Pertunjukan Serongga dalam Rutinitas Siswa Sekolah Dasar di Tambaksari Ciamis Ocoh Suherti1. Tarjo Sudarsono2. Edi Mulyana3 Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung osuherti@gmail. com, tarjobeluk1@gmail. edi63@gmai. Abstrak : Penelitian terhadap Serongga (Senam Ronggeng Ame. dalam konteks ini focus pada pertunjukan dalam dimensi hiburan yang memadukkan unsur senam dan seni ronggeng khas Kabupaten Ciamis. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendalaman melalui observasi langsung, wawancara, dan kajian sumber. Analisis data secara khusus mendalami fenomena wujud kemasan Serongga yang menjadi bagian penting terhadap upaya pelestarian seni tradisi sekaligus upaya pengembangan. Keadaan ini membawa Serongga tidak hanya sebagai seni hiburan dan tontonan, akan tetapi Serongga bertransformasi menjadi bentuk sajian baru yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan . areundeuk saige. dan kepercayaan diri. Selain dimensi kontekstual Serongga, penelitian ini juga mendalami dimensi tekstual khususnya pada unsur utama yaitu Karawitan dan Tari, yang memiliki korelasi terhadap eksistensi Senam Ronggeng Amen. Serongga selain dapat disajikan sebagai salah satu bentuk sajian pertunjukan, siswa-siswa SD di Tambaksari telah menjadikan Serongga sebagai bagian rutinitas pagi sebelum pembelajaran dimulai. Keadaan tersebut melibatkan berbagai kalangan baik orang tua, dewasa, remaja maupun anak-anak. Dari penjelasan tersebut penelitian ini merumuskan eksistensi Serongga di tengah masyarakat Ciamis sebagai identitas kelokalan, serta hubungannya dengan dunia Pendidikan tingkat dasar. Kata Kunci: Serongga. Rutinitas siswa. Pertunjukan. Tambaksari PENDAHULUAN Ronggeng Amen merupakan salah satu tarian yang secara alamiah dilahirkan atau hasil kreativitas masyarakat bersumber dari Ronggeng Gunung dan Ronggeng Tayub. Menurut Sujana . 7: . Ronggeng Amen memiliki nilai- nilai estetik dan nilai-nilai sosial budaya yang khas. Nilai estetik tergambar pada bentuknya yang merupakan perpaduan antara Tayub dan Ronggeng Gunung, sedangkan nilai sosial budaya tergambar pada kebersahajaan, kebersamaan pada waktu menari bersama AubarengAy dan dengan gerak yang sama dan seragam. Salah satu ciri yang paling kelihatan dari pertunjukan Ronggeng Amen adalah pola lantai para penarinya berbentuk melingkar, sehingga menjadi ciri khas pertunjukannya. Ronggeng Amen dapat digolongkan pada jenis tari Komunal yaitu tarian yang melibatkan pendukung lebih dari 10 orang penari. Menurut Dibya . 6: . AuTari Komunal yaitu tarian yang hidup dan memiliki fungsi bagi masyarakatnya. fungsi, peran dan manfaat tari Komunal yaitu sebagai: hiburan, ekspresi artistik, identitas sosial, media pendidikan, kritik sosial, sarana atau media kebersamaan, kritik sosial dan untuk kepentingan ritualAy. Ronggeng Amen merupakan salah satu kekayaan kesenian tradisi yang masih disangga oleh masyarakat khususnya oleh masyarakat di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran. Kesenian ini merupakan hasil bentukan baru yang telah menjadi sebuah seni pertunjukan khas daerah tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Ciamis dan daerah-daerah di sekitarnya memiliki beragam bentuk kesenian yang kental dengan nuansa Ronggeng seperti: Ronggeng Gunung. Ronggeng Tayub. Ronggeng Bongbang dan Ronggeng Amen. Sebagai kesenian tradisi masyarakat. Ronggeng Amen biasanya ditampilkan pada acara-acara hajatan atau acara-acara lain sebagai sarana Keberadaan Ronggeng Amen sebagai seni tradisi jika dilihat lebih seksama merupakan perekat kolektivitas masyarakatnya, hal tersebut dipertegas oleh Widaryanto . 