Plagiarism Checker X Originality Report Similarity Found: 23% Date: Monday. June 14, 2021 Statistics: 941 words Plagiarized / 4023 Total words Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement. ------------------------------------------------------------------------------------------PENGARUH KOMPRES HANGAT GARAM KROSOK TERHADAP NYERI LUTUT PADA LANSIA DI KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA Eny Astuti enyastutiserang@gmail. com STIKes William Booth Surabaya Jalan. Cimanuk No. Surabaya 60241 ABSTRAK Setiap orang, apalagi lansia . anjut usi. , tentu pernah merasakan nyeri selama perjalanan hidupnya. Perasaan nyeri ini kualitas dan kuantitasnya berbeda dari satu orang ke orang lain, tergantung dari tempat nyeri, waktu, penyebab dan lain-lain. Nyeri adalah sesuatu hal yang bersifat subjektif, tidak ada dua orang sekalipun yang mengalami kesamaan rasa Beberapa terapi nonfarmakologi yang dapat diambil guna membantu mengurangi nyeri sendi pada lansia adalah kompres garam hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres air garam hangat terhadap nyeri sendi pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan dan menggunakan desain one group pretest-posttest. Variabel independen yaitu terapi dan one group pretest-posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 13 responden dengan metode consecutive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum dilakukan kompres garam hangat di dapatkan skala nyeri sedang 11 lansia . ,6%) sedangkan sesudah dilakukan kompres garam hangat di dapatkan skala nyeri ringan 12 lansia . ,3%) Hasil uji Wilcoxon menunjukan penurunan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p= 0,000, sehingga ada pengaruh kompres hangat garam krosok terhadap nyeri lutut pada lansia di kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabay . Oleh karena itu penggunaan kompres hangat garam krosok dapat dipakai sebagai alternatif penanganan nyeri sendi pada lutut untuk lansia. Kata Kunci: Kompres Hangat Garam. Nyeri Lutut. Lansia. ABSTRAC Everyone, especially the elderly . f the elderl. , must have felt pain during the course of his life. This feeling of pain quality and quantity differ from one person to another, depending on the place of pain, time, causes and others. Pain is something that is subjective, not even two people experience the same pain. Some nonpharmacological therapies that can be taken to help reduce joint pain in the elderly are warm salt compresses. This study aims to determine the effect of warm salt water compresses on joint pain in the elderly. This research method uses quasy experiment and uses the design of one group pretest-posttest. The independent variable is quasy experiment therapy and one group pretest-posttest. The number of samples in this study were 13 respondents with consecutive sampling Data analysis in this study used the Wilcoxon test. Before the warm salt compress was carried out the moderate pain scale was 11 elderly . 6%) whereas after a warm salt compress was obtained a mild pain scale of 12 elderly . 3%) The Wilcoxon test results showed a decrease before and after intervention with a value of p = 0,000, so that there is an effect of salt warm compresses against knee pain in the elderly in Darmo Village Wonokromo Surabay Subdistrict. Therefore the use of warm salt krosok compresses can be used as an alternative for treating knee joint pain for the elderly. Keywords: Warm Salt Compress. Knee Pain. In the Elderly Pendahuluan Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup. tidak hanya dimulai dari satu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. ( Wahjudi Nugroho,2. Proses penuaan akan menyebabkan perubahan anatomis, fisisologis, dan biokimia pada tubuh, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. ( Depkes RI,2. Perubahan-perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin meningkatnya usia, yang terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut, pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian itu tampak pula pada sistem muskuloskeletal dan jaringan lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya nyeri sendi. Dimana hampir 8 % orang-orang berusia 50 tahun ke atas mempunyai keluhan seperti adanya rasa nyeri pada sendi,pembengkakan panas dan gangguan saat melakukan Pola yang khas pada kelainan lutut ini dimulai dengan sendi - lutut kecil pada tangan, pergelangan tangan dan kaki. (Brunner dan Suddarth,2. Nyeri sendi adalah suatu akibat yang diberikan tubuh karena pengapuran atau akibat penyakit lain. (Arif Muttaqin,2. Nyeri lutut dianggap sebagai satu keadaan sebenar anya yang terdiri atas lebih dari 100 tipe kelainan yang berbeda. Nyeri sendi biasanya disebabkan oleh faktor penuaan. Sendi yang terkena umumnya lutut yang sering digunakan untuk bergerak dan sering mendapatkan beban. Menurut L. Tarau & M. Untuk mengatasi keluhan nyeri sendi tindakan yang dilakukan adalah istirahatkan sendi yang nyeri, menghindari keadaan basah dan udara dingin, kompres garam hangat, latihan peregangan, alat bantu ortopedik, terapi non medikamentosa konservatif seperti fisioterapi, terapi medikamentosa konservatif seperti pemberian analgesik, penyuntikan kortikosteroid intra-artikular, bentuk terapi topical seperti salep dan gel yang mengandung diklofenak atau ketoprofen dan terapi operatif. Berdasarkan pengalaman masyarakat di daerah flores khususnya di Kabupaten Manggarai menurut masyarakat di wilayah Manggarai Flores, jika timbul nyeri maka mereka melakukan kompres air garam dingin ,dan di pijat pake minyak GPU dan dilakukan 3 kali dalam seminggu dan hasilnya Nyeri lutut mulai berkurang. Sedangkan berdasarkan studi pendahuluan 10 Desember 2018. peneliti melakuan wawancara dengan sekelompok lanjut usia di RT 06 RW 07 di kelurahan Darmo kecamatan Wonokromo Surabaya. dan hasil wawancara terdapat banyak lanjut usia yang mengalami nyeri lutut ,Dan ada beberapa lanjut usia yang menyatakan bahwa nyeri ini timbul sering, kadang untuk mengurangi nyeri dengan kompres jahe hangat dan ada yang menggunakan kompres serai serta ada yang menggunakan obat analgesik,jamu yang beli di toko obat tanpa resep dokter misalnya paracitamol . Menurut (Darmojo . dan saat ini terapi garam sudah ada yang mempergunakan dalam upaya menggurangi nyeri sendi pada lansia ,tetapi menggunakan air garam dan berhasil menurut hasil penelitian (D. Sari 2. Berdasarkan apa yang penulis lihat di masyarakat manfaat dari air garam sering di gunakan untuk mandi menggurangi gatal gatal di seluruh badan, dan menghilangkan pegal di kaki ,mengurangi sakit gigi dan bau mulut , tetapi penulis belum menemukan garam krosok hangat untuk mengurangi nyeri lutut sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Aupengaruh garam krosok hangat terhadap penurunan nyeri lutut pada lansia Auuntuk mengetahui manfaat dari garam hangat tersebut . Di masa datang jumlah lansia di Indonesia semakin bertambah . pada tahun 1990 jumblah lansia 6,3 %. ,3 juta orang ),tahun 2006 menjadi 19 juta orang . ,90%)dan usia harapan hidup juga meningkat . ,2 tahun )pada tahun 2010 penduduk lansia di Indonesia mencapai 23,9 juta atau 9,77 % dan usia harapan hidup sekitar 67,4 tahun dan tahun 2015 jumlah lansia di perkirakan mencapai 24,5 juta orang. tahun 2020 jumlah lansia di indonesia di perkirakan akan menempati urutan ke -6 terbanyak di dunia dalam melebihi jumlah lansia lansia . Menurut WHO mendata penderita gangguan nyeri lutut di negara indonesia mencapai 81 %,dari populasi,hanya 24 % yang pergi ke dokter ,sedangkan 71 ndrung mengkonsumsi obat obatan peredaran nyeri yang di jualan bebas . angka ini menetapkan indonesia sebagai negara yang paling tinggi menderita gangguan nyeri lutut jika di bandinkan dengan negara asia lainnya secara umum pravelensi penyakit lutut di indonesian sangat tinggi sebesar 30,3 % pada usia 45-54 pravelensinya sebesar 46,3 %usia 55-64 %usia 65 -74 sebesar 62,2 %usia lebih dari 75 sebesar 65,4 %( badan penelitian dan pengembangan kesehatan ,depkes RI 2008 