E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN TOLAK PELURU YANG EFEKTIF DENGAN METODE PAKEM PADA SISWA KELAS V SD N 163/8 MUARA TABIR TEBO Deka Ismi Mori Saputra1. Subarjo2 Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Muhammadiyah Muara Bungo Email: dekaismimori@yahoo. id, subarjo@gmail. ABSTRAK Kesulitan siswa dalam melakukan teknik dasar pada materi pembelajaran tolak peluru menjadi latar belakang penelitian ini. masih banyak siswa yang belum benar melakukan rangkaian gerakan tolakan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penerapan metode PAKEM (Pembelajaran Aktif. Kreatif. Efektif dan Menyenangka. untuk meningkatkan pembelajaran tolak peluru siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo. Metode penelitian menggunakan rancangan PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir. Tebo yang berjumlah 24 siswa. Data hasil pembelajaran tolak peluru diperoleh melalui tes unjuk kerja, lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran tolak peluru dengan metode PAKEM. Hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan penilaian tiga aspek yaitu psikomotor, afektif, dan kognitif. Dari hasil penilaian tersebut, terdapat peningkatan yang signifikan dari kondisi siklus I ke siklus II. Hasil penilaian pembelajaran tolak peluru yang diperoleh dari siklus I adalah sebanyak 15 siswa atau persentase ketuntasan 71,3%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 20 siswa atau persentase ketuntasan menjadi 83, 3%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran tolak peluru melalui metode PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir. Tebo. Kata Kunci : Pembelajaran. Tolak Peluru. PAKEM ABSTRACT The difficulty of students in carrying out basic techniques on learning material to shot put is the background of this study. There were still many students who have not been correct in carrying out a series of repulsion movements. This study aims to determine the application of the PAKEM (Active. Creative. Effective and Fun Learnin. method to improve learning of shot put to students in the 5 th grade students of SDN 163/8 Muara Tabir Tebo. The research method used PTK design which was carried out in two cycles. The subjects of this research were 24 students of the 5th grade students of SDN 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir. Tebo. The data of shot put results were obtained through performance tests and observation sheets were used to collect data on student activities in following the learning process of shot put using the PAKEM method. The results of this study were obtained based on the assessment of three aspects namely psychomotor, stkip-mmb. id/index. php/mp E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. affective, and cognitive. The results of the assessment shown that there was a significant increase from the condition of cycle I to cycle II. The results of the assessment of learning shot put obtained from the first cycle were as many as 15 students or the percentage of completeness 71. Whereas in cycle II there was an increase to 20 students or the percentage of completeness to be 83, 3%. Based on the results of the study, it was concluded that learning shot put through the PAKEM method can improve the learning outcomes of the fifth grade students of SDN 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir. Keywords: Learning. Shot Put. PAKEM PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah cita-cita program pembangunan nasional dalam dunia pendidikan terdapat aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai subyek dan obyek pembangunan. Hal ini bisa dikatakan relevan pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta ketrampilan yang (Undang-undang No. 20 tahun 2003:. Pembelajaran menyampaiakan materi pelajaran atau informasi baru kepada Degeng berpendapat bahwa pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa. Pembela-jaran juga stkip-mmb. id/index. php/mp memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa (Gagne dkk dalam panen, 2000:. Dimyati Mujiono . menyatakan pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional untuk membuat siswa belajar lebih aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber Kemajuan bangsa Indonesia hanya dapat di capai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu adalah dewasa ini. Peningkatan mutu pendidikan dapat di capai dalam berbagai cara, antara lain. peningkatan kwalifikasi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, pelatihan dan pendidikan, atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembelajaran lewat Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Pertama, kemampuan dalam pendidikan yang nyata akan Kedua, pendidikan dan pembelajaran masukan, proses, dan hasil Peningkatan kemampuan tadi akan bermuara kependidikan lainya. Peningkatan pembelajaran di bidang olahraga atau sasaran pembinaan olahraga di Indonesia membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembinaannya. Sehingga dituntut partisipasi dari semua pihak demi peningkatan Indonesia. Pembelajaran memerlukan usaha yang harus dilaksanakan secara sunguhsunguh, sebab banyak faktor yang menentukan keberhasilan Oleh karena itu seorang pembina atau pelatih olahraga harus mengetahui dan faktor-faktor pendukung dalam pencapaian (M. Sajoto, 1995:. Supaya peserta didik yang meningkat, pembinaan yang terprogram, seorang pembina peserta didik harus mempertimbangkan faktor yang saling mendukung dalam stkip-mmb. id/index. php/mp peserta didik. Menurut Benhard . dalam atletik setiap prestasi pembelajaran muncul karena kerjasama dari berbagai pihak atau faktor, antara lain, . bakat, . bentuk gerak dan latihan, . tingkat perkembangan sifat-sifat . enaga, keterampila. minat dan Atletik di bagi menjadi tiga kategori yaitu. lari, lompat, dan lempar. Sedangkan tolak peluru merupakan salah satu nomor beberapa kejuaraan atletik baik yang bertaraf maupun yang bertaraf nasional. Pada Indonesia tolak peluru termasuk belum banyak pesertanya, hal ini membuktikan bahwa tolak peluru masih kurang diminati oleh Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat pada pengetahuan tentang tolak peluru yang kurang apalagi pada anakanak. Apalagi mendalami materi yang ada dalam atletik ahirnya peserta didik kurang berminat dalam Dalam pembelajaran untuk mengidentifikasi masalah, harus dipergunakan buku atau teori yang relevan sebagai rujukan karena kebenaran yang di kandung dalam teori sudah di uji memanfaatkan pengalaman para yang sudah E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Agar tujuan pembelajaran yang optimal dalam mata pelajaran pendidikan jasmani di tingkat SD, ada beberapa hal yang harus di lakukan guru atau pengajar dalam mengelola kelas supaya menjadi pemebelajaran yang efektif dan menyenangkan perlu adanya Rancanagan Program Pembelajaran (RPP) yang berisi pembelajaran yang di mulai di awal pembelajaran sampai ahir Banyak sekali permasalahan yang terjadi disekolah, yakni Kegiatan ekstrakurikuler tolak peluru belum menunjukan hasil yang maksimal. Siswa belum mampu melakukan dengan baik terutama Siswa lemparan masih tidak sampai titik minimal. Pemberian bentuk latihan permainan tolak peluru Kemampuan memegang peluru masih kurang Belum terhadap tolak peluru yang Pembelajaran tolak peluru yang di lakukan di kelas V tersebut melibatkan 24 siswa, dengan rincian siswa yang ada di kelas tersebut adalah 15 siswa putra dan 9 siswa putri. Pelajaran pendidikan jasmani SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir. Tebo ini dilaksanakan sebanyak satu kali pertemuan tiap minggunya dengan durasi 2 x 35 menit tiap Sementara ini untuk stkip-mmb. id/index. php/mp dilaksanakan dua kali pertemuan tiap satu semester. Dimana pemberian materi tentang tolak selanjutnya praktik tolak peluru. Dari hasil tes tolak peluru yang dilakukan peneliti, sebanyak 20 siswa gagal melakukan tolak peluru dengan benar. Dari hasil tes tersebut, peneliti menyadari penerapan informasi pada setiap Peneliti marasa perlu menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu cara peningkatan kwalitas belajar siswa bisa dengan menggunakan media Media dan variasi pembelajaran yang menarik dan melakukan pembelajaran yang di harapkan akan meningkatkan kwalitas belajar siswa. Dengan proses pembelajaran tersebut siswa di harapkan mampu sebanyak-banyaknya dari guru. Guru yang baik itu guru yang mau belajar dan berusaha untuk baik dalam mengajar maupun berkomunikasi dengan siswa. Dengan adanya keinginan mau E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kwalitas proses pembelajaran yang di lakukan. Keberhasilan pembelajaran bisa di lihat dari banyaknya siswa yang mampu menerima informasi dilakukan oleh guru, hal tersebut pembelajaran yang dilakukan belum mencapai tujuan yang di Guru harus cepat Mengingat apabila tidak segera diperbaiki, tujuan pembelajaran yang di harapkan di awal tidak akan tercapai. Hal ini jika dilakukan terus menerus akan dimiliki siswa dan pada ahirnya perkembangan olahraga nasional menurun di karenakan dampak ini terjadi pada siswa SD yang menjadi dasar dari semua pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti sebagai guru pendidikan suatu desain media pembelajaran dengan mengunakan bola tenis sebagai media ganti peluru pada olahraga tolak peluru dan variasi harapkan bisa meningkatkan kwalitas tolakan pada peluru sebenarnya pada siswa kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir. Tebo. Maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian AuUpaya Meningkatkan Pembelajaran Tolak Peluru Yang Efektif stkip-mmb. id/index. php/mp Dengan Metode PAKEM Pada Siswa Kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir. TeboAy. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian mengacu pada tindakan yang dapat dilakukan secara langsung dalam usaha memperbaiki proses Penelitian karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir. Tebo. Penelitian memilih Lokasi ini dengan pertimbangan mengajar pada sekolah tersebut. Sehingga mempermudah dalam data, serta efisien waktu yang sangat memungkinkan. Waktu Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada 05 September sampai 20 september 2017. Subjek Penelitian siswa kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir. Tebo. Dimana siswa yang ada dikelas sebanyak 24 siswa dengan rincian 11 siswa putra dan 13 siswa putri. Desain Penelitian Rencana langkah-langkah tindakan secara sistematis dan rinci. Rencana tindakan meliputi . materi atau bahan ajar, . metode atau . Instrumen evaluasi, . kendala yang E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. implementasi dan . alternatif Pelaksanaan dan mengamati hasilnya. Pada tahap ini pengajar berperan ganda, yaitu sebagai praktisi . elaksana pembelajara. Pelaksana tindakan mengacu pada RPP yang telah di siapkan sebelunya. Pengamatan tindakan. Kegiatan bersamaan dengan pelaksanaan Pada tahap ini, datadata tindakan dan rencana yang sudah dibuat serta dampaknya dan hasil Kehadiran PTK Refleksi tindakan. Tahap ini meliputi kegiatan: menganalisis, memaknai, menjelaskan dan menyimpulkan data yang di peroleh dari pengamatan . uku dengan teori yang digunakan. Hasil refleksi ini dijadikan dasar untuk menyusun tindakan siklus HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan pra siklus dilakukan untuk melihat kondisi awal peluru sebelum pelaksanaan Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktifitas siswa selama proses pembelajaran, stkip-mmb. id/index. php/mp pembelajaran tolak peluru yang kesulitankesulitan siswa dalam melakukan gerakan tolak peluru. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 5-9 Agustus 2017 pada jam 08:00 WIB dengan melibatkan siswa kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir, kabupaten Tebo. Selama kegiatan pra siklus berlangsung, guru melaksanakan proses belajar mengajar seperti Guru gerakan-gerakan tolak peluru yang sesuai dengan indikator tolak peluru yang baik seperti sikap awal, posisi kaki, tehnik Selain itu, guru juga memberikan contoh sesuai indikator tolak peluru. Setelah gerakan tolak peluru, guru meminta siswa satu persatu siswa mempraktikkan gerakan tolak peluru. Berdasarkan hasil lembar observasi siswa diketahui bahwa proses pembelajaran, mengantuk Selanjutnya, siswa belum mampu melakukan teknik dengan baik terutama awalan. Siswa masih tidak sampai titik minimal. Pemberian permainan tolak peluru masih kurang bervariasi. Kemampuan teknik dasar memegang peluru masih kurang sempurna. Pada tahapan pra siklus, peneliti dan kolaborator juga E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. melakukan tes tolak peluru untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam melakukan gerakan tolak peluru yang baik dan benar. Siswa diminta melakukan sikap awal, sikap gerakan, dan sikap akhir dalam tolak peluru. Ketika siswa mempraktikkan gerakan tolak peluru, guru dan kolaborator melakukan penilaian berdasarkan indikator gerakan tolak peluru sebagaimana terdapat dalam rubrik penilaian tolak peluru Peneliti menganalisa indikator-indikator seperti kognitif, afektif dan psikomotor. kemampuan belajar tolak peluru Siswa Kelas V SD N 163/8 Muara Tabir pada tahapan Pra Siklus masih rendah atau tidak mencapai KKM (<. Ratarata hasil tes kemampuan tolak peluru tiap indikator adalah 62. indikator kognitif, 61. 9 pada indikator afektif, dan 62. 5 pada indikator psikomotor. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pembelajaran tolak peluru Siswa Kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo. Secara umum, hasil analisa tingkat ketuntasan siswa dalam berada dibawah KKM. Dari hasil tes 24 orang siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo hanya terdapat 7 orang siswa yang dinyatakan tuntas, sementara 17 lainnya tidak tuntas. Berdasarkan analisis data terhadap ketuntasan hasil belajar siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo pada Pra Siklus dapat stkip-mmb. id/index. php/mp rata-ratanya 6 %. Nilai tersebut ditetapkan peneliti sebesar 75%, bahwa pada siklus I ini siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo belum tuntas belajar, dikarenakan persentase belajar secara umum belum mencapai Dengan acuan di atas maka dilaksanakan pada siklus I dan siklus II. Dari hasil tindakan pada siklus-siklus belajar siswa menjadi 79. siswa sudah tuntas belajar. Sedangkann dilihat dari rata-rata nilai siswa dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa setelah dilaksanakan tindakan meningkat Pada awalnya dari 24 orang siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo hanya 7 orang yang mencapai KKM, artinya persentase ketuntasan siswa hanya 29. Selanjutnya, persentase ketuntasan tersebut meningkat menjadi 71. 