Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 ANALISIS KREATIVITAS GURU (Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam Terpadu Darul Abidi. Jamilullah1. Kingkin Wardaya2. M Febri Handana3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok ABSTRACK Education is an important foundation for developing the potential of individuals and communities. This study aims to analyze teachers' creativity in fostering students' interest in learning at Darul Abidin Integrated Islamic Elementary School (SDIT). This study was motivated by the importance of teachers' creativity in creating an engaging and effective learning environment, as well as its relevance to the values contained in verse 11 of Surah Al Mujadilah. This study employs a qualitative approach using descriptive methods. Data was collected through observation, interviews with the school principal, teachers, staff, and students, as well as documentation. Data analysis was conducted interactively, focusing on identifying strengths, areas for improvement, opportunities, and challenges related to teachers' creativity. The research findings are expected to provide constructive recommendations for improving the quality of education at SDIT Darul Abidin. The results of the study show that teachers at SDIT Darul Abidin have strengths in various aspects that reflect their creativity, such as the ability to select learning media, use media that is appropriate for the objectives, utilize interactive media, create teaching aids, select effective teaching methods, and create a conducive classroom environment. However, there are several areas that need improvement, such as diversity of learning media, technological skills, development of engaging materials, group discussion skills, and the quality of teaching aids. SDIT Darul Abidin has various opportunities to enhance teacher creativity through training, collaboration, technology utilization, school support, and mentoring programs. Challenges include time constraints, resource limitations, resistance to change, and inadequate Based on the research findings, it is recommended that the school provide training, enhance support, encourage collaboration, and offer recognition. Teachers are advised to continue developing themselves and innovating. Researchers are encouraged to conduct further studies on the factors influencing teacher creativity. Keywords: Analysis. Teacher Creativity. Learning. SDIT Darul Abidin. Case Study ABSTRAK Pendidikan merupakan pondasi penting dalam pengembangan potensi individu dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas guru dalam menumbuhkan minat belajar siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Abidin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kreativitas guru dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan efektif, serta relevansinya dengan Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 nilai-nilai yang terkandung dalam Q. Al Mujadilah ayat 11. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan fokus pada identifikasi kelebihan, peningkatan, kesempatan, dan tantangan terkait kreativitas Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi konstruktif bagi peningkatan kualitas pendidikan di SDIT Darul Abidin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDIT Darul Abidin memiliki kelebihan dalam berbagai aspek yang mencerminkan kreativitas mereka, seperti kemampuan memilih media pembelajaran, menggunakan media yang sesuai tujuan, memanfaatkan media interaktif, membuat alat peraga, memilih metode pembelajaran yang efektif, serta menciptakan suasana kelas yang kondusif. Namun, terdapat beberapa area yang perlu ditingkatkan, seperti variasi media pembelajaran, keterampilan teknologi, pengembangan materi yang menarik, keterampilan diskusi kelompok, serta kualitas alat peraga. SDIT Darul Abidin memiliki berbagai kesempatan untuk meningkatkan kreativitas guru, melalui pelatihan, kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dukungan sekolah, dan program Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, sumber daya, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya dukungan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada sekolah untuk menyediakan pelatihan, meningkatkan dukungan, mendorong kolaborasi, dan memberikan penghargaan. Guru disarankan untuk terus mengembangkan diri dan Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas guru. Kata Kunci: Analisis,Kreativitas Guru. Pembelajaran. SDIT Darul Abidin. Studi Kasus PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek yang krusial dalam mengembangkan potensi individu dan masyarakat. Melalui pendidikan, individu dapat memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kualitas pendidikan harus senantiasa ditingkatkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kualitas pendidikan adalah kreativitas guru. Kreativitas ini sangat penting dalam menjalankan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Ketika guru memiliki kemampuan untuk mengembangkan metode pengajaran yang inovatif, peserta didik akan lebih tertarik dan terlibat aktif dalam proses belajar. Hal ini berimplikasi positif terhadap hasil belajar yang dicapai. Lebih dari sekadar metode pengajaran, kreativitas guru juga mencakup kemampuan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik. Suasana yang menyenangkan dan mendukung dapat meningkatkan