dalam bachtiar 2. Bersasarkan hasil wawancara dengan kader lansia di wilayah Darmo Kali kecamatan wonokromo RT 7 RW 6 Penulis mendapatkan data terdapat sebanyak 40 orang lansia yang mengalami nyeri lutut ,tetapi ada 22 orang bisa beraktivitas mandiri dan yang mengalami Diabet sebanyak 10 orang , penyakit jantung 15 orang tetapi ada banyak beberapa lansia yang mengeluhkan nyeri lutut ,namun tidak pernah di lakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan . Menurut (L . Tarau dengan M . Burst . penyebab utama nyeri lutut masih belum di ketahui secara pasti . biasanya merupakan kombinasi dari faktor genetic,lingkungan ,hormonal,dan faktor sistem reproduksi namun faktor pencetus terbesar adalah faktor infeksi,seperti bakteri,mikroplasma,usia dan virus. (L . Tarau dengan M . Burst . 2011 ) juga dalam bukunya menjelaskan bahwa manifestasi nyeri lutut dapat berfariasi diantaranya adalah nyeri lutut di pagi hari yang berlangsung singkat ,nyeri yang timbul saat bergerak ,pembengkakan ,peradanggan ,kekakuan ,pembatasan gerakan . dampak dari keadaan ini dapat menimbulkan gangguan kenyamanan yang di sebabkan karena rasa nyeri yang di alami ,dan apa bila nyeri tidak di tangani dengan baik akan menganggua aktivitas sehari hari di mana keadaan mudah lelah dsn terjadi keterbatasan mobilitas. akibat dai imobilitas adalah terjadi hal yang paling di takuti yaitu menimbulkan kecacatan seperti kelumpuhanan dan resiko tinggi terjadinya cedera hal hal di atas dapat membuat terjadinya perubahan citra diri karena tidak merasa tidak mampu untuk melakukan hal hal yang dapat di lakukan oleh orang- orang disekitarnya atau teman teman komunitasnya ,dari dampak di atas apa bila tidak di tangani dengan baik akan mengancam jiwa penderitaannya. qila smart ,2010 )berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh indah lestari bahwa garam dapat di gunakan untuk mengguranggi nyeri lutut ,dan berfungsi menekan prostaglandin melalui hambatan pada aktifitas pada lutut manusia Peran perawat dalam mengatasi nyeri Lutut pada lansia sangat penting yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan untuk mengurangi nyeri lutut. Upaya lain untuk mengatasi nyeri lutut pada lansia tersebut dapat dilakukan dengan tindakan non farmakologi seperti latihan fisik. dan menggunakan terapi garam hangat yang sederhana dan mudah dilakukan . Tujuan dari terapi garam hangat krosok ini yaitu mengurangi nyeri lutut dan dan menjaga kesehatan jasmani ,keuntungan lain dari terapi ini yaitu tulang menjadi lebih lentur ,otot tetap kencang,memperlancar peredaran darah dan kecepatan reaksi sel tubuh menjadi lebih baik (Heri 2. Dan Pengobatan pada nyeri lutut ini bersifat multimodalitas dan melibatkan banyak di siplin ilmu yang di lakukan dengan tujuan untuk mencapaikan peredaan nyeri,mempertahankan mobilitas serta menghambat perkembangan penyakit dengan cara istirahatkan lutut yang nyeri, menghindari keadaan basah dan udara dingin, kompres garam hangat ,latihan peregangan ,alat bantu ortopedik ,terapi non medikamentosa konservatif seperti fisioterapi ,terapi medikamentosa konservatif seperti pemberian analgesik ,penyuntikan kortikosteroid ,intra artikular ,bentuk terapi topical seperti salep dan gel yang mengandung diklofenak adalah obat anti nyeri golongan OAINS atau ketoprofen adalah obat yang di gunakan untuk meredakan gejala seperti nyeri . dan terapi operatif dari berbagai cara di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan terapi herbal yaitu garam krosok hangat . (L. Tarau dengan M . Burst ,2. Metode Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat pra experimental ( one group pre-post test desig. Kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian di observasi lagi setelah dilakukan intervensi. Metode penelitian ini diajukan untuk menganalisis pengaruh tindakan kompres hangat garam krosok terhadap nyeri lutut pada lanjut usia. Pemberian intervensi ini akan dilakukan selama 3 kali dalam seminggu. Populasi dalam penelitian ini yaitu Seluruh Lansia