http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Artikel Review The Effectiveness of Social Support in Adolescents to Overcome Low Self-Esteem: Scoping Review Kurniawan Kurniawan1. Khoirunnisa Khoirunnisa2. Casman Casman3. Eriyono Budi Wijoyo4. Atiq Rizka Azjunia5. Euis Irna Nurpadillah 5. Gita Cahyani 5. Ilham Fajri 5. Lubna Najwa Wardani5. Nisa Nizhan Nurfadillah5. Rana Kumala5. Windi Srirahayu5. Yulia Agnia Nurrohmah5 Abstrak Latar belakang: harga diri merupakan konsep penting selama masa remaja dan memainkan peran vital dalam pengembangan harga diri selama masa remaja. Individu dengan harga diri rendah dicirikan oleh pandangan negatif tentang diri dan fokus penghindaran untuk melindungi diri dari kemungkinan bahaya, sedangkan individu dengan harga diri tinggi dicirikan memiliki motivasi pendekatan untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan harga diri. Tujuan: studi ini bertujuan untuk mengetahui sumber dukungan soaila yang didapatkan remaja dan hubungannya dengan tingkat kejadian harga diri rendah pada remaja. Metode: Studi merupakan scoping review, dimana pencarian data menggunakan beberapa database, yaitu PubMed. Science Direct, dan Google Scholar. Artikel yang ditemukan kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi berdasar pada bagan PRISMA. Hasil: ditemukan 18. artikel, dan terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk ditelaah. Data menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara dukungan sosial dengan harga diri remaja, dukungan sosial memengaruhi harga diri orang tersebut dalam segala hal dengan cara yang positif. Simpulan: Terdapat beberapa macam dukungan sosial yang didapatkan oleh remaja dari lingkungan sekitar sebagai salah satu faktor harga diri pada remaja diantaranya dukungan sosial orang tua remaja, teman, sekolah, guru dan masyarakat sekitar. Kata kunci: remaja, harga diri, dukungan sosial Abstract Background: self-esteem is important and plays a vital role in the development of self-esteem during adolescence. Individuals with low self-esteem are characterized by a negative view of themselves and an avoidance focus to protect themselves from possible harm, whereas individuals with self-esteem have the motivation to maintain and increase selfesteem. Purpose: This study aims to determine the sources of support in adolescence and the relationship to the incidence of low self-esteem in adolescents. Methods: This study was a literature review, which searched data using dome databases, namely PubMed. Science Direct, and Google Scholar. Articles are then selected based on inclusion and exclusion criteria based on the PRISMA flow chart. Result: The findings were 18. 467 articles, and 5 articles selected that met the criteria for this study. The data showed there is a strong relationship between social support and adolescent self-esteem, social support does affect the person's self-esteem in every way in a positive way. Conclusion: There are several kinds of social support obtained by teenagers from the surrounding environment as a form of self-esteem in adolescents including social support from teenagers' parents, friends, schools, teachers, and the surrounding Various forms of support that adolescents get such as emotional support and instrumental support. Keywords: adolescence, self-esteem, social support Submitted: 21 April 2022 Revised: 25 Juni 2022 Affiliasi penulis : 1 Departemen Keperawatan Jiwa. Fakultas Keperawatan. Universitas Padjadjaran, 2 Departemen Keperawatan Anak. Fakultas Keperawatan. Universitas Padjadjaran, 3 Departemen Keperawatan Anak. STIKes RS Husada. Jakarta, 4 Prodi Profesi Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Tangerang, 5 Mahasiswa Fakultas Keperawatan. Universitas Padjadjaran Korespondensi : AuKurniawan KurniawanAy kurniawan2021@unpad. id Telp: 6281818242826 PENDAHULUAN Saat ini, dunia memiliki populasi usia muda lebih banyak daripada sebelumnya. Dari total 7,2 miliar populasi manusia di dunia pada tahun 2021, lebih dari 3 miliar populasi dengan usia muda dibawah 25 tahun, yang merupakan 42% dari total populasi dunia. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted:27 Juni 2022 Sekitar 1,2 miliar usia muda merupakan remaja yang berusia 10-19 tahun, dengan jumlah remaja perempuan sekitar 609 juta dan remaja laki-laki sebanyak 652 juta populasi . Indonesia merupakan salah satu wilayah di mana populasi remaja termasuk dalam proporsi terbesar dari populasi, dengan 17% adalah remaja . sia 10-19 tahu. atau 46 juta penduduk dari total 270 juta penduduk Indonesia. Dengan rincian, 24 juta remaja laki-laki dan 22 juta remaja perempuan . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Klasifikasi remaja menurut rentang usia yaitu individu yang berada dalam kelompok usia 10-19 tahun. Remaja digambarkan sebagai periode dalam kehidupan ketika seorang individu bukan lagi anak-anak, tetapi belum dewasa. Ini adalah periode dimana seorang individu mengalami perubahan fisik dan psikologis yang sangat Selain itu, remaja juga mengalami perubahan dalam harapan dan persepsi Kapasitas individu untuk berpikir abstrak dan kritis juga mengalami perkembangan, bersama dengan adanya rasa kesadaran diri ketika harapan sosial membutuhkan kematangan emosional . Kematangan emosional yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan gangguan mental emosi dengan gejala depresi dan kecemasan. Salah satu gangguan mental emosi yang sering dijumpai pada remaja ialah harga diri Kasus harga diri rendah yang terjadi pada 2016 sampai 2018 adalah 57 dengan persentase 99,98% . Harga diri berkaitan erat dengan kemampuan seseorang untuk memiliki sikap mempertahankan keyakinan positif tersebut dalam situasi yang berupa ancaman, terutama situasi ketika menerima evaluasi negatif dari orang lain . Konsep psikologis diri remaja yang belum matang dalam mengakibatkan harga diri remaja menjadi Hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan harga diri rendah adalah dukungan sosial sendiri memiliki banyak bentuk, mulai dari dukungan emosional, instrumental, finansial sampai dengan dukungan informasional . Seseorang yang mendapatkan dukungan dari orang lain akan mendorong orang tersebut untuk bersikap sosial, menolong dan lainnya . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat ketiga pokok topik tersebut, didapatkan remaja dan hubungannya dengan tingkat kejadian harga diri rendah. METODE Jenis review yang dipakai dalam penulisan artikel ini adalah Scoping Review. Scoping review diartikan sebagai penelitian review yang menampilkan metode seleksi ketat dalam pemilihan artikel, umumnya menggunakan PRISMA, tanpa kewajiban melakukan penilaian kritis . Penelitian ini berfokus pada topik terkait tentang dukungan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman sosial terhadap fenomena harga diri rendah pada pada remaja. Pencarian literatur dilakukan selama bulan November 2021. Sebelum melakukan penelusuran untuk memasukkan literatur yang relevan, kami mengikuti strategi pencarian menggunakan metode population, concept, context untuk tinjauan literatur. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci sebagai berikut: Population: Remaja. Concept: Dukungan social. Context: Harga diri rendah. Pencarian menggunakan beberapa database yaitu PubMed. Google Scholar, dan ScienceDirect. Pada tahap ini peneliti melakukan pencarian sumber referensi menggunakan kombinas Inggris: AuAdolescentsAy dan AuSelf-esteemAy atau Social Support. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu . artikel yang mebahas hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada remaja, . artikel berbahasa inggris . metode penelitian RCT atau cross-sectional serta . limitasi artikel terbitan 10 tahun terakhir . Artikel berjenis review HASIL Berdasarkan 467 artikel, setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, didapatkan 5 artikel yang membahas dukungan sosial dengan tingkat harga diri rendah pada remaja. Proses seleksi artikel dapat dilihat pada bagan PRISMA . ihat Gambar . , sementara untuk ekstrasi tiap artikel terpilih disajikan dalam tabel yang memuat informasi mengenai autor, desain penelitian, tempat penelitian, subjek peneltian, dan temuan penelitian . ihat tabel . PEMBAHASAN Dukungan sosial adalah informasi dari orang yang dipedulikan dan dicintai, dihormati, dan dihargai, serta merupakan bagian dari hubungan dan kewajiban bersama . Terdapat beberapa macam dukungan sosial yang didapatkan oleh remaja dari lingkungan sekitar sebagai salah satu faktor harga diri pada remaja diantaranya dukungan sosial orang tua masyarakat sekitar. Dukungan Sosial Keluarga Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Remaja lebih mengandalkan dukungan keluarga dibandingkan dengan dukungan dari teman sebaya. Masyarakat di Pakistan, remajanya terbiasa bergantung pada keluarganya, dukungan dari keluarga biasanya dianggap sebagai sumber utama dukungan sosial . Penelitian lain menyatakan bahwa dukungan keluarga lebih tinggi dibandingkan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Gambar 1. Diagram Seleksi Artikel Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Tabel 1. Hasil Ekstrasi Artikel Terpilih Author/Tempat Subjek Desain Temuan (Keliat et al. , 2. 452 siswa kelas 8 . sia < Menunjukkan peran penting faktor protektif . arga diri, hubungan keluarga, dukungan sosia. terhadap kesehatan mental remaja. /Jakarta Indonesia 15 Tahu. Deskriptif-korelatif. Desain crosectional. Teknik Timur, (Tahir et al. , 2. /Lahore. Pakistan perempuan . sia 16-19 tahu. Penelitian korelasional dan Ada hubungan yang kuat antara dukungan sosial dan harga diri remaja, remaja lebih mengandalkan dukungan keluarga daripada dukungan teman sebaya. (Poudel et al. , 2. /Pokhara. Nepal 348 remaja yang belajar di kelas 9 Desain Perceived Social Support (PSS) memengaruhi Psychological Well-Being (PWB) remaja melalui variabel mediasi Self-esteem (SE). Penelitian ini tidak menemukan perbedaan gender yang signifikan untuk PSS. SE dan PWB. Baik anak laki-laki maupun perempuan lebih berorientasi pada keluarga untuk dukungan sosial daripada teman dan orang lain. Remaja yang mengalami dukungan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki SE yang lebih tinggi dan lebih cenderung memiliki PWB yang lebih baik. (Kumar et al. , 2. /Punjab. Pakistan Penelitian (Banstola et al. Kathmandu, distrik Kaski dan Pokhara. Palpa di Nepal . erusia 13-19 tahu. dari 3 Sekolah. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Desain Studi Dukungan sosial memang memengaruhi harga diri orang dalam segala hal dengan cara yang positif. Dukungan sosial juga dapat memengaruhi secara negatif yang dapat mengarah pada agresi. Anak belajar terlebih dahulu dari rumah, yaitu lingkungan rumah harus tenang dan orang tua tidak boleh memperdebatkan masalah apapun di depan anak karena dapat menimbulkan kesan negatif dan lambat laun anak mengarah pada perilaku yang Remaja dengan dukungan yang lebih tinggi dari keluarga mendapat manfaat dari efek perlindungan yang signifikan terhadap penggunaan zat seperti tembakau, alkohol, ganja, atau obat-obatan. Demikian pula, remaja dengan harga diri yang tinggi, dukungan yang lebih tinggi dari keluarga dan teman, dan sekolah SC yang lebih tinggi secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk menunjukkan perilaku bunuh diri. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 nilai dukungan dari guru dan teman sebaya . Sikap atau perilaku anak dapat diarahkan sebagaimana perlakuan orang tua Pembelajaran dasar yang anak dapatkan ketika berada dirumah membentuk perilaku pada anak dan berhubungan langsung dengan harga diri pada anak, dibutuhkan lingkungan rumah yang tenang dan orang tua tidak diperbolehkan untuk berdebat terkait masalah apapun di depan anak . Sumber PSS (Perceived Social Suppor. , baik laki-laki maupun perempuan lebih berorientasi terhadap keluarga untuk dukungan sosial daripada teman dan yang Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor budaya dimana perawatan orang tua dan keterlibatan keluarga yang berkelanjutan bahkan di tahap ini membuat remaja merasa lebih baik dukungan dari keluarga daripada orang lain . Dan dari dukungan keluarga pula akan mempengaruhi cara remaja menghadapi kecemasan dan stressor yang didapatkannya untuk menjalani hidup. Hal itu pula, akan membuat remaja menjadi tenang, menumbuhkan percaya diri, dan merasa dicintai . Dukungan sosial keluarga menjadi hal yang penting terhadap tumbuh kembang remaja dan akan dipengaruhi oleh pelakuan orang tua terhadap dirinya. Dukungan Sosial Guru dan Sekolah Harga diri adalah pelindung yang kuat dari remaja terhadap perilaku bunuh diri. Harga diri. PSS dari keluarga dan teman, dan SC (Social Capita. di keluarga dan tingkat sekolah bersifat protektif terhadap perilaku bunuh diri, remaja dengan SC tinggi di keluarga dan sekolah berisiko lebih rendah untuk bunuh diri, dan memberikan bukti bahwa SC keluarga dan sekolah lebih pencegahan perilaku bunuh diri pada remaja . Sekolah dan perawat kesehatan jiwa dapat bekerja sama membangun program promosi kesehatan jiwa berupa pendidikan dan pelatihan kecakapan hidup berdasarkan PRECEDE-PROCEED meningkatkan faktor protektif . arga diri, sosia. dan kesehatan mental remaja . Dampak dari harga diri yang rendah menyebabkan adanya kecenderungan untuk bunuh diri pada remaja. Faktor penyebabnya Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman bersifat internal yaitu biologis, demografis, psikologis, perilaku menyimpang, gaya hidup dan faktor eksternal yaitu pengalaman hidup negatif, keluarga, ekonomi, pertemanan, teknologi dan pendidikan . Dukungan yang didapat oleh remaja di sekolah yang diberikan oleh guru dapat memberikan perasaan aman sehingga remaja lebih protect terhadap dirinya sendiri kemudian akan meningkatkan harga diri remaja dan menjadi faktor pelindung dari ide bunuh diri. Dukungan Sosial Masyarakat (Teman dan lingkungan sekita. Lingkaran pertemanan pada anak berperan penting terhadap harga diri remaja. Adanya cinta dan kasih sayang dapat menjadi dorongan dan dukungan pada anak . Selain dukungan sosial keluarga sebagai dukungan sosial utama, dukungan teman sebaya mempunyai korelasi yang kuat terhadap harga diri pada remaja sehingga remaja cenderung akan merasakan rasa nyaman . Dukungan sosial dari teman sebaya dapat menjadi salah satu faktor remaja memiliki harga diri tinggi . Remaja yang memiliki harga diri tinggi akan merasa dirinya adalah orang yang berharga, puas akan dirinya sendiri, dapat menerima kritik, tahu akan keterbatasan dirinya, rendah hati, aktif, mandiri, dan berani mengambil resiko . Remaja yang memiliki dukungan dari teman sebaya tentu akan terhindar dari kesendirian, penelitian menjelaskan bahwa faktor yang berhubungan dengan harga diri rendah pada remaja yaitu penampilan fisik. Penampilan hiperpigmentasi yang berhubungan dengan jerawat dan yang tidak tertutup oleh pakaian, kelebihan berat badan serta perlakuan yang mereka terima seperti komentar negatif, viktimisasi dan perundungan . Remaja sangat sensitif terhadap perubahan dalam dirinya sehingga membuat tidak percaya diri dan menurunkan harga dirinya. Oleh karena itu dukungan sosial masyarakat diperlukan untuk meningkatkan harga diri remaja agar terhindar dari kesendirian. SIMPULAN Berdasarkan temuan dari lima artikel terpilih dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial menjadi salah satu faktor pelindung yang kuat dan berperan penting untuk meningkatkan harga diri rendah pada remaja dan untuk membentuk sikap mental yang sehat juga kepribadian yang kuat pada anak Terdapat beberapa dukungan sosial Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 yang memengaruhi peningkatan harga diri remaja yaitu dukungan sosial keluarga, dukungan sosial guru dan sekolah, dukungan sosial masyarakat . eman dan lingkunga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat dalam memberikan dukungan sosial pada tingkat kejadian harga diri rendah pada remaja dengan mengoptimalkan ketiga jenis dukungan yang diperlukan remaja baik dari keluarga, sekolah maupun teman sebaya. DAFTAR PUSTAKA