JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA KURIKULUM MERDEKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA SMPN 2 SUMBERGEMPOL Saiqul Huda1 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Tulungagung1 saiqhuda@gmail. Abstract Learning Inggrisn at SMPN 2 Sumbergempol, based on observations, has lack of enthusiasm from students which has an impact on low learning outcomes. That because the teachers still use the lecture method and lack innovation in their learning. This research aims to improve Inggrisn language learning outcomes in the independent curriculum through the Problem-Based Learning model at SMPN 2 Sumbergempol. This research used classroom action research (PTK) which is done in 2 cycles. Each cycle was done 2 learning sessions. The subjects of this research were 12 This research technique used observation and tests at the end of each learning cycle. The results of classroom action research showed that: . There is an increase in the learning outcomes of class II students in Inggrisn language subjects in the independent curriculum. This can be seen from the activities of teachers and students which increased from a total score of 17 to 44 for teachers, and from a total score of 14 to 34 for students. Student learning outcomes have increased from pre-cycle, cycle I, and cycle II, with an average score of 62. 2 to 69. 2, and in cycle II it increased again . The percentage of students' learning completeness also increased, namely in cycle I it was 60% and in cycle II it increased to 80%. Keywords: learning outcome, independent curriculum. Problem Based Learning Abstrak Pembelajaran Bahasa Inggris di SMPN 2 Sumbergempol, berdasarkan hasil pengamatan kurang mendapat antusias dari peserta didik yang berdampak pada hasil belajar yang rendah. Selain itu guru masih menggunakan metode ceramah dan kurang inovasi dalam pembelajarannya. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas, hasil, dan ketuntasan belajar Bahasa Inggris pada kurikulum meerdeka melalui model Pembelajaran Problem Based Learning di SMPN 2 Sumbergempol. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus setiap siklus dilakukan 2 kali pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah 12 peserta Teknik penelitian ini menggunakan observasi dan tes pada setiap akhir pembelajaran persiklus. Hasil dari penelitian tindakan kelas menyatakan bahwa: . Terdapat peningkatan dalam aktivitas belajar peserta didik di mata pelajaran Bahasa Inggris pada kurikulum merdeka. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas guru dan siswa yang meningkat dari jumlah skor 17 menjadi 44 pada guru, dan dari jumlah skor 14 menjadi 34 pada siswa. Hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I dan siklus II, dengan nilai rata-rata 62,2 menjadi 69,2 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 77,8. Presentase ketuntasan belajar peserta didik juga mengalam kenaikan yaitu pada siklus I sebesar 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Kata Kunci: hasil belajar, kurikulm merdeka. Problem Based Learning Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Siswa Smpn 2 Sumbergempol 41 Pendahuluan Keberhasilan pembangunan suatu negara memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang berkualitas diperoleh dari suatu instansi Pendidikan formal yang memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi bangsa. Pendidikan di Inggris telah mengalami banyak perubahan yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa 1. Pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu usaha dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dilaksanakan oleh keluarga, masyarakat, dan tentunya pemerintah melalui kegiatan pengajaran, bimbingan, serta pelatihan, baik melalui pendidikan formal di sekolah, maupun pendidikan non formal di luar sekolah. Semakin baik kualitas pendidikan suatu negara, maka semakin baik pula kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Pendidikan merupakan sarana terpenting untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara, hal ini karena pendidikan merupakan proses budaya yang bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia 2. Kurikulum 2013 menjadi satu-satunya kurikulum yang digunakan pada masa sebelum pandemi di satuan pendidikan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Pada masa di awal pandemi tahun 2020 sampai dengan tahun 2021. Kemdikbudristek mengeluarkan kebijakan untuk pengimplementasian Kurikulum Merdeka (Kurikulum 2013 yang disederhanaka. Kurikulum Merdeka sebagai opsi pemulihan pembelajaran yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemdikbudriste. menerbitkan kebijakan