motivasi serta minat belajar siswa. Dengan demikian, guru yang kreatif dapat memainkan peran Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ideal, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kreativitas guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Melalui pendekatan yang inovatif dan beragam, guru dapat menarik perhatian siswa dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar. Salah satu yang dihadapi dalam dunia Pendidikan adalah menumbuhkan kreativitas guru dalam proses belajar mengajar. Kreativitas banyak didefinisikan oleh para ahli dengan cara yang berbeda dan dalam disiplin ilmu yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, kreativitas, dikenal dengan sebutan AuinovasiAy. bisnis dikenal dengan istilah AukewirausahaanAy. dalam matematika dikenal dengan sebutan Aupemecahan masalahAy. serta dalam dunia musik dikenal dengan Aukinerja atau komposisiAy (Gomez, 2. Tetapi, banyak juga yang mengartikan kreativitas sebagai penemuan. Kreativitas saat ini tidak hanya mengenai penemuan saja, tetapi telah mencakup tindakan dan pikiran. Penulis melakukan studi kasus di SDIT Darul Abidin sebagai upaya untuk memahami lebih dalam mengenai dinamika pembelajaran di sekolah tersebut. Diharapkan hasil dari studi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah dalam mengoptimalkan proses belajar mengajar dan sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi penulis untuk mengembangkan penelitian ke depannya. TINJAUAN PUSTAKA Analisis Analisis merupakan aktivitas yang melibatkan sejumlah kegiatan, seperti mengurai, membedakan, dan memilah suatu informasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menggolongkan dan mengelompokkan data berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Dengan cara ini, peneliti dapat lebih mudah memahami berbagai elemen yang ada dalam data yang dianalisis. Analisis data adalah salah satu proses penelitian yang dilakukan setelah semua informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang diteliti tersedia Ketajaman dan keakuratan penggunaan alat analisis sangat menentukan keakuratan kesimpulan. Oleh karena itu, kegiatan analisis data merupakan kegiatan yang tidak dapat diabaikan dalam proses penelitian. Kesalahan dalam spesifikasi penganalisis dapat berakibat fatal bagi kesimpulan dan bahkan lebih buruk bagi penggunaan dan penerapan hasil penelitian. Pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai teknik analisis oleh karena itu mutlak diperlukan bagi seorang peneliti agar hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk memecahkan masalah dan hasil tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah . Ika Lestari & Linda Zakiah. Kreativitas dalam Konteks Pembelajaran (Juni 2. , diterbitkan oleh Erzatama Karya Abadi. Bogor. Hal 2 Ahlan Syaeful Millah. Apriyani. Dede Arobiah. Elsa Selvia Febriani. Eris RamdhaniAnalisis Data dalam Penelitian Tindakan Kelas Jurnal Kreativitas Mahasiswa Vol. No. 2, 2023 ISSN Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Kreativitas Menurut Santrock, mendefinisikan bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan digunakan untuk memikirkan sebuah sesuatu hal atau cara yang baru. Serta hal ini juga dapat melahirkan banyak sekali solusi yang sangat unik, dan dapat menyelesaikan berbagai masalah-masalah yang dihadapi dalam mengembangkan Serta mengembangkan berbagai kreasi yang dapat mewujudkan citacita, hal ini dapat memotivasi diri dan mendorong timbulnya sebuah kreativitas yang unik. Dengan ini kreativitas juga dapat menghasilkan sesuatu produk yang menarik dan unik, serta tidak bergantung dari orang-orang yang ada disekitar dengan dalam arti memuaskan diri sendiri, bukan berarti dikeranakan mendapat berbagai tekana dari luar. Sehingga dari semua ini dapat mnemukan cara ataupun ide baru yang tidak pernah ditemukan orang lain. Merujuk pada hasil penelitian menurut Munandar, mendefinisikan bahwa AuKreativitas merupakan kemampuan yang dapat menciptakan sesuatu hal-hal yang baruAy. Kemampuan ini yang memungkinkan kita sebagai individu kreatif agar dapat merubah dan memperkaya dunia. Dengan penemuan-penemuan diberbagai bidang ilmu, baik dalam bidang teknologi, seni maupun dalam bidang-bidang lainnya, yang merupakan hasil ciptaan individu kreatif. Dalam penelitian ini, kreativitas guru akan dipahami sebagai kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai pendekatan dan strategi dalam mengajar, sehingga dapat memfasilitasi perkembangan kreativitas siswa. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana kreativitas guru berkontribusi terhadap pengalaman belajar siswa di SDIT Darul Abidin. Kreatif adalah proses menantang ide-ide dan cara-cara melakukan hal-hal yang sudah diterima untuk menemukan solusi-solusi atau konsep-konsep baru. Kreativitas seseorang ditandai oleh kemampuannya dalam mencetuskan gagasangagasan yang relatif baru, dapat memecahkan masalah, dapat menguraikan sesuatu secara lancar dengan bahasa dan istilah yang kaya serta bervariasi, dan kemampuan untuk beralih dari suatu persoalan ke persoalan lain secara luwes. Konsep Guru Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, guru didefinisikan sebagai orang yang bekerja, mata pencaharian, atau profesinya adalah mengajar. Definisi ini menegaskan peran penting guru dalam dunia pendidikan, di mana mereka menjadi pengantar ilmu pengetahuan kepada siswa. Selain tugasnya mengajar, guru juga memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan membimbing siswa menuju perkembangan yang optimal. Navila Ngabito. Yenti Juniarti. Asesmen Kreativitas Dan Keberbakatan Anak. Jurusan PGPAUD Universitas Negeri Gorontalo. Volume 1 Nomor 2,Juli 2019, hlm. Ibid. , hlm. Ismail. GURU KREATIF. Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Volume 11. No. 2, 2019. ,hlm17 Irmaliya Izzah Salsabilla. Erisya Jannah, dan Juanda. Analisis Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Literasi dan Pembelajaran Indonesia. Vol. 3 No. 1, hlm. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Secara etimologi, kata "guru" berasal dari bahasa India, yang memiliki arti "orang yang mengajarkan tentang kelepasan dari sengsara. " Hal ini menunjukkan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada transfer ilmu, tetapi juga mencakup aspek spiritual dan moral dalam membimbing siswa menuju kehidupan yang lebih Dalam konteks ini, guru diharapkan bisa membantu siswa untuk memahami dan menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. Tugas seorang guru tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran yang terjadi di dalam ruang kelas. Pendidikan juga berlangsung di luar sekolah, sehingga guru berperan dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa dalam berbagai konteks. Dalam hal ini, guru diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan siswa, orang tua, dan masyarakat. Selain itu, tanggung jawab guru mencakup pembinaan karakter dan nilai-nilai positif pada murid-muridnya. Dengan memahami kebutuhan setiap siswa, baik dalam aspek akademis maupun non-akademis, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan demikian, peran guru menjadi krusial dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di masa Seorang guru dituntut untuk menguasai berbagai kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi tersebut mencakup aspek pedagogis, kepribadian, sosial kemasyarakatan, dan profesional. Dengan kata lain, seorang guru harus memiliki kemampuan untuk mengajar dengan baik, menunjukkan sifat yang positif, berinteraksi dengan baik dalam masyarakat, serta mengembangkan diri secara profesional dalam bidang pendidikan. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Menurut Anggito, penelitian kualitatif adalah suatu metode yang bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan dalam konteks yang spesifik. Dalam hal ini, fokus penelitiannya adalah bagaimana guru dapat berperan dalam meningkatkan minat belajar siswa. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendukung untuk memahami skrip dan dinamika yang terjadi selama proses pembelajaran. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Metode ini digunakan untuk melukiskan, mendeskripsikan, dan memaparkan kejadian objek yang diteliti berdasarkan situasi dan kondisi saat penelitian dilakukan Sugiyono. Dengan metode ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas dan mendalam mengenai upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan proses pembelajaran di SDIT Darul Abidin. Dalam penelitian kualitatif, sumber data utama yang digunakan adalah katakata dan tindakan. Menurut Lofland dalam Moleong , informasi yang diperoleh dari responden atau partisipan penelitian sangat bergantung pada apa yang mereka Anisya Dwi Septiani. Widjojoko, dan Deni Wardana, "Implementasi Program Literasi Membaca 15 Menit Sebelum Belajar Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Minat Membaca," Jurnal Perseda Volume V. Nomor 2 (Agustus 2. : 130-137. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 ucapkan dalam percakapan, wawancara, atau diskusi. Selain itu, tindakan atau perilaku partisipan juga menjadi fokus penting karena tindakan ini dapat memberikan konteks dan makna yang lebih dalam mengenai fenomena yang Dengan demikian, kata-kata dan tindakan berperan sebagai jendela untuk memahami pengalaman dan perspektif individu yang terlibat. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari : Kepala Sekolah SDIT Darul Abidin, yang memberikan informasi mengenai kondisi sekolah secara umum. Informasi yang disampaikan mencakup visi dan misi sekolah, serta sejarah singkat mengenai pendirian dan perkembangan sekolah tersebut. Data ini penting untuk memahami latar belakang dan tujuan pendidikan yang diemban oleh lembaga tersebut. Guru di SDIT Darul Abidin, yang memberikan informasi mengenai kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Para guru juga menjelaskan berbagai kreativitas yang diterapkan dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan minat belajar siswa. Informasi ini penting untuk memahami bagaimana metode pengajaran dan kegiatan kreatif dapat mempengaruhi motivasi dan partisipasi siswa dalam belajar. Karyawan SDIT Darul Abidin. Karyawan tersebut menyampaikan data dan informasi pendukung, antara lain mengenai jumlah siswa, jumlah guru, serta data lainnya yang relevan dengan penelitian. Data ini sangat penting untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi dan aspekaspek yang berhubungan dengan sekolah, sehingga analisis yang dilakukan dapat lebih akurat dan mendalam. Siswa SDIT Darul Abidin, yang memberikan informasi mengenai proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru. Siswa juga menjelaskan tentang minat belajar mereka selama proses tersebut. Informasi yang diperoleh dari siswa ini sangat penting untuk memahami dinamika pembelajaran di kelas serta bagaimana interaksi antara guru dan siswa dapat mempengaruhi motivasi dan minat belajar siswa itu sendiri. Tempat atau lokasi penelitian yang akan digunakan yaitu SDIT Darul Abidin. Dokumen lainnya, yaitu sumber data yang peneliti gunakan seperti bendabenda tertulis yang berupa nilai ulangan harian, transkrip nilai,majalah,arsip,dan data lain dalam Lembaga tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain : Observasi Wawancara Dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan berdasarkan Miles dan Huberman dalam buku Sugiyono . Auanalisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentuAy. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga menghasilkan data Ibid hal Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 HASIL PEMBAHASAN Kreativitas guru di SDIT Darul Abidin Kreativitas guru merupakan jantung dari proses pembelajaran di SDIT Darul Abidin. Penelitian ini, berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan berbagai informan kunci, mengonfirmasi bahwa kreativitas bukan hanya sebuah nilai tambah, melainkan pondasi utama yang menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kepala Sekolah. Bapak MasAoud. Pd. , menekankan bahwa kreativitas adalah suatu keharusan bagi setiap guru, dan hal ini tercermin dalam setiap aspek pengajaran. Analisis mendalam ini akan menguraikan bagaimana kreativitas guru diwujudkan, didukung, dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di SDIT Darul Abidin, dengan fokus pada lima aspek utama: (A) merancang dan mempersiapkan bahan ajar/materi pelajaran, (B) mengelola kelas, (C) menggunakan metode yang variatif, (D) memanfaatkan media pembelajaran, dan (E) mengembangkan instrumen evaluasi. Merancang dan Mempersiapkan Bahan Ajar/Materi Pelajaran: Membangun Fondasi Kreatif Kreativitas guru di SDIT Darul Abidin dimulai dari proses merancang dan mempersiapkan bahan ajar. Hal ini bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi tentang menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan relevan bagi Komitmen terhadap Inovasi: Guru di SDIT Darul Abidin memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan bahan ajar yang inovatif. Mereka tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi juga aktif mencari cara untuk menyajikan materi dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Pemilihan Media yang Tepat: Guru memilih media yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. Bapak Syaiful Anwar, guru kelas 5, selalu berusaha menyiapkan media pembelajaran terbaik, termasuk video yang relevan dengan topik yang sedang diajarkan. Hal ini menunjukkan komitmen guru dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan efektif. Penggunaan Visual yang Efektif: Ibu Nisrina Ulfah, guru kelas 5, menekankan pentingnya penggunaan visual, terutama video, untuk membantu siswa memahami pelajaran. Ia percaya bahwa visual membuat suasana belajar lebih menarik dan membantu siswa menangkap materi dengan lebih baik. Mengelola Kelas: Menciptakan Lingkungan Belajar yang Dinamis dan Mendukung Pengelolaan kelas yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan mendukung kreativitas. Guru di SDIT Darul Abidin memahami pentingnya hal ini dan berusaha menciptakan suasana kelas yang Pengaturan Ruang Kelas yang Kondusif: Ibu Nur Eka Fitriani menjelaskan, "Saya selalu berusaha menata ruangan kelas sebersih dan serapi mungkin. Saya juga mengatur tata letak meja dan kursi agar anak-anak bisa berinteraksi dengan mudah. Pengaturan ruang kelas yang kondusif mendukung suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Pendekatan yang Beragam: Ibu Titin, wali murid, menambahkan, "kayaknya semua guru punya deh pak tergantung kemampuannya masing masing jadi tiap orag tuh beda beda ada yang sambil nyayi tepuk tepuk pokoknya ada aja deh cara mereka mengheandling kelas. " Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki pendekatan yang beragam dalam mengelola kelas, sesuai dengan gaya mengajar dan kebutuhan Keterlibatan Siswa: Guru berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak hanya efektif tetapi juga menyenangkan. Pendekatan ini sangat penting untuk menjaga minat siswa dan membuat mereka terlibat aktif dalam proses Menggunakan Metode yang Variatif: Membuka Pintu Menuju Pembelajaran yang Menyenangkan Guru di SDIT Darul Abidin menyadari bahwa tidak ada satu metode pembelajaran yang cocok untuk semua siswa dan semua materi. Oleh karena itu, mereka berusaha menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa yang beragam. Fleksibilitas dan Inovasi: Bapak Arif Rahmat Robi, guru kelas 6, menyatakan bahwa beliau mencoba berbagai metode pembelajaran, dengan pemilihan metode yang sangat bergantung pada materi yang diajarkan dan karakter siswa di kelas. Keberagaman Metode: Keberagaman metode menjadi kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar di SDIT Darul Abidin. Guru yang fleksibel dan inovatif mampu menyesuaikan teknik pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga hasil belajar bisa maksimal dan suasana kelas tetap menyenangkan. Diskusi Kelompok: Metode diskusi kelompok juga menjadi salah satu strategi yang sering digunakan oleh guru-guru di SDIT Darul Abidin. Ustadz Syaiful Anwar menyampaikan, "Diskusi kelompok itu penting sekali. Dengan berdiskusi, mereka bisa saling bertukar pikiran, belajar dari satu sama lain, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Variasi Metode: Ibu Anita Safitri, guru kelas 4, juga menekankan pentingnya variasi metode. Ia menyadari bahwa tidak semua materi cocok disajikan menggunakan video, dan kadang-kadang interaksi langsung di kelas atau penggunaan media lain dianggap lebih efektif. Memanfaatkan Media Pembelajaran: Meningkatkan Keterlibatan dan Pemahaman Siswa Penggunaan media pembelajaran yang inovatif adalah ciri khas dari guruguru di SDIT Darul Abidin. Mereka memanfaatkan berbagai jenis media untuk membuat pembelajaran lebih menarik, efektif, dan mudah dipahami oleh siswa. Penggunaan Media yang Luas: Guru-guru di SDIT Darul Abidin aktif memanfaatkan berbagai jenis media pembelajaran. Mereka memilih media yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. Video sebagai Media Utama: Penggunaan video, alat peraga, dan media interaktif menunjukkan bahwa guru di SDIT Darul Abidin berupaya keras agar proses belajar tidak monoton dan lebih inovatif. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Alat Peraga yang Kreatif: Bapak Arifin, wali murid kelas 4, mengamati bahwa guru di SDIT Darul Abidin sangat aktif mempersiapkan alat peraga. Guru sering menyiapkan berbagai benda dan perlengkapan kecil yang digunakan selama proses pembelajaran. Kreativitas dalam Pembuatan Alat Peraga: Yang lebih menarik, guru di SDIT Darul Abidin tidak hanya bergantung pada alat peraga yang sudah tersedia, tetapi juga mampu menciptakan sendiri alat peraga yang sesuai dengan kebutuhan dan materi pelajaran. Ibu Nur Eka Fitriani, guru kelas 4, bahkan sering membuat alat peraga dari barang bekas. Mengembangkan Instrumen Evaluasi: Mengukur Keberhasilan dan Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pengembangan instrumen evaluasi yang efektif merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru di SDIT Darul Abidin memahami pentingnya hal ini dan berusaha menciptakan instrumen evaluasi yang relevan dan bermakna. (Informasi mengenai Pengembangan Instrumen Evaluasi tidak secara eksplisit disebutkan dalam dokumen yang Anda berika. Penggunaan Media Interaktif: Guru-guru di SDIT Darul Abidin juga aktif memanfaatkan media interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Dengan menggunakan media ini, guru berupaya agar siswa lebih tertarik dan ikut serta secara aktif dalam kegiatan belajar. Pendekatan ini sangat efektif karena dapat membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Kuis Online: Penggunaan kuis online seperti Quizizz juga menjadi pilihan Ibu Laili Noor Kholifah, guru kelas 5, mengatakan bahwa kedua aplikasi ini sangat membantu dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan kompetitif secara sehat. Ekosistem yang Mendukung Kreativitas: Dukungan yang kuat dari sekolah, mulai dari kebijakan hingga pelatihan, telah menciptakan ekosistem yang mendorong guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan keterampilan kreatif mereka. Dukungan Sekolah: Sekolah secara aktif menyediakan fasilitas dan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kemampuan inovatif mereka. Hal ini termasuk pelatihan berkelanjutan, workshop, dan kesempatan untuk berbagi praktik Tantangan yang dihadapi oleh guru-guru di SDIT Darul Abidin dalam menerapkan kreativitas dalam proses belajar mengajar Meskipun SDIT Darul Abidin telah membangun budaya yang kuat dalam mendukung kreativitas guru, penelitian ini mengungkap adanya sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan kreativitas dalam KBM. Pemahaman mendalam terhadap hambatan-hambatan ini sangat krusial untuk merumuskan strategi yang efektif guna memaksimalkan potensi kreativitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Analisis mendalam terhadap berbagai aspek tantangan ini akan memberikan gambaran komprehensif, serta menjadi dasar untuk perbaikan dan pengembangan berkelanjutan. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Pembahasan ini akan menyoroti hambatan-hambatan tersebut dengan berfokus pada lima aspek utama: (A) merancang dan mempersiapkan bahan ajar/materi pelajaran, (B) mengelola kelas, (C) menggunakan metode yang variatif, (D) memanfaatkan media pembelajaran, dan (E) mengembangkan instrumen Merancang dan Mempersiapkan Bahan Ajar/Materi Pelajaran: Keterbatasan yang Menghambat Inovasi Proses merancang dan mempersiapkan bahan ajar yang kreatif adalah fondasi penting dalam pembelajaran. Namun, guru di SDIT Darul Abidin menghadapi beberapa tantangan yang dapat menghambat upaya mereka untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif. Keterbatasan Sumber Daya dan Fasilitas: Ini adalah tantangan utama yang Meskipun sekolah berusaha menyediakan sarana, beberapa guru masih merasakan hambatan dalam mengakses alat dan bahan yang mendukung kreativitas. Ibu Laili Noor Kholifah mengakui bahwa meskipun memiliki keinginan membuat alat peraga sendiri, keterbatasan waktu dan bahan seringkali menjadi kendala. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun fasilitas dasar tersedia, akses terhadap bahan khusus atau alat-alat yang lebih canggih mungkin terbatas, menghambat guru dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif. Keterbatasan Waktu: Persiapan pembelajaran yang kreatif membutuhkan waktu yang signifikan. Guru seringkali terbebani dengan tugas administratif dan kegiatan non-mengajar lainnya, yang mengurangi waktu yang tersedia untuk mengembangkan kreativitas. Ustadz Syaiful Anwar mengakui kesulitan dalam membuat alat peraga karena keterbatasan waktu. Beban tugas administratif, seperti penyusunan laporan, pengisian nilai, dan kegiatan lain di luar jam mengajar, dapat menyita waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk persiapan pembelajaran yang kreatif. Keterbatasan Keterampilan Pembuatan Alat Peraga: Meskipun penggunaan alat peraga sangat dianjurkan, beberapa guru mengakui kurangnya keterampilan dalam membuat alat peraga yang kompleks dan inovatif. Ustadz Syaiful Anwar mengakui kesulitan dalam membuat alat peraga sendiri. Keterbatasan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan keterampilan dalam pembuatan alat peraga perlu ditingkatkan. Mengelola Kelas: Menghadapi Dinamika Siswa dan Tantangan Pengelolaan Pengelolaan kelas yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi kreativitas. Namun, guru di SDIT Darul Abidin menghadapi beberapa tantangan dalam mengelola kelas, yang dapat menghambat implementasi metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Tantangan dalam Pengelolaan Perilaku Siswa: Beberapa guru menghadapi tantangan dalam mengelola perilaku siswa, terutama siswa yang memiliki kebutuhan khusus atau kesulitan belajar. Ibu Nazia Lestari mengakui bahwa ia sering menghadapi tantangan dalam mengendalikan kelas, bahkan meskipun ia berusaha membuat alat peraga sendiri. Jika guru harus menghabiskan sebagian Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 besar waktu dan energi mereka untuk mengendalikan perilaku siswa, mereka mungkin memiliki sedikit waktu untuk mengembangkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang kreatif. Menggunakan Metode yang Variatif: Keseimbangan Antara Kurikulum dan Kreativitas Penggunaan metode pembelajaran yang variatif adalah kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif. Namun, guru di SDIT Darul Abidin menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan antara penerapan kreativitas dan tuntutan kurikulum. Keseimbangan dengan Kurikulum: Guru seringkali menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan antara penerapan kreativitas dan tuntutan kurikulum. Kurikulum yang padat dan tuntutan untuk mencapai target pembelajaran dapat membatasi ruang bagi guru untuk berkreasi. Guru perlu menemukan cara untuk mengintegrasikan kreativitas ke dalam pembelajaran tanpa mengorbankan pencapaian tujuan kurikulum. Keterbatasan Keterampilan: Terkadang guru mungkin merasa kurang percaya diri dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran yang inovatif. Memanfaatkan Media Pembelajaran: Keterbatasan Teknologi dan Akses Informasi Pemanfaatan media pembelajaran yang efektif adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkaya pengalaman belajar. Namun, guru di SDIT Darul Abidin menghadapi beberapa tantangan dalam memanfaatkan teknologi dan sumber daya digital. Keterbatasan Keterampilan Teknologi: Di era digital, kemampuan menggunakan teknologi menjadi sangat penting dalam pembelajaran. Namun, tidak semua guru memiliki keterampilan yang sama dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kreativitas. Ustadz Muhammad Hary Widiasmoro menekankan pentingnya kemampuan teknologi bagi guru. Keterbatasan keterampilan teknologi dapat menghambat guru dalam memanfaatkan berbagai aplikasi, platform, dan sumber daya digital untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Guru mungkin kesulitan dalam menggunakan perangkat lunak untuk membuat presentasi, video, atau kuis online. Mereka mungkin juga kesulitan dalam menemukan dan memanfaatkan sumber daya digital yang relevan dengan materi Mengembangkan Instrumen Evaluasi: Kurangnya Waktu dan Sumber Daya Pengembangan instrumen evaluasi yang kreatif dan efektif sangat penting untuk mengukur keberhasilan pembelajaran dan memberikan umpan balik kepada Namun, guru di SDIT Darul Abidin mungkin menghadapi beberapa tantangan dalam hal ini. (Informasi mengenai Pengembangan Instrumen Evaluasi tidak secara eksplisit disebutkan dalam dokumen yang Anda berika. Dukungan yang Dibutuhkan: Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Dukungan Sekolah: Meskipun SDIT Darul Abidin memiliki budaya yang mendukung kreativitas, dukungan dari pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan staf administrasi, sangat penting untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh guru. Kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara guru dan pihak sekolah dapat membantu mengatasi hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan kreativitas. Perencanaan Pembelajaran yang Matang: Merencanakan pembelajaran yang kreatif memerlukan waktu dan pemikiran yang matang. Guru perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari tujuan pembelajaran, materi, metode, hingga media yang akan digunakan. Ibu Laili Noor Kholifah menyoroti pentingnya perencanaan yang matang, dengan menyatakan bahwa terkadang interaksi langsung di kelas atau penggunaan media lain lebih efektif untuk pemahaman siswa. Solusi untuk Meningkatkan Kreativitas Guru di SDIT Darul Abidin: Berdasarkan Analisis Wawancara Penelitian ini telah mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi oleh guruguru di SDIT Darul Abidin dalam mengimplementasikan kreativitas dalam proses belajar mengajar (PBM). Untuk mengatasi tantangan tersebut dan memaksimalkan potensi kreativitas guru, diperlukan solusi yang komprehensif dan terencana. Solusi ini akan mencakup peningkatan sumber daya dan fasilitas, pengembangan kompetensi guru, dukungan lingkungan sekolah, serta strategi implementasi yang Pembahasan ini akan menguraikan solusi-solusi tersebut dengan berfokus pada lima aspek utama: (A) merancang dan mempersiapkan bahan ajar/materi pelajaran, (B) mengelola kelas, (C) menggunakan metode yang variatif, (D) memanfaatkan media pembelajaran, dan (E) mengembangkan instrumen Merancang dan Mempersiapkan Bahan Ajar/Materi Pelajaran: Mengoptimalkan Sumber Daya untuk Inovasi Merancang dan mempersiapkan bahan ajar yang menarik dan efektif adalah fondasi utama dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Untuk mendukung guru dalam aspek ini, langkah-langkah berikut perlu diambil: Peningkatan Sumber Daya dan Fasilitas: Penyediaan Alat dan Bahan yang Memadai: Mengalokasikan anggaran khusus yang memadai untuk pengadaan alat dan bahan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Hal ini sejalan dengan keluhan Ibu Laili Noor Kholifah mengenai keterbatasan bahan. Melakukan inventarisasi dan pendataan rutin terhadap alat dan bahan yang tersedia, serta mengidentifikasi kebutuhan tambahan berdasarkan masukan dari guru Pusat Sumber Belajar (PSB): Membangun PSB yang lengkap, menyediakan berbagai alat, bahan, dan sumber daya pembelajaran, termasuk teknologi, buku, jurnal, dan perangkat lunak. Kerja Sama dengan Pihak Eksternal: Menjalin kerja sama dengan perusahaan, komunitas, atau lembaga pendidikan untuk mendapatkan dukungan dalam pengadaan alat dan bahan, serta berbagi sumber daya. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Akses yang Mudah dan Memadai terhadap Teknologi: Menyediakan komputer, tablet, akses internet yang stabil, dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mendukung kreativitas guru dan siswa Pemanfaatan Platform Digital: Memanfaatkan platform digital untuk berbagi sumber daya pembelajaran, berkolaborasi, dan berkomunikasi, serta memfasilitasi akses ke sumber belajar online. Penciptaan Ruang Kelas yang Kondusif dan Inspiratif: Penataan Ruang Kelas yang Menarik: Menata ruang kelas dengan desain yang menarik, warna-warna cerah, dekorasi yang relevan dengan tema pembelajaran, dan pajangan hasil karya Penyediaan Sudut Belajar: Menciptakan sudut belajar yang nyaman dan inspiratif, seperti sudut baca, sudut seni, sudut sains, atau sudut bermain. Pencahayaan dan Sirkulasi Udara yang Baik: Memastikan pencahayaan yang cukup dan sirkulasi udara yang baik di dalam ruang kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Mengelola Kelas: Menciptakan Lingkungan Belajar yang Mendukung Kreativitas Pengelolaan kelas yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung kreativitas. Untuk mencapai hal ini, diperlukan langkah-langkah berikut: Peningkatan Kompetensi Manajemen Kelas: Pelatihan Strategi Pengelolaan Perilaku: Mengajarkan strategi pengelolaan perilaku siswa, seperti pendekatan positif, penegakan aturan, dan penanganan konflik. Pemahaman Gaya Belajar dan Kebutuhan Khusus: Memberikan pengetahuan tentang berbagai gaya belajar siswa dan kebutuhan khusus, serta strategi untuk mengakomodasi perbedaan tersebut. Bapak Arifin menekankan pentingnya memahami gaya belajar siswa. Lingkungan Belajar yang Inklusif: Mengajarkan guru tentang cara menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana semua siswa merasa diterima dan dihargai. Program Pembinaan Guru Baru yang Kuat: Peningkatan Kualitas Program: Terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas program pembinaan, dengan fokus pada umpan balik dari guru baru dan guru senior. Materi yang Relevan: Memastikan materi pelatihan selalu relevan dengan tantangan dan kebutuhan guru di lapangan, termasuk aspek kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Pendampingan Berkelanjutan: Menyediakan pendampingan berkelanjutan bagi guru baru, bahkan setelah mereka menyelesaikan program pembinaan. Ini bisa berupa mentoring, observasi kelas, dan umpan balik berkala. Fasilitasi Berbagi Pengalaman: Memfasilitasi berbagi pengalaman antara guru senior dan guru baru, untuk mempercepat proses adaptasi dan pengembangan Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Menggunakan Metode yang Variatif: Menginspirasi Pembelajaran yang Dinamis Penggunaan metode pembelajaran yang variatif adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih Untuk mencapai hal ini, diperlukan langkah-langkah berikut: Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran: Pelatihan Pembelajaran Inovatif: Mengajarkan guru tentang pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif, dan pembelajaran Implementasi Active Deep Learner Experint (ADLX), seperti yang diungkapkan Ibu Utami Zulva, juga dapat menjadi bagian dari pelatihan ini. Studi Banding: Mengadakan studi banding ke sekolah-sekolah yang berhasil menerapkan kreativitas dalam pembelajaran. Mentoring: Memberikan kesempatan kepada guru untuk melakukan mentoring dengan guru yang lebih berpengalaman, serta melibatkan guru senior dalam berbagi pengetahuan dan keterampilan. Perencanaan Pembelajaran yang Terstruktur: Perumusan Tujuan Pembelajaran yang Jelas: Merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas, terukur, dan selaras dengan kurikulum. Pemilihan Materi yang Relevan: Memilih materi yang relevan dengan tujuan pembelajaran, minat siswa, dan konteks dunia nyata. Pemilihan Metode yang Tepat: Memilih metode pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memenuhi kebutuhan siswa. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang Lengkap dan Terstruktur: Menyusun RPP yang lengkap dan terstruktur, sebagai panduan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran, termasuk tujuan, materi, metode, media, kegiatan, penilaian, dan refleksi. Fleksibilitas Mengakomodasi Kebutuhan Minat Siswa: Memberikan fleksibilitas dalam mengakomodasi kebutuhan dan minat siswa, misalnya melalui pembelajaran berdiferensiasi atau pilihan tugas, seperti yang ditekankan Ustadz Syaiful Anwar. Memanfaatkan Media Pembelajaran: Memperkaya Pengalaman Belajar Pemanfaatan media pembelajaran yang efektif adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkaya pengalaman belajar. Untuk mencapai hal ini, diperlukan langkah-langkah berikut: Peningkatan Keterampilan Teknologi: Pelatihan Aplikasi Pembelajaran: Mengajarkan guru tentang penggunaan perangkat lunak pembelajaran, aplikasi presentasi, aplikasi pembuatan video, aplikasi kuis online, dan aplikasi simulasi. Media Sosial untuk Pembelajaran: Mengajarkan guru tentang penggunaan media sosial untuk pembelajaran, seperti membuat grup diskusi, berbagi sumber daya, dan berkolaborasi dengan siswa. Pengembangan Konten Digital: Melatih guru dalam pengembangan konten digital, seperti membuat video pembelajaran, animasi, dan infografis. Mendorong Kreativitas dalam Penggunaan Media: Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 Keterampilan Pembuatan Alat Peraga: Menyediakan pelatihan intensif dan workshop yang fokus pada keterampilan pembuatan alat peraga, mulai dari alat peraga sederhana hingga alat peraga yang lebih kompleks. Mengajarkan teknik pembuatan alat peraga yang beragam, serta prinsip-prinsip desain yang menarik dan Memberikan pengetahuan tentang berbagai jenis bahan yang dapat digunakan, serta kelebihan dan kekurangannya. Melatih guru dalam penggunaan alat dan mesin yang diperlukan untuk membuat alat peraga. Mengembangkan Instrumen Evaluasi: Mengukur Keberhasilan dan Meningkatkan Kualitas Pengembangan instrumen evaluasi yang efektif adalah kunci untuk mengukur keberhasilan pembelajaran dan memberikan umpan balik kepada siswa. Untuk mencapai hal ini, diperlukan langkah-langkah berikut: Peningkatan Keterampilan Evaluasi: Penggunaan Instrumen Evaluasi yang Sesuai: Menggunakan instrumen evaluasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan metode yang digunakan. Pengumpulan Data yang Komprehensif: Mengumpulkan data yang komprehensif tentang hasil belajar siswa, termasuk nilai ujian, nilai tugas, dan umpan balik dari siswa. Analisis Data yang Mendalam: Menganalisis data secara mendalam untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran. Refleksi dan Perbaikan Berkelanjutan: Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, serta melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi. Menciptakan Ekosistem yang Mendukung Kreativitas: Untuk memastikan implementasi solusi di atas yang sukses, lingkungan sekolah harus mendukung KESIMPULAN Penelitian ini telah berhasil mengungkap secara komprehensif dinamika kreativitas guru di SDIT Darul Abidin. Hasilnya menegaskan bahwa kreativitas guru bukan hanya pelengkap, melainkan jantung dari proses belajar mengajar (PBM) yang efektif dan menyenangkan. Kepala Sekolah. Bapak MasAoud. Pd. menegaskan bahwa kreativitas adalah suatu keharusan bagi setiap guru di SDIT Darul Abidin, yang mampu menginspirasi dan memotivasi siswa. Dukungan yang kuat dari sekolah, mulai dari kebijakan hingga pembinaan guru baru, telah menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan kreativitas. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa penggunaan media pembelajaran yang inovatif, metode pengajaran yang variatif, pengelolaan kelas yang efektif, dan keterlibatan wali murid adalah wujud nyata dari komitmen sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Guru-guru di SDIT Darul Abidin menunjukkan komitmen tinggi dalam memanfaatkan media pembelajaran seperti video, alat peraga, dan media interaktif. Keberagaman metode pembelajaran, seperti diskusi kelompok, juga menjadi ciri khas. Namun, penelitian ini juga mengungkap tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, waktu, dan keterampilan tertentu. Ibu Laili Noor Kholifah, misalnya, menyoroti keterbatasan bahan sebagai kendala. Untuk Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Jamilullah. Kingkin Wardaya. M Febri Handana Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 7 - 24 mengatasi tantangan ini, solusi komprehensif telah dirumuskan. Peningkatan sumber daya, termasuk anggaran khusus dan pusat sumber belajar, menjadi Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan intensif dan mentoring, khususnya dalam pembuatan alat peraga dan penggunaan teknologi, juga sangat Pembinaan guru baru, yang wajib diikuti, menjadi fondasi penting dalam memastikan kemampuan manajemen kelas. Implementasi solusi ini memerlukan strategi yang terencana, termasuk penyusunan rencana aksi yang detail, pembentukan tim kerja yang inklusif, dan evaluasi berkelanjutan. Dengan terus memprioritaskan dan mengembangkan kreativitas guru. SDIT Darul Abidin berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang semakin efektif, menyenangkan, dan inspiratif, serta mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. DAFTAR PUSTAKA