ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PPKN MELALUI MODEL SNOWBALL PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 TANJUNGANOM TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Mujianto SMK NEGERI 1 TANJUNGANOM. NGANJUK Email: mujiantosmk@gmail. Abstrak : Penelitian ini berdasarkan permasalahan: . Bagaimanakah peningkatanprestasi belajar PPKn dengan diterapkannya model snowball pada siswa Kelas XSMK Negeri 1 Tanjunganom tahun pelajaran 2018/2019?. Bagaimanakah pengaruh model snowball terhadap motivasi belajar PPKn pada siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tanjunganom Tahun Pelajaran 2018/2019. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: . Mengetahui pengaruh motivasi belajar PPKn setelah diterapkan model snowball pada siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tanjunganom tahun pelajaran 2018/2019 . Mengetahui pengaruh motivasi belajar PPKn setelah diterapkan model snowball pada siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tanjunganom tahun pelajaran 2018/2019 . Menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran PPKn dalam meningkatkan prestasi belajar pada siswa Kelas XSMK Negeri 1 Tanjunganom tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan . ction researc. sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XSMKNegeri 1 Tanjunganom Tahun Pelajaran 2018/2019. Data yang diperoleh berupa hasil tes, dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus i yaitu, siklus I . ,60%), siklus II . ,00%), siklus i 88,90%). Simpulan dari penelitian ini adalah model pengajaran snowball dapat meningkatkanprestasi belajar PPKn siswa kelas X SMK Negeri 1 Tanjunganom, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PPKn khususnya, dan mata pelajaran lain pada umumnya. Kata Kunci: PPKn,Model snowball Pendahuluan Setiap kegiatan belajar mengajar harus berupaya mencapai tujuan Bila tujuan pengajaran tercapai barulah pembelajaran yang dilakukan dikatakan sukses. Sudah seharusnya, setiap guru melaksanakan pembelajaran yang baik, sungguh-sungguh, terencana, dan dalam pelaksanaannya juga sesuai perencanaan yang ada, dilakukan secara aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan, agar tujuan pengajaran tercapai. Tidak hanya guru, akan tetapi peserta didik pun sudah selayaknyadifasilitasi, dimotivasi, serta dibimbing ikut JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 serta aktif, kreatif, inovatif, sehingga terlibat dalam pembelajaran secara total dan akhirnya tujuan pengajaran yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Sebagai guru PPKn penulis sering bertanya pada diri sendiri, sudahkah penulis melakukan hal-hal di atas, demi tujuan pengajaran yang telah ditentukan. Sudahkah penulis memilih strategi pembelajaran, model, metode pembelajaran, bahkan alat peraga pengajaran yang mengena dan sesuaiuntuk pelajaran PPKn dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran PPKn tersebut. Pembelajaran adalah suatu proses atau cara untuk menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh (KBBI, 1996:. Belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang diperkuat. Sependapat dengan pernyataan tersebut Sutomo . mengemukakan bahwa belajar adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang dengan sengaja mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang menyebabkan perubahan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan, kecakapan, bertambah pengetahuan, bekembang daya pikir, sikap dan lain-lain (Soetomo, 1993:. Seseorang dianggap sudah belajar manakala dia sudah dapat menunjukkan perubahan pada perilakunya. Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya berbuat atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000: . Sedangkan menurut Djamarah . 2: . motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur . 1: . bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Model pembelajaran Snowball sering dikenal dengan SnowballThrowing atau Snowball Fight merupakan pembelajaran yang diadopsi pertama kali dari game fisik yakni melempar segumpal salju untuk memukul orang lain. Adapun pengembangan dalam konteks pembelajaran maka snowball diterapkan dengan melempar segumpal kertas yang sebelumnya telah dituliskan sebuah pertanyaan yang sesuai dengan materi yang dipelajari. Hampir sama dengan model talking stik aplikasinya, hanya media pembelajarannya yang Miftahul Huda . , menjelaskan bahwa sintak langkah-langkah model pembelajaran Snowball adalah: Guru membentuk beberapa kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk menjelaskan materi. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya, lalu menjelaskan kepada anggota kelompoknya. Siswa menuliskan pertanyaan sesuai materi, membentuk kertas menjadi bola, dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain selama beberapa menit. Guru dan siswa mengambil kesimpulan materi yang dipelajari. Guru melakukan evaluasi dan atau refleksi. Guru menutup pelajaran Guru dianggap kompeten manakala dapat mengajar siswa didiknya secara Dengan demikian, guru harus melakukan pembelajaran efektif agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga tujuan pendidikan sebagai upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa dapat berjalan secara efektif pula. Kenyataan saat ini bahwa mayoritas lembaga pendidikan masih tidak atau belum memperhatikan masalah kompetensi guru dan kurang menumpukan pada kegiatan pembelajaran secara maksimal. Beberapa indikasi sebagai fenomena akibat JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 kurangnya kompetensi serta pengembangan-pengembangan proses pembelajaran termasuk model-modelnya, menyebabkan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Dari kenyataan yang penulis alami serta gejala-gejala yang terjadi, termasuk untukmenjawab berbagai pertanyaan yang selalu menghantui di hati, oleh sebab itumaka penulis ingin berbuat lebih dalam pengajaran dan dalam penelitian ini penulis mengambil judul AuPeningkatan Prestasi Belajar PPKnMelaluiModel Snowball Pada Siswa Kelas X SMKNegeri 1 Tanjunganom Tahun Pelajaran 2018/2019. Ay Metodologi Penelitian Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart . alam Arikunto. Suharisimi, 2002: . , yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning . , action . , observation . , dan reflection . Observasi dibagi dalam setiap siklus, yaitu siklus 1, 2, dan seterusnya, dimana masing siklus dikenai perlakuan yang sama . lur kegiatan yang sam. dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Siklus ini berkelanjutan dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: . tahap persiapan, . tahap pelaksanaan, dan . tahap penyelesaian. Tahap Persiapan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap persiapan ini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian. Dalam kegiatan ini diharapkan pelaksanaan penelitian akan berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan. Kegiatan persiapan ini meliputi: . kajian pustaka, . penyusunan rancangan penelitian, . orientasi lapangan, dan . penyusunan instrumen penelitian. Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan penelitian ini, kegiatan yang dilakukan meliputi: . pengumpulan data melalui tes dan pengamatan yang dilakukan persiklus, . diskusi dengan pengamat untuk memecahkan kekurangan dan kelemahan selama JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 proses belajar mengajar persiklus, . menganalisi data hasil penelitian persiklus, . menafsirkan hasil analisis data, dan . bersama-sama dengan pengamat menentukan langkah perbaikan untuk siklus berikutnya. Tahap Penyelesaian Dalam tahap penyelesaian, kegiatan yang dilakukan meliputi: . menyusun draf laporan penelitian, . mengkonsultasikan draf laporan penelitian, . merevisi draf laporan penelitian, . menyusun naskah laporan penelitian, dan . menggandakan laporan penelitian. Dalam rangka menyusun dan mengolah data yang terkumpul sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka digunakan penyajian data kuantitatif dan pada model observasi digunakan data Cara perhitungan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: Merekapitulasi hasil tes. Menghitung jumlah skor yang tercapai dan prosentasenya untuk masingmasing siswa dengan menggunakan rumus ketuntasan belajar seperti yang terdapat dalam buku petunjuk teknis penilaian yaitu siswa dikatakan tuntas secara individual jika mendapatkan nilai minimal 65, sedangkan secara klasikal dikatakan tuntas belajar jika jumlah siswa yang tuntas secara individu mencapai 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%. Menganalisis hasil observasi yang dilakukan oleh teman sejawat pada aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes buatan guru yang fungsinya adalah: . Untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu. Untuk menentukan apakah suatau tujuan telah tercapai. Untuk memperoleh suatu nilai (Arikunto, 2002:. Sedangkan tujuan dari tes adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individual maupun secara klasikal. Disamping itu untuk mengetahui letak kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa sehingga dapat dilihat dimana kelemahannya, khususnya pada bagian mana TPK yang belum Untuk memperkuat data yang dikumpulkan maka juga digunakan model ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK yang dilakukan oleh teman sejawat untuk mengetahui dan merekam aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui keefektifan suatu model dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu model penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hubungan Model snowball dengan Ketuntasan Belajar Suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan dianggap tuntas secara klasikal jika siswa yang mendapat nilai 65 lebih dari atau sama dengan 85%, sedangkan seorang siswa dinyatakan tuntas belajar pada pokok bahasan atau sub pokok bahasan tertentu jika mendapat nilai minimal 65. Siklus I Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, soal tes formatif 1 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan model snowball, dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan Pelaksanaan 6Maret2019 Kelas XSMKN Tanjunganom dengan jumlah 31 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar, sedangkan yang bertindak sebagai pengamat adalah Dra Siti Munawaroh. Adapun proses belajar JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Pengamatan . dilaksanakan bersamaan dengan pelaksan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut: Tabel 4. Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus I i Penilaian Aspek yang diamati Pengamatan KBM Pendahuluan Memotivasi siswa Menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa Membimbing siswa melakukan kegiatan Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan Penutup Membimbing siswa membuat rangkuman Memberikan evaluasi Pengelolaan Waktu Antusiasme Kelas Siswa Antusias Guru Antusias Jumlah Keterangan: Nilai : Kriteria : Tidak Baik : Kurang Baik : Cukup Baik : Baik Berdasarkan tabel di atas aspek-aspek yang mendapatkan kriteria kurang Ratarata mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa, pengelolaan waktu, dan siswa antusias. Kelima aspek yang mendapat penilaian kurang baik di atas, merupakan suatu kelemahan yang terjadi pada siklus I. Dan akan dijadikan bahan kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada siklus II. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Hasil observasi berikutnya adalah aktivitas guru dan siswa seperti pada tabel Tabel 4. Aktivitas Guru Dan Siswa Pada Siklus I Aktivitas Guru yang diamati Menyampaikan tujuan Memotivasi siswa/merumuskan masalah Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi Menjelaskan materi yang sulit Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan Meminta siswa memikirkan untuk lebih memahami materi Memberikan umpan balik Membimbing siswa merangkum pelajaran Aktivitas Siswa yang diamati Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru Membaca buku siswa Bekerja dengan sesama teman sebangku Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru Menyajikan hasil pembelajaran Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide Menulis yang relevan dengan KBM Merangkum pembelajaran Mengerjakan tes evaluasi Persentase Persentase Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus I adalah membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep yaitu 20,9%. Aktivitas lain yang persentasenya cukup besar adalah memberi umpan balikdan menjelaskan materi yang sulit yaitu masing-masing sebesar 18,1% dan 13,5%. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan adalah mengerjakan/memperhatikan penjelasan guru yaitu 23,1%. Aktivitas lain yang persentasenya cukup besar adalah bekerja dengan sesama teman sebangku, diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru, dan membaca buku yaitu masing-masing 16,7% 14,4 dan 11,8%. Pada siklus I, secara garis besar kegiatan belajar mengajar dengan model snowball sudah dilaksanakan dengan baik, walaupun peran guru masih cukup dominan untuk memberikan penjelasan dan arahan karena model tersebut masih dirasakan baru oleh siswa. Berikutnya adalah rekapitulasi hasil tes formatif siswa seperti terlihat pada tabel berikut. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus I 70,28 64,60 Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan model snowball diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 70,28 dan ketuntasan belajar mencapai 64,60% atau ada 23 siswa dari 31 siswa sudah tuntas Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai Ou 65 hanya sebesar 64,6% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan model snowball dalam pembelajaran tersebut. Refleksi Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut: Guru kurang maksimal dalam memotivasi siswa dan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran Guru belum secara total mampu berbuat optimal dalam mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa Guru kurang maksimal dalam pengelolaan waktu Siswa kurang aktif selama pembelajaran berlangsung Refisi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Di sini siswa diajak untuk harus terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan. Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi catatan ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga siswa bisa lebih antusias. Siklus II Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, soal tes formatif 2 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan model snowball dan lembar observasi guru dan Tahap kegiatan dan pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2019 di Kelas X dengan jumlah siswa 31 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar, yang bertindak DraST. Munawaroh. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan . pelaksanaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 4. Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus II Aspek yang diamati Pengamatan KBM Pendahuluan Memotivasi siswa Menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa Membimbing siswa melakukan kegiatan Penilaian P1 P2 Rata -rata ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam i Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil peneyelidikan Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan Penutup Membimbing siswa membuat rangkuman Memberikan evaluasi Pengelolaan Waktu Antusiasme Kelas Siswa Antusias Guru Antusias Jumlah Keterangan: Nilai : Kriteria : Tidak Baik : Kurang Baik : Cukup Baik : Baik Dari tabel diatas, tampak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar . iklus II) yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan model snowball mendapatkan penilaian yang cukup baik dari pengamat. Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun demikian penilaian tersebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa aspek yang perlu Aspek-aspek tersebut adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep, dan pengelolaan waktu. Dengan penyempurnaan aspek-aspek di atas dalam penerapan model snowball diharapkan siswa dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa yang telah mereka lakukan. Berikut disajikan hasil observasi aktivitas guru dan siswa: Tabel 4. Aktivitas Guru Dan Siswa Pada Siklus II Aktivitas Guru yang diamati Menyampaikan tujuan Memotivasi siswa/merumuskan masalah Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi Menjelaskan materi yang sulit Persentase JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Membimbing dan mengamati siswa dalam menentukan konsep Meminta siswa memikirkan untuk lebih memahami materi pelajaran Memberikan umpan balik Membimbing siswa merangkum pelajaran Aktivitas Siswa yang diamati Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru Membaca buku siswa Bekerja dengan sesama teman sebangku Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru Menyajikanhasil pembelajaran Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide Menulis yang relevan dengan KBM Merangkum pembelajaran Mengerjakan tes evaluasi/latihan Persentase Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus II adalah membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep yaitu 23,3%. Jika dibandingkan dengan siklus I, aktivitas ini mengalami Aktivitas guru yang mengalami penurunan adalah memberi umpan ,6%), Meminta mendiskusikan dan menyajikan hasil kegiatan . ,2%), dan membimbing siswa merangkum pelajaran . ,7%). Sedangkan untuk aktivitas siswa yang paling dominan pada siklus II adalah bekerja dengan sesama teman sebangku yaitu . ,8%). Jika dibandingkan dengan siklus I, aktivitas ini mengalami peningkatan. Aktivitas siswa yang mengalami penurunan adalah mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru . ,9%). Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru . ,8%), menulis yang relevan dengan KBM . ,7%) dan merangkum pembelajaran . ,7%). Adapun aktivitas siswa yang mengalami peningkatan adalah membaca buku . ,1%), menyajikan hasil pembelajaran . ,6%), menanggapi/mengajukan pertanyaan/ide . ,4%), dan mengerjakan tes evaluasi/latihan . ,8%). Berikutnya adalah rekapitulasi hasil tes formatif siswa terlihat pada tabel berikut. Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus II 73,10 77,00 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 73,10 dan ketuntasan belajar mencapai 77,00% atau ada 26 siswa dari 31 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan dinginkan guru dengan menerapkan model snowball. Refleksi Dalam pelaksanaan kegiatan belajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut: Memotivasi siswa Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep Pengelolaan waktu Revisi Rancangan Pelaksanaan kegiatan belajar pada siklus II ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Maka perlu adanya revisi untuk dilaksanakan pada siklus II antara lain: Guru dalam memotivasi siswa hendaknya dapat membuat siswa lebih termotivasi selama proses belajar mengajar berlangsung. Guru harus lebih dekat dengan siswa sehingga tidak ada perasaan takut dalam diri siswa baik untuk mengemukakan pendapat atau Guru harus lebih sabar dalam membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep. Guru harus mendistribusikan waktu secara baik sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Guru sebaiknya menambah lebih banyak contoh soal dan memberi soal-soal latihan pada siswa untuk dikerjakan pada setiap kegiatan belajar mengajar. Siklus i JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3, soal tes formatif 3 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan model snowball dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Tahap kegiatan dan pengamatan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus i dilaksanakan pada tanggal 20Maret 2019 di Kelas X dengan jumlah siswa 31 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar, sedangkan yang bertindak sebagai pengamat adalah Dra ST Munawaroh dan Basuki. Pd Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus i. Pengamatan . dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif i dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif i. Adapun data hasil penelitian pada siklus i adalah sebagai berikut: Tabel 4. Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus i Aspek yang diamati Pengamatan KBM Pendahuluan Memotivasi siswa Menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa Membimbing siswa melakukan kegiatan Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam Memberikan mempresentasikan hasil peneyelidikan Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan Penutup Penilaian Ratarata JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK i ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Membimbing siswa membuat rangkuman Memberikan evaluasi Pengelolaan Waktu Antusiasme Kelas Siswa Antusias Guru Antusias Jumlah Keterangan: Nilai : Kriteria : Tidak Baik : Kurang Baik : Cukup Baik : Baik Dari tabel di atas, dapat dilihat aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar . yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan model snowball mendapatkan penilaian cukup baik dari pengamat adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep, dan