Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 PENGARUH MEDIA BUKU “BUSY BOOK” TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF DAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN Baita Mira Putri1 , Sitti Khadijah2 , A.Auliah Rahma3 , Rusmayadi4 , Herman5 Email: baitamiraputri4645@gmail.com 1, sittikhadijah2108@gmail.com2 , andiauliah717@gmail.com3 , rusmayadi@unm.ac.id4 , herman-hb83@unm.ac.id5 Universitas Negeri Makassar ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh media buku “Busy Book” terhadap kemampuan bahasa ekspresif dan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Kemampuan bahasa ekspresif dan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini. "Busy Book" adalah media edukatif interaktif yang dirancang untuk merangsang kedua aspek tersebut melalui berbagai aktivitas yang menarik dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan mengenai penggunaan media edukatif interaktif seperti "Busy Book" dan pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa ekspresif dan motorik halus pada anak usia dini. Kajian literatur mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat bukti kuat yang mendukung efektivitas media edukatif interaktif seperti "Busy Book" dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif dan motorik halus anak. Literatur yang dikaji menunjukkan bahwa penggunaan media ini dapat merangsang perkembangan kemampuan berbicara, kosakata, tata bahasa, serta keterampilan motorik halus seperti memegang pensil, menggambar, dan menyusun benda kecil. Kesimpulannya, media buku “Busy Book” memiliki potensi positif dalam mendukung perkembangan kemampuan bahasa ekspresif dan motorik halus anak usia 4-5 tahun, sehingga penting untuk diintegrasikan dalam program pendidikan anak usia dini untuk mencapai perkembangan yang holistik. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Busy Book, Kemampuan Bahasa Ekspresif, Motorik Halus. 6 PENDAHULUAN Anak usia dini merupakan usia yang sangat istimewa dalam suatu perkembangan manusia karena proses tumbuh kembang anak sangat cepat dan unik. Rentang usia anak mulai 0 sampai 6 tahun disebut dengan masa keemasan (golden age). Pada masa golden age sangat baik untuk diberikan stimulus-stimulus sebagai bekal yang kuat pada anak agar kelak segala potensi kecerdasan anak dapat tergali sebanyak-banyaknya. Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang pendidikan awal yang menjadi tempat untuk merangsang perkembangan dari semua aspek pada anak, yang meliputi perkembangan kognitif, bahasa, seni, fisik-motorik, moral dan nilai-nilai agama serta perkembangan sosial dan emosional pada anak. Pendidikan anak usia dini juga merupakan masa dimulainya pembentukan mental dan karakter pada anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar (SD). Kemampuan bahasa ekspresif dan motorik halus adalah dua aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, khususnya usia 4-5 tahun. Pada rentang usia ini, anak-anak mengalami pertumbuhan pesat dalam kemampuan berbahasa dan keterampilan motorik. Kedua aspek ini saling berkaitan dan berperan penting dalam proses pembelajaran dan sosialisasi anak. Kemampuan Bahasa Ekspresif Kemampuan bahasa ekspresif merujuk pada kemampuan anak untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kebutuhan melalui kata-kata, kalimat, dan bahasa tubuh. Kemampuan ini mencakup pemahaman dan penggunaan kosakata, tata bahasa, serta kemampuan bercerita dan berkomunikasi dengan orang lain. Anak yang memiliki kemampuan bahasa ekspresif yang baik cenderung lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dan lebih siap untuk memulai pendidikan formal. Kemampuan motorik halus melibatkan keterampilan menggunakan otot-otot kecil, khususnya di tangan dan jari, untuk melakukan tugas-tugas yang memerlukan koordinasi mata-tangan, ketelitian, dan kontrol yang halus. Contoh aktivitas yang melibatkan motorik halus antara lain menulis, menggambar, memegang pensil, dan mengikat