam mensukseskan program tersebut Apriyani | https://journal. id/index. php/amma | Page 1051 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 09 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1050-1053 Gambar 1. Dokumentasi Tim Pengabdian Gambar 2. Pemasangan poster Pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang Pengetahuan sanitasi dan Air Bersih Terhadap Kejadian Stunting dilaksanakan di Posyandu Seroja pada tanggal 19 Juli 2022. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu hamil dan balita yang sudah terdata pada posyandu seroja. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi tentangsanitasi dan air bersih terhadap kejadian stunting dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Semua kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan dengan baik. Setelah mengikuti dan mendengarkan materi sosialisasi serta melakukan diskusi terlihat meningkatnya pengetahuan dan pemahamanmasyarakat. Hal tersebut disimpulkan tim pelaksana dengan melihat hasil sesi diskusi dan tanya jawab setelah sosialisasi sebagai bahan evaluasi Masyarakat yang mengikuti kegiatan pengabdian yand dilakukan oleh mahasiswa dan didampingi pihak puskesmas memperoleh materi sosialisasi yang disampaikan oleh mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini. Selain itu, tim pengabdian membagikan pula leaflet tentang sanitasi dan air bersih terhadap kejadian stunting yang dibagikan kepada masyarakat untuk menambah pengetahuan dan pemahaman. Selain itu, kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan yang kami laksanakan guna menambah pengetahuan kepada masyarakat tentang sanitasi dan air Apriyani | https://journal. id/index. php/amma | Page 1052 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 09 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1050-1053 bersih terhadap kejadian stunting di Posyandu Seroja Kelurahan jawa. Kecamatan Samarinda Ulu kota Samarinda. KESIMPULAN Pengabdian Masyarakat merupakan sebuah kegiatan dengan misi pemberian pengetahuan melalui sosialisai tentang sanitasi dan air bersih terhadap kejadian stunting untu menguranggi stunting pada anak sejak dini. Pelaksanaan pengabdian ini dapat mengembangkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam dan tentunya tentunya menjadi harapan bagi semua pihak agar bisa sukses dalam mengabdikan diri di masyarakat khususnya dalam mewujudkan tujuan dan manfaat dari pelaksanaan pengabdian. Kegiatan Pengabdian yang dilaksanakan di Posyandu Seroja mendapat respon baik dari pihak kader posyandu, petugas puskesmas dan masyarakat. Hal ini dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta karyawan telah mengerti dan memahami mengenai sanitasi dan air bersih terhadap kejadian stunting. REFERENCES