pengelolaan waktu. Penyempurnaan aspek-aspek diatas dalam menerapkan model snowball diharapkan dapat berhasil semaksimal mungkin. Tabel 4. Aktivitas Guru dan Siswa Pada Siklus i Aktivitas Guru yang diamati Menyampaikan tujuan Memotivasi siswa/merumuskan masalah Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi Menjelaskan materi yang sulit Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep Meminta siswa menyajikan dan mendiskusikan hasil kegiatan Memberikan umpan balik Membimbing siswa merangkum pelajaran Persentase Aktivitas Siswa yang diamati Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru Membaca buku siswa Bekerja dengan sesama teman sebangku Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru Menyajikanhasil pembelajaran Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide Menulis yang relevan dengan KBM Merangkum pembelajaran Persentase ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Mengerjakan tes evaluasi/latihan Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus i adalah membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep yaitu 23,5%, sedangkan aktivitas menjelaskan materi yang sulit dan memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab menurun masing-masing sebesar . ,0%) dan . ,0%). Aktivitas lain yang mengalami peningkatan adalah menyampaikan tujuan . ,7%), memotivasi siswa merumuskan masalah . ,9%), materi/strategi/langkah-langkah . ,3%), . ,0%), meminta siswa menyajikan dan mendiskusikan hasil kegiatan . %), dan membimbing siswa merangkum pelajaran . %). Sedangkan untuk aktivitas siswa yang paling dominan pada siklus i adalah mendengarkan/memperhatikan . ,1%) . ,8%), mengalami peningkatan adalah membaca buku siswa . ,1%) dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru . ,0%). Sedangkah aktivitas yang lainnya mengalami penurunan. Berikutnya adalah rekapitulasai hasil tes formatif siswa seperti terlihat pada tabel berikut. Tabel 4. Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus i Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus i 78,20 88,90 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 78,20 dan dari 31 siswa yang telah tuntas sebanyak 29 siswa dan 2 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 88,90% . ermasuk kategori tunta. Hasil pada siklus i ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus i ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan model snowball sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. Refleksi Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan model Dari data-data yang telah diperoleh dapat duraikan sebagai berikut: Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar. Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik. Hasil belajar siswsa pada siklus i mencapai ketuntasan. Revisi Pelaksanaan Pada siklus i guru telah menerapkan model snowball dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan model snowball dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat Pembahasan Ketuntasan Hasil belajar Siswa Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model snowball memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru . etuntasan belajar meningkat dari siklus I. II, dan . yaitu masing-masing 64,60%, 77,00%, dan 88,90%. Pada siklus i ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan model snowball dalam setiap siklus mengalami Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan PPKn pada pada pokok bahasan Sistem Politik dengan model snowball yang paling dominan adalah Bekerja dengan sesama teman sebangku, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif. Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model snowball dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep, menjelaskan materi yang sulit, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar. Dengan menerapkan model snowball guru tertantang untuk lebih kreatif mengelola pembelajaran dan menfasilitasi peserta didik agar selalu aktif ikut serta dalam pembelajaran tersebut. Simpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama tiga siklus, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai Model snowball memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I . ,60%), siklus II . ,00%), siklus i . ,90%). Model snowball dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan,berbagai pendapat, gagasan, ide,maupun pernyataan. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 130 - 149 Penerapan model snowball mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan aktivitas belajar dan motivasi belajar siswa. Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar PPKn lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan rekomendasi sebagai berikut: Untuk melaksanakan model snowball memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model snowball dalam proses belajar mengajar dan akhirnya diperoleh hasil yang optimal. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai model pengajaran, meskipun yang sederhana diharapkan siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut agar dapat meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di SMKN 1 Tanjunganom tahun pelajaran 2018/2019. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik dan pembelajaran bisa lebih sempurna. Daftar Pustaka