yang mengalami nyeri lutut di kelurahan Darmo kecamatan wonokromo sebanyak 13 orang , kemudian ditentukan sampel sebanyak 13 orang. dengan menggunakan Total sampling yaitu seluruh Populasi diambil sebagai sampel penelitian. Sebelum melakukan penelitian, peneliti memberikan inform consent kepada Lansia dengan kriteria sampel bersedia untuk diteliti dan sesuai dengan kriteria sampel untuk penelitian. Instrumen pengambilan data dengan menggunakan Observasi. Untuk mengetahui pengaruh kompres hangat garam krosok terhadap nyeri Lutut pada Lansia di kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Hasil Penelitian Hasil pengumpulan data tentang pengaruh kompres hangat garam krosok terhadap nyeri Lutut pada Lansia di kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya. M pengaruh kompres hangat garam krosok terhadap nyeri Lutut pada Lansia di kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis kelamin Responden Tabel 3. 1 Distribusi responden berdasarkan Jenis Kelamin No _Jenis Kelamin _f _% _ _1 _Laki-laki _0 _0 % _ _2 _Perempuan _13 _100 % _ _total _13 _100 % _ _Sumber Data : Kuesioner Penelitian Berdasarkan tabel 3. 1 dapat diketahui bahwa semua responden berjeis kelamin Perempuan . %) 3. Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan Tabe1 3. 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur No _Umur _f _% _ _1 _60-64 tahun _2 _15 % _ _2 _65-69 tahun _2 _15 % _ _ _70-74 tahun _4 _31 % _ _3 _75-79 tahun _3 _24 % _ _4 _80-89 tahun _2 _15 % _ _ _Total _13 _100% _ _Sumber Data : Kuesioner Penelitian Berdasarakan Tabe1 3. di atas menunjukkan bahwa terbanyak responden berumur 70-74 tahun yaitu sebanyak 4 responden . %). 3 Karakteristik Responden berdasarkan Paritas. Tabe1:3. Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas. No _Pendidikan _f _% _ _1 _Tidak Sekolah _1 _8 % _ _2 _SD _7 _52 % _ _3 _SMP _2 _16 % _ _4 _SMA _2 _16 % _ _5 _Pendidikan Tinggi _1 _8 % _ _Total _13 _100% _ _Sumber Data : Kuesioner Penelitian Berdasarkan 3 dapat diketahui bahwa terbanyak responden berpendidikan SD, yaitu sebanyak 7 responden . %). Hasil Pengukuran Nyeri sebelum dilakukan Kompres hangat Garam Krosok. Tabe1 3. Pengukuran Nyeri sebelum dilakukan kompres hangat garam krosok No _Pekerjaan _f _% _ _1 _Nyeri Ringan _0 _0 % _ _2 _Nyeri Sedang _11 _85 % _ _3 _Nyeri Berat _2 _15 % _ _4 _Nyeri Hebat _0 _0 % _ _Total _13 _100% _ _Sumber Data : Kuesioner Penelitian Berdasarkan tabel 3. dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mengalami Nyeri Sedang yaitu 11 responden . %), sebelum dilakukan Kompres Hangat Garam Krosok. 5 Hasil Pengukuran Nyeri sesudah dilakukan Kompres hangat Garam Krosok Tabe1 3. Pengukuran Nyeri sesudah dilakukan kompres hangat garam krosok No _Status Perkawinan _f _% _ _1 _Nyeri Ringan _12 _92 % _ _2 _Nyeri Sedang _1 _8 % _ _3 _Nyeri Berat _0 _0 % _ _4 _Nyeri Hebat _0 _0 % _ _Total _13 _100% _ _Sumber Data : Kuesioner Penelitian Berdasarkan tabel 3. dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mengalami Nyeri Ringan yaitu 12 responden . %), sesudah dilakukan Kompres Hangat Garam Krosok. 6 Pengaruh Kompres hangat Garam Krosok terhadap Nyeri Lutut Lansia. Tabel 3. 6 tabel tabulasi silang antara dukungan sosial keluarga dengan kecemasan nyeri sendi pada lansia di Posyandu Sedap Malam Krembangan Selatan Surabaya No _Skala Nyeri _Penilaian _ _ _ _ Sebelum _sesudah _ _1. _Nyeri Ringan _0 . %) _12. %) _ _2. _Nyeri Sedang _11 . %) _1 . %) _ _3 _Nyeri Berat _2 . %) _0 _ _4 _Nyeri Hebat _0 . %) _0 _ _Jumlah _13 . %) _ 13. %) _ _Hasil Uji Statistik Wilcoxon : p=0,00 _ _ Berdasarkan tabel 5. 6 dapat diketahui bahwa hasil penelitian di Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya sebelum dilakukan kompres Garam didapatkan sebagian besar responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak 11 orang . %). Kemudian setelah dilakukan kompres Garam ditemukan responden yang mengalami nyeri ringan sebanyak 12 orang . %). Hasil analisa dari uji wilcoxon diketahui bahwa nilai p=0,00 yaitu p