E-ISSN: 2746-6175 VOLUME 06 NOMOR 02. DESEMBER 2025 PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI BHAKTI LESTARI DESA SUDAJI DALAM MANAJEMEN USAHA DAN PENGEMBANGAN USAHA PUPUK ORGANIK I Nyoman Suandana1. Ketut Gunawan1. Ni Ketut Adi Mekarsari1. Ni Putu Sri Wati1. Gede Arnawa1. Dewa Nyoman Arta Jiwa1. Gede Suardana1. I Made Madiarsa1. I Gede Made Metara1. Luh Artaningsih1 ABSTRAK PKM Manajemen Usaha dan pengembangan Pupuk Organik bagi Kelompok Tani Bhakti Lestari Dusun Rarangan Desa Sudaji Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng didasari pemikiran bahwa Tata Manajemen usaha dan usaha pupuk organik belum terlaksana dengan baik dan sempat terjadi kemandegan karena covid 19. Hal lain disebabkan oleh keterbatasan kemampuan Sumber daya manusia dalam manajemen usaha. Solusi yang ditawarkan adalah : . Melakukan pelatihan manajemen usaha yang meliputi : Manajemen Produksi. Manajemen pemasaran. Manajemen Sumberdaya Manusia dan Manajemen Keuangan. Melakukan pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat dan pupuk Organik Cair. Hasil yang diharapkan melalui program pengabdian masyarakat ini adalah : . Tatakelola manajemen bagi Kelompok tani Bhakti Lestari dengan Manajemen Usaha yang baik . Kelompok Tani Bhakti Lestari mampu memperoduksi Pupuk Organik baik dan dengan efisiensi yang tinggi. Hasil yang dicapai : Pengurus dan anggota Kelompok Tani Bhakti Lestari mampu mengelola Usaha dengan penerapan manajemen usaha dan mampu membuat Pupuk Organik padat dan Pupuk Organik Cair dengan baik dan efisien. Kata kunci : Kelompok Tani Bhakti Lestari. Manajemen Usaha. Pupuk Organik. ABSTRACT The Community Partnership Program on business management and organic fertilizer development for the Bhakti Lestari Farmers Group in Rarangan Hamlet. Sudaji Village. Sawan District. Buleleng Regency, was initiated due to the inadequate implementation of business management and the organic fertilizer enterprise, which had also experienced stagnation during the COVID-19 pandemic. Another issue was the limited capacity of human resources in business management. The solutions offered include: . Conducting business management training, covering production management, marketing management, human resource management, and financial management. Providing training on the production of solid and liquid organic fertilizers. The expected outcomes of this community service program are: . The establishment of good business management practices within the Bhakti Lestari Farmers Group. The group's ability to produce quality organic fertilizer efficiently. The results show that the leaders and members of the Bhakti Lestari Farmers Group are now capable of managing their business using proper management practices and can effectively and efficiently produce both solid and liquid organic fertilizers. Keywords: Bhakti Lestari Farmers Group. Business Management. Organic Fertilizer. PENDAHULUAN Desa Sudaji terletak di Kecamatan Sawan. Kabupaten Buleleng. Provinsi Bali, dengan luas wilayah 1. 834,55 hektare yang mencakup permukiman, persawahan, perkebunan, pekarangan, dan fasilitas umum lainnya. Desa ini terdiri dari 10 banjar dinas, yaitu Kaja Kangin. Ceblong. Kaja Kauh. Desa. Kubu Kili. Singkung. Rarangan. Mayungan. Bantas, dan Dukuh. Secara geografis. Desa Sudaji berbatasan dengan Desa Suwug di utara. Desa Sawan dan Bebetin di timur. Desa Silangjana di barat, serta Desa Lemukih di selatan. Berada di dataran tinggi dengan ketinggian 200Ae400 meter di atas permukaan laut dan kemiringan lahan 0Ae10%, desa ini memiliki iklim sejuk dan basah dengan curah hujan rata-rata 3. 