P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 KOPING MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENGIKUTI PRAKTIK DI MASA PANDEMI COVID-19 Reni Puspitasari1. Nimsi Melati1 STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta. Program Studi Ilmu Keperawatan e-mail: 1reni@stikesbethesda. id, 2nimsi@stikesbethesda. Abstract Nursing students need to practice in the hospital to train their practice skills. Practice during a pandemic is a challenge because students are at high risk of being infected with Covid-19. This study aims to look at the coping of nursing students in following practice in the hospital during Covid-19 pandemic. This qualitative descriptive research was conducted on 6 participants with purposive sampling method. The criteria for inclusion were nursing students who follow nursing practice during the pandemic, have DASS values above average or below average. The results of this study obtained eight coping: finding out additional information, praying, bed rest, managing finances, using Personal protective equipment (PPE), motivation, not using public facilities, and staying up crying. Providing PPE is very helpful for practical students, lecturer have an important role in paying attention to the psychological condition of students. The support of family and friends greatly motivates students to practice during the pandemic. Keywords: pandemic, covid-19, coping, nurse Abstrak Mahasiswa keperawatan melakukan praktik di rumah sakit untuk melatih kemampuan praktik mereka. Pembelajaran daring yang dilakukan selama ini menimbulkan stressor tersendiri bagi mahasiswa jika harus melakukan praktik langsung. Praktik di masa pandemic merupakan tantangan tersendiri karena mahasiswa beresiko tinggi tertular Covid-19. Mahasiswa menggunakan koping untuk mengatasi stressor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran koping dari mahasiswa keperawatan dalam mengikuti praktik di rumah sakit dalam masa pandemi covid-19. Penelitian deskiptif kualitatif ini dilakukan pada 6 partisipan dengan purposive Kriteria inklusi adalah mahasiswa keperawatan yang mengikuti praktik keperawatan selama masa pandemi dan memiliki nilai DASS diatas rata-rata, dan mahasiwa yang dibawah rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan delapan koping yang dibentuk oleh Mahasiswa yaitu, mencari tahu informasi tambahan, berdoa, istirahat-tidur, mengatur finansial, memakai alat pelindung diri (APD), meningkatkan motivasi, tidak memanfaatkan fasilitas umum, dan tidak tidur larut atau menangis. Pemberian APD sangat membantu mahasiswa praktik. Pembimbing juga harus berperan aktif untuk memperhatikan kondisi psikologi mahasiwa. Dukungan keluarga dan teman sangat membantu memotivasi mahasiswa praktik di masa pandemi. Kata Kunci: pandemic, covid-19, koping, keperawatan Latar Belakang Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan China dan telah terjadi sampai tanggal 28 Juli 2021 (WHO, 2. Pendemi covid-19 ini berimbas dibanyak sektor karena penduduk harus tetap tinggal dirumah untuk mencegah penyebaran covid19. Salah satu sektor yang terkena dampak pandemi adalah sektor pendidikan. Pelajar dan mahasiswa mulai belajar di rumah sehingga modifikasi pembelajaran pun dilakukan guna kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran dengan cara online atau daring-pun menjadi pilihan di masa Namun demikian, tidak semua kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan secara daring, salah satunya adalah praktik keperawatan. Mahasiswa program studi keperawatan harus mencapai kompetensi keperawatan yaitu secara teori maupun praktik. Pembelajaran teori dapat dilakukan secara daring namun untuk praktik keperawatan tentunya tidak dapat sepenuhnya daring. Praktik P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 dilapangan sangat dibutuhkan untuk melatih kemampuan ketrampilan pada mahasiswa. Penelitian Christianto et al. , . menunjukkan bahwa perkuliahan daring menimbulkan kecemasan pada mahasiwa. Disisi lain, terdapat kekhawatiran yang dirasakan oleh para mahasiswa keperawatan jika harus terjun langsung ke rumah sakit untuk Kecemasan yang dialami oleh mahasiswa keperawatan adalah kecemasan sedang (Erna. Hal ini juga didukung oleh penelitian Hasanah et al. , . yang menunjukkan bahwa 21,1% mahasiswa mengalami depresi ringan, 17% mahasiwa mengalami depresi sedang dan 3,4% mengalami depresi berat. Koping digunakan oleh setiap orang untuk mengatasi sebuah ancaman. Koping dapat berupa negatif dan juga positif (Puspitasari & Cleofas, 2. atau destruktif dan Koping destruktif tentunya akan berdampak negatif sehingga perlu dilakukan penanganan atau pencegahan. Metode Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif pada mahasiswa keperawatan di Yogyakarta dengan purposive sampling. Peneliti melakukan wawancara secara mendalam kepada tujuh partisipan sampai data yang didapat mengalami pengulangan atau saturasi. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah mahasiwa keperawatan yang melakukan praktik selama masa pandemi covid-19. Mahasiswa keperawatan yang mengikuti praktik dengan nilai Depression Anxiety Stress Scales (DASS) diatas rata-rata dan dibawah1. rata-rata. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah mahasiswa menolak menjadi partisipan. In dept interview dilakukan pada tujuh partisipan pada bulan Oktober 2021. Hasil intervew ditranskrip dan dianalisa menggunakan metode thematic Penelitian ini telah mendapatkan ethical clearance dengan nomor No. 179/KEPK. 01/XI/2021 dari KEPK STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta. Hasil Penelitian Penelitian ini menemukan delapan tema dari 6 partisipan yang diwawancarai. Mencari Tahu Informasi Tambahan Dalam menghadapi praktik selama pandemi, partisipan berusaha mencari informasi tambahan untuk mendukung praktik. Pencarian informasi ini dilakukan secara mandiri, bertanya kepada teman dan atau senior serta mencari sumber informasi di AuA. saya harus belajar lebih supaya saya bisa lebih dari merekaAy (P. AuA. kemudian berusaha sempat searching nggak gitu ya. Au (P. AuAminta tolong kalau nggak temen yang ngajak senior dengannya terus gimana sih caranya kalau kalau menghadapi pasien A. Ay (P. Berdoa Mahasiswa keperawatan yang praktik juga berdoa dalam menghadapi praktik selama pandemi. Berdoa dilakukan beberapa kali dalam satu hari. AuA Yang jelas berdoa bu, saya itu berdoa harusAAy (P. AuA. setiap hari itu dua kali malam pagi di sekitaran dua kali gitu ya berdoa terkait dengan masalah masalah gitu yaA. Ay (P. Istirahat-Tidur Partisipan menyatakan bahwa tidur dapat membantu mereka menjadi lebih rileks dalam menghadapi Tidur yang dilakukan mahasiswa merupakan tidur singkat. AuAjadi ya sudah mending ada waktu luang istirahat dulu lah 5 menit 10 menit pakai tidur. Nanti kan pasti lama-lama juga lebih rileks terusA Au(P. Mengatur Keuangan Partisipan diharuskan untuk mengatur finansial atau keuangan mereka guna menunjang praktik mereka. Dimasa pandemi banyak yang harus dipersiapkan seperti alat pelindung diri (APD). Partisipan bahkan bisa meminjam uang kepada teman lain untuk dapat membeli APD. P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 AuKetika saya meminjam uang sama dia dan dia mengirimkan saya uang terus saya membeli persyaratan yang di dibutuhkan untuk praktik seperti sarung tanganAy (P. Au A waktu dinas pernah . ibu, kata-kata yang keluar dari perawat itu untuk membuat saya tetapi menangisnya di belakang AAy (P. Pembahasan Memakai Alat Pelindung Diri (APD) Mahasiswa yang praktik selama pandemi juga menggunakan APD guna melindungi diri mereka agar tidak tertular penyakit. AuA. Kita juga udah menaati protokol kesehatan . engan menggunakan APD)A. Ay (P. Motivasi Partisipan menerima motivasi baik dari teman, keluarga atau memberikan motivasi pada diri Motivasi tersebut sangat beragam, seperti ingin segera menyelesaikan perkuliahan. AuPertamanya Bu Saya ingin cepat selesai begitu lalu karena teringat pesan dari orangtua cepat selesai begitu keinginan itu cepat selesai kemudian ingin pulang A. Au(P. Auyang kayak atasi untuk rasa takutnya itu ya jangan gelisa, aku harus bisa, pasti bener kok, harus percaya diri itu jangan sampai kayakA kita ke depan Pasien itu kita ragu-raguA Au(P. Tidak Memanfaatkan fasilitas umum Selamat masa pandemi ini mahasiswa tidak banyak menggunakan fasilitas umum yang ada seperti perpustakaan dikarenakan mereka lebih senang melakukan searching di platform google. AuA kalau untuk mendukung itu seperti apa Google scholar atau tempat Cari jurnal yang lain A. Au(P. Tidur Larut dan Menangis Partisipan harus begadang atau tidur larut untuk dapat menyelesaikan tugas. Tidak jarang mereka menangis untuk dapat meluapkan perasaan mereka ketika praktik selama pandemi. Auterus pusing gitu kan jadi saya bisa berada di sini Nah di situ Ya seperti biasa saya berdoa lagi terus begadang lemburAy Au(Pernah nangi. tidak selesai terus ibu-ibunya itu minta harus tuh. saya juga kan besok pagi itu sudah harus kumpul Nah terus saya itu . Ay (P. Penelitian ini menemukan bahwa koping mahasiwa keperawatan dalam menjalani praktik selama pandemi ini adalah dengan mencari informasi baik secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain, berdoa, istirahat tidur, mengatur keuangan, memakai alat pelindung diri, motivasi, tidak menggunakan fasilitas umum, tidur larut dan menangis. Mahasiswa keperawatan dalam menjalani praktik selama pandemi ini berusaha mencari informasi guna menunjang kemampuan mereka dalam praktik Pencarian infromasi dapat dilakukan secara mandiri seperti mempelajari modul, searching di platform google dan juga membaca kembali materi yang telah diberikan. Partisipan juga melakukan pencarian informasi dengan cara bertanya kepada teman sebaya terkait dengan tindakan praktik yang dilakukan. Para partisipan berusaha untuk bertanya dan mengikuti para senior mereka di rumah sakit dalam melakukan tindakan Dalam situasi pandemic, peran pembimbing sangat lah penting dalam menambah kompetensi (Ulenaers et al. , 2. Mahasiswa keperawatan mengakses informasi dan komunikasi untuk pembelajaran mereka (Honey, 2. Beberapa partisipan menyatakan tidak percaya diri dalam menjalani praktik, dikarenakan sebelumnya mereka belajar secara daring sehingga mahasiswa harus berusaha lebih keras untuk mencari informasi Partisipan berdoa dalam menghadapi masalah mereka selama praktik di masa pandemi. Mereka berdoa sebagai coping stress (Jennings et al. , 2. Partisipan memiliki kebiasaan berdoa dua kali dalam Selain berdoa mereka juga melakukan istirahat dan tidur. Hal ini dilakukan guna mengembalikan tenaga mereka dan menyegarkan badan mereka ketika bagun. Tidur yang dilakukan oleh partisipan kebanyakan adalah tidak lama, dan hanya beberapa menit saja. Manajemen keuangan juga dilakukan oleh partisipan dengan berhemat atau tidak membeli kebutuhan yang tidak diperlukan. Partisipan juga melakukan peminjaman uang guna membeli alat pelindung diri yang mendukung praktik di rumah sakit. Alat pelindung diri ini digunakan oleh para partisipan selama praktik untuk melindungi diri agar tidak P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 tertular oleh penyakit. Kekurangan APD berhubungan erat dengan tingginya angka kecemasan (Savitsky et al. , 2. sehingga peminjaman uang untuk pemenuhan APD mau tidak mau harus dilakukan. Motivasi menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh partisipan baik dari orang lain ataupun diri Partisipan memotivasi diri sendiri untuk tetap bersemangat dan mengatakan pada diri sendiri Auaku bisaAy. Hal ini dapat menjadi penyemangat partisipan dalam menjalani praktik. Tidak hanya motivasi oleh diri sendiri, partisipan juga menerima motivasi dari keluarga dan juga teman. Motivasi itu dapat berupa sharing lewat video call atau bercerita mengenai kegiatan praktik hari ini. Hasil studi ini juga mendukung temuan bahwa mahasiswa keperawatan membutuhkan untuk didengar, dipersiapkan, dan didukung (Ulenaers et al. , 2. Selain hal tersebut diatas, ada beberapa coping yang dilakukan seperti tidak memanfaatkan fasilitas buku di perpustakaan. Sebelum pandemic, partisipan datang ke perpustakaan untuk meminjam buku tetapi saat pandemi mereka hanya bisa meminjam buku secara terbatas. Koping negatif lainnya adalah partisipan begadang atau tidur larut untuk menyelesaikan tugas mereka. Kekurangan istirahat dapat memberikan dampak yang negatif bagi kondisi fisik maupun mental. Saat kondisi terus menekan partisipan, mereka akan menangis untuk meluapkan emosi mereka. tentunya memiliki beberapa kekurangan seperti pengetahuan praktik didapatkan banyak dari video daripada praktik langsung dengan pasien. Dukungan keluarga dan teman sangat bermakna untuk mahasiwa. Dukungan yang dapat diberikan seperti meluangkan waktu mendengarkan cerita dari mahasiwa yang sedang praktik, memotivasi mahasiswa untuk tidak menyerah dan tetap bersemangat, memberikan dukungan finansial untuk membeli peralatan APD, memberikan informasi yang dibutuhkan mahasiwa demi mendukung kesuksesan praktik, dan berdoa bersama. Acknowledgement Terima kasih kepada STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta yang telah membantu memfasilitasi terselesaikannya penelitian ini. Daftar Pustaka