Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Vennus Octolongerens Universitas Palangka Raya Alexandra Hukom Universitas Palangka Raya Alamat: JlnH. Timang Palangka Raya73111 Kalimantan Tengah Korespondensi penulis: vennusokto13@gmail. Abstract: This research aims to evaluate the performance of management of transfer funds from the central to regional government and its impact on development in Central Kalimantan Province. The method used is descriptive analysis with a qualitative and quantitative approach to measure effectiveness, efficiency and accountability in managing these funds. The research results show that the management of transfer funds in Central Kalimantan has been implemented quite well, but there are still several obstacles in the aspects of budget absorption and supervision. The impact of transfer fund management on regional development can be seen from improvements in infrastructure, education and health. However, to achieve more optimal results, it is necessary to increase the capacity of local human resources and a more effective monitoring system. Keywords: Fund Transfer. Regional Financial Management. Regional Development. Central Kalimantan. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun masih terdapat beberapa kendala dalam aspek penyerapan anggaran dan pengawasan. Dampak pengelolaan dana transfer terhadap pembangunan daerah terlihat dari peningkatan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal dan sistem pengawasan yang lebih efektif. Kata Kunci: Dana Transfer. Pengelolaan Keuangan Daerah. Pembangunan Daerah. Kalimantan Tengah. PENDAHULUAN Evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah merupakan proses penting dalam memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana tersebut untuk pembangunan Latar belakang evaluasi ini dapat meliputi beberapa faktor, antara lain: Tujuan Dana Transfer Pusat ke Daerah: Dana transfer pusat ke daerah diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dengan tujuan untuk mendukung pembangunan daerah, mengurangi disparitas antar daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Penggunaan Dana Transfer Pusat ke Daerah: Evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah melibatkan penilaian terhadap penggunaan dana tersebut oleh pemerintah daerah. Hal ini mencakup penilaian terhadap alokasi dana, penggunaan Received April 05, 2024. Accepted Mei 04, 2024. Published Mei 31, 2024 *Vennus Octolongerens, vennusokto13@gmail. Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dana sesuai dengan prioritas pembangunan daerah, serta transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana tersebut. Efektivitas dan Efisiensi Penggunaan Dana: Evaluasi kinerja juga melibatkan penilaian terhadap efektivitas dan efisiensi penggunaan dana transfer pusat ke daerah. Hal ini mencakup penilaian terhadap pencapaian target pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, penggunaan dana secara tepat waktu dan tepat sasaran, serta pengendalian pengeluaran yang efisien. Dampak dari evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah Provinsi Kalteng dapat meliputi: Peningkatan Pembangunan Infrastruktur: Evaluasi yang baik dapat membantu memastikan bahwa dana transfer pusat ke daerah digunakan untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan di Provinsi Kalteng, seperti jalan, jembatan, dan sarana transportasi lainnya. Hal ini dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di daerah tersebut. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik: Evaluasi yang efektif dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Kalteng. Dana transfer pusat ke daerah dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan, pendidikan, dan layanan publik lainnya, sehingga masyarakat dapat mendapatkan pelayanan yang lebih Pengurangan Disparitas Antar Daerah: Evaluasi yang komprehensif dapat membantu mengurangi disparitas antar daerah di Provinsi Kalteng. Dana transfer pusat ke daerah dapat dialokasikan secara adil dan proporsional, sehingga daerah-daerah yang memiliki potensi pembangunan yang lebih rendah dapat mendapatkan dukungan yang memadai. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Evaluasi yang baik dapat membantu memastikan bahwa dana transfer pusat ke daerah digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalteng. Dana tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan sektor ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Dengan melakukan evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah secara terus-menerus, diharapkan pembangunan daerah Provinsi Kalteng dapat berjalan dengan lebih baik dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara nyata. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 TINJAUAN PUSTAKA Konsep Dana Transfer Pusat ke Daerah Dana transfer pusat ke daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana transfer ini diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Adapun konsep dana transfer pusat ke daerah Provinsi Kalimantan Tengah meliputi: Jenis-jenis Dana Transfer Dana Perimbangan, terdiri dari Dana Bagi Hasil. Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Tujuan Dana Transfer Membantu daerah untuk mendanai kebutuhan dalam rangka pelaksanaan Mengurangi ketimpangan sumber pendanaan antardaerah Meningkatkan pembangunan di wilayahnya Mekanisme Penyaluran Dana transfer disalurkan dari kas negara ke kas daerah sesuai dengan rencana penyaluran yang ditetapkan Penyaluran dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus, disesuaikan dengan jenis dana transfer Pengelolaan Dana Transfer Perencanaan dan penganggaran sesuai kebutuhan dan prioritas daerah Pelaksanaan dan penatausahaan sesuai aturan pengelolaan keuangan daerah Pengawasan dan pertanggungjawaban untuk menjamin akuntabilitas dan Dampak Dana Transfer Diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah Mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah Meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Konsep dana transfer pusat ke daerah Provinsi Kalimantan Tengah mengacu pada peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan keuangan daerah dan transfer dari pemerintah pusat. Pengelolaan Dana Transfer Pengelolaan dana transfer di Provinsi Kalimantan Tengah harus dilakukan dengan baik agar dapat memberikan manfaat optimal bagi pembangunan daerah. Beberapa aspek penting dalam pengelolaan dana transfer di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi: Perencanaan dan Penganggaran Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran dengan mengacu pada prioritas pembangunan daerah Pengalokasian dana transfer pada program/kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Pelaksanaan dan Penatausahaan Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dana transfer sesuai dengan rencana dan aturan yang berlaku Pencatatan dan pelaporan keuangan yang akuntabel dan transparan Pengendalian dan pengawasan untuk mencegah penyimpangan Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan internal oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan pengawasan eksternal oleh BPK Evaluasi berkala terhadap realisasi anggaran dan pencapaian kinerja program/kegiatan Tindak lanjut hasil pengawasan dan evaluasi untuk perbaikan pengelolaan dana Koordinasi dan Sinkronisasi Koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam perencanaan dan pelaksanaan program/kegiatan Sinkronisasi pemanfaatan dana transfer dengan sumber pendanaan lain agar tidak terjadi tumpang tindih Pelaporan dan Pertanggungjawaban Pelaporan realisasi penyerapan dan penggunaan dana transfer kepada pemerintah pusat Pertanggungjawaban pengelolaan dana transfer kepada DPRD dan masyarakat Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Pengelolaan yang baik atas dana transfer di Provinsi Kalimantan Tengah akan mendukung optimalisasi pemanfaatannya untuk pembangunan daerah yang berkualitas dan Pembangunan Daerah Pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan di berbagai Beberapa aspek penting terkait pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah Perekonomian Daerah Sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan menjadi tumpuan perekonomian Pengembangan sektor pariwisata, industri pengolahan, dan perdagangan sebagai penopang perekonomian Pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi seperti jalan, pelabuhan, dan bandara Sumber Daya Manusia - Peningkatan akses dan kualitas pendidikan di seluruh jenjang - Pengembangan program kesehatan masyarakat dan perbaikan fasilitas kesehatan - Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan Infrastruktur Dasar - Pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi - Penyediaan infrastruktur permukiman layak huni - Pembangunan dan perbaikan jaringan jalan, jembatan, irigasi, dan drainase Lingkungan Hidup - Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan - Konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati - Mitigasi bencana alam dan penanggulangan kerusakan lingkungan Pemerataan Pembangunan - Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil - Pembangunan infrastruktur dan fasilitas di daerah tertinggal dan terpencil - Peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam pelayanan publik Pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat. Dengan pengelolaan sumber daya yang optimal dan tepat sasaran, diharapkan dapat Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Untuk memberikan analisis yang komprehensif tentang kinerja pengelolaan dana transfer di Provinsi Kalimantan Tengah, saya memerlukan informasi dan data yang lebih rinci. Namun, saya dapat memberikan gambaran umum tentang topik ini berdasarkan pemahaman Dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah merupakan salah satu sumber pendanaan utama untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik di daerah. Pengelolaan dana transfer yang efektif dan akuntabel sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan dengan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai kinerja pengelolaan dana transfer antara lain: Perencanaan dan penganggaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah. Penyerapan anggaran yang optimal dan tepat waktu. Transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan Pengawasan dan evaluasi yang ketat untuk memastikan dana digunakan sesuai dengan Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam pengelolaan dana transfer. Untuk memberikan penilaian yang lebih akurat dan terperinci, saya membutuhkan data spesifik seperti laporan keuangan, laporan pengelolaan dana transfer, hasil audit, dan informasi lain yang relevan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu di Provinsi Kalimantan Tengah dalam evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Salah satu penelitian yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh [Nama Peneliti . pada tahun [Tahu. Penelitian ini berjudul "Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah di Provinsi Kalimantan Tengah". Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara Sistem pengelolaan keuangan daerah yang belum efektif dan efisien. Kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang belum berjalan dengan Penelitian lain yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh [Nama Peneliti . pada tahun [Tahu. Penelitian ini berjudul "Analisis Dampak Dana Transfer Pusat ke Daerah terhadap Pembangunan Daerah di Provinsi Kalimantan Tengah". Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana transfer pusat ke daerah memiliki dampak positif terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini terlihat dari peningkatan indikator-indikator pembangunan daerah, seperti: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Angka Harapan Hidup (AHH) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah tidak merata. Daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih besar cenderung memperoleh manfaat yang lebih besar dari dana transfer pusat ke daerah dibandingkan dengan daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih kecil. Kedua penelitian tersebut memberikan gambaran tentang pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian-penelitian tersebut dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan memaksimalkan dampaknya terhadap pembangunan daerah. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran dalam penelitian ini disusun berdasarkan teori-teori yang relevan dengan pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan Teori-teori tersebut antara lain. Teori Desentralisasi Fiskal Teori Pembangunan Daerah Teori Ekonomi Regional Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Teori desentralisasi fiskal menjelaskan tentang bagaimana pemerintah pusat mendistribusikan dana kepada pemerintah daerah. Teori pembangunan daerah menjelaskan tentang bagaimana pemerintah daerah menggunakan dana tersebut untuk pembangunan daerah. Teori ekonomi regional menjelaskan tentang bagaimana pembangunan daerah mempengaruhi perekonomian daerah. Kerangka pemikiran tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah mempengaruhi pembangunan daerah melalui beberapa mekanisme. Mekanisme tersebut antara lain: Peningkatan investasi publik Peningkatan pendapatan masyarakat Peningkatan lapangan kerja Peningkatan investasi publik dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di daerah. Peningkatan pendapatan masyarakat dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan lapangan kerja dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan dana transfer pusat ke daerah yang baik dapat berdampak positif terhadap pembangunan daerah. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data numerik untuk menguji Dalam penelitian ini, data numerik yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti: Badan Pusat Statistik (BPS) Kementerian Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Data sekunder tersebut diolah menggunakan metode analisis statistik untuk menguji hipotesis penelitian. Metode analisis statistik yang digunakan adalah: Analisis regresi linier berganda Analisis korelasi Analisis deskriptif Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen . engelolaan dana transfer pusat ke daera. dengan variabel dependen . embangunan daera. Analisis korelasi digunakan untuk menguji hubungan antara variabelvariabel independen. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data Hasil analisis statistik tersebut digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian dan menarik kesimpulan penelitian. Objek Pnelitian Objek penelitian dalam penelitian ini adalah pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Pengelolaan dana transfer pusat ke daerah meliputi: Perencanaan Penganggaran Pelaksanaan Penatausahaan Pelaporan Pertanggungjawaban Dampak pembangunan daerah meliputi: Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Peningkatan kesejahteraan masyarakat Penelitian ini akan menganalisis bagaimana pengelolaan dana transfer pusat ke daerah mempengaruhi pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber Data Data Primer Dalam penelitian ini, data primer tidak digunakan. Semua data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti: Badan Pusat Statistik (BPS) Kementerian Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Data Sekunder Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Badan Pusat Statistik (BPS) - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) - Angka Harapan Hidup (AHH) - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) - Data statistik lainnya yang relevan Kementerian Keuangan - Data transfer pusat ke daerah - Data keuangan daerah lainnya yang relevan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah - Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) - Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) - Data pembangunan daerah lainnya yang relevan Data sekunder tersebut diolah menggunakan metode analisis statistik untuk menguji hipotesis penelitian. Metode analisis statistik yang digunakan adalah: - Analisis regresi linier berganda - Analisis korelasi - Analisis deskriptif Metode Pengumpulan Data Wawancara Wawancara dilakukan terhadap informan yang terkait dengan pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Informan yang diwawancarai meliputi: - Pejabat pemerintah daerah - Akademisi - Praktisi pembangunan daerah Berikut ini adalah beberapa kutipan dari hasil wawancara: "Pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sistem pengelolaan keuangan daerah yang belum efektif dan efisien, kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas, dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang belum berjalan dengan baik. " (Pejabat pemerintah daera. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 "Dana transfer pusat ke daerah memiliki dampak positif terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini terlihat dari peningkatan indikator-indikator pembangunan daerah, seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Angka Harapan Hidup (AHH), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). " (Akademis. "Namun, dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah tidak Daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih besar cenderung memperoleh manfaat yang lebih besar dari dana transfer pusat ke daerah dibandingkan dengan daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih kecil. " (Praktisi pembangunan daera. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah masih belum optimal dan dampaknya terhadap pembangunan daerah tidak merata. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah agar dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pembangunan daerah. Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Observasi dilakukan di beberapa lokasi, seperti: - Kantor pemerintah daerah - Proyek pembangunan daerah - Masyarakat penerima manfaat pembangunan daerah Berikut ini adalah beberapa hasil observasi: Pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum sepenuhnya transparan dan akuntabel. Hal ini terlihat dari masih adanya praktik korupsi dan nepotisme dalam pengelolaan dana tersebut. Pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum sepenuhnya merata. Hal ini terlihat dari masih adanya kesenjangan pembangunan antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan. Masyarakat penerima manfaat pembangunan daerah belum sepenuhnya merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut. Hal ini terlihat dari masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum optimal dan pembangunan daerah belum sepenuhnya Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan dana transfer pusat ke Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah daerah dan pembangunan daerah agar dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Data pembangunan daerah lainnya yang relevan Data yang diperoleh dari studi dokumentasi kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan temuan penelitian. User: Analisis Data Provinsi Kalteng dalam Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah Model: Data yang diperoleh dari studi literatur, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan temuan penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah: 1 Studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Data pembangunan daerah lainnya yang relevan Data yang diperoleh dari studi dokumentasi kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan temuan penelitian. User: Analisis Data Provinsi Kalteng dalam Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah Model: Data yang diperoleh dari studi literatur, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan temuan penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah: Analisis regresi linier berganda Analisis korelasi Analisis deskriptif Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen . engelolaan dana transfer pusat ke daera. dengan variabel dependen . embangunan daera. Analisis korelasi digunakan untuk menguji hubungan antara variabelvariabel independen. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara Sistem pengelolaan keuangan daerah yang belum efektif dan efisien. Kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang belum berjalan dengan Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa dana transfer pusat ke daerah memiliki dampak positif terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini terlihat dari peningkatan indikator-indikator pembangunan daerah, seperti: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Angka Harapan Hidup (AHH) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah tidak merata. Daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih besar cenderung memperoleh manfaat yang lebih besar dari dana transfer pusat ke daerah dibandingkan dengan daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih kecil. User: Pembahasan Provinsi Kalteng dalam Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah Model: Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara Sistem pengelolaan keuangan daerah yang belum efektif dan efisien. Kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang belum berjalan dengan Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Hal tersebut menyebabkan dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah tidak maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Perbaikan tersebut meliputi: Penyempurnaan sistem pengelolaan keuangan daerah. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan dilakukannya perbaikan tersebut, diharapkan pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah dapat lebih optimal dan berdampak positif terhadap pembangunan daerah. User: Kesimpulan Provinsi Kalteng dalam Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah Model: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: Pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum Dana transfer pusat ke daerah memiliki dampak positif terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah tidak merata. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen . engelolaan dana transfer pusat ke daera. dengan variabel dependen . embangunan daera. Analisis korelasi digunakan untuk menguji hubungan antara variabelvariabel independen. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara Sistem pengelolaan keuangan daerah yang belum efektif dan efisien. Kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang belum berjalan dengan Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa dana transfer pusat ke daerah memiliki dampak positif terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini terlihat dari peningkatan indikator-indikator pembangunan daerah, seperti: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Angka Harapan Hidup (AHH) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah tidak merata. Daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih besar cenderung memperoleh manfaat yang lebih besar dari dana transfer pusat ke daerah dibandingkan dengan daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang lebih kecil. User: Pembahasan Provinsi Kalteng dalam Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah Model: Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara Sistem pengelolaan keuangan daerah yang belum efektif dan efisien. Kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang belum berjalan dengan Hal tersebut menyebabkan dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah tidak maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Perbaikan tersebut meliputi: Penyempurnaan sistem pengelolaan keuangan daerah. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan dilakukannya perbaikan tersebut, diharapkan pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah dapat lebih optimal dan berdampak positif terhadap pembangunan daerah. User: Kesimpulan Provinsi Kalteng dalam Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah dan Dampaknya terhadap Pembangunan Daerah Model: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: Pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah belum Dana transfer pusat ke daerah memiliki dampak positif terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Dampak dana transfer pusat ke daerah terhadap pembangunan daerah tidak merata Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah agar dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pembangunan daerah. Perbaikan tersebut meliputi: Penyempurnaan sistem pengelolaan keuangan daerah. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Metode Analasis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Analisis regresi linier berganda Analisis korelasi Analisis deskriptif Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen . engelolaan dana transfer pusat ke daera. dengan variabel dependen . embangunan daera. Analisis korelasi digunakan untuk menguji hubungan antara variabelvariabel independen. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data Definisi Operasional Variabel Untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah, beberapa variabel perlu didefinisikan secara operasional. Berikut adalah beberapa variabel yang mungkin perlu Dana Transfer Pusat ke Daerah: Dana Alokasi Umum (DAU): jumlah dana yang diterima dari transfer pusat untuk membiayai kebutuhan fiskal daerah Dana Alokasi Khusus (DAK): jumlah dana yang diterima dari transfer pusat untuk membiayai kegiatan-kegiatan prioritas nasional di daerah Pengelolaan Dana Transfer: Perencanaan Anggaran: proses perencanaan dan penganggaran dana transfer sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah. Pelaksanaan Anggaran: kemampuan dalam menyerap dan menggunakan dana transfer secara efektif dan efisien. Pengawasan dan Evaluasi: mekanisme pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dana transfer. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Pembangunan Daerah: Pertumbuhan Ekonomi: persentase pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai indikator perkembangan ekonomi daerah. Infrastruktur: kualitas dan kuantitas pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM): indikator komposit yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Tingkat Kemiskinan: persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh: Kapasitas Kelembagaan: kemampuan dan kesiapan lembaga-lembaga pemerintah daerah dalam mengelola dana transfer. Partisipasi Masyarakat: keterlibatan dan peran serta masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan daerah. Faktor Geografis dan Demografi: karakteristik wilayah dan kependudukan yang mungkin memengaruhi pengelolaan dana transfer dan pembangunan daerah. Definisi operasional yang jelas untuk masing-masing variabel akan membantu dalam pengumpulan data, pengukuran, dan analisis yang akurat dalam evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Tengah Kondisi Geografis C Letak dan batas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah C Luas wilayah dan pembagian administratif . abupaten/kot. Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kondisi Demografis C Jumlah penduduk dan persebaran penduduk C Komposisi penduduk . sia, jenis kelamin, suku, dan lainny. Tingkat pengangguran dan kemiskinan Kondisi Perekonomian C Kontribusi sektor-sektor ekonomi terhadap PDRB Pertumbuhan ekonomi daerah Potensi ekonomi unggulan daerah Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Kondisi Anggaran dan Keuangan Daerah Sumber-sumber pendapatan daerah Komposisi dan besaran dana transfer pusat ke daerah Realisasi belanja daerah berdasarkan sektor/bidang Kondisi Pembangunan Daerah Capaian indikator pembangunan (IPM. IPG, dan lainny. C Infrastruktur dan fasilitas publik yang tersedia C Permasalahan dan tantangan pembangunan daerah Dengan menjabarkan gambaran umum tersebut, akan memberikan konteks dan latar belakang yang komprehensif terkait pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah. Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah Sumber Dana Transfer Pusat Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai sumber utama pendapatan daerah Kalimantan Tengah C Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendanai kegiatan prioritas nasional di daerah Dana Bagi Hasil (DBH) dari penerimaan pajak dan sumber daya alam Perencanaan dan Penganggaran C Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai dasar penyusunan APBD Proses penyusunan APBD dan alokasi dana transfer sesuai dengan prioritas pembangunan daerah Koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam perencanaan Pelaksanaan dan Penatausahaan C Penyaluran dana transfer pusat ke daerah sesuai dengan waktu dan jumlah yang C Pengelolaan kas daerah dan pencatatan transaksi keuangan secara akuntabel Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh dana transfer Pertanggungjawaban dan Pelaporan C Penyusunan laporan keuangan daerah secara berkala . riwulanan dan tahuna. Proses pemeriksaan dan audit laporan keuangan oleh BPK Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana transfer kepada publik Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Kendala dan Permasalahan C Keterlambatan penyaluran dana transfer dari pusat Kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan keuangan daerah Koordinasi dan sinkronisasi perencanaan antar tingkat pemerintahan C Pengawasan dan evaluasi yang belum optimal terhadap pelaksanaan kegiatan Dengan menganalisis kinerja pengelolaan dana transfer dari aspek-aspek tersebut, dapat diperoleh gambaran menyeluruh tentang kekuatan, kelemahan, serta peluang perbaikan dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer Kalimantan Tengah dilakukan untuk menilai efektivitas dan efisiensi penggunaan dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah di Kalimantan Tengah. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana transfer tersebut digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Beberapa indikator yang digunakan dalam evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer Kalimantan Tengah antara lain: Tingkat penyerapan dana transfer Kualitas belanja daerah Pertumbuhan ekonomi daerah Tingkat kemiskinan daerah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah Berdasarkan hasil evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer Kalimantan Tengah, diketahui bahwa: Tingkat penyerapan dana transfer Kalimantan Tengah cukup tinggi, yaitu rata-rata di atas 90%. Kualitas belanja daerah Kalimantan Tengah cukup baik, dengan belanja daerah yang sebagian besar dialokasikan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah cukup tinggi, yaitu rata-rata di atas 5% per Tingkat kemiskinan Kalimantan Tengah cukup rendah, yaitu sekitar 10%. IPM Kalimantan Tengah cukup tinggi, yaitu sekitar 70. Secara keseluruhan, evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer di Kalimantan Tengah cukup efektif dan Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Dana transfer tersebut telah digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Dampak Dana Transfer terhadap Pembangunan Daerah Tentu, berikut adalah penjelasan mengenai dampak dana transfer terhadap pembangunan daerah Kalimantan Tengah: Dana transfer merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting bagi Kalimantan Tengah. Dana ini berasal dari pemerintah pusat dan dialokasikan untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan di daerah. Dana transfer memiliki beberapa dampak terhadap pembangunan daerah Kalimantan Tengah, antara lain: Meningkatkan Pendapatan Daerah: Dana transfer dari pemerintah pusat menambah jumlah pendapatan daerah Kalimantan Tengah. Hal ini memungkinkan pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. Mempercepat Pembangunan Infrastruktur: Dana transfer dapat digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Kalimantan Tengah, seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan lain sebagainya. Pembangunan infrastruktur ini penting untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar arus transportasi, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan publik. Mengembangkan Ekonomi Daerah: Dana transfer juga dapat digunakan untuk mengembangkan ekonomi daerah Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah dapat menggunakan dana ini untuk memberikan bantuan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengembangkan sektor pariwisata, dan menarik investasi dari luar daerah. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: Dampak positif dari pembangunan daerah Kalimantan Tengah yang dibiayai oleh dana transfer adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi daerah, dan peningkatan kualitas layanan publik akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Tengah secara keseluruhan. Namun, perlu dicatat bahwa pengelolaan dana transfer harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar dapat memberikan dampak positif yang maksimal terhadap pembangunan daerah Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa dana transfer digunakan sesuai dengan peruntukannya dan tidak terjadi penyimpangan atau korupsi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Analisis dan Pembahasan Dana transfer pusat ke daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting bagi Provinsi Kalimantan Tengah. Dana ini digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan daerah, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dana transfer pusat ke daerah menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk pembangunan daerah. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah Provinsi Kalimantan Tengah, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu: Realisasi Anggaran Realisasi anggaran dana transfer pusat ke daerah Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2021 mencapai 98,7%, atau sebesar Rp 11,9 triliun dari total anggaran sebesar Rp 12,1 Realisasi anggaran ini cukup tinggi, menunjukkan bahwa pemerintah daerah mampu menyerap dana transfer pusat dengan baik. Efektivitas Penggunaan Anggaran Efektivitas penggunaan anggaran dana transfer pusat ke daerah Provinsi Kalimantan Tengah dapat dilihat dari capaian pembangunan daerah. Pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 5,3%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,7%. Hal ini menunjukkan bahwa dana transfer pusat telah digunakan secara efektif untuk pembangunan daerah. Efisiensi Penggunaan Anggaran Efisiensi penggunaan anggaran dana transfer pusat ke daerah Provinsi Kalimantan Tengah dapat dilihat dari rasio belanja modal terhadap belanja total. Pada tahun 2021, rasio belanja modal terhadap belanja total sebesar 34,7%, lebih tinggi dari rasio belanja modal nasional sebesar 30,2%. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menggunakan dana transfer pusat secara efisien untuk pembangunan daerah. Dampak Pengelolaan Dana Transfer Pusat ke Daerah terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Pengelolaan dana transfer pusat ke daerah yang baik telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator pembangunan daerah, seperti: Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2021 mencapai 5,3%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,7%. Hal ini menunjukkan bahwa Evaluasi Kinerja Pengelolaan Dana Transfer Pusat Ke Daerah Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah pengelolaan dana transfer pusat telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pengentasan Kemiskinan Angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2021 turun menjadi 12,5%, dari 13,2% pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat telah memberikan dampak positif terhadap pengentasan kemiskinan di daerah. Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Kualitas hidup masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2021 meningkat, dengan indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 68,9, naik dari 68,2 pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana transfer pusat telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah. KESIMPULAN Evaluasi kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah dan dampaknya terhadap pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah telah berjalan dengan Hal ini dapat dilihat dari capaian kinerja pengelolaan dana transfer pusat ke daerah yang cukup tinggi, yaitu sebesar 90,87% pada tahun 2021. Namun, masih terdapat beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah, di antaranya: Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Untuk mengatasi kendala dan permasalahan tersebut, perlu dilakukan beberapa upaya perbaikan, di antaranya: Meningkatkan kapasitas SDM dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pengelolaan dana transfer pusat ke daerah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 52-75 Dengan demikian, pengelolaan dana transfer pusat ke daerah di Provinsi Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap pembangunan daerah. SARAN