Volume 10. Nomor 01. Juni 2019 Hal. HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KLINIK PRATAMA BNN GRESIK (Relationship Of Parenting With The Occurrence Of Drug Abuse In Teenager At The Pratama Clinic Of Bnn Gresi. Lina Madyastuti R*. Nurhani**. Yuanita Syaiful* Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners Fakultas Ilmu KesehatanUniversitas Gresik, email: nerslinamadya@gmail. ** BNN Kabupaten Gresik. Jalan Kalimantan no. 169 GKB Gresik. p2mbnnkgresik@hotmail. ABSTRAK Masa remaja sebagai masa peralihan sering tidak terkontrol hingga mudah terjerumus pada perilaku yang berdampak buruk bagi dirinya maupun orang lain. Kecenderungan mencoba hal-hal baru akan sangat rentan bagi remaja untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba remaja. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik. Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Metode sampling menggunakan Total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang. Variabel independen adalah pola asuh orang tua. Variabel dependen adalah kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja. Data diambil dengan lembar kuesioner pola asuh dan penyalahgunaan narkoba. Analisa data menggunakan spearman rank dengan nilai p O 0,01. Hasil penelitian menunjukkan separuh orang tua menerapkan pola asuh otoriter . %). Kejadian penyalahgunaan narkoba remaja paling banyak pada kategori pecandu . ,7%). Hasil perhitungan didapatkan nilai spearman ranktest antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba remaja A = 0,006 dengan nilai koefisien r = 0,742. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik dengan tingkat hubungan yang kuat. Orang tua sebaiknya hadir bagi remaja dengan sikap terbuka dan menumbuhkan nilai-nilai positif agar remaja tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua. Kejadian Penyalahgunaan Narkoba. Remaja ABSTRACT Adolescence as a transitional period is often uncontrolled, so that easily falls into behaviors that have a negative impact on themselves and others. The tendency to try new things will be very vulnerable for teens to abuse drugs. The role and involvement of parents in implementing parenting is one of the factors that influence teen drug abuse. The purpose of this study describes the relationship of parenting with the incidence of drug abuse in adolescents at the Pratama Clinic. BNN. Gresik. This study used a cross sectional design. The sampling method used total sampling, with a total sample of 12 people. The independent variable was parenting. The occurrence of drug abuse in teenager. Data was taken with questionnaires on parenting and occurrence of drug abuse. Data analyzed used spearman rank with p value O 0. The results this study showed that half of the parents applied authoritarian parenting . %). Most teenager was drug abuse . 7%). The calculation results obtained by the rank spearman value between parenting with occurrence of drug abuse in teenager A= 0. 006 with the coefficient value r = 0. There was a significant relationship between parenting and occurrence of drug abuse in teenagerat the Pratama BNN Clinic in Gresik with a strong level of relationship. Parents should be acompany teenagers with an open attitude and foster positive values so that teens do not fall into drug abuse. Keywords: Parenting. Drug Abuse Occurrence. Teenager yaitu faktor predisposisi. PENDAHULUAN Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dewasa ini kian Maraknya dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di Karena konstribusi dan faktor pencetus. Pola asuh orang tua merupakan faktor konstribusi yaitu faktor yang berasal dari lingkungan terdekatnya yang dapat memberikan pengaruh pada seseorang untuk melakukan bentuk penyimpangan sosial. Januari sampai dengan Juni sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, hari