5% pada siklus I, terdapat 15 orang atau lebih dari separuh siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo KKM. Kemudian, hasil penilaian hasil belajar siswa juga meningkat 3% pada siklus II, dari 24 orang siswa hanya 4 orang yang belum tuntas atau tidak mencapai KKM. Kondisi ini dengan metode PAKEM dapat E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. dinyatakan berhasil dan terbukti dapat meningkatkan aspek-aspek pembelajaran tolak peluru seperti kognitif, afektif, dan psikomotor siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo. Dengan adanya peningkatan hasil belajar yang penggunaan metode PAKEM juga dapat meningkatkan teknik dan keterampilan gerak gerakan tolak peluru. Setelah melihat peningkatan jumlah ketuntasan siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo di aspek-aspek pembelajaran tolak Adapun hasil penilaian aspek tersebut adalah kognitif, afektif, dan psikomotor seperti 1 di bawah ini. Tabel Hasil Penilaian Pembelajaran Tolak Peluru Siswa Kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo Pra Siklus. Siklus I, dan Siklus II Siklus Pra Siklus Siklus I Siklus II Kognitif Aspek Penilaian Afektif Psikomotor Tabel informasi bahwa hasil penilaian aspek-aspek pembelajaran tolak peluru siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo mengalami Peningkatan nilai aspek-aspek tersebut dapat terlihat dari perbandingan hasil pengukuran antara pra siklus, siklus I, dan siklus II. Dari ketiga aspek penilaian yaitu kognitif, afektif dan psikomotor, aspek psikomotor stkip-mmb. id/index. php/mp mendapat hasil yang optimal. Peningkatan hasil belajar siswa sebenarnya sangat berkaitan dengan keinginan siswa itu sendiri untuk belajar, faktor penunjang kegiatan pembelajaran dan model pembelajaran PAKEM itu sendiri. Karena dengan meningkatnya aktivitas metode pembelajaran PAKEM yang dilaksanakan sangatlah belajar siswa tersebut, ini dapat dilihat dari perubahan terhadap hasil belajar siswa tersebut dan Dengan ketuntasan belajar pada siklus II, maka tidak perlu lagi dilakukan refleksi untuk kegiatan siklus selanjutnya, dengan demikian penelitian tindakan kelas pada siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo sudah tuntas tidak perlu di lanjutkan lagi ke siklus Pra Siklus Siklus I Siklus II Grafik Perbandingan Hasil Penilaian Aspek Pembelajaran Tolak Peluru Siswa Kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo Pra Siklus. Siklus I, dan Siklus II E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Berdasarkan grafik 1. 1 dapat diidentifikasi bahwa dari ketiga aspek pembelajaran tolak peluru meningkat signifikan. Dari ketiga aspek penilaian yaitu kognitif, afektif dan psikomotor, aspek psikomotor mendapat hasil yang Peningkatan hasil belajar siswa itu sendiri untuk belajar, pembelajaran PAKEM itu sendiri. Karena dengan meningkatnya penggunaan metode pembelajaran PAKEM yang telah dilaksanakan terhadap hasil belajar siswa tersebut, ini dapat dilihat dari perubahan terhadap hasil belajar siswa tersebut dan perubahan setiap siklusnya. KESIMPULAN Setelah menerapkan metode PAKEM pada pembelajaran tolak mengamati dan menganalisa rubrik penilaian siswa dan lembar observasi terdapat peningkatan kemampuan pembelajaran tolak peluru siswa kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir, kabupaten Tebo. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan yaitu: Pembelajaran efektif tolak peluru metode PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir dalam tiga aspek penilaian yaitu kognitif, afektif, psikomotor. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan stkip-mmb. id/index. php/mp hasil belajar dari pra siklus, siklus I ke siklus II. Pada pra siklus yaitu 6 %, siklus I yaitu 71. 2 %, dan siklus II yaitu 83. 3 %. Dari jumlah kategori tuntas jumlah siswa yang tuntas adalah meningkat dari 7 menjadi 20 siswa pada siklus II, artinya terjadi peningkatan siswa dalam kategori tuntas sebesar 7% dari jumlah siswa 24 orang 22 diantaranya dinyatakan tuntas. Peningkatan pembelajaran tolak peluru siswa kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih. Muara Tabir dipengaruhi pelaksanaan metode PAKEM (Pembelajaran Aktif. Menyenangkan, dan Efekti. Kegiatan-kegiatan pengunaan alat bantu dan sumber belajar yang beragam, pemberian kesempatan kepada pemberian evaluasi serta umpan pembelajaran faktanya dapat membuat siswa aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran tolak peluru. DAFTAR PUSTAKA