000 mm per tahun dan suhu antara 18Ae23AC. Jenis tanah regosol coklat yang subur juga menjadi nilai tambah dalam mengembangkan berbagai komoditas seperti padi, kacang-kacangan, hortikultura, dan buahbuahan unggulan seperti durian bangkok, mangga, rambutan, dan manggis. Gambar 1 dan 2 : Potensi pertanian lahan sawah di Desa Sudaji. Untuk mengelola potensi pertanian tersebut, telah dibentuk Kelompok Tani Bhakti Lestari yang beranggotakan 23 petani dari Dusun Rarangan. Kegiatan utama kelompok tani ini adalah bertani padi dengan sistem tanam musiman yang terbagi menjadi tiga musim: musim tanam utama, musim tanam gadu, dan musim tanam kemarau. Selain bertani, para petani juga memelihara sapi sebagai alat bantu membajak sawah. Sapi yang tidak lagi produktif biasanya dijual untuk menambah penghasilan. Limbah ternak belum dikelola secara optimal, di mana kotoran sapi hanya dipindahkan sedikit dari kandang sehingga menumpuk, mencemari lingkungan, dan menimbulkan bau tidak sedap. Sistem tanam musiman membuat pendapatan petani hanya datang setiap empat bulan sekali, yakni pada April. Agustus, dan November, dengan rata-rata penghasilan Rp 000/tahun atau Rp 1. 000/bulan. Jumlah ini jauh di bawah UMK Buleleng sebesar Rp 2. 216,49 sehingga sebagian besar petani masih berada di bawah garis VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 Gambar 3,4,5 dan 6 : Ternak sapi, pemanfaatan dan tata kelola kotoran sapi. Selain menghadapi ketidakstabilan penghasilan akibat sistem tanam musiman, petani di Dusun Rarangan juga mengalami hambatan serius dalam sistem pemasaran hasil panen. Sebagian besar petani anggota Kelompok Tani Bhakti Lestari masih bergantung pada sistem ijon, di mana tengkulak datang langsung ke sawah untuk membeli gabah dengan harga jauh di bawah standar pasar. Ketergantungan ini terjadi karena tidak adanya alternatif saluran distribusi yang memadai, serta minimnya akses terhadap informasi harga pasar yang aktual. Dalam praktik sistem ijon, petani berperan sebagai price taker sehingga tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga jual hasil panen, meskipun biaya produksi yang dikeluarkan terus meningkat. Hal ini menyebabkan ketimpangan antara usaha yang telah dilakukan dan hasil yang diterima. Selain itu, keterbatasan kemampuan manajerial dalam mengelola hasil pertanian dan kurangnya akses terhadap pasar yang lebih luas semakin memperburuk kondisi ekonomi petani. Situasi ini memperkuat posisi rentan para petani yang tidak hanya berpenghasilan rendah dan tidak tetap, tetapi juga tidak memiliki kendali atas nilai jual hasil kerja di sektor pertanian. Gambar 7 : Pembakaran limbah Jerami sesudah kering Masalah lain yang tak kalah penting adalah pemanfaatan limbah pertanian yang belum Setelah panen, limbah seperti sekam dan jerami tidak dikelola dengan baik. Sekam padi biasanya dibiarkan mengering lalu dibakar, yang menimbulkan pencemaran lingkungan dan potensi kebakaran. Sementara itu, jerami justru diambil oleh pembeli padi tanpa dimanfaatkan oleh petani sendiri. Kondisi limbah sekam padi yang dibakar di Desa Sudaji dapat dilihat pada Gambar 7. Padahal, limbah pertanian tersebut berpotensi diolah menjadi pupuk organik yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, terutama pupuk urea yang harganya semakin mahal akibat menurunnya subsidi. Untuk satu hektar sawah, petani membutuhkan sekitar satu kuintal pupuk urea dengan harga Rp 1. 000, yang menambah beban biaya produksi. JURNAL JNANA KARYA Berdasarkan kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kelompok Tani Bhakti Lestari menghadapi tiga permasalahan utama, yaitu rendahnya pendapatan karena ketergantungan pada hasil panen padi yang musiman, lemahnya kemampuan manajemen usaha tani, serta kurangnya keterampilan dalam mengelola limbah pertanian menjadi produk yang bernilai tambah. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat mendorong pergeseran profesi petani ke bidang lain yang berdampak pada ketahanan pangan jangka Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa pelatihan, penguatan kapasitas manajemen usaha tani, dan inovasi pengelolaan limbah yang mampu mendorong peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan program PKM ini menggunakan beberapa pendekatan, yaitu metode PALS (Participation Action Learning Syste. , observasi, wawancara, dan kuisioner. Program dimulai dengan tahap persiapan yang meliputi observasi dan wawancara untuk memahami kondisi awal, dilanjutkan dengan tahap penyadaran melalui sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan limbah pertanian dan peternakan. Tahap pengkapasitasan dan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota kelompok tani, yang mencakup pembuatan pupuk organik padat (POP), pupuk organik cair (POC), serta pengembangan kemasan produk yang inovatif. Setelah pelatihan, dilakukan pembinaan intensif untuk memastikan keterampilan yang diberikan diterapkan secara efektif. Tahap pendampingan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan kelompok tani pasca pelatihan. Program ini ditutup dengan tahap pelembagaan yang bertujuan memperkuat organisasi kelompok tani dalam mengelola usaha secara mandiri, serta evaluasi untuk menilai keberhasilan dan dampak dari program. Selain itu, observasi terstruktur dilakukan untuk memantau jalannya program secara sistematis, wawancara tak terstruktur dengan ketua dan anggota kelompok tani digunakan untuk mendapatkan umpan balik mengenai pelaksanaan program, dan kuisioner dengan skala Likert disebarkan untuk mengevaluasi respons peserta terhadap kegiatan yang telah dilakukan, termasuk efektivitas pelatihan dan pengaruhnya terhadap keberlanjutan usaha mereka. Gambar 8 : Alur Metode Pelaksanaan Program Aksi PKM VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Solusi Permasalahan Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupaya memberikan solusi dengan memberdayakan anggota Kelompok Tani Bhakti Lestari secara berkelanjutan. Salah satu upayanya adalah mendorong pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan untuk diolah menjadi pupuk organik padat maupun cair, sehingga limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat memberikan manfaat ekonomi. Selain itu, kelompok tani juga diberikan pembinaan dalam manajemen usaha, khususnya dalam hal pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan strategi pemasaran produk hasil pertanian. Solusi tersebut diimplementasikan melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pelatihan ini mengoptimalkan potensi lokal seperti ketersediaan limbah dan dukungan konsumen, serta membekali anggota kelompok dengan keterampilan manajerial untuk menghasilkan dan memasarkan produk pupuk Secara spesifik, solusi yang diberikan meliputi pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah menjadi pupuk organik, serta penguatan manajemen usaha dari aspek Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan pemasaran sebagai modal utama dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan. Solusi yang diberikan dapat digambarkan seperti pada gambar berikut. Gambar 9, 10 : Solusi permasalahan pada Kelompok Tani Bhakti Lestari Pupuk organik menurut International Organization for Standardization (ISO) adalah bahan karbon organik yang umumnya berasal dari tumbuhan dan/atau hewan, ditambahkan ke tanah sebagai sumber hara, terutama nitrogen (Sutanto, 2. Proses pengomposan merupakan dekomposisi bahan organik seperti tanaman, hewan, atau mikroorganisme untuk menghasilkan pupuk yang menyerupai humus. Tujuannya adalah menguraikan bahan limbah organik, mengurangi bau, membunuh benih gulma dan JURNAL JNANA KARYA organisme patogen, serta menghasilkan pupuk yang layak digunakan di lahan pertanian (Sutanto, 2. Pupuk organik, baik padat maupun cair, berfungsi menyuplai bahan organik guna memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah (Glio, 2. Jerami dan sekam padi merupakan limbah pertanian unggulan dalam pembuatan pupuk organik, dengan komposisi yang ditampilkan pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1. Komposisi jerami padi No. Komposisi jerami padi C-organik N-total Sumber : Nandi et al. , 2000 46,13 0,52 Tabel 2. Komposisi sekam padi No. Komposisi jerami padi at aran. 1,33 1,54 33,645 Silika (SiO. 16,98 Karbohidrat kasar 33,71 Sumber : Sipahutar et al, 2011 Kotoran ternak, khususnya kotoran sapi, dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pupuk organik padat atau cair. Komposisi kotoran sapi sebagai pupuk ditampilkan pada Tabel 3. Tabel 3. Komposisi kotoran sapi untuk pupuk Jenis Ternak Sapi Kotoran N (%) P (%) K (%) Ca (%) Padat Bahan Organik 14,5-15,2 0,32-0,52 0,08-0,11 0,12-9,15 0,26 Cair 3,5-4,8 0,38-0,50 0,004-0,01 0,54-1,12 0,007 Sumber : Sipahutar et al, 2011. Pembuatan pupuk organik dimulai dengan: . pembuatan molase dari sari tetes tebu . iang gul. , . pembuatan EM . ffective microorganis. , . pembiakan bakteri EM menggunakan campuran cairan EM, bekatul, molase, terasi, dan air bersih, . Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), dan . pembuatan pupuk organik padat. POC dibuat dengan mencampurkan bahan organik dan air dalam drum inkubator yang diisi setengahnya, kemudian ditambahkan larutan molase sebanyak 250 gram dalam 1 liter air dan cairan EM, diaduk perlahan, lalu dimasukkan pupuk kandang. Drum diisi air hingga penuh, ditutup rapat, dan diaduk setiap pagi selama 5 hari. Pupuk organik padat dibuat dari 80% bahan organik, 10% pupuk kandang, dan 10% dedak. Campuran ini disiram dengan larutan EM dan molase hingga kadar air mencapai 30%, dihamparkan di lantai kering dan ditutup terpal atau plastik. Proses fermentasi berlangsung selama 4Ae7 hari dengan suhu ideal di bawah 50AC. VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 Untuk meningkatkan daya saing produk, dilakukan pengemasan yang inovatif serta strategi promosi melalui media sosial seperti Facebook. Twitter, dan Path. Segmen pasar yang dijangkau mencakup petani di Desa Sudaji dan sekitarnya. 2 Tahap Persiapan Pada tahap ini, dilaksanakan beberapa kegiatan, seperti: pengurusan izin kegiatan, pembuatan sample produk, pemantapan rencana pelatihan, persiapan tempat pelatihan pembuatan format evaluasi. 3 Penyuluhan dan Pelatihan Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Januari 2025 00Ae12. 30 WITA, bertempat di Balai Kelompok Tani Bhakti Lestari. Dusun Rarangan. Desa Sudaji. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan pengurus Suka Duka Satya Bhakti sebagai penasehat. Ketua dan anggota Kelompok Tani Bhakti Lestari. Dekan Fakultas Ekonomi Unipas, tim PKM, serta staf pegawai. Gambar 11 : Sambutan Ketua Suka Duka Satya Bhakti Selaku Pendiri Kelompok Tani Bhakti Lestari Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dimulai dengan sambutan dari Jro Mangku Nyoman Sujana selaku Ketua Suka Duka Satya Bhakti dan pendiri Kelompok Tani Bhakti Lestari. Kemudian. Dra. Ni Ketut Adi Mekarsari. MM. Dekan Fakultas Ekonomi Unipas, memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi dan menyerahkan bantuan dana operasional kegiatan PKM . Selanjutnya. Kadek Yati Fitria Dewi. Pd. Pd dari LP2M Unipas memberikan arahan kepada kelompok tani untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan meningkatkan kinerja mereka di masa depan. Penyuluhan dilanjutkan dengan materi tentang manajemen usaha oleh Dr. Drs. Ketut Gunawan. MM, dan tentang pengembangan pupuk organik oleh I Wayan Gede Suryanata. Hut. MP. Setelah penyampaian materi, dilaksanakan sesi tanya jawab di mana peserta diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan serta masukan mengenai materi yang telah disampaikan. JURNAL JNANA KARYA Gambar 12 : Penyampaian materi dari Gambar Ruang Tanya Jawab Setelah seluruh pemateri selesai menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini. Kelompok Tani Bhakti Lestari diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan serta saran dan masukan yang berkaitan dengan dua topik utama yang telah disampaikan oleh narasumber, yaitu materi tentang manajemen usaha dan pengembangan pupuk organik. Sesi ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi anggota kelompok untuk menyampaikan pendapat terkait upaya perbaikan kinerja kelompok tani di masa mendatang. Pendampingan terhadap Kelompok Tani Bhakti Lestari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lanjutan berupa pendampingan proses Manajemen Usaha dan Pembuatan Pupuk Organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kelompok Tani Bhakti Lestari. Dusun Rarangan. Desa Sudaji. Dalam proses pendampingan ini, kelompok tani difokuskan pada penyempurnaan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), serta pemantapan aspek-aspek penting dalam manajemen usaha. Pendampingan meliputi simulasi manajemen pemasaran untuk meningkatkan strategi penjualan, manajemen produksi agar proses pembuatan pupuk lebih efisien, manajemen personalia untuk pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik, serta manajemen keuangan guna menciptakan tata kelola keuangan kelompok yang transparan dan akuntabel. 4 Proses Evaluasi Keberhasilan pelatihan diukur melalui kuesioner yang diisi oleh peserta, yang terdiri dari lima pernyataan dengan lima pilihan jawaban: Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Ragu-ragu (R). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Hasil kuesioner menunjukkan bahwa peserta menilai pelatihan ini sangat bermanfaat, mudah diterapkan, dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Penilaian positif ini juga tercermin dari tingginya antusiasme peserta selama pelatihan. Rangkuman hasil kuesioner disajikan dalam Tabel Tabel 4. Tanggapan Peserta Pelatihan Pernyataan Pelatihan ini memberikan manfaat berupa 18 keterampilan baru bagi saya. ,3%) . ,4%) . ,3%) . Materi/penyampaian pelatihan mudah 19 dipahami dan diterapkan. ,6%) . ,0%) . ,4%) . VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 STS Saya antusias/tertarik mengikuti pelatihan 20 ,9%) . ,1%) . Materi pelatihan ini akan saya terapkan untuk mengatasi permasalahan . ,9%) . ,1%) . %) Manajemen Usaha Pelaksanaan pelatihan agar dilaksanakan . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) 5 Evaluasi Keberlanjutan Program Evaluasi keberlanjutan program dilaksanakan melalui wawancara langsung dengan Ketua Kelompok Tani Bhakti Lestari dan anggota anggotanya. Menurut mereka. Materi Manajemen Usaha dapat mebantu dalam pembuatan perencanaan Usaha serta Materi Pengambangan Pupuk Organik dapat membantu dalam inovasi bagi Kelompok Tani Bhakti Lestari. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti (FE Unipa. telah berhasil memberdayakan Kelompok Tani Bhakti Lestari Dusun Rarangan. Desa Sudaji dalam hal manajemen usaha dan pengembangan pupuk organik. Kegiatan ini membuka wawasan kelompok terhadap manajemen produksi, pemasaran, personalia, dan keuangan, serta pengembangan pupuk organik padat dan cair. Berdasarkan hasil evaluasi, materi manajemen usaha dinilai bermanfaat dalam membantu perencanaan dan pengendalian usaha, sehingga disarankan untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, pelatihan pengembangan pupuk organik juga perlu ditingkatkan, khususnya untuk mendorong peningkatan volume produksi kelompok tani. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada: . Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Perbekel Desa Sudaji beserta perangkat desa dan staf atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Ketua dan anggota Kelompok Tani Bhakti Lestari yang telah bekerjasama dan berpartisipasi aktif. Dekan, staf dosen, pegawai, dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti Singaraja atas kerjasama dan kerja kerasnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA