Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWA KELAS V SD INPRES BALANG-BALANG Andi Makassau1. Latri2, & Nurul Hamdana3* Universitas Negeri Makassar. Indonesia E-mail: andi. makkasau@unm. E-mail: unmlatri2014@gmail. E-mail: nurulhamdan6@gmail. Artikel Info Abstrak Received: 17 Juni 2023 Accepted: 20 Juli 2023 Published: 14 Agustus 2023 Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan rendahnya rasa percaya diri siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan rasa percaya diri pada siswa kelas V SD Inpres Balang-Balang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa Kelas V SD Inpres Balang-Balang dan guru wali kelas V SD Inpres Balang-Balang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan rasa percaya diri pada siswa kelas V SD Inpres Balang-Balang. Hal ini dibuktikan dengan penerapan model pembelajaran Quantum Teaching lebih efektif diterapkan dengan menggunakan Quantum Teaching tipe TANDUR (Tumbuhkan. Alami. Namai. Demonstrasikan. Ulangi. Rayaka. Penerapan model pembelajaran Quantum Teaching tipe TANDUR lebih mengedepankan suasana belajar yang menyenangkan sehingga menjadikan siswa lebih percaya diri, menumbuhkan keinginan siswa untuk belajar dan menciptakan rasa kerja sama antar siswa. This is an open access article under the CC BY-SA Copyright A 2023 by Author. Published by CV Arthamara Media. Kata Kunci: model pembelajaran quntum teaching, rasa percaya diri, tipe TANDUR PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses yang diperlukan untuk mendapatkan keseimbangan dan kesempurnaan dalam perkembangan individu dan masyarakat. Pendidikan juga merupakan suatu kegiatan yang mempunyai maksud atau tujuan tertentu yang diarahkan agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki manusia baik sebagai manusia ataupun sebagai masyarakat dengan sepenuhnya Pendidikan lebih dari sekedar pengajaran, yang dapat dikatakan sebagai suatu proses transfer ilmu, transformasi nilai, dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya (Nurkholis. Guru sebagai ujung tombak pendidikan mengambil peran strategis untuk membantu siswa memiliki sikap dan nilai yang positif. Salah satu sikap positif yang diperlukan seseorang untuk mampu mengembangkan potensinya dengan baik adalah percaya diri. Percaya diri adalah sikap yakin akan kemampuan diri sendiri untuk memenuhi setiap keinginan dan harapannya. Sebagai ujung tombak Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 dalam mencapai tujuan pembelajaran di sekolah maka seorang guru bisa mefungsikan dirinya sebagai agen pembelajaran . earning egen. yang berperan sebagai fasilitator, motivator, pemicu dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik (Nurjannah, 2. Albert bandura mengemukakan bahwa individu dengan kepercayaan diri akan mampu menghadapi dan memecahkan masalah dengan efektif. Individu ini juga memiliki efikasi diri yang tinggi sehingga mudah dalam menghadapi tantangan karena memiliki kepercayaan penuh akan kemampuan dirinya (Kumalasari, 2. Kemampuan guru dalam menentukan model yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran juga merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Model pembelajaran yang baik adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga permbelajaran tidak hanya berpusat hanya pada guru saja (Haddade, 2. Rasa percaya diri pada siswa dapat dikembangkan di sekolah dengan mengikutsertakan siswa secara aktif ke dalam setiap proses pembelajaran. Pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa akan memperlihatkan aktivitas siswa secara dominan. Aktivitas pembelajaran dengan pemberian tugas kepada siswa dimana masing-masing siswa diberikan tanggung jawab untuk mengerjakan tugas, akan membuat siswa merasa berarti dan memiliki andil dalam kesuksesan pelaksanaan pembelajaran tersebut (Larasati, 2. Kepercayaan diri yang dikemukakan oleh McClelland adalah sebuah kontrol internal, perasaan akan adanya sumber kekuatan dalam diri, sadar akan kemampuan-kemampuan dan bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan yang telah ditetapkannya. Pendapat lain mengungkapkan bahwa kepercayaan diri adalah suatu keyakinan dalam diri seseorang bahwa individu mampu meraih kesuksesan dengan berpijak pada usahanya sendiri (Ulfa, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 3 Februari 2023 di SD Inpres BalangBalang yang terletak di Jalan Abd Kadir Dg. Suro No. 128 ditemukan hal-hal sebagai berikut: Suasana kelas kurang menyenangkan sehingga kurangnya antusiasme siswa dalam proses pembelajaran, tidak adanya bentuk kerja sama antar siswa selama proses pembelajaran, kurangnya rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan pendapat dan bertanya. Hal ini dapat terjadi karena pada saat pengamatan, guru lebih aktif dari pada siswa dimana guru bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar, selama mengajar guru hanya menggunakan model pembelajaran kooperatif learning tanpa menggunakan model pembelajaran yang lain dan guru hanya menyajikan pelajaran tanpa latihan soal dan media pendukung. Guru hanya berpatokan pada hasil ulangan semester tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa percaya diri mereka. Salah satu model pembelajaran yang baik digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri pada siswa adalah model pembalajaran Quantum Teaching. Menurut DePorter Quantum Teaching memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat membimbing dan mengarahkan cara berpikir siswa, berpusat terhadap Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 apa yang dialami oleh siswa dalam proses belajarnya, menumbuhkan dan menimbulkan keinginan siswa untuk belajar, menciptakan rasa kerja sama antar siswa, menawarkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa, menciptakan rasa percaya diri siswa dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (Wote et al. , 2. Rodiyana . mengatakan bahwa Quantum Teaching merupakan orkestra bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen Interaksi-interaksi itu mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa secara menyeluruh. Solusi yang dapat diberikan dari keadaan di atas yaitu dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan agar siswa belajar secara optimal adalah model pembalajaran Quantum Teaching. Model pembelajaran Quantum Teaching dapat membimbing dan mengarahkan cara berpikir siswa, berpusat terhadap apa yang dialami oleh siswa dalam proses belajarnya, menumbuhkan dan menimbulkan keinginan siswa untuk belajar, dan menciptakan rasa kerja sama antar siswa (Dermawan, 2. Quantung Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan hubungan yang dinamais anatara siswa dan guru dan kerangka untuk belajar. (Sigalingging et al. , 2. Quantum Teaching memiliki kelebihan (Wote et al. , 2. antara lain: Dapat membimbing dan mengarahkan cara berpikir siswa. Dikarenakan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi siswa diharuskan untuk memiliki sikap kritis. Semua berpusat dengan apa yang telah dialami oleh siswa dalam proses belajarnya. Dalam proses pembelajaran siswa dilibatkan secara aktif dimana siswa sebagai subjek bukan sebagai objek. Menumbuhkan dan menimbulkan keinginan siswa untuk belajar. Menciptakan rasa kerja sama antar siswa. Dalam proses pembelajaran perlu adanya kerja sama antar siswa agar saling bertukar pikiran,pendapat, dan timbulnya rasa kebersamaan. Menawarkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa. Menciptakan rasa percaya diri siswa. Siswa dirangsang untuk untuk mengamati, menyesuaikan teori dengan kenyataan dan dapat mencoba melakukannya sendiri. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Memotivasi siswa untuk terus berkembang. Siswa diharuskan untuk terus berkembang agar bisa menyesuaikan perkembangan pengetahuan dan teknologi agar tidak tertinggal oleh zaman. Siswa bebas berekspresi. Menumbuhkan rasa idealisme, gairah dan cinta mengajar pada guru. Karena model pembelajaran Quantum Teaching membutuhkan kreativitas dari seorang guru untuk merangsang keinginan sisswa untuk belajar, maka secara tidak langsung guru terbiasa untuk berfikir kreatif setiap harinya. Sebagaimana peneliti terlebih terdahulu yang menggunakan model Quantum Teaching oleh Angga . dengan judul Implementasi Pendekatan Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini di Paud Melati Kelurahan Nangkaan Kabupaten Bondowoso yang menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri pada siswa setelah menggunakan model Quantum Teaching. Pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I sampai siklus II, hal ini dapat terjadi dikarenakan beberapa hal, yaitu pembelajaran yang menerapkan model Quantum Teaching, dapat mengubah pembelajaran yang awalnya berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri pada siswa. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka peneliti melakukan penelitian Tindakan kelas dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Siswa Kelas V SD Inpres Balang-Balang. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2023. Penelitian ini dilaksanakan secara persiklus, pada siklus I pertemuan I dilakukan pada tanggal 10 April 2023 dan pertemuan II dilaksanakan pada tanggal 11 April 2023. Pada siklus II pertemuan I dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2023 dan pertemuan II dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2023. Penelitian dilaksanakan di SD Inpres Balang-Balang Kabupaten Gowa yang terletak di Jalan Abd Kadir Dg. Suro No. Subjek dalam penelitian Tindakan kelas ini adalah guru dan siswa kelas V SD Inpres BalangBalang yang berjumlah 19 orang siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive Secara umum pelaksanaanya terdiri dari 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tahap perencanaan menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut: Menyusun jadwal untuk melakukan penelitian. Menyusun rancana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Menyediakan media pembelajaran Membuat soal-soal dengan bentuk dan instrumen tes yang sesuai untuk bahan evaluasi pada akhir siklus penelitian. Membuat lembar observasi untuk murid dan guru. Pada tahap pelaksanaan Tindakan diawali dengan mengubah lingkungan kelas V menjadi lingkungan Quantum Teaching kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran yang menerapkan Langkahlangkah model pembelajaran Quantum Teaching. Adapun Langkah-langkahnya disingkat dengan TANDUR, yaitu: Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 Guru menumbuhkan minat siswa dengan menyampaikan apersepsi dengan bercerita atau bernyanyi. Siswa mengalami pembelajaran secara langsung atau menggunakan media. Siswa menamai atau mengerjakan soal yang diberikan oleh guru secara berkelompok. Perwakilan siswa mendemonstrasikan atau mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Siswa dari kelompok lain diberikan kesempatan untuk bisa menanggapi hasil presentasi. Siswa mengulangi materi yang diajarkan pada saat itu dengan diberikan tanya jawab oleh guru. Siswa dan guru memberikan apresiasi atas pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan dengan bertepuk tangan, bernyanyi bersama, memberikan pujian, dll. Kegiatan dalam tahap ini yaitu dengan melakukan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Hal yang diamati adalah siswa dan guru. Peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Tahap refleksi dalam penelitian ini, peneliti . dan pelaksana tindakan . mendiskusikan hal-hal yang dirasakan sudah berjalan dengan baik dan bagian yang belum sesuai dengan apa yang telah direncanakan mengenai pembelajaran menggunakan model Quantum Teaching di kelas V SD Inpres Balang-Balang tersebut. Hasil dari refleksi ini menjadi gambaran apakah penelitian sudah berhasil atau belum, jika sudah berhasil maka penelitian akan dihentikan, tetapi jika belum berhasil dan masih belum berjalan dengan baik maka penelitian akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Penelitian ini menggunakan teknik pengamatan . dan dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu . RPP, . Bahan Ajar, . Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), . Lembar observasi guru, . Lembar observasi siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif deskripstif. Teknik analisis kualitatif deskripstif yaitu suatu metode penelitian yang menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Indikator kebersihan dalam penelitian ini yaitu indikator sikap percaya diri siswa. Indikator sikap percaya diri siswa ditandai perolehan siswa berada pada kategori baik (B) dengan persentase minimal 80 % secara klasikal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini akan mendeskripsikan tujuan penelitian yan telah dilakukan, yaitu bagaimana penerpan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan rasa percaya diri pada siswa kelas V SD Inpres Balang-Balang. Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 Adapun hasil analisis kualitatif deskriftif terhadap perolehan tingat percaya diri pada siswa setelah menepkan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran dapat dilihat pada table di bawah ini: Hasil Tabel 1. Presentase Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Selama Siklus I Nilai Kategori Jumlah Siswa Presentase Baik Cukup O3 Kurang Hasil presentasi hasil observasi aktivitas belajar siswa selama siklus I menyatakan bahwa presentasi 31 % untuk kategori baik, 53 % kategori cukup, dan 16 % kategori kurang. Jumlah siswa yang masuk kategori baik masih 31 % sehingga belum memenuhi kriteria keberhasilan penelitian yang Table 2. Presentase Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Selama Siklus II Nilai Kategori Jumlah Siswa Presentase Baik Cukup O3 Kurang Hasil presentasi observasi aktivitas belajar siswa selama siklus II menyatakan bahwa presentasi 89 % untuk kategori baik, 11% kategori cukup, dan 0% kategori kurang. Jumlah siswa yang masuk kategori baik 89%, sehingga peningkatan rasa percaya diri siswa sudah bisa dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu kategori baik (B) dengan persentase minimal 80 % secara Pembahasan Hasil pengamatan yang dilakukan secara langsung oleh peneliti di kelas V SD Inpres BalangBalang dalam pembelajaran IPA selama pratindakan menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki percaya diri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa tidak secara aktif menunjukkan partisipasinya di kelas. Siswa tampak ragu-ragu ketika mengemukakan pendapatnya dalam diskusi. Aktivitas pembelajaran didominasi oleh peran guru dan suasananya terkesan membosankan. Sebagian besar siswa kelas V SD Inpres Balang-Balang mengaku merasa takut dan malu untuk berpartisipasi aktif di kelas dalam pembelajaran IPA. Percaya diri siswa ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran Quantum Teaching. Model Quantumm Teaching diterapkan dalam dua siklus. Setiap siklus dilakukan melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil refleksi pada siklus I dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan tindakan pada siklus II. Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 Pada siklus I tindakan dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Guru dan siswa melakukan kedua tahap pembelajaran Quantum Teaching di setiap pertemuan. Dalam memulai pembelajaran guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui seberapa jauh pemehaman siswa dalam memahami Setelah itu siswa akan dibagi kelompok dan dibagikan LKS untuk melakukan diskusi dan kemudian dipresntasikan secara bergilir. Mereka juga mengajukan pertanyaan untuk setiap materi yang belum dipahami. Aktivitas ini memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuannya sehingga rasa percaya dirinya bisa terbentuk. Selama pembelajaran berlangsung partisipasi aktif siswa meningkat dari pertemuan pertama sampai kedua. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan percaya diri siswa. Pada siklus I jumlah siswa yang mencapai kategori baik berdasarkan hasil observasi sebanyak 21%. Oleh karena itu, peneliti memberi perlakuan untuk meningkatkan skor indikator tersebut dengan lebih banyak memotivasi siswa untuk aktif dalam diskusi kelas. Siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Pada siklus II guru dan siswa juga melaksanakan kedua tahap pembelajaran Quantum Teaching di setiap pertemuan dengan tambahan tindakan berdasarkan hasil refleksi siklus I. Aktivitas pembelajaran pada siklus II adalah pentingnya air dalam kehidupan sehari-hari. Selama pembelajaran pada siklus II keaktifan siswa tidak hanya meningkat tetapi juga lebih merata. Pada siklus II jumlah siswa yang percaya dirinya mencapai kategori baik meningkat. Jumlah tersebut berdasarkan hasil observasi menjadi 83% dan hasil skala percaya diri sebanyak 84%. Hal ini menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori baik dari siklus I ke siklus II berdasarkan hasil observasi sebesar 63%. Skor siklus II dari kedua instrumen tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian sudah tercapai. Hasil dari kedua instrumen yang digunakan untuk mengambil data menunjukkan adanya peningkatan skor percaya diri siswa selama menggunakan metode pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran IPA. Namun, banyak siswa yang termasuk kategori tinggi menunjukkan jumlah yang berbeda. Data skala percaya diri menunjukkan 92% siswa termasuk kategori tinggi sedangkan hasil observasi hanya 83%. Hasil tersebut menunjukkan selisih 9%. SIMPULAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab IV maka dapat diambil kesimpulan bahwa percaya diri siswa kelas V SD Inpres Balang-Balang dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran Quantum Teaching pada pembelajaran IPA. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah mendapatkan percaya diri pada kategori baik. Peningkatan percaya diri dilakukan dengan menerapkan tahap pembelajaran Quantum Teaching tipe TANDUR. Tumbuhkan, yakni guru menumbuhkan minat dan motivasi kepada siswa dengan mengubah suasana proses pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga siswa mampu menerima materi dengan Alami, yakni menciptakan dan mendatangkan pengalaman yang dapat dimengerti oleh siswa Available online at http://w. id/index. php/jmp JURNAL METAFORA PENDIDIKAN Vol 1. No 1. Agustus 2023, hal 33-41 E-ISSN: 3025-0102 secara langsung. Namai, yakni memberikan kata kunci disetiap awal pembelajaran yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari dan mudah untuk dipahami oleh siswa. Demonstrasikan, yakni menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuannya baik secara individu maupun Ulangi, yakni mengulangi poin-poin penting pada materi yang telah dipelajari agar guru dapat mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami pembelajaran yang telah diberikan. Rayakan, disetiap akhir pembelajaran siswa dan guru bersama-sama mengekspresikan rasa puas karena telah berhasil menyelesaikan pembelajaran dengan baik. DAFTAR PUSTAKA