8: . AuDalam konteks tradisi, pola laku dalam silaturahmi hubungan antar manusia memang diterapkan dalam pola-pola laku kolektif yang kemudian disepakati menjadi rujukan bersama bagi komunitas masyarakat pendukungnyaAy. Sesuai dengan Undang-Undang Kebudayaan no 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan bahwa Masyarakat adalah Pemilik dan Penggerak Kebudayaan . ttps://peraturan. id/Details/37642/uu-no-5-tahun2017. Ronggeng Tayub dan Ronggeng Amen yang berkembang di masyarakat Tambaksari Kabupaten Ciamis merupakan identitas kelokalan daerah dan merupakan salah satu bentuk kesenian yang digemari masyarakat saat ini, tersaji pada acara-acara hajatan maupun perayaan-perayaan. Bentuk seni hiburan tersebut menjadi pemersatu warga, meningkatkan sinergitas antar pelaku seni budaya, meningkatkan ekonomi, bahkan dapat pula menjadi daya tarik wisata apabila dikemas dengan menarik. Seni ronggeng termasuk Ronggeng Tayub dan Ronggeng Amen merupakan kesenian yang substansi estetiknya terletak pada unsur tari. Akan tetapi sebuah tarian tidak terlepas dari persoalan musik atau karawitan yang berfungsi sebagai iringannya. Melalui kehadiran unsur musik/iringan maka tarian akan memiliki nilai estetika yang lebih tinggi. Perangkat pengiring tarian ini adalah Gamelan Salendro yang menampilkan lagu-lagu jalan atau 42 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l lagu-lagu pendek dalam bentuk gending rerenggongan. Sebagai bentuk tarian, penyajian Ronggeng Amen tidak memerlukan teknik yang terlalu rumit, akan tetapi dibutuhkan keseragaman gerak terutama pergerakan langkah kaki yang disesuaikan dengan irama lagu, kebersamaan dan kekompakan menjadi penting dalam penyajian tari Selain olah gerak dan olah rasa musikal. Ronggeng Amen pun dapat dijadikan sebagai sarana senam dalam ajang olah raga, sehingga ibingan Ronggeng Amen dapat ditarikan oleh berbagai kalangan baik orang tua, dewasa, remaja, maupun anak-anak. Sebagai upaya mempertahankan tarian lokal kepada generasi muda, terutama pada lingkungan pendidikan/sekolah, maka Serongga ini dijadikan rutinitas pagi sebelum pembelajaran dimulai di Sekolah Dasar di Kecamatan Tambaksari Ciamis. Kegiatan ini dilakukan seminggu dua kali. Proses awal pelatihan menggunakan metode eksplorasi. Menurut Sumandiyo . eksplorasi yaitu Ausuatu proses berpikir, berimajinasi, merasakan, membaca/mengamati dan meresponsikan terhadap potensi yang ada. Proses eksplorasi tersebut diwujudkan melalui media iringan dan gerak tari. Proses selanjutnya yaitu penerapan Serongga sebagai rutinitas pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar dimulai kepada siswa-siswi didiknya di sekolah masing-masing. Mengapa siswa-siswa sekolah penting menerima materi pembelajaran Serongga ini, karena tim beranggapan bahwa tarian tersebut dapat membentuk citra kepribadiannya, seperti dikemukakan oleh Caturwati . Ay tari merupakan satu media ungkap dan sarana pembentukan citra kepribadian, karakter, dan identitas dari seseorang atau kelompok orang. Oleh karenanya tari perlu dipelajari sejak masa anak-anakAy. Selanjutnya dalam kaitannya dengan pembentukan karakter. Sugiharto . 4: . menyatakan bahwa Auseni juga memiliki fungsi lain yakni: . intensifikasi pengalaman, . ekspresif, . eksploratif dan . kreatifAy. Nilai karakter sangat penting ditumbuhkan pada setiap individu, terutama siswa di lingkungan sekolah. Penerapan nilai karakter dapat membentuk dasar perilaku dan tindakan individu. Terkait nilai karakter siswa dalam pertunjukan Serongga, penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai karakter melalui implementasi rutinitas Serongga siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tambaksari Ciamis. Kegiatan rutinitas Serongga diharapkan dapat menciptakan suasana yang positif dan mendukung perkembangan karakter siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pertunjukan Serongga dalam rutinitas siswa Sekolah Dasar . SD) di Kecamatan Tambaksari sudah berlangsung di setiap sekolah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut PKM pelatihan Serongga terhadap guru-guru di Tambaksari. Kegiatan rutinitas Serongga dilaksanakan pada pagi hari sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dan dilakukan dua kali dalam seminggu. Rutinitas Serongga ini dilakukan oleh seluruh siswa mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Sebelumnya para siswa telah diberikan pelatihan oleh gurunya masing-masing, sehingga mereka sudah terbiasa melakukan Serongga (Senam Ronggeng Ame. Serongga ini memang tidak masuk dalam mata pelajaran, hanya dijadikan sebagai kegiatan tambahan sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal ini dikarenakan sekolah-sekolah di Tambaksari khususnya SD belum memberlakukan mata pelajaran Mulok. Pertunjukan Serongga ini tentu tidak terlepas dari beberapa hal seperti. karawitan tari, koreografi, dan rias busana. Melalui pembiasaan atau rutinitas Serongga ini kiranya dapat menghasilkan nilai-nilai karakter siswa, artinya banyak dampak positif terhadap siswa setelah mereka melakukan pembiasaan Serongga. KarawitanTari Serongga Karawitan tari atau iringan merupakan bagian yang sama-sama mewujudkan keutuhan sebuah sajian tarian. Karawitan pada pertunjukan tari, merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Kehadiran karawitan khususnya pada tari-tari tradisi berfungsi sebagai patokan gerakan tari. Karawitan atau iringan dalam tarian dapat menjadi ciri atau identitas bagi tarian yang diiringinya, melalui jalinan melodi, ritme, tempo dan aksen-aksen dalam tarian dapat memunculkan dinamika sajian tariannya, sehingga secara tidak langsung memunculkan pula roh tarian yang Sajian lagu-lagu pada pengkemasan Serongga menggunakan lagu-lagu tradisi Sunda, khususnya lagu-lagu jalan dalam bentuk gending rerenggongan yaitu: lagu Eyong-eyong (Ronggeng Gunun. , lagu Daun Puspa (Kilininga. , lagu Baju Hejo (Wanda Anya. , lagu Karatagan (Renggeng tayu. , lagu Eling- eling (Ebe. , lagu Kembang Beureum (Penc. , dan lagu Kidung. Pemilihan bentuk lagu yang bervariasi dan pengolahan tempo yang berbeda-beda . ambat, sedang, cepa. sehingga sajian iringan Serongga lebih dinamis . 43 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Gambar 1. Gamelan Salendro sebagai pengiring Serongga Foto: Dokumen Pribadi, 2024 Bentuk pengkemasan Karawitan tari Serongga: n Perangkat Gamelan Salendro sebagai pengiring tarian terdiri dari instrument: Saron 1, saron 2. demung, bonang, rincik, kenong, goong, gambang, rebab, kecrek, kendang, vocal sinden dan dilengkapi dengan waditra tarompet. n Struktur Karawitan Serongga terdiri dari: Overture, lagu Daun Puspa irama dua wilet. Baju hejo irama sawilet. Karatagan . entuk irama khusu. Eling-eling . Kembang beureum . Eyongeyong . irahma beba. Kidung . rama sawile. dan gending penutup. Setiap perpindahan lagu menggunakan melodi atau tabuhan khusus sebagai jembatan peralihan. Durasi waktu kemasan Serongga kurang lebih 12 menit. Koreografi Serongga Koreografi yang disusun merupakan hasil kemasan baru dengan mengembangkan beberapa motif gerakan yang digarap menjadi lebih dinamis tetapi tidak menghilangkan esensi aslinya, sehingga garapan Serongga lebih menarik dan tidak monoton. Penggunaan kata AusenamAy dalam Serongga bukan berarti adanya gerak-gerak senam sebagaimana umumnya, namun gerak senam yang muncul merupakan hasil dari pengolahan gerak-gerak yang distilasi, yang pada gilirannya menampilan sajian baru. Serongga merupakan bentuk kemasan pertunjukan hiburan yang memadukan unsur senam dan seni ronggeng khas Kabupaten Ciamis. Estetik dan kinestetik dalam Serongga berpadu berwujud gerak enerjik yang mengalirkan ruang, tenaga dan waktu menjadi Senam Ronggeng Amen. Koreografi Serongga terdiri dari: n n n Gerak tangan . agian awal: sembahan/muj. Gerak kaki . engkahan,mincid, jengka. untuk menambah variasin ditambah gerak tangan . umpang tali, gerak langkah kaki dalam hitungan empat dan enam. Gerak Penca . asang, pekprek, besot, sogok, ayun. kadek, tangkis, siku gigir, bandul hareup, betot mundur, gibas, minci. Di bawah ini rutinitas Serongga oleh siswa SD Di Tambaksari, diantaranya: Gambar 2: Siswa SDN 3 Kadupandak Gambar 3: Siswa SDN 1 Karangpaninga 44 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Gambar 4. Siswa SDN 2 Tambaksari Gambar 5. Siswa SDN 4 Kaso Rias Busana Busana Serongga terdiri dari rias busana pertunjukan dan dapat menggunakab busana harian seragam sekolah ataupun seragam olah raga. Adapun rias busana pertunjukan sebagai berikut: n n Penari perempuan menggunakan busana: kebaya polos, sinjang, sampur yang dililitkan di pinggang, kerudung dan make up cantik. Penari laki-laki menggunakan busana: baju pangsi, kaos, celana hitam, iket dan kain sarung yang Gambar 6. Kostum pertunjukan Serongga siswa-siswi SDN 1 Karangpaningal Kec Tambaksari pada Ekspo Pendidikan dan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke 383. Juni 2025. (Foto: Dokumen Kurdi 2. Nilai Karakter Siswa Hasil dari kegiatan pertunjukan Serongga sebagai rutinitas siswa Sekolah Dasar di Tambaksari dapat dijadikan sebagai cerminan penerapan pendidikan karakter di sekolah. Menurut Rosala . menjelaskan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar mengajarkan sesuatu yang benar dan yang salah tetapi juga menanamkan kebiasaan . tentang hal yang baik sehingga peserta didik menjadi paham . tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan . nilai yang baik dan biasa melakukannya . Ada beberapa nilai-nilai yang dapat diimplementasikan dari kegiatan Serongga yakni kebersamaan, kekompakan . areundek saige. , dan kepercayaan diri. n Nilai Kebersamaan Wujud dari nilai kebersamaan dalam Serongga yakni kerja sama, saling membantu, rasa kepedulian dan tanggung jawab. n Nilai Kekompakan . areundek saige. Wujud dari nilai kekompakan . areundek saige. dalam Serongga yakni seirama dalam melangkah, ungkapan ini menekankan pentingnya kesatuan, kerjasama, saling tolong-menolong dalam mencapai tujuan 45 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l bersama, kerja sama, tanggung jawab, rasa saling percaya, solidaritas, disiplin, saling menjaga keutuhan dan kekompakan. n Nilai Kepercayaan Diri Wujud dari nilai kepercayaan diri dalam Serongga yakni mempunyai keyakinanan pada kemampuan diri sendiri, mempunyai keberanian untuk tampil di depan umum, dapat berinteraksi sosial. KESIMPULAN Kegiatan rutinitas (Senam Ronggeng Ame. merupakan wujud kecintaan para generasi muda terhadap seni Hal ini sebagai upaya melestarikan tradisi dan upaya pengembangan yang tidak hanya merupakan seni hiburan dan tontonan, akan tetapi rutinitas. Serongga bagi para siswa membantu anak-anak dalam mengembangkan keterampilan, menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, kebersamaan, memberikan penguatan terhadap aspek kognitif, apektif & psikomotor, serta mendorong kreatifitas dan ekspresi anak. Siswa-siswi Sekolah Dasar di khususnya di Kecamatan Tambaksari memiliki sikap sense of belonging atau rasa memiliki terhadap seni budaya daerahnya, sehingga mewujudkan rasa kecintaan, kepeduliaan terhadap Serongga, serta mempunyai rasa keinginan untuk berkontribusi dan menjaganya. Ke depannya Serongga dapat dikembangkan ke wilayah yang lebih luas (SD-SMP di Kabupaten Ciami. Serongga diharapkan dapat menambah khasanah seni khususnya di Tambaksari Ciamis, sehingga secara otomatis seni tradisi dapat terus terjaga dan lestari. Serongga menjadi sebuah bentuk tarian massal yang dapat disajikan berbagai kalangan baik orang tua, dewasa, remaja maupun anak-anak. Selain itu untuk menjaga keberlanjutannya Serongga dapat dijadikan sebagai materi muatan lokal bagi siswa di sekolah-sekolah. DAFTAR PUSTAKA