Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Pembuatan Dan Pengujian Ulang Upper Base Dan Bottom Base Pada Alat Uji Pegas Suharjo1. Muhamad Ilham2. Akbar Samudra3 Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Batam. Jl. Abulyatama no. Batam Center. Batam ,29464. Indonesia Abstrak Pembuatan alat uji pegas betujuan menghasilkan suatu alat uji yang dibuat berdasarkan rancangan dari gambar teknik, sehingga dapat melakukan pengujian alat uji pegas. Dalam pembuatan alat uji pegas terdiri dari komponen Upper Base dan Bottom Base, komponen tersebut menggunakan proses permesinan seperti pemotongan, pembubutan dan milling. Komponen upper base dan bottom base berhasil dibuat menggunakan material mild steel 45 dengan pengangkat dongkrak tekiro 4 ton. Untuk memastikan komponen Upper Base dan Bottom Base layak digunakan, maka akan dilakukan pengujian aspek fungsi yang mana pengujian ini ada 3 spesimen pegas yang digunakan dengan ukuran berbeda. Kata kunci : pegas, pengujian aspek fungsi dan konstanta pegas Abstract Making a spring test equipment aimed at generating a test tool that is based on the design of engineering drawings, so it can perform testing test equipment spring. In the manufacture of spring test equipment consists of upper base and bottom base components, the manufacture of these components using machining processes such as cutting, lathing, and milling. Upper base and bottom base components successfully fabricated using material mild steel 45 with lifting capacity of 4 tons tekiro jack. To ensure that upper base and bottom base components is fit for use than conducted testing accuracy function aspect, ehich in this test there are 3 specimens spring used with different size. Keyword : spring, testing aspect of the function and the spring constants Pendahuluan Perkembangan zaman globalisasi menunjukan betapa pesatnya kemajuan teknologi di bidang Tingginya masyarakat terhadap kendaraan dapat terpenuhi dengan seiring bermunculan tipe-tipe mobil dan sepeda motor yang memiliki teknologi canggih perusahaan-perusahaan otomotif terkenal di dunia sehingga diperlukan pegas yang berfungsi dengan baik. Penggunaan pegas dalam dunia keteknikan sangat luas, misalkan pada pemutar jarum jam, peredam getaran, pendistribusian gaya. Dalam banyak hal tidak ada alternatif lain yang dapat digunakan kecuali menggunakan pegas dalam konstruksi dunia teknik. Pegas harus dapat berfungsi dengan baik terutama bagi segi kenyamanan dan keamanan. Alat uji pegas adalah alat yang dibuat untuk mengetahui konstanta pegas dan elastisitas pegas. Pengujian menggunakan dongkrak dan memperhitungkan kekuatan, ketahanan, serta beban yang mampu diberikan pada pegas tersebut. Konstanta pegas merupakan elemen paling penting yang terdapat pada pegas. Untuk mendapatkan nilai konstanta pegas biasanya digunakan adalah persamaan hukum hooke yaitu F = Kx. (Basuki,2. Pembuatan alat uji pegas di Universitas Batam pada tahun-tahun sebelumnya sudah ada tetapi muncul ide untuk memperbaharui kembali alat uji pegas tersebut, dalam halini penulis memperbaharui kembali alat uji pegas Mobil Sedan dan Mobil MPV dimana alat ini hanya digunakan untuk pengujian konstanta pada pegas Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam mobil tetapi bisa juga digunakan untuk pengujian pada pegas sepeda motor, oleh karena itu pembaharuan pada alat uji pegas Mobil Sedan dan Mobil MPV meliputi penambahan diameter landasan pada komponen Upper Base dan Bottom Baseuntuk 3 pegas yang setiap pegas berbeda antara diameter dan panjang pegas, jenis pegas yang dipakai yaitu pegas ulir serta penambahan spesimen pegas menggunakan pegas sepeda motor. Metode Penelitian Diagram alir pembuatan alat uji pegas adalah sebagai berikut : Persiapan Gambar Teknik Objek penelitian adalah sistem pegas yang bekerja dengan memberikan penekanan terhadap spesimen yaitu pegas. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan april 2018. Perancangan komponen komponen alat uji pegas ini menggunakan software design yaitu autocad Persiapan Bahan dan Peralatan Bahan Proses pemilihan bahan sudah diperhitungkan dari hasil perhitungan perancangan yang akan diterima oleh alat tersebut sehingga pada saat pemakaian tidak terjadi kecelakaan yang dapat merugikan bagi pengguna. (Basuki,2. Dalam pembuatan alat uji pegas digunakan bahan sebagai berikut : Adapun peralatan yang harus dipersiapkan dan digunakan dalam proses pembuatan komponen Upper Base dan Bottom Base sebagai berikut: Jangka Sorong Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Kunci Gerinda Tangan Proses Pembuatan Pembuatan upper base dan bottom base Tempat untuk pegas yang akan diuji. Proses pembuatan upper base dan bottom base dilakukan dengan proses pembubutan, diameter material sudah sesuai dengan gambar teknik, proses pembubutan upper base dan bottom base seperti pada gambar Gerinda Potong Duduk Ragum Tap Pada upper base dibuat lubang ulir M20 X 1,25dengan mesin bubut yang gunanya untuk menyambung ulir dari shaft upper base. Untuk bottom base perlu dibuat lubang bor dan counter bor dengan mesin milling sebagai pengunci dengan bracket plate, proses pengeboran seperti pada gambar 3. dan gambar 3. Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Buat tabel dan catat hasil pengujian. Hasil Dan Pembahasan Pengujian Aspek Fungsi Pada pengujian Aspek fungsi ini variabel yang akan diuji adalah spesimen pegas sepeda motor dimana pada pengujian ini termasuk pengujian performa alat uji dan mencari konstanta dari spesimen pegas tersebut. (Basuki,2. Prosedur pengujian Pastikan semua komponen alat uji telah terpasang dengan baik dan benar. Pastikan spesimen pegas yang akan diuji telah terpasang dengan baik pada kedudukannya. Pada pengujian ini alat ukur yang digunakan adalah digital pressure gauge, pastikan digital pressure gauge menunjukkan angka nol dengan menekan tombol zero pada digital pressure gauge. Pastikan alat ukur yang digunakan dalam keadaan layak digunkan, bila diperlukan lakukan kalibrasi. Langkah pengujian pegas 1, pegas 2, pegas 3 Pasang spesimen pegas dengan membuka lock pin shaft base atas. Pastikan pegas tidak goyang dengan memutar handle yang ada pada ulir hidrolik jack. Kunci hidrolik jack agar tekanan pada jack tidak keluar. Naikkan poros hidrolik jack dengan memompa tuas hingga batas-batas yang diinginkan, sambil mengamati seberapa besar tekanan yang diberikan hidrolik jack terhadap spesimen pegas. Untuk melihat tekanan baca alat ukur digital pressure gauge dan untuk melihat jarak lihat pada mistar ukur yang ada pada alat uji. Ulangi langkah 3 sampai 5 untuk pengambilan data hingga 3 kali. Ulangi langkah 1 sampai 5 untuk pengujian pegas 2 dan pegas 3. Hasil dan pembahasan pembuatan alat uji Dengan mengetahui data dan gambar teknik dari perancangan dibuatlah komponen-komponen tersebut maka dapat dirakit dan digunakan sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai pedoman untuk pembuatan alat uji pegas yang lebih sehingga dapat dibuat dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Hasil proses komponen Upper Base dan Bottom Base Pemasangan bottom base dan upper base Pada bottom base terpasang dengan bracket plate yang dikunci dengan dengan dua buah baut hingga bottom base aman tidak bergerak pada saat terjadi pembanan. Pemasangan bottom base seperti terlihat pada gambar 4. Sedangkan pada upper base dipasang dengan shaft upper base yang telah diberi ulir dan diputar dengan bottom base yang diberi ulir yang sesuai dengan ulir shaft bottom base. Dapat dilihat pada gambar 4. Proses upper base dan bottom base sebagai Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Pembuatan upper base dan bottom base memakai proses mesin bubut. Diameter upper base dan bottom base sudah sesuai dengan gambar teknik, putaran spindel memakai 430, pemakanan 1mm. Pembuatan diameter dalam dengan kedalaman potong 30mm yaitu mendekatkan pahat ke benda kerja pada diameter luar agar mengetahui titik 0 dan mulai menggeser Z- = 12,5mm dan menggeser lagi Z- = 18,5mm proses tersebut hingga kedalaman mencapai 30mm. Pengeboran upper base M20X2,5 dengan mesin bubut pertama yaitu melakukan spot drill, bor diameter 8mm putaran spindel 560, bor diameter 14mm putaran spindel 560, bor diameter 17,5mm putaran spindel 360. Pengeboran dilakukan diameter kecil terlebih dahulu agar memudahkan proses pengeboran. Pengeboran botom base dengan proses milling dengan memakai bor diameter 13mm dengan jarak lubang pertama X- = 21,75mm Y- = 65,2mm, dan lubang kedua X- = 81,5mm Y- = 62mm. Perhitungan kecepatan potong pada pembuatan upper base dan bottom base sebagai berikut : Setelah seluruh komponen terpasang maka alat uji pegas akan terlihat seperti gambar 4. Pengecatan Pengecatan dilakukan dengan menggunakan cat Warna yang dipilih adalah warna merah pada komponen upper base dan bottom Proses pengecatan selain memperindah juga berguna untuk melindungi logam dari serangan korosi mengingat material yang digunakan terbuat dari logam yang mudah diserang korosi. Pemasangan dongkrak Pemasangan dongkrak dilakukan dengan cara mengebor alas rangka agar tidak terjadi pergeseran pada dongkrak, seperti terlihat pada gambar 4. Hasil Akhir Setelah semua proses dilaksanakan maka alat uji pegas siap diuji dan selanjutnya digunakan. Hasil akhir dari proses pembuatan dapat terlihat pada gambar 4. Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Analisa data pengujian Pengujian 1 Hasil pengujian aspek fungsi Untuk menganalisa data-data yang diperoleh setelah melakukan pengujian aspek gunakan rumus sebagai berikut: Pengujian 2 Keterangan F = Beban . P = Tekanan . g/cmA) A = Luas penampang poros . mA) X = Panjang poros . K = Konstanta pegas . g/cmA) D = Diameter silinder hidrolik jack Pengujian pegas 1 Data Ae data yang diperoleh : Pengujian 3 Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Setelah melakukan hasil perhitungan maka didapatkan hasil pengujian pegas 1 pada tabel Pengujian 3 Pengujian pegas 2 Data Ae data yang diperoleh : Setelah melakukan hasil perhitungan maka didapatkan hasil pengujian pegas 2 pada tabel Analisa data pengujian Pengujian 1 Pengujian pegas 3 Data Ae data yang peroleh : Pengujian 2 Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Volume 10 Nomor 3 2020 Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Analisa data pengujian Pengujian 1 Setelah melakukan hasil perhitungan maka didapatkan hasil pengujian pegas 3 pada tabel Tabel akhir dan grafik hasil pengujian Pengujian 2 Pengujian 3 Zona Mesin ISSN 2087 - 698X Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Batam Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan Proses pemotongan menggunakan gas oxyacetylene. Proses milling dilakukan pada saat pembuatan diameter dalam pada upper base dan bottom Pengeboran upper base menggunakan mesin bubut yaitu melakukan spot drill. Perbandingan pengujian pegas antara pegas mobil dan pegas sepeda motor. Saran Pada saat pembuatan, proses bubut dan milling harus benar-benar diperhatikan agar bahan tidak terbuang banyak. Pada saat pengujian memperhatikan alat ukur pressure gauge. Sebelum pengujian pastikan pressure gauge dalam keadaan zero agar data yang didapat sesuai serta signifikan. Daftar Pustaka