tali sepatu. Keterampilan ini penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari anak serta persiapan untuk aktivitas belajar di sekolah. Dalam upaya untuk mendukung perkembangan tersebut, berbagai media pembelajaran telah dikembangkan. Salah satu media yang semakin populer adalah "Busy Book". Busy Book adalah buku interaktif yang didesain untuk merangsang berbagai aspek perkembangan anak melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Media Buku "Busy Book" adalah salah satu jenis media edukatif yang dirancang untuk merangsang kemampuan motorik halus dan bahasa ekspresif anak. Buku ini biasanya terdiri dari berbagai macam aktivitas yang interaktif dan menarik, seperti memindahkan benda, menyusun huruf, menggambar, dan menempel. Setiap halaman dalam Busy Book dirancang untuk menantang dan mengembangkan keterampilan motorik halus serta mendorong anak untuk berkomunikasi dan bercerita. Pengaruh Busy Book, Penggunaan Busy Book sebagai media pembelajaran memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif dan motorik halus anak. Aktivitas yang ada di dalam buku ini memberikan kesempatan bagi anak untuk berlatih keterampilan tangan dan jari secara intensif. Selain itu, interaksi dengan buku ini mendorong anak untuk berbicara, menjelaskan, dan mengungkapkan ide-idenya, sehingga dapat mengembangkan kemampuan bahasa ekspresifnya.Pentingnya Penelitian Mengingat pentingnya kemampuan bahasa ekspresif dan motorik halus bagi perkembangan anak, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media buku "Busy Book" terhadap kedua aspek tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan anak usia dini dengan memberikan alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis tentang pengaruh Busy Book, tetapi juga memiliki implikasi praktis dalam pengembangan program pendidikan anak usia dini yang lebih holistik dan integratif. 7 ME TODE PE NE LITIA N Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Metode penelitian studi pustaka adalah metode penelitian yang menggunakan sumber-sumber tertulis sebagai bahan utama dalam pengumpulan data. Sumber-sumber ini termasuk jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait. Analisis data dalam studi pustaka dilakukan dengan cara mengkaji isi dari sumber-sumber tertulis tersebut, kemudian diinterpretasikan dan dihubungkan dengan kerangka teori atau konsep yang ada. Dengan menggunakan metode penelitian studi pustaka, peneliti dapat mengumpulkan informasi yang mendalam dari berbagai sumber tertulis yang ada, serta mengintegrasikan pengetahuan yang sudah ada untuk mengembangkan konsep atau teori. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN A. Busy Book Busy Book sendiri merupakan merupakan media bermain yang berbentuk buku dengan berbahan dasar kain flanel, di dalam buku tersebut terdapat variasi tambahan dengan menggunakan zipper (risleting), kancing baju, kain perca, dan variasi-variasi yang lainnya. Desain busy book sendiri memberikan nuansa yang warna-warni sehingga menumbuhkan ketertatikan dan kesenangan pada anak dalam mengikuti pembelajaran (Fitriyah, et al. 2022). Lebih lanjut dijelaskan bahwa media pembelajaran busy book adalah sebuah buku dari kain flanel yang berisi berbagai macam aktivitas sederhana seperti mengenal angka, huruf, warna dan berbagai kegiatan edukasi lainnya yang dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan pada anak usia dini (Batubara. 2022). Busy Book bermanfaat untuk mengundang rasa ketertarikan, ingin tahu, kreativitas dan antusias anak dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan Busy Book pemahaman anak akan cepat diperoleh dikarenakan proses visualisasi. Penggunaan media Busy Book memiliki beberapa keunggulan, yaitu pendidik dengan mudah menentukan bahan dan materi ajar, pendidik dapat mengevaluasi dengan mudah, akan timbul rasa ingin tau yang tinggi pada anak, sifat media ini tahan lama dikarenakan terbuat dari kain, anak akan cenderung melakukan aktivitas dalam Busy Book tanpa diminta karena rasa ketertarikan yang tinggi, dan pembelajaran akan menjadi menyenangkan dikarenakan beragam aktivitas yang ada (Annisa. 2022). Pendapat Para Ahli tentang Pengaruh Media Buku “Busy Book” terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif dan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun 1. Jean Piaget (1896-1980) Jean Piaget, seorang psikolog perkembangan, menekankan pentingnya aktivitas bermain dalam perkembangan kognitif anak. Menurut Piaget, melalui bermain, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan motorik halus dan kognitif. Busy Book, dengan berbagai aktivitas interaktifnya, memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi dan belajar melalui bermain, yang pada akhirnya mendukung perkembangan motorik halus dan bahasa ekspresif mereka. 2. Lev Vygotsky (1896-1934) Lev Vygotsky, seorang psikolog Rusia, mengemukakan teori bahwa interaksi sosial sangat penting dalam perkembangan kognitif anak. Vygotsky berpendapat bahwa anak-anak belajar melalui interaksi dengan lingkungan dan orang lain, termasuk melalui media seperti Busy Book. Aktivitas dalam Busy Book dapat mendorong anak untuk berinteraksi dengan orang tua atau guru, yang pada gilirannya dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa ekspresif mereka. 3. Howard Gardner (1943-sekarang) Howard Gardner, dengan teori Multiple Intelligences yang diperkenalkan pada tahun 8 1983, menyatakan bahwa anak-anak memiliki berbagai jenis kecerdasan, termasuk kecerdasan linguistik dan kinestetik. Busy Book dapat mendukung perkembangan kecerdasan ini dengan menyediakan aktivitas yang merangsang kemampuan berbahasa dan keterampilan motorik halus secara simultan. 4. Maria Montessori (1870-1952) Maria Montessori, seorang pendidik Italia, menekankan pentingnya alat peraga dan aktivitas hands-on dalam pembelajaran anak-anak. Metode Montessori mendukung penggunaan media seperti Busy Book karena buku ini memungkinkan anak-anak untuk belajar melalui eksplorasi dan manipulasi langsung, yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus dan kemampuan bahasa ekspresif. 5. Diane E. Levin (1947-sekarang) Diane E. Levin, seorang profesor pendidikan anak usia dini, menyatakan bahwa aktivitas bermain yang terstruktur dapat membantu mengembangkan berbagai keterampilan anak. Levin berpendapat bahwa Busy Book, dengan berbagai aktivitas yang dirancang khusus untuk anak usia 4-5 tahun, dapat memberikan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan motorik halus dan bahasa ekspresif anak. 6. Kathleen R. Allen dan Thomas H. Brown (penelitian pada tahun 1990-an) Menurut Allen dan Brown, penggunaan media interaktif seperti Busy Book dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh bagi anak-anak. Mereka berpendapat bahwa buku ini membantu anak-anak belajar melalui berbagai cara, termasuk visual, kinestetik, dan auditori, yang dapat mendukung perkembangan bahasa ekspresif dan motorik halus secara holistik. B. Bahasa Ekspresif Anak Salah satu bidang pengembangan dalam pertumbuhan kemampuan dasar di taman kanak-kanak adalah pengembangan bahasa. Pengembangan keterampilan bahasa anak merupakan kemampuan yang penting untuk berkomunikasi terutama bagi mereka yang sudah masuk ke lingkungan pendidikan prasekolah. Keterampilan berbahasa adalah kemampuan mengeluarkan pikiran dan perasaan (dari otak) secara lisan dalam bentuk kata atau kalimat. Perkembangan bahasa anak usia dini ditempuh melalui cara yang sistematis dan berkembang Bersama-sama dengan pertambahan usianya. Anak mengalami tahapan perkembangan yang sama namun yang membedakan antara lain: sosial keluarga, kecerdasan, Kesehatan, dorongan, hubungan, dengan teman yang turut mempengaruhinya, ini berarti lingkungan turut mempengaruhi perkembangan bahasa anak, lingkungan yang baik maka perkembangan anak akan baik, namun sebaliknya jika tidak maka anak juga akan ikut dalam lingkungan tersebut. Hal ini lah yang menjadi tolak ukur atau dasar mengapa anak pada umur tertentu sudah dapat berbicara, atau pada umur tertentu belum bisa berbicara (Hurlock, 2011:186). Bahasa ekspresif adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya. Untuk mengembangkan bahasa yang bersifat ekspresif ini seorang anak memerlukan cara yang sesuai dengan tahap perkembangannya dengan memerhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pribadi anak tersebut (D’Souza et al., 2020:140). Bahasa ekspresif kemampuan seorang anak untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginannya kepada orang lain menggunakan kata-kata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh lainnya. Ini merupakan bagian penting dari perkembangan bahasa anak. Ketika anak belajar menggunakan bahasa ekspresif, mereka dapat menyatakan apa yang mereka inginkan, apa yang mereka rasakan, dan apa yang mereka pikirkan kepada orang lain dengan cara yang mereka pahami. Penelitian mengenai pengaruh media busy book terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak menunjukkan hasil yang positif. Media busy book, yang merupakan buku interaktif dengan berbagai aktivitas, dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan bahasa 9 mereka melalui stimulasi visual. Media ini efektif karena melibatkan anak dalam kegiatan yang memerlukan interaksi langsung dan respons verbal, sehingga mereka lebih aktif dalam mengembangkan bahasa ekspresif anak (Afrianti dan Wirman. 2020). Melalui tema dan isi Busy Book yang merupakan aktivitas rutin, kemampuan bahasa ekspresif anak dapat terbentuk melalui gambar yang terlihat seperti bercerita secara purapura, menceritakan pengalaman sederhana berdasarkan gambar yang terlihat (Annisa. 2022). Dalam konteks busy book berarti merancang buku tersebut sedemikian rupa sehingga mendorong anak-anak untuk bercerita atau mengisahkan sesuatu. Ini melibatkan berbagai elemen visual dan tactile dalam busy book yang dapat diatur atau digerakkan, memberikan anak kesempatan untuk membuat cerita mereka sendiri berdasarkan apa yang mereka lihat dan lakukan dengan halaman-halaman buku tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa busy book yang dirancang untuk mendorong narasi dan bercerita dapat memiliki dampak positif pada perkembangan bahasa ekspresif anak. Dengan demikian dalam busy book berarti menciptakan lingkungan yang merangsang anak untuk bercerita, yang pada gilirannya mendukung perkembangan bahasa mereka secara keseluruhan. Dijelaskan oleh Rupnidah dan Suryana (2022) busy book dapat mengembangkan bahasa ekspresif anak melalui beberapa mekanisme berikut: 1. Stimulasi Visual dan Tactile Busy book menyediakan elemen-elemen visual dan tactile (melibatkan anak-anak dalam aktivitas yang merangsang indera peraba mereka melalui interaksi langsung dengan objek fisik) yang dapat menarik perhatian anak dan membuat mereka lebih terlibat dalam aktivitas pembelajaran. Dengan menggabungkan berbagai jenis stimulasi ini, anak-anak lebih termotivasi untuk mendeskripsikan dan berbicara tentang apa yang mereka lihat dan lakukan. 2. Interaksi dan Narasi Busy book sering kali dirancang untuk memperkaya kemampuan bahasa dan bercerita. Anak-anak didorong untuk mendeskripsikan halaman-halaman buku, yang memperkaya kemampuan naratif dan berbahasa mereka. Studi menunjukkan bahwa interaksi semacam ini penting untuk pengembangan bahasa ekspresif. 3. Kegiatan Berulang Pengulangan kegiatan yang ditawarkan oleh busy book membantu memperkuat kosakata dan struktur kalimat anak. Anak dapat mengulangi aktivitas yang sama, yang membantu mereka untuk lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa baru. 4. Interaksi dengan Orang Dewasa Penggunaan busy book sering kali melibatkan interaksi antara anak dan orang dewasa, seperti orang tua atau guru. Interaksi ini memberikan model bahasa yang baik dan umpan balik langsung, yang esensial untuk pengembangan bahasa ekpresif anak. 5. Pengayaan Kosakata Setiap halaman dalam busy book biasanya memiliki tema atau topik tertentu, seperti warna, bentuk, angka, hewan, atau aktivitas sehari-hari. Hal ini membantu anak untuk memperluas kosakata mereka dalam konteks yang relevan dan bermakna. Dengan demikian, busy book merupakan alat pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa ekspresif anak melalui stimulasi multisensori, interaksi sosial, dan pengayaan kosakata yang terstruktur. C. Motorik Halus Anak Gerak motorik baru bagi anak usia dini memerlukan pengulangan-pengulangan dan bantuan orang lain, pengulangan itu merupakan bagian dari belajar. Perkembangan motorik anak adalah suatu proses kematangan yang berhubungan dengan aspek diferensial bentuk atau fungsi termasuk perubahan sosial emosional. Proses motorik adalah Gerakan yang langsung melibatkan otot untuk bergerak dan proses persyaratan yang menjadikan seseorang 10 mampu menggerakkan anggota tubuhnya (tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya), (Hurlock, 1998:39). Keterampilan motorik halus adalah keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil yang mana gerakan lebih menuntut koordinasi mata dan tangan (Wulandari, A., & Bachtiar, 2021:55). Kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang membutuhkan ketepatan, presisi, dan koordinasi antara penglihatan (mata) dan penggerakan (tangan). Contoh keterampilan motorik halus termasuk menulis, menggambar, memasang puzzle, dan mengikat sepatu. Kemampuan ini penting dalam banyak aktivitas sehari-hari dan berkembang seiring dengan pertumbuhan anak. Keterampilan motorik halus melibatkan gerakan yang diatur secara halus, seperti mengancing baju dan melukis gambar, melibatkan koordinasi mata tangan dan otot kecil. Dengan mendapatkan keterampilan ini akan memungkinkan seorang anak kecil untuk mengambil untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar terhadap perawatan dirinya sendiri. Menggenggam mainan, mengancing baju, atau melakukan apa pun yang memerlukan keterampilan tangan menunjukan keterampilan motorik halus (Kupila et al., 2023:133). Berdasarkan hasil temuan menunjukkan bahwa guru memberikan pengalaman bermain kepada anak dengan menggunakan media busy book untuk melihat bagaimana kemampuan motorik halus anak, dalam pembelajaran akan lebih menyenangkan, efektif, dan menarik minat anak dalam melakukan berbagai gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak (Utomo et al. 2018). Proses pembelajaran yang dilakukan guru dalam menerapkan media busy book, dengan memberikan pengalaman bermain melalui media busy book kepada anak maka secara langsung anak akan berlatih menggerakkan jari jemarinya untuk melakukan berbagai kegiatan yang ada di dalam media busy book. Busy Book memiliki lembar kerja yang dapat dibongkar pasang sehingga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran dan juga untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak. Busy Book memiliki kelebihan yaitu; memiliki warna yang bervariasi, bukunya menarik, mudah dibawa, memiliki banyak aktivitas di tiap lembar bukunya sehingga sangat cocok digunakan untuk melatih motorik halus pada anak (Sumardi, et al. 2022). Stimulasi dengan busy book memungkinkan sel otak menangkap aktivitas yang di dapat dalam busy book sehingga menghasilkan stimulasi gerakan motorik halus dan keseluruhan anggota badan serta membangun neuron pada otak yang berperan pada kemampuan rangsangan motorik halus pada busy book (rangsangan motorik anak terjadi di bawah kontrol otak). Semakin banyak neuron, semakin tinggi kecerdasan intelektual anak dan semakin meningkat motorik halus pada anak. Secara ilmiah, aktivitas dalam busy book di terima sistem syaraf pusat otak sehingga menimbulkan koordinasi antara mata dan tangan untuk menghasilkan gerakan motorik halus serta akan menangkap setiap gerak anak sejalan dengan kematangan syaraf dan otot. Perkembangan stimulasi motorik anak akan dapat terlihat secara jelas melalui berbagai aktivitas yang ada di dalam busy book (Novadela & Valinda. 