semakin rapuh digerogoti zatzat Menurut Depkes RI, narkoba adalah bahan/zat kondisi kejiwaan seseorang . ikiran, perasaan dan perilakuny. serta dapat menimbulkan ketergantungan secara fisik maupun psikologis. Ketergantungan kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan narkoba secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas (UU 35 tahun 2. Menurut Dadang Hawari . menyatakan bahwa seseorang akan apababila mempunyai tiga faktor tercatat sebanyak 12 . ua bela. orang penyalah guna berusia 13 Ae 18 tahun menjalani rehabilitasi di Klinik Pratama BNN Gresik. Berdasarkan pengambilan data awal didapatkan pola asuh orang tua terhadap penyalahguna remaja yang menjadi subjek penelitian beragam, ada yang tipe otoriter, permisif dan Namun hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja belum dapat Berdasarkan penggunaannya dikurangi dan/atau PBB tahun 2014, jumlah penyalah guna narkoba di dunia mencapai angka produktif antara 15 hingga 64 Survei Badan Narkotika Nasional bersama Puslitkes UI tahun 2017, diperkirakan jumlah penyalah guna narkoba 3. 115 orang. Dua puluh empat persen penyalah guna masih berstatus sebagai pelajar, diantaranya keluarga, ekonomi dan sementara di Provinsi Jawa Timur eksternal berasal dari luar seseorang 157 orang. Jumlah penyalah seperti faktor pergaulan dan sosial guna yang direhabilitasi di Klinik kemasyarakatan (Handoyo. Sedangkan Pratama BNN Gresik tahun 2017 Penyalahgunaan Narkoba ini sebanyak 69 orang, terdiri dari akan memberikan dampak yang remaja 27 orang dan dewasa 42 sangat luas dan kompleks. Secara umum dampak yang ditimbulkan Pola asuh orang tua yang dari penyalahgunaan narkoba dapat terbagi kedalam dampak kesehatan, kebebasan anak sangat dibatasi dan sosial dan ekonomi (RaAouf, 2. orang tua memaksa anak untuk Dampak narkoba pada tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan anaknya atau kurang memberikan perhatian kepada anaknya, selalu Dampak fisik, psikis dan sosial sibuk dengan pekerjaan masing- berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit sebagai beban dalam hidupnya. Hal yang luar biasa bila terjadi putus hal seperti ini dapat menyebabkan si obat . idak mengkonsumsi obat anak akan kehilangan kepercayaan dorongan psikologis berupa cenderung sulit untuk mempercayai Gejata fisik dan orang-orang Anak psikologis ini juga berkaitan dengan merasa tertekan dan akan mencari gejala sosial seperti dorongan untuk pelampiasan pada hal hal yang membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll. kemungkinan anak akan mencoba Pencegahan menggunakan narkoba. Penyebab Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) remaja disebabkan banyak faktor merupakan program dari Badan baik faktor internal maupun faktor Narkotika Nasional (BNN) dalam Faktor internal berasal gelap klasifikasi pola asuh orang tua dari Baumrind . dan teori dimensi masyarakat termasuk pemerintah, pola asuh kehangatan dan kontrol pendidikan, swasta dan keluarga. dari Maccoby dan Martin . Program Salah satu faktor yang menyebabkan Lokasi penelitian dilakukan di terjadinya penyalahgunaan narkoba Klinik Pratama BNN Gresik dan pada remaja adalah pola asuh orang waktu penelitian selama 2 bulan yaitu bulan Desember 2018 sampai Karena meneliti tentang hubungan pola asuh dengan Januari 2019. Penelitian mendapatkan Surat Kepala BNN Gresik Nomor B/170/VI/Ka/KP. 02/2018/BNNKGRS. Prosedur penelitian setelah METODE DAN ANALISA Desain adalah penelitian cross sectiona. nformed Populasi dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner oleh responden, klien remaja di Klinik Pratama BNN Gresik yang kuesioner penyalahgunaan narkoba. berjumlah 12 orang. Data klien remaja di Klinik Pratama BNN diolah dan dianalisis menggunakan Gresik yang berjumlah 12 orang, uji Spearman Rank Test. Variabel Sampel dalam penelitian ini adalah HASIL DAN PEMBAHASAN penelitian ini adalah pola asuh orang . Tipe Pola Asuh Orang tua Tabel 1 Distribusi Frekuensi Variabel Persentase Pola Asuh Orang tua di Klinik Pratama BNN Gresik tanggal 3 Desember 2018 - 31 Januari 2019 penelitian ini adalah penyalahgunaan narkoba pada remaja. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Pola Asuh Orang tua Frekuensi Persentase Otoriter (Autoritaria. Demokratis (Authoritativ. Permisif (Permissiv. Total penyalahgunaan narkoba (Sucahyo. Purwa Kurnia, 2. dan kuesioner Tabel 1 menunjukkan hasil penelitian bahwa separuh orang tua responden memiliki pola asuh otoriter sebanyak 6 orang . %). Setiap orang tua memiliki Hal ini dipengaruhi pula oleh kompetensi indikator yang sudah Sehingga pola asuh yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, mempengaruhi pola pikir seseorang seperti pendidikan orang tua, kelas sosial yang dilihat dari pekerjaan, dalam mengambil keputusan dan pengalaman pola asuh yang diterima oleh orang tua sebelumnya, konsep Edward . Walsh Nurlaila kepribadian orang tua (Hurlock. Pendidikan dasar, menengah. Faktor pendidikan orang tua maupun tinggi memiliki standar kompetensi dasar yang sama dari Berdasarkan mayoritas pendidikan terakhir orang Namun semakin tinggi tua responden adalah SMP sebanyak jenjang pendidikan, maka semakin 6 orang . %) dan SD sebanyak 4orang . ,3%). Separuh orang tua sehingga mempengaruhi pola pikir individu tersebut dalam menyikapi suatu masalah. %), pola asuh demokratis Pola asuh juga dipengaruhi . %), dan pola asuh permisif oleh faktor pekerjaan orang tua, data . %). Pendidikan ditempuh seseorang merupakan salah Pendidikan merupakan bekerja sebagai petani sebanyak 7 bimbingan yang diberikan seseorang orang . ,3%) memiliki pola asuh terhadap perkembangan orang untuk . %). Pekerjaan menggapai cita-cita tertentu yang mengisi kehidupan manusia. dirancang untukdikerjakan oleh satu Pendidikan diperlukan untuk Semakin orang dan sebagai imbalan diberikan upah dan gaji menurut kualifikasi tinggi tingkat pendidikan seseorang, berat-ringannya maka semakin lama dirinya telah mengikuti proses belajar, sehingga pekerjaan dapat menentukan status informasi yang dimiliki individu sosial ekonomi. Menurut Kartono mencapai tingkat pengethauan yang . , dilihat dari segi sosial, (Lilik. Jenis pekerjaan dapat Orang tua responden yang mematuhi perintahnya, dan orang tua bekerja sebagai karyawan swasta, wiraswasta dan petani melakukan suatu pekerjaan. Pola menengah dan status social ekonomi Mayoritas responden masuk merasa terkekang, kurang bebas, dan kedalamkategori ekonomi rendah. Orang tua yang berasal dari kelas Sedangkan ciri khas dari pola asuh ekonomi rendah cenderung merasa permisif indulgent adalah sangat keluarganya berada pada golongan menanggapi dan memenuhi semua kelas sosial ekonomi bawah, jarang sekali memberi kesempatan kepada memberikan kontrol dan ketegasan anak untuk mengekspresikan diri. jika berbuat salah. Sedangkan pola Hal ini dapat dimengerti, mengingat asuh demokratis memiliki kontrol orang tua dari golongan sosial ekonomi menengah bawah dalam kehidupan sehari-harinya bergelut menghukum dengan penuh kasih Sehingga menghidupi anak-anaknya sehingga menjadikan anak mempunyai kontrol terkadang sangat minim waktu yang diri dan dapat mengandalkan diri yang sedang dihadapianak. Berdasarkan hasil penelitian keingintahuan pada yang dilakukan pada 12 remaja di baru, mampu menjalani persahabatan Klinik BNN Gresik menunjukkan Baumrind dalam Anisah . otoriter sebanyak 6 responden . %). Namun demokratis sebanyak . ,3%) dan permisif 4 responden 2 orang penyalah guna narkoba baik dari . ,7%). Ciri khas dari pola asuh luar maupun dari dalam diri sendiri yang berarti tidak selalu diakibatkan mengulang pekerjaan yang dianggap oleh pola asuh yang diterima dari orang tua itu sendiri, tergantung dari periode Austurm and drangAy atau diri sendiri bagaimana menyikapi pubertas (Mubin dan Ani, 2. setiap permasalahan yang muncul Masa remaja pertengahan . iddle Tabel 2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kejadian Penyalahgunaan narkoba pada remajadi Klinik Pratama BNN Gresik tanggal 3 Desember 2018 - 31 Januari 2019 Kejadian Coba Pakai tahun, ditandai dengan bentuk tubuh . Kejadian Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja Akibatnya, remaja seringkali diharapkan dapat berperilaku seperti orang dewasa, meskipun belum siap secara psikologis. Pada masa ini sering terjadi konflik, karena remaja sudah mulai bebas mengikuti teman sebaya (Santrock, 2. Masa remaja adalah masa Frekuensi Prosentase (%) Teratur Pakai Pecandu mencari jati diri dan mempunyai rasa Total ingin tahu yang kuatdan selalu ingin peralihan antara masa kanak-kanak ke dewasa, dimana remaja sedang mencoba hal hal baru. Hal inilah Tabel 2 menunjukkan hasil remaja di Klinik Pratama BNN Gresik, remaja paling tinggi berada pada responden . ,7 %). Masa karena pada masa ini seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Terjadi banyak perubahan tersebut sering kegoncangan jiwa remaja, sehingga ada orang Penyalahgunaan kelahiran, hal ini ditunjukkan dengan . ,3%) dan anak sulung sebanyak 3 suatu masa yang sangat menentukan yang menyebabkan mereka dengan menyebutnya sebagai . %). Menurut Covey urutan kelahiran dan interprestasi terhadap posisi seseorang dalam keluarga berpengaruh terhadap cara seseorang berinteraksi akibat situasi psikologis yang berbeda pada urutan kelahiran tersebut. Hurlock . alam Rini, 2. mengemukakan bahwa terdapat beberapa sindrom antara anak sulung dan anak bungsu. Anak sulung berprilaku secara matang memiliki self control yang lebih karena berhubungan dengan orang responden . %). Laki-laki dibanding anak lainnya sehingga melakukan tindakan negatif dan anak sulung lebih dituntut untuk menyimpang (Gottfredson & Hirschi Nurlaila . Erikson menjadi contoh dengan menyerap Menurut . Santrock berdasarkan struktur genitalnya, laki- mendapatkan bantuan dan dituruti laki lebih suka merusak dan agresif, sementara perempuan lebih tenang sehingga anak bungsu lebih manja, dan pasif sehingga anak laki- laki bergantung pada orang lain, dan lebih banyak melakukan tingkah laku Anak dengan baik dan tanggungjawab. Anak tengah adalah anak sehingga anak laki-laki lebih banyak yang lahir kedua dan seterusnya melakukan perilaku menyimpang di memiliki posisi terjepit di antara luar aturan sosial. anak sulung dan bungsusehingga Kejadian narkoba juga dipengaruhi oleh faktor untuk mendapat perhatian dari orang pendidikan responden. Berdasarkan Anak tengah cenderung lebih hasil penelitian dari 12 remaja yang menjadi respondendalam penelitian ini, didapatkan bahwa remaja yang karakternya sendiri. Anak tunggal dengan kategori pecandu sebanyak 5 penyalah guna berlebihan dari orang tua cenderung . ,7%) SMP, membuat anak semakin manja (Rini, berpendidikan SMA sebanyak 3 Faktor jenis kelamin juga orang . %). Faktor sosiologi lainnya yaitu Hasil pengaruh teman sebaya dan status di masyarakat Gunarsah . dalam jenis kelamin dari 12 responden ini Hotnida menyebutkan bahwa jenis kelamin seluruhnya adalah laki-laki sebanyak bagaimana individu berperilaku dan Teman mengambil keputusan. Teman yang tanggal 3 Desember 2018 31 Januari 2019 mengajak remaja kepada hal negatif maka remaja cenderung mengikuti Penyalahgunaan Narkoba Pola Asuh orang tua Coba Pakai Teratur Pakai Pecandu Otoriter Permisif Total ajakan temannya demi kepuasan emosionalnya, rasa solidaritas, dan menjaga harga diri. Kelas sosial ekonomi dalam masyarakat juga Demokrat Total r = 0,742 p = 0,006 Berdasarkan tabel 3 hasil Remaja dari kelas sosial tabulasi silang menunjukkan bahwa separuh pola asuh orang tua adalah kesempatan untuk mengembangkan otoriter sebanyak 6 orang . %), dan keterampilan yang dapat diterima 5 orang . ,7%) diantaranya adalah oleh masyarakat. Mereka mungkin Sedangkan saja untuk tetap dapat mendapat status dan perhatian dari masyarakat . ,3%) dan yang menjadi pecandu 2 dengan cara melakukan tindakan orang . ,7%). Analisis bivariat penyalahgunaan narkoba. dalam penelitian ini digunakan untuk Bahkan jika masyarakat sekitar juga dari lingkungan yang kriminal dengan variabel, yaitu pola asuh orang tua banyak kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan sosial, maka remaja narkoba pada remaja di Klinik semakin berani untuk mendapatkan Pratama pengakuan dari masyarakat dalam menggunakan Spearman Rank. Hasil BNN Gresik terdapat koefisien korelasi . kuat penyimpangan juga. antara pola asuh orang tua dengan . Hubungan Pola Asuh Orang kejadian penyalahgunaan narkoba Kejadian pada remaja di Klinik Pratama BNN Penyalahgunaan Gresik, yaitu Tua Klinik Pratama BNN Gresik Tabel 3 Crosstabulation hubungan Pola Asuh Orang Tua Kejadian Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja di Klinik Pratama BNN Gresik 0,742. Dan tingkat . 0,006 (<0,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola asuh orang tua narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik kekuatan hubungannya kuat dan arah hubungan positif. diarahkan, ataupun pola asuh yang Hasil tersebut sesuai dengan secara penuh membiarkan remaja penelitian Abdullah . yang bebas memutuskan apapun sendiri, menyebutkan bahwa pola asuh yang buruk akan menghasilkan konsep diri perkembangan bagiremaja itu, dalam yang negatif pada remaja itu sendiri hal ini mencakup perilaku agresif, sehingga remaja lebih rentan untuk cenderung tidak patuh, dan bebas melakukan kenakalan. Sedangkan melakukan apa saja. Keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak terdiri dari tiga positif pada remaja sehingga remaja dapat mempu berpikir lebih logis sehingga cenderung tidak melakukan Interaction adalah interaksi satu- perbuatan menyimpang. dengan-satu dengan anak seperti Bagi peneliti sendiri, pola asuh orang tua mempunyai penting berbincang, bermain, mengerjakan PR dsb. Accessibility adalah bentuk membimbing anak agar menjadi pribadi yang bisa mengambil suatu Orang tua ada di dekat anak tetapi keputusan sehingga terhindar dari tidak berinteraksi secara langsung hal-hal negatif yang berakibat pada dengan anak. Responsibility adalah bentuk keterlibatan paling intens penyalahgunaan narkoba. Hal ini didukung dengan pengorganisasian (Koentjoro,2. penelitian dari Simons dan Conger Jacobs Kelley yang menyatakan bahwa pola mengemukakan ada beberapa faktor Sodikin Hal ini juga sejalan dengan penelitian dari Murtiyani . diantaranya motivasi orang tua untuk yang menyatakan bahwa pola asuh terlibat dalam kehidupan anaknya, pada remaja dengan aturan ketat dan keterampilan dan kepercayaan diri penuh disiplin tanpa diimbangkan dalam peran sebagai orang tua, dengan responsivitas yang tinggi, dukungan sosial dan stress dalam pola asuh yang cenderung menuruti pekerjaan maupun perkawinan akan mempengaruhi didikan orang tua yang hebat pula. Orang tua mereka mampu mengajari bertahan di keluarga, karakteristik ketaatan terhadap Tuhan, menjadi pekerjaan yang dapat menyita waktu teladan yang baik, berkomunikasi dengan baik, dan menjadi sosok terhadap anak kurang. Keterlibatan orang tua yang selalu dirindukan dan orang tua dapat mendukung dan diingat (Maskur. Peran lain menstimulasi rasa ingin tahu, minat dari orang tua yaitu sebagai pemberi menjelajah, dan kemampuan anak- keputusan dalam keluarga, yang anak untuk mandiri. Selain itu, remaja laki- laki, kebutuhan untuk penghubung anak dengan dunia luar, serta pelindung terhadap ancaman membuat rasa lebih aman untuk dan pendidik dari segi rasional mengekspresikan rasa ingin tahu dan (Wahib, 2. Dengan peran yang sikap tegas mereka terhadapsesuatu. Pola asuh orang tua juga sangat penting dilibatkan menurut sendiri dalam diri sang orang tua. Islam. Berdasarkan Al Quran surat Juga disebabkan faktor lain seperti At-tahrim: AuA Perliharalah dirimu dan keluargamu pengakuan di dunia sosial dan dari api neraka. Ay Orang tua harus lainnya sehingga membuat orang tua memberikan teladan melalui akhlak yang baik yang dapat menjadi contoh membahagiakan keluarganya melalui bagi anak-anaknya. Kehadiran orang materiil sehingga perhatian terhadap tua yang dapat memberikan contoh dan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya Bagi remaja, pola asuh orang semakin merasakan pelindung dan tua yang otoriter menyebabkan anak pengarah yang baik dari sosok orang merasa kurang mendapatkan sosok Hubungan orang tua dengan role model dari sang orang tua. anaknya disebutkan dalam AlQuran sehingga hasil penelitian ini pun sebanyak 14 kali. Seperti kisah dari sesuai denganteori. Nabi Ibrahim dengan Ismail. Nabi Hal ini sesuai dengan teori Ayyub dengan Nabi Yusuf. Nabi yang disampaikan Baumrind . Nuh dengan anaknya. Nabi Ismail bahwa pola asuh otoriter, permisif dan Nabi Yusuf tumbuh menjadi indulgent, dan permisif negligent pemuda yang patuh dan hebat karena memberikan konsep negatif pada diri remaja. Pola asuh yang otoriter menghargai dirinya sendiri, mampu cenderung memberikan aturan yang menerima dan memberikan pujian berdasarkan keinginan secara wajar, mau memperbaiki diri orang tua, sehingga anak merasa ke arah yang lebih baik, dan mampu tertekan, sulit mandiri dan kurang tanggung jawab, juga agresif. Pola Pola asuh orang tua asuh permisif indulgent . yang cenderung memberi kebebasan membentuk konsep diri anak yang terhadap anak untuk berbuat apa saja membiasakan anak untuk berperilaku menyesuaikan diri di luar rumahnya. Perilaku asertif tentunya akan Bagaimanapun membuat anak menilai hal yang membutuhkan pengarahan dari orang benar dan buruk dan menjauhi anak tua untuk mengenal mana yang baik dari kenakalan (Abdullah, 2. dan yang salah. Dengan memberikan kebebasan yang berlebihan, apalagi terkesan membiarkan seperti pola KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan asuh permisif akan membuat anak Ada bingung dan berpotensi salah arah. Pola asuh demokratis lebih perkembangan anak signifikan antara pola asuh orang tua terutama dalam kemandirian dan narkoba pada remaja di Klinik tanggung jawab si anak terhadap Pratama tugas perkembangannya. Pola asuh kekuatan hubungan yang kuat dan orang tua, yang diberikan akan menghasilkan konsep diri pada anak yang mengarah pada perilaku anak. pecandu orang tuanya memiliki pola Konsep diri tentunya ada yang positif asuh otoriter dan ada juga negatif. Berkaitan BNN Gresik Hampir Saran dengan pola asuh orangtua, konsep Remaja menjaga hubungan diri ada yang positif dan ada juga yang negatif. Ciri-ciri konsep diri penerimaan diri yang baik, mengenal Sebaiknya orang tua selalu hadir bagi dirinya sendiri dengan baik, dapat remaja dengan sikap terbuka dan memahami dan menerima fakta-fakta menumbuhkan nilai-nilai positif agar yang nyata tentang dirinya, mampu remaja NarkotikaAy: Pengelolaan Narkotika Negara. Perang Bukan Solusi. JURNAL PERADILAN INDONESIA. Jurnal Berkala MaPPI FHUIISSN24602043Volume 5. Agustus 2016 Januari http://mappifhui. org/wpcontent/uploads/2017/03/Ter opong-Volume-5-Agustus2016-Januari-2017. Akses 12 Desember 2018 penyalahgunaan narkoba Penelitian ini dapat dijadikan masukkan dalam upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Khususnya remaja agar lebih difokuskan pada keluarga/orang tua karena orang tua memiliki peran yang sangat penting Hurlock. Perkembangan Anak. Jilid 2. Jakarta: Erlangga dalam membentuk karakter remaja agar menjadi pribadi yang bersih dari Lilik, penyalahgunaan narkoba. KEPUSTAKAAN