2021 . : 70-77 E-ISSN 2722709X http://ojs. stikes-muhammadiyahku. id/index. php/herbapharma UJI KANDUNGAN VITAMIN A TANAMAN WORTEL (Daucus Corata L. ) DIDESA NGABAB KABUPATEN MALANG Beta Herilla Sekti . Rakhmadani Gadis Aprilianti ,Susi Wijiastini 1,2,3 Program Studi Di Farmasi. ITSK RS dr. Soepraoen. Malang *E-mail: Betaherilla@gmail. ABSTRAK Tanaman Wortel (Daucus carota L. ) merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin A dan sangat diperlukan oleh tubuh untuk membantu pengaturan atau proses metabolisme didalam Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, populasi dan sampelnya adalah wortel yang berasal dari Desa Ngabab yang berumur 3-3,5 bulan, menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari analisis kualitatif menunjukkan terdapat bercak noda orange dengan nilai Rf 0,64 pada ekstrak wortel dan baku pembanding Beta-karoten. Hasil dari analisis kuantitatif menunjukkan kadar rata-rata vitamin A pada wortel adalah 49,7 % dengan absorbansi 0,649. Kata Kunci: Spektrofotometri Visibel. Vitamin A. Wortel. ABSTRACT Carrot plant (Daucus carota L. ) is a type of vegetable that contains lots of vitamin A and is very much needed by the body to help regulate or metabolic processes in the body. The research design used in this study was experimental, the population and sample were carrots from Ngabab village aged 3-3. months, using purposive sampling technique. The results of the qualitative analysis showed that there were orange spots with an Rf value of 0. 64 in the carrot extract and the beta-carotene comparison The results of the quantitative analysis showed that the average level of vitamin A in carrots 7% with an absorbance of 0. Keywords: Visible Spectrophotometry. Vitamin A. Carrot. Farmasi 2021. : 70-77 PENDAHULUAN Sayuran merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari balita hingga lansia, karena sayuran banyak sekali mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia salah satunya adalah wortel. Wortel merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, wortel juga dianjurkan sebagai bahan pangan karena berfungsi untuk mengurangi masalah kekurangan vitamin A. Kandungan karoten sebagai pro vitamin A dalam wortel dapat mencegah masalah kurang nutrisi dan penyakit mata seperti rabun senja. Beta-karoten berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh dan merupakan nutrisi sangat penting untuk fungsi retina mata (Fathonah, et al. , 2. Vitamin A merupakan salah satu zat gizi essensial yang merupakan kelompok senyawa dengan kandungan retinol yang memiliki aktivitas biologi. Vitamin A sangat mudah teroksidasi oleh udara dan rusak bila dipanaskan pada suhu tinggi bersama udara, sinar, dan lemak yang sudah berbau tengik. Pigmen karotenoid atau disebut dengan -karoten diperoleh dari buah dan retinil ester diperoleh dari hewan (Agustina, et al. , 2. Karotenoid sangat berperan penting dalam proses fotosintesis serta melindungi klorofil dari perubahan kimiawi. Karotenoid merupakan senyawa dengan ikatan rangkap terkonjugasi bersifat sangat reaktif dan sebagai penangkal radikal bebas. Sumber vitamin A berasal dari buah dan hewan. Sayur dan buah yang berwarna kuning kemerahan banyak mengandung -karoten salah satunya adalah wortel (Daucus carota L. ) semakin banyak kandungan Beta-karoten pada tanaman, maka semakin pekat warna pada buah yang mengarah ke warna kuning kemerahan (Agustina, et al. , 2. asyarakat saat ini banyak memilih ketersediaan makanan cepat saji, khususnya di daerah Umumnya mereka yang ada di perkotaan telah memperoleh pengetahuan tentang informasi gizi sayuran. Wortel dapat memenuhi kecukupan vitamin A dan juga serat yang dikandungnya (Fathonah, et al. , 2. Berdasarkan pernyataan diatas dapat dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melakukan uji kandungan vitamin A pada tanaman wortel di Desa Ngabab. BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah wortel. Beta-karoten murni (Sigm. , petroleum eter, benzen, aquadest, etanol, heksan, aseton. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pisau, blender (Philip. , beakerglass (Pyre. , corong pisah (Pyre. , cawan porselin, gelas ukur (Pyre. , timbangan analitik (Fujits. , waterbath (B-On. , kertas saring (Whatma. silica gel 60 F254 atau lempeng KLT (MarchereyNage. Chamber, pipa kapiler (Mikro Hematokrit Kapile. Lampu UV 254, pipet volumetrik (Pyre. , labu takar (Herm. , kuvet. Spektrofotometer UV-Vis (Wavelengt. Farmasi 2021. : 70-77 Jenis Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desian penelitian eksperimental dengan metode analisis kualitatif dan kuantitatif karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan vitamin A pada ekstrak wortel (Daucus carota L. Lokasi dan Waktu Penelitian Tempat pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan di Desa Ngabab. Kemudian dilakukan determinasi tanaman wortel di UPT Materia Medika. Lokasi pemeriksaan sampel dilakukan di Ruang Laboratorium Farmakognosi Prodi D3 Farmasi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS Soepraoen Malang. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020 sampai Mei 2021. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wortel (Daucus carota L. ) yang terdapat di Desa Ngabab. Sampel yang digunakan adalah wortel yang berumur 3-3,5 bulan yang terdapat di Desa Ngabab. Prosedur Penelitian Determinasi Tanaman Determinasi tanaman dilakukan guna untuk memastikan jenis tanaman yang digunakan untuk penelitian yaitu, wortel (Daucus carota L. ) yang berumur 3Ae3,5 bulan yang didapatkan dari Desa Ngabab kemudian dilakukan determinasi di UPT Materia Medika. Preparasi Sampel Wortel Wortel dicuci bersih, dipotong dengan ketebalan A 0,5 cm, dihaluskan dengan blender tanpa air, kemudian diambil sebanyak 100 gram dan diekstraksi dengan heksan:aseton:etanol dengan rasio perbandingan 2:1:1 sebanyak 200 mL. Fase atas diambil sedangkan fase air diekstraksi lagi sampai lapisan bawah tidak berwarna, kemudian fase atas diuapkan sehingga memperoleh larutan Analisis Kualitatif -karoten Fase gerak yang digunakan adalah petroleum eter:benzen . Fase diam yang digunakan adalah Silika gel 60 F254. Chamber dijenuhkan dengan fase gerak. Larutan -karoten murni sebagai pembanding dan larutan sampel ditotolkan bersama-sama pada lempeng KLT dengan jarak 1 cm dari tepi bawah lempeng KLT dan jarak rambat . ada jarak rambat diberi tand. Setelah lempeng KLT kering dimasukkan ke dalam chamber yang berisi cairan. Larutan fase gerak dalam bejana harus mencapai tepi bawah lapisan penyerap, totolan tidak boleh sampai terendam. Tutup bejana diletakkan pada tempatnya dan sistem fase gerak dibiarkan merambat sampai tanda batas jarak rambat. Lempeng dikeluarkan dan dikeringkan di udara, dan bercak diamati dengan lampu UV 254 nm. Diukur dan dicatat tiap-tiap bercak dari titik penotolan. Nilai Rf kemudian Farmasi 2021. : 70-77 Pembuatan Larutan Induk -karoten 50 ppm Ditimbang 50 mg -karoten murni ditambahkan dengan etanol dalam labu takar 50 mL . 0 pp. Larutan induk 1000 ppm dipipet 5 mL kemudian ditambahkan etanol dalam labu takar 100 mL . Penentuan Panjang Gelombang Serapan Maksimum . -karoten Larutan induk -karoten 50 ppm dipipet 1 mL kemudian dimasukkan dalam labu ukur 10 mL . dan ditambahkan etanol hingga 10 mL. Setelah itu serapan diukur dengan Spektrofotometri Visibel pada 380-780 nm. Penentuan Kurva Kalibrasi pada -karoten Sebanyak 1 ml. 2 ml. 3 ml. 4 ml dan 5 ml dipipet dari larutan induk -karoten 50 ppm dan dimasukkan ke dalam labu ukur 10 mL dan dicukupkan volumenya menggunakan etanol hingga 10 mL sehingga didapat konsentrasi 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, dan 25 ppm. Penetapan Kadar -karoten pada ekstrak Wortel Ditimbang 10 mg ekstrak wortel lalu dilarutkan dan diencerkan dengan etanol pada labu takar 5 mL. Kemudian dipipet 0,5 mL dan dicukupkan volumenya dengan etanol dalam labu takar 50 mL. Kemudian serapan diukur dengan Spektrofotometri Visibel pada max dengan etanol sebagai blangko. Kadar -karoten pada sampel kemudian ditentukan berdasarkan persamaan regresi linier Y=bX a. Teknik Pengumpulan Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan kromatografi lapis tipis yang menunjukkan bercak warna kuning dan nilai Rf atau perbandingan jarak rambat pada esktrak wortel dan larutan baku Beta-karoten. Setelah itu dilakukan analisis kuantitatif dengan pembuatan larutan induk Betakaroten 50 ppm, kemudian menentukan panjang gelombang serapan maksimum dan penentuan kurva kalibrasi. Kemudian dilakukan penetapan kadar vitamin A pada ekstrak wortel dan larutan baku Beta-karoten. Analisis Data Dalam penelitian ini dilakukan analisis data untuk mengetahui kandungan vitamin A pada ekstrak wortel (Daucus carota L. ) yang memiliki kandungan sama besar dengan larutan baku pembanding Beta-Karoten menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Determinasi Determinasi dilakukan untuk mengetahui keaslian dan kebenaran tanaman yang digunakan sebagai sampel. Hasil determinasi tanaman yang dilakukan di Materia Medika Batu, menurut Backer & R. C Bakhuizen van den Brink. Jr. menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan untuk penelitian merupakan asli dan benar wortel (Daucus carota L. ) familia Apiaceae. Farmasi 2021. : 70-77 Hasil Ekstraksi Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi menggunakan corong pisah dengan sampel wortel yang didapatkan dari desa Ngabab. Kemudian wortel dicuci bersih dan diblender tanpa air, lalu diambil sebanyak 100 gram dan diekstraksi dengan heksan sebanyak 100 ml, aseton sebanyak 50 ml dan etanol sebanyak 50 ml. Kemudian dilakukan penguapan pada sampel wortel diatas waterbath pada suhu 40 dan terbentuk ekstrak kental. Pada proses tersebut didapatkan hasil ekstrak 1,2 gram Hasil Analisis Kualitatif Hasil kromatografi lapis tipis menggunakan cairan pengelusi petroleum eter:benzene . dengan penampak noda sinar UV 254 nm sampel ekstrak wortel menampakkan 1 bercak berwarna kuning (Rf=0,. dan pada pembanding (Betakarote. juga menampakkan 1 bercak berwarna kuning dengan nilai (Rf = 0,. Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa ekstrak wortel mempunyai warna dan nilai Rf yang sama dengan baku pembandingnya, sehingga ekstrak wortel positif mengandung senyawa Beta-karoten. Tabel 1. Hasil Analisis Kualitatif Sampel Nilai Rf Baku Pembanding (Beta- 0,64 Ekstrak Wortel 0,64 Hasil Analisis Kuantitatif Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Dilakukan pengukuran panjang gelombang maksimum Beta-karoten dengan konsentrasi 5 ppm secara spektrofotometri Visibel pada panjang gelombang 380-780 nm. Diperoleh panjang gelombang maksimum yaitu 440 nm pada panjang gelombang 500 nm-780 nm tidak dilakukan karena pada panjang gelombang tersebut nilai absorbansinya semakin landai. Panjang Gelombang Serapan Maksimum Beta-karoten Gambar 1. Panjang gelombang serapan maksimum Beta-karoten standart Farmasi 2021. : 70-77 Data Kurva Kalibrasi Setelah itu dilakukan pengukuran kadar Beta-karoten dengan konsentrasi 5 ppm pada panjang gelombang 440 nm diperoleh nilai absorbansi 0,572, kadar Beta-karoten dengan konsentrasi 10 ppm pada panjang gelombang 440 nm diperoleh nilai absorbansi 0,659, kadar Beta-karoten dengan konsentrasi 15 ppm pada panjang gelombang 440 nm diperoleh nilai absorbansi 0,733, kadar Beta-karoten dengan konsentrasi 20 ppm pada panjang gelombang 440 nm diperoleh nilai absorbansi 0,814, dan kadar Beta-karoten dengan konsentrasi 25 ppm pada panjang gelombang 440 nm diperoleh nilai absorbansi 0,918. Tabel 2. Hasil Pengukuran Serapan Beta-karoten pada Panjang Gelombang 440 nm Konsentrasi Nilai Absorbansi Larutan Baku . 0,572 0,659 0,733 0,814 0,918 Konsentrasi Larutan . Berdasarkan data-data table 4. 2 diperoleh persamaan regresi linier yang menyatakn hubungan konsentrasi larutan Beta-karoten standar (X) dengan serapan (Y) yaitu. Y = 0,0168x 0,482 dengan nilai r = 0,9977. Nilai koefisien korelasi . = 0,990 O r O 1 menunjukkanserapan memiliki nilai yang baik. Dengan Kurva hubungan antara konsentrasi larutan Beta hubungan ABSORBANSI antara konsentrasi karoten standar dengan serapan disajikan pada gambar dibawah ini. KURVA KALIBRAS I y = 0. RA = 0. KONSENTRASI Gambar 2. Kurva hubungan antara konsentrasi larutan Beta-karoten standar dengan Farmasi 2021. : 70-77 Penetapan Kadar Beta-karoten Penetapan Kadar Beta-karoten dilakukan pada ekstrak wortel yang positif mengandung Beta-karoten. Penetapan kadar Beta-karoten pada ekstrak wortel dilakukan dengan metode Spektrofotometri Visibel yang dilakukan replikasi 3 kali pada setiap sampel. Pengukuran kadar Beta-karoten pada ekstrak wortel pada panjang gelombang 440 nm dan ditemukan nilai absorbansinya yaitu 0,649 dengan kadar Beta-karoten 49,7%. Tabel 3. Hasil Penetapan Beta-karoten Sampel Serapan (Replikas. Konsentrasi Kadar Rata- . (%) Ekstrak wortel . 0,594 33,3% Ekstrak wortel . 0,673 56,8% Ekstrak wortel . 0,681 59,2% 49,7% SIMPULAN Terdapat kandungan Vitamin A pada wortel (Daucus carota L. ) yang terdapat di Desa Ngabab dan besar kandungan Vitamin A pada 100 gram wortel (Daucus carota L. ) yaitu 49,7%. SARAN Untuk meningkatkan daya jual wortel, serta peneliti berikutnya dapat difokuskan pada pembuatan formulasi sediaan farmasi berbahan dasar wortel (Daucus carota L. ) yang terdapat di Desa Ngabab. Peneliti selanjutnya juga dapat menggunakan jenis instrumen spektrofotometri yang lain untuk mengetahui perbedaan kadar beta-karoten pada wortel. REFERENSI