mengenai pengembangan Kurikulum Merdeka. Opsi kebijakan pengembangan Kurikulum Merdeka ini diberikan kepada satuan pendidikan sebagai tambahan upaya untuk melakukan pemulihan krisis pembelajaran selama 2022-2024 akibat adanya pandemi COVID-19. Dengan adanya perubahan kurikulum merdeka ini diharapkan mampu membuat pendidikan semakin maju dan mengikuti perkembangan zaman. Kehadiran kurikulum merdeka pada saat ini yang didesain sebagai pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mengembangkan diri dengan maksimal (Alimuda et al. , 2. Dalam kurikulum merdeka belajar ini peserta didik tidak dibebankan pada pemberian materi saja akan tetapi juga pada pengembangan diri agar lebih kreatif, inovatif dan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Dengan begitu diharapkan dalam hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Peningkatan hasil belajar ini banyak sekali faktor yang mempengaruhi didalamnya 3. Salah satunya adalah cara penyampaian materi oleh guru, sering kali guru menyampaikan materi dengan model ceramah dan tidak menarik perhatian peserta didik. Dengan menentukan strategi dan model pembelajaran yang tepat maka diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat maka akan mempengaruhi keberhasilan proses 1 Siti Mustagfiroh. AuKonsep Ao Merdeka Belajar Ao Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey,Ay Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran 3, no. : 141Ae47. 2 Aliyatin Nafisah. AuArti Penting Perpustakaan Bagi Upaya Peningkatan Minat Baca Masyarakat,Ay Jurnal Perpustakaan Libraria 2. No. 3 Nurdyansyah And Eni Fariyatul Fahyuni. AuInovasi Model,Ay In Nizmania Learning Center, 2016. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Saiqul Huda 42 Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah khususnya di pedesaan harus dapat memberikan model pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Guru dan siswa mempunyai kedudukan dan peran yang berbeda, namun saling mempengaruhi dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai perencana . , pelaksana dan pengelola . dan penilai . Guru sebagai perencana hendaknya merencanakan pembelajaran dengan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru sebagai pelaksana dan pengelola hendaknya melaksanakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Guru sebagai penilai yaitu guru melakukan penilaian untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yang dicapai oleh siswa. Siswa adalah anak yang mempunyai karakteristik belum dewasa dan memiliki sifat-sifat dasar manusia yang sedang Siswa adalah unsur manusiawi yang penting dalam kegiatan interaksi edukatif. Dalam pembelajaran siswa merupakan pokok persoalan dalam semua kegiatan pendidikan yang berlangsung. Setiap pelajaran yang diajarkan di Sekolah Menengah memiliki tujuan masing-masing dalam mempersiapkan siswa terjun dalam masyarakat. Salah satu hal dasar yang dilakukan adalah dengan membangun komunikasi melalui Bahasa Ibu yaitu Bahasa Inggris sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari sangat penting bagi masyarakat Inggris. Bahasa Inggris merupakan salah satu muatan pelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan siswa dalam berbahasa 6. Adapun keterampilan berbahasa meliputi empat komponen keterampilan yaitu Auketerampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampian menulisAy7. Keterampilan tersebut sangat mempengaruhi hasil belajar Bahasa Inggris. Untuk mencapai keberhasilan dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan berbahasa, maka diperlukan sebuah startegi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan tujuan dan karakteristik siswa yang dibelajarkan. Keberhasilan proses pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran tersebut. Guru dalam hal ini berperan aktif dalam menentukan berbagai macam model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif untuk mengembangkan Penggunaan model pembelajaran yang variatif, tentunya akan memberikan pengaruh pada penguasaan kompetensi siswa dalam muatan Bahasa Inggris. Pembelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa agar mampu berkomunikasi dengan baik dan benar serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif 8. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru kelas diketahui bahwa permasalahan dalam pembelajaran khususnya Bahasa Inggris yaitu rendahnya hasil belajar siswa. 4 Tria Agil Falentin. AuPeningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Peserta Didik Kelas 1 Sd Tanjungsari 02 Kota Blitar,Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8. No. Https://Doi. Org/10. 23969/Jp. V8i1. 5 Suyono & Hariyanto. Belajar Dan Pembelajaran Teori Dan Konsep Dasar. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2011. 6 Hamidulloh Ibda. AuUrgensi Pemertahanan Bahasa Ibu Di Sekolah Dasar,Ay Shahih: Journal Of Islamicate Multidisciplinary 2. No. Https://Doi. Org/10. 22515/Shahih. V2i2. 7 Rosmini Tarigan. AuPembinaan Dan Pengembangan Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar,Ay Journal Of Chemical Information And Modeling 05. No. 8 Resati Nando Panonsih Et Al. AuHubungan Pendidikan Dan Pekerjaan Dengan Kualitas Hidup Gay. Transgender. Dan Lsl,Ay Arteri : Jurnal Ilmu Kesehatan 1. No. Https://Doi. Org/10. 37148/Arteri. V1i3. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Siswa Smpn 2 Sumbergempol 43 Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris disekolah cenderung pada kegiatan kurang menyenangkan, dan siswa hanya menjadi pendengar saat guru menerangkan materi sehingga minat belajar siswa rendah yang menyebabkan hasil belajar juga rendah. Sehingga peneliti merasa perlu menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi yaitu dengan cara menggunakan model pembelajaran inovatif, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Salah satu alternatif yang sesuai dengan tujuan tersebut adalah dengan menggunakan model Problem Based Learning. Pembelajaran muatan Bahasa Inggris di Sekolah Menengah didominasi oleh pembelajaran yang masih cenderung menggunakan metode ceramah, sehingga siswa merasa bosan dan pembelajaran kurang Akibatnya pembelajaran kurang berkesan dan siswa cenderung tidak aktif dalam mengikuti Dalam proses pembelajaran pada muatan pelajaran Bahasa Inggris yang dilakukan guru selama ini terlihat seperti kurangnya guru dalam menerapkan metode dan model-model pembelajaran yang baru 10. Jadi, penyebab hasil belajar . uatan pelajaran Bahasa Inggri. siswa rendah salah satunya yaitu pembelajaran masih bersifat konvensional. Jika hal ini dibiarkan, maka hasil belajar . uatan pelajaran Bahasa Inggri. siswa tidak mengalami peningkatan. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, salah satu solusi yang inovatif adalah menerapkan model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penerapan model pembelajaran yang kurang tepat menyebabkan pembelajaran yang membosankan bagi siswa. Sehingga guru harus memiliki strategi agar tercipta pembelajaran yang efektif, efisien dan sesuai dengan tujuan. Penerapan model Problem Based Learning dipilih karena menuntut siswa aktif dalam penyelidikan dan proses pemecahan masalah dalam pembelajaran. Peran guru dalam dalam pembelajaran ini adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan Model Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata . eal worl. yang tidak terstruktur dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis dan sekaligus membangun pengetahuan baru 12. Proses penyelesaian masalah akan membuat terbangunnya pengetahuan baru yang lebih bermakna bagi siswa. Adapun tahapan pembelajaran model Problem Based Learning 13 yaitu: Guru memberikan orientasi masalah kepada siswa. Guru mengorganisasikan siswa dengan membagikan LKPD. Guru mendampingi penyelidikan individu. Guru meminta siswa untuk menyajikan hasil. Guru menganalisis dan mengevaluasi pembelajaran. Sehingga Problem Based Learning adalah model 9 Hani Dan Eka Silvi Handayani Subakti. AuPengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas Tinggi Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 5. No. 10 Helena Anggraeni. Yayuk Fauziyah. And Eni Fariyatul Fahyuni. AuPenguatan Blended Learning Berbasis Literasi Digital Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Al-Idarah : Jurnal Kependidikan Islam 9. No. 11 Siti Maryam Fadhilah Palestina. Samingan Samingan. And Evi Apriana. AuPenerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Konsep Sistem Pernapasan Manusia,Ay Biotik: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi Dan Kependidikan 2. No. : 70. Https://Doi. Org/10. 22373/Biotik. V2i1. 12 M Hosnan. AuPendekatan Saintifik Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013,Ay Ghalia Indonesia, 2014. 13 Annisa Nurhidayati MuAoarif Et Al. AuPengembangan Kurikulum 2013 Dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter Sekolah Dasar,Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan No. Https://Doi. Org/10. 31004/Edukatif. V3i1. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Saiqul Huda 44 pembelajaran siswa aktif yang mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa . eaningfull learnin. melalui kegiatan belajar untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dengan bantuan berbagai sumber Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ditemukan bahwa SMPN 2 Sumbergempol. Tulungagung merupakan sekolah pedesaan di bawah gunung Bolo yang peserta didiknya termasuk berakademik rendah. Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah ini tidak diselaraskan dengan penggunaan media pembelajaran sehingga mengakibatkan proses pembelajaran berlangsung kurang Model pembelajaran yang ada saat ini yaitu bersifat konvensional sehingga perlu mendapat perhatian dan inovasi modeern. Selain itu, dalam pemilihan penggunaan model pembelajaran haruslah sesuai dengan karakteristik siswa dan model pembelajaran penting digunakan saat proses pembelajaran untuk membangkitkan minat siswa untuk menngikuti proses pembelajaran seperti Problem Based Learning misalnya. Berdasarkan paparan tersebut, maka pada penelitian ini dikembangkan model PBL untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Bahasa Inggris tahun pelajaran 2023/2024 di SMPN 2 Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Tujuan dari penggunaan model PBL dalam mata pelajaran Bahasa Inggris dapat memerjelas penyajian guru dalam menyampaikan materi pelajaran, mengatasi keterbatasan waktu, kejenuhan siswa, dan memotivasi siswa untuk lebi kreatif. Model PBL yang digunakan peneliti, menyesuaikan tema yang diajarkan pada buku pendamping. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas oleh guru dan diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dalam pembelajaran selalu dibarengi dengan upayaupaya perbaikan dengan cara mencari jawaban dari permasalahan yang diangkat. PTK dianggap berhasil dengan syarat apabila dari awal kegiatan sampai akhir mengalami peningkatan baik proses maupun hasil belajar (Pangesti et al. , 2. Penelitian Tindakan Kelas ini akan meneliti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL). Subyek penelitian ini merupakan semua peserta didik di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung. Sampelnya menggunakan kelas VII C yang berjumlah 30 siswa dan dilakukan dengan 2 siklus pembelajaran, setiap satu siklus terdapat 2 kali pembelajaran disetiap pembelajaran 2 x 40 Penelitian ini akan meneliti hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris pada kurikuklum merdeka. Dalam pelaksanaan penelitian ini terdapat tahapan yang telah dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart, dengan setiap siklusnya memiliki tahapan seperti perencanaan, tindakan, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Observasi atau pengamatan merupakan kegiatan atau aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis (Nuraini & Kristin, 2. Observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengamati kegiatan pembelajaran pada siklus 1 maupun siklus 2 dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Tes merupakan sebuah prosedur yang dapat mengukur indicator/ kompetensi tertentu, dengan peserta didik mengerjakan sebuah soal evaluasi dan dengan pemberian angka yang jelas dan spesifik (Nuraini & Kristin, 2. Sehingga kita menjadi tahu dengan baik perbandingan hasil tes siklus 1 dan JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Siswa Smpn 2 Sumbergempol 45 siklus 2 untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan atau tidak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menghitung rata-rata kelas, ketuntasan belajar siswa dan ujuk kerja peserta didik. Adapun nilai ratarata dan persentase ketuntasan belajar siswa siklus I dengan rumus sebagai berikut : Rata-rata nilai X=OcX Keterangan: X = Nilai rata-rata siswa. OcX = Jumlah nilai siswa. N = Jumlah siswa Presentase ketuntasan belajar P = OcT x 100% OcN Keterangan : P = Persentase ketuntasan belajar siswa. OcT= Jumlah siswa yang tuntas belajar. OcN= Jumlah siswa Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada penelitian PTK ini akan dilakukan 2 Siklus, pada setiap siklus akan dilakukan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Persiklus akan dilakukan 2 kali pembelajaran dan disetiap akhir pembelajaran akan dilakukan evaluasi hasil pembelajaran untuk mengukur sejauh mana pembelajaran yang dilakukan berhasil. Fokus penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang nantinya akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik atau tidak. Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang berbasis pada sebuah permasalahan dan peserta didik dilatih untuk memecahkan masalah 14. Tindakan kelas ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengamati tahapaan pra siklus, kemudian siklus I, dan dilanjutkan siklus II. Pada pelaksanaan siklus 1 peserta didik banyak yang masih bingung dengan pembelajaran Problem Based Learning. Sehingga pada nilai tes di siklus 1 belum dapat dikatakan maksimal. Deskripsi Pra siklus Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas sebelum melakukan tindakan menggunakan media proyektor. Guru mengatakan bahwa siswa kurang memiliki kegemaran untuk berkegiatan belajar. Berdasarkan kondisi awal membaca siswa masih dibawah KKM. Nilai rata-rata kemampuan Bahasa Inggris di SD tersebut adalah 68. Skor kemampuan siswa masih dibawah KKM jadi akan diperbaiki di siklus I. Ayok Ariyanto And Sulistyorini Sulistyorini. AuKonsep Motivasi Dasar Dan Aplikasi Dalam Lembaga Pendidikan Islam,Ay Al-Asasiyya: Journal Of Basic Education 4. No. Https://Doi. Org/10. 24269/Ajbe. V4i2. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Saiqul Huda 46 Deskripsi siklus I Langkah Ae pembelajaran siklus I yaitu membuat perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,dan refleksi. Perencanaan Siklus I Perencanaan yang dilakukan penulis adalah dengan membuat rencana perbaikan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Problem Based Learning, membuat instrumen pengamatan yang berupa lembar observasi, menyiapkan media yang diperlukan dalam saat Selain membuat rencana perbaikan pembelajaran, guru juga menyiapkan lembar observasi untuk guru dan siswa. Berdasakan jumlah skor dan nilai rata-rata dari hasil observasi yang diperoleh dari siklus I yaitu 17 skor dengan nilai ratarata 1,7 dengan kategori Cukup. Berdasarkan hasil pengamatan lembar observasi aktivitas siswa pada siklus 1, maka dapat dihitung aktifitas siswa dari siklus I adalah 14 skor dengan nilai ratarata 2 dengan kategori cukup. Pelaksanaan siklus I Tindakan pada pertemuan I dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Oktober 2023. Tema yang dipilih adalah AuTempat UmumAy. Peneliti bertugas sebagai pengamat terhadap proses pelaksanaan tindakan oleh guru kelas. Pembelajaran berlangsung pukul 07. 50 yang terbagi dalam kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal Pada kegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan salam dan dilanjutkan dengan membaca doa bersama dipimpin oleh ketua kelas. Setelah itu guru mengecek kehadiran siswa, guru memanggil nama-nama siswa satu per satu. Kemudian guru membimbing siswa untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembiasaan membaca Asmaul Husna sekaligus doa pendek. Siswa menyiapkan diri untuk belajar dan bersikap disiplin saat pembelajaran. Guru menyuruh siswa untuk membuka buku siswa dan mempersiapkan buku tulis serta alat tulisnya. Sebelum dilanjutkan ke pelajaran selanjutnya, guru mengulang kembali pelajaran kemarin dengan bertanya kepada siswa AuApakah masih ingat dengan pelajaran kemarin? Pelajaran kemarin tentang apa? Coba kalian jelaskan!Ay Anak-anak antusias dalam menjawabnya, kemudian siswa menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada pembelajaran hari ini. Kegiatan Inti Pada kegiatan inti, guru bertanya kepada siswa AuCoba siapa yang tahu symbol apa ini?Ay sembari menunjukkan salah satu foto symbol tanda rambu lalu lintas. Setelah anak menjawab pertanyaan, guru menmasalahkan symbol-simbol lalu lintas yang ditemui ketika di tempat umum di depan kelas. Setelah itu guru menjelaskan fungsi dari tanda/symbol rambu lalu lintas tersebut. Setelah mendengar masalah dari guru, siswa dibimbing menyelesaikan masalah melalui puzzle yang sudah disediakan oleh guru. Kegiatan Penutup Pada kegiatan penutup, siswa diajak untuk menyimpulkan fungsi dan manfaat dari mengenal symbol/tanda rambu lalu lintas di tempat umum dan diberikan JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Siswa Smpn 2 Sumbergempol 47 kesempatan untuk bertanya mengenai materi hari ini. Terakhir pembelajaran dilanjutkan salam dan doa penutup dipimpin oleh salah satu siswa. Observasi (Pengamata. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer dan peneliti selama kegiatan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model PBL, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata hasil belajardan menganalisis siswa SMPN 2 Sumbergempol pada tindakan siklus I mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan nilai rata-rata pada kondisi awal. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut. Berdasarkan tabel hasil belajar diatas maka dapat dihitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa siklus I berdasarkan hasil perhitungan ketuntasan hasil Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata dan ketuntasan hasil belajar sebesar 69,2 dan ketuntasan belajar sebesar 60%. Dari uraian di atas maka dapat diketahui bahwa model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajarsiswa siklus I masih tergolong baik. Sudah ada peningkatan kemampuan belajarnya, akan tetapi masih di bawah target, yang diinginkan. Untuk penelitian ini akan dilanjutkan ke siklus II guna untuk meningkatkan hasil belajar berdasarkan target yang ingin dicapai. Refleksi siklus I Berdasarkan permasalahan pada siklus I, maka dilakukan revisi guna memperbaiki tindakan, kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang ada pada pelaksanaan siklus I. Hal-hal yang dilakukan antara lain sebagai berikut. Guru menjelaskan teknik-teknik membaca yang benar sebelum memulai Guru mengoreksi dan membenarkan kesalahan-kesalahan siswa saat membaca. Masalah dalam Problem Based Learning telah dimodifikasi. Masalah yang semula hanya berupa kalimat pernyataan atau kalimat tidak langsung, dimodifikasi menjadi berupa kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Guru mengubah tempat duduk siswa. Tempat duduk siswa yang semula hanya biasa menghadap ke satu arah, diubah menjadi berkelompok. Hal ini untuk memudahkan guru dalam memantau kondisi kelas selama evaluasi membaca berlangsung. Deskripsi Siklus II Langkah-langkah pembelajaran siklus II yaitu membuat perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,dan refleksi. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan penulis adalah dengan Membuat rencana perbaikan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Problem Based Learning, membuat instrumen pengamatan yang berupa lembar observasi, menyiapkan media yang diperlukan dalam saat pembelajaran. Selain membuat rencana perbaikan pembelajaran, guru juga menyiapkan lembar observasi untuk guru. Berdasakan jumlah skor dan nilai rata-rata dari hasil observasi yang diperoleh dari siklus II yaitu 44 skor dengan nilai ratarata 4,4 dengan kategori Sangat Baik. Berdasarkan hasil pengamatan lembar observasi aktivitas siswa pada siklus II, maka dapat dihitung aktifitas siswa. Berdasarkan JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Saiqul Huda 48 jumlah skor dan nilai rata-rata dari hasil observasi yang diperoleh dari siklus II adalah rata-rata 4,8 dengan kategori sangat baik. Pelaksanaan siklus II Tindakan pada pertemuan I dilaksanakan pada hari Senin 3 Mei 2021. Tema yang dipilih adalah Aukegiatan sehari-hariAy. Peneliti bertugas sebagai pengamat terhadap proses pelaksanaan tindakan oleh guru kelas. pembelajaran berlangsung pukul 09. 45 yang terbagi dalam kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal Pada kegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan salam dan dilanjutkan dengan membaca doa bersama dipimpin oleh ketua kelas. Setelah itu guru mengecek kehadiran siswa, guru memanggil nama-nama siswa satu per satu. Kemudian guru membimbing siswa untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Inggris. Siswa menyiapkan diri untuk belajar dan bersikap disiplin saat Guru menyuruh siswa untuk membuka buku siswa dan mempersiapkan buku tulis serta alat tulisnya. Sebelum dilanjutkan ke pelajaran selanjutnya, guru mengulang kembali pelajaran kemarin dengan bertanya kepada siswa AuApakah masih ingat dengan pelajaran Past Tense? Bagaimana formula kalimatnya? Coba kalian jelaskan!Ay Anak-anak antusias dalam menjawabnya, kemudian siswa menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada pembelajaran hari ini. Kegiatan Inti Pada kegiatan inti, guru bertanya kepada siswa Ausiapa yang suka mengatasi masalah? Masalah apa yang kalian suka?. Setelah masing-masing anak menjawab pertanyaan, guru memperlihatkan buku Problem Based Learning dan membacakan di depan kelas dengan dan intonasi yang jelas. setelah itu guru menjelaskan maksud dari masalah tersebut. Setelah mendengar masalah dari guru, siswa dibimbing membacakan Problem Based Learning secara bergantian di depan kelas. Kegiatan Penutup Pada kegiatan penutup, siswa diajak untuk menyimpulkan isi dari sebuah masalah yang dibacanya dan diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi hari ini. Terakhir pembelajaran dilanjutkan salam dan doa penutup dipimpin oleh salah satu siswa. Pengamatan siklus II Kegiatan pembelajaran pada siklus II sudah mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan pembelajaran pada siklus I. Pada saat mengevaluasi siswa membaca , guru sudah memberikan bimbingan secara intensif. Guru mengoreksi dan membenarkan kesalahan siswa dalam membaca. Berdasarkan hasil perhitungan ketuntasan hasil belajar, maka dapat diperoleh dan dilihat ketuntasan hasil belajar peserta didik pada siklus I. Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata dan ketuntasan hasil belajar sebesar 69,2 dan ketuntasan belajar sebesar 60%. Untuk lebih jelasnya, persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I dapat dilihat pada tabel dibawah ini: JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Siswa Smpn 2 Sumbergempol 49 Dari urain diatas dapat diketahui bahwa hasil belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Aumemahami teks dengan membaca , membaca instensif dan membaca dongeng dan memahami ragam wacana tulis dengan membaca Ay pada siklus II sudah tercapai target yang diinginkan, jika dilakukan 76 perbandingan antara kemampuan belajar Bahasa Inggris pada siklus I ke siklus II, maka akan tampak adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Peningkatan hasil belajar pada materi membaca pada uji instrumen siklus I mencapai 40% siswa yang dinyatakan tuntas, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan 80% siswa yang dinyatakan tuntas dalam proses pembelajaran. Refleksi siklus II Pada pelaksanaan tindakan dengan model Problem Based Learning siklus II ini telah berjalan dengan baik, karena proses pembelajarannya berjalan dengan baik ketuntasan belajar siswa sebesar 70 dan ketuntasan kelas 80%. Dengan menggunakan model Problem Based Learning dan hasil belajar sudah mencapai target yang diinginkan yaitu 80% dari jumalah siswa, sehingga tidak perlu lagi di lakukan siklus selanjutnya. Adapun keberhasilan yang diperoleh selama siklus II ini adalah sebagai berikut: Aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar sudah mengarah pada pembelajaran yang baik dan telah mengalami penirngkatan dari siklus I dan siklus II hasil observasi guru dari jumlah skor 17 menjadi 44, sedangkan hasil observasi siswa dari jumlah skor 14 menjadi 34. Hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Dari nilai rata-rata 62,2 menjadi 69,2 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 77,8. Temuan penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu. Penelitian yang dilakukan oleh 15 hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kenyataan di lapangan pembelajaran di kelas masih dianggap membosankan pada kelas. Sehingga dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning ini mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian lain yang mendukung penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh 16juga menunjukkan peningkatan hasil belajar maa melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang rendah mampu menunjukkan kenaikan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran Problem Based Learning ini. PBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, dikarenakan dalam proses pembelajaran berlangsung peserta didik menciptakan aktivitas ilmiah melalui kerja kelompok, memecahkan masalah, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok 17. Dalam 15 Tarigan. AuPembinaan Dan Pengembangan Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Ay 16 Ria Puspita Sari. Nabila Bunnanditya Tusyantari. And Meidawati Suswandari. AuDampak Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar Selama Covid-19,Ay Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan 2. No. Https://Doi. Org/10. 37478/Jpm. V2i1. 17 Nofi Rini Dyah Sulistyaningsih And Arum Setiowati. AuEfektivitas Teknik Sosiodrama Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa Kelas Vii Smp Negeri 7 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018,Ay G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling 3. No. Https://Doi. Org/10. 31316/G. Couns. V3i2. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Saiqul Huda 50 model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik juga dilatih untuk mempraktikkan secara langsung teori dan praktik. Sehingga peserta didik memahami secara mendalam tentang teori yang dijelaskan oleh guru. PBL ini guru hanya sebatas fasilitator sehingga peserta didik dilatih untuk membangun pengetahuan sendiri dari permasalahan yang telah dipaparkan. Walaupun hasil penelitian ini dapat menunjukkan sebuah temuan yang terkait dengan PBL dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini juga memiliki beberpa keterbatasan dalam penelitian. Pertama, penelitian ini terbatas hanya berfokus meneliti hasil belajar peserta didik. Kesimpulan Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung, maka dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada kurikulum merdeka. Model pembelajaran PBL ini menjadikan peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran, bekerjasama dalam menyelesaikan masalah pada kelompok dapat melatih kekompakkan dan saling menghargai perbedaan. Terdapat peningkatan dalam aktivitas dan hasil belajar di mata pelajaran Bahasa Inggris pada kurikulum Hal ini dapat dilihat dari aktivitas guru dan siswa yang meningkat dari jumlah skor 17 menjadi 44 pada guru, dan dari jumlah skor 14 menjadi 34 pada siswa. Selain itu, hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I