2021). Manfaat media busy book menstimulasi motorik anak, mampu membantu guru untuk mengefektifkan pembelajaran motorik halus pada anak dan lebih difokuskan pada gerakangerakan halus seperti kegiatan meletakkan, memegang benda, memasang, mengikat, menempel, dan menggambar menggunakan jari-jari tangan dimana keterampilan tersebut memerlukan koordinasi tangan yang baik, anak bisa mencocokkan gambar, bentuk, atau bisa membedakan mana permukaan yang kasar, mana permukaan yang halus, melatih kesabaran anak dan membuat emosi anak menjadi lebih stabil, merangsang daya imajinasi anak, membuat anak sibuk dengan bukunya. 11 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media seperti Busy Book memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Buku interaktif seperti Busy Book dapat menjadi alat yang efektif untuk menstimulasi perkembangan keterampilan penting pada anak-anak, baik dalam aspek bahasa maupun motorik. Dengan menyediakan berbagai aktivitas yang merangsang, buku ini tidak hanya membantu mengembangkan keterampilan motorik halus tetapi juga mendorong anak-anak untuk berkomunikasi dan mengungkapkan ide-ide mereka, yang penting bagi perkembangan bahasa ekspresif. Dukungan teoritis dari berbagai ahli menunjukkan bahwa Busy Book dapat menjadi alat yang efektif dalam pendidikan anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA Afrianti, Y., & Wirman, A. (2020). Penggunaan Media Busy Book Untuk Menstmulasi Kemampuan Membaca Anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1156-1163. Allen, K. R., & Brown, T. H. (1997). *Developing Young Children’s Motor Skills: A Comprehensive Approach*. Chicago, Il: Education Development Center. Annisa. 2022. Pengembangan Media Busy Book Untuk Membentuk Bahasa Ekspresif Anak Usia 3-4 Tahun Di Tpq Rahmataini Malang. Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Batubara, A. (2023). Pengaruh Media Busy Book Terhadap Kemampuan Bahasa Pada Anak Usia Dini Di Tk Alif Medan Helvetia Tahun 2022. Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 50-64. Fitriyah, Q., Purnama, S., Et Al. (2022). Pengembangan Media Busy Book Dalam Pembelajaran Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 719-727. Gardner, H. (1991). *The Unschooled Mind: How Children Think And How Schools Should Teach*. New York: Basic Books. Hurlock, Elizabeth, B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga. Kupila, P., Fonsén, E., & Liinamaa, T. (2023). Expectations of leadership in the changing context of Finnish early childhood education. Teaching and Teacher Education, 133(March 2022). Levin, D. E. (2003). *Beyond Remote-Controlled Childhood: Teaching Young Children In The Media Age*. Washington, Dc: National Association For The Education Of Young Children. Montessori, M. (1967). *The Discovery Of The Child*. New York: Ballantine Books. Novadela, N., & Valinda, N. (2021). Busy Book Mempengaruhi Motorik Halus Pada Anak Usia 3-4 Tahun. Mj (Midwifery Journal), Vol 1, No.4. Piaget, J. (1952). *The Origins Of Intelligence In Children*. New York: International Universities Press. Rupnidah, R., & Suryana, D. (2022). Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal Paud Agapedia, 6(1), 49-58. Sumardi., Mulyadi. 2022. Penggunaan Media Pembelajaran Busy Book Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Hiperaktif Usia 5-6 Tahun Di Kober Sabina. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 3614-3621. Utomo, I. A., Ramli, M., & Furaidah, F. (2018). Penerapan Strategi Bermain Melalui Media Busy Book Untuk Meningkatkan Fisik Motorik Halus Anak Usia Dini (Doctoral 12 Dissertation, State University Of Malang). Vygotsky, L. S. (1978). *Mind In Society: The Development Of Higher Psychological Processes*. Cambridge, Ma: Harvard University Press. Wulandari, A., & Bachtiar, M. Y. (2021). Peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui penggunaan permainan konstruktif pada taman kanak-kanak. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.26858/tematik.v5i1.19708. 13