dan siklus II, dengan nilai rata-rata 62,2 menjadi 69,2 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 77,8. Presentase ketuntasan belajar peserta didik juga mengalam kenaikan yaitu pada siklus I sebesar 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini juga menemukan sebuah kendala dalam implementasi model pembelajaran Problem Based Learning. Seperti banyak guru yang masih belum berpengalaman dan berpengetahuan dalam mengimplementasikan pendekatan ini. Oleh karena itu sangat perlu diadakan sebuah pelatihan dan dukungan yang mewadahi agar guru dapat mengembangkan dan melaksanakan pendekatan ini secara efektif. Untuk lebih lanjut, secara keseluruhan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi pada pendidik dan praktisi pendidikan untuk mempertimbangkan penggunaan model pembelajaran Problem Based Leaning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Diharapkan penelitan ini dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan model pembelajaran dan perbaikan metode. Daftar Rujukan Anggraeni. Helena. Yayuk Fauziyah. And Eni Fariyatul Fahyuni. AuPenguatan Blended Learning Berbasis Literasi Digital Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4. Ay Al-Idarah : Jurnal Kependidikan Islam 9. No. Ariyanto. Ayok. And Sulistyorini Sulistyorini. AuKonsep Motivasi Dasar Dan Aplikasi Dalam Lembaga Pendidikan Islam. Ay Al-Asasiyya: Journal Of Basic Education 4. No. Https://Doi. Org/10. 24269/Ajbe. V4i2. Dyah Sulistyaningsih. Nofi Rini. And Arum Setiowati. AuEfektivitas Teknik Sosiodrama Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa Kelas Vii Smp Negeri 7 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Ay G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling 3. No. Https://Doi. Org/10. 31316/G. Couns. V3i2. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Siswa Smpn 2 Sumbergempol 51 Falentin. Tria Agil. AuPeningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Kurikulum Merdeka Melalui Model Problem Based Learning Peserta Didik Kelas 1 Sd Tanjungsari 02 Kota Blitar. Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8. No. Https://Doi. Org/10. 23969/Jp. V8i1. Hosnan. AuPendekatan Saintifik Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Ay Ghalia Indonesia, 2014. Ibda. Hamidulloh. AuUrgensi Pemertahanan Bahasa Ibu Di Sekolah Dasar. Ay Shahih: Journal Of Islamicate Multidisciplinary 2. No. Https://Doi. Org/10. 22515/Shahih. V2i2. MuAoarif. Annisa Nurhidayati. Farahdila Damayanti. Retno Akmalia. Tita Arsfenti. And Darmadi Darmadi. AuPengembangan Kurikulum 2013 Dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar. Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan No. Https://Doi. Org/10. 31004/Edukatif. V3i1. Mustagfiroh. Siti. AuKonsep Ao Merdeka Belajar Ao Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey. Ay Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran 3. No. : 141Ae47. Nafisah. Aliyatin. AuArti Penting Perpustakaan Bagi Upaya Peningkatan Minat Baca Masyarakat. Ay Jurnal Perpustakaan Libraria 2. No. Nurdyansyah. And Eni Fariyatul Fahyuni. AuInovasi Model. Ay In Nizmania Learning Center, 2016. Palestina. Siti Maryam Fadhilah. Samingan Samingan. And Evi Apriana. AuPenerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Konsep Sistem Pernapasan Manusia. Ay Biotik: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi Dan Kependidikan 2. No. : 70. Https://Doi. Org/10. 22373/Biotik. V2i1. Panonsih. Resati Nando. Arif Effendi. Ika Artini. And Putri Eka Permata. AuHubungan Pendidikan Dan Pekerjaan Dengan Kualitas Hidup Gay. Transgender. Dan Lsl. Ay Arteri : Jurnal Ilmu Kesehatan 1. No. Https://Doi. Org/10. 37148/Arteri. V1i3. Riyanto. Riyanto. "Strategi Pendidikan Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking Peserta Didik. " SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 1. : 52-58. Sari. Ria Puspita. Nabila Bunnanditya Tusyantari. And Meidawati Suswandari. AuDampak Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar Selama Covid-19. Ay Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan 2. No. Https://Doi. Org/10. 37478/Jpm. V2i1. Subakti. Hani Dan Eka Silvi Handayani. AuPengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas Tinggi Di Sekolah Dasar. Ay Jurnal Basicedu 5. No. Suyono & Hariyanto. Belajar Dan Pembelajaran Teori Dan Konsep Dasar. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya. Tarigan. Rosmini. AuPembinaan Dan Pengembangan Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar. Ay Journal Of Chemical Information And Modeling 